Black Heart {Special Part}
.
.
Kyuhyun dan Sungmin saling memiliki, namun ff ini milik saya sepenuhnya!
.
.
Sungmin nampak menggeliat di atas tempat tidurnya, jemarinya bergerak mengusap pelan kedua matanya sambil mendudukkan dirinya
Namja manis itu merenggangkan tubuhnya sebentar sebelum beranjak dari tempat tidur berukuran besar itu. "nghh.. setengah enam" gumamnya saat melirik jam yang mengantung di dinding kamar, kemudian berjalan meraih daun pintu
Cklek
Sungmin segera menyeret langkahnya ke kamar mandi untuk sikat gigi dan cuci muka, lagi-lagi ia lupa membawa handuk merah mudanya, sehingga terpaksa keluar dari kamar mandi dan kembali ke kamarnya dengan wajah basah untuk mengambil handuk yang tergantung di belakang pintu itu
"Aishh, bajuku jadi basah" gerutunya saat mendapati bagian leher hingga dada kausnya basah terkena air yang turun dari wajahnya
Sungminpun segera berjalan menuju lemari, dibukanya pintu lemari itu dan mulai mencari bajunya—ani, baju-baju Kyuhyun yang telah menjadi miliknya juga. Ingatkan, dari awal Sungmin tinggal dengan Kyuhyun ia memang tak membawa apapun kecuali handphonenya yang sudah dibuangnya itu.
Makanya ia selama ini memakai pakaian milik Kyuhyun, kebetulan juga ukuran baju Kyuhyun banyak yang kebesaran sehingga pas di tubuhnya. Semuanya—baik kaus, celana, piyama, pokoknya semua baju milik Kyuhyun telah menjadi milik Sungmin juga, kecuali pakaian dalam tentunya karena ukurannya berbeda
Awalnya Sungmin merasa enggan dengan semua itu, ia pernah ingin membeli baju sendiri namun, Kyuhyun melarangnya dengan alasan itu hanya akan menghambur-hamburkan uang saja. Jadilah ia hanya membeli pakaian dalam dan tetap memakai pakaian milik Kyuhyun hingga sekarang
Oke, cukup sekian penjelasannya, kita kembali pada namja manis yang tengah memilih baju di dalam lemari itu.
Akhirnya pilihan Sungmin jatuh pada kaus abu-abu tua lengan pendek. Ia segera menanggalkan kaus hitamnya dan memakai kaus abu-abu itu.
Kemudian Sungmin kembali melirik ke arah jam dinding "masih jam enam.." tiba-tiba ia teringat hal yang biasa ia lakukan jika bangun lebih pagi dari jadwal bangunnya yang biasa
"Ah iya, lagi pula sudah lama aku tidak melatih otot-ototku" tak perlu menunggu lama, Sungmin segera keluar dari kamar
Saat melewati ruang tamu, matanya mendapati Kyuhyun yang masih tertidur lelap di sofa dengan selimut yang sudah jatuh ke lantai, dan jangan lupakan piyama bagian punggungnya yang sedikit tersingkap
"Ckck, tidurmu benar-benar berantakkan" oceh Sungmin sebelum mendekati Kyuhyun lalu meraih selimut yang berada di lantai dan menyelimuti tubuh namja tampan itu
Setelahnya Sungmin kembali beranjak menuju teras rumah kecil itu, mungkin tidak dapat dibilang teras, karena ukurannya terlalu kecil. Tapi itu semua tidak penting, yang jelas masih ada ruang untuk Sungmin melatih otot-ototnya
Sungmin mulai dari menarik nafas panjang untuk menghirup udara segar di pagi hari itu dan menghembuskannya perlahan, kemudian ia mulai merenggangkan tangan dan kakinya sambil berjalan di tempat.
Ia mulai memasang kuda-kuda seperti yang biasa ia lakukan saat akan berlatih kemampuan bela dirinya—mengepalkan kedua tangannya kuat dan mulai melayangkan tinjuan dan tendangannya di udara dengan sangat cepat
Sungmin terus melakukan hal itu bergantian hingga tubuhnya yang semula membelakangi pintu, kini menghadap ke arah pintu rumah. Tepat saat ia melayangkan tendangannya pintu kayu itu terbuka dan menampilakan sosok Kyuhyun dengan piyama kusut dan rambut cokelat yang berantakan serta mata yang masih setengah terpejam
Namun hal itu tak berlangsung lama—terbukti kedua mata Kyuhyun langsung terbuka lebar saat dan mendapati telapak kaki kanan Sungmin tepat di depan wajahnya
"Hyaaa!" namja berkulit pucat itu langsung mundur beberapa langkah. "Apa yang kau lakukan? Kau berniat membunuhku eoh?" tanya Kyuhyun dengan kedua tangan yang sudah saling bersilangan untuk melindungi wajahnya
Sementara Sungmin langsung menurunkan kakinya dan memutar bola matanya malas "aku sedang melatih kemampuan bela diriku bodoh! Tapi baru saja pemanasan kau sudah mengacaukannya" dengusnya
Kyuhyun yang mendengar hal itupun kemudian menurunkan tangannya dan mengangguk paham "aku kira kau akan menghajarku tadi, aku yakin sekali aku akan langsung K.O hanya dengan satu pukulan darimu" ujarnya ngeri—memorinya mengingat saat Sungmin berhasil menumbangkan pria besar di restoran beberapa waktu lalu
"Aishh, aku tak mungkin melakukannya bodoh!" sahut Sungmin jengkel. Oke, hancur sudah moodnya untuk latihan
Dengan menghentakan kakinya kuat, Sungmin melangkah masuk kedalam, namun tepat saat ia baru melewati Kyuhyun, tangan besar lelaki itu langsung mencekalnya
"Lepask—"
Srett
"Siapa yang kau bilang bodoh hmm?" dengan sigap tubuh tinggi itu mengunci rapat tubuh Sungmin hingga punggunya menyentuh dinding
Obsidiannya menyelami kedua manik hitam Sungmin dalam—membuat Sungmin seolah terhipnotis hingga balas menatapnya. Entah kemana menguapnya semua kekuatan Sungmin, yang jelas ia sama sekali tidak bisa melepaskan kukungan Kyuhyun ataupun memberontak
Kyuhyun semakin menghapus jarak diantara mereka hingga mereka dapat merasakan terpaan nafas yang menyapu wajah mereka masing-masing, Sungmin langsung menunduk dan memalingkan wajahnya ke samping
"Pfftt..."
Saat Sungmin mendongakkan wajahnya kembali yang ia dapati adalah Kyuhyun yang sedang menggigit bibir bawahnya kencang dengan wajah memerah menahan tawa
Duagh!
Satu pukulan ringan dari Sungmin dilayangkannya pada kepala Kyuhyun, membuat sang empunya langsung melepaskan kukungannya sambil meringis
"Aw!" ringis Kyuhyun sambil mengusap kepalanya yang diberi hadiah oleh Sungmin
"Kau pikir itu lucu!" bentak Sungmin melayangkan tatapan menusuknya pada Kyuhyun kemudian berlalu meninggalkannya yang sudah terdiam seribu bahasa
"Aishh! Cho Kyuhyun apa yang sudah kau lakukan!" rambutnya yang sudah berantakan dibuatnya bertambah acak-acakan. Kyuhyun menyandarkan punggungnya pada dinding dan mendongakkan kepala sambil terus mengacak rambutnya
"Hampir.." lirihnya "hampir saja aku lepas kendali tadi.." sambungnya. Seharusnya ia merasa beruntung atas pukulan ringan Sungmin tadi, karena berhasil memulihkan pengendalian dirinya yang hampir terbang kemana-mana. Namun akibatnya Sungmin menjadi marah dan itu jauh berkali-kali lipat lebih menyakitkan dari pukulan di kepalanya
Setelah cukup lama berfikir, Kyuhyun segera beranjak mencari Sungmin. Tak perlu waktu lama karena memang rumah itu bukanlah rumah yang besar, jadi sangat mudah bagi Kyuhyun untuk menemukan Sungmin yang sedang memasak di dapur
"Min.." panggil Kyuhyun, namun sama sekali tak ada jawaban dari Sungmin
"Sungmin" ulangnya, tetapi tetap saja tak mendapatkan balasan. Akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk mendekati Sungmin yang memunggungi dirinya itu
"Kau marah padaku?" tanya Kyuhyun ketika dirinya sudah berada di samping Sungmin
Tak!
"Kau pikir?" Satu kalimat dingin dan hentakan pisau di tangan Sungmin sudah cukup menjadi jawaban yang jelas bagi Kyuhyun
Sementara Sungmin terus memotong wortel di tangannya itu tanpa mengalihkan pandangannya—seolah, tak ada siapapun di dekatnya
Otak jenius Kyuhyun mulai bekerja, seulas senyuman mencurigakan terpatri di bibirnya tiba-tiba "oke, aku tau aku salah tadi dan aku minta maaf. Jadi, bagaimana kalau aku mengajakmu jalan-jalan sebagai permintaan maaf?" tawarnya
Pergerakan tangan Sungmin berhenti, wajahnya terlihat berfikir sekarang. Selama beberapa bulan ia tinggal di kota kecil ini, belum sekalipun ia mengelilingi kota itu. Hanya saat bekerjalah ia akan keluar dari rumah, namun jika hari minggu seperti ini ia akan menghabiskan sepanjang hari di rumah. Jika akan membeli barang apapun pasti Kyuhyun yang akan keluar untuk membelinya, sementara dia hanya perlu menunggu dan duduk manis saja
Senyuman itu semakin lebar hingga terlihat seperti sebuah seringaian saat menyadari perubahan air muka Sungmin "bagaimana? bukankah selama ini selain bekerja kau hanya akan menghabiskan waktumu di rumah? Memangnya kau tidak bosan atau penasaran?" pancing Kyuhyun sengaja memanas-manasi Sungmin
"Ngg.." Sungmin terlihat menggumam kecil sebelum menganggukkan kepalanya dengan perlahan
Dalam hati Kyuhyun sudah bersorak kegirangan dengan jawaban Sungmin. "Kalau begitu lanjutkan saja masakmu, lalu kita sarapan sebelum mandi dan bersiap" ia kemudian menarik kursi meja makan dan duduk "cepatlah aku sudah lapar" rengeknya tak tau diri
Ingin sekali Sungmin memukul kepala Kyuhyun dengan wajan di hadapannya, namun diurungkannya
.
Setelah selesai sarapan dan mandi, mereka kini tengah bersiap untuk pergi. Keduanya sudah berada di luar rumah, dan Kyuhyun tengah mengunci pintu rumah kayu itu sekarang
"Untuk apa kau kunci? Toh, sekalipun kau biarkan pintu ini terbuka lebar tak akan ada satupun orang yang mau mencuri rumah ini" ujar Sungmin seolah menghantam Kyuhyun dengan palu besar
"Kau tidak tau saja banyak gadis yang berusaha menyelinap ke dalam rumah ini untuk mengambil foto-fotoku" jawab Kyuhyun tak mau kalah
Sungmin menaikkan sebelah alisnya "ph ya? Memangnya sejak kapan kau bisa berfoto? " balas Sungmin berhasil membuat Kyuhyun tak mampu berkata-kata lagi
"Aishh, sudahlah kau mau jalan-jalan atau menghabiskan hari minggumu ini dengan adu mulut di depan rumah?" ujar Kyuhyun mengalihkan
Sungmin hanya mengerengut sebal, sementara Kyuhyun sudah berbalik tersenyum puas karena berhasil membungkam Sungmin
"Nah, ayo pergi" Kyuhyun mengulurkan tangannya pada Sungmin
Sungmin sempat memandangi tangan itu selama beberapa detik sebelum menyambutnya "hnn.." hanya itu balasan dari Sungmin, sebelum akhirnya mereka mulai melangkah menjauhi rumah tersebut sambil bertautan
.
Kedua manik hitam Sungmin tak pernah lepas dari jalanan yang sedang di lalulinya, terkadang matanya melirik ke samping—tepatnya pada orang-orang yang sedang berlalu lalang di sekitarnya.
Ternyata benar, tempat kurang cocok untuk disebut kota. Lihat saja, tidak ada bangunan yang menjulang setinggi gunung ataupun pusat-pusat perbelanjaan yang luas di sepanjang jalannya. Yang ada hanyalah toko-toko kecil yang sudah terlihat cukup tua serta kantor-kantor yang tak lebih besar dari rumahnya.
Sedangkan orang-orangnya terlihat sangat sederhana dan tidak mencolok seperti di pusat Seoul, Sungmin semakin yakin tidak akan ada yang mengenali dirinya disini, dan hal itu tentu membuatnya lebih tenang
"Sepertinya jalan ini lebih menarik perhatianmu dibandingkan aku" ujar Kyuhyun memecahkan keheningan diantara mereka
Sungmin menolehkan kepalanya "hah? Kau bilang apa tadi?" tanya Sungmin, karena terlalu fokus dengan jalan dia jadi tidak mendengar yang Kyuhyun ucapkan barusan
Kyuhyun menggelengkan kepalanya "bukan apa-apa. Jadi, kau mau kemana dulu sekarang?" tanyanya mengalihkan
"Ngg.." Sungmin kembali mengedarkan pandangannya, matanya menangkap sebuah toko bercat biru diujung persimpangan "itu, aku mau ke situ dulu" tunjukkan pada toko yang berhasil menarik perhatiannya
Kyuhyunpun mengalihkan pendangannya pada toko yang ditunjuk Sungmin "baiklah". Mereka kemudian berjalan menuju toko tersebut
Setelah pintu toko itu terbuka mata Kyuhyun langsung memandang takjub ruangan penuh hiasan tersebut, sementara air muka Sungmin berubah datar
"Tempat mengerikan apa ini" ucap Sungmin, padahal sang pelayan toko tepat berdiri disampingnya yang masih mematung di depan pintu
Kyuhyun yang menyadari raut sang penjaga toko berubah sebalpun segera menarik Sungmin ke dalam "ini toko pernak-pernik Min, kan kau sendiri yang ingin ke sini. Jadi kita lihat-lihat dulu saja ya" ajaknya ke sebuah rak yang menyender pada dinding yang penuh dengan gambar tempel berwarna-warni
Sungmin mendengus saat menatapi berbagai ikat rambut, pita, gelang dan barang-barang manis yang berjajar rapih di hadapannya itu. Baru saja ia ingin menarik Kyuhyun keluar, ekor matanya terkunci pada sebuah kotak yang berisi bermacam-macam bentuk cincin didalamnya. Obsidiannya itu seolah tak ingin lepas dari sebuah cincin perak yang terlihat sederhana namun sangat berkilau
"Kau mau?" suara Kyuhyun yang berat itu berhasil membuyarkan lamunan Sungmin
"Eh?" Sungmin menoleh "tidak kok" jawabnya berbohong
"Benarkah? Lalu kenapa bola matamu masih memandang cincin itu?" goda Kyuhyun sambil menahan tawanya
Sungmin merengut menyadari hal itu "Tidak! sudahlah ayo cepat kita pergi aku—"
Seluruh ocehan Sungmin bungkam saat tangan Kyuhyun yang masih menggenggam tangannya menahan dirinya "tunggu sebentar", Kyuhyun lalu membuka kotak tersebut dan mengambil cincin yang tadi diperhatikan Sungmin
Mereka segera menuju kasir lalu Kyuhyun mengeluarkan beberapa lembar uang dan membayarnya
"Ulurkan tanganmu" pinta Kyuhyun dan Sungmin mengulurkan tangan kirinya. Dengan perlahan Kyuhyun memasangkan cincin tersebut ke dalam jari manis Sungmin "ternyata pas" ujarnya sambil tersenyum menatap manik hitam Sungmin
"Aigoo~ kalian benar-benar pasangan yang manis, aku sampai iri sendiri melihatnya" Bagus! Mereka lupa jika sekarang mereka masih di dalam toko—tepatnya di depan kasir. Untung saja hanya mereka pengunjung yang berada di sana, kalau tidak mungkin bukan hanya penjaga kasir saja yang akan menontoni mereka
Kyuhyun langsung gelagapan dan melepaskan tangan Sungmin menyadari hal itu "Ah! Ka—kami tidak. eh, bukan—"
"Kami ini lelaki" potong Sungmin datar
Bukannya terkejut atau teriak, penjaga kasir itu justru tersenyum bergantian menatap Kyuhyun dan Sungmin "aku tau" ucapnya
Kali ini Kyuhyun dan Sungminlah yang terkejut dibuatnya "kau.. aishh sudahlah, ayo kita pergi Kyu" Sungmin segera menarik Kyuhyun keluar dari toko itu
"Terimakasih" penjaga kasir itu terkekeh kecil sambil melambaikan tangannya pada Kyuhyun dan Sungmin hingga keluar dari toko
Mereka kembali berjalan menyusuri persimpangan, hanya derap langkah orang-orang yang sedang melintaslah yang mengisi keheningan diantara mereka. Mereka terlalu sibuk dengan pikiran masing-masing dan sesekali Kyuhyun mencuri kesempatan untuk melirik Sungmin
"Jadi.. mau kemana kita sekarang?" tanya Kyuhyun membuyarkan keheningan mereka
"Persediaan bahan makanan di rumah sudah hampir habis, lebih baik kita membeli persediaan makanan dulu. Kau tau tempatnya kan?" balas Sungmin dan Kyuhyun menganggukkan kepalanya
"Itu, disana toko bahan makanan paling lengkap di kota ini" tunjuk Kyuhyun pada toko yang cukup besar dengan cat yang sudah usang
Segera mereka menuju toko tersebut, Kyuhyun dan Sungmin terpaksa berdesak-desakkan dengan kerumunan ibu-ibu yang sedang memburu bahan makanan juga. Untungnya, mereka berhasil mendapatkan bahan makanan yang dibutuhkan lalu segera membayarnya dan pergi dari toko ramai tersebut, tapi lebih untung lagi karena Sungmin berhasil menahan emosinya saat seorang ibu muda menginjak kakinya
"Ya ampun, aku merasa hampir mati tadi. Mereka lebih ganas dari hewan apapun" gerutu Sungmin sambil mengipas-ngipas wajahnya
"Hahaha, kau sampai mandi keringat begini" Kyuhyun terkekeh kecil sebelum meletakkan kantung belanjaannya di tanah dan mengeluarkan sapu tangan dari saku celananya. Ia segera mengusap keringat yang masih mengalir dari pelipis Sungmin hingga seluruh wajahnya
Setelah selesai, Kyuhyun kembali menyimpan sapu tangannya dan meraih kantung belanjaan di tangan Sungmin "sini, biar aku yang bawa"
"Tidak usah! Biar aku bawa sendiri. Aku ini bukan wanita" Sungmin hendak mengambil kembali kantung belanjannya dari tangan Kyuhyun, namun dengan cepat pemuda itu mengelak
"Aku tau, dan aku tidak pernah menganggapmu seorang wanita. Kau adalah pria, tapi biarkan aku membantumu" Kyuhyun meraih tangan Sungmin dan menggenggamnya "ayo jalan lagi" ajaknya. Ajaibnya Sungmin menurut dan membiarkan Kyuhyun membimbingnya
"Kyu.." panggil Sungmin
Kyuhyun menoleh "Apa?"
"Aku—" ucapan Sungmin terhenti saat matanya melihat ke arah jalan raya. Disana berdiri seorang nenek tua yang sedang menunggu untuk menyebrang jalan. Meski jalan itu tidak terlalu ramai, tapi saat nenek tua itu akan menyembrang selalu saja ada kendaraan yang melintas dan membuatnya kembali mundur
"Tunggu sebentar" Sungmin melepaskan genggaman mereka dan berlari menuju tempat nenek tua tersebut
Kyuhyun hanya diam dan matanya terus mengikuti pergerakan Sungmin. Ia dapat melihat sekarang Sungmin sedang berbicara dengan nenek itu, tak lama kemudian wajah keriput nenek itu mengukir sebuah senyuman sebelum mengangguk dan melingkarkan tangan kurusnya pada lengan Sungmin
Sungmin terlihat menengok ke kiri dan kekanan, setelah dirasanya jalanan itu sudah sepi dengan hati-hati ia mulai menuntun nenek tua itu menyebrangi jalan yang cukup lebar tersebut
Sebuah senyum tipis terulas di bibir tebal itu saat mendapati sang nenek tengah membungkukkan tubuhnya—sepertinya ia sedang berterimakasih pada Sungmin, namun bukan hal itu yang membuat Kyuhyun tersenyum, melainkan Sungmin yang terlihat sungkan saat nenek itu membungkuk padanya. Pribadi Sungmin yang seperti itu, sangat bertolak belakang dengan Sungmin yang selalu memasang wajah angkuhnya
Tak lama setelah nenek itu pergi, Sungmin kembali menyebrang dan berlari kecil ke arahnya "Ayo, kita jalan lagi" ia meraih tangan Kyuhyun dan menggenggamnya
Hei, tak sadarkah Sungmin ia telah membuat jantung Kyuhyun berlari?
"Kenapa?" Sungmin mengerutkan alisnya saat merasa Kyuhyun tak juga bergerak dari tempatnya
Kyuhyun dengan cepat menggeleng "tidak, ayo" ia segera melangkah lebih cepat dan membuat Sungmin kesulitan untuk menyeimbangkan langkah mereka "Kyu, pelan-pelan" ucap Sungmin sedikit kencang
Kyuhyunpun memelankan langkahnya "mau kemana lagi?"
"Pulang" jawab Sungmin singkat
Apa? pulang? Tapi kenapa tiba-tiba? Apa Sungmin marah padanya lagi? Oh, ayolah bahkan kesalahannya tadi pagipun belum dimaafkan oleh Sungmin
"Apa kau tidak mau makan siang dulu?" tawar Kyuhyun membujuk
Sungmin menggeleng "tidak, kita makan siang di rumah saja ya. Lagipula kita sudah membeli bahan makanan"
Kyuhyun menghela nafas lega "baiklah, kita pulang" ia mengubah genggaman tersebut menjadi saling bersilangan
Seperti biasa, mereka berjalan menuju rumah tanpa percakapan. Hanya gesekan kaki serta pemikiran masing-masinglah yang menyelimuti kesunyian tersebut
.
Sesampainya di rumah, Sungmin langsung menuju kamar untuk melepaskan jaket dan mengganti celananya. Sementara Kyuhyun menyusun bahan makanan ke dalam rak
Setelahnya, gantian Kyuhyun yang mengganti pakaiannya dan Sungmin menuju dapur untuk memasak makan siang mereka—memasak sekarang sudah menjadi tugas Sungmin di rumah itu
Sungmin mengambil beberapa bahan makanan lalu mulai memasak, dan Kyuhyun tentu saja hanya duduk manis menunggu masakan Sungmin selesai sepeti biasanya—sebenarnya Sungminlah yang melarangnya ikut membantu, mengingat Kyuhyun pernah hampir membakar rumahnya karena tidak bisa memasak air
Tak butuh waktu lama beberapa hidangan telah tersaji di atas meja makan, uap panas terlihat masih mengepul dari hidangan tersebut
Setelah Sungmin memberikan semangkuk nasi padanya, Kyuhyun langsung saja menyuapkan makanan ke dalam mulutnya dengan lahap hingga membuat Sungmin menggelengkan kepala
"Pelan-pelan saja makannya, semua makanan ini tidak akan lari kemana-mana" Sungmin memberikan segelas air pada Kyuhyun yang terlihat mulai tersedak
"Habisnya masakanmu selalu enak" puji Kyuhyun dengan mulut penuh
Sungmin hanya terkekeh kecil menanggapi hal itu, kemudian mulai menyuapkan makanan ke dalam mulutnya
Sesudah makan Sungmin hendak membereskan meja, namun niatnya itu seolah lenyap saat mendapati Kyuhyun yang sedang menatapi dirinya yang baru selesai makan itu sambil tersenyum tipis
"Apa?" tanyanya mulai merasa risih
"Kau sudah memaafkanku kan?" tanya Kyuhyun
Sungmin sempat bingung maksud ucapan Kyuhyun, tapi sedetik kemudian dia menggelengkan wajahnya "tidak ada yang perlu di maafkan, karena dari awal aku tidak marah padamu. aku hanya sedikit kesal saja tadi" jelas Sungmin
Kyuhyun terkekeh "itu artinya kau sudah memaafkanku"
Sungmin memutar matanya malas "terserah kau sajalah" ia teringat akan niat awalnya untuk membereskan meja. Baru saja ia akan berangkat dari kursinya tangan Kyuhyun menahannya"apa lagi?"
"Apa kau senang hari ini?" Kyuhyun bertanya dengan raut wajah yang serius—raut yang jarang dilihat oleh Sungmin
"Itu.. yah, setidaknya aku sudah tak penasaran lagi dengan kota ini" jawab Sungmin seadanya
Namun sepertinya Kyuhyun masih belum puas dengan jawaban Sungmin, terbukti dari tangannya yang masih menahan tangan kiri Sungmin. Obisidannya melirik ke arah cincin perak yang melingkar di jari manis Sungmin "kau suka dengan cincin ini?"
"Aku.." Sungmin terdiam, tanpa sadar tubuhnya kembali duduk di kursinya "seharusnya kau tidak perlu mengeluarkan uangmu untuk membeli ini, cincin ini tidak murah bukan.." ujarnya
Kyuhyun tersenyum dan perlahan jemarinya menyelusup pada celah-celah jari Sungmin di tangannya—ia menautkan jemari mereka "berapapun harganya akan kubeli asalkan bisa melihatmu senang"
Demi Tuhan! Sungmin merasa tubuhnya mulai menghangat dan darahnya mengalir lebih cepat "Aisshh, tapi itu uang dari gajimu kan" ia memalingkan wajahnya
"Tak apa, bagiku uang itu bisa dicari lagi. Sementara kau hanya satu" perlahan ia membawa tangan Sungmin mendekati wajahnya dan mengecup lembut punggung tangan pemuda manis itu "maaf, karena sekarang hanya cincin ini yang bisa kuberikan padamu, aku berjanji akan segera menggantinya" ujar Kyuhyun menatap dalam kedua mata Sungmin, seolah memasukkan segala janjinya disana
Sungmin bergeming, namun sesaat kemudian ia tersenyum "terimakasih" akhirnya, satu kalimat yang dari tadi ingin diucapkannya melucur dari bibirnya
Kyuhyun membalas senyuman itu "ne, sama-sama" ia mengeratkan genggamannya sebelum mengusap lembut tangan mungil itu dengan ibu jarinya
.
Akhirnya, sisa hari minggu itu mereka habiskan dengan makan malam dan menonton TV berdua hingga larut, hingga Sungmin tertidur bersama Kyuhyun di sofa dan mereka berdua harus siap-siap menerima hukuman karena bangun kesiangan dan terlambat bekerja esok harinya..
.
.
.
= Black Heart {Special Part} - END =
.
Hi! Hi! Chingudeul *lambai-lambai* apa kabar? oke, langsung saja tanpa basa-basi -tadiudah- aku mau mengucapkan terimakasih banyak tiada hentinya kepada chingudeul yang sudah baca dan masih menunggu kelanjutan ni cerita gaje^^, untuk kali ini aku belum lanjutin ke chap selanjutnya tapi kali ini aku buat special chapnya.. hehehehe mungkin makin aneh dan tidak memuaskan tapi inilah isi kepala saya - -".. aku juga mau minta maaf mungkin selama beberapa hari atau minggu kedepan aku belum bisa update cerita atau chap baru mengingat saya mau lebaran dan pasti melakukan hal yang paling buat aku males, yaitu namu-namu^^ *plakkk. Aku juga mohon maaf jika ada menyinggung perasaan atau membuat chingudeul merasa tidak nyaman dengan cerita-ceritaku, namun sekali lagi aku hanya manusia yang tidak akan pernah sempurna, karena kesempurnaan itu hanya milik Tuhan ^^. Mohon maaf dan Terimakasih yang sebesar-besarnya^^ *bow*
.
ButtCouple137 : makasih ya :*** makasih banget atas komennya dan masih mau baca ini cerita T^T *lap ingus*
leefairy : siapa ya? *mendadak amnesia*
Cho Yooae : hihihi kira2?
epildedo : makasih ya udah mau ninggalin jejaknya satu2 _
GuiMinXian137 : hahhaha jadi malu *lari ke pelukan Sungjin* sebenernya aku juga penasaran sama diri aku sendiri ._. *plakk
skittlescinth : itu memont bener2 sweeeetttt dah /
: makkaasiihhh *hug*
Princess Pumkins ELF : coba tebak hayoooo xDD
bunnyblack136 : itu udh ada lanjutannya ^^
137 : bener ga ya? *plakk itu udah ada chap 6nya chingu~
pumpkinsparkyumin : sebernya kilat sih, cuma beda sehari *klogasalah* liat aja nanti kkkk~
: ahhaha liat aja nanti
Park Min Chan : hai^^ salut aku sama analisamu _ nyaris bener tpi masih ada yang kurang dan meleset sedikit~~ makasih udh baca ne^^
Ketiban KyuMin : siapa Kyuhyun? siapa *plakk... hehehe makasih banyak ya^
Mian chingudeul belum semuanya bisa aku bales disini *bow* tapi aku ucapin makasih sangat-sangat banyak untuk semuanya *hug*
Special Thanks,
Nyca ELFuJOYers, Nidaimnida, Paijem, UnyKMHH, Kikkurone, heina rizuqi, gyumine, Keseleo Imutnya Sungmin, chabluebilubilu, , Cutemin, Shin Min Rin, ButtCouple137, sissy, valentina lee, Melodyna, Eka puspa, Gyurievil, D2L, tyararahayuni, skittlescinth, Mingly Azhure, leefairy, Princess Pumkins ELF, pumpkinsparkyumin, ayukaruniawati9, abilhikmah, zi'Pumpkins, kyuqie, Pumpkin ite, KS, reaRelf, QyuDev178, Rena, chu, bunnyblack136, My name Is JC, GuiMinXian137, Cho Yooae, Ketiban KyuMin, KyuMin Child Clouds, , epildedo, , 137, Park Min Chan, Mirukia, dan halmonieku tercinta Syafriska amelia, juga para silent reader yang aku harap suatu saat mau meninggalkan jejaknya ~ gomaWOOK :*
- Evilpumps -
