A Naruto

Romance & Angst

Pairing = SasufemNaru

Rated T

Diclaimer masashi kishimoto

Author :: hai senpai saya balik lagi buat lanjutin cerita ini jika ada kesalahaan maaf ya. Oke RnR senpai.

WARNING

OOC,OC,AU,AR,AT,AH,

FemNaru, terinfirasi dari Film BBF, Alur kecepetan,TYPO Dimana-mana, and many m0re

Cerita yang kemarin

"Kau juga cantik malam ini." ucap Sasuke.

"Ehm... Terimakasih kau juga tampan tuan mengunakan tuxsedo itu." ucap Naruko seraya tersenyum pada Sasuke tentu saja senyuman itu membuat Sasuke terpaku.

FOR YOU

Malam semakin larut dan pesta pun semakin berlanjut.

Naruko srdang duduk disebuah kursi, memperhatikan semua orang dengan iris birunta itu dan terkadang ia juga memikirkan siapa pemilik mata kelam itu.? Apa itu Sasuke ? Matanya, rambutnya ah... Tapi tidak rambut pantat ayam itu lumayan banyak di jadikan model rambut oleh siswa Sunanegashi mengingat bahwa Sasuke adalah idola nomer satu di sekolah itu. Tapi ia begitu mirip dengan Sasuke namun juga kalau ia Sasuke kenapa ia begitu lembut memperlakukan Naruko. Mungkin itu yang ada di otak Naruko sekarang.

"Gerakan yang indah tad." ucap tiba-tiba seseorang yang duduk di samping Naruko.

"Ah... Bi... Gaara.." Naruko tak melanjutkan pertanyaan nya begitu ia melihat lawan bicaranya.

"Kau mengenaliku ?" kata Gaara sambil melepas topeng putih yang ia gunakan.

"Ah... Ak..aku cuma asal tebak saja." ucap Naruko yang memalingkan wajahnya kearah lain karena pipinya sudah merah karena ia melihat wajah tampan dari orang yang di kaguminya itu.

'Semua orang juga akan mengenali mu Gaara, karene kau satu-satunya yang memakai jas putih.' lanjut Naruko dalam hatinya.

Ya benar yang di katakan Naruko tadi hanya Gaara saja yang memakai pakain serba putih dari topeng sampai sepatu pun berwarna putih.

"Hm..." balas Gaara.

Dan setelah itu Naruko dan Gaara hanya membiarkan alunan musik pesta mengisi pendengaran mereka.

"Naruko ?" ucap Gaara memulai pembicaraan .

"Ia." balas Naruko menatap Gaara.

"Ada seseorang yang ingin ku perkenalkan pada mu." ucap gaara.

"Oia siapa?" tanya Naruko.

"Ehm... Itu dia." jawab Gaara sambil melihat kearah depn

"Ha?" Naruko yang bingung pun melihat kearah yang sama yang di lihat Gaara.

"Itu kan.." ucap Naruko tak percaya begitu ia melihat seorang gadis berambut indigo di gulung ke atas, mata lavendernya yang mempesona, ia tak memakai topeng jadi kecantikan gadis itu sangat jelas di lihat semua orang dan terlebih lagi ia mengunakan gaun panjang berwarna ungu yang meliputi tubuhnya.

"Hey gaara." sapa gadis itu begitu ia berada di tempat Naruko dan Gaara.

"Hn." balas Gaara sambil tersenyum.

"Hay kau pasti Naruko ya?" tebak gadis itu pada Naruko yang masih tak bergeming melihatnya.

"Agh... Ia...ia..ia.." ucap Naruko yang tersadar dari rasa kagumnya.

"Namikaze Naruko." Naruko mengulurkan tanganya.

"Hyuga Hinata, Kekasih Gaara." balas Hinata seraya tersenyum.

Seperti ribun pisau menusuk jatung Naruko.

Bagaikan petir di siang hari.

Hatinya hancur berkeping-keping setelah mendengar kata-kata dari Hinata.

'Perasaan apa ini ? Kenapa begitu sesak.' tanya Naruko dalam hati.

"Naruko..? Naruko?" panggil Hinata karena Naruko diam saja.

"Agh... Ia..ia.. Apa?" jawabnya.

"Kau tak apa?" tanya Hinata khawatir.

"Aku tak apa kok" ucapnya sambil tersenyum, tapi bukan senyuman yang biasa ia tunjukan senyuman ini hanya senyuman palsu.

"Oh... Ku kira kau kenaa-kenapa." balas Hinata.

"Gaara sekarang waktunya" ucap Hinata pada Gaara.

"Kalian mau kemana?" tanya Naruko yang melihat Gaara yang berdiri dari posisi duduknya.

"Kami mau menampilkan seseuatu." balas Gaara.

"Apa itu?" tanya Naruko.

"Aku bernyanyi dan Gaara memainkan piano. Kau lihat penampilan kami ya nanti" jelas Hinata.

"Ia tentu, semoga sukses." senyuman palsu lagi menghiasi wajah Naruko yang ,masih mengunakan topeng itu.

Seorang Uchiha Sasuke tengah tersenyum-senyum sendiri di sebuah meja bar. Tidak ia tak mabuk ia hanya mengingat saat dia sedang berdansa bersam Naruko.

"Wah... Ada yang sedang jatuh cinta nih..." goda Sai pada sahabatnya itu.

"Sai mungin ini cinta pertamanya jadi ia tersenyum-senyum sendiri." balas Shikamaru.

"Ehm... Masa sih" ucap sai

"ia memang cinta pertama ku" ucap Sasuke.

"Apa?" ucap Shikamaru dan Sai bersamaan, mereka tak percaya tadinya mereka hanya bercanda.

"Ia si dobe itu cinta pertamaku" balas Sasuke santai. Namun hal itu membuat Sai dan Shikamaru...

"Ha...ha...ha..." tawa mereka berdua, mereka tak menyangka kalau cinta pertama datang di kelas 2 SMA.

"Kenapa kalian tertawa ?" tanya sinis Sasuke.

"Ya karena itu ha...ha... Kareena cinta pertamamu itu ha..ha.. Masa di kelas 2 SMA sungguh telat ha...ha.." Ucap Sai di cela tawanya ia belum menyadari kalau sang Uchiha bungsu itu tengah menatapnya dengan tatapan membunuh.

"Hentikan tertawa mu itu Sai atau kau mau mati saat ini juga." ucap Sasuke dingin.

Sai yang mendengar itu pun langsung menelan ludah begitu ia menyadari aura pembunuh dari Sasuke.

"Sudahlah Sasuke kami hanya bercanda, dari pada kau buang tenaga membunuh Sai lebih baik kau lihat yang disana itu." ucap Shikamaru mencoba menenagkan suasana sambil menunjuk seseorang yang berada di pangung itu.

Mata iris hitam itu mengikuti arah telunguk Shikamaru.

"Hinata ? Sejak kapan dia di konoha?" tanya Sasuke begitu iris hitamnya melihat Gaara dan Hinata yang berada di panggung itu.

"Baru tadi pagi ia datang." jawab Shikamaru.

Alunan melodi piano yang indah mulai terdengar di dalam ruangan pesta ini.

'Kenapa aku ini, Gaara kan bukan siapa-siapaku, kenapa sakit sekali di sini.?' tanya Naruko entah pada siapa. Bayangnya terhempas, harapan di telan kenyataan, bertemu denganya pun seperti tak sanggup lagi (membaca pun sulit apa lagi menulis *plak* di tampar readers) luka yang sangat dalam tercipta.

'Hentikan... Hentikan semua ini' jerit hati Naruko hatinya benar-benar sakit begitu ia melihat Gaara dan hinata sangat serasih di pangung.

Naruko tak bisa menahan rasa ini lagi sungguh sakit ia pun berlari menjauh dari tempat ini.

'Hentikan ku mohon' ucapnya seraya berlari.

Entah berapa puluh orang yang Naruko tambrak dan tak sedikit ia mendapatkan omelan-omelan dari tabrakan itu. Tapi tak peduli itu semua ia pun terus berlari sampai...

Brrruuuuuuuukkkkkk...

Naruko menabrak pelayan yang membawa minuman dan tentu saja membuat ia terjatuh dengan tubuh yang berlumuran es jeruk yang lenget.

"Ha...ha...ha..." tawa murid sunanegashi yang melihat kejadian itu.

"Makanya jalan itu pake mata anak kampung !" seru Karin yang berada di kerumunan itu.

"Jangan begitu dong Karin" ucap Ino menghampiri Naruko yang hanya menundukan kepalanya menahan tangis.

"KASIHAN kan" ucap Ino memberikan penekanan pada kasian.

"Kalau cuma air jeruk doang." lanjutnya seraya menyiram minuman yang di tanganya itu pada Naruko yang sudah tak bisa membenduk air matanya lagi.

"Ha...ha...ha.." tawa semua orang yang berada di kerumunan itu, namun tawa itu tak bertahan lama begitu seseorang berteriak...

"Hentikan ini semua atau kalian semua aku keluarkan dari sekolah ini" ancam seseorang yang muncul dari kerumunan itu.

"Sa...sa...suke..." ucap Ino terbata begitu melihat Sasuke mendekat kearah Naruko.

"Kau tak apa Dobe ?" tanya Sasuke yang sudah menyamkan posisinya dengan Naruko sambil mengusap pipi Naruko yang kotor mengunakan tisu yang berada di saku kanannya.

"Ada noda Ice cream di wajah mu."

Ingatan saat Gaara menghapus noda ice cream di wajahnya.

Ingatan saat Gaara selalu ada saat ia sedih.

Ingatan saat Gaara yang selalu menolongnya.

Ingatan saat Gaara yang selalu membuat wajahnya merah terputar kembali. Ingatan yang indah namun begitu sakit saat ini.

"Singkirkan tanganmu Uchiha." ucap dingin Naruko sambil menepis tangan Sasuke.

"Ck, Dobe tapi tubuh mu kotor." balas Sasuke berusaha membersihkan wajah Naruko namun di tepis lagi oleh sang empunnya.

"Bukannya kau selalu membuat tubuh ku kotor ha! Dengn semua jebakan yang kau buat." balas Naruko dingin.

Kegelapan malam bertemu lagi dengan langit cerah namun tak secerah tadi, langit itu di tutupi awan kesedihan,

Sasuke terdiam begitu mendengar perkataan Naruko tadi. Ia memang benar ia selalu membuat tubuh Naruko kotor.

"Baiklah aku minta maaf" ucap Sasuke cepat.

"Apa ?" tanya Naruko entah ia tak mendengarnya atau ia tak percaya kalau seorang Uchiha Sasuke meminta maaf padanya.

"Hn, di sini berisik." ucap Sasuke menarik pergelangan tangan Naruko.

"Eh? Apa-apaan sih kau Teme." ucap Naruko berusahan melepaskan gengaman Sasuke, namun tenagannya kalah dengan Uchiha bungsu itu. Sasuke malah menarik Naruko keluar dari orang-orang yang mengerumi mereka.

Di perjalan Naruko terus berusaha melepaskan diri dari Sasuke namun usahanya nihil karena Sasuke semakin mengencamgkan gengaman tanganya.

"Sasuke lepaskan ! Kau menyakiti ku!" Naruko menghentakan tangan cukup kencang dan Sasuke pun melepaskannya.

"Apa mau mu ?" tanya Naruko tajam.

Mereka saling beertatap pandang, mencari jawaban dari mata lawan bicaranya.

Namun Sasuke menyerah ia membuang tatapannya kearah lagi ia tak sanggup melihat lebih dalam dari iris biru langit yang sedang tertutupi awan kesedihan itu.

"Kau ini menyebalkan." ucap kesal Naruko dan ia pun hendak meninggalkan teras itu.

Teras? Ia Sasuke membawa Naruko ke teras.

Suasana teras yang begitu indah.

Bulan menyinari teras itu,

Bunga-bunga yang menhiasi setiap pojok teras itu.

Dan hembusan angin yang membelas rambut berambut berbeda warna itu.

"Tunggu." cegah Sasuke seraya mengengam tangan Naruko.

"Kenap kau menangis? Kalau hanya di kerjai Ino kurasa kau tak akan menangis." lanjut Sasuke.

"Tahu apa kau tentang aku ha!" sekali lagi Naruko menghentakan tanganya dan berjalan menjauh dari Sasuke.

"Apa karena kau melihat Gaara dan Hinata?" tebak Sasuke ia tahu kalau Naruko menyukai Gaara.

"Jangan so tahu kau Uchiha." balas dingin Naruko. Tangannya mengepal menahan emosi dan hatinya bertanya-tanya

Kenapa, kenapa Sasuke bisa menjawab pertanyaan dihatinya yang ia sendiri tak bisa menjawabnya.

"Sayangnya itu benarkan nona Namikaze, aku tahu bagaiman perasaan mu sekarang" balas sasuke.

"Sudah ku bilang jangan so tahu kau Uchiha ! Mana kau tahu rasa sakit seperti ini! Kau hanya anak manja yang bisa mendapatkan segalanya dengan tunjuk saja!" emosi Naruko pecah ia menatap Sasuke terpancar jelas kekecewaan dari iris birunya itu.

"Aku tahu rasa!" bentak Sasuke ia juga tak bisa menahan rasa sakit di dadanya lagi.

.

.

.

.

TBC

Author :: bagaimana senpai ceritanya lebih baik atau sebaliknya.?

Di review ya senpai.