My boys friend is Evil

Desclaimer : Masashi Kishimoto

Pairing: Sasu_femnaru

Genre: Romance/ Drama

Rating: M

Warning : OOC, Typo, Gaje , Alur cepat dll

Keep Reading ^_^

Pagi-pagi sekali Naruto sudah bangun dan bersiap-siap sesuai dengan janjinya yang akan menemani Sai ke Ottogakure di hari ulang tahunnya. Naruto tampak cantik dengan rambut yang diikat dua dan memakai setelan baju yang terkesan anggun yaitu baju terusan tanpa lengan berwarna kuning dengan tali yang di ikat pada punggung lehernya, tidak lupa ditambah dengan syal yang berwarna ungu. Untuk menutupi tubuhnya yang terlalu terbuka Naruto menambahkan blezer berwarna pink yang terkesan lembut. Jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi itu artinya Sebentar lagi Sai akan datang menjemputnya. Setengah jam kemudian Sai pun akhirnya datang menjemput Naruto.

"Apa kita akan berangkat sekarang?" tanya Sai pada Naruto

"Sebaiknya begitu, karena perjalanan yang kita tempuh lumayan jauh," jawab Naruto.

Mereka berdua akhirnya berangkat. Tanpa banyak bicara Sai membawa mobilnya cukup kencang megingat mereka sekarang sudah berada di luar kota.

- ooo0oooo -

Sementara itu di sebuah apartemen mewah di kota Konoha...

Sasuke baru bangun dari tidurnya karena hari ini kampus memang sedang libur. Sasuke berjalan menuju dapur apartemennya dengan wajah yang lemas dan rambut yang agak berantakan. Dengan perlahan Sasuke menuangkan air putih pada gelasnya lalu meminumnya sedikit demi sedikit sampai air di dalam gelas itu habis. Sasuke terus berjalan menuju kamar mandi lalu membuka kran air panas untuk mengisi bak mandinya. Setelah dirasa cukup Sasuke segera menyamankan dirinya dengan berendam di bak mandi tersebut.

- ooo0oooo -

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 3 jam Sai dan Naruto akhirnya sampai ke kota tujuan mereka yaitu Ottogakure. Dengan senangnya Naruto melangkahkan kakinya masuk ke tempat perayan festival musim semi tersebut. Disana banyak sekali terdapat hiburan, permainan dan juga makanan. Naruto segera menarik tangan Sai untuk mencoba makanan khas musim semi yaitu Haru Yasai Tempura yang kebetulan di jual disana. Dengan lahapnya Naruto menghabiskan makanan itu.

"Aku senang sekali, karena tempat ini benar-benar keren!," ucap Naruto pada Sai.

"Aku pun juga sangat senang bisa bersama denganmu seperti ini," kata Sai.

Naruto dan Sai terus bersenang-senang dalam festival itu.

- ooo0oooo -

Sasuke yang kini sudah selesai mandi sekarang sedang menyisir rambutnya di depan cermin, namun tiba-tiba saja foto Naruto yang dipajang di kamarnya terjatuh dan menyebabkan kaca dari figura itu berserakan kemana-kemana.

"Kenapa perasaanku tidak enak,"batin Sasuke", sepertinya aku harus segera menghubungi Naruto,"

Sasuke segera memencet telponnya untuk menghubungi Naruto, namun nihil karena handphone Naruto tidak bisa dihubungi, Sasuke yang semakin panik segera mengambil kunci mobilnya dan bergegas pergi ke rumah Naruto. Sesampainya dirumah Naruto, Sasuke hanya menemukan adik Naruto yaitu Konohamaru.

"Apa kakakmu ada di dalam?" tanya Sasuke pada Konohamaru yang kebetulan sedang bermain di depan rumah bersama teman-temannya.

"Tadi pagi Naruto_nee pergi di jemput oleh seorang laki-laki yang kulitnya pucat seperti mayat," kata Konohamaru polos.

"Terima kasih, Konohamaru." ucap Sasuke.

Setelah keluar dari halaman rumah Naruto, Sasuke segera memencet sebuah nomor pada handphonenya.

"Cepat cari tahu keberadaan Sai sekarang juga!" perintah Sasuke pada seseorang di telpon tersebut dengan wajah yang benar-benar menunjukkan kemarahan.

Beberapa menit kemudian Handphone Sasuke kembali berbunyi. Sasuke segera menjawab telpon tersebut.

"Sekarang Sai sedang berada di Ottogakure, Tuan Sasuke." kata penelpon tersebut. Tanpa banyak bicara lagi akhirnya Sasuke segera membawa mobilnya ke Otto dengan kecepatan tinggi.

- ooo0oooo -

Hari sudah menunjukkan pukul 5 sore. Naruto sudah benar-benar merasa lelah karena sudah bermain seharian.

"Hari sudah hampir gelap, bagaimana kalau kita pulang sekarang?" kata Naruto pada Sai

"Kita memang akan pulang, tapi sebelum itu aku ingin menunjukkan sebuah kejutan dulu untukmu," kata Sai.

"Kejutan apa Sai ?" tanya Naruto.

"Karena ini kejutan, maka aku tidak akan memberitahukannya dulu sebelum kau ikut denganku," kata Sai.

"Baiklah..., Aku ikut saja apa katamu," kata Naruto menurut.

Naruto kembali masuk ke dalam mobil Sai untuk melihat kejutan apa yang akan di berikan Sai padanya. Setelah beberapa menit menempuh perjalanan, kini mereka sudah sampai di depan sebuah hotel mewah.

"Untuk apa kita ke hotel ini Sai?" tanya Naruto.

"Kau tenang saja, karena kejutannya ada di dalam," jawab Sai.

Tanpa persaan curiga sedikit pun Naruto akhirnya tetap mengikuti Sai masuk ke dalam hotel tersebut sampai akhirnya mereka berdua tiba di depan sebuah pintu kamar hotel.

Sai segera membuka pintu kamar tersebut dan di dalam kamar itu ternyata terdapat sebuah meja beserta menu makanannya yang sudah disiapkan untuk dua orang yang akan makan malam.

"Nah! Ayo masuk ke dalam. Aku sudah menyiapkan ini untuk kita makan malam," kata Sai pada Naruto.

"Terima kasih Sai..., ini kejutan yang indah," kata Naruto.

Kini mereka berdua sedang menikmati makan malam romantisnya dengan lampu kristal yang berkilau serta ditemani oleh lilin-lilin yang indah. Selama makan malam Sai terus saja memperhatikan Naruto dari atas sampai ke bawah dan itu membuat Naruto sedikit risih. Setelah beberapa saat akhirnya acara makan malam mereka sudah selesai. Naruto segera mengajak Sai untuk pulang ke Konoha.

"Ayo kita pulang sekarang! Aku khawatir dengan Konohamaru, karena Tousan dan Kaasan sedang keluar kota, mungkin besok siang baru datang," kata Naruto pada Sai

"Boleh saja..., tapi sebelumnya kau harus memberikan sesuatu yang spesial untukku, " ucap Sai.

"Bukankah ketika ku tanya waktu itu kau bilang tidak mau kado apa-apa dariku," kata Naruto.

"Aku memang tidak menginginkan kado, tapi aku ingin kau jadi milikku sepenuhnya," kata Sai dan hal itu membuat Naruto jadi merinding.

"Kau ini bicara apa? Aku ingin pulang sekarang!" bentak Naruto yang segera melangkahkan kakinya untuk pergi, namun Sai langsung menarik tangan Naruto sehingga Naruto jatuh di pangkuannya.

Naruto langsung mendorong tubuh Sai untuk melepaskan dirinya dan segera menuju pintu kamar tersebut. Naruto terlihat panik. Jantungnya berdetak keras, kenangan pahit yang dulu pernah dilakukan Sasuke kembali teringat dalam pikirannya. Naruto terus berusaha membuka pintu kamar yang sudah dikunci tersebut, namun usahanya sia-sia. Kini Sai berjalan semakin mendekat padanya dan menghimpit tubuh mungil Naruto diantara dinding tersebut lalu Sai mendekatkan wajahnya pada wajah Naruto. Samar-samar Naruto mendengar hembusan nafas Sai yang sedikit kencang. Sepertinya Sai sedang mengamati dan menikmati aroma dari tubuh Naruto. Setelah itu Sai langsung melumat paksa bibir Naruto, menggigitnya sampai berdarah, karena Naruto sama sekali tidak mau membuka mulutnya. Naruto yang terkejut dengan permainan beringas Sai tersebut dengan sekuat tenaga terus mencoba mendorong tubuh Sai agar bisa lepas darinya, namun tetap tidak berhasil. Karena Naruto yang terus melawan akhirnya Sai memutuskan untuk mengikat kaki dan tangan Naruto. Perlahan tangan Sai mulai menjalar ke tubuh Naruto. Tangan itu mulai meraih payudara Naruto dan memainkan puting susunya secara bergantian. Hembusan nafas Sai terasa hangat saat wajahnya turun ke bawah dan mulai mendekati selangkangan Naruto. Naruto mulai menangis karena perlakuan itu.

"Jangan khawatir Naruto, Aku tidak akan menyakitimu, jika kamu menuruti perintahku!" kata Sai meyakinkan
"Tolong….jangan kau lakukan hal ini padaku, " pinta Naruto memohon.
"Aku yang membuat peraturan disini Naruto! kau cukup menikmatinya saja," teriak Sai marah sambil mencekik leher Naruto agar Naruto mematuhinya

Naruto menjadi gemetar mendengar ucapan dan perlakuan kasar dari Sai tersebut. Selanjutnya Sai segera mencium pinggul Naruto dan bergerak menuju selangkangannya.
"Ummmm", erangnya sambil menjilati bibir vagina Naruto hingga akirnya lidah itu mulai masuk ke dalam vagina Naruto yang mulai basah.
"Cukup…cukup…kau menyakitiku…," tangis Naruto berontak, tapi Sai sama sekali tidak memperdulikan ucapan Naruto dan segera mengambil posisi untuk mulai menancapkan penisnya di vagina Naruto, Namun sebelum hal itu terjadi tiba-tiba pintu kamar hotel tersebut digedor keras dari luar. Sai yang kaget akhirnya mengurungkan niatnya dan segera memakai celananya kembali. Beberapa saat kemudian pintu tersebut akhirnya terbuka dan terlihatlah Sasuke yang berdiri di depan pintu kamar tersebut dengan tatapan membuhuh. Tanpa banyak bicara lagi Sasuke langsung menyerang Sai secara bertubi-tubi, sehingga Sai tidak punya kesempatan lagi untuk melawan. Sai akhirnya tersungkur di sudut ruangan.

"Sudah berapa kali kuperingatkan padamu, jangan pernah menyentuh Naruto!" teriak Sasuke pada Sai. Tanpa membuang waktu Sasuke segera menggedong tubuh Naruto untuk segera pergi dari tempat terkutuk itu setelah sebelumnya menutupi tubuh Naruto dengan selimut. Sasuke segera meninggalkan hotel tersebut dan meletakan tubuh Naruto di dalam mobilnya. Sasuke pun langsung membawa kencang mobilnya. Naruto tampak hanya diam di samping Sasuke. Air mata tidak henti-hentinya keluar dari mata saffirnya. Tangannya terus menggenggam erat ujung selimut yang kini menutupi tubuhnya.

"Tenanglah Dobe, kau tidak apa-apa," kata Sasuke.

"_"

Naruto hanya diam

"Kalau keadaanmu seperti ini terus aku tidak bisa mengantarmu pulang ke rumah," kata Sasuke lagi.

Hati Sasuke benar-benar merasa miris melihat keadaan Naruto sekarang ini. Dia kembali teringat hal yang dulu pernah ia lakukan dengan Naruto

'Sekarang aku baru tahu ternyata Naruto benar-benar merasakan sakit ketika Sai brengsek itu akan memperkosanya. Tidak bisa kubayangkan bagaimana keadaan Naruto dulu ketika aku melakukan hal yang sama bahkan aku berhasil merenggut kehormatannya'

"Kita sudah sampai Dobe," ucap Sasuke sambil membelai lembut rambut Naruto.

"I…ni… Dimana?" ucap Naruto parau.

"Tenanglah, ini adalah rumah kami di Otto. Malam ini kau biar istirahat disini dulu, besok pagi baru kita pulang," jawab Sasuke.

Sasuke segera menuntun Naruto untuk masuk kedalam rumah milik keluraga Uchiha di Otto. Setibanya di depan pintu para pelayan segera menyambut mereka.

"Selamat datang, Tuan muda Sasuke," kata para pelayan.

"Hn..., aku minta pada kalian layani Nona Naruto dengan baik," kata Sasuke.

"Baik Tuan," kata pelayan itu. Naruto pun segera dibawa ke kamar oleh pelayan itu untuk mandi dan berganti pakaian.

Setelah selesai mandi, Naruto masih terlihat shock atas kejadian yang baru saja dialaminya. Naruto terus melamun memikirkan hal itu sampai akhirnya terdengar seseorang yang sedang mengetuk pintu kamarnya. Naruto mempersilahkan orang tersebut masuk yang ternyata adalah Sasuke.

"Bagaimana keadaanmu Dobe?" tanya Sasuke.

"Sedikit lebih baik," jawab Naruto

"Syukurlah, kalau begitu... Sekarang lebih baik kau istirahat. Aku akan tidur di sebelah kamarmu," ucap Sasuke.

Ketika Sasuke akan pergi meninggalkan kamar itu, Naruto langsung menggenggam tangan Sasuke.

"Aku takut sendirian, Sasuke." ucap Naruto dengan nada memelas.

"Kalau begitu, sebaiknya sekarang kau tidur di ranjangmu dan aku akan tidur di sopa itu menemanimu," kata Sasuke sambil menunjuk sebuah Sofa di samping ranjang Naruto.

"Terima kasih Teme...," ucap Naruto.

Naruto sudah berbaring di ranjangnya begitu juga Sasuke yang sekarang sudah tidur duluan di atas sofanya.

"Sepertinya kali ini aku salah menilaimu, Sasuke. Aku baru menyadari ternyata perubahan dirimu itu benar-benar tulus. Terima kasih Sasuke," batin Naruto sambil tersenyum kearah Sasuke yang sudah tertidur.

Baru saja Naruto akan memejamkan matanya, namun tiba-tiba listrik di rumah itu padam dan menyebabkan Naruto berteriak sangat kencang.

"Hwaaaaaaaa…., Aku takut!" teriak Naruto.

"Kau kenapa Dobe?" ucap Sasuke yang langsung terbangun mendengar teriakan Naruto.

"Aku takut gelap," ucap Naruto ketakutan.

Sasuke segera berjalan kearah jendela dan menyibak tirai dari jendela itu, sehingga yang sekarang terlihat hanyarlah cahaya bulan yang cukup terang.

"Sekarang sudah tidak apa-apa kan?" tanya Sasuke.

"Kau jangan jauh-jauh dariku, Teme. Aku masih takut," kata Naruto.

"Lalu kau maunya bagaimana ?" tanya Sasuke.

"Tidurlah di sampingku," kata Naruto.

Dengan perasaan yang bingung Sasuke akhirnya tidur disebelah Naruto yang terlihat masih ketakutan. Kini posisi Naruto berbaring membelakangi Sasuke.

"Maafkan aku Teme..., aku benar-benar merepotkanmu," ucap Naruto.

"Hn…," jawab Sasuke.

Tanpa diduga tiba-tiba saja Sasuke melingkarkan pergelangan tangan kekarnya pada pinggang Naruto. Naruto sedikit gemetar dengan apa yang dilakukan Sasuke, dia takut kalau Sasuke kembali melakukan perbuatan terkutuk itu lagi padanya.

"Tubuhmu gemetar Dobe..., kau masih takut denganku?" tanya Sasuke.

"I…tu…aku…," jawab Naruto terbata-bata, namun langsung disela oleh Sasuke.

"Aku mengerti kalau memang kau masih takut denganku, tapi apa aku boleh mengatakan sesuatu?" tanya Sasuke pada Naruto.

"Apa yang ingin kau katakan?" ucap Naruto.

"Aku tidak tahu perasaan apa ini? tapi perasaan ini terus saja menariku untuk selalu memikirkanmu dan selalu ingin dekat denganmu," kata Sasuke sedikit malu.

"Maksudmu kau mencintaiku?" kata Naruto, tepat sasaran.

"Sepertinya begitu…. Aku ingin kau memaafkan perbuatanku dulu dan kumohon beri aku satu kesempatan untuk berubah," ucap Sasuke.

"Baiklah,Teme. Aku akan berikan satu kesempatan itu asal kau berjanji tidak akan mengingkari janjimu," ucap Naruto sambil tersenyum.

"Terima kasih Naruto...," ucap Sasuke yang semakin mengencangkan pelukannya pada tubuh Naruto sambil mencium tengkuk leher Naruto. akhirnya mereka berdua tertidur dengan ditemani cayaha bulan yang lembut menembus jendela kamar tersebut.

To Be Continued

Gomen….saya benar-benar tidak sanggup meneruskan lemonan Sai_Femnaru XD

yang boleh nge_rape Naru cuma Sasu baik diperkosa atau suka sama suka, disengaja atau ga disengaja, langsung atau tidak langsung *ini ngomong apa sih (?)*

Jangan lupa review ya :)

Ucapan terima kasih dan balasan review chapter 6 a/n :

Sebelumnya saya mau ralat kesalahan saya dalam penulisan " Itachi_nee yang seharusnya ditulis "Itachi_nii" saya benar-benar minta maaf, karena kurang teliti XD

Superol

Zoroutecchi

Yugana Ran

Hatake-sama

Lhyn hatake

icha22madhen

naru3 : thank's Naru_san :)

Tori Piya : gomen saya kurang teliti

Namikaze Trisha

Aoi no Kaze

Ketsueki Kira Fahardika

Ivory Vega : maaf saya kurang teliti :)

Elvi Alpha Fujoshi

Kazugami Saichi Hakuraichi : Amaru itu tokoh cewek yang ikut main dalam Naruto Shippuden The Movie 4 " Bond" , yang bintang tamu movienya si Teme pantat ayam itu lho… *dilempar Sasu*

Uchiha Uzumaki Hatake Hotaru : Thank's Hatake_san …..hehehe...

KyouyaxCloud

naomi arai

CCloveRuki

Arashi Chika