Gya~ Udah lama ninggalin FFn hoho~ Beberapa hari ini udah mulai masuk sekolah, matrikulasi doang sih. Dengan itu bikin tambah males update ficnya :P Dan yah~ barusan baca FT 338-340 dan.. ULTEAR TT^TT. Maa, sekarang udah semangat update XD Enjoy~!
..
..
Soredemo Suki dayo! (Walaupun Begitu Aku Suka Padamu!) Chapter 07!
By YGHYGH
Fairy Tail is owned by Hiro Mashima-sensei
Enjoy, RnR ya! :3
*Levy POV*
Aku melihat cahaya dari suatu tempat, "Eh?" kataku.
"Ada apa? Apa kau menemukan persediaan makanan untung hidup?" tanya Gajeel.
"Tentu tidak, dan kau pikir kita akan tinggal disini selamanya!?" balasku.
"Err... Tidak,"
"Ah pokoknya ayo kita coba lihat sumber cahaya itu," ajakku.
Aku pun berjalan ke arah cahaya yang kulihat tadi,sementara Gajeel mengikutiku dari belakang.
Sumber cahaya tadi ternyata dari sinar matahari di luar(atas) sana. Disana juga terdapat tangga untuk memanjat.
Apakah hanya aku yang merasa ini mencurigakan?
Hmm...
"Hey, itu jalan keluar kan..." kata Gajeel yang sudah berada di bawah tangga.
"Sejak kapan kau... Ah, ladies first!" ucapku tidak ingin didahulterui Gajeel.
"Ya... Aku tak masalah..." kata Gajeel.
Aku pun memanjat tangga yang ada di sana.
Aku terus memanjat sampai kepalaku akhirnya keluar dari lubang.
"Ah~ Udara segar!" ucapku menghirup udara luar dengan mataku tertutup.
Aku membuka mataku.
"KYAAAA"
Aku berteriak kaget melihat yang ada di depanku lalu tubuh dan kakiku yang masih di dalam lubang dan masih di atas tanggak itu pun kehilangan keseimbangan dan jatuh kembali ke lubang. Jarak dari permukaan di atas dan tanah di bawah cukup jauh jadi aku sempat ketakutan kemudian menutup mata.
"Hap!"
Kelihatannya sudah aman.
Aku membuka mataku dan melihat wajah Gajeel Redfox di depan, atau di atasku.
Aku melihat sekitarku dan menyadari bahwa diriku sedang digendong oleh Gajeel.
PLAKKK
Aku menampar Gajeel, "hentai!" teriakku.
"APA APAAN ITU!? AKU MENYELAMATKANMU KAU TAHU!" kata Gajeel kesal.
Aku hanya berdiam diri. Sebenarnya bukannya kenapa, hanya alasanku menyembunyikan wajahku yang memerah saat itu.
Aku pun turun dari gendongan Gajeel.
"Ada apa kau tiba-tiba terjatuh begitu?" tanya Gajeel tiba-tiba.
"Eh? Ah itu! Baru saja aku keluar, Aku disambut oleh wajah aneh Sol yang begitu dekat dengan wajahku tentu aku kaget, hah!" ucapku menghela napas.
Tanpa kusadari Gajeel sudah di tengah jalan menuju permukaan tanah di atas.
"Hn? Tidak ada apa-apa..." ucap Gajeel yang sudah berada di atas.
Aku pun naik ke atas dan tangan Gajeel menyambutku dengan wajahnya yang tsun tsun dere dere.
Sekarang kami berdua berada di atas.
"Sungguh melelahkan berada di bawah sana!" keluh Gajeel.
"Ya, kau benar. Dan sekarang Sol entah dimana... Kita tidak tahu jika ia akan mengejutkan kita lagi..." kataku kemudian membayangkan wajah Sol tadi.
"Ba!"
"Gyaa!"
Aku terkejut karena ada yang tiba-tiba meneriakkan "Ba!" di belakangku.
Saat kulihat ternyata itu Gajeel.
Gajeel pun menghela napas, "Huft, dirimu sungguh mudah dikejutkan," katanya.
Dan kurasa sekarang ini terlihat ekspresi cemberut di wajahku dan dengan spontan aku memukul Gajeel.
"Gihee..." Gajeel hanya tertawa.
...
*Meanwhile*
Natsu... Masih mengejar Jose ("Kapan selesainya!?")
Lucy & Juvia... Berjalan menyusul teman-temannya, Lucy mencoba berbicara pada Juvia tapi selalu di abaikan.
Gray... Masih beristirahat dengan Romeo di sebelahnya sedang tertidur.
*Di tempat Erza*
*Normal POV*
"Ah! Bukankah itu Sol?" bisik Erza melihat ke arah Sol yang sedang bersembunyi di bawah pohon melihati Levy dan Gajeel yang baru saja keluar dari lubang bawah tanah.
Jarak antara pohon dan GaLe cukup jauh sehingga Erza tidak dapat melihat Gajeel dan Levy.
Sol melihat ke arah Erza.
"Ah! Ara Ara Nononon~... Apa yang kutemukan sekarang... Erza Scarlet~" katanya mendekati Erza.
"Sol... dari Element 4 kan? Apa yang kau lakukan disini? Jangan bilang..." tanya Erza.
"Nononon~ Aku Sol~ Tapi sekarang bukan Sol dari Element 4 melainkan Sol milik Mage Hunter," balas Sol.
"Sudah kuduga," ucap Erza bersiap mengeluarkan pedang di tangannya.
"Hoo... Aku sedang bosan menunggu jadi mungkin sedikit pemanasan bertarung, Nonononon~"
Erza pun mengeluarkan pedangnya.
-Skip-
Beberapa menit kemudian...
Pedang pun menghilang dari tangan Erza.
"Hm? Jellal? Meredy? Ultear?" tanya Erza melihat sekitarnya mencari anggota Crime Sorciere itu.
"Apa sudah aman?"
Erza melihat 3 orang penyihir di depan 3 pohon besar membawa 3 kain aneh.
"Apa... itu..." tanya Erza menunjuk kain aneh yang dibawa mereka.
"Hn? Ini?" balas Jellal.
"Ini adalah..." lanjut Ultear.
"KAIN PENYAMARAN~" lanjut Meredy melengkapkan dengan penuh semangat.
"A... Kalian ini sebenarnya penyihir atau ninja...?" bisik Erza.
"Apakah kalian perlu sampai bersembunyi seperti itu.." kata Erza kali ini dengan suara yang sedikit lebih kencang.
"Crime Sorciere adalah guild independen yang tidak ofisial dan kami adalah buronan besar jadi kami tidak bisa berdiam begitu saja di depan semua orang. Kau tentu mengerti kan, Erza?" kata Jellal menjelaskan.
"Ya.. Aku mengerti tapi..."
"Kalau begitu, Karena sudah aman kita lanjutkan perjalanan saja!"ucap Ultear.
Mereka bertiga pun melanjutkan perjalanan mereka yang tertunda karena Sol tadi.
Eh? Sol? Dia dimana? Dia lagi apa? Kalau penasaran mari kita lihat keadaannya...
"Mmmm Mmmm!"
Huah~ Rada pendek tapi tetap nantikan next update, kalo bisa sih nggak lama lama xD
#REPLY#
Ryuukazekawa-san : Trrrrtrrrrrr *ikut nembak* /loh. Ahaha xD Gajeel hanya dragon slayer inosen yang tak tahu apa apa uwaa OAO Ah~ Terimakasih banyak masih ngikutin + review fic ini~
Himiki-Chan : Updated~ Nantikan chapter berikutnya ya! Makasih banyak udah RnR fic ini! .
Makasih semua buat yang udah baca, kalian terbaik~ Tapi lebih baik kalo review wakakaka :v
Kidding. Tapi emang kalo bisa review deh XD Kalo nggak ada review kayak gaada yang suka sama sekali :|
Suka gak suka review dong. Bagi bagi info dan perbaikan buat dunia tulis menulis kayak gini juga :)
Anyway pokoknya Hontou ni Arigatou Gozaimasu buat yang udah baca!
