Kyuubi Baby
Chapter 7
Disclaimer : Naruto Masashi Kishimoto
Kyuubi Baby Uchiha Kirana
Pair :NaruSasu,KyuuSasu
Genre :Romance & Family
Rate :T-M
Warning :M-Preg,OOC,BL,Lime,gaya tulisan amatir,dll
Happy Reading
Uchiha Sasuke melangkah pelan menuju kesuatu tempat di ujung gua bawah tanah tempat bayinya berada,meskipun terletak dibawah tanah udara didalam sangat sejuk karena ini termasuk tempat suci di Konoha.
"Kalian bisa membantu Hokage diluar sana,biar aku yang menjaga Menma"ucap Sasuke pada kedua jounin yang diperintah Naruto untuk menjaga Menma.
"Baik"dan dengan patuh kedua jounin itu telah melesat pergi.
Ia lihat bayi mungilnya itu yang ternyata telah tertidur,ia elus pelan kepala Menma wajah tenang bayinya membuat ia tersenyum dengan sendirinya.
"Hah...aku sudah seperti wanita saja"gumamnya.
.
.
"Kami ingin anak kami kembali Hokage-sama hiks..."semua orang didesa Konoha menangisi anak-anaknya yang telah diculik lalu ada kemungkinan untuk dibunuh.
"Aku sudah menemukan markas musuh,aku berjanji akan membebaskan anak-anak kalian"balas Naruto.
Dan tiba-tiba saja pusaran angin besar menerjang warga-warga membuat kerusakan cukup parah.
"Pengguna elemen tanah,cepat lindungi warga desa,biar aku yang menghadapi orang itu"ucap Naruto lalu dengan cepat ia menghmapiri seseorang yang sekarang berada di atas bukit patung hokage.
"Wah...wah...wah...akhirnya tuan hokage turun tangan juga"puji Daroi,pimpinan organisasi yang masih belum diketahui namanya itu.
"Jangan basa-basi,cepat kembalikan bayi-bayi mereka"perintah Naruto keras.
"Tidak semudah itu Hokage-sama"dan Daroi tiba-tiba mengeluarkan jurus elemen angin yang langsung menerjang Naruto.
"Elemenmu juga angin ya,baiklah begitu,taju kage bunshin no jutsu"dan ribuan bayangan Naruto langsung menerjang Daroi secara membabi buta.
Daroi di penglihatan Naruto sudah babak belur tetapi ia tau kalau dia bukan yang asli.
"Kau mau tujuanku menculik bayi-bayi tidak berguna itu?"ucap Daroi yang tiba-tiba saja sudah berada di belakang Naruto
"Memusnahkan calon-calon Ninja di dunia ini"jawab Naruto tenang.
"Ternyata kau cukup pintar,tetapi ada satu bayi yang akan aku biarkan hidup untuk tujuanku"ucap Daroi,seringai di bibirnya semakin membesar.
"Siapa?"tanya Naruto dan matanya membelalak mendengar jawaban orang berbadan besar itu.
"Uzumaki Menma,aku sudah mengincarnya sejak lama,ya sejak ia masih dalam kandungan istrimu tercinta".
"Kuso...!"dan dalam bijuu mode Naruto pun menyerang Daroi dengan Odama Rasenggan.
Blarr...!
"Tidak ada waktu untuk bertarung Hokage-sama,anak buahku sudah aku perintahkan untuk mengambil anakmu ha...ha...ha...!"suara tawa membahana di setiap sudut desa Konoha.
"Bos tidak apa-apa?"tiba-tiba dari arah barat datang dua orang anak buah Daroi menghampiri bosnya itu.
"Cepat sembuhkan luka di perutku lalu bagaimana ?,apa kalian berhasil?"tanya Daroi kasar.
"Maaf bos,kami yang ingin menerobis tanah menuju gua itu terhalangi oleh api hitam yang menjalar dari dalam,banyak yang mati terbakar bos"jawab salah satu anak buah itu dengan wajah ketakutan.
"BAKA...!,seharusnya kalian bisa menyerang orang lemah seperti itu..!"bentak Daroi kesal,ia tahu jurus api hitam adalah jurus klan Uchiha dan ia juga tau siapa yang menggunakannya.
"Jangan remehkan Sasuke,kalau kau memaksakan untuk masuk,maka yang kau hadapi adalah Neraka"ucap Naruto.
"Tetap saja dia lemah,lemah dan sangat juga ia baru melahirkan bukan dan itu membuatnya le-"ucapannya terhenti kala ia mendapat bogem mentah dari seseorang.
"Sekali lagi kau bilang aku lemah,ku bunuh kau!"
"Sasuke...?!"ucap Naruto terkejut.
"Aku sudah membuat pertahanan berlapis di sekitar gua itu,kalaupun ada yang nekat menerobosnya ia akan terjebak di dalam genjutsu ku selamanya"ucap Sasuke dingin,bukan ia tidak marah dengan Naruto,tetapi pada orang dihadapannya ini.
"Apa matamu buta untuk melihatku,walaupun aku telah mengalami sesuatu yang seharusnya wanita alami,tetapi aku tetap lelaki yang tidak sebegitu mudahnya lemah karena hal itu,aku bukan banci sepertimu."
"Selama ini aku sudah menyadari gerak-gerikmu,kau terus mencari kelemahanku ataupun Naruto untuk mengambil Menma dari kita"ucap Sasuke.
'Jadi itu penyebab kelakuan Sasuke menjadi sedikit aneh'batin Naruto.
"Lalu kenapa kau diam saja!"tanya atau bisa dibilang bentak Daroi.
"Aku berencana memberi tahu Naruto sejak lama,tapi keadaan yang membuat semua ini terlambat"jawab Sasuke datar lalu memandang Naruto seakan memberi tahu rencana yang sudah ia buat.
"Urusai...!,lihat saja aku akan mengambil anakmu...!"dan sengan cepat Daroi menghilang tetapi kecepatannya masih dibawah Naruto yang sekarang memakai mode bijuu.
"Sasuke...!,kau lindungi Menma nanti aku akan menyusul"perintah Naruto pada Sasuke yang hanya menganggukkan kepalanya,tak lama ia pun menghilang.
"Kalian berdua cepat kembali ke gua,apapun yang terjadi kalian harus bisa mengambilnya...!"perintah Daroi kepada kedua anak buahnya.
"Baik"balas kedua orang itu lalu segera menuju gua tempat Menma berada.
Dilain tempat anak-anak buah Daroi dengan brutal menghancurkan seluruh rumah di desa,kalau melihat anak kecil langsung di lukai begitu saja.
"Saya mohon hentikan ini semua"pinta salah satu warga.
"Heh...!kau ingin aku menghentikannya bukan?,bos kita akan menghentikan penyerangan ini kalau kalian mau membantu kita mengambil anak tunggal dari Hokage ke 7,hm bagaimana?"
"Maksud anda Uzumaki Menma?"
"Ya,kalau kalian ingin anak-anak kalian bebas,cepat ambil bayi itu di gua bawah tanah utara Konoha."
"Baik demi anak kita!"
Dan sebagian warga desa menghianati desanya sendiri.
.
.
"Sial !,api hitam ini terus menjalar,bagaimana kita bisa mengambilnya"keluh K,anak buah Daroi.
"Tapi kita harus mengambilnya kalau tidak ingin terbunuh".
"Tapi bukannya sama saja,kalau kita nekat maka kita juga mati"balas K.
"Kita hancurkan saja gua ini,siapa tahu segelnya juga rusak"usul N dan langsung disetujui semua anak buah Daroi,mereka mengeluarkan jurus mereka dan langsung mengarahkannya pada gua bawah tanah itu,tapi sebelum itu terjadi datang Sasuke yang langsung menghanguskan hampir seluruh anak buah Daroi itu.
"Kalian masih berusaha keras ya?"tanya Sasuke datar tanpa jawaban,memang ia tidak membutuhkan jawabannya karena ia tahu ia pasti me-.
"Jangan bangga dulu Uchiha"tiba-tiba datang segerombolan warga desa yang mengelilingi Sasuke dengan tatapan membunuh.
"Mau apa kalian?"tanya Sasuke tersentak dengan kedatangan warga-warga desanya.
"Aku ingin kau menyerahkan bayimu pada mereka,apa kau tidak mengerti penderitaan kami hah...!"jawab salah satu warga desa diikuti semuanya.
'Mereka dipengaruhi'gumam Sasuke.
"Jangan percaya ucapan musuh,meskipun aku menyerahkan anakku,anak kalian akan tetap dibunuh"ucapnya.
"Kalau kalian tidak mengambil bayinya,penyerangan ini tidak akan kami hentikan"ucap salah satu anak buah Daroi melopori.
"Uchiha...!,cepat berikan anakmu...!"
"Agar kau mengerti penderitaan kami!,cepat berikan...!"
Sasuke hanya menundukan kepalanya diam,lalu menolehkan kepalanya kekanan dan melihat kekacauan di desa Konoha lalu kekiri melihat gerombolan warga desa yang memaksanya memberikan Menma.
Tiba-tiba saja ia melihat salah satu warga desa dengan nekat menerobos kekkai yang dibuat Sasuke dan alhasil seluruh tubuhnya terbakar dengan ganasnya.
"Kalau kau tidak segera memberikan bayimu,kita semua akan bunuh diri dan kau yang akan disalahkan atas semua ini...!"ancam penduduk buah Daroi yang melihatnya hanya tertawa kesenangan.
Sett...!
Lalu muncullah dua orang berpakaian Anbu yang berjalan ke arah Sasuke.
"Ini perintah dari tetua Konoha,kau harus menyerahkan bayimu pada mereka agar tidak ada lagi jatuhnya korban"ucap mereka.
"Atas dasar apa mereka memerintahku,mereka hanya tetua buka Hokage yang memimpin desa ini"balas Sasuke sarkatis.
"Tetua yang memerintah karena tidak akan mungkin Hokage-sama menyerahkan anak begitu saja"ucap Anbu.
"Meskipun Menma bukan anaknya pun dia tidak akan mengizinkan hal itu terjadi...!,Menma masih bayi,masih sangat kecil untuk menjadi korban,kalau kau ingin bayi-bayi warga kalian sudah menemukan markasnya dan mereka semua baik-baik saja..!"
"Jangan egois Uchiha!"
"Kalian yang egois..!"bentak Sasuke pikir panjang salah satu Anbu berhasil melukai kedua mata Sasuke dan seketika kekkai yang mengikat gua itu terlepas.
"Ugh..."dan Sasuke pun roboh ditempat.
"Ambil bayi ini dan segera pergi dari desa"perintah Anbu itu pada anak buah Daroi.
"Ok,kalian berdua cepat laporkan pada bos,kita pergi"dan penjahat itupun pergi dengan membawa Menma digendongannya.
"Kuso...!,Menma...! jangan ambil Menma...!"teriak Sasuke sekeras-kerasnya tanpa dipedulikan warga desa dan kedua Anbu itu.
"Akhirnya kau tau rasanya kehilangan bukan?"dan semua orang disana pergi meninggalkan Sasuke yang mencoba duduk sambil memegang kedua matanya yang mulai mengelurkan darah,disela-sela darah yang keluar dari kedua mata Sasuke mengalirlah air mata yang bisa diibaratkan menghapus darah itu.
"Hiks...maafkan Kaa-san Menma..."ucapnya lirih pada angin malam yang menerpanya sekarang.
*()*()*()*()*
"Uargh...!"erang Daroi setelah mendapat serangan bertubi-tubi dari Naruto,sebelum Naruto melancarkan serangannya lagi datang kedua anak buah Daroi yang memberi tahu seseuatu yang membuatnya senang.
"Ha...ha...ha...! akhirnya bayi itu aku dapatkan...!"
"Apa maksudmu?"tanya Naruto.
"Anakmu sudah kami dapatkan,sebagai imbalannya kita akan berhenti menghancurkan Konoha Hokage-sama,selamat tinggal"dan Daroi pun menghilang ditelan angin.
"Menma..?,Sasuke..?!"dengan kekhawatiran yang sangat ia menuju gua itu dan sesampainya disana ia hanya melihat orang yang sangat ia cintai itu terduduk sambil menutupi kedua matanya dengan tangan kanannya itu,bahunya bergetar bertanda kalau ia menangis.
Dengan pelan ia rangkul pundak suami atau bisa dibilang istrinya itu.
"Naruto..?"tanya Sasuke memastikan.
"Ya"jawab Naruto.
"Ugh...go-gomenasai...aku gagal melindunginya"ucap Sasuke sesengukan.
"Kamu sudah berusaha Sasuke,sudah ayo kita ke Rumah Sakit"hibur Naruto.
"Aku lemah,aku memang lemah seperti yang ia ucapkan,aku pengecut yang tidak bisa melindungi anakku sendiri,aku pantas ma-umm..."sebelum kalimat itu selesai,Naruto sudah membungkamnya dengan bibirnya,ciuman yang selalu menenangkan Sasuke dan terbukti ia sekarang mulai hanyut dalam ciuman penuh cinta itu.
"Kau istirahat saja Sasu...,setelah ini biar aku yang mencari Menma"ucap Naruto mantap lalu mengangkat Sasuke ala bridal.
'Orang itu akan aku bunuh!'batinnya dendam.
"Mana janji kalian?,bukannya kalian akan mengembalikan anak kami"tagih warga desa kepada anak buah Daroi yang sedikit masih ada di Konoha.
"Hwa...ha...ha...ha...! dasar orang bodoh...!,tujuan kita adalah untuk memusnahkan calon-calon ninja di dunia ini...!,dasar bodoh..!".ucapan itu membuat mereka semua kaget,mereka teringat ucapan Sasuke yang menyuruh mereka tidak mempercayai ucapan musuh,dan inilah akibatnya.
"Dan tenang saja,aku akan membawa pulang anak-anak kalian"ucap Naruto tenang yang langsung muncul tanpa hawa kehadiran.
"Ho-hokage Konoha..?,ayo kita kabur..!"dan seluruh pasukan Daroi pun dengan cepat berlari meninggalkan Konoha tetapi sebelum itu terjadi Ninja-ninja Konoha dengan cepat menghajar mereka tanpa ampun.
"Sankyu Minna,kalau begitu aku pergi dulu"ucap Naruto pada ninja-ninja seangkatanya.
"Apa tidak perlu pengawal?"tanya Shikamaru.
"Tidak perlu,kalau ada sesuatu aku akan mengirimkan katak kepadamu,lagi pula aku masih punya urusan kepada orang brengsek itu,dan tugasmu adalah mencari Anbu yang telah seenaknya melukai mata Sasuke,aku akan memecatnya"dan Naruto pun hilang.
"Memangnya ada apa dengan mata Sasuke?"tanya Kiba.
"Kata Sakura sih terluka parah karena mendapat sabetan kunai,Sasuke yang saat itu dilema tidak dapat mengantisipasi serangan itu"jawab Ino.
"Kasihan Sasuke...pasti sakit bukan?"
"Ya,nah ayo kita jenguk dia saja dan Shikamaru tunaikan tugasmu ya!"
"Ok,ayo kita pergi"dan mereka meninggalkan Shikamaru yang sekarang dalam hati mengutuk si kepala kuning itu.
.
.
"Oek...oek...oek...!"suara tangisan membahana di seluruh ruangan sempit ini.
"Diam..anak cengeng...!,setelah ini aku akan mengambil kekuatanmu ha...!,ha...ha...!"Daroi bersiap merapalkan jurusnya lalu mengarahkannya pada perut Menma yang sedari tadi tidak hentinya menangis.
GROWWW...!
Tiba-tiba suara erangan mengerikan membahana di ruangan ini,Daroi yang kaget secara paksa menghentikan jurus itu.
BUAKK...!
Dan Daroi pun terpental setelah mendapat bogem mentah dari sosok bermata merah itu.
"KAU SUDAH MENYAKITI KELUARGAKU...!,KAU TIDAK PERNAH AKU MAAFKAN...!,KAU SUDAH MEMBUAT ANAKKU MENANGIS TIADA HENTI...!,KAU HARUS MATI...!"
Owari
To Be Continue
