Yakuza vs Mafia
Author : Me
Pairing : YunJae, YooSu, ChangKyu
Genre : Romance and etc (tentukan sendiri)
Rating : T
Warning : Boy x Boy, alur lambat kaya siput, typo bertebaran, tidak sesuai EYD, dll
Yang tidak suka silakan GO AWAY
Chapter 6
REVERSE
Previous Chapter
"Kau gila. Bagaimana bisa kau mengikat adikmu sendiri dan adikku" bentak Jaejoong dengan sorot mata benci
"Aku memang gila. Gila karna mencintai orang yang salah" bentak Yunho yang tersulut emosinya
"Apa maksudmu? Siapa yang kau cintai" heran Jaejoong masih dengan emosi yang menguasi dirinya
"Tidak usah belaga bodoh, kau tau aku mencintaimu Kim Jaejoong anak Mafia Kim" ucapnya datar
Lagi doe eyes indah itu membelalak tak percaya mendengar penunturan Yunho yang terdengar dingin. Dipikirannya bagaimana Yunho bisa mengetahui bahwa dia anak seorang Mafia, padahal selama ini yang mengetahui cuma Junsu dan Kyuhyun. Tidak mungkin mereka berdua memberitahukannya.
.
.
.
"Bba...gai..ma..na..ka..u...ta..u?" tanya Jaejoong dengan aksen gagapnya
"Itu mudah, kau pasti sudah tau kalau aku U-Know pemimpin Yakuza" Yunho menjawab dengan nada dinginnya. Dia merasa tidak ada gunanya lagi berbaik-baik dengan orang yang telah dia ketahui identitasnya sebagai anak dari musuh klan Yakuza. Siapa yang tak kenal dengan Mafia Kim, namja ambisius dan mata duitan yang terkenal akan melakukan apa saja jika dirinya memerlukan dan menginginkan sesuatu. Dan Yunho sudah menebak cepat atau lambat Mafia Kim akan melancarkan serangannya dengan berbagai cara, bahkan Go Ahra yang statusnya anak tiri dari Mafia Kim selalu berusaha mendekatinya dan mencari perhatiannya tapi itu tidak terjadi karena perhatiannya sudah teralihkan kepada namja cantik yang menurutnya sangat misterius. Tak ayal, rupanya dibalik wajah cantik nang rupawannya namja cantik itu menyimpan sebuah taring yang sewaktu-waktu bisa dia gunakan untuk menerkam Yunho hingga mati. Dalam hal ini Yunho sangat teledor telah membiarkan musuh berkeliaran disekitarnya bahkan Yunho sempat menyalahkan dirinya karna tidak bisa menolong namja cantik itu yang ternyata semua hanya skenario. Skenario. Hahahaha sungguh lucu, selama ini Yunho masuk dan terjerumu dalam skenario yang telah disusun oleh Mafia Kim dan parahnya lagi dirinya mengikuti permainan ini berdasarkan keinginan tua bangka itu. Yunho tersenyum miris mendapati nasibnya yang seperti orang bodoh selama ini. Berbagai seprekuasi melintas dalam benarnya
Apakah perlakuan dan pertemuannya dengan Jaejoong namja cantik itu hanya akting saja? Hatinya berdenyut sakit mengetahui hal itu. Yunho memang terkenal dengan pribadi dingin dan cuek tapi dari kepribadiannya itu hanya pada orang tertentu saja Yunho dapat menunjukkan pribadi hangatnya yaitu kepada dongsaengnya dan khususnya Jaejoong sendiri, yang telah merebut hatinya.
"Ya aku mengetahuinya, jadi apa masalahnya" suara tinggi Jaejoong menyadarkan lamunan Yunho
Wajah Yunho langsung mengeras mendengar nada tinggi dan manik doe eyes itu menatap dirinya nyalang "Wow berarti kau mengakui telah merencanakan ini semua" ucap Yunho dengan senyum meremehkannya
Jaejoong mengerutkan keningnya bingung dengan maksud perkataaan Yunho, mulutnya membuka ingin berucap tapi didahului Yunho "Aktingmu sangat bagus Kim, bahkan kau rela koma semala sebulan untuk melancarkan rencanamu itu. Tapi tidak cukup bagus untuk menipu seorang Jung Yunho. Aku paling tidak suka dengan yang namanya pengkianat, sebagai hukumannya kau akan aku bunuh seperti anak buahku selama ini atau kau bisa menjadi budakku dan melayaniku diranjang" yang membuatnya membelalakkan doe eyesnya- kaget bukan main. Bagaimana bisa Yunho beranggapan bahwa dirinya selama ini hanya akting? Apakah Yunho sudah gila? Tidak bisa membedakan yang mana akting dan nyata. Jaejoong memegang kepalanya yang tiba-tiba berdenyut nyeri, dirinya terlalu banyak memikirkan perkataan Yunho yang menurutnya sangat konyol. Jaejoong menelan salivanya setelah dia tersadar akan ucapan terakhir Yunho tadi. Dirinya akan dijadikan budak sex, hell no. Memikirkannya saja membuat bulu kuduk Jaejoong merinding, lebih baik dia mati dari pada menjadi budak sex seorang Jung Yunho.
Jaejoong melirik sekilas kedua dongsaengnya yang masih memasang ekspresi syok, dihelanya napas sebelum mengatakan keputusannya ia anggap paling benar untuk saat ini "Aku lebih baik mati daripada jadi budak sex-mu Jung Yunho dan lepaskan kedua dongsaengku. Mereka tidak tau apa-apa tentang Ayahku serta ambisinya"
Yunho memamerkan smirk mahalnya "Sayang sekali kau terlalu beharga untuk mati, apalagi tubuh indahmu yang belum pernah dijambah pria lain"
Jaejoong bergidik nyeri dan sekaligus jengah ditatap mata musang Yunho dengan tatapan laparnya "Sayangnya tubuhku tidak akan pernah kuserahkan kepadamu TIDAK AKAN PERNAH" Jaejoong berucap dengan penuh emosi berjalan ke arah salah satu anak buah Yunho yang memegang pistol, entah mengapa yang tadinya semua anak buah Yunho memegang tongkat sekarang sudah berubah menjadi shipper. Jaejoong mengarahkan pistol salah satu anak buah Yunho keatas kepalanya "Tembaklah" perintah Jaejoong
Anak buah Yunho mulai menarik pelatuknya siap menembakkan kepala Jaejoong sebelum sebuah suara meinterupsinya "Berani kau menembaknya, nyawamu dan keluargamu diambang kematian" orang tersebut langsung menurunkan pistolnya dan membungkuk hormat meminta maaf kepada Jaejoong sebelum Yunho murka terhadapnya "Kau tidak akan mati secepat itu Kim, aku lebih suka kau mati secara perlahan-lahan" Yunho berjalan mendekati Jaejoong yang memunggunginya, direngkuhnya pinggang ramping namja cantik itu lalu membisikan sesuatu yang membuat bulu kuduknya meremang merasakan napas hangat dilehernya dan sensasi yang membuatnya takut dan.. tidak biasa entah apalah itu namanya. Yunho menelusuri leher telinga lalu pipi Jaejoong seraya membalikan tubuh Jaejoong mengarah kepadanya secara perlahan, bisa kita lihat bibir hati dan plum itu hampir bersentuhan dengan jarang beberapa senti saja bibir itu akan bersatu. Tapi tanpa aba-aba Jaejoong melancarkan serangannya guna menghindari kissue yang akan terjadi diantara mereka dengan menendang selangka Yunho yang hampir hard. Yunho meringkis kesakitan dilantai menahan denyutan di selangkanya, rahangnya mengeras seketika giginya bergemeletuk menahan amarah, mata musangnya berkilas tajam.
Jaejoong yang menyadari kemurkaan Yunho hendak beranjak dari situ tapi langkahnya dicekal oleh pemilik mata musang itu, Yunho segera mengukung pergerakan Jaejoong didinding samping kiri Jaejoong. Jaejoong berusaha memberontak dari kukungan Yunho, Yunho yang geram menampar pipi mulus Jaejoong hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah dan bekas tamparan Yunho yang memerah dengan motif telapak tangan, dari bekas yang ditimbulkan saja dapat kita pastikan Yunho menamparnya sangat keras. Jaejoong merasakan pipinya memanas dan perih, air matanya jatuh dengan sendirinya, Yunho segera menyambar bibir ranum Jaejoong dengan membabi buta. Sebisa mungkin Jaejoong menghindar dan melawan meski dia harus mendapat berbagai pukulan tamparan dan jambakan dari Yunho bahkan Yunho dengan sangat lantang meneriakinya BITCH.
Junsu, Kyuhyun menyaksikan dengan mata kepala sendiri Yunho menyiksa hyung tercintanya, hatinya berdenyut perih, air matapun tidak bisa berhenti keluar, isak tangis keduanya terendam oleh lakban yang menutupi mulutnya. Jika mereka tidak dalam keadaan terikat seperti ini, sudah dapat dipastikan mereka akan segera menyelamatkan hyung mereka itu, apapun yang terjadi meski taruhannya nyawa sendiri. Kyuhyun tercenung, dirinya jadi teringat akan plan B-nya, pikirannya menimang-nimang akankah dirinya menjalankan plan B atau tidak, tapi jika dia jalankan hyung-nya pasti tidak akan setuju, tapi di lain sisi dirinya tak kuasa melihat hyung-nya di pukuli apalagi akan dijadikan budak sex oleh Jung ppabo itu. Jaejoong terjatuh dilantai dengan tangan kanan Yunho yang menjambak surai almond-nya, doe eyes-nya berpapasan dengan kedua manik dongsaengnya, diberikannya sebuah senyuman hangat meski sudut bibirnya terasa perih saat memberikan senyuman itu seolah mengatakan 'Hyung baik-baik saja'. Lain Jaejoong lain Kyuhyun, dia memandang Jaejoong dengan pandangan sulit diartikan, Jaejoong memandang heran Kyuhyun tapi sedetik kemudian bola matanya membesar serta mengeleng-gelengkan kepalanya seolah berkata 'Jangan' saat dirinya dapat mengartikan tatapan Kyuhyun. Kyuhyun memejamkan matanya yang memanas, napasnya ia hembuskan secara perlahan, kedua kelopak mata itu terbuka bersamaan dengan teriakan Jaejoong "ANDWAE" 'Mian hyung' lirih Kyuhyun dalam hati dan ditekannya tombol yang berada dijam tangannya guna melancarkan plan B-nya
.
.
Seorang lelaki berperawakan tinggi berjalan tergesa-gesa menuju sebuah ruangan disebuah mansion besar di daerah Chunam, langkahnya lebar-lebar wajah tampannya sudah bercucuran keringat.
BRAKKKK
Seorang namja paruh baya mendelik tak suka kepada sang pengawal kepercayaan yang masuk kedalam ruangannya tanpa permisi, pengawal tersebut menunduk hormat sebelum mengutarakan maksud kedatangannya "Mian Tuan besar, saya ada informasi penting tentang Tuan muda Jaejoong" namja paruh baya aka Mafia Kim aka Mr. Kim tidak berusaha mencela, dirinya menunggu sang pengawal melanjutkan perkataannya seraya membaca berkas-berkas yang bertumpuk di atas mejanya "Tuan muda Jaejoong membunyikan alarm atau lebih tepatnya Tuan Kyuhyun yang membunyikannya. Tuan muda Jaejoong dan dua temannya sedang dalam keadaan terdesak di mansion U-Know"
Mr. kim membesarkan kedua matanya mendapat informasi tentang anak semata wayangnya yang berada di mansion U-Know. Berbagai pikiran terlintas di otaknya mulai dari pikiran positif sampai ketakutannya kehilangan anaknya, biar bagaimanapun dia ayah kandung Jaejoong yang pasti merasakan cemas jika anaknya berada dikediaman Yakuza yang sangat ditakuti meski sering kali dirinya bersitegang dengan sang anak tapi Mr. Kim tetaplah seorang ayah yang mempunyai perasaan sayang kepada putranya "Tuan besar, bagaimana?" interupsi pengawal Park
Mr. kim tersadar dari lamunannya "Segera siapkan jet pribadi, dan siapkan pasukan terbaik. Kita berangkat sekarang"
Pengawal Park mengangguk mengikuti Mr. Kim yang berjalan lebih dulu didepannya, segera dihubunginya seseorang di line sana.
'Brengsek kenapa namja jalang itu masih hidup' batin seseorang dengan wajah mengeras menahan amarah, buku tangannya memutih, lalu tanpa aba-aba dilenggangkannya kakinya menuju suatu tempat hingga dirinya hilang dibelokan.
.
.
Mr. Kim dan pasukannya sudah tiba disebuah mansion besar yang berada di pinggiran kota Seoul yang jauh dari pemukiman penduduk. Mr. Kim dan pengawal Park mengarahkan anak buahnya untuk mengikuti mereka, yaitu Mr. Kim ke arah kanan dan pengawal Park ke arah kiri. Mereka semua berjalan dengan hati-hati, beberapa anak buah Yunho yang lengah dapat mereka lumpuhkan dengan sangat mudah. Mr. Kim menanyakan dimana posisi anak buahnya masing-masing, setelah dirasa semuanya berada pada posisi yang tepat, Mr. Kim mengarahkan untuk semua anak buahnya masuk kedalam mansion secara diam-diam. Tepat saat Mr. Kim hampir menuju ke dalam mansion, dirinya mendengar tangisan pilu sang anak yang menyayat hati, tubuhnya mematung ditempat.
"Hiks.. hiks.. lepaskan..andwae PLAKKK... nghhhhh.. appo" rintih Jaejoong saat dirinya kembali ditampar lagi oleh namja bermata musang yang sedang menindihnya dan mencumbu tubuhnya yang half nekad.
"Dasar namja tidak berguna, disuruh melayani majikan saja tidak bisa" maki Yunho sambil menjambak surai almond Jaejoong hingga beberapa helai rambutnya terlepas akibat kuatnya jambakan yang diberikan oleh Yunho.
"Tuan besar, tindakan apa lagi yang akan kami lakukan"
"Tuan besar"
"Tuan besar ada apa? Anda baik-baik saja" tanya seseorang
"Ne, saya baik-baik saja. Cepat kalian masuk dan hentikan pergerakan lawan, aku akan membebaskan Jaejoong" perintahnya
DOR DOR DOR
Tiga tembakan Mr. Kim arahkan kepada anak buah Yunho yang hendak mengarahkan pelatuk pistolnya kepada Mr. Kim tapi didahului oleh Mr. Kim. Sontak semua mata mengarahkan keasal suara tembakan tadi, Jaejoong dan Junsu membulatkan kedua matanya, Kyuhyun tersenyum lega, Yunho menatap benci kesal marah dan murka menjadi satu saat dirinya melihat kehadiran Mr. Kim "Senang bertemu denganmu U-Know-ah" Mr. Kim memamerkan senyum mahalnya berjalan mendekati Yunjae yang masih pada posisi tadi yaitu Yunho menindih tubuh ringkih Jaejoong "Ayo kita pulang baby" Mr. Kim mengambil tangan Jaejoong dan menariknya untuk berdiri yang menyebabkan Yunho terjungkal kebelakang dengan pantat mendarat lebih dahulu. Jaejoong tidak memberontak ataupun menolak pegangan Mr. Kim, dirinya masih dilanda syok dan masih belum bisa mengendalikan situasi sekarang.
"Kau tidak bisa membawa budakku begitu saja Mr. Kim" desis berbahaya
"Kau salah U-Know-ah, dia putraku bukan budakmu. Kalau kau mau aku bisa mencarikan budak yang lebih berpegalaman diranjang untukmu atau kau ingin anak tiriku saja Go Ahra" ucap Mr. Kim santai seolah mereka sedang tidak dalam keadaan medan perang
"Kim Jaejoong sudah menjadi properti Jung, dan seorang Jung tidak suka propertinya diambil darinya"
"Atas dasar apa kau mengklaim Jaejoong sebagai milikmu" tanya Mr. Kim dengan volume suara yang agak meninggi dari sebelumnya
"Hahahah... bukankah kau sendiri yang menyerahkan anakmu kepadaku seperti yeoja gatel itu" ucap Yunho disertai tawanya
Mr. Kim mengeram marah, segera saja dia mengarahkan pistolnya kearah Yunho yang langsung disambut baik oleh anak buah Yunho yang segera membidik sasaran mereka kearah Mr. Kim tak hanya itu anak buah Mr. Kim juga mengarahkan bidikannya kearah Yunho dan ke arah beberapa anak buah Yunho. Yunho tertawa sebentar melihat posisi dan bidikan konyol yang dilakukan anak buahnya dan anak buah Mr. Kim-menurutnya. Yunho berjalan satu langkah kearah yang langsung menarik pelatuknya siap meledakkan isi kepala Yunho, dan seketika itu juga semua orang menarik pelatuknya sehingga menimbulkan bunyi 'Klek' secara bersamaan. Yunho tergelak dengan tawa kerasnya sambil memegangi perutnya yang sakit karna terlalu bersemangat tertawa, menurutnya ini pengalaman pertamannya dalam menghadapi musuh dirinya dapat tertawa lepas. Mr. Kim serta anak buahnya dan anak buah Yunho memandang iritasi kepada kelakuan sang Leader of Yakuza U-Know. Aigoo Yunho melupakan posisinya yang sabagai seorang pemimpin Yakuza yang harus menunjukan kesanggarannya bukannya gelak tawa seperti ini. Semua orang diam hingga akhirnya Yunho menghentikan tawanya dan berdehem sebentar "Ehm"
"Sudah puas tertawanya" tanya Mr. Kim sarkastik
Yunho ingin tergelak lagi dan memjawab pertanyaan Mr. Kim dengan candaan tapi diurungkannya saat musangnya menangkap tatapan kedua dongsaengnya yang berkata 'Hyung kumohon jangan buat malu para Yakuza'
Yunho berjalan menuju Mr. Kim yang rifleks langsung melepaskan pelatuknya sontak membuat anak buahnya dan anak buah Mr. Kim melakukan hal yang sama. Ah Yunho melupakan kalau dirinya tadi dalam keadaan dangerous. Untung Yunho memiliki kelincahan yang akurat jadi dirinya bisa menghindar dengan cepat, tidak tertembak salah satu dari peluru yang meluncur membabi buta meski lengan kanannya tergores sedikit tapi tak apalah masih syukur nyawanya selamat.
Yunho mengedarkan musangnya menyapu seluruh ruangan itu yang bak kapal pecah, dimana-mana peluru dan korban berjatuhan yang lebih parahnya lagi hampir semua korbannya anak buah Yunho. Dan kemana perginya tua bangka itu, bahkan Yunho tidak melihat batang hidungnya bersama anak buahnya. Yang dilihatnya hanya Yoochun dan Changmin yang meringkuk dibawa meja yang memang sengaja dibuat anti peluru dan yang pastinya mansion ini sudah dipasangi anti peluru di setiap sudutnya.
"Hyung untung kita selamat, bagaimana jika tadi anak buah Mr. Kim tidak melepaskan ikatan kita. Sudah dipastikan kita akan menjadi bangkai seperti itu" Changmin berucap dengan wajah pucat pasinya sambil menunjuk anak buah Yunho yang tergeletak tak bernyawa lagi. Syok. Tentu syok, siapa juga yang tidak syok dihadapkan dengan keadaan seperti itu.
Yoochun tidak menjawab dimasih syok dengan kejadian tadi yang hampir merenggut nyawanya dan kedua saudaranya.
"Damt it" umpat Yunho dengan mata berkilat-kilat marah 'Kau lihat apa pembalasanku Mr. Kim' batinnya dengan seringai yang menghiasi wajah tampannya
.
.
Jaejoong hanya dia saat dirinya dibawa pulang oleh sang ayah, Junsu dan Kyuhyun setia mengekor dibelakangnya mengikuti sang hyung. Dirinya memandang hampa mansion besar sang appa, rasa sakit itu kembali hadir saat sebersit memori melintas diotaknya
"Maaf Joongie umma tidak bisa menemani Joongie lagi" Mrs. Kim memeluk sang anak dan berjalan menuju pintu utama menyeret koper miliknya
"CHULLIE BERHENTI ATAU KAU TAU AKIBATNYA" teriakan mengelegar dari arah tangga yang berasal dari Mr. Kim dengan wajah merahnya menahan amarah
"Mian" hanya kata itu yang mampu diucapkan oleh Mrs. Kim
Mr. Kim yang geram segera mengarahkan hand gunnya ke arah sang istri
DOR
"Umma" pekik Jaejoong menghampiri ummanya yang sudah bersimbah darah tak bernyawa lagi, kini Mrs. Kim hanyalah tinggal nama.
"Hiks... hikss... hiks..." isaknya dan segera berlari keluar mansion tapi langsung dicekal oleh kedua bodyguard berbadan besar yang memang sudah disiapkan oleh sang appa
"LEPASKAN" bentaknya
Bodyguard itu tidak bergeming dan terus menyeret sang tuan muda menuju kamarnya
"AKU TIDAK INGIN TINGGAL DISINI LEPASKAN" teriaknya
"Ini rumahmu Joongie, jadilah anak yang baik seperti sebelum umma-mu meninggal" ujar Mr. Kim datar
Jaejoong mematung dibuatnya, tubuhnya begetar hebat menahan isak tangisnya, tubuhnya merosot kebawah sambil meracau tidak jelas. Kyuhyun, Junsu yang menyadari keadaan hyung-nya segera menghampiri dan membantunya berbaring diatas ranjang king size-nya serta mengatakan kata-kata penenang hingga Jaejoong terlelap.
.
.
Sepanjang makan malam Jaejoong hanya diam bahkan Junsu, Kyuhyun yang mengajaknya berbicara tidak digubrisnya. Ahra duduk manis disamping Jaejoong, dia selalu berceloteh dengan riangnya padahal selama ini Ahra membenci Jaejoong dan dua temannya tapi tidak untuk di hadapan Mr. Kim, Ahra akan bersikap seperti yeoja polos dan lucu sehingga tak ayal Mr. Kim selalu tersenyum dibuatnya, meski kadang-kadang sikap manja dan egois Ahra yang selalu membuat Mr. Kim jengah dan kesal. Cih Go Ahra yeoja ular nang berbisa yang menutupi kedoknya dengan tampang sok malaikat, yang berhati iblis. Seseorang pasti akan selalu menutupi jati dirinya kepada orang lain hingga orang lain tidak akan bisa menebak orang itu dari luarnya kecuali orang itu bisa memahami seseorang itu luar dalam. Sama halnya dengan Go Ahra yang tidak mudah ditebak untuk beberapa orang, mungkin cuma satu orang yang bisa mengenal Ahra dengan baik.
"Waw sepertinya ada pesta" interupsi sebuah suara
"Oppa" pekik Ahra senang dan segera memeluk kakak sepupunya itu
"Aigoo, Uri Ahra manja sekali eo. Ada apa em?" tanyanya membelai surai madu Ahra tanpa menyadari ada tiga sosok baru yang hadir dikeluarga kecil itu
"Jae Oppa sudah pulang oppa" ucapnya girang
"Jinjja" anusias Hyunjoon mengejarkan pandangannya menyapu semua orang yang ada dimeja makan
"Joongie bogoshipo" ucapnya menghampiri Jaejoong lalu memeluknya possesif
"Sudah Hyunjoon-ah, cepat makan" interupsi Mr. Kim, segera saja Hyunjoon mengambil tempat duduk diseberang Jaejoong
Hyunjoong terus menatap Jaejoong tanpa berkedip, matanya memandang Jaejoong penuh arti 'I got you Jae. Aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi little brother' batinnya dengan smirk-nya
Kyuhyun memandang tak suka kepada Hyunjoon yang menatap Jaejoong, seolah-olah Jaejoong adalah makanan yang sangat mengiurkan sehingga namja tampan itu memandang Jaejoong dengan tatapan mesumnya.
.
.
Diruang gelap terdapat seseorang yang sedang menghubungi seseorang di line, lama menunggu nada sambung sampai
"Yoboseyo"
"..."
"Apa yang kau lakukan semalam ini? Kenapa masalah kecil saja tidak becus"
"..."
"F*ck.. arghhhh,... aku tidak mau tau lagi kau harus menyusun rencana baru"
"..."
"Aku tidak terima penolakan. Cepat susun rencana ulang"
"..."
Pip
Sambungan terputus dan orang itu keluar dari ruangan gelap itu dengan senyuman mengembang yang tidak pernah pudar dari wajahnya.
TBC or Delece
Maaf updatenya lama, semoga ceritanya tidak tambah gaje
Terima kasih yang sudah review, kalau bisa banyaki reviewnya biar author tambah semangat nulis ceritanya :D
Kalau ngak nanti author sedih lho -_- *abaikan
Gomawoyo yg udah baca ne *bow
