Chapter 7
Physics
.
Hukum Kekekalan Energi/Hukum Pertama Termodinamika : Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan tetapi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya.
Naruto belongs to Masashi Kishimoto
Warning: AU, super pendek, typos dan sederet kesalahan lain.
Pair: KakaHina
Rate: K+
Happy reading minna-san
.
.
Tengah hari, jam pelajaran terakhir adalah fisika. Bukan materi pelajaran yang umumnya disukai anak-anak sekolah. Hyuuga Hinata mungkin salah satu pengecualian. Ia suka fisika, lebih suka lagi pada sensei yang mengajar materi ini. Tidak heran jika terkadang ia membantu Kakashi membereskan laboratorium fisika.
"Ah, terima kasih kau sudah mau membantu, Hyuuga," kata Kakashi.
Hinata mengangguk, "Sama-sama, sensei."
Kakashi memandangi anak didiknya yang kini sedang mencuci tangan. Tampaknya ia ingin bertanya sesuatu, namun guru magang itu sedikit ragu. Terlebih karena pertanyaannya ini sudah menyangkut area pribadi.
"Hyuuga-san, hubunganmu dengan Namikaze itu…"
Hinata berhenti membilas tangannya saat Kakashi menyebut nama Namikaze. Namikaze Naruto. Laki-laki bodoh yang mencampakkannya setelah berhasil merengkuh hati sang primadona sekolah, Yamanaka Ino.
"Umm… hu-hubungan kami sudah berakhir, Sensei," kata Hinata.
"Cinta itu… memang seperti hukum pertama termodinamika," gumam Kakashi. Ia mengeluarkan sebuah buku bersampul orange dengan tulisan Icha-Icha Paradise.
"Sensei, semuanya sudah selesai. Saya sudah boleh pulang, kan?" tanya Hinata.
"Ah, iya. Sekali lagi terima kasih, Hyuuga," kata Kakashi.
Ia merasa sedikit kikuk. Mestinya ia merasa simpati pada gadis yang baru saja putus dengan kekasihnya itu. Tetapi sungguh, ada setitik rasa senang karena itu berarti gadis itu kini bisa ia raih.
Hatake Kakashi, dua puluh satu tahun. Mahasiswa Universitas Konoha yang sedang magang di KonoHigh. Ia jatuh cinta pada gadis Hyuuga yang merupakan salah satu murid terbaiknya di pelajaran fisika. Tidak, awalnya memang bukan cinta. Hanya sebatas kagum pada minat dan bakat Hinata. Saat lebih mengenal pribadi Hinata, Kakashi sadar ia merasakan kekaguman itu berubah menjadi sebuah getaran lain. Dan getaran itu kini menjelma menjadi gelombang longitudinal yang menyebar menghantam dinding sukmanya.
Saat bertatapan dengannya, Kakashi selalu merasakan jantungnya seolah tersengat listrik voltase tinggi, terasa hingga ke setiap sel-sel dalam tubuhnya. Tapi bukan sakit ataupun nyeri yang ia rasakan, tapi hangat dan nyaman. Kakashi sadar sepenuhnya bahwa hatinya telah memilih Hinata.
.
.
.
"Kurasa Hatake-sensei menyukaimu, Hinata," komentar Tenten saat pagi ini ia memergoki Kakashi memberikan sekotak coklat untuk Hinata.
"Ti-tidak mungkin. Hatake-sensei pa-pasti su-suka wanita yang lebih dewasa, sperti Anko-sensei," elak Hinata. Ia menyebut nama mantan kekasih Kakashi yang menjadi sensei mereka di kelas 10.
"Kau tidak lihat bagaimana matanya saat menatapmu? Seolah-olah sensei mau bilang 'Hinata-chan, aku sangat menyukaimu'," Tenten terkekeh, "Oh, ayolah, Hinata. Seisi sekolah pun tahu kalau Hatake-sensei memberimu perhatian lebih."
"K-kau berlebihan," Hinata jadi merah padam. Ia memeluk coklat yang tadi diberikan Kakashi. Sungguh, Naruto memang telah menyakiti hatinya. Tapi Hatake-sensei membuatnya berharap pada cinta yang baru.
"Masuklah, Hyuuga," kata Kakashi saat Hinata tiba-tiba menemuinya di laboratorium fisika.
"A-anou, Sensei. Boleh saya bertanya?" Hinata terlihat sedikit ragu.
"Bicaralah," jawab Kakashi. Ia meletakkan amperemeter yang sejak tadi menjadi fokus perhatiannya.
"Ke-kenapa sensei memberiku coklat?" tanya Hinata, "Ba-banyak yang salah paham karena ini. Ba-bahkan ada yang mengira aku dan Sensei punya… hubungan khusus."
Kakashi tertegun. Sedikit tak menyangka kalau itulah yang akan ditanyakan Hinata.
"Kau tidak suka?" tanya Kakashi.
"Su-suka kok. S-saya hanya heran saja kenapa Sensei begitu err… perhatian," jawab Hinata.
"Hyuuga-san, menurutmu dimana letak kesalahan seorang pria yang ingin memperhatikan wanita yang disukainya?"
Hinata terkejut. Demam akutnya kembali kambuh.
"Sudah pernah kukatakan. Cinta itu sepoerti hukum kekekalan energi. Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan tetapi hanya bisa berubah dari bentuk satu ke bentuk lainnya. Cinta pun demikian," jelas Kakashi.
Hinata paham. Seperti energi, cinta juga tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Yang bisa ia lakukan adalah mengubah cintanya pada Naruto menjadi cintanya untuk Kakashi.
"Aku tak peduli apa jawabanmu, tapi aku akan menunggumu berpaling padaku," kata kakashi.
"Ya," jawab Hinata, "Buatlah aku mencintaimu, Sensei."
Kakashi tersenyum lega. Ia bangkit dari kursinya untuk mendekati Hinata. Didekapnya tubuh gadis Hyuuga itu. Gadis yang bukan saja sekedar muridnya, tapi juga kekasih hatinya.
.
Owari
.
.
Thank's to : Himeka Kyousuke, ichsana-hyuuga, uchihyuu nagisa, lee sungrin, Shena BlitzRyuseiran, shirayuki nao, Riona Blues *TobiHina nyusul nanti, ya. Masih bingung mau dikasih pelajaran apa*, yuuaja, Hinata'nata *Request diterima, ditunggu aja ya*, Ai HinataLawliet *Daripada sekuel, saya bikinin multichap sekalian, tapi nanti kalau Lesson udah tamat ya*, Kirara Yukansa, azalea, Sugar Princess71 *Iya sih, saya juga kepikiran gitu. Tapi saya agak lemah di biologi, jadi mesti buka buku dulu*, Reikun, Sm *ShikaHina nanti di chapter 9*, OraRi HinaRa *Ieu tos di apdet #sundanese mode on*, dan Reita.
Nggak tau mau ngoceh apa di chapter ini. Cuma bisa bilang, semoga nggak mengecewakan.
Review dan concrit diterima dengan senang hati.
Molto Grazie.
