Fuyu: Hiks maaf ya terlambat banget fuyunya.

Akihiko:sekian silahkan di nikmati

Ken: silahkan

.

.

.

Graduate memory

.

.

Happy Reading

.

.

.

Keesokan paginya di Yamaha Senior High School diadakan rapat antar osis. Kaito sebagai ketua osis di yamaha high school terpaksa mengangkat Len kagamine sebagai wakil, mengingat wakil mereka Miku sudah pindah dan ini juga di paksa sama Lennya.

"Jadi, bisa kita mulai rapat hari ini?" ucap Miku dengan dingin. Len, Kaito dan Gakupo hanya memandangi Miku yang sedang sibuk dengan rapat.

"Jadi bagaimana ide kami, Shion-san?" Tanya Miku menoleh pada Kaito diam.

"Ide di terima." ucap Kaito asal.

"Baiklah, mohon kerja samanya tiga hari ini. Semuanya mulai bekerja." ucap Miku memerintah yang lain.

"Miku, bisa bicara sebentar." ucap Len yang berdiri di samping Miku.

"Baiklah." ucap Miku berjalan keluar bersama Len. Kaito hanya diam melihatnya, namun nampak jelas raut kecewa.

Puk

"Kaicho, ayo kita keliling." ucap Gakupo mengalihkan perhatian Kaito.

"Mau kemana?" Tanya Kaito bingung.

"Kemana aja asal bisa dapat makanan." ucap Gakupo berjalan terlebih dulu.

"Di otakmu itu hanya ada makan ya." ucap Kaito

"Biarin." ucap Gakupo cuek.

.

.

"Hey, Rin, apa kabar?" Tanya Gumo saat melihat Rin sedang sibuk dengan Pita-pita untuk dekorasi.

"Buruk." ucap Rin dengan lesu. Dia capek kalo disuruh mendekor sendiri.

"Hahahah." Gumo hanya tertawa diatas penderitaan Rin.

"Hih, Gumo kalo ngak bantu, mending pergi aja sana." Ucap Rin dengan sebel.

"Haha, maaf, maaf. Kubantu deh, jangan marah lagi, ya?" Ucap Gumo duduk di samping Rin yang mukanya memerah.

"Huh." Rin hanya memalingkan wajahnnya. Rin dan Gumo sekarang mengerjakan hiasan untuk dekorasi.

"Kau tidak membantu kelasmu?" Tanya Rin, ingat Gumo da Rin itu beda kelas.

"Udah selesai, tinggal di dekor sama anak perempuan aja lagi." Ucap Gumo santai masih membantu Rin yang mengangguk paham.

"Cepat selesaikan, agar kita bisa kekantin." ucap Gumo dengan semangat, Rin sendiri hanya tersenyum dengan tingkah Gumo.

.

.

Gumi dan Luka sedang berada di kantin. Mereka tengah melepas beban karena pekerjaan yang mereka terima.

"Huh, akhirnya bebas juga." ucap Luka sambil memakan sup yang dipesannya tadi.

"Iya, akhirnya bebas dari tugas-tugas yang tiada akhirnya itu." Ucap Gumi memakan nasi goreng/eh?/ yang di pesannya.

"Kau juga di beri banyak tugas? Aku juga lho." Ucap Luka dengan nada lelah.

"Benar-benar seenaknya saja ya mereka." Ucap Gumi pada Luka.

"Itu benar." ucap Luka.

"Ho~, Lihat yang kita temukan di sini." Ucap Gakupo dengan senyumnya mendapati dua gadis.

"Gakupo/Kaito." ucap Gumi dan Luka bersamaan. Kaito hanya mengangkat tangannya saja.

.

.

"Jadi kau ya? Yang mengantikan aku menjadi wakil?" Tanya Miku. sekarang mereka sedang ada di atap.

"Ya, dengan sedikit paksaan sih." ucap Len dengan senyum kikuk.

"Hm? Jadi? kenapa kau memanggilku ke sini?" Tanya Miku the point.

"Aku hanya ingin memastikan, apa yang kau katakan kemarin benar?" Tanya Len dengan serius menatap manik hijau tosca Miku.

"...Hanya Itu?" Tanya Miku pada Len yang hanya menatapnya intens

"Ya, hanya itu." Ucap Len menatap Miku.

"Bukan kah sudah kukatakan, apa kau sudah tuli Kagamine-kun?" Tanya Miku dengan sindiran.

"Sudahku bilang, aku hanya memastikan." ucap Len.

"Apa yang ingin kau pastikan? Semuanya sudah kukatakan kemarin, kagamine-kun." ucap Miku dengan datar.

"..." Len hanya diam.

"Kalo tidak ada lagi, aku permisi sampai terlalu banyak menyita waktuku hanya untuk pertanyaan bodohmu itu, kagamine-kun." Ucap Miku berjalan meninggalkan Len. Tapi dia berhenti saat Len ngucapkan sesuatu yang membuatnya terkejut.

"...Apa kau menyukaiku, Miku?" Tanya Len menoleh pada Miku yang tak bergerak dari tempatnya berdiri.

"..." Miku hanya diam membisu di sana. Dia tau tau harus bilang apa. Helaian pirang dan tosca ditiup angin yang menyejukan.

.

.

"IA, bagaimana kalo kita makan diatap saja." Ucap Yuuma sambil mengandeng IA yang membawa bento untuk mereka menuju atap sekolah.

"Kenapa di atap?" Tanya IA bingung.

"Tidak ada. Hanya mempunyai firasat akan ada sesuatu yang menarik akan terjadi di sana." Ucap Yuuma.

"Apa maksudmu Yuuma-kun?" Tanya IA bingung dengan kekasih barunya ini.

"Heheh, sudahlah ikuti saja." Ucap Yuuma tetap menarik tangan IA menuju atap.

"Baiklah...dasar aneh." Ucap IA berjalan mengikuti Yuuma.

"Meskipun aneh kau tetap suka, kan?" Ucap Yuuma jahil membuat wajah IA merona merah.

"Baka" Ucap IA dengan pelan.

.

.

"Uwah~, Akhirnya selesai juga." Ucap Rin merentangkan tangannya.

"Hah...Benar-benar melelahkan." Ucap Gumi berdiri di samping Rin.

"Bagaimana kalo kita makan di atap? Aku bawa bento." Ucap Rin senang.

"Boleh kok, Ayo" Ucap Gumo. Rin mengambil bentonya yang ada di kelas dan berjalan bersama Gumo menuju atap.

.

.

.

"Huh, Kami mau di bawa kemana?" Tanya Gumi saat dirinya dan Luka di seret Gakupo dan Kaito menuju atap. Oh coret nama Kaito karena hanya Gakupo saja yang menyeret mereka.

"Sudah jelaskan atap sekolah" Ucap Gakupo tenang.

"Maksud Gumi-san, Kenapa kita harus ke sana" Ucap Luka berjalan di samping Gumi.

"Entahlah, aku hanya punya firasat di sana akan ada kejadian yang menarik" Ucap Gakupo.

"Hm? Memangnya kau esper?" Ucap Kaito santai.

"Ikut aja kenapa?" Tanya Gakupo agak kesal.

Dari kejauhan seseorang memanggil mereka. Terdengar juga langkah kaki yang sedang berlari menuju mereka. Kaito, Gakupo, Luka, dan Gumi langsung menoleh.

"KAITO, GAKUPO, LUKA, GUMI" teriak seseorang yang ternyata Gumo. Di belakangnya nampak Rin yang ikut berlari lalu diikuti Yuuma dan IA yang berjalan santai saja.

"Hosh...hosh...capek." Ucap Gumo kelelahan.

"Hosh...Gumo hosh...sih, pakek acara...Hosh...lari aja." Ucap Rin dengan kesal.

"Maaf deh, jangan ngambek dong." Ucap Gumo dengan nada bersalah.

"Baiklah, akan aku maaf kan." Ucap Rin dengan ceria.

"Kalian kenapa ke sini?" Tanya Yuuma saat dia dan IA sudah sampai di depan Kaito dkk.

"Entahlah, Gakupo bilang dia ingin ke atap." Ucap Kaito mewakili.

"Kalian sendiri?" Tanya Luka melihat Rin, Gumo, IA, dan Yuuma. Saat menatap Yuuma wajah Luka sedikit memerah dan yang menyadarinya hanya Gakupo.

"Kami ingin makan bento." Ucap IA dan Rin serempak.

"Wah, Aku juga mau dong." Ucap Gumi dengan riang.

"Tentu saja, aku buat banyak." Ucap IA dengan senyum.

"Aku juga buat banyak." Ucap Rin tidak mau kalah.

"Baiklah, ayo makan di atap." Ucap Gakupo memimpin.

"Kau mah kalo soal makan pasti cepat." Ucap Kaito mengikuti Gakupo menaiki tangga menuju atap.

"Heheh." Gakupo hanya tertawa saja.

Klek

Pintu di buka dan terlihat pemandangan Miku dan Len yang hanya berdiri saling menghadapan.

"Are?" Ucap Gakupo bingung. Suasana di sana tiba-tiba tegang. Namun angin lembut masih setia menerpa mereka semua.

"Ada apa ini Len?" Yuuma yang membuka percakapan duluan.

"Yuuma" Panggil Miku sambil menghadap Yuuma yang bingung.

"Apa kau memberi tahu ke Len bahwa aku menyukainya?" Ucap Miku. mereka semua (-Miku, Len) menatap Len.

"Ucap kan Yuuma. Kau sendiri yang bilang kemaren,kan?" Ucap Len menatap Yuuma.

"I-i-itu, M-miku...hah...maaf." Ucap Yuuma akhirnya. Dia menatap lantai yang ada di bawahnya.

"...Tidak apa-apa." Ucapan Miku membuat Yuuma dan yang lain menatapnya.

"Karena itu dulu. Sekarang aku tidak menyukaimu, jadi...berbahagialah dengan Megpoid-san, Kagamine-kun." Ucap Miku berjalan meninggalkan mereka sebelum-

"Tunggu Miku."

-Rin menghentikan Miku.

"Aku...Ingin meminta maaf dengan mu." Ucap Rin menunduk.

"Apa maksudmu, Kagamine-san" Ucap Miku berpura-pura bingung.

"Yang kemaren, kau berbohong menjadi jahat agar melindungi ku. Sesampainya ke rumah, ayah dan ibu bilang bahwa kau sudah datang dan menunjukan wajah aslimu" Ucap Rin menatap Miku.

"Kau berani membuat ayah dan ibu marah padamu hanya demi aku...Gomen" Ucap Rin. Tak terasa air mata Rin jatuh.

"Kenapa kau meminta maaf Kagamine-san? bukan kah sudahku bilang, aku bukan membelamu tapi memang kenyataan aku yang jahat di sini." Ucap Miku dengan senyum sinis menghiasi wajah cantiknya.

"Jadi sebaiknya kalian semua menjauh dari ku, urusi urusan kalian sendiri, dan jangan pernah memanggil namaku dengan Miku, karena kalian bukan siapa-siapa Ku." Ucap Miku dengan sinisnya berjalan meninggalkan mereka yang hanya bisa diam.

Klek

Blam

Pintu di tutup oleh Miku.

"...Aku menyukaimu, Miku" Ucap Len tiba-tiba membuat semua pasang mata menatapnya.

"EEHH?" Teriak yang lainnya.

"Kenapa baru sekarang? Kenapa tidak saat Miku masih ada?" Tanya Yuuma yang berjalan kearah Len.

"Aku hanya tidak berani." Ucap Len dengan Lesu.

.

.

"Gomenne, Minna...Gomenne, Len-kun. Suki...demo...watashi wa akuma dayo, akulah penjahat di cerita ini." Ucap Miku di balik pintu. Dia mendengar ucapan Len barusan. Namun dia tidak boleh menyukai Len kan? Kerana dia adalah penjahat di dalam cerita ini. Karena dia adalah iblis yang tidak memiliki hati, karena dia harus kehilangn hatinya demi kebahagiaan mereka, kan? Ini wajar, kan? Miku terisak tanpa suara di balik pintu.

"Hiks...Hiks" isak Miku. dia berdiri dan berlari tanpa menyadari Len yang menyenderkan kepalanya ke pintu yang di tutup Miku.

"Miku" ucap Len. Semua orang hanya bisa diam dan melihat. Mereka semua tau bahwa tadi Miku hanya bersikap tegar. Namun dia tengah menangis di dalam hatinya. Miku bagai wanita yang menutupiair matanya dengan sebuah topeng kebohongan.

.

.

.

TBC

.

.

Nyahaha balik lagi dengan fuyu. Maaf ya lama. Dan maaf jug karena balasan riviewnya akan Fuyu balas minggu depan di karenakan fuyu ada urusan. Ini aja updatenya cepat-cepat. Sekali lagi maaf minna.