SAMURAI FORCE

Disclaimer : NARUTO milik Masashi Kishimoto

Genre : Adventure, Romance & Angst

Pair : Naruto X Hinata

Summary : Dahulu kala ada sebuah era yang disebut era Samurai. Di era terdapat 6 katana samurai yang kuat. Pemilik ke-6 katana itu membentuk sebuah kelompok yang disebut Samurai Force. Namun tiba-tiba muncul sekelompok monster yang disebut Oni yang menyerang para Samurai. Mampukah Naruto sang pemegang katana angin bersama Samurai Force mengalahkan para Oni dan menyelamatkan era samurai?

Chapter 7 – Perompak yang Mengarungi Angkasa

Matahari kembali menyinari pagi ini. Pagi yang sejuk dan indah kembali menyongsong hari yang cerah di desa Konoha. 5 bulan berlalu setelah pertarungan dengan buchou Oni yang juga mengakibatkan salah satu anggota Samurai Force, Hyuuga Hinata terenggut nyawanya. Hari ini akan diadakan pertemuan di mansion klan Hyuuga. Pertemuan akan membahas masalah perang yang dinyatakan oleh kelompok Oni dan anggota baru yang akan bergabung dengan Samurai Force. Kini Neji, Tenten, Naruto dan Matsuri telah sampai di ruang pertemuan. Telah banyak anggota-anggota klan Hyuuga dan perwakilan dari klan-klan samurai lainnya telah berkumpul. Pemimpin klan Hyuuga, Hyuuga Hiashi selaku ketua dari persekutuan klan Samurai memimpin pertemuan ini.

"Selamat pagi, para samurai yang terhormat, terima kasih atas kedatangannya di pertemuan kali ini. Hari ini kita akan membahas tentang perang yang dinyatakan oleh kelompok Oni. Kita akan berdiskusi untuk menemukan solusi dari masalah ini. Juga di pertemuan kali ini, aku akan mengenalkan 2 anggota baru dari Samurai Force, mengingat anakku, Hyuuga Hinata sebagai anggota telah meninggal dalam pertempuran juga Sabaku Gaara telah berkhianat dan menjadi salah satu dari kelompok Oni. Jadi, kepada 2 anggota silahkan masuk!", ujar Hiashi.

Lalu dari pintu depan masuk dua orang, yang satu seseorang lelaki berambut merah dengan iris mata coklat yang berwajah baby face lalu membawa katana berwarna coklat yang dulunya milik Gaara, Suna no Katana. Lalu satunya lagi seseorang gadis cantik berambut orange panjang dengan poni dengan kimono putih yang indah. Dia membawa pedang berwarna putih dengan lambang salib berwarna kuning. Mereka memasuki ruangan itu. Semua mata tertuju pada mereka, mereka segera menuju ke depan lalu berdiri di samping Hiashi dan keempat anggota Samurai Force lainnya.

"Perkenalkanlah diri kalian..", ujar Hiashi.

"Perkenalkan aku Akasuna Sasori, samurai dari dojo Suna. Aku dulunya adalah saudara seperguruan dari Sabaku Gaara. Tapi sejak Gaara mengkhianati Samurai Force dan meninggalkan katana pasir miliknya, aku diputuskan untuk menjadi penggantinya menggunakan katana pasir ini. Jadi mohon kerjasamanya!", ujar Sasori sambil tersenyum.

"Perkenalkan aku Fuuma Sasame, murid senior dari Akademi Salib. Aku dipanggil untuk menjadi anggota Samurai Force karena memiliki pedang ini, The Cross Sword, pedang suci yang dapat menghapus segala kegelapan. Jadi mohon kerjasamanya!", ujar Sasame lalu membungkuk.

"Baiklah inilah anggota Samurai Force yang baru. Jadi Neji, Tenten, Matsuri dan Naruto semoga kalian bisa bekerjasama dengan baik dengan kedua orang ini", ujar Hiashi.

"Baik, Hiashi-sama!", ujar Neji dkk.

"Baiklah kita lanjutkan pertemuan ini", ujar Hiashi lalu mereka mulai berdiskusi tentang masalah-masalah tentang Oni.

Setelah pertemuan yang serius dan penuh dengan perdebatan itu, para Samurai Force kini keluar dan berjalan-jalan bersama.

"Dimohon kerjasamanya ya, Neji-sama, Tenten-san, Matsuri-chan dan Naruto-san!", ujar Sasori sambil tersenyum.

"Oh iya, kami juga mohon kerjasamanya, Sasori-san", ujar Neji.

"Ya mohon kerjasamanya!", ujar Tenten.

"Kita bertemu lagi Sasori-sensei, tak kusangka kau akan bergabung dengan kami. Kita pasti akan semakin kuat!", ujar Matsuri.

"Yah begitulah aku juga kaget tiba-tiba diminta menjadi pemegang katana pasir dan bergabung dengan Samurai Force. Semoga kita dapat bekerjasama dengan baik Matsuri-chan", ujar Sasori.

Tetapi di sudut lain, Sasame terus memandangi Naruto. Tapi Naruto masih saja menatap dengan pandangan kosong ke depan dan memancarkan raut wajah yang sedih. Kemudian Sasame mendekati Naruto dan menyapanya.

"Halo Naruto-san, kumohon kerjasamanya!", ujar Sasame.

Naruto tersadar dan menatap Sasame.

"Ya, mohon kerjasamanya juga..", ujar Naruto lalu tersenyum tipis.

Sasame terperangah melihat Naruto yang tersenyum.

"Senyumannya itu keren sekali!", batin Sasame dengan pipi yang merona merah.

"Baiklah sebaiknya kita berkeliling desa untuk melihat-lihat jika ada Oni yang muncul menganggu", ujar Neji.

Perkataan Neji dibalas anggukan dari anggota lainnya.

Mereka berenam terus berkeliling desa dan melihat-lihat untuk mengawasi jika saja ada Oni yang datang menganggu. Tapi tiba-tiba ada seorang lelaki yang berlari terbirit-birit.

"Tolong-tolong, ada Oni yang muncul!", teriak pria itu histeris.

Neji dkk kaget mendengar hal itu lalu segera menghampri pria tersebut.

"Ada apa pak? Dimana Oni-nya?", tanya Tenten.

"Me-mereka muncul di pinggiran desa. Mereka mengobrak-abrik rumah-rumah disekitar situ. Kami sangat ketakutan, tolonglah kami!", ujar pria itu.

"Baiklah, kami segera kesana. Ayo kawan-kawan!", ujar Tenten dan mereka segera menuju pinggiran desa itu.

Sementara itu di gerbang desa...

Enam orang kini berdiri di depan gerbang desa Konoha. Mereka menatap lurus ke depan dan merasa kagum dengan pemandangan desa Konoha.

"Sugoi! Desa Konoha yang disini benar-benar tradisional dan natural! Sungguh indah!", ujar cewek berambut pirang pucat yang diikat ponytail.

"Wah benar Ino-chan, sungguh berbeda dengan Konoha di dimensi kita", ujar pria berambut hitam pendek dengan jubah merah.

"Sai-kun, bagaimana kalau mencari hartanya ditunda dulu, kita nikmati dulu ya desa ini?", ujar Ino dengan wajah memelas.

"Baiklah, apa saja akan kuberikan padamu nona cantik-ku!", ujar Sai sambil tersenyum.

"Arigatou sayang, aku tambah sayang deh sama kamu!", ujar Ino sambil memeluk lengan Sai. Sai tetap tersenyum memandangi Ino.

"Dasar, selalu saja mesra-mesraan!", ujar gadis berambut pink pendek dengan ketus.

"Biarkan saja mereka, Sakura-chan..", ujar pemuda berambut hitam dengan style pantat ayam yang khas.

"Mereka takkan pernah mengalahkan kemesraan kita kan Sasuke-kun?", tanya Sakura sambil memeluk lengan Sasuke.

"Hn", gumam Sasuke.

"Wah-wah para pasangan sedang mesra-mesraan. Benar-benar orang-orang yang sedang kasmaran", ujar pemuda berambut hijau dengan mata biru yang khas. Mata yang memiliki pusaran. Doujutsu legendaris, Rinnegan.

"Sudah seharusnya begitu kan, Kazehaya-san. Pasangan kan harus selalu menunjukkan aura-aura cinta mereka!", ujar wanita dengan mata amethyst dengan rambut pirang panjang. Lalu menunjukkan cengiran.

"Hahaha kau benar Hinami-chan!", ujar Kazehaya.

"Ayo kawan-kawan kita masuk ke desa!", ujar Sai lalu mereka mulai memasuki desa itu.

Mereka kini berjalan-jalan di dalam desa. Tiba-tiba di depan sebuah salon, seorang okama berteriak.

"Silahkan-silahkan hari ini ada promo untuk pewarnaan rambut. Pewarna rambutnya barang impor lho dengan kualitas tinggi. Ayo-ayo silahkan mampir!", ujar okama itu.

"Wah, ada promo di salon, aku coba ya! Teman-teman duluanlah, aku singgah di salon ini sebentar!", ujar Hinami lalu menuju ke salon itu.

"Baiklah, hati-hati ya Hinami-chan!", ujar Sai. Hinami segera memasuki salon itu dan Sai dkk meneruskan perjalanan mereka.

Hinami masuk ke salon itu dan segera duduk di kursi yang menghadap ke kaca diantar oleh okama itu.

"Mbak, kami sedang ada promo untuk perwarnaan rambut. Apa mbak mau mencobanya?", tanya okama itu.

"Oh iya-iya, aku mau! Aku ingin mencoba mewarnai rambutku!", ujar Hinami semangat.

"Baiklah, mbak sukanya warna apa?", tanya okama itu.

"Warna yang paling bagus dan cocok untukku yang imut ini!", ujar Hinami.

"Oh, baiklah, mungkin ini adalah warna yang cocok untuk mbak", ujar okama itu lalu mengambil sebotol pewarna rambut.

Setelah mempersiapkan semuanya agar rambut Hinami siap diwarnai, sang okama mulai mewarnai rambut Hinami. Sang okama memulai dengan rambut bagian belakang kepala. Okama itu mewarnai dengan sangat lamban, sehingga Hinami mulai mengantuk dan akhirnya ketiduran.

Sementara itu kini Samurai Force telah bertarung dengan para Oni. Oni-Oni yang muncul hanyalah oni yang berlevel rendah. Sehingga Samurai Force dapat mengalahkan mereka satu-persatu dengan mudah.

"Dasar Oni-oni penganggu, musnahlah kalian!", ujar Naruto lalu menebas para oni yang menghadangnya.

"Bagaimana kalau kita menunjukkan kemampuan kita Sasame-san, sebagai penghormatan bagi anggota lainnya?", ujar Sasori.

"Baiklah ayo Sasori-san!", ujar Sasame lalu mulai mengayunkan pedangnya.

"SAND TECHNIQUE: BLACK SAND SLASH!"

Sayatan disertai dengan pasir berwarna hitam menuju dengan cepat ke arah Oni lalu mengenai oni-oni tersebut. Para Oni terkapar dan merintih kesakitan. Oni-oni itu mulai mengeluarkan banyak darah dari mulutnya dengan tubuh gemetaran dan akhirnya tewas.

"Pasir hitam itu mengandung racun yang sangat mematikan. Jika terkena sedikit saja, pasti langsung mati keracunan", ujar Sasori.

Sementara Sasame sedang menghadapi para Oni yang menghadangnya. Sasame mengayunkan pedangnya yang agak besar itu dengan enerjik sehingga para Oni itu tertebas. Lalu Sasame mengayunkan pedangnya dan membentuk sebuah teknik.

"HOLY LIGHT SLASH!"

Sayatan dengan cahaya terang benderang meluncur ke arah Oni dengan cepat dan menebas Oni yang menghadang. Para Oni langsung terkapar tak berdaya.

"Hahaha rasakan itu Oni sialan. Itu adalah kekuatan Cross Sword milikku!", ujar Sasame dengan senyum meremehkan.

JRASH...

"Uakkh...", jerit Sasame. Dia langsung mundur ke belakang dan memegangi lengannya yang kini berlumuran darah. Dia merintih kesakitan sambil mendecih. Salah satu Oni menyerangnya tiba-tiba dari belakang. Cakarnya berhasil menggores lengan kiri Sasame.

"Mati kau!", ujar Oni lalu maju menyerang Sasame.

"WINDWAVE SLASH!"

Pusaran angin meluncur ke Oni itu dan membuat Oni itu terpental jauh dari situ. Ternyata Naruto yang telah melayangkan serangan tersebut. Dia segera menghampiri Sasame yang masih merintih kesakitan dan memegangi lengannya yang berlumuran darah.

"Fuuma-san, daijoubu?", tanya Naruto.

"A-aku tak apa-apa. Cuma luka kecil kok", ujar Sasame tapi dengan rintihan.

"Biar kulihat lukanya. Sebaiknya harus segera diobati. Kau duduk dulu, aku akan mengobatinya", ujar Naruto lalu mengambil obat dan perban dari sakunya. Sasame kemudian duduk lalu Naruto mulai mengobati luka Sasame.

"Au-auw..perih Naruto-san..", rintih Sasame.

"Go-gomen...aku akan lebih hati-hati...", ujar Naruto tersenyum salah tingkah.

Sasame terus memandangi Naruto yang kini dekat sekali jaraknya dengannya.

"Naruto-san ternyata tampan juga...", batin Sasame dengan pipi merona merah.

Naruto kini telah selesai mengobati luka Sasame. Dia segera membalutnya dengan perban.

"Sudah selesai. Apa lukamu sudah agak mendingan, Fuuma-san?", tanya Naruto.

"Ya sudah agak mendingan, terima kasih banyak Naruto-san", ujar Sasame.

"Ah tak masalah. Sekarang kita adalah sama-sama anggota Samurai Force. Satu tim tentunya harus saling membatu bukan, Fuuma-san?", ujar Naruto lalu berdiri.

"Ya, sekali lagi terima kasih, Naruto-san!", ujar Sasame mengikuti Naruto berdiri.

"Baiklah ayo kita bergabung dengan yang lainnya", ujar Naruto lalu berbalik dan mulai melangkah.

Tapi tiba-tiba lengan Naruto ditahan tangan Sasame, Naruto tersentak kaget dan berpaling ke belakang.

"Ada apa Fuuma-san?", tanya Naruto bingung.

"A..ano, a-apakah kamu bisa memanggilku dengan nama kecilku saja? Dan bolehkah aku memanggilmu Naruto-kun?", tanya Sasame malu-malu.

"Oh..tentu saja. Aku tak keberatan, Sasame. Panggil saja aku Naruto-kun jika itu bisa membuat kita lebih akrab. Aku ingin sekali mengenalmu lebih dekat", ujar Naruto sambil tersenyum.

"A-arigatou..Naruto-kun...", ujar Sasame lalu membalas senyuman Naruto dengan pipi yang merona merah.

"Aku harus memilikimu Naruto-kun. Kau harus jadi milikku seorang!", batin Sasame.

Kemudian Naruto dan Sasame kembali bergabung dengan anggota lain untuk melawan para Oni yang masih tersisa.

Sementara Sai dkk kini sedang berjalan menyusuri desa. Orang-orang desa menatap mereka dengan aneh, karena penampilan mereka sungguh berbeda dengan penduduk pada umumnya. Kini mereka sampai di pusat desa. Mereka mulai mengunjungi beberapa toko yang menjual makanan dan pakaian.

"Wah-wah, tak kusangka jaman dulu seperti ini sudah ada takoyaki. Lalu rasanya enak sekali lagi..", ujar Sai yang kini berada di warung takoyaki dan sedang melahap beberapa takoyaki.

"Benar, Sai-senchou, takoyaki disini benar-benar enak!", ujar Kazehaya yang juga sedang menyantap takoyaki di samping Sai.

Sementara itu di toko seberang, Sakura dan Ino juga ditemani Sasuke sedang melihat-lihat pakaian. Terdapat banyak pakaian disitu, dari berbagai macam kimono, yukata dan lain-lain. Sakura dan Ino tampak kagum dengan keindahan baju-baju tradisional tersebut sedangkan Sasuke berdiri dengan pandangan bosan.

"Kyaa, Ino-pig, kimono ini bagus sekali! Bagaimana cocok denganku bukan?", tanya Sakura sambil menunjukkan sebuah kimono berwarna putih dengan gambar bunga-bunga sakura yang indah.

"Hmm... lumayan baguslah jidat, tapi masih lebih bagus yang ini, sangat cocok denganku", ujar Ino lalu menunjukkan kimono berwarna ungu dengan corak bunga mawar putih yang menawan.

"Ah, itu biasa saja, masih pilihanku yang lebih bagus!", ujar Sakura.

"Apa kau bilang? Tentu saja pilihanku yang lebih bagus!", ujar Ino ketus.

"Tidak, punyaku yang lebih bagus!", ujar Sakura geram.

"Punyaku!", balas Ino geram.

"Aku!"

"Aku!"

Mereka saling menatap dengan geram. Kilatan listrik mulai muncul dari kedua pasang mata mereka. Penjaga toko sweatdrop melihat mereka, sedangkan Sasuke menghampiri mereka dan melerai mereka.

"Sudah-sudah jangan buat keributan. Ayo cepat selesaikan urusan kalian disini dan segera pergi. Aku sudah bosan menunggu kalian", ujar Sasuke.

"Ah iya-iya Sasuke-kun. Awas kau Ino-pig!", ujar Sakura ketus.

"Dasar jidat lebar jelek! Weee", ujar Ino lalu menjulurkan lidahnya.

"Ino-pig kupukul kau!", ujar Sakura geram.

"Coba saja sini weee", ujar Ino lalu mulai berlari keluar toko.

"Kubunuh kau babi gendut sialan!", ujar Sakura lalu mulai mengejar Ino dengan muka yang sangar.

"Hahhh..dasar wanita-wanita merepotkan...", ujar Sasuke sambil menghela napas panjang.

Sakura berhasil mengejar Ino dan adu jitak terjadi antara mereka berdua. Orang-orang melihat mereka dengan bingung. Anak-anak mulai menyemangati mereka yang sedang melakukan "duel' dengan berkata "ayo kak jitak sampai benjol!". Sai dan Kazehaya kini berjalan ke arah situ dan mereka kaget melihat kerumunan orang itu. Sasuke juga menyusul mereka.

"Hei Sasuke, ada apa orang berkerumun seperti itu?", tanya Sai bingung.

"Itu Ino dan Sakura-chan, ayo kita segera hentikan perbuatan bodoh mereka", ujar Sasuke lalu mulai menerebos kerumunan itu.

"Apa mereka bertengkar lagi?! Ayo cepat hentikan!", ujar Sai menyusul Sasuke.

Sai dan Sasuke kini telah menerobos kerumunan itu dan langsung menghentikan perkehalian kedua wanita itu. Sai menahan Ino sedangkan Sasuke menahan Sakura.

"Kalian ini apa-apaan sih, malah bertengkar seperti ini di tengah jalan?", tanya Sai.

"Dia yang memulainya, dasar jidat lebar jelek!", ujar Ino geram sambil menunjuk Sakura.

"Apa?! kau yang memulainya Pig! Kau duluan mengatakan kimono pilihanku lebih jelek darimu!", ujar Sakura geram.

"Apa?! Kau yang duluan!", ujar Sakura.

"Kau!"

"Kau!"

"Kau!"

"Sudah hentikan! Maaf ya tuan-tuan, ini Cuma kesalahpahaman saja. Mereka tak bermaksud membuat keributan. Kami akan segera pergi darisini", ujar Sai sambil tersenyum lalu menyeret Ino dari situ. Sasuke juga mulai menyeret Sakura darisitu.

Kini mereka berjalan menjauh dan kerumunan itupun bubar. Sai mulai menasehati mereka. Sai mengatakan kata-kata mutiaranya walaupun sebenarnya kata-kata itu semuanya diambil dari buku yang dibacanya. Ino dan Sakura hanya mengangguk-angguk saja. Sai kemudian menyuruh mereka saling meminta maaf. Awalnya mereka tak mau, tapi karena diancam akan digenjutsu Sasuke kalau tak mau, akhirnya mereka pun saling meminta maaf.

"Begitu dong, janji ya ngak akan bertengkar lagi. Kita semua adalah rekan jadi harus bersahabat satu sama lain", ujar Sai sambil tersenyum.

"Ya, Sai-kun, gomen ne..", ujar Ino.

"Iya-iya, Sai-senchou", ujar Sakura.

"Baiklah ayo kita kembali berkeliling desa!", ujar Sai lalu mereka mulai berjalan kembali.

Kini mereka berjalan di pinggiran desa yang sedikit dekat dengan tempat para Oni dan Samurai Force berada. Ternyata ada Oni disitu dan menghadang mereka.

"Hahaha ada manusia disini. Ayo bersiaplah untuk mati!", ujar oni.

"Kyaaa..makhluk apa itu?", ujar Sakura dan Ino ketakutan melihat wujud Oni yang mengerikan.

"Hei kalian ini makhluk apa? Kenapa kalian menyerang manusia?", tanya Sai.

"Kami adalah Oni. Kami lahir untuk memusnahkan manusia dan menguasai dunia ini!", ujar salah satu Oni.

"Memusnahkan manusia? Wah-wah sebuah impian yang mengerikan. Tapi aku tak suka itu. Jadi bagaimana kalau kita singkirkan mereka kawan-kawan?", ujar Sai.

"Ayo Sai-senchou, kita singkirkan mereka!", ujar Kazehaya.

"Kawan-kawan serang!", ujar salah satu Oni.

Para Oni mulai menyerang Sai dkk. Tapi Sai dkk mengambil sesuatu yang terikat di pinggang mereka. Ternyata itu adalah pistol.

"KAIZOKU TECHNIQUE: KAIZOKU BLAST!"

Peluru-peluru laser meluncur dengan cepat ke arah Oni-Oni. Setelah terkena tembakan itu para oni langsung terkapar tak berdaya. Para Oni lain yang tersisa mulai menyerang. Sai dkk kini mengambil pedang masing-masing dan mengayunkannya.

"KAIZOKU TECHNIQUE: KAIZOKU SLASH!"

Sementara itu Samurai Force kini telah berhasil mengalahkan semua Oni yang berada di daerah itu. Kini mereka mulai berjalan kembali dan mendekati tempat pertarungan Sai dkk. Mereka pun melihat Sai dkk yang sedang bertarung dengan Oni. Mereka kaget melihat Sai dkk yang bertarung dengan senjata-senjata yang aneh. Sai dkk akhirnya berhasil mengalahkan semua Oni disitu.

"Fuuhh, makhluk yang merepotkan. Akhirnya mati juga...", ujar Sai sambil mengelap keringatnya dengan lengannya.

"HEI KALIAN!"

Sai dkk kaget dan menoleh ke asal suara itu. Ternyata Neji yang telah berteriak kepada mereka. Sai dkk kaget melihat Samurai Force. Samurai Force kini berjalan menghampiri Sai dkk.

"Kalian ini siapa? Lalu teknik dan senjata apa yang kalian gunakan tadi?", tanya Neji.

"Neji? Kau ini Neji kan?", tanya Sai.

"Darimana kau tahu namaku orang aneh? Sebenarnya kalian siapa?", tanya Neji.

"Wah ada Tenten, Sasori si pembuat kugutsu, Sasame kunocihi desa Oto, Matsuri dari Suna dan si baka Naruto!", ujar Sakura.

"Hei darimana kalian tahu nama-nama kami? Sebenarnya kalian ini siapa?", tanya Tenten.

"Kami ini perompak yang mengarungi angkasa. Perompak yang ingin menemukan harta paling berharga di alam semesta ini, Sora Kaizoku!", ujar Sai.

"Sora Kaizoku? Aku tak pernah mendengarnya", ujar Neji bingung.

"Lalu kalian ini siapa? Apa sebuah grup kendo atau semacamnya? Kulihat kalian semua membawa pedang", tanya Sai.

"Kami adalah Samurai Force. Grup Samurai yang memiliki 6 katana legendaris dari Era Samurai. Aku ketuanya, Hyuuga Neji", ujar Neji.

"Jadi, mereka ini yang memiliki 6 katana legendaris. Tak kusangka dapat menemukan harta karunnya secepat ini..", batin Sai sambil tersenyum.

"Aku kapten Sora Kaizoku, Shimura Sai, lalu mereka ini adalah rekan-rekanku, Yamanaka Ino, Haruno Sakura, Uchiha Sasuke, dan Rikudou Kazehaya", ujar Sai sambil menunjuk satu persatu orang-orang yang disebutkannya.

"Sou ka..Lalu apa tujuanmu kemari?", tanya Neji.

"Aahh itu...", ujar Sai.

"TEMAN-TEMAN!"

Mereka semua langsung menoleh ke arah suara itu. Seorang gadis berlari menuju ke arah mereka dan langsung berhenti di samping para Sora Kaizoku. Para Samurai Force kaget melihat sosok gadis itu.

"Aku mencari-cari kalian daritadi. Untuk ada radar ini jadi aku bisa melacak kalian. Kenapa berkumpul disini?", tanya Hinami.

"Hei Hinami, kenapa rambutmu berubah warna jadi indigo?", tanya Sakura.

"Hinata...", ujar Naruto sambil terperangah melihat Hinami.

"Eh?", Hinami kaget lalu melihat ke arah Naruto.

"O-Otou-san!", ujar Hinami kaget.

To Be Continued...

Yosh! Season 2 dimulai! Di season ini, saya memunculkan Sasori dan Sasame sebagai dua anggota baru Samurai Force. Juga saya memunculkan chara dari fic pertama saya yaitu Sora Kaizoku. Di Sora Kaizoku ada 2 OC bikinan author yaitu Rikudou Kazehaya dan Uzumaki Hinami. Sebagai info, Uzumaki Hinami itu adalah anak dari Naruto dan Hinata dari dimensi Sora Kaizoku. Pada dimensi Sora Kaizoku, Hinami adalah orang dari masa depan yang bergabung dengan Sora Kaizoku. Untuk lebih jelasnya silahkan baca fic Sora Kaizoku milik saya.

Balas review dulu:

Nervous: Ok! Thx buat RnR!

Kyuubi no Baka: OK, saya akan mencoba membuatnya lebih keren lagi dan ngak angst. Saya usahakan happy ending. Thx buat RnR!

Uzumaki 21: Kazehaya, OC buatan saya. Berambut hijau terang, dengan dijabrik bagian belakang kepala. Anggota Sora Kaizoku yang kedua, sahabat baik Sai. Memiliki Rinnegan. Hina itu nama lengkapnya Uzumaki Hinami. Anak dari Naruto dan Hinata di dimensinya Sora Kaizoku. Memiliki wajah dan gaya rambut seperti Hinata tetapi berambut pirang. Memiliki byakuugan tetapi menguasai Rasengan. Memiliki senyuman manis Hinata sekaligus punya cengiran khas kayak Naruto. Thx buat RnR!

Blue-senpai: Ok! Thx buat RnR!

Ypratama17: Hina-chan memang dari masa depan tetapi dari dimensi yang berbeda dengan Era Samurai. Ya sepertinya begitu. Thx buat RnR!

Bala-san dewa: Ok! Memang dari awal saya berniat memunculkan chara Sora Kaizoku. Shikamaru sepertinya ngak dapat peran, maaf ya... Thx buat RnR!

Akira no Rinnegan: Ya memang saya sengaja buat angst di akhir season 1. Ok! Thx buat RnR!

Bunshin Anugrah ET: Mereka adalah Sora Kaizoku. Perompak yang dulunya ninja. Mereka memiliki teknik yang disebut Kaizoku Technique dan juga memiliki jurus ninja. Mereka berasal dari dimensi Konoha yang lain. Mereka datang ke Era Samurai menggunakan portal dimensi yang dimiliki kapal mereka, Akasora. Untuk lebih jelasnya baca aja fic saya Sora Kaizoku. Kalau Gaara, lihat aja nanti. Ya Hinami sepertinya akan jadi pengganti Hinata. Ok! Thx buat RnR!

Makasih banyak bagi para readers yang udah menyempatkan diri untuk membaca fanfic ini. Semoga anda sedikit terhibur dengan cerita yang disuguhkan. Jangan lupa memberi jejak berupa review ya?

REVIEW PLEASE?

ARIGATOU GOZAIMASHITA!