"Kita bisa mendapat hak asuh penuh." Kata salah satu pengacaranya. Siwon yang mendengarnya tentu saja tidak terima. Tangannya meminta Ryeowook untuk pergi, dan Ryeowook berlalu.

"Kau tidak bisa mengambil anak-anakku." Ucap Siwon sebal.

"Sejak kapan kau peduli?" Balas Kibum sakartis. Siwon tidak berkutik. Dia memang menyadari bahwa dia bukan sosok ayah dan suami yang baik untuk keluarganya.

Dan ketika pandangan matanya menatap Kyuhyun yang memasuki kelasnya dengan masih sibuk pada ponselnya, Siwon tersenyum. Satu ide melintas dalam pikirannya.

.

.

Mrs Kim siFujoshi

Present

~ 17 Again BL ver ~

Cast : Choi Siwon x Kim Kibum

Genre : Drama dan entahlah,, saya gak mudeng genre ^^

Rated : T

Tahu film ini kan? 17 Again nya Zac Efron?

Jadi ini versi BL nya, kekeeke ^^

.

.

Saya kasih castnya nihh :

Choi Siwon as Mike O'Donnell

Kim Kibum as Scarlett O'Donnell

Cho Kyuhyun as Margaret " Maggie " O'Donnell

Minho as Alex O'Donnell

Lee Donghae as Ned Gold ( Sorry ^^ )

Lee Hyukjae as Jane Masterson ( kepala sekolah SMA )

Kangta as pelatih Murphy

Kim Heechul as Naomi

Zhoumi as Stan ( Pacar Maggie )

Taemin as Nicole ( Pacar Alex ) – Taemin!GS

sudah kelihatankan couple nya capa aja ^^v

well, enjoy reading yaaa ^^

.

.

.

Kyuhyun memasuki kelas yang sama dengan Siwon. berjalan dengan gerakan slowmotion #plakk *efekFilm menghampiri temannya.

"Dengar. Aku sangat dekat dengan mereka lebih dari yang kau pikirkan." Siwon menutup bibirnya dengan sebelah tangannya ketika mengucapkan kalimat ini.

Kibum mengerutkan keningnya. Pasalnya selama ini Siwon terlalu larut pada pekerjaannya. "Kita jadwalkan hari lain." Lanjut Siwon dan langsung menutup ponselnya. Membuat Kibum makin bernafsu untuk menceraikan Siwon.

...

Kyuhyun menghampiri teman-temannya. Memberi salam dengan saling memukul bahu dan kemudian menyapa dengan tawa riang. Dan ketika matanya beredar(?) mengelilingi suasana kelas, tanpa sengaja bertatapan dengan Siwon – kalo diskul jadi Seunghyun yaa – dan Seunghyun tersenyum sambil melambaikan tangannya pada Kyuhyun. Sok kenal.

"Kenapa anak baru itu melambai padaku?" Bisik Kyuhyun pada Ryeowook. Teman yang berdiri disampingnya.

"Entahlah." Jawan Ryeong singkat. "Tapi jika dia sebuah apel, rasanya pasti sangat,, hhmmm,, Yummy.." Ryeong mulai mengeluarkan senyum genitnya.

Seunghyun? Masih tersenyum yang *maaf agak idiot tapi tetap tak kehilangan pesonanya melihat Kyuhyun berbincang dengan Ryeong yang menurutnya – dan benar saja – sedang membicarakannya.

Kelihatannya Siwon akan memanfaatkan perubahan tubuhnya untuk lebih mendekatkan diri lagi pada kedua putranya di SMA.

.

.

_lapangan basket_

Seperti biasa, lapangan basket pasti penuh dengan remaja-remaja pria – dilapangan tentunya, remaja-remaja putri yang berperan sebagai ciliders *tulisannya gimana sih? Dan remaja pria berstatus uke dibangku penonton dengan tatapan laparnya.

Terlihat Seunghyun men-drible bola basket dan melakukan lompatan Lay up. Masuk. Tentu saja.

"Yes!" Seunghyun mengepalkan tangannya. "Ternyata tubuhku masih mengingat bakatku."

"Well, aku dalam kondisi prima saat ini. berikan bolanya." Pinta Seunghyun pada seorang anggota tim basket lainnya.

Setelah mendapat bolanya, Seunghyun mulai mendriblenya dengan racuan, "Pura-pura kekanan, ke kiri, gerakan khusus dan ..." Seunghyun melompat dan slappp.. tentu saja bolanya masuk ring.

"Hai Boy!" panggil pelatih Kangta. Percaya atau tidak, pelatih tampan satu ini tidak banyak berubah.

Seunghyun yang familiar dengan suara itu menoleh pada sumber suara. Jari telunjuknya menunjuk dirinya sendiri dan pelatih Kangta mengangguk. Setelah Seunghyun mendekat, pelatih Kangta mengulurkan tangannya untuk mengenalkan dirinya.

"Aku pelatih Kangta." Seunghyun menyambut uluran tangan Kangta dengan komentar..

"Woww, kau masih disini."

"Apa?" tentu saja Kangta heran. Seunghyun memainkan bola matanya mencari alasan.

"Anda seorang legenda." Jawab Seunghyun dengan senyum anehnya.

"Well, sudah 20 tahun." Jeda. "Ini tahun terakhirku." Lanjutnya sambil memperhatikan sekeliling lapangan basket.

"Lemparan hebat. Permainanmu bagus." Lanjut lagi pelatih Kangta. Seunghyun? Tersenyum bangga.

"Kami sedang mencari penyerang." Masih pelatih kangta yang berbicara karena Seunghyun hanya menanggapinya dengan senyuman bangganya. Tapi kaliat terakhir ini sepertinya menarik perhatian Seunghyun.

"Benarkah?" respon Seunghyun.

"Ikutlah uji coba."

"Baik." Seunghyun tersenyum dan mengangguk-angguk. Masih didepan Kangta.

"Aku sudah selesai bicara." Lanjut Kangta. Maksudnya, Seunghyun bisa meninggalkannya dan kemabali latihan.

"Oh Oke." Seunghyun berlari ketengah lapangan. Mengikuti alur permainan mari-lempar-bola bersama anggota tim basket.

.

.

_Donghae house_

Donghae sedang tengkuran diatas sofa nyamannya dengan laptop didepannya. Bermain game ternyata. Tapi telinganya memakai headset dan sedang bertelepon ria dengan Seunghyun.

"bagaimana?" tanya Donghae. masih menggerakan kakinya yang dia tekuk keatas dan jemari bermain game.

"Semuanya baik." Jawab Seunghyun di line seberang. "Pelatih Kangta memintaku masuk tim."Itu bukan kebetulan kan." Lanjut Seunghyun.

Sepertinya Siwon muda ini sedang berada ditoilet yang ewhh lumayan jorok. Dan kakinya sibuk melepaskan tisu yang berserakan dilantai dan terinjak oleh sepatunya. Tahukan kalo tisu mudah menempel bila kena air dikit aja.

"Benar." Jawab Donghae singkat. "Aku senang kau menemukan tadirmu. Tolong bantu aku." Lanjut Donghae.

"Apa?" tanya Seunghyun. Kini dia sudah nampang didepan cermin diatas washtafel.

"Kau harus cari masalah. Bukan masalah besar. Hanya cukup sampai kepala sekolah ingin bertemu ayahmu." Jelas Donghae. modus.

Seunghyun menghentikan gerakan menyisir rambutnya dengan jare. Menatap aneh bayangannya sendiri dicermin dengan kedua alis terangkat.

"Well, kita lihat saja nanti. Aku tahu apa yang kau maksud. Dan sebagai sahabat terbaikmu – mengingat hanya aku sahabatmu – akan aku usahakan." Jawab Seunghyun.

Telpon ditutup. Seunghyun memasukan ponselnya pada saku jaketnya. Selanjutnya dia membuka resleting celananya. Nah, dilarang ngintip yaa -_- tapi ...

"Hei, apa ada orang? Bisa tolong aku?" terdengar suara seorang lelaki menginterupsi kegiatannya. #reader mendesah kecewa #plakk

Seunghyun menaikan kembali resletingnya dan mendatangi bilik toilet sumber suara. Yang kebetulan tepat disebelah errr pisspot tempat dia akan buang air. Penasaran, Seunghyun menaiki pinggiran pisspot untuk mengintip siapa dibalik bilik yang meminta tolong itu.

"Minho?" Seunghyun kaget. Apalagi Minho – putra bungsu Siwon.

Seunghyun turun dan memasuki bilik tempat Minho duduk dengan diatas kloset tubuhnya dililit lakban. Seunghyun berdiri didepan Minho dengan berkacak pinggang. Menatap tidak percaya akan kondisi putra bungsunya.

"Siapa yang melakukannya?" tanya Seunghyun setelah mendengus kasar. Merutuki kebodohonnya karena tidak tahu masalah kedua putranya.

"Pemain inti tim basket." Jawab Minho datar. Oke, ini bukan pertama kalinya. Bisa dibilang Minho sudah terbiasa.

"Kenapa? Kau anggota tim. Kau populer." Setidaknya itu yang Siwon asumsikan tentang Minho yang memang menuruni bakat basketnya. Setidaknya itu yang dia lihat setiap latihan sore dirumah, tapi disekolah? Siapa yang tahu apa yang sebenarnya terjadi?

"Ini hal pribadi dan aku tidak mengenalmu, oke." Minho menatap tajam Siwon muda yang tentu saja tidak dikenali putranya. 'Ni orang bukannya menolong dulu baru tanya-tanya. Dasar!' batin Minho.

"Oh maaf." Seunghyun tersenyum. "Aku Lee Seunghyun. Anak Lee Donghae. aku baru masuk." Seunghyun mulai memperkenalkan diri.

"Baguslah. Aku mau bersalaman tapi tanganku terikat." Jawab Minho agak sinis.

"Oh benar. Maaf." Seunghyun cengo juga karenanya.

"Bisa tolong aku?" lanjut Minho. "Tentu." Jawab Seunghyun. Tapi kedua tangannya bingung karena, bagaimana caranya membuka lilitan lakban tanpa gunting atau cutter?

"Robek saja." Lanjut Minho, mengerti kebingungan Seunghyun. "Oh okee." Seunghyun mulai merobek lakban dan berhasil.

Srekkk!

Minho meringis perih.

.

.

_Kantin_

Seunghyun dan Minho berjalan mencari kursi kosong sambil membawa nampan makan siang mereka.

"Kenapa kita tidak pernah bertemu?" Tanya Minho penasaran. Donghae yang 'seperti itu' bisa punya anak bagaimana ceritanya?

"Well, ibuku tidak mau ada yang tahu bahwa dia punya anak dari Lee Donghae." jawab Seunghyun yang mulai lancar mengarang kebohongan riwayat hidup barunya.

"Itu masuk akal." Tanggap Minho sambil mengangguk setuju.

"Karena kita satu keluarga, ayahku bilang kita harus saling mengenal lebih dekat lagi. Bagaimana menurutmu?" lanjut Seunghyun. Mungkin naluri seorang 'ayah' nya masih tertinggal hingga tanpa sadar dia ingin mendekatkan diri pada putranya.

"Ya kenapa tidak." Minho melihat kursi kosong dan mendudukan diri disana. "Lain kali kau bisa datang sebelum aku diperban." Lanjut Minho setelah Seunghyun duduk didepannya.

Seunghyun dan Minho mulai memakan makan siang mereka. Sambil makan, mata Minho mengawasi segerombol remaja putri anggota cheers. Ah tepatnya ketua mereka. Cewek cantik nan imut yang sedang bercanda dengan teman-temannya. Seunghyun yang melihatnya, mengikuti arah pandang Minho dan paham dengan apa yang sedang dialami putra bungsu. Yeah, cinta masa SMA.

"Siapa itu?" tanya Seunghyun dengan nada menggoda dan tak lupa senyum jailnya.

Minho tersenyum aneh sebelum menjawab singkat, "Taemin."

"Kalian berkencan?" lanjut Seunghyun. Mulai kepo dengan kehidupan sekolah putranya yang selama ini tidak dia ketahui.

"Tidak. Dia ketua cheers. Dia takkan kencan denganku." Jawab Minho, merendah. Remaja putra satu ini belum menemukan jatidirinya. Katakanlah, masih labil. Tapi labilnya Minho lebih ke introvert.

"Pertama aku bertemu Ibumu, aku sangat ..."

"Kau bertemu ibuku?" potong Minho, mengernyit heran. "Apa?" tanya Seunghyun aneh. Well, tanpa sadar dia berperan kembali menjadi seorang ayah.

"Ibuku?" Minho menegaskan pertanyaannya. "Kau bilang pertama kali bertemu ibuku." Meski mimik muka heran Minho masih terpasang sempurna tapi kebutuhan perutnya tidak bisa dia abaikan. Jadi sambil dia lanjutkan makannya.

"Mwo? Apa ibumu sexy?" Seunghyun mulai memasang ekspresi anehnya. Maksudku ekspresi salah tingkahnya.

"Aku harus jawab apa?" Minho balik tanya dengan nada sakartis.

"Oh ayolah, aku hanya bercanda." Seunghyun mulai tertawa garing.

Manik mata Minho menangkap segerombol remaja putra dengan sragam football mereka. Dia mulai menunduk sambil curi-curi pandang. Seunghyun didepannya menatapnya aneh dan membalik tubuhnya.

"Siapa?"

"Zhoumi."

_tbc_

Huft,,,,, bagaimana?

Oke, terima kasih untuk reviewers dan viewers kemarin #deepbow

Mind to review again?