Tittle:: My Cousin Is My Best Partner Chapter 7
Kim JongIn -Kai-
Do KyungSoo -D.O-
KaiSoo
KriSoo
Warn:: typos! GS! DLDR! NC! bagi yang menginginkan Kyungsoo sosok yang polos menjauh perlahan! Baca abis tarawih bagi yang muslim! Yang nekat dosa tanggung ndri!
Prev Chap~
"sudah ku katakan. apapun aku tahu selama itu tentangmu Kyungie,, bahkan sampai rahasia yang selalu kau jaga dari semua orang disekitarmu."
Wajah putih merona yang sedari tadi menghiasi Kyungsoo kini berubah dengan putih pucat seketika.
Do KyungHee Present
My Cousin Is My Best Partner Chapter 7
"ra.. Rahasia apa yang kau maksud oppa?"terbata dengan pertanyaan yang dia keluarkan. Rasa takut menggerayangi tubuh Kyungsoo.
"Rahasia bahwa kau pernah ketahuan mengupil di depan pria yang kau taksir saat SMP...hahahaha" Dengan tawa terbahak Kris menjawab pertanyaan Kyungsoo. Tanpa Kyungsoo tahu bahwa jawaban itu hanyalah salah satu rahasia yang diketahui si pria tinggi.
Termasuk hubungannya yang terlampau jauh dengan Jongin.
My Cousin Is My Best Partner -KaiSoo-
Terlihat sebuah mobil hitam yang tidak terlalu besar terisi dengan beberapa tumpuk box kardus serta barang barang seperti gitar dan bola basket.
"sudah selesai semua Jongin?" tanya yang berasal dari sebuah suara lembut milik nyoya Do menyapa gendang telinga Jongin.
"belum ahjumma.. Masih ada dua box berisi buku bukuku di dalam kamar."Ujar Jongin dengan ekspresi datarnya.
"ne arraseo. Ambillah kalau begitu,tapi bagasi sudah tidak ada ruang sepertinya. Letakan di jok belakang penumpang saja. Ahjuma rasa masih ada tempat untukmu duduk nantinya"senyuman dan rasa sayang Nyonya Do berikan untuk keponakannya. Menjawab dengan anggukkan kecil, berbalik dan dikejutkan oleh sebuah pelukan dari yeoja yang tak ia ketahui kapan kedatangannya.
"Jongin ahhhh~~akhirnya kau tinggal denganku juga~aku jadi mempunyai teman dirumah."ucap Kyungsoo tanpa melepaskan pelukan pada namja terbalut kulit cokelat itu. Membuahkan senyum manis dari Jongin.
"kenapa kau kesini?tidak langsung pulang?"melepaskan pelukan hangat yang ia senangi dari sepupu cantiknya itu.
"aku ingin membantumu membawakan barang barangmu. Dimana mobil pengangkutnya?apa belum datang." heran Kyungsoo saat tak melihat mobil pengangkut barang yang disewanya semalam.
"kita tidak jadi memakai jasa angkut barang Kyungie, terlalu lama menunggu,mereka mengatakan bahwa baru bisa lusa untuk mengangkut barang barang Jongin, jadi appamu memutuskan kita pakai mobil pribadi saja."jelas eomma dari anak yang masih memakai seragam sekolah itu.
"apakah muat?"
"sepertinya muat hanya dua box yang belum masuk Kyungie."kini Jonginlah yang mengambil alih perkataan nyonya Do.
"ada Kau Kyungie? Ahh Jongin ahh, ini box milikmu masukanlah."tuan Do terlihat menahan berat dua box didepan tubuhnya dengan dua tangan, segera Jongin ambil satu box di tumpukan atas dan memasukannya pada bagian pojok kiri belakang kursi penumpang. Diulanginya gerakan itu dengan box yang tadi dipegang oleh tuan Do.
"baiklah sudah selesai. Kita bisa pergi sekarang."tuan Do masuk kedalam kursi kemudi yang terletak berada di depan box box tadi. Jongin beralih pada sesosok wanita setengah baya dengan potongan rambut sebahu yang sedari tadi hanya terdiam berada di samping nyonya Do, adiknya. Menatap Jongin yang seakan tidak rela dengan perginya anak laki laki kebanggaannya. Tapi iapun sadar bahwa dengan memaksa Jongin tinggal dengannya serta suami dan anak tirinya hanya akan membuat Jongin lebih terksiksa.
"aku pergi eomma. Jaga kesehatanmu. Aku akan baik baik saja" hanya itu yang bisa Jongin ucapkan. Pelukan dari sang ibu ia rasakan, pelukan hangat.
"eomma akan selalu menghubungimu.
Eomma pinta kau harus memperhatikan kesehatanmu. Jaga Kyungsoo seperti ahjumamu menjagamu Jongin. Maafkan eomma, Eomma mencintaimu.." merasakan bahu kirinya basah,tanpa satu kata yang ia ucapkan hanya balasan pelukan yang Jongin berikan.
Melepaskannya dan mendekati mobil milik tuan Do dimana Kyungsoo dan nyonya Do berada di sisinya.
"Eomma. Dimana aku duduk? Tidak ada tempat untukku~"sadar Kyungsoo begitu membuka pintu belakang pada sisi mobil itu.
"siapa suruh kau menyusul kemari. Jadi jangan salahkan eomma jika tak ada tempat untukmu Kyungie~" balas nyonya Do dengan cibiran dan godaan untuk Kyungsoo.
"sudah kau duduk di pangkuan Jongin saja. Tidak apa kan Jongin kau sedikit repot menahan berat tubuh Kyungsoo yang mulai membesar ini?"tak henti menggoda Kyungsoo yang kini membulatkan mata karna perkataan sang Eomma.
"Eommaaaa! Aku tidak genduttt" ucap Kyungsoo kesal.
"sudahlah Kyungie. Biar kupangku."Jongin masuk terlebih dahulu dan menempatkan dirinya pada ruang yang berukuran satu orang disebelah box box miliknya, disusul dengan nyonya Do menempati kursi disamping Tuan Do yang membelakangi Jongin. Pasrah dengan keadaan Kyungsoo masuk kedalam mobil setelah berpamitan dengan nyonya Kim selaku ahjummanya.
Menduduki paha Jongin dengan sedikit ragu. Meletakkan tas ransel miliknya di pahanya sendiri agar tak mengganggu Jongin di belakangnya. Tanpa Kyungsoo sadari bahwa seorang Kim Jongin sedang menutupi kegugupannya. Jongin adalah remaja yang normal,remaja yang mengenal apa itu nafsu, serta remaja yang entah berapa kali menonton film dewasa. Melihat Kyungsoo dengan Rok seragam yang pendeknya sedikit melebihi peraturan sekolah, berada di pangkuannya cukup membuatnya salah tingkah. Hanya dengan melihat Kyungsoo memakai seragam tanpa melakukan apapun saja sudah membuatnya merasakan degupan jantung yang lebih kencang dari biasanya, apalagi jika ia kini ditempatkan dalam posisi ini. Jangan salahkan ia jika pikiran pervertnya bekerja dengan otomatis. Kyungsoo? Terlihat dari cara duduknya yang seakan mengambang,tidak sepenuhnya duduk pada paha Jongin, masih menahan berat tubuhnya dengan kedua kakinya. Hanya sebatas setengah paha Jongin yang ia duduki, menjauhi daerah yang menurutnya emmhh sedikit berbahaya.
Dukkk!
"arghhh appha! Dahiku~" rintih Kyungsoo saat dahinya terkantuk Jok didepannya yang diduki nyonya Do, sibuk dengan cara duduknya tak memperhatikan jalanan bahwa tuan Do akan menekan Rem.
"gwenchana?" tanya Jongin memajukan tubuhnya guna melihat dahi Kyungso sehingga membuat sesuatu yang dihindari Kyungsoo sedikit mengenai bokong bulatnya.
Memberikan sebuah rasa yang aneh pada tubuh kedua anak manusia itu. Jongin menutupi salah tingkahnya dengan sedikit memutar tubuh Kyungsoo dan menyingkirkan tangan putih yang menutupi sedikit kemerahan di dahinya. Mengusap bagian merah itu berharap meredakan rasa sakit.
Kyungsoo memutar tubuhnya kedepan mengihindari Jongin yang membuat jantungnya berkerja lebih cepat.
"Mundurlah." Jongin menarik Kyungsoo agar mendekat pada tubuhnya dengan melingkarkan tangannya pada perut rata Kyungsoo. Membuat bokongnya semakin menghimpit bagian selangkang Jongin yang kini sedikit bereaksi. Merasakan keanehan pada bagian intimnya, membuat Kyungsoo menggerakan tubuhnya bermaksud mencari kenyamanan yang ternyata menghasilkan keadaan sebaliknya. Sesuatu keras terganjal di pertengahan pantat yang terhalangi dengan beberapa lembar kain miliknya dan Jongin semakin terasa kehadirannya. Ia tahu bahwa ini sebuah posisi yang tidak lazim untuk seseorang namja dan yeoja terlebih mereka saudara. Namun saat ini tubuh Kyungsoo seakan tak perduli dengan bisikan hatinya. Tak jauh beda halnya dengan Kyungsoo Jongin pun merasakan apa yang Kyungsoo rasakan. Setan yang bersarang di tubuhnya menyuruhnya melakukan sesuatu terhadap tubuh mungil sedikit berisi di beberapa bagian dihadapannya itu.
Menyerah. Jongin menyerah dengan tekanan batin yang sedari tadi ia tahan saat Jongin merasakan pergerakan Kyungsoo.
"Jangan berisik Kyungie." meraba perut ramping Kyungsoo dari luar seragamnya yang dijawab sebuah anggukan kecil dari Kyungsoo dengan bibir merah yang ia gigit.
Jongin menaikan usapannya dan terhenti di sebuah gundukan kenyal yang terasa pas dengan genggaman tangan miliknya. Meremas payudara kanan Kyungsoo, dan sedikit menggerakan pinggulnya. Menggesekan vagina Kyungsoo dengan penis miliknya yang masih terbungkus jeans hitam miliknya.
"hmp" Kyungsoo segera menutup mulutnya rapat saat hampir lolosnya sebuah desahan. Membuka tiga Kancing bawah seragam Kyungsoo, yang langsung disambut Kulit lembut milik sepupunya, patut disayangkan bahwa dia tak bisa melihat itu.
"tutupi dadamu dengan tas itu" suruh Jongin yang dituruti Kyungsoo dengan gerakan lambat. Membuka satu kancing lagi tanpa menyentuh dua kancing atas Kyungsoo. Betapa bersyukurnya Jongin banyak barang yang memudahkan aksinya,tas yang menutupi Tubuh Kyungsoo sebatas dada atasnya, tinggi Box kardus yang menutupi mereka dengan Tuan Do. Dan Rok Rempel pendek sekolah Kyungsoo yang membuatnya dengan mudah meraba vagina kyungsoo diluar celana dalam hitamnya.
Mengangkat sedikit tubuh Kyungsoo semakin gencar menggerakan pinggulnya menggesek bagian intim mereka.
Memasukan tangannya di payudara Kyungsoo berniat mengeluarkan dari bra warna senada dengan celana dalam tadi, dengan perlahan namun ditekan yang membuat itu semakin terasa.
Ohh Kim Jongin kau tidak menyadari keberuntungamu lagi bahwa kaca mobil itu berwarna hitam kelam yang tak mudah dilihat oleh orang luar. Berhasil mengeluarkan satu payudara kanan Kyungsoo dengan tangan kananya pula, meremas dengan sedikit keras dan memelintir nipple yang mengeras. "euh" suara kecil yang Kyungsoo keluarkan saat jemari Jongin membuka bibir Vaginanya dan menggesekan klitorisnya dengan jari tengahnya lewat celah pinggir celana dalam, tak membuat kedua orang tua yang terfokus dengan jalan itu menyadari perbuatan mereka.
Jongin untuk pertama kali merasakan kenyalnya klitoris seorang wanita selama hidupnya. Semakin membuatnya kehilangan kesadaran menggesekan jarinya semakin cepat,Kyungsoo semakin kewalahan, melampiaskan dengan tas yang ia gigit kencang di ujungnya. Jongin menemukan lubang Kyungsoo yang telah basah dengan lendir, jari tengah yang entah sejak kapan bersarang didalammya. Merasakan kehangan lubang surga sepupunya, menambahkan jari telunjuk membuat Kyungsoo semakin erat akan gigitannya meredam rasa perih menjalar di vaginanya.
"sunyi sekali.. Ahh bukankah sekarang adalah pertandingan baseball Jongin?apakah itu disiarkan di kucari." tuan Do menyalakan radio yang langsung tersiar pertandingan Baseball diinginkannya.
"b benar ahjusi. Ahhh! I.. itu dia" sedikit tergagap menjawab akan pertanyaan dadakan itu. Sunyi yang tadi tercipta,kini tergantikan dengan ramainya suara penyiar yang sedang menyiarkan jalannya pertandingan.
"angkat tubuhmu Kyungie" Kyungsoo mengangkat sedikit tubuhnya menurut dengan perkataan Jongin tanpa tahu apa yang akan Jongin lakukan.
Teeekk.. Sreet..
Melebarkan matanya saat mendengar bunyi yang ia tahu apa itu. Jongin mengeluarkan penisnya setelah terbukanya kancing serta resleting jeans dan menurunkan sedikit bersama boxer dan celana dalamnya. Melakukan hal yang sama dengan celana dalam Kyungsoo, hanya pertengahan paha dan masih tertupi oleh Rok pendek berempel itu. Menarik tubuh Kyungsoo menduduki pangkal pahanya yang menyebabkan tersentuhnya penis Jongin dengan vagina basah miliknya secara lagsung. Menggerakan pinggulnya dengan bantuan tanggan Jongin, sehingga semakin banyaknya lendir membasahi vaginanya, ditambah dengan precum milik Jongin yang sedikit keluar.
"jong.." menggeram dan meremas tangan Jongin yang sempat berhenti bergerak di payudara sintalnya,Jongin mengerti bahwa Kyungsoo tak kuat lagi menahan nafsu dari rangsangannya. Kembali mengangkat tubuh Kyungsoo menempatkan penisnya tepat di lubang vagina Kyungsoo setelah beberapa kali menyenggol klitoris Kyungsoo saat mencari lubang itu.
"ahhh!"jerit Kyungsoo saat Jongin memasukan keseluruhan penis dan merobek selaput daranya, membuat kedua orang tuanya menoleh
"wae Kyungi?tanya nyonya Do.
"Annio eomma. Gwenchana leganku terjepit kardus ini" nyonya Do memalingkan wajahnya setelah menganggukan kepalanya mendengar jawaban dari sang anak.
"akting yang bagus Kyungie."mengucapkan bersama dengan Bergeraknya pinggul Jongin mengeluar masukan penisnya pada vagina sempit dan hangat Kyungsoo. Keduanya menahan erangan nikmat saat gesekan batang kulit milik Jongin terhadap vagina Kyungsoo. Jongin menyodok dengan perlahan tetapi selalu tepat mengenai bagian terdalam Kyungsoo. Mengenggam erat tangan Jongin yang yang masih setia meremas payudaranya saat merasakan puncak kenikmatan dari kegiatan tersembunyinya bersama Jongin. Mengeluarkan cairan hangat yang langsung mengenai penis Jongin di dalammya. Jongin menyusul Kyungsoo saat tak kuat menahan kenikmatan pada penisnya yang diremas kencang serta di siram cairan hangat oleh vagina Kyungsoo, mengeluarkan spermanya di dalam vagina Kyungsoo tanpa sempat mengeluarkan. Keduanya terengah tanpa suara yang terlamapu berisik.
Membenarkan pakaian seragam kyungsoo setelah memasukan kedua payudara itu kedalam pembungkusnya. Kyungsoo mengeluarkan sapu tangan dari dalam tas ransel berwarna pink itu dan menyerakannya pada Jongin menyurhnya membersihkan kekacauan di daerah bawah mereka.
"kau dalam masa subur Kyungie?"tanya Jongin dengan nada pelan.
"anioo.. Ini bukan masa suburku."
My Cousin Is My Best Partner -KaiSoo-
Blammm!
Bayangan pertama saat kesalahan itu terjadi buyar begitu saja saat Jongin mendengar suara mesin mobil dan pintu mobil yang tertutup di depan rumahnya. Melihat Kyungsoo dari jendela kamarnya di lantai dua.
Menjauh dari jendela saat menghilangnya dua objek dari tempat itu, mengabaikan kedatangan Kyungsoo yang ia tunggu, hanya untuk memastikan keselamatannya.
Tok tok tok.. Ketukan kecil berasal dari daun pintu kamar Jongin.
Membukanya dan berhadapan dengan si pengetuk pintu.
"kau... Marah?"
Ucap Kyungsoo takut takut.
"aku lelah, aku butuh istirahat."
Mengucapkan itu tanpa ekspresi dan nada dingin.
"mereka tidak pulang. Kau tidurlah. Lelah bukan dengan acaramu."
Review 25-20=cepet updet
20-10=lama updet
10 kebawah aku END!
Byarin gantung begini..
Bnyk yg follow tp yg review dikit.. Cukup buat kesel juga ternyata.
Buat Kaisoo ship ada yg mau ga chat samaku?Line/WA/Sms aku sedia.. Mau berbagi pikiran ttng kaisoo buat tambah ilham khayalan ff ini.. Hehe
PM ne clo ada yg bersedia
Big Thanks to
dokyungsoo21/Kaisoo Fujoshi SNH/regitata/Oh Hannie/Milky /hyunie Kyungie/BBCnindy/kaisoo's child/shim yeonhae/Mrs. Lee Hyukjae/BrightMiracle/asoyasrii/Alychan/Kim leera/ Dan semua Guest Yang telah memberikan Review serta semangat untuk ku..
Jeongmal Gamsahamnida~~~
