Summary : Rukia telah bangun dari tidur panjangnya. Dan sekarang adalah saatnya upacara kelulusan siswa kelas 3!! Ada hadiah yang diberikan oleh Isshin pada Ichigo & Rukia secara diam-diam. Apakah itu???
Disclaimer : Tite Kubo-Sensei..aq pinjam, ya Bleach-nya…
Chapter 7 : Epilogue
Angin musim semi bertiup lembut. Bunga-bunga sakura bermekaran indah menghiasi setiap tempat. Begitu pula dengan Karakura High School, disekeliling gedung sekolah ini berdiri tegap pohon bunga sakura yang indah. Kelopak-kelopak bunga jatuh terbawa angin.
Hari itu adalah hari dimana semua siswa sedang sibuk mempersiapkan kelas masing-masing untuk acara kelulusan siswa kelas 3. setiap kelas 1 dan 2 harus menyiapkan 1 macam pertunjukan yang akan ditampilkan pada pesta kelulusan. Ada yang menyiapkan drama, komedi lawak, membaca puisi, band, dan sebagainya.
Kelas 1-D. kelas itu sedang berlatih menyanyi bersama kels 1 yang lainnya. Kelas 1 bertugas membawakan lagu Mars Karakura High School. Matsuyama Yumi-sensei yang bertugas memainkan piano. Semua siswa berlatih dengan serius agar dapat tampil dengan baik.
XXX
2 jam kemudian
"Akhirnya…selesai juga!!" teriak Keigo riang.
"Berisik!!" Ichigo mengayunkan tinjunya ke wajah Keigo. Akibatnya, Keigo terpental sejauh 10 m. Rukia yang melihat hanya bisa sweatdrop.
Ichigo, Rukia dan Keigo sedang berada di koridor sekolah, dalam perjalanan menuju ruang loker sepatu.
"Aww….Ichigo, kenapa kau begitu kejam?? Kuchiki-san…tolong lindungi diriku dari iblis ini!!" Keigo menangis di bahu Rukia.
"Siapa yang kau sebut iblis, hah? Menjauh kau dari Rukia!!" Ichigo membentak Keigo sambil menariknya agar menjauh dari Rukia.
"Tidak!!! Kuchiki-san..help me!!!" teruak Keigo yang di lempar keluar dari jendela oleh Ichigo.
"Dasar. Dia tidak pernah belajar dari pengalaman." Ujar Ichigo sambil mendengus kesal.
"Apa kau tidak kelewatan, sampai melemparnya keluar jendela?" Tanya Rukia dengan wajah innocentnya.
"Jangan bercanda. Sekeras apapun aku memukulnya, dia tidak akan mati. Kemampuan bertahan hidupnya sama seperti ayahku."
"Ahahaha kau benar. Sudahlah , ayo pulang!" ajak Rukia sambil menarik tangan Ichigo.
XXX
Esok siang harinya
"Konnichiwa, minna!!" sapa Yumi-sensei ceria.
"Konnichiwa sensei!" jawab siswa-siswi serempak.
"Baiklah, kita lanjutkan latihan yang kemarin. Lalu, untuk Shina Hajime dan Kuriyama Hinata, kalian berlatih menyanyikan sebuah lagu untuk perwakilan kelas. Lagunya terserah kalian, yang penting bukan lagu yang aneh-aneh." Kata Yumi-sensei.
"Hai…" jawab Hajime dan Hinata bersamaan.
"Kuriyama-san, lagu apa yang akan kau nyanyikan?" Tanya Rukia tiba-tiba.
"Hmm..mungkin Glow. Kau tahu kan, lagu yang dinyanyikan oleh Morita Masakazu dan Orisaka Fumiko?" jelas Hinata.
"Wah..itu lagu kesukaanku! Kalau dinyanyikan oleh Kuriyama-san dan Shina-san, pasti akan jadi yang terbaik pada pesta perpisahan nanti!" kata Rukia kagum.
"Terima kasih atas pujiannya, Kuchiki-san." Jawab Hinata sambil tersenyum.
"Hei, Kuchiki, Kuriyama, jangan mengobrol saja! Ayo mulai latihan!" teriak Yumi-sensei dari kursi piano.
"Hai.."
XXX
Hari H
Akhirnya upacara kelulusan siswa kelas 3 telah tiba. Semua siswa berkumpul di gedung serba guna yang terletak di gedung olahraga untuk mendengarkan pidato dan mendapat ijaah. Semua siswa memakai seragam musim semi, yaitu kemeja putih dengan blazer abu-abu. Mereka duduk di kursi yang telah disiapkan dengan tertib.
Setelah upacara selesai, semua penghuni (?) sekolah berkukmpul di halaman sekolah karena di sanalh pesta kelulusan diadakan. Acara dimulai dengan naiknya host pesta itu ke atas panggung, Noriyuki Hana dan Fuji Yuuta.
"Pagi semuanya!! Setelah upacara yang lama itu berakhir, sekarang tiba saatnya untuk bersenang-senang!!saya Noriyuki Hana dari kelas 2-A,"
"Dan saya Fuji Yuta dari kelas 2-D,"
"Kami akan menemani kalian sampai acara ini selesai!!!" teriak mereka berdua bersamaan melalui mickrophone.
"Untuk pembukaan, marilah kita dengarkan persembahan lagu Mars Karakura High School yang dinyanyikan oleh siswa kelas 1!" umum Hana membuka acara.
Semua siswa kelas 1 naik keatas panggung khusus untuk pertunjukan yang akan ditampilkan siswa kelas 1 dan 2.
Kelompok paduan suara kelas 1 terlihat sangnat kompak. Mereka memakai kemeja putih dan celana / rok hitam. Bahkan ada juga yang memakai dress putih.
Setelah selesai menuju ke posisi masing-masing, Yumi-sensei mulai menekan tuts piano dan dirigen (q ga taw tulisannya) menggerakkan tangannya mengikuti nada lagu tanda lagu akan di mulai.
Suara siswa siswi kelas 1 sangat indah. Hasil jerih payah mereka dalam sebulan berlatih menyanyi tidaklah sia-sia. Penampilan mereka sangat memuaskan. Tidak ada kesalahan satupun. Mereka sangat kompak dan menyanyikan lagu dengan penuh penghayatan.
Dentingan piano yang dimainkan Yumi-sensei telah berhenti, tanda bahwa lagu telah selesai dinyanyikan. Terdengar suara tepikan tangan para penonton dan siswa siswi kelas 1 membungkukan badan mereka sebagai tanda hormat. Mereka segera meuruni tanga panggung denga tertib dan pergi menuju belakang panggung untuk mengganti pakaian dengan baju bebas.
"Tadi itu benar-benar mengagumkan! Kerja bagus anak-anak!" puji Yumi-sensei yang bangga dengan penampilan hasil didikannya tadi.
"Siapa dulu dong yang mengajar." Sindir Keigo.
"Ya ya itu karena kemampuan Ibu dalam mengajar kalian, kan." Ucap Yumi-sensei ke ge-er an.
"Ok. Sekarang kalian boleh bebas pergi kemanapun. Tapi hanya di lingkungan sekolah, ya. Untuk Kuriyama dan Shina, kalian bersiap-siap tampil malam nanti, karena berdasarkan jadwal yang ibu dapat, kelas kita akan tampil malam , BUBAR!"
Setiap siswa pergi meninggalkan belakang panggung setelah mendapat pengumuman dari Yumi-sensei.
Ichigo Rukia, Orihime, Uryuu, Chad, Keigo ,Tatsuki, dan Mizuiro pergi ke atap untuk beristirahat. Ichigo ikut pergi untuk menghindari ayahnya yang juga datang menghadiri pesta kelulusan untuk melihat petra kebanggaannya dan putri ketiganya tampil di panggung.
XXX
Di atap
"Haah..tadi itu mendebarkan, ya. Aku takut kalau sampai salah menyanyi." Ucap Orihime saat mereka duduk-duduk di atap.
"Iya. Tapi aku ingin memperdengarkan suaraku pada semuanya. Aku ingin mereka mendengar suara indahku ini." Kata Tatsuki sambil tersenyum bangga.
"Kalau kau menyanyi sendiri, kaca-kaca jendela di sekolah ini pasti akan pecah semua. " ucap Keigo sambil tertawa gelid an alhasil mendapat tendangan di wajah dari Tatsuki.
"Apa maksudmu, hah!!" teriak Tatsuki.
"Tenang, Tatsuki-chan. Asano-kun tidak bermaksud buruk. Dia hanya ingin mengatakan kalau suaramu itu hancur lebur." Orihime berusaha menenangkan Tatsuki dengan senyumnya, tetapi yang dilakukannya malah sebaliknya. Ia berhasil membuat temannya lebih terpuruk. Semua yang mendengar hanya bisa swt dan berpikir
"Sengaja atau tidak, ya?"
"Apa yang akan kita lakukan sampai malam nanti?" Tanya Uryuu memecah keheningan.
"Oya! Di acara penutup akan ada folk dance dengan api unggun besar dan kembang api. Kita menari sama-sama, ya!" usul Orihime dengan senyum yang lebar dan energik seperti biasa.
"Baiklah. Bagaimana kalau kita berpencar saja, mencari kesibukkan masing-masing?" ujar Ichigo.
"Ok dech. Kalau begitu, sampai bertemu malam ini, semuanya!" jawab Mizuiro sambil menyeret Keigo yang pingsan.
Semua pergi menuju pintu atap dan yang berada di paling belakang adalah Ichigo dan Orihime. Di saat itulah Orihime mengambil kesempatan untuk mengajak Ichigo menari mala mini.
"Ano..Kurosaki-kun"
"Ya? Ada apa, Inoue?
"Kau mau tidak berpasangan dengaku di folk dance malam ini?" Tanya Orihime malu-malu.
"Maaf, tapi aku tidak bisa. Aku berniat untuk mengajak Rukia." Jawab Ichigo datar.
"Oiya, Kurosaki-kun dan Kuchiki-san kan pacaran, ya. Maaf, aku sudah meminta hal yang aneh."
"Tidak masalah, dan kurasa itu bukan hal yang aneh. Sudah, ya. Sampai ketemu malam ini." Ucap Ichigo sambil melambaikan tangannya dan berjalan menuju pintu atap meninggalkan Orihime di belakang.
"Inoue-san."
Tiba-tiba saja Uryuu muncul dari balik pintu dan menghampiri Orihime yang hamper menangis.
"Ishida-kun? Ada apa? Kau belum pergi?" Tanya Orihime sambil menahan air matanya.
"Hmm..aku..aku…" Ucap Uryuu terbata-bata. Warna pink mulai muncul di wajahnya.
"Apa?" Tanya Orihime dengan senyum polosnya.
" Maukah kau menjadi pasangan menari ku malam ini?"
"HEEH???" Orihime berteriak kaget. Ia tidak pernah menyangka Uryuu akan mengajaknya.
Wajah mereka berdua sekarang sudah semerah tomat.
1 menit
5 menit
10 menit
20 menit
Mereka masih diam seribu bahasa??????
Karena terlalu malu, tidak satupun yang bisa bicara. Akhirnya, Orihime membuka mulutnya dan memberikan jawabannya.
"Baiklah. Aku mau, Ishida-kun." Jawab Orihime dengan senyum yang mengembang lebar di wajahnya.
"Terima kasih, Inoue-san." Ucap Uryuu membalas dengan senyum yang lembut.
Mereka meninggalkan atap dan berjanji akan bertemu malam ini di depan api unggun. Setelah berjanji, Orihime pergi menemui Tatsuki yang sejak tadi menunggunya di bawah tangga dan Uryuu pergi menuju ruang klub menjahit.
XXX
Malam harinya
"Semuanya!! Sekarang adalah saatnya kelas 1-C untuk tampil!! Mereka akan membawakan drama "Romeo & Juliet". Mari kita saksikan!" ucap Fuji di atas panggung host.
Tirai panggung terbuka, memperlihatkan pemandangan istana buatan. Para pemain mulai tampil satu persatu.
Ichigo dan Rukia yang sejak tadi siang hanya duduk mengobrol di pohon sakura belakang sekolah, sekarang duduk di kursi depan panggung, ikut menyaksikan pertunjukan drama romance karya Shakespeare kesukaan Ichigo.
Setelah drama memasuki adegan klimaks, banyak siswi perempuan yang menangis terharu. Begitu juga denga Rukia. Ia menangis sampai matanya merah. Ichigo yang melihat ini hanya tertawa kecil karena mengetahui sisi baru Rukia, mudah terharu.
"Kau cengeng sekali, midget."
"Berisik. Hal yang wajar kalau seorang gadis cengeng"
Di tengah-tengah jalannya drama, tiba-tiba saja ada salah satu teman sekelas Ichigo yang memanggilnya untuk pergi ke belakang panggung. Ichigo segera menarik tangan Rukia tanpa mendengarkan tolakkannya.
XXX
Di belakang panggung
"Ada apa memanggilku?" Tanya Ichigo setelah sampai di belakang pangggung.
"Kita dapat masalah" kata Yumi-sensei dengan wajah serius.
"Memangnya ada apa, sensei?" Rukia bertanya sambil menunjukan wajah cemas.
"Kuriyama-san dan Shina-san tidak bisa di temukan!" jawab Uryuu.
"APA!!" teriak Ichigo dan Rukia bersamaan.
"Mereka berdua kan wakil kelas kita. Kalau mereka tidak ada, apa yang harus kita lakukan?" tanya Orihime agak cemas.
"Mudah saja." Jawab Ochi-sensei yang tiba-tiba muncul di belakang Ichigo.
"HUWAA…!!!" Ichigo kaget dan berteriak.
"Apa caranya, sensei?"
PLOKK
Ochi-sensei menepuk bahu Ichigo dan Rukia sambil mengatakan:
"Bukankah kita punya pasangan duet yang tepat?" katanya dengan senyum iblis.
"Ide bagus!!!" semua siswa kelas 1-D berteriak setuju.
"Apa??? Tidak mungkin aku menyanyi!!" tolak Ichigo mentah-mentah.
"Ayolah, Kurosaki. Kuchiki-saja tidak menolak." Jawab Ochi-sensei sambil menyeringai.
"Rukia…"
"Tapi suaraku jelek." Kata Rukia pelan.
"Suaramu indah, kok. Aku pernah mendengarmu menyanyi di toilet wanita (ya iyalah, masa toilet pria).
"Tapi…"
"Aku tetap menolak!!"
"Ayolah, Kurosaki."
Ini kesempatan kalian bernyanyi bersama, lho."
"….."
"Baiklah." Jawab Ichigo dan Rukia bersamaan.
"Yeiii!!!"
XXX
Pertunjukan drama kelas 1-C sudah selesai. Kini giliran kelas 1-D untuk tampil (lebih tepatnya IchiRuki yang tampil).
"Selanjutnya penampilan dari siswa kelas 1-D, Kurosaki Ichigo dan Kuchiki Rukia! Mereka akan menyanyikan lagu yang cukup popular di kalangan Couple. GLOW!!!" teriak Hana memekikan telinga.
Setelah nama mereka berdua di sebut, Ichigo dan Rukia segera menuju panggung dan mengambil mickrophone masing-masing. Mereka sudah berganti pakaian dan di make up. Ichigo memakai jas dan celana hitam dengan kemeja putih serta dasi strip biru tua. Sedangkan Rukia memakai dress ungu selutut dengan pita yang melingkar di pinggangnya serta sarung tangan violet muda selengan. Bagian punggungnya terbuka sampai pinggang atasnya, lehernya di pakaikan choker zig-zag berwarna hitam, dan rambutnya memakai jepit rambut berpita putih kecil.
Alunan melodi mulai terdengar. Sayup-sayup suara terdengar membisikkan tentang mereka berdua. Rukia menarik nafasnya dalam-dalam dan mulai bernyanyi bersama Ichigo.
Ima ichibyou.....Hi ga moetara...
Sora ni tokete....Aah sabakuru...
Nemuri kara.....Koe o agete...
Nebuite yuku....Sekai....
Ukeine rareta nara... Mou kakou dato kizuketa...
Naiteta...kanashimi no
Ikisaki wa....Kaze..Sora..Hoshi..Ame
Tatoeba....Kakenukete..Tsusunde mo...
Kaze..Ima...Sono..Houhou ni...
Dari balik panggung telihat Isshin dan teman-teman Ichigo yang lain tersenyum iblis. Terlihat juga Hinata dan Hajime. Ternyata mereka sengaja merencanakan ini atas permintaan dari Isshin. Apa yang di rencanakannya, kita lihat saja…..
Kieru youni....Kakinagutta...
Kioku wo tada...Nagamete wa....
Hayasugi ta....Aimai sani....
Furikaeteru...Sekai.....
Kokoroni Shimae tara...Sono subete ga ima darou....
Itsudemo....Sabishiisano..
Jikaku ni wa....Kaze..Sora..Hoshi...Ame..
Sunagaru....Fuini tada..Miageteru...
Sono...Sor...Sono..Mune ni...
Deaeta...Yokatta to...
Sono omoi..Tada...Tada...
Yuuhi no....Wame no youni....
Metsu nouni... Yoru...Mada...Hoshi...No youni...
Ameagari...Tada...Tada..Kagayaku.....
Musik telah berakhir. Suara tepuk tangan penonton meledak-ledak karena kagum dengan nyanyian Ichigo dan Rukia. Mereka berdua tersenyum dan membungkukkan badan mereka. Saat mereka berdua akan turun dari panggung, tiba-tiba Hana menghentikan mereka.
"Tunggu sebentar, Kurosaki-kun, Kuchiki-san!"
"Kami ingin Kurosaki-san melakukan sesuatu." Sambung Yuuta.
"Apa?" tanya Ichigo bungung.
"Coba kau ambil benda yang ada di dalam saku jas mu." Perintah Hana.
Ichigo melakukan apa yang di suruhnya dan terkejut melihat apa isinya. Sebuah kotak kecil berwarna pink dan secarik kertas. Hanya dengan melihat bentuk kotaknya saja Ichigo sudah bisa menebak apa isinya. Sambil menggerutu tidak jelas, ia membaca tulisan yang ada di kertas,
Ini hadiah dariku. Katakan, " maukah kau bertunangan denganku?"
Go for it, my boy!
Ayah tidak sabar ingin melihat my granddaughter!!!
"Dasar…si jenggot itu!"
"Apa isinya, Ichigo?" tanya Rukia polos.
"Hah? Ini? Aahh itu…"
"Apa?"
"Ini…"
"Apa?" tanya Rukia mulai tidak sabar.
"Ru—Rukia."
"Hmm???"
"Maukah…"
"Mau apa?"
Tiba-tiba saja Ichigo berlutut sambil mengecup punggung tangan Rukia.
"Maukah kau bertunangan dengaku?"
"KYAAA………." " SO SWEET" teriak gadis-gadis yang mendengar pengakuan Ichigo.
Rukia langsung blushing. Ia sangat terkejut mendengar apa yang di ucapkan Ichigo. Walaupun malu, tapi Rukia tidak ragu untuk menjawabnya.
"Iya, aku mau" jawab Rukia memperlihatkan senyum terindah yang ia miliki.
Ichigo berdiri perlahan dan memakaikan cincin yang diberikan Isshin di jari manis kanan Rukia. Rukia memandangi cincin itu dan tersenyum. Cincin emas dengan batu Ruby di tengahnya. Dan didalam cincin itu terdapat tulisan IchiRuki.
Ternyata selera ayah boleh juga, pikir Ichigo
"CIUM, CIUM, CIUM" teriak siswa siswi memenuhi halaman sekolah, membuat kedua couple itu blushing tingkat max.
Awalnya Ichigo ragu-ragu, tetapi setelah melihat wajah Rukia yang imut, dia tidak ragu-ragu lagi. Perlahan ia menundukkan kepalanya dan mencium lembut bibir Rukia.
"OWH…." Seru semua siswa malu-malu melihatnya. Ada yang iri, kagum, dan sedih (karena Rukia punya banyak fans),
Itu hanya sebuah kecupan kecil. Hanya sepuluh detik (??). setelah ciuman itu selesai, mereka berdua langsung kabur dengan wajah yang teramat sangat merah. Saat melewati siswa siswi yang ada, mereka mendapat banyak siulan dan sindiran, tetapi tidak sedikitpun mereka mengurangi kecepatan berlari (lebih tepatnya Ichigo yang berlari kencang, karena ia menyeret Rukia).
XXX
"Acara terakhir! Folk Dance! Ayo para couple, temui pasanganmu dan ajak mereka menari!" perintah Hana dan Yuuta bersamaan.
Sesaat kemudian, terdengar alunan musik waltz. Para couple menuju halaman dan mulai menari mengelilingi api unggun.
Ichigo dan Rukia juga menari di sana. Sebenarnya Ichigo tidak mau menari karena sudah malu besar di acara sebelumnya, tapi mau tidak mau ia harus ikut karena Rukia sudah menggunakan jurus andalannya, jurus puppy-dog-eyes, yang membuat Ichigo tidak berkutik.
Ichigo berdiri di belakang Rukia dan menggandeng kedua tangannya. Sambil melangkah maju, ia memutar tubuh Rukia lalu melepasnya. Rukia memutar tubuhnya dan berjalan kearah Ichigo, lalu menggandeng tangannya lagi. Ketika inti utama lagu tersebut terdengar, Ichigo menarik tangan Rukia dan sekali lagi mencium bibirnya. Kali ini tidak hanya kecupan kecil, tetapi sebuah ciuman yang lembut dan penuh cinta.
Di atas mereka telah di letuskan kembang api yang membentuk hati di tengah-tengah indahnya bintang. Setelah melepaskan ciuman, mereka berpelukan dan memandangi kembang api bersama bintang di langit malam.
"Ichigo"
"Hmm"
"Daisuki"
"Daisuki yo"
~THE END~
Akhirnya………
Selesai, dech…..
Huhuhuhu ini pertama kalinya aku ngetik 1 chapter sampai sepanjang ini. Punggungku sampai sakit.
Bagaimana pendapat kalian? Norak, ya endingnya??
Lagi-lagi aku menggunakan lagu BBC 4th session : Ichigo & Rukia. Kali ini judulnya "GLOW" yang mau, silahkan download di link ini:
.com/download/7815100/Bleach_-_
kalau linknya ga kelihatan lagi, kalian bisa PMs aq, pasti li berikan linknya.
Untuk girlinlightblue , aya-kuchiki chan, RukiIchi-Chappy, Sora Chand, Haru N Byakun, Ichikawa Ami, FuzzyStrange Musume31, tripleA-7sins, BlackWhite Feathers, Sagara Ryuuki, Hana Hatsumi, Crimson ShinigamiDevils, KUROSAKI YUKI, Kuchiki Rukia-taichou, Ruki_ya, BeenBin-Mayen Kuchiki, hikaru kurochiki, Q-chan, Jess Kuchiki, Yuinayuki Hinariyoshi, dan sarsaraway20
Aku ucapkan hontouni arigatou gozaimasu….!!!
Sudah bersedia R&R sampai saat terakhir.
Tanpa review dari kalian, aq pasti tidak punya semangat untuk membuat cerita ini.
Dan tidak henti-hentinya aq mengucapkan hontouni gomenasai kalau ada banyak kesalahan kata dan penempatan tanda baca.
Mohon dukungannya, karena saya dalam tahap pembuatan sequel cerita ini dan judulnya adalah….
"Love In High School"
Berlatar belakang masa-masa sekolah Ichigo dan Rukia di kelas 2. Ichigo akan punya saingan! Dan Rukia juga punya saingan seorang wanita blasteran Jepang-Amerika.
Sekian dari Q….
Dan sekarang saatnya….
R&R onegaishimasu…^^
Mata Ne
Aizawa Ayumu
