~oOo~ { READ MY BIO FIRST BEFORE YOU READ MY OWN FANFICT } ~oOo~
Terlihat Kai tengah mengendarai sedan mewahnya seorang diri. Sepertinya ia baru saja kembali dari kantornya, karena terlihat dari penampilannya yang masih mengenakan pakaian formal, nampak berantakan. Entah kenapa Kai merasakan sesuatu hal yang tidak baik akan menimpa dirinya.
Namun dengan cepat Kai menggelengkan kepalanya untuk mengusir pemikiran negatifnya tersebut.
'Ahjussi tampan~'
Deg
Ckiittttt!
Mendadak Kai menghentikan laju mobilnya dan menepi pada sebuah trotoar yang sudah nampak sepi tersebut, karena tiba-tiba ia teringat dengan bocah yang selalu memanggilnya seperti itu.
Kai menopangkan kepalanya pada stir mobil dan ia kembali teringat dengan bocah lelaki yang sangat lucu tersebut.
Mengingat kejadian masa lalu, dimana ia dengan tidak sengaja bertemu bocah lucu itu di sebuah Rumah Sakit tengah bermain sendiri dengan boneka berbentuk mobilnya. Ia menghampiri bocah itu secara reflek karena ia merasa seperti tertarik pada bocah itu. Setelah berkenalan dan sedikit bercanda dengan bocah itu, Kai segera beranjak darisana karena ia masih harus kembali ke kantor menyelesaikan tugasnya setelah menjenguk anak dari karyawannya yang dirawat di Rumah Sakit itu juga.
Namun pergerakannya terhenti ketika ia melihat ada seorang lelaki mungil bermata bulat yang tiba-tiba menggendong tubuh bocah itu.
Kyungsoo.
Lelaki bermata bulat itu adalah Kyungsoo. Kekasihnya dimasa lalu. Dan tanpa sadar ia meneteskan airmatanya ketika ia menyadari jika bocah yang baru saja ia temui adalah anaknya sendiri.
Seiring berjalannya waktu, Kai sering mendatangi Rumah Sakit bocah itu tentunya tanpa sepengetahuan Kyungsoo. Karena ia selalu datang pada malam hari dan secara sembunyi-sembunyi.
Pada suatu ketika, ia kepergok oleh Kyungsoo yang tiba-tiba datang saat Kai tengah menuntun bocah itu menuju alam mimpi. Membicarakan semuanya dan ia meminta maaf atas kesalahannya dimasa lalu yang telah melukai Kyungsoo. Dan betapa terkejutnya Kai ketika Kyungsoo ternyata sudah menikah dan Kyungsoo sudah tidak ingin mempersalahkan tentang masa lalu mereka.
Tentu saja Kai tidak terima. Ia lalu bertekad untuk mencari informasi tentang Kyungsoo karena ia tidak ingin mengulang kesalahan yang kedua pada saat ini. Ia harus merebut kembali hati Kyungsoo dan membuat Kyungsoo jatuh ke dalam pelukannya. Dengan cara apapun, ia harus menjadikan Kyungsoo seratus persen hak miliknya. Harus.
Karena Kyungsoo memang miliknya.
Persetan dengan fakta bahwa Kyungsoo telah memiliki suami. Ia tidak peduli. Ia akan mencoba untuk mendirikan keluarga kecilnya bersama Kyungsoo dan bocah itu.
Berbicara tentang bocah itu, kenapa Kai menjadi gelisah dan khawatir seperti ini?
Membuatnya terpaksa kembali mengingat kondisi bocah lucu itu yang ternyata adalah anaknya sendiri. Anaknya sangat lemah dan jujur saja itu menjadi beban pikiran tersendiri baginya.
"Kim Tae Oh. Tunggu Appa, nak. Appa mencintaimu.."
Tanpa berpikir panjang lagi, Kai segera menginjak gas mobilnya, melajukan benda mewah tersebut menuju Rumah Sakit tempat Tae Oh di rawat.
Perasaannya menjadi tidak menentu, maka dari itu ia memutuskan untuk kesana.
"Apa yang terjadi padamu? Kenapa kau tiba-tiba muncul di pikiran Appa?"
.
.
.
Author:
Yuta CBKSHH
Tittle:
I LOVE YOUR HUSBAND (CHANBAEK)
Main Cast:
Park Chanyeol
Byun Baekhyun
Support cast:
Do Kyungsoo
Kim Jong In
And others cast (EXO's members)
Rating:
M ++
Genre:
Marriege Life, Romance, Drama, Hurt/Comfort
Disclaimer:
Fanfict yang terinspirasi dari beberapa pengalaman. Di tulis oleh Yuta sendiri dan juga di bantu oleh Maple Fujoshi2309 (Author pemes, siapa sih yang kaga kenal sama Maple? XD). Dan tidak memplagiat cerita dari orang lain. PLAGIARISM ISN'T MY STYLE! NO COPAST! NO PLAGIAT! Semoga kalian suka ^^
Warning:
BL-BoysLove / YAOI / SHOUNEN-AI / HUBUNGAN SESAMA JENIS. MATURE CONTENT INSIDE! NC-21! DLDR! DO NOT BASH BUT KRITIK ATAU SARAN SANGAT DI PERBOLEHKAN. ENJOY IT!
Summary:
Baekhyun mencintai Chanyeol yang ternyata sudah memiliki seorang istri yang bernama Kyungsoo. "Aku mencintaimu dan kau mencintaiku. Tinggalkan istrimu, dan dengan begitu kita bisa saling mencintai. Walaupun ini sulit untukku, tetapi aku akan tetap merebutmu dari istrimu.." (CHANBAEK) Slight CHANSOO, KAISOO. RnR!
Backsound:
Yiruma - River Flows In You
~~ HAPPY READING ~~
.
.
.
"Apa alasanmu menyukaiku Byun Baekhyun?"
"Chanyeol sunbaenim?"
Sunbaenim yang bernama Chanyeol itu terus merapatkan tubuhnya pada sosok lelaki mungil yang diketahui bernama Baekhyun itu tengah meringkuk di pinggir tempat tidur milik Chanyeol.
"Kita sudah menjadi sepasang kekasih, dan apa aku salah jika aku bertanya apa alasannya kau menyukaiku?"
Hembusan nafas Chanyeol bisa dengan jelas Baekhyun rasakan didaerah lehernya. Membuat Baekhyun menundukkan kepalanya karena ia sangat malu dan canggung karena tiba-tiba sunbaenim yang berstatus kekasihnya ini berubah menjadi sedikit...
Berbeda?
"Aku.. aku.. a-aku menyukaimu sejak pertama kali aku bertemu denganmu di ruangan musik itu sunbae. Dan juga.. permainan pianomu. Aku sangat menyukai permainanmu dan aku rasa aku semakin jatuh cinta padamu setelah kau melanjutkan lagu ciptaanku. Maafkan aku sunbae" jawab Baekhyun dengan gugup.
"Kenapa secepat itu kau mengatakan jika kau menyukaiku? Kau bahkan belum mengenalku.."
Baekhyun memberanikan dirinya untuk menatap Chanyeol yang sudah menjauhkan wajahnya dari leher Baekhyun dan Baekhyun terdiam ketika melihat wajah datar Chanyeol.
"Aku memiliki sebuah alasan, sunbae.. maafkan aku" lirih Baekhyun.
Kemudian Baekhyun menundukkan kembali kepalanya dan ia memejamkan kedua matanya erat karena merasa takut jika Chanyeol akan mengakhiri hubungan mereka. Cukup lama tidak ada suara yang terdengar oleh telinga Baekhyun hingga Baekhyun akhirnya memutuskan untuk membuka sedikit matanya, dan betapa terkejutnya ia ketika wajah Chanyeol berada dekat sekali dengan wajahnya.
"Ma-maafkan aku s-sunbae.."
"Berhentilah meminta maaf, Baekhyun"
Kemudian Chanyeol memejamkan matanya dan semakin mendekatkan bibirnya pada bibir tipis Baekhyun. Membuat Baekhyun panik dan reflek ia menahan dada Chanyeol.
"Ada apa?" Tanya Chanyeol.
"Umm a-aku rasa ini-"
"Kenapa kau begitu malu?" Tanya Chanyeol memotong perkataan Baekhyun. Dan membuat Baekhyun tidak mampu berkata-kata lagi ketika tangan Chanyeol sudah menangkup wajahnya dan kembali mendekatkan wajah keduanya.
Bukan ciuman Chanyeol yang membuat Baekhyun takut. Melainkan ini adalah pertama kalinya ia berada dalam jarak sedekat ini dengan seorang laki-laki. Ditambah ini bukan rumahnya, ini adalah rumah Chanyeol. Walaupun Chanyeol mengaku jika ia tinggal seorang diri dirumah ini, tetapi Baekhyun masih saja merasa kurang nyaman. Walaupun Chanyeol sudah menjadi kekasihnya.
"Sunbae-"
"Aku tau jika kau menginginkan ini.."
Cup
Chanyeol mengecup bibir Baekhyun.
Mendorong bibir Baekhyun hingga Baekhyun sedikit menghuyungkan tubuhnya ke belakang karena dorongan tubuh Chanyeol. Baekhyun yang posisinya berada disamping tempat tidur itu, terus terhimpit oleh tubuh besar Chanyeol.
Bukannya melepaskan ciumannya, Chanyeol justru semakin menyesap bibir Baekhyun. Dan mulai saat ini..
Baekhyun merasakan keanehan dari diri Chanyeol.
Baekhyun terus menutup rapat bibirnya dan wajahnya kini bahkan sudah memerah. Ia sungguh bingung dengan apa yang harus ia lakukan saat ini untuk menghadapi Chanyeol yang terlihat berbeda. Apakah kekasihnya ini memiliki masalah?
Cpkh
Chanyeol melepaskan ciumannya karena ia merasa ada penolakan dari Baekhyun. Kemudian ia tatap mata sipit itu dan mengusap-usap pipi Baekhyun dengan sayang.
"Kau ingat dengan apa yang aku katakan?" Ucap Chanyeol lagi.
Baekhyun hanya menganggukkan kepalanya lemah. Mana mungkin ia bisa melupakan perkataan Chanyeol yang sangat aneh seperti kemarin? Itu sangat membuatnya resah dan merasa amat gelisah.
"Jangan pernah berhenti untuk mencintai sunbaenim apapun yang terjadi" jawab Baekhyun.
Chanyeol tersenyum.
"Aku mencintaimu Baek. Dan.."
Chanyeol menyentuh bibir Baekhyun lalu menyentuh bibirnya sendiri.
"Aku akan melakukan ciuman yang berbeda dari ciuman yang pernah aku lakukan padamu sebelumnya"
Dan Chanyeol kembali mencium bibir Baekhyun. Reflek Baekhyun kembali memejamkan matanya dan meremas kedua tangannya sendiri ketika lidah Chanyeol mulai melesak masuk kedalam mulutnya. Jantung Baekhyun berdegup tidak karuan ketika tangan Chanyeol sudah bergerak untuk melepaskan satu persatu kancing kemeja sekolahnya.
Baekhyun bingung dengan apa yang dilakukan oleh Chanyeol terhadapnya. Namun dengan cepat Chanyeol meraih kedua tangan Baekhyun dan menangkupkannya pada rahang tegas Chanyeol. Baekhyun terpaksa menurutinya dan ia mencengkram erat wajah Chanyeol ketika lidah mereka sudah bertarung didalam sana.
'Apa yang aku lakukan?'
Wajah Baekhyun semakin memerah dan ia serasa ingin menangis saat ini, karena ia tau apa yang akan terjadi selanjutnya.
Grep
Chanyeol memeluk erat tubuh mungil Baekhyun dan dengan perlahan mengangkat tubuh Baekhyun pada kasur yang berada di belakang tubuh Baekhyun. Kasur miliknya.
"Aku ingin memelukmu dengan erat.. Byun Baekhyun"
Tes
Airmata Baekhyun mencelos begitu saja ketika Chanyeol sudah menindih tubuhnya. Membuka bibirnya ketika Chanyeol memberikannya sebuah ciuman yang bisa di katakan posesif ini.
'Apa yang aku lakukan?' Batin Baekhyun terus mengatakan itu.
Ingin sekali ia menolak kenyataan ini semua, tetapi ia tidak mampu. Ia tidak bisa menolak Chanyeol. Ia tidak bisa menahan rasa cintanya pada sunbaenimnya ini. Ia tidak bisa menutupi perasaannya jika ia menyukai sentuhan Chanyeol.
Baekhyun..
Tidak bisa menghalangi Chanyeol.
Srek
Tangan Baekhyun terangkat untuk meraih wajah Chanyeol dan memperdalam ciuman mereka. Baekhyun terus memejamkan kedua matanya berusaha untuk menikmati ciuman manis dari Chanyeol. Jemari lentiknya terus meremas rambut Chanyeol dengan lembut untuk menyalurkan perasaan asing yang tengah ia rasakan saat ini.
Bahkan tidak pernah sekalipun ia membayangkan jika ia dan Chanyeol akan melakukan hal sejauh ini. Ia tidak mengerti dengan sikap Chanyeol. Perkataannya kemarin masih belum dapat ia tangkap dengan baik, dan ini.. Chanyeol sudah membawanya untuk merasakan apa itu cinta begitu awal.
Ia sudah dalam keadaan tanpa sehelai benangpun. Begitupun dengan Chanyeol. Dibawah selimut tebal ini mereka menyembunyikan diri mereka dan melakukan penyatuan yang ternyata akan berakibat sangat fatal.
'Mungkin ini terdengar salah..'
Baekhyun membuka bibirnya mengeluarkan lenguhan kecil ketika Chanyeol berhasil memenuhinya hingga benar-benar penuh. Menikmati apa yang di berikan oleh Chanyeol dengan perasaan cintanya. Cintanya yang begitu besar terhadap Chanyeol.
'Tetapi..'
Baekhyun mencengkram kuat punggung Chanyeol ketika Chanyeol mulai bergerak diatas tubuhnya.
'Aku sangat menyukaimu sunbae..'
.
.
.
.
.
.
"Aku.. merindukanmu Byun Baekhyun. Maafkan aku"
"Sajangnim? Apa yang kau katakan?" Ujar Baekhyun berusaha untuk melepaskan pelukan Chanyeol.
Chanyeol akhirnya melepaskan pelukannya dan tersenyum pada Baekhyun.
Sebenarnya Chanyeol merasa sedikit bingung dengan sikap Baekhyun yang selalu menolaknya. Namun ia buang segala pikiran yang muncul di kepalanya jauh-jauh dan tetap tersenyum pada Baekhyun.
"Kau ingin kita kencan kemana?" Tanya Chanyeol berusaha untuk mengalihkan pembicaraan canggung tadi.
"Aku rasa disini saja sudah lebih dari cukup untukku sajangnim. Aku senang. Aku menyukainya" jawab Baekhyun dengan senyumannya.
"Apa kau merasa tidak nyaman jika berada di dekatku?" Tanya Chanyeol.
Baekhyun tersenyum.
"Aku merasa sangat nyaman sajangnim. Aku sangat senang menyadari jika aku bisa seperti ini bersamamu. Berdua saja dan ini adalah impianku"
"Aku juga merasa senang akhirnya aku bisa bertemu denganmu Baek"
'Aku merasa sangat senang karena aku akhirnya bisa bertemu denganmu kembali..'
"Baiklah sajangnim. Makanan sudah tiba, kita harus memakan makanan ini. Jja~ aku sudah sangat lapar"
Baekhyun kembali mengembangkan senyum cerianya. Dan ia bahkan mengambilkan sumpit untuk Chanyeol lalu menyerahkannya.
Namun, ketika Chanyeol baru saja ingin meraih sumpit itu, tiba-tiba ponselnya berbunyi menandakan ada panggilan masuk.
Chanyeol sedikit panik ketika melihat kontak nama yang menghubunginya tersebut. Namun ia kembali menatap Baekhyun dan menerima sumpit itu memakan satu potong daging lalu berdiri.
"Aku keluar sebentar. Aku berjanji aku tidak akan lama. Kau makan duluan saja ne?" ucap Chanyeol sambil menyembunyikan ponselnya.
Setelah mendapat anggukan dari Baekhyun, Chanyeol menyempatkan dirinya untuk mengecup dahi Baekhyun dan benar-benar beranjak darisana meninggalkan Baekhyun.
Kyungsoo.
Pip
"Ada apa Kyung?"
'C-chanh hiks'
"Hey tenanglah, kenapa kau menangis?"
Mimik wajah Chanyeol berubah menjadi khawatir setelah mendengar isakan tangis sang istri. Sedikit ada perasaan bersalah karena nyatanya ia baru saja meninggalkan Kyungsoo sendirian dirumah untuk berkencan dengan asistennya tersebut.
'Tae Oh hiks! Kau harus cepat ke Rumah Sakit. Tae Oh kembali pingsan hiks'
Chanyeol panik.
Kemudian ia menolehkan kepalanya kearah Baekhyun yang tengah melahap makanannya. Bagaimana ia mengatakannya pada Baekhyun? Tidak mungkin jika ia berkata "Maafkan aku Baek, istriku baru saja menelponku jika anak kami sakit dan dia menyuruhku untuk segera ke Rumah Sakit. Kau aku tinggal tidak apa-apa bukan?" Oh tidak! Itu sangat tidak mungkin. Bagaimana Chanyeol mengatakannya?
'Chan? Kumohon..'
Tap tap tap
Chanyeol segera berlari menuju parkiran mobilnya dan melajukan mobilnya menuju ke Rumah Sakit dengan kecepatan tinggi. Karena ia sangat khawatir pada kondisi Tae Oh saat ini. Dan ia pikir jika Baekhyun pasti akan memakluminya setelah ia mengiriminya pesan nanti.
'Maafkan aku Baek'
-Other side-
"Kenapa sajangnim lama sekali?"
Baekhyun sudah menunggu selama 30 menit semenjak kepergian Chanyeol untuk mengangkat telepon. Dan ia rasa jika Chanyeol memang meninggalkannya. Baru saja Baekhyun ingin menghubungi Chanyeol, tiba-tiba ada sebuah pesan yang masuk. Dengan cepat Baekhyun membukanya dan membaca isi pesan tersebut.
From : Chanyeol Sajangnim
To : Me
Maafkan aku Baek. Aku ada urusan mendadak.
Jangan pergi kemana-mana sebelum aku kembali.
Tunggu aku 30 menit lagi disana.
M-K-L U Baekhyun.
Huftt~
Baekhyun menghela nafasnya kecewa setelah membaca isi pesan dari Chanyeol. Jujur saja ia merasa di abaikan oleh Chanyeol karena Chanyeol sudah sering seperti ini disaat acara kencan mereka. Membuatnya terus menunggu dan jika Chanyeol tau, menunggu itu bukanlah sesuatu hal yang menyenangkan.
Namun Baekhyun kembali mengembangkan senyumannya untuk berpikir positif jika Chanyeol tidak menemui istrinya. Walaupun sebenarnya ia tau jika Chanyeol pasti dan mutlak tengah menemui istrinya.
Baekhyun menggerakkan jemarinya untuk membalas pesan Chanyeol.
From : Me
To : Chanyeol Sajangnim
Aku akan menunggumu sajangnim.
M-K-L U too ^^
.
.
.
.
.
.
"Kekasih ku berubah. Dia berubah"
"Apa yang kau bicarakan Baek?"
"Hiks! Apa yang harus aku lakukan Kyung? Chanyeol sunbaenim telah pergi meninggalkanku. Setelah kami melakukannya, ia justru menghilang begitu saja entah kemana hiks"
Baekhyun memeluk erat tubuh sahabatnya yang memiliki mata bulat itu sambil menangis. Hatinya sungguh hancur saat ini ketika ia menerima kabar jika Chanyeol -kekasihnya- telah pindah keluar kota. Itu sungguh mengejutkan bagi Baekhyun, karena Chanyeol sama sekali tidak mengatakan apapun padanya. Tetapi Baekhyun teringat dengan perkataan Chanyeol.
'Jangan pernah berhenti mencintaiku apapun yang terjadi'
'Jika kau melihatku berubah, maka itu bukanlah aku. Karena aku tidak akan pernah berubah dan aku akan selalu mencintaimu. Tunggu sampai saat itu datang. Tunggu sampai aku kembali berdiri dihadapanmu'
Tes
Airmata Baekhyun terus mengalir ketika ia mengingat kalimat itu. Seharusnya Baekhyun tidak sebodoh itu untuk memahami arti perkataan Chanyeol, tetapi sepertinya ia memang bodoh karena baru menyadari perkataan Chanyeol setelah Chanyeol pergi meninggalkannya.
"Mungkin dia memiliki alasan kenapa bersikap seperti itu padamu Baek. Percayalah padanya.."
Baekhyun mengangguk di dalam dekapan sahabat baiknya tersebut.
"Aku akan selalu mencintainya apapun yang terjadi. Aku akan selalu mempercayainya. Aku yakin dia akan kembali di hadapanku, Kyungsoo"
Sahabatnya yang ternyata bernama Kyungsoo tersebut mengembangkan senyuman lemahnya pada Baekhyun.
"Dia akan kembali padamu, Baekhyun.." ucap Kyungsoo sambil menyeka airmata Baekhyun dengan lembut.
"Apa kau akan meninggalkanku juga Kyung?" Tanya Baekhyun tiba-tiba.
Kyungsoo kembali menunjukkan senyumannya.
Kali ini lebih manis, dan ini adalah senyuman termanis yang pernah Baekhyun lihat dari sahabat satu-satunya ini. Baekhyun menyukai senyuman manis Kyungsoo, tetapi lagi-lagi ia merasakan ada perasaan aneh pada dadanya.
"Aku tidak akan meninggalkanmu Baek. Aku sahabatmu bukan?"
Grep
Baekhyun kembali menubrukkan tubuhnya untuk memeluk tubuh Kyungsoo dengan erat.
"Berjanjilah padaku Kyung"
"Ne. Aku berjanji. Aku akan tetap menjadi sahabatmu yang selalu berada disampingmu" ucap Kyungsoo sambil mengusap punggung Baekhyun.
.
.
.
.
.
.
"Apa yang terjadi pada Tae Oh, Kyung?"
Grep
"Chanyeol! Hiks"
"Hey tenanglah, aku ada disini"
Chanyeol memeluk tubuh mungil sang istri dan mengusap lembut bahu Kyungsoo membiarkan menangis di dalam pelukannya.
Chanyeol baru saja tiba di Rumah Sakit, dan ia segera menghampiri istrinya yang tengah terduduk sambil menangis di sisi ranjang ruang rawat Tae Oh. Chanyeol sedikit mengernyit heran kenapa Kyungsoo begitu histeris hingga sekarang, padahal ini sudah sering terjadi pada Tae Oh. Dan bisa dilihat saat ini jika Tae Oh sudah dalam kondisi stabil.
"Aku hiks! Aku tidak bisa menjadi ibu yang baik untuknya hiks!"
"Ini semua bukan karena mu Kyung. Ini sudah menjadi takdir yang Tuhan berikan pada kita. Kau tidak perlu terlalu memikirkannya, dan bisa kau lihat jika Tae Oh sudah tidak kenapa-kenapa bukan?" Lagi-lagi Chanyeol berusaha untuk bersikap tenang pada sang istri.
Kyungsoo mengangguk kecil menyetujui perkataan Chanyeol. Kyungsoo bahkan semakin mengeratkan pelukannya pada Chanyeol karena perasaannya saat ini sungguh hancur. Bagaimana tidak? Mana mungkin kau tidak merasa khawatir ketika mengetahui kondisi anakmu satu-satunya mengalami sakit parah seperti ini? Di tambah, Tae Oh masih terlalu kecil untuk merasakan rasa sakit penyakit itu. Kyungsoo tidak tau harus melakukan apa untuk kesembuhan anaknya.
Kyungsoo selalu berdo'a agar Tae Oh selalu dilindungi oleh Tuhan. Bahkan Kyungsoo sempat meminta pada Tuhan untuk memindahkan penyakit Tae Oh pada dirinya, sehingga ia tidak harus menangis seperti melihat penderitaan sang anak.
"Maafkan aku. Aku terlalu khawatir padanya hiks!"
"Berhentilah menangis Kyung. Tae Oh tidak suka jika melihatmu menangis seperti ini. Tersenyumlah untuknya, karena aku yakin jika senyumanmu adalah kekuatan untuk Tae Oh"
Chanyeol mengusap pipi gembil Kyungsoo dengan lembut dan menghapus airmata Kyungsoo yang terus mengalir. Chanyeol langsung mengembangkan senyumannya ketika melihat Kyungsoo mulai tersenyum. Lalu keduanya saling bertatap mata dalam waktu yang cukup lama.
Tanpa sadar Chanyeol semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Kyungsoo ketika melihat bibir merah itu. Ingin sekali ia mengecup kembali bibir manis ini agar tidak bergetar karena tangisan lagi. Membuat Kyungsoo memejamkan kedua matanya karena ia mengerti jika Chanyeol akan menciumnya.
Cup
Akhirnya kedua belah bibir itu bertemu dan menempel dengan sempurna.
Chanyeol mengecup kuat bibir Kyungsoo dan bahkan ia berani untuk melumatnya. Tetapi ketika Chanyeol memejamkan kedua matanya, wajah cantik Baekhyunlah yang muncul. Membuat Chanyeol terbawa akan perasaannya dan memperdalam ciumannya dengan Kyungsoo.
'Baekhyun.. kenapa kau selalu muncul dipikiranku?'
Deg!
Dengan cepat Chanyeol membuka kedua matanya dan melepaskan ciumannya dari bibir Kyungsoo. Ia tersadar jika ia melupakan Baekhyun yang sedang menunggunya seorang diri disana.
Astaga! Bahkan Chanyeol sudah meninggalkan Baekhyun selama hampir dua jam! Bodohnya ia karena bisa-bisanya ia melupakan kekasihnya tersebut.
Chanyeol menoleh ke arah Kyungsoo yang sudah memalingkan wajahnya tidak mau menatap Chanyeol.
"Kyung-"
"Tinggalkan aku sendiri. Kau kembalilah ke rumah karena kau harus pergi ke kantor esok hari. Jangan khawatirkan aku, aku akan menjaga Tae Oh disini hingga ia tersadar" ucap Kyungsoo tanpa mau menatap Chanyeol.
"Baiklah. Jaga dirimu baik-baik"
Tes
Kyungsoo langsung meneteskan airmatanya dengan deras ketika ia merasakan perbedaan dari diri Chanyeol saat ini. Chanyeol begitu saja meninggalkannya tanpa mau berkelit atau bersi keras melarang Kyungsoo seperti dulu. Chanyeol telah berubah. Dan Kyungsoo tau apa alasan perubahan sikap Chanyeol saat ini. Siapa lagi jika bukan asistennya itu? Pasti Chanyeol menemui asisten sialannya itu.
"Kau berbohong padaku, Chanyeol"
.
.
.
.
.
.
Tidak ada tempat bersandar untukku
Semenjak kau pergi meninggalkanku
Sakit ini dan kesedihan ini..
Aku merasa hatiku tertutup
Kau melewatiku
Begitupun dengan waktu
Bahkan jika aku sendiri
Aku hanya akan mencintaimu
Aku tidak mempunyai apapun lagi
Karena kau telah membawanya pergi
Duniaku sangat berantakan
Seperti salju yang mencair
Aku terus meneteskan airmataku
Meskipun aku mencoba untuk menahannya
Aku sangat mencintaimu
Aku sangat mencintaimu lebih dari diriku sendiri
Lagi-lagi seperti ini.
Chanyeol meninggalkannya seorang diri dan membuatnya harus menunggu lama. Menyakitkan memang untuknya setelah ia mengetahui ternyata Chanyeol sudah memiliki seorang istri. Terlebih, Chanyeol selalu saja lebih memilih istrinya daripada dirinya.
Bisakah sajangnimnya tersebut mengerti akan perasaannya sedikit saja?
Dan bagaimana mungkin bisa Chanyeol membagi dirinya menjadi dua? Untuknya dan untuk istrinya?
Seperti saat ini. Baekhyun kembali menunggu Chanyeol selama berjam-jam. Bahkan ketika cafe ini sudah hampir tutup, Chanyeol masih belum menampakkan dirinya. Chanyeol berbohong. Chanyeol mengingkari janjinya. Dan juga Chanyeol..
Melupakannya.
Dengan berat hati Baekhyun meninggalkan cafe tersebut. Berjalan dengan lemah sambil menundukkan kepalanya. Tangannya meremas kuat pegangan tas yang di bawanya dengan bibir yang bergetar berusaha untuk menahan isakannya.
Cukup jauh Baekhyun berjalan, hingga akhirnya ia memutuskan untuk mendudukkan dirinya di sebuah halte bus yang sudah sepi tersebut. Mungkin sudah tidak akan ada lagi bus yang datang, karena ini sudah tengah malam.
Biarlah ia duduk seperti ini seorang diri. Setidaknya, ia ingin menenangkan pikirannya dalam kesepian ini. Meskipun angin malam terus berhembus membuatnya kedinginan, ia tidak perduli. Jika ia akan sakit, ia juga tidak perduli. Bukankah ia tengah patah hati saat ini?
"Baekhyun.. maafkan aku"
Dengan cepat Baekhyun mengangkat kepalanya yang sedari tadi tertunduk untuk melihat siapa yang baru saja menyebut namanya. Dan betapa terkejutnya ia karena orang tersebut adalah Chanyeol. Sajangnimnya.
"S-sajangnim"
Grep
"Maafkan aku Baek. Kumohon maafkan aku"
Tubuh Baekhyun seketika terasa kaku saat Chanyeol memeluk tubuhnya dengan erat. Sangat erat hingga Baekhyun tidak bisa bergerak sedikitpun.
Tes
Chanyeol merasakan basah didaerah dadanya, dan Chanyeol bukanlah orang yang bodoh untuk tidak mengetahui jika Baekhyun tengah menangis saat ini.
"Hiks- k-kau menyakitiku sajangnim.. hiks"
"Maafkan aku Baek. Ada urusan mendadak dan aku-"
"Dan sajangnim menemui istri sajangnim?"
"Baek? Bagaimana ka-"
"Aku sudah mengetahuinya sajangnim.."
Dengan perlahan Baekhyun melepaskan pelukan Chanyeol dan berdiri tepat di hadapan Chanyeol. Memandang kearah Chanyeol dan kemudian ia mengembangkan senyumannya.
"Kita akhiri saja hubungan ini sajangnim.."
"Tidak. Aku tidak akan mengakhiri hubungan kita"
"Lalu? Apa sajangnim kira aku akan menerima jika sajangnim hanya menjadikanku pelampiasan saja?"
Baekhyun mengusap airmatanya dengan kasar. Kenyataan ini terlalu menyakitkan.
"Aku tidak menjadikanmu pelampiasan Baek!"
"Lalu apa?! Sajangnim ingin mengatakan jika sajangnim menjadikanku seorang selingkuhan? Yang bisa datang dan pergi begitu saja sesuka sajangnim? Hiks"
Baekhyun tidak mampu menahan airmatanya lagi. Teringat ketika ia menolak Chanyeol yang ingin menciumnya berkali-kali.
"Aku mencintaimu Baek. Aku masih membutuhkanmu"
"Kau bohong sajangnim!"
Dengan cepat Baekhyun beranjak dari sana meninggalkan Chanyeol yang terdiam sambil menunduk. Baekhyun terus melangkahkan kakinya menjauhi Chanyeol. Dan ia semakin sedih ketika menyadari Chanyeol ternyata tidak mengejarnya.
Seperti inikah kisah cintanya berakhir?
Semudah itukah ia melepaskan Chanyeol?
'Maaf. Aku tidak sanggup, ini terlalu menyakitkan'
Byurrr srassshhhh
Baekhyun menghentikan langkahnya ketika tubuhnya tiba-tiba basah karena hujan deras yang tiba-tiba ini. Membuat Baekhyun sedikit ketakutan dan cemas karena ia sama sekali tidak membawa payung. Ditambah, saat ini jam sudah menunjukkan pukul 12 malam. Baekhyun harus cepat-cepat tiba di apartementnya.
Baekhyun merutuki dirinya sendiri karena sikap bodohnya yang berjalan terlalu jauh hingga ia harus menempuh waktu yang cukup lama untuk bisa tiba di apartemennya.
Kepalanya pusing. Dan ia sangat kedinginan saat ini. Bukan hujan ini yang membuatnya dingin..
Tetapi hatinya.
Hatinya yang tiba-tiba menjadi kaku setelah memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Chanyeol.
Baekhyun kembali menangis.
Perasaannya sungguh kacau. Dan tanpa sadar, Baekhyun menghentikan langkahnya dan berjongkok di bawah derasnya air hujan. Masa bodoh! Ia sudah tidak sanggup lagi untuk melanjutkan langkahnya.
"Hiks! Ini adalah hari yang paling buruk! Hiks!"
Bibir Baekhyun bergetar dan matanya kembali memanas. Menangis sejadi-jadinya di bawah hujan ini seorang diri. Begitu menyedihkan.
Namun tidak beberapa lama kemudian, tangan Baekhyun tertarik dan dengan terpaksa ia berdiri.
Betapa terkejutnya Baekhyun ketika ia kembali melihat wajah Chanyeol yang ternyata adalah si pelaku penarikan pada tangannya tersebut. Satu tangan Chanyeol memegangi payung dan satu tangannya lagi memegang tangan Baekhyun.
"Jangan berlari menghindariku seperti itu lagi. Dan apakah kau masih mengingatnya?"
Baekhyun masih terdiam tidak ingin mengeluarkan suaranya sedikitpun. Mata sipitnya menatap mata tajam Chanyeol dan mencari-cari sebuah jawaban disana. Baekhyun masih tidak mengerti dengan semua ini. Namun Chanyeol terus mendesaknya untuk menjawabnya.
Baekhyun ingin menghempaskan pegangan tangan Chanyeol tetapi Chanyeol semakin mengeratkan genggamannya sama sekali tidak membiarkan Baekhyun berlari lagi menghindarinya.
"Jawab aku Baek"
Baekhyun masih tidak bergeming. Airmata terus mengalir dan Chanyeol dapat dengan jelas melihat kebingungan di dalam mata Baekhyun.
"Kumohon kau tidak menghindari ini.."
Brukk
Dengan cepat Chanyeol menangkup rahang Baekhyun dengan kuat dan memempelkan bibir keduanya dengan rapat. Membiarkan payung yang di pegangnya jatuh begitu saja sehingga air hujan membasahi tubuh mereka.
Cpkh
Baekhyun tercekat dengan perlakuan tiba-tiba Chanyeol. Jujur saja ia masih belum siap untuk menerima ini, karena menurutnya ini terlalu cepat. Reflek tangan Baekhyun meraih kedua tangan Chanyeol yang sedang memegang wajahnya bermaksud agar Chanyeol segera melepaskan ciumannya. Namun usahanya sia-sia. Karena Chanyeol semakin memperdalam ciumannya dan mau tidak mau Baekhyun harus menerimanya.
Baekhyun memejamkan kedua matanya dengan rapat dan merasakan ciuman yang di berikan oleh Chanyeol. Jantungnya berdegup berkali lipat lebih cepat ketika tangan Chanyeol sudah turun dan memeluk pinggangnya, merapatkan tubuh keduanya.
Ini sangat hangat. Baekhyun merasakan kehangatan luar biasa dan mengabaikan jika tubuhnya sudah basah akibat hujan deras ini.
"Mphh-"
Kenapa Chanyeol menciumnya begitu lama? Apakah Chanyeol melampiaskan kerinduannya selama ini pada Baekhyun melalui ciuman panas ini? Bahkan Chanyeol mengabaikan berontakan yang dilakukan oleh Baekhyun. Terus menyesap bibir tipis Baekhyun sambil merengkuh tubuh mungil asistennya ini.
'Kau.. masih mengingatku sajangnim?'
Cpkh!
Chanyeol melepaskan tautan bibir keduanya dan mengusap wajah cantik Baekhyun dengan lembut.
"Terima kasih. Kau tidak menolakku.."
Grep
Chanyeol kembali memeluk tubuh Baekhyun dengan erat dan Baekhyun membiarkannya. Tangan Baekhyun terangkat untuk menyentuh bibirnya sendiri yang sudah sedikit basah akibat perbuatan sajangnimnya ini.
'Sajangnim.. aku akan selalu mencintaimu apapun yang terjadi'
.
.
.
.
.
.
"Tae Oh!"
Kyungsoo menolehkan kepalanya ke arah pintu yang terbuka dengan tiba-tiba. Dan betapa terkejutnya ia ketika melihat siapa yang tengah memanggil nama anaknya tersebut. Kyungsoo segera bangkit dari posisi duduknya dan berdiri menghadap ke arah lelaki yang sudah melangkahkan kakinya menuju ke arahnya.
"K-kai?"
"Apa yang terjadi pada anakku, Kyungsoo?"
Kai memegang kedua bahu sempit Kyungsoo dan Kyungsoo hanya terdiam saat melihat ke khawatiran yang di tunjukkan oleh Kai saat ini. Dan juga..
Darimana Kai tau jika saat ini Tae Oh kembali drop?
"Katakan sesuatu. Apa yang terjadi pada anakku?" Kai kembali mengulang pertanyaannya karena Kyungsoo tak kunjung menjawabnya.
"Dia.. baik-baik saja. Kau tidak perlu khawatir" ucap Kyungsoo kemudian.
"Bagaimana aku tidak merasa khawatir saat anakku sakit seperti ini Kyung? Kau tidak tau betapa paniknya aku? Perasaan tidak enak tiba-tiba muncul dan tanpa menunggu apapun lagi aku segera datang kesini"
"Untuk apa kau datang kesini? Aku bisa menjaga Tae Oh dengan baik" lirih Kyungsoo dengan ekspresi datarnya.
"Tidak bisakah kau menerima jika aku adalah Ayah kandung dari Tae Oh? Bahkan kau masih menggunakan margaku untuk menamainya"
"Kau memang Ayah kandungnya. Tapi dia sama sekali tidak mengenalmu"
Sungguh perkataan singkat Kyungsoo sangat menyakiti perasaan Kai.
"Kyung! Berhentilah bersikap seperti ini! Aku tidak ingin anakku menganggap orang lain sebagai Ayah kandungnya!"
"Tidak. Tae Oh tidak akan menerimamu. Dia sudah nyaman dengan status Chanyeol sebagai Ayahnya. Kau tidak berhak mengusik kebahagiannya"
"Kau bilang bahagia? Apa kondisi Tae Oh saat ini menunjukkan jika ia bahagia? Kumohon jujurlah dengan perasaanmu sendiri Kyung!"
Kyungsoo menghempaskan kedua tangan Kai yang mencengkram kuat bahunya. Lalu ia membuang wajahnya tidak ingin menatap mata Kai.
"Pergilah. Kau menganggu istirahat anakku" datar Kyungsoo.
"Astaga Kyungsoo! Apa yang harus aku lakukan agar kau memaafkanku?"
Kyungsoo menelan ludah nya kasar karena tenggorokannya terasa amat kering. Kemudian ia memberanikan dirinya untuk menatap mata Kai kembali. Cukup lama ia terdiam dan sepertinya ia harus mengatakan hal ini pada Kai. Demi kebaikan mereka.
"Pergilah dari hadapanku dan Tae Oh. Aku sudah muak melihat wajahmu, Kai"
Kai berdecih sama sekali tidak menyangka dengan perkataan yang baru saja di lontarkan oleh Kyungsoo. Ia sudah yakin jika Kyungsoo masih bersikeras menolaknya dan mengatakan kalimat seperti itu.
Kali ini kesabaran Kai sudah pada batas akhir. Ia sudah tidak mampu menahan hasratnya untuk memiliki Kyungsoo kembali kedalam dekapannya. Ia sudah tidak mampu bersabar lagi untuk kesekian kalinya menyikapi sikap Kyungsoo yang selalu saja menolaknya. Mungkin Kai harus melakukan ini agar Kyungsoo menyerah.
Ya, Kai harus mengatakannya.
"Kembalilah padaku atau aku akan membuat suamimu bangkrut?"
"Apa? Kau tidak bisa melakukannya, Kai!"
"Aku bisa melakukannya, sayang"
Ekspresi panik Kai kini berubah menjadi seringaian yang mengerikan bagi Kyungsoo. Sebenarnya inilah hal yang paling di takutkan oleh Kyungsoo selama ini. Tetapi ia sama sekali tidak menyangka jika Kai akan melakukan hal picisan seperti ini. Kai yang ia kenal bukanlah Kai yang akan menyangkutpautkan urusan pekerjaan dengan urusan pribadinya. Tetapi ia salah. Kai bahkan rela melakukan hal kotor untuk memaksanya kembali.
"Bagaimana? Pilihan yang sangat mudah bukan?" Ucap Kai lagi.
Kyungsoo menggeleng.
"Tidak. Aku tidak akan kembali padamu. Sekalipun kau telah menumpahkan kembali spermamu didalam tubuhku, aku tidak akan melepaskan Chanyeol" jawab Kyungsoo dengan lantang.
"Chanyeol pasti akan membencimu saat ia mengetahui jika kau hamil anakku kembali, bukan anaknya" ucap Kai dengan santai.
"Bukankah aku sudah mengatakan padamu jika aku akan menggugurkan janin ini?"
Dengan cepat Kai mendorong tubuh mungil Kyungsoo ke dinding yang berada tepat di samping ranjang Tae Oh tersebut. Membuat Kyungsoo sedikit meringis karena Kai melakukannya dengan tiba-tiba dan sangat kasar. Kai memang selalu seperti ini jika ia tengah marah. Kyungsoo bahkan merutuki dirinya sendiri karena ia tidak mampu menghindari cengkraman lelaki yang 'pernah' dicintainya ini.
"Sekeras apa hatimu ini Kyung? Aku menyesali semua perbuatanku. Tidakkah kau memberikanku sebuah kesempatan?"
Kyungsoo kembali meneteskan airmatanya. Karena jujur saja ia merasa sangat sesak saat ini. Sesak karena ia bingung dengan perasaannya sendiri.
"Kau kembali pada waktu yang salah, Kai. Maka dari itu aku selalu menolakmu hiks!"
Kai terdiam. Namun tidak beberapa lama kemudian, kedua tangannya terangkat untuk menangkup wajah gembil Kyungsoo dan menghapus jarak diantara mereka. Mendekat dan semakin dekat hingga kedua bibir itu menempel dengan sempurna.
Kyungsoo membulatkan kedua matanya lebar-lebar karena terkejut dengan ciuman yang di lakukan oleh Kai. Dan bodohnya, ia sama sekali tidak mampu menolaknya. Hatinya mengatakan jika ia merindukan perlakukan Kai yang seperti ini, tetapi rasa egoisnya mengalahkan semuanya dan mengatakan jika ini semua salah.
Tidak seharusnya ia melakukan hal seperti ini pada lelaki lain.
Namun dengan kurang ajarnya, kedua mata Kyungsoo justru menutup secara perlahan menikmati ciuman lembut yang di lakukan oleh Kai padanya. Semakin lama dan semakin lembut, membuat Kyungsoo tidak mampu melakukan apapun lagi.
Kai menggenggam kedua tangannya dan semakin memperdalam ciuman mereka dengan memiringkan kepalanya. Kyungsoo semakin terpojok dan ia justru mendongakkan kepalanya agar Kai lebih mudah menikmati bibirnya.
'Ku mohon seseorang ingatkan aku jika apa yang aku lakukan saat ini adalah salah..'
'Chanyeol.. maafkan aku. Aku masih mencintai lelaki ini'
Kai dan Kyungsoo terus melakukan ciuman intim itu tanpa menyadari jika ada sebuah senyuman kecil yang di kembangkan oleh seorang bocah mungil di samping mereka.
Tae Oh ternyata menyaksikan apa yang baru saja terjadi di antara sang Umma dan Ahjussi tampan yang sering mengunjunginya. Seharusnya ia marah karena bukan Ayahnya yang mencium sang Umma, tetapi ia justru merasa bahagia ketika melihat Ahjussi tampan itu mencium Umma nya dengan lembut seperti saat ini. Seolah ia merasa jika ia ingin sekali melihat Kyungsoo selalu seperti ini bersama Kai. Walaupun nyatanya ia tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi diantara keduanya.
Tetapi ia mempercayai satu hal yang ia dengar dari percakapan antara Kai dan Kyungsoo tadi. Yaitu..
Ahjussi tampan yang sering mengunjunginya disini ternyata adalah Ayah kandungnya.
'Appa...'
.
.
.
.
.
.
TBC!
.
.
.
.
.
.
Gimana? Tercengang(?) ga? .g
Masih ngambang ya ceritanya? *ngambang? Lu kira tokai yut? *digampar
Wakakakak Gimana nih reaksi Baekhyun selanjutnya setelah Chanyeol ngaku kalo dia udh punya istri? Dilihat dari reaksinya sih si Baekhyun malah terima-terima aja hahaha Dan buat yang masih penasaran kenapa Baekhyu, Chanyeol dan Kyungsoo ga saling kenal di masa sekarang, yaitu.. eumm.. mungkin kalian udah bisa nebak sendiri ya? dan Yuta mau tegasin lagi kalo mereka itu lebih tepatnya "SALING PURA-PURA UNTUK TIDAK MENGENAL SATU SAMA LAIN KARENA MASA LALU BURUK MEREKA". Udah jelas kan? Jadi disini tidak ada yang amnesia atau sebagainya hehehe :v
Dan juga KaiSoo. Tae Oh udh tau kalo Kai ternyata Ayah kandungnya. Disini nanti Kyungsoo masih bingung, apa dia nerima Kai dengan konsekuensi mengkhianati pernikahannya bersama Chanyeol? Atau dia nolak Kai yang akan berakibat Kai bakal bikin bangkrut Chanyeol?
Flashbacknyapun belum selesai. Masih gantung bgt disini, dan juga alasan kenapa Kyungsoo bisa menikah sama Chanyeol dulu. Err elelelele~
Penasaran?
NEXT?
REVIEW JUSEYO~
SARANGHAE BBUING~
