Dear readers, chapter 7 telah tiba! Silahkan baca dan jangan lupa review.
Disclaimer: Detektif Conan milik Aoyama Gosho. Saya cuman minjem buat fanfic saya.
CHAPTER 7
Anak-anak grup detektif cilik baru saja pulang sekolah. Mereka bersama-sama keluar dari gedung SD Teitan. Ketika sampai di gerbang sekolah, mereka melihat Kobayashi-sensei sedang bercakap-cakap dengan Inspektur Shiratori tentang kasus perampokan. Mereka memandang keduanya dengan cukup terkejut dan heran.
"Inspektur Shiratori ke sini lagi..." kata Mitsuhiko sambil mendongak memandang Shiratori yang sedang bicara dengan Kobayashi-sensei.
"Kemarin dia juga datang, kan?" kata Genta.
"Ya," kata Ayumi, lalu tersenyum. "Dia bekerja keras!"
"Benar, soalnya polisi selalu melindungi warga," balas Mitsuhiko antusias.
"Tidak, Inspektur Shiratori bekerja di divisi pertama yang menangani kasus pembunuhan," Conan tiba-tiba nimbrung. "Divisi ketigalah yang berurusan dengan kasus pencurian dan perampokan, tapi pencurian seperti Kaitou KID yang mengirimkan surat peringatan dan sampai menimbulkan kehebohan massa ditangani oleh divisi kedua."
"Kalau begitu kenapa dia ke sini?" tanya Genta bingung. Conan jadi sedikit salah tingkah dengan pertanyaan itu.
"Kalau itu sih..."
"Apa boleh buat, kan?" sela Ai sambil memandang Shiratori dan Kobayashi, "Bagi Inspektur Shiratori, Kobayashi-sensei adalah pasangan takdirnya."
"Pa-pasangan takdir?" Ayumi, Genta, dan Mitshiko serempak bertanya sambil mengelilingi Ai. Shiratori yang mendengar mereka buru-buru memberi isyarat agar mereka diam.
"Hei, dia bilang dia akan mengatakannya sendiri pada saat yang tepat, jadi diamlah!" bisik Conan pada Ai. Ai meliriknya dengan tatapan cuek.
"Begitu, ya? Selalu terlibat dalam urusan orang lain dan tak bisa mengungkapkan perasaannya sendiri, seperti orang idiot dalam drama percintaan..."
"Oi, kau tidak bicara tentang aku, kan?"
"Apa? Conan suka sama seseorang?"
Baik Conan maupun Ai terkejut setengah mati ketika mendengar suara pelan dari belakang mereka. Gina berdiri di sana, memandang kedua temannya dengan ingin tahu. Conan dan Ai sama-sama lupa kalau Gina mengikuti mereka dan berada tepat di belakang mereka.
"Say, Ai, siapa yang seperti orang idiot dalam drama percintaan? Conan?" tanya Gina dengan wajah polosnya atau lebih tepatnya wajah polos yang dibuat-buat.
"Te-tentu saja bukan!" kata Conan buru-buru dengan suara pelan, sebisa mungkin menjaga agar anak-anak yang lain tak mendengarnya. "Haibara cuma mengatakan sesuatu tentang Inspektur Shiratori."
Gina ingin tertawa ketika melihat reaksi Conan, tapi ia bisa menahannya dan mempertahankan wajah polosnya. "Tapi tadi kau bertanya apakah Ai bicara tentangmu."
"I-itu-itu karena aku suka ikut campur saat polisi bekerja. Aku suka sekali melakukan investigasi seperti mereka, tapi mereka sering melarangku melihat-lihat TKP," jawab Conan lagi dengan gugup.
"Kalau begitu apanya yang romantis?"
"Bagian yang romantis itu untuk Inspektur Shiratori," jawab Ai segera. "Tadi kan, aku bilang kalau Inspektur Shiratori menganggap Kobayashi-sensei sebagai pasangan takdirnya. Kelihatannya Inspektur Shiratori menyukai Kobayashi-sensei," bisiknya.
"Ah, itu maksudmu," Gina mengangguk-angguk, lalu memandang Kobayashi-sensei dan Shiratori yang bercakap-cakap, sesekali tertawa satu sama lain. Kemudian Gina mengangguk lagi. "No doubt. He is in love with her," katanya dalam bahasa Inggris.
"Iya, kan?" kata Ai, sementara Conan bernapas lega. Ia lega karena topik pembicaraan akhirnya tidak lagi membahas dirinya. "Yah, menurutku mereka cocok. Kobayashi-sensei adalah penggemar Ranpo Edogawa, jadi dia suka cerita misteri. Dia akan mendengarkan kasus-kasus yang diceritakan Inspektur Shiratori," kata Ai lagi, sementara kali ini Conan memandangnya dengan senyum dan wajah datar.
"Bicara tentang kasus, tadi Mitsuhiko menyebutkan sesuatu, kan?" kata Genta tiba-tiba.
"Ya! Sesuatu tentang gudang," timpal Ayumi.
"Benar," balas Mitsuhiko, "ini tentang gudang angker."
"Gudang angker?" ulang Conan.
"Ya," kata Mitsuhiko, kemudian ia menceritakan bahwa teman sekelasnya, Takuma, menemukan gudang itu di rumah kerabatnya di blok 5 Beika ketika sedang bermain petak umpet. Ketika Takuma mengintip dari balik jendela gudang untuk mencari temannya, ia melihat tumpukan harta dan di antara tumpukan harta itu ada bayangan yang melihat ke arahnya. Takuma mengira bayangan itu adalah temannya, tapi ketika ia meminta pemilik gudang membukakan pintu, pemilik itu mengatakan bahwa gudang itu sudah bertahun-tahun tak digunakan, jadi tak mungkin ada orang yang berada di dalamnya. Karena Takuma terus memaksa, akhirnya pemilik gudang membukakan pintunya, tapi setelah terbuka, Takuma tak melihat apa-apa di dalam gudang. Gudang itu kosong melompong.
"Lalu, orang itu memberitahu Takuma rumor tentang gudang itu. Katanya, 'gudang ini tidak bisa menyimpan harta karena harta yang berada di dalam gudang akan hilang dimakan oleh gudang ini'..." Mitsuhiko menutup ceritanya dengan ekspresi ketakutan teramat sangat, membuat Ayumi dan Genta ikut-ikutan takut. Sementara itu, kedua mata Gina membesar. Sepertinya ia tahu cerita ini. Ia yakin kasus yang diceritakan Mitsuhiko ada dalam manga.
"Te-teman-temannya tidak dimakan oleh gudang itu, kan?" tanya Genta ketakutan.
"Tidak. Tak lama kemudian mereka muncul dari tempat lain," jawab Mitsuhiko. "Tapi kudengar karena shock, Takuma jadi sering bermimpi buruk," tambahnya.
"Hari ini juga dia tak masuk sekolah," kata Ayumi cemas.
"Begitu ya... gudang yang berperut besar... hal seperti itu sudah pasti berasal dari dunia Ranpo Edogawa..."
Gina dan teman-temannya terkejut sesaat karena tiba-tiba Kobayashi-sensei nimbrung.
"Di mana Inspektur Shiratori?" tanya Ai.
"Dia baru saja pergi sambil bersiul," jawab Kobayashi-sensei. Kemudian wanita itu berbicara sendiri tanpa memerhatikan anak-anak. Gina melihat teman-temannya mengendap-endap menjauh dari Kobayashi-sensei. Ayumi menarik tangannya, menyuruhnya mengikuti mereka. Setelah berada cukup jauh, mereka semua lari sekencang-kencangnya. Tak lama kemudian terdengar suara Kobayashi-sensei memanggil mereka, tapi karena semua temannya mengabaikannya dan terus berlari, Gina pun angkat bahu dan berlari mengikuti mereka.
Gudang yang ingin mereka selidiki ada di blok 5, sama dengan Kantor Detektif Kogoro Mouri yang juga rumah Conan. Jadi, anak-anak itu sepakat untuk mampir ke sana sekedar menaruh ransel. Sesampainya di sana, Conan meminta teman-temannya menunggu di kantor detektif sementara ia naik ke ruangan di atasnya untuk meninggalkan pesan yang menyatakan bahwa ia akan pulang telat.
Gina melihat sekeliling ruangan kantor detektif. Baru kali ini ia berkunjung ke kantor detektif Kogoro Mouri. Berada di tempat ini rasanya seperti mimpi. Sayang ia tak bisa melihat Kogoro dan Ran hari ini. Sementara Gina melihat-lihat kantor detektif, teman-temannya yang lain sibuk bercakap-cakap.
"Tapi bagaimana jika ternyata ada monster di sana?"
"Tenang saja! Conan-kun pasti akan membuktikan kalau di gudang itu tak ada monster."
"Ya!"
"Betul!"
"Ayolah, kalian selalu saja bergantung pada Edogawa-kun. Tidak bisakah kalian membuatnya kagum sekali saja?"
"Eh?" Bukan hanya Genta, Ayumi, dan Mitsuhiko yang mengatakannya, Gina juga, tapi alasannya berbeda dengan anak-anak itu. Sementara Genta, Ayumi, dan Mitsuhiko memang sering bergantung pada Conan, Gina bahkan belum lama mengenal Conan. Gina mengatakannya karena ia tiba-tiba merasa déjà vu. Ia merasa seolah-olah sebelum ini Ai sudah pernah mengatakan hal yang sama.
"Aku ragu soal itu," kata Mitsuhiko.
"Conan-kun terlalu pintar," kata Ayumi.
"Dan dia tahu banyak hal aneh," tambah Genta.
"Aku hanya memberi kalian nasihat dan peringatan," kata Ai lagi sambil berjalan melewati mereka, "Terus saja seperti itu dan kalian takkan pernah tumbuh!"
"Kau mau ke mana?" tanya Mitsuhiko yang melihat Ai terus saja berjalan.
"Kamar mandi," jawab Ai, sambil membuka pintu kamar mandi, lalu dalam hitungan detik ia telah masuk dan menutup pintunya. Melihat pemandangan itu, mendengar semua percakapan itu, Gina yakin ia tahu peristiwa hari ini. Ia yakin hari ini ada dalam manga. Gina mengingat-ingat.
Gudang angker... bergantung pada Conan...
"Aku tumbuh, lho. Ibuku bilang aku tambah tinggi," kata Genta.
"Ya, tapi aku benar-benar ingin melihat Conan-kun kehabisan kata-kata di depan kita," kata Ayumi semangat.
"Yeah!" sahut Genta, ikut bersemangat.
"Meskipun hanya sekali, jika melihat ekspresinya yang mengaku kalah dari kita—"
Suara derit pintu memotong perkataan Mitsuhiko. Ia, Genta, Ayumi, dan Gina segera menoleh ke arah pintu, menyadari ada seseorang di sana.
"Tidak, kami hanya..."
"Hanya bercanda..."
"Kami tidak serius, kok..."
Baik Ayumi, Genta, maupun Mitsuhiko mengira Conanlah orang di balik pintu, tapi begitu pintu terbuka lebih lebar, mereka tahu bahwa mereka salah. Mereka semua terkejut ketika melihat sosok yang muncul dari balik pintu, begitu juga dengan Gina.
Heiji Hattori.
Ah, tentu saja. Hari ini adalah hari terjadinya kasus itu... Gina benar-benar sadar sekarang. Ia benar-benar yakin. Gudang angker, ketergantungan pada Conan, dan sekarang Heiji Hattori muncul. Ia yakin kasus kali ini memang ada dalam manga. Ia sudah ingat.
Singkat cerita, dalam waktu yang sempit itu, Gina berkenalan ala kadarnya dengan Heiji, kemudian Heiji menawarkan bantuannya agar mereka bisa menang dari Conan. Setelah Heiji memamerkan foto Conan yang tertunduk di ponselnya, Genta, Mitsuhiko, dan Ayumi langsung bersemangat dan meminta bantuan Heiji. Gina tak berkomentar apa-apa. Ia tahu tak ada gunanya dirinya terlibat dalam permainan Heiji, toh pada akhirnya Conan juga akan tahu. Setelah itu, Heiji buru-buru bersembunyi di bawah meja ketika mendengar suara langkah kaki menuruni tangga. Tak lama kemudian, Conan datang dan menanyakan di mana Ai, yang langsung terjawab ketika Ai membuka pintu kamar mandi. Setelah itu, mereka berenam segera berangkat ke gudang angker dengan Genta, Mitsuhiko, dan Ayumi yang tampak lebih bersemangat daripada biasanya. Ai dan Conan tak tahu apa yang terjadi, tapi Gina tahu dan ia tak berniat memberitahu. Sekalipun ia ingin, ia tak tega mengkhianati Genta, Ayumi, dan Mitsuhiko.
Biarlah, toh pada akhirnya mereka tidak menang dari Conan. Conan juga akan tahu. Aku takkan ikut permainan Heiji, tapi aku juga takkan memberitahu Conan. Aku ada di pihak netral, batin Gina. Ia takkan memihak siapa-siapa, itu keputusan finalnya.
TBC
Review please :)
