Dengan mengucap syukur akhirnya author berhasil menyelesaikan chapter 7. Disini sepertinya Sakura mulai menyadari keganjilan-keganjilan yang ada pada dirinya. Dan kelompok-kelompok sekutu maupun musuh juga sepertinya mulai bergerak.
Arigatou sudah mengikuti fic Gaje ini, dan mohon maaf jika masih banyak kekurangan. ;)
Ok, saatnya membalas review...
Valkyria Sapphire: Yo Ganbatte ne! Iya nih ternyata lama banget ru bisa update hehehe. Di chap-chap selanjutkan akan author usahakan secepat mungkin. Arigatou...
Devil's of Kunoichi: Gomen masih banyak kesalahan dimana2. Akan author perbaiki sebaik mungkin. Arigatou atas segala masukan senpai. Mohon nasehatnya lagi...
Bintang: Arigatou udah rev, iya ini dah diupdate... ehm maksudnya bintang tiga itu apa ya? Author penasaran he3
Ayhank-chan UchihArlinz: Arigatou dah rev n dibilang keren he3. Pertanyaannya akan segera terjawab di chap ini. Baca ya, dah diupdate lo. Sebenernya Sakura juga bingung, apalagi author, he3
Uchiharuno Poetrie: Salam kenal juga. Author juga iri kok ma SasuSaku he3. Ini udah diupdate, selamat membaca n arigatou...
Chini VAN: Arigatou untuk semuanya he3. Ini udah update. Selamat menikmati...
Uchihaiykha: he3 g' mau diapa2in. Author berencana flashbackx di chap selanjutnya. Ditunggu ya n Arigatou dah difav...
Thia Nokoru: Ok senpai, dah diupdate kok he3. Arigatou...
Miho Yulatha: iya, ini dah diupdate lo. Selamat membaca n Arigatou...
Gieyoungkyu: he3 gomen, tapi kayanya yang ditunggu bukan di chap ini deh. ;p ehm.. tapi bukannya adik itu emg imouto ya, otouto kan ayah. Gt ;) Arigatou n selamat membaca...
Choco momo: Salam kenal juga. Tapi kyanya yang harus manggil senpai itu author deh ;) Wah padahal alurnya lumayan mbulet kaya benang kusut he3. Arigatou n author akan membenahi kekurangannya sehingga mudah dipahami ;D
Sichi: Yup, ini dah diupdate lo... Arigatou...
Tabita Pinkybunny: Gomen he3. Tapi di chap ini belum author siapkan limenya. Mungkin chap selanjutnya. Arigatou...
Lagi-lagi rasa takut merayapi seluruh tubuhku. Apalagi ketika teringat akan mata merah yang pernah ia perlihatkan waktu itu.
"Kau tidak suka makanannya?" tanya Sasuke bingung dengan sikapku.
"Ini bisa memancing kubu Ne un."
"Hm, gadis itu beruntung mempunyai nii-san yang selalu melindunginya, meskipun dirinya sama sekali tak mengenalmu. Benar-benar nii-san yang baik."
Disclaimer : Masashi Kisimoto
Pair : Sasuke & Sakura
Story : Artwing San
Genre : Romance & Drama
Rated : Semi M (masih bingung nentuinnya)
Chapter 7
Memory yang Hilang
"ughh..."
"Kau sudah bangun ?" tanya Sasuke.
Dengan seketika arah pandang Sakura tertuju pada asal suara dan menengok ke sekelilingnya, ternyata dirinya tidak lagi berada di kamar mandi. Setelah sadar dengan sekelilingnya Sakura segera melihat ke dalam selimut yang menutupi tubuhnya, alangkah kagetnya ternyata dia sudah memakai yukata tidur yang sama dengan yang dipakai Sasuke tanpa menggunakan pakaian dalam tentunya. Padahal seingatnya tadi ia sedang mandi dan tidak memakai apa-apa di tubuhnya.
"Apa yang sudah kau lakukan padaku?" teriak Sakura menuntut penjelasan Sasuke. Dan jangan ditanya apa yang dilakukan Sasuke, pria bermata onyx itu hanya sibuk menata makanan yang telah diantarkan pelayan rumah pantai itu.
"Memandikanmu yang pingsan dan membawamu kemari" kata Sasuke santai.
"APAA?" saat ini Sakura hanya bisa membuka mulutnya cengok dengan apa yang dikatakan Sasuke, semua kata cacian yang ingin dilontarkan tersangkut di tenggorokannya. ' Ja...jadi Sasuke sudah melihat tubuhku yang polos tanpa sehelai benang pun? Bohong, itu semua pasti hanya kebohongan belaka. Ini hanya mimpi, ya hanya bunga tidurku saja.' Batin Sakura.
CUP
"Eh? Ter..ternyata bukan mmimpi. Dan aghhhh... apa yang sudah kau lakukan?" ucap Sakura setelah sadar dari keterkejutannya.
"Hanya menyadarkanmu?" kata Sasuke yang lagi-lagi terlewat santai, hal itu sukses membuat Sakura geram.
"HANYA katamu? Dasar pantat ayam mesum!" ucap Sakura memperolok Sasuke dengan menekankan kata hanya.
"Hn, sekarang kemarilah. Kau lapar kan?"
"Tidak, aku tidak sudi makan dengan pria pervert sepertimu." tolak Sakura dengan tegas.
"Begitukah? Di sini ada sushi kesukaanmu Saku."
"Memang siapa yang suka sushi?" tolak Sakura sambil memalingkan wajahnya ke arah lain. Tapi dalam pikirannya dia bertanya-tanya darimana Sasuke tau makanan favoritnya. Semakin dipikirkan semakin membuat kepala sakit dan pada akhirnya Sakura tidak mau ambil pusing dengan pertanyaan-pertanyaan yang ada di kepalanya.
"Kyaaa..." tiba-tiba Sasuke mengangkat Sakura dalam gendongannya sehingga Sakura terperanjat kaget.
"Kau harus makan, aku tidak menerima bantahan lagi." Kata Sasuke dingin sambil menggendong Sakura dan menurunkannya di kursi meja makan. Dan lagi-lagi kata-kata perintah dengan nada dingin itu membuat Sakura bungkam. Di sana sudah terhidang bermacam-macam makanan yang memang sengaja Sasuke pesan untuk mereka terutama Sakura.
Sakura Pov~
Ini seperti pertama kali ia membawaku ke rumahnya ehm atau mungkin istananya. Entah kenapa aku bisa melupakan hal-hal yang belum lama terjadi. Pria dingin yang duduk di hadapanku sekarang, ya pria itu sudah membunuh banyak orang tak ubahnya seorang pembunuh berdarah dingin yang tidak segan-segan menghunus pedangnya untuk membunuh siapapun yang ada di depannya dengan sekali tebas.
Aku melupakannya, ya aku melupakan kejadian yang terjadi di panti madam Tsunade. Bagaimana bisa? Dan meski aku tidak ingin mengakuinya, tidak dapat dipungkiri aku merasa nyaman berada di dekatnya, orang yang telah membunuh teman-teman dan madam Tsunade.
Dasar Sakura bodoh, kau kemanakan akal sehatmu, bagaimana mungkin sampai ada perasaan khusus dengan pria di depanku. Meskipun dia sangat baik dan perhatian padaku, tapi mungkin saja itu hanya kebohongan, ya suatu kebohongan.
"Apa yang kau pikirkan?" tanya seseorang yang sedang berada di otakku.
"Eh... ti..tidak." jawabku tergagap.
"Cepat habiskan makanannya!" kata Sasuke lagi dengan nada perintah.
"I..iya.."
Entah kenapa jika teringat apa yang telah Sasuke dan gerombolannya lakukan pada teman-teman di panti dan apa yang dilakukannya pada madam Tsunade, orang yang telah kuanggap sebagai ibuku sendiri, orang yang telah mengajarkanku banyak ilmu dan pengalamannya. Aku jadi takut. Takut sekali.
Kalau Naruto adalah teman Sasuke, berarti dia juga ikut dalam pembantaian itu. Tapi kenapa mereka sama sekali berbeda saat ini. Sebenarnya siapa mereka, apa benar aku seperti yang mereka katakan. Jika benar, aku ini sebenarnya siapa? Mengapa aku tidak bisa mengingat apapun? Ahhh... aku benar-benar bingung.
TRAK
Suara sumpit yang kutekan terlalu kuat di atas piring membuat bunyi yang lumayan keras dan menyadarkanku, setelah itu pun aku mendongak memandang Sasuke yang ternyata dia juga sedang memperhatikanku dengan mata sekelam malam itu. Lagi-lagi rasa takut merayapi seluruh tubuhku. Apalagi ketika teringat akan mata merah yang pernah ia perlihatkan waktu itu.
"Kau tidak suka makanannya?" tanya Sasuke bingung dengan sikapku.
"Ti..tidak. Aku suka" setelah mengatakan itu segera saja aku melahap makanan yang ada di hadapanku, tidak peduli dengan rasanya.
End of Sakura Pov~
ᴥᴥᴥᴥᴥ
"Bagaimana, kalian sudah menemukannya?" tanya seseorang pada lawan bicaranya di saluran telephon.
"Mereka ada di sebuah rumah pantai di daerah Konoha Selatan Tuan" kata seorang yang diketahui adalah bawahan pria yang bertanya padanya.
"Baiklah, kalian boleh kembali. Informasi lengkapnya kirimkan padaku secepatnya!"
"Baik Tuan."
Setelah mendengar laporan dari anak buahnya, dengan segera Yamato pergi keluar menuju tempat parkir dan menjalankan mobilnya. Tidak mau ketinggalan Sai adiknya pun mengikutinya masuk ke dalam mobil yang sama.
Dan bagaimana dengan Naruto? Tuan muda yang satu itu juga sibuk menuju ke tempat kedua sahabatnya, mata-mata yang dimilikinya tidak kalah hebat dalam mencari informasi seperti halnya keluarga Haruno, jadi kini ia sedang berlomba untuk segera sampai ke tempat Sasuke dan Sakura. Dia merasa harus memberitahukan hal ini pada Sasuke, bagaimana juga pemuda pirang itu sangat tau perangai Sasuke dan Yamato jika berhubungan dengan Sakura. Jika mereka bertemu dalam situasi yang kurang mendukung seperti ini, entah apa yang terjadi.
ᴥᴥᴥᴥᴥ
Sasuke Pov~
Apa yang sedang dipikirkannya? Entah mengapa jika melihat raut kebingungan juga kesedihan yang terpancar jelas dari wajah dan suaranya, rasa bersalah yang bersarang semenjak Sakura menghilang mulai menggerogotiku lagi. Semua ini salahku hingga Sakura sampai jatuh ke tangan musuh hingga kehilangan ingatannya. Apa yang telah terjadi selama kau disana Saku? Apa kau disakiti oleh mereka?
"A..aku sudah selesai. " kata Sakura membuyarkan lamunanku.
"Hn. Minum obatmu dan segera tidur" setelah mengatakan itu aku segera meraih telephon yang tersedia di ruangan ini dan menelephon petugas disini untuk membereskan bekas makanannya.
"Ehm... Sasu."
"Hn?"
"Ti...tidak. Aku... aku tidur ." Kata Sakura sebelum beranjak naik ke ranjang satu-satunya disini.
"Hn"
Beberapa saat kemudian entah karena lelah atau pengaruh obat-obatan, Sakura sudah menjelajah ke dunia mimpi. Wajah saat tertidur maupun wajah saat terjaga sama-sama tidak membuatku bosan untuk memandangnya. Dan hal itu sukses membuatku mengeliminasi jarak wajah Sakura yang polos tanpa noda itu. Dan CUP , satu kecupan lembut berhasil mendarat dengan mulus di bibir mungilnya. Tetapi segera aku menjauhkan diriku tak ingin mengganggu jam tidurnya ke sisi ranjang yang masih cukup luas untuk ditempati, mengingat tubuh mungil Sakura meringkuk di pinggir ranjang yang berukuran king size.
"Enggh... Jangan, tidak mau!"
Mendengar igauan Sakura, segera saja kurengkuh dirinya dalam pelukanku.
"Tenanglah. Aku akan menjagamu, Sakura." kataku sekedar menenangkannya. Dan beberapa saat kemuddian akhirnya dia kembali tenang. Melihatnya tidur dengan tenang mau tidak mau perasaanku ikut tenang.
Dia satu-satunya yang kubutuhkan, aku bisa hilang kendali jika tak berada di dekatnya barang sekejap, karena Sakura milikku, hartaku, hidupku, dan tak akan kubiarkan siapapun mengambilnya dariku, tak seorang pun.
End of Sasuke Pov~
Di sebuah markas besar yang diketahui bernama Akatsuki yang tempatnya tersembunyi terdapat empat orang yang sedang berkumpul di salah satu sisi markas. Meski tanpa ada pertarungan, aura disekitar mereka sangat pekat.
"Ada pergerakan dari Haruno, meski hanya skala kecil."
"Hn."
"Sepertinya masih berhubungan dengan adik kecilmu itu Itachi."
"Mereka memang keras kepala, biarkan saja."
"Ini bisa memancing kubu Ne un."
"Tapi kita juga tidak bisa gegabah. Cukup menjaga gadis itu dari jarak jauh."
"Hm, gadis itu beruntung mempunyai nii-san yang selalu melindunginya, meskipun dirinya sama sekali tak mengenalmu. Benar-benar nii-san yang baik."
"Diam kau Kakuzu. Dan kau Itachi, pastikan adikmu tidak bertindak bodoh."
"Hn."
"Baiklah un. Kita selesaikan ini semua."
Setelah sedikit melemparkan death glare andalan masing-masing, keempat orang itu terbagi menjadi dua tim dan keluar dari markas. Melakukan rencana yang telah dijadwalkan.
ᴥᴥᴥᴥᴥ
Naruto Pov
Huahhh, jauh sekali. Apa mereka sudah sampai duluan ya? Semoga saja belum. Aku tidak mau Sakura bersedih gara-gara perkelahian mereka. Dasar orang-orang kepala batu. Jika mereka tidak meninggikan ego mereka pasti saat ini tidak perlu main petak umpet seperti ini.
"Tut...Tut...Tut... Nomor yang anda hubungi berada di luar jangkauan, silahkan hubungi sesaat lagi" lagi-lagi hanya bisa mendengar suara operator telephon.
Huh, sebenarnya sedang apa si Teme itu dengan Sakura? Menyebalkan, sampai-sampai tidak memberitahukanku kemana mereka pergi, dasar. Eh tapi tunggu dulu, apa jangan-jangan mereka melakukan 'itu'? jadi sengaja tidak bisa dihubungi karena tidak mau diganggu.
Benarkah itu? Huffftt... semoga hanya pemikiranku saja, jika Yamato sampai tau apa yang Sasuke lakukan pada Sakura, huaaaaa aku tidak mau membayangkan akan terjadi perang dingin atau perang dunia ketiga. Semoga hanya bayanganku saja.
Tapi aku penasaran, benar Sasuke belum mengambil kegadisan Sakura? Hebat juga kalau begitu. Bisa menahan diri dari gadis seperti Sakura. Kalau aku yang berada di pihak Sasuke mungkin aku akan...
Haaahhhhhhhh... apa yang sedang kupikirkan, mengapa memikirkan hal yang tidak-tidak begitu. Mungkin tertular kepervertan sensei. Dasar!
End of Naruto Pov~
'Hatchiiii' seorang pria berambut raven yang tengah memeluk kekasihnya itu tiba-tiba bersin. Padahal di daerah pantai cuacanya tidak memungkinkan untuk seseorang menderita flu.
'Sial, siapa yang membicarakanku malam-malam begini.' Batin Sasuke.
Menurutnya yang seorang public figur di dunia bisnis dan seorang taicho di dunia gelap tidak bisa bersin jika hanya dibicarakan dalam obrolan atau diskusi orang-orang yang mengenalnya. Satu-satunya orang yang bisa membicarakan dirinya tanpa tedeng aling-aling sampai membuatnya bersin seperti tadi pasti hanya si Baka Dobe itu.
"Engh..." erang Sakura menggeliat dalam pelukan Sasuke membuat piyama tidur bagian atasnya sedikit tersingkap sehingga belahan dadanya terlihat oleh Sasuke.
Melihat pemandangan indah tersebut membuat Sasuke teringat kejadian sore tadi saat di kamar mandi.
Flashback
Sasuke Pov~
"Kyaaaaa..." Sakura berteriak melihat aku yang tiba-tiba masuk.
"Apa yang kau lakukan, dasar mesum!" kata Sakura lagi sambil melempar segala macam barang yang bisa dijangkauya ke arahku. Tapi memang aku sudah terlatih, jadi kalau hanya lemparan-lemparan seperti ini tak akan bisa mengenaiku.
Tapi dilihat dari sudut manapun tubuhnya sangat cantik, tidak berubah, sama seperti sebelumnya. Hanya saja sedikit lebih kurus, mungkin karena berada di tempat asing itu terlalu lama dan makanan yang dikonsumsinya tidak layak.
"Tubuhmu lebih kurus Sakura, kau harus lebih banyak makan." kataku lagi sembari menghilangkan jarak padanya.
Lucu sekali melihat ekspresinya saat ini, mata yang sedikit terbelalak tidak percaya, wajah yang merah padam entah karena marah atau malu, dan gerak tubuhnya yang tegang membuatku semakin ingin menggodanya.
Ketika sudah berada tak lebih dari satu langkah sebelum benar-bebar mencapai tubuhnya aku berhenti untuk membuka pakaian yang melekat pada tubuhku. Satu persatu kulepas mulai dari kaos yang melekat pada tubuh bagian atas, celana panjang, boxer, sampai penutup terakhir yang menutupi kejantananku. Melihat hal tersebut Sakura hanya bengong sampai aku membuka suara untuk menyadarkannya.
"Ayo kita mandi Saku." Kataku meyeringai.
Sebelum sempat menjawab apapun, tubuhnya tiba-tiba limbung merosot ke bawah. Tetapi sebelum terbentur mencapai lantai, segera kutopang tubuhnya dan menggendongnya ala bridal style.
"Sakura bangun... Saku..." panggilku mencoba menyadarkannya. Tapi nihil, tak ada tanda-tanda matanya akan membuka.
Kalau sudah seperti ini terpaksa harus memandikannya, gadis ini tidak akan bisa tidur nyenyak jika belum membersihkan diri, jadi tidak ada pilihan lain.
End of Sasuke Pov~
Setelah berpikir keras akhirnya pria bermata onyx itu memutuskan untuk berendam dalam bathup yang sudah disiapkan oleh gadis yang sedang pingsan itu. Mengingat bathupnya memang berukuran cukup besar dan diperuntukkan untuk lebih dari satu orang. Beruntung air dalam bathup itu hangat sehingga tidak perlu khawatir kalau gadis yang dicintainya kedinginan dan sudah dituagkan juga aroma terapy yang bisa menyegarkan tubuh dan pikirkannya.
Saat ini posisi mereka adalah Sasuke berada di belakang Sakura, menjadi sandaran bagi kekasihnya yang masih belum sadarkan diri. Juga menyelimuti tubuh gadis itu dengan lengan-lengan kokohnya, seolah tak ingin siapapun menyentuhnya. Sedikit membelai punggung dan rambut merah jambu gadisnya, dan mengecup puncak kepalanya.
"Kau sama sekali tidak berubah, Hime." gumam Sasuke.
Memang hal ini dulu pernah terjadi ketika mereka kehujanan setelah kencan sembunyi-sembunyi mereka. Mengapa bisa disebut sembunyi-sembunyi? Itu karena Yamato, nii-san Sakura tidak merestui hubungan mereka, jadilah mereka selalu pergi berdua secara diam-diam.
Saat itu Sakura berada di kamar Sasuke, karena takut terkena flu Sasuke menyuruh Sakura untuk segera mandi dalam kamar mandinya, tentu saja dia juga ikut masuk. Awalnya hanya ingin menggoda sang kekasih, tetapi karena tiba-tiba Sakura pingsan karena perbuatannya, pada akhirnya mereka berendam bersama dalam bathup.
Semenjak itu Sasuke jadi ketagihan akan tubuh Sakura, meskipun pada awalnya Sakura menolak tetapi pada akhirnya gadis itu ikut menikmati perlakuan kekasihnya. Tetapi satu hal yang tidak Sasuke lakukan pada Sakura paling tidak belum, yaitu menyatukan diri mereka.
Sasuke sangat mencintai Sakura, dia juga menghargai Sakura sebagai sesosok wanita, jadi ia tidak mau menodai wanita ini hanya sebagai pelampiasan nafsu belaka. Sesuai permintaan Sakura, dia akan menyerahkan harta paling berharganya pada Sasuke setelah mereka menikah nanti. Tentu saja Sasuke tidak akan menolak permintaan gadis yang amat dicintainya itu, sampai saat itu tiba Sasuke akan menahan diri untuk melakukan 'itu'.
20 menit berlalu membuat Sasuke memutuskan untuk menyudahi sesi berendamnya bersama sang kekasih. Dengan hati-hati dia dia menggendong Sakura menuju ranjang, tentu masih dalam keadaan sama-sama telanjang bulat dan tubuh yang belum sepenuhnya kering.
Sesampainya di kamar, Sasuke membaringkan tubuh telanjang Sakura di atas ranjang dan mengambil yukata tidur untuk gadisnya dan untuk dirinya sendiri. Mau tidak mau ketika memakaikannya Sasuke kembali menyentuh bagian-bagian intim Sakura. Terutama pada buah dadanya, terpesona pada keindahannya Sasukepun meremas buah dada yang cukup besar nan sintal itu semabari melumat lembut bibir Sakura. Tetapi hal itu tidak berlangsung lama, otak cerdasnya benar-benar bekerja tepat pada waktunya.
'Tidak, ini tidak boleh. Jika dilanjutkan, aku tidak akan bisa berhenti dan mengendalikan diri untuk menyerang Sakura. Sekarang juga harus diakhiri, aku tidak mau melanggar janji pada Sakura, satu-satunya gadis yang kucintai' batin pria raven itu.
Setelah berhasil lepas dari jerat pesona tubuh Sakura, dengan segera Sasuke membetulkan yukata tidur milik gadis yang tengah teretidur itu dan menyelimutinya agar angin malam tidak mengusik tidurnya. Dan mengingat mereka belum makan malam, Sasuke menghubngi pelayan rumah pantai ini untuk memesan makanan untuk mereka.
End of flashback
To Be Continue...
Yupz, inilah chapter 7. Sepertinya author kurang inspirasi jadi hanya ini yang bisa ditampilkan. Mudah-mudahan tidak terlalu mengecewakan. Mengingat ini rated M, author jadi sedikit bingung bagaimana menuangkannya. Konflik disini juga sama sekali belum mencapai klimaks. Bingung mau mulai dari mana, dan bagaimana juga mengakhirinya. Huffftttt maklum ini masih fic perdana hehehe. So mohon bantuan atas curcol di atas ;D
Akhir kata, Review pleaseeeeeeeeeeee...
