Disclaimer: Buanyak banget. Terutama Masashi Kishimoto sensei.

Blinding Line

Chapter Seven

Minato bangun pagi-pagi sekali dan mendapati Kushina berada di dapur.

"Minato san! Sarapan!" ujarnya ceria sambil menaruh sepiring roti bakar dengan selai jeruk diatas meja.

"Aa.. Arigatou.." balas Minato sambil mengigit si roti bakar sekali. Kushina membawa sarapannya dan duduk didekat Minato.

"Mmm.. Kushina chan?" panggil Minato.

"Ya Minato san?" sahut Kushina.

"Apa menurutmu.. Dark bahagia..? Maksudku…" Minato gelagapan berbicara.

Sunyi sejenak.

"Yaah.. Sejujurnya kejadian kemarin memang sangat tidak biasa.. Saya juga baru pertama kali melihat seorang arwah yang sudah menjadi Hollow bisa kembali dengan keinginannya sendiri," ujar Kushina lambat-lambat. "Tapi saya rasa.. Ya, Dark san bahagia.."

Sunyi kembali. Minato tertawa kecil. Setitik air berkumpul di sudut matanya.

"Aku rasa juga begitu.." gumam Minato.

Minato membereskan sarapannya dan mandi dengan cepat.



"Kushina chan, aku pergi ke sekolah dulu. Tolong jaga rumah ya!" ujar Minato sambil berusaha tersenyum. Tapi senyum yang muncul malah membuat raut mukanya seperti orang nahan boker ke WC. Kushina yang paham dengan kondisi psikologis Minato cepat-cepat bertindak.

"Minato san! Tunggu!" cegah Kushina.

"Huh? Ada apa lagi?" tanya Minato.

"Enngg… Saya.. Saya mau ikut.." pinta Kushina. "Saya.. saya ingin mencoba bagaimana rasanya sekolah di dunia Minato san.." Kushina asal-asalan membuat alasan.

Minato ngangkat alis. "Aku sih nggak keberatan. Tapi gimana caranya..?" tanya Minato.

"Ah kalau soal itu serahkan saja pada saya. Jangan khawatir.." Kushina berputar dan dalam sekejap saja bajunya sudah berubah menjadi baju seragam wanita di sekolah Minato.

"Nah! Saya sudah siap!" ujar Kushina riang.

Minato rada-rada salting menghadapi Kushina. Habis, Minato jarang bersosialisasi dengan orang lain sejak ayahnya pergi meninggalkan ia dan ibunya. Minato hanya dekat dan terbuka pada ibunya dan Dark. Kehadiran wanita lain selain ibunya membuat Minato merasa bahwa kehidupannya akan berubah.

Kushina mengunci pintu ketika ada seorang kakek bersepeda menyapa Minato.

"Minato Kun! Ohayou!" sapa si kakek.

"Teuchi san, Ohayou gozaimasu," balas Minato sopan.

"Wah-wah.. Siapa itu?" tanya Teuchi sambil mengalihkan pandangannya ke Kushina.



"Ah, ini Uzumaki Kushina chan. Sepupuku. Dia baru datang dari Hokkaido.." Minato cepat-cepat ngebokis.

Kushina berbalik dan menghadap Teuchi. "Ohayou," sapanya riang sambil tersenyum.

Teuchi balas tersenyum. "Ohayou Kushina chan. Nah Minato kun, aku pergi dulu! Masih ada pesanan ramen yang harus kuantar. Jaa," pamit Teuchi.

"Jaa Jii-san!" balas Kushina ketika Teuchi mulai beranjak pergi. Minato dan Kushina pun berjalan bersama-sama ke sekolah.

"Minato san?" panggil Kushina.

"Hm?" jawab Minato.

"Jii-san yang tadi itu siapa..?" tanya Kushina.

"Ooh.. Teuchi san maksudmu? Dia pemilik kedai ramen di dekat sekolah. Aku sering makan disana. Namanya Ichiraku Ramen. Kau mau kesana nanti?" tanya Minato.

"Hm em! Aku mau!" jawab Kushina dengan bersemangat. Entah kenapa membuat wajah Minato menjadi blushing.

Akhirnya mereka sampai di pintu gerbang sekolah. Mendadak, Kushina memutar arah.

"Hei! Mau ke mana?" tanya Minato.

"Minato san pergi saja dulu ke kelas! Nanti saya menyusul!" balas Kushina lalu pergi begitu saja.

Minato menghela napas lalu pergi menuju ruang kelasnya.

Sepanjang jalan menuju ruang kelasnya, Minato mendengar bisik-bisik tetangga mengenai dirinya.



"Heee.. Dia Namikaze kan? Yang ada di TKP sewaktu Dark diserang pencuri uang kas sekolah itu?"

"Eh?? Anak pemurung itu? Kudengar dia ditinggal ayahnya sewaktu kecil…"

"Iya. Aku juga dengar gossip itu. Ada yang bilang, ibunya meninggal gara-gara melindunginya di sebuah kasus kecelakaan.. Sekarang sahabat karibnya yang meninggal.. Kasihan ya.."

Minato belagak tuli mendengar semua ucapan itu. Minato tahu sebagaimanapun mereka bersimpati terhadap dirinya, hal itu tidaklah lebih dari sebuah ucapan belaka.

Kecuali mungkin.. Perasaan simpati Kushina chan.. Minato tercekik sendiri begitu memikirkan hal ini. Kenapa gue jadi mikirin Kushina chan yah? Aneh.. batin Minato yang merasa mukanya makin memanas.

"Namikaze san, ada apa? Mukamu merah. Apa kau demam?" tanya seorang gadis cantik berambut hitam panjang sepinggang.

"Ah.. Aku.. Tidak apa-apa.. Uchiha san.." jawab Minato sambil memalingkan mukanya dari Uchiha Mikoto. Tidak ingin wajah blushingnya terlihat.

Mikoto sedikit menggerutu dengan respon dari Minato. Namikaze san.. Kenapa kau begitu dingin..? Padahal.. Coba kau tahu.. Mikoto menggeleng dan menghela nafas. Aku menyukaimu Namikaze san..

"Yak! Semua harap duduk!" perintah Iruka yang baru masuk ke kelas. "Pertama-tama, saya ingin menyampaikan berita duka atas meninggalnya Dark, teman sekelas kita, yang telah dengan gagah berani berusaha membela sekolah kita," semua murid menundukkan kepala dengan khidmat begitu mendengar ucapan Iruka.

"Tapi nampaknya kepergian seorang teman kita telah dibayar dengan kedatangan seorang murid baru," Iruka tersenyum dan memalingkan mukanya kearah pintu.

"Silahkan masuk," perintah Iruka.



SREEEGG.. Pintu kelas terbuka dan menampilkan sesosok anak perempuan berambut semerah darah. Dengan senyum anggun dan ramah tersungging di bibirnya, dia melangkah dengan tegap dan mantap menuju ke depan kelas.

Kushina chan.. Batin Minato sambil sedikit menaikkan alis.

"Nah, bagaimana kalau kau memperkenalkan dirimu?" tawar Iruka pada Kushina.

"Terima kasih sensei," ujarnya sopan pada Iruka. Membuat guru yang satu itu tersenyum bangga.

"Nama saya Kushina. Uzumaki Kushina. Saya baru pindah dari Hokkaido beberapa hari yang lalu. Mohon bantuannya," Kushina memperkenalkan dirinya sambil berusaha menyesuaikan dengan plot yang dibuatkan Minato tadi pagi.

"Bagus sekali Uzumaki san. Nah, kau boleh memilih bangku manapun untuk duduk," tawar Iruka. "Kita akan segera memulai pelajaran."

Kushina memilih bangku disebelah Minato. Bangku yang sebelumnya pernah ditempati oleh Dark. Membuat beberapa orang anak mengangkat alis.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

TENG-TONG-NING-NONG.. Bel Istirahatpun berbunyi. Kushina, sebagai selayaknya murid baru, langsung dikerubungin para kucing, eh salah, para murid yang penasaran en pengen kenalan lebih jauh (alah! Kayak apaan aja…).

"Kushina chan, aku mau pergi makan. Kamu mau ikut?" tawar Minato yang mendadak nimbrung di forum pembicaraan.

Semua murid selain Kushina yang ada disitu mangap. Nggak habis pikir tumben-tumbennya si murid pemurung no.1 mau ngajakin orang makan. Pake manggil –chan lagi!!

"Iya boleh!" sahut Kushina ceria. Membuat anak-anak sekelas makin bengong.



"Uzumaki san! Tunggu sebentar!" cegah Mikoto.

"Huh?" Kushina dan Minato membalik badan dan menatap Mikoto berbarengan.

"Mmm.. Anu.. Karena kau baru pindah kemari, Iruka sensei menyuruhku untuk mengajakmu berkeliling dan melihat-lihat keadaan sekolah…" ujar Mikoto yang gugup karena salting diliatin mereka berdua.

"Di jam makan siang begini?" Minato mengangkat alis. "Kenapa tidak di jam yang lain saja?"

"Eh itu.." Mikoto bertambah gugup dipandang tajam oleh Minato yang curiga.

"Tidak apa-apa kok Minato san. Kan kasihan kalau emm.." Kushina mengernyitkan kening sambil menatap wajah Mikoto.

"Mikoto. Uchiha Mikoto," Mikoto memperkenalkan dirinya.

"Ah! Kasihan kan kalau Uchiha san sampai dimarahi sensei gara-gara aku.." ujar Kushina sambil balik menghadap Minato.

Minato menghela napas. "Baiklah. Kau mau pesan sesuatu?" tawar Minato.

"Mmm.. Aku akan mengantarnya ke kantin setelah selesai mengenalkan sekolah ini," sela Mikoto.

Minato menatap Mikoto dengan pandangan curiga yang bertambah. Lalu pergi begitu saja tanpa mengatakan apa-apa.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

"Lalu disini ruang UKS. Apa kau mau pergi ke kantin sekarang?" tanya Mikoto sambil menunjuk pintu ruang UKS. Mereka sudah hampir mengitari seluruh sekolah dan masih ada waktu yang tersisa untuk pergi makan.

"Ya aku mau!" jawab Kushina bersemangat. Dia sudah merasa sangat lapar. "Apa kau tahu dimana Ichiraku Ramen?" tanya Kushina.



Mikoto mengangkat alis. "Itu.. Itu.. kedai tempat Namikaze san biasa makan kan..?" tanya Mikoto perlahan.

"Hu umh!" jawab Kushina. "Kau mau mengantarku kesana?"

"Nngg.. Aku rasa tidak bisa.. Waktunya tidak cukup.." Mikoto buru-buru berkata. "Tapi.. Kalau kau mau makan ramen, kurasa di kantin juga ada.."

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

"Uzumaki san.." panggil Mikoto sambil membelah sumpitnya.

"Yah?" jawab Kushina yang lagi asik menyeruput ramennya.

"Sebenarnya.. Apa hubunganmu dengan Namikaze san..?" Mikoto bertanya ragu-ragu sambil menatap wajah Kushina. "Apa kau.. Pacarnya?"

"UHUK!!" Kushina langsung kesedek begitu denger ucapan Mikoto. Mikoto cepet-cepet ngulurin air ke Kushina.

"Glekh.. Glekh.. Haaaahh.." ujar Kushina yang selesai minum.

"Maa.. Maaf kalau pertanyaanku mengagetkanmu.. Hanya saja, kau dan Namikaze san dekat sekali.. Aku jadi berpikir.." Mikoto mengucapkan dengan pelan sekali. Hampir mendesis. Kushina dapat melihat wajah Mikoto yang merona merah.

Apa gadis ini menyukai Minato san? Batin Kushina. Entah kenapa pemikiran ini membuatnya seperti sedang tersedak es di kerongkongannya.

"Jadi?" Mikoto bertanya pelan sambil melirik Kushina.

"Uhhmm… Tidak kok.. Kami tidak berpacaran.." Kushina merasakan ruang kosong dihatinya ketika mengucapkan kalimat ini. "Aku hanya sepupunya.. Sepupu jauh.."

Mikoto tidak bertanya lagi. Kushina dapat melihat wajah Mikoto yang riang gembira sambil menyeruput ramennya.

CHAPTER VII END