LITTLE HAPPY

Chapter 7

Cast Xi Luhan

Oh Sehun

Other Cast

Summary :

Luhan gadis periang nan cantik yang rela berkorban demi orang2 yang menyayangi dan disayangi olehnya sampai akhirnya dia harus merelakan suatu hal yang sangat berharga bagi luhan.

"apakah kebahagiaan akan dating padaku?" sehun saranghae.

"Lu kau bercandakan?"Tanya kyungsoo seraya menatap luhan dengan tatapan tidak percaya nya.

"ani, itu benar kyung,mian"ucap luhan seraya menundukan kepalanya menyesal terhadap teman di depannya ini. "maafkan aku tidak jujur pada kalian awalnya".

Kyungsoo melihat luhan dengan teduh dan penuh rasa iba, kyungsoo yakin luhan memiliki alasan yang kuat sehingga dia merahasiakannya.

"kenapa sebenarnya kau merahasiakannya lu?mau cerita?"Tanya kyungsoo mengenggam tangan luhan di atas meja. Luhan langsung menganggakat kepala menatap sahabat di depannya dengan rasa tidak percaya, karena luhan kira kyungsoo akan marah karena sudah dibohongi oleh luhan.

"kyung, kau tidak marah?"

Kyungsoo menggelengkan kepalanya dan tersenyum pada luhan "aku yakin kau punya alasannya lu, so mau cerita tidak?"Tanya kyungsoo kembali. Luhan tersenyum dengan menganggukan kepalanya. "tapi, aku rasa tidak disini, kajja kita ke xoxo kafe" ajak kyungsoo dan luhan menganggukan kepala tanda persetujuannya. Mereka berdua beranjak keluar perpustakaan untuk melanjutkan obrolan yang tertunda tadi.

Kring

Sebuah lonceng berbunyi menandakan adanya pelanggan yang masuk ke dalam sebuah kafe, terlihat dua gadis manis dengan penampilan yang sangat berbeda memasuki xoxo kafe yang menjadi langganan mereka, mereka duduk di kursi pojok yang menghadap kea rah jendela dimana meja ini adalah meja favorit mereka. mereka berdua duduk saling berhadapan dan langsung di hampiri oleh waitres yang merupakan teman mereka sendiri karena seringnya mereka datang ke kafe ini.

"anyyeong chingu, sudah mau pesan?"Tanya sang waitres

"oh, anynyeong xiu, aku mau seperti biasa saja,,hehhehe"jawab luhan

"aku juga oenni" tambah kyungsoo. Ya kyungsoo memang beberapa bulan di bawah xiumin dan luhan, namun karena kyungsoo dan luhan satu angkatan maka luhan tidak mau dipanggil oenni oleh kyungsoo.

"ck, kalian ini apakah tidak bosan hanya memesan itu terus?"Tanya xiumin. Luhan dan kyungsoo hanya menunjukan cengiran mereka dan menggelengkan kepala mereka. uhh mereka sungguh nampak seperti anak kucing yang sangat lucu.

"baiklah, tunggu oke"

Saat ini kyungsoo dan luhan kembali terdiam terlihat luhan yang hanya menunduk ke bawah dan kyungsoo yang menunggu apa yang akan di ceritakan oleh luhan.

"ehmm, kyung sebe-"belum sempat luhan meneruskan ucapannya sudah terpotong dengan datangnya pesanan mereka

"jja, satu bubble tea taro dan satu milkshake cappuccino, oke nikmati waktu kalian aku kembali ke belakang, tamu hari ini lumayan banyak" ucap xiumin

Kembali keheningan melanda kyungsoo dan luhan, sungguh luhan bingung harus memulai dari mana menceritakannya kepada kyungsoo namun dia sudah janji akan menceritakan semuanya saat ini. Luhan menarik nafas dan memandang ke arah kyungsoo

"kyung sebenarnya aku dan sehun"luhan mulai menceritakan semua mengenai pertunangannya dengan sehun sampai akhirnya dia berusaha mendekatkan sehun dengan minah.

"hmmm, lu kenapa kau baru cerita, kenapa memendam semuanya sendirian?ucap kyungsoo yang merasa kasian terhadap temannya ini.

'mian kyung, awalnya aku ingin memberikan kejutan pada kalian, namun tidak ku sangka minah pulang dan menceritakan semuanya sampai akhirnya minah bertemu dengan sehun. Aku,,aku sungguh ga bisa melihat minah terus menangis akan sikap sehun, dia,,dia hiks hiks dia mencintai sehun kyung". Runtuh sudah pertahanan luhan akhirnya dia menangis menumpahkan segala rasa sesak yang menghimpitnya selama ini. "aku,,aku mencintai sehun juga kyung, namun aku tidak bisa menyakiti minah,bolehkan aku egois kyung?"

Kyungsoo sungguh tidak percaya akan kehidupan cinta sahabatnya ini, kyungsoo langsung pindah duduk disamping luhan kala dia melihat luhan mulai menangis, sungguh dia tidak pernah melihat luhan begitu terluka dan menangis seperti ini, setelah duduk disamping luhan kyungsoo langsung meraup luhan ke dalam pelukannya.

"sttt gwanchana lu," kyungsoo terus mengelus punggung luhan sampai akhirnya luhan berhenti menangis dan melepaskan pelukannya. "sudah lebih baik?" Tanya kyungsoo,

Luhan menganggukan kepalanyanya "hmmm, gomawo"

"lu, bersikaplah egois demi kebahagiaanmu, jujurlah pada minah, jangan menutupinya, karena saat ini kau dan sehun saling mencintai, jangan paksakan sehun untuk mencintai minah" saran kyungsoo

"entahlah kyung, jujur aku sudah sangat lelah dan aku tidak bisa selalu melihat semuanya"ucap luhan dengan memandangi bubble tea di depannya. "kyung jebal jangan beritahukan pada siapapun hmmm?"

"ne, akan aku rahasiakan, tapi berjanjilah kau akan selalu bercerita padaku, kau anggap apa aku dan baekhyung selama ini lu"

"gomawo "ucap luhan dengan memeluk kyungsoo

Sehun nampak berjalan menuju parkiran mobilnya dengan kai disampingnya yang terus mengomel tidak jelas sambil mengutak –atik ponselnya.

"bisakah kau diam kamjong?"ucap sehun dengan melirik sekilas kai disampingnya.

"ck, kau ini aku itu sedang kesal tau"

"weo?tumben sekali, pasti ada hubungannya dengan kyungsoo"tebak sehun

"ck, tumben kau jadi kepo begini,biasanya kau kan hanya akan diam saja"

Sehun yang mendengarnya hanya diam dan memutar bola matanya malas dengan perkataan kai. Mereka kembali melanjutkan perjalannya. Dalam perjalannya sehun kembali mengingat akan rusa kecilnya yang seharian ini mereka tidak bersapa ria dan mereka hanya bertemu saat di taman tadi. "kemana sebenarnya kau rusa, aku merasa kau kembali berulah terhadap ku dan minah"batin sehun

"-Hun, sehun"ucap kai di samping sehun.

Pletak

"Aww, ya kamjjong apa apaan kau ini"ucap sehun sambil memegangi kepalanya yang di keplak oleh kai.

"kau ini dari tadi aku panggil tapi diam saja, aku pukul baru engeh"ucap kai acuh.

"weo?"

"aku mau ke xoxo kafe kyungsoo ada disana, dia sedang bersama luhan"

Mendengar nama luhan sehun langsung menatap tajam ke arah kai, dan membuat kai sedikit bingung dengan tatapan temannya ini.

"aku ikut"ucap sehun singkat dan berjalan menuju mobilnya. Kai yang mendengarnya hanya mengangakan mulutnya. "dasar gunung es". Mereka keluar dari kampus dengan kendaraan masing-masing dimana kai mambawa motor ninja merah kesayangannya dan sehun dengan mobil sport hitamnya.

Selang beberapa menit akhirnya sehun dan kai sampai di xoxo cafe. Terdengar bunyi lonceng kembali yang menandakan adanya pelanggan masuk, kai dan sehun melongokan kepalanya ke kanan dan ke kiri sampai akhirnya kai melihat dua gadis duduk bersebelahan tengah asik mengobrol

"kajja, sebelah sana hun"ucap kai menyenggol tangan sehun dan berjalan menuju kyungsoo dan luhan yang berada di pojok kanan kafe. Sehun sedikit mengernyit melihat keadaan luhan yang nampak tidak baik-baik saja. Dengan rasa penasaran sehun berjalan di belakang kai.

"anynyeong"sapa kai setelah sampai di depan kyungsoo dan luhan,

"oh, kau sudah sampai? Oh, sehun?"Tanya kyungsoo bingung karena melihat sehun datang bersama kai. Mendengar nama sehun luhan langsung melihat ke belakang kai dan mata luhan membulat hampir menyerupai mata kodok milik kyungsoo.

"oh ne, aku tadi sedang bersama sehun jadi dia ikut bersamaku"ucap kai lalu duduk di kursi depan kyungsoo. Saat ini sehun duduk berhadapan dengan luhan dan kai dengan kyungsoo. Luhan hanya diam dan tidak berani menatap sehun, karena luhan tidak mau sehun tau keadaannya sehabis menangis.

"oh lu gwanchana?"Tanya kai melihat luhan yang hanya menundukan kepalanya. Dengan ragu luhan mengangkat kepalanya

DEG

Sehun terkejut melihat keadaan mata luhan yang nampak bengkak dan hidung memerah, namun keterkejutannya kembali dia tutupi dengan wajah datar sedater papan penggilesan.

"lu kau kenapa?ada apa dengan matamu?"Tanya kai heran melihat mata luhan. Kyungsoo yang ada di hadapan kai dan sehun hanya menatap sehun dan memperhatikan segala gerak-gerik dan raut wajah demi suara kaleng rombeng baekhyun ingin rasanya kyungsoo memukul wajah datar dan dingin sedingin gunung es yang ada di hadapannya ini, jika khawatit tunjukan khawatir jangan hanya memandang dengan tatapan datar yang membuat orang tidak mengerti. Namun tidak berapa lama seringaian muncul di bibir mungil milik kyungsoo

"jongin, antarkan aku ke toko buku ya?"ucap kyungsoo memelas

"oh nde, kapan?"

"sekarang, kajja" kyungsoo langsung berdiri dan menarik tangan kai untuk berdir. Kai hanya bingung melihat kyungsoo saat ini. Tidka beda dengan kyungsoo luhan dan sehun juga nampak kaget mendengar penuturan kyungsoo.

"kyung-"

"aku pergi ne lu, aku sudah janji dengan kai, mian tidak bisa menemanimu lama, ah sehuna aku titip luhan nde? Kajja" tanpa menunggu jawaban sehun kyungsoo langsung menarik kai keluar dari kafe. Luhan terus memandangi kyungsoo dan kai sampai mereka pergi dengan motor milik kai. Luhan hanya diam memandang ke luar, sejujurnya luhan bingung apa yang harus dikatakanya, luhan yakin sehun mengetahui keadaanya saat ini sampai akhirnya terdengar suara seseorang

"kau kenapa rusa nakal?" luhan yang mendengar suara sehun langsung memalingkan wajahnya ke arah sehun.

"oh, aku?kenapa?"luhan bingung untuk menjawab pertanyaan sehun.

Sehun hanya memandang luhan dan menghembuskan nafas kasar. Sehun mengeluarkan uang dalam dompetnya lalu dia berdiri di samping luhan dan menjulurkan tangannya kehadapan luhan.

"kajja"

Luhan hanya diam memandangi tangan sehun yang berada di depannya. Karena melihat tidak adanya respon dari luhan, sehun langsung menggenggam tangan luhan dan membawa luhan menuju mobil sportnya. Sehun tahu luhan baru saja menangis dan dia berniat menghibur sang rusa kecilnya ini. Sehun tidak ingin memaksa luhan untuk bercerita karena sehun tahu luhan akan menceritakannya nanti. Bukan sehun tidak tahu dia tahu pasti kyungsoo mengetahui sesuatu bahkan sehun sedikti curiga kyungsoo mengetahui statusnya dengan luhan melihat cara pandang kyungsoo padanya dan sikap aneh tiba-tiba kyungsoo yang meninggalkan sehun dan luhan.

Luhan hanya diam memandangi keadaan di depannya. "sehun kenapa kau mengajakku kesini?" saat ini luhan dan sehun sudah berada di amusement park, dimana di tempat ini sudah tersedia berbagai jenis wahana hiburan yang sangat menyenangkan. Sehun mendekat kea rah luhan dan mendekatkan bibirnya ke telinga luhan seraya berbisik

"aku ingin berkencan dengan tunanganku"ucap sehun lalu menggenggam tangan luhan dan menarik luhan masuk ke dalam.

"hoek, hoek" sehun hanya memegangi perutnya yang terasa mual dan kepalanya yang pusing. Di sampingnya luhan membantu memijit tengkuk sehun dan memegang air mineral dalam botol.

"ini minumlah"kata luhan sambil menyodorkan air tersebut. Sehun menerima dan langsung meneguk air tersebut.

"kajja duduk dulu"ucap luhan seraya membimbing sehun ke kursi terdekat.

"kenapa tidak bilang kau tidak bisa naik roller coster sehun?"Tanya luhan sambil mengusap tengkuk sehun lembut.

"gwenchana, aku hanya ingin menemanimu"

"kajja kita lanjutkan"ucap sehun namun luhan hanya diam dan menggelengkan kepalanya

"weo rusa?"

"aku ingin pulang saja, aku tidak mau kamu memaksakan diri sehun,cukup kita sudah mencoba banyak permainan, ayo pulang"luhan beranjak dan hendak meninggalkan sehun, namun sehun langsung menarik tangannya dan memegang bahu luhan.

"lu, gwenchana aku hanya pusing," luhan hanya menunduk tanpa melihat kea rah sehun

"hmm, baiklah sebelum pulang aku ingin kita naik bianglala terlebih dahulu arra?" luhan menganggukan kepala dan langsung menggenggam tangan sehun dan tersenyum kea rah sehun. Mereka langsung menuju kea rah bianglala dengan tangan bertautan.

"silahkan"ucap sang petugas mempersilahkan sehun dan luhan menaiki bianglala yang hanya di isi oleh mereka. sebelum naik sehun membisikan sesuatu kea rah petugas tersebut dan terlihat sang petugas hanya menganggukan kepalanya. Lalu sehun pun naik dan duduk di depan luhan. Sebenarnya luhan tidak menyukai ketinggian namun entahlah hari ini luhan tidak memperdulikannya. Bianglala terus bergerak sampai akhirnya mereka sudah berada di puncak,

"wow, daebak sehuna lihat sungguh indah pemadangan di bawah sana"

"nde, tapi aku melihat sesuatu yang lebih indah dari pada pemandangan itu lu" luhan nampak tidak peduli dengan perkataan sehun, dia sungguh terpana dengan apa yang dilihatnya saat ini, sampai akhirnya luhan merasakan ada seseorang yang memeluknya dari belakang. Dan baru luhan sadari bahwa sehunlah yang memeluknya.

"lu, gwenchana?jangan berbohong dan jangan menyembunyikan apapun dari ku"ucap sehun

Grek, bianglala pun terhenti tepat sehun dan luhan berada di atas puncak. "sehunie kenapa ini berhenti?" luhan nampak ketakutan dan memegang tangan sehun yang melingkari perutnya. Sehun yang merasakan ketakutan luhan langsung membalikan tubuh luhan sampai akhirnya mereka berhadapan.

"lu aku mencintaimu, berjanjilah akan menjaga pertunangan ini sampai akhirnya kita menikah. Aku hanya ingin bersamamu"ucap sehun menatap mata rusa luhan yang nampak indah. Kali ini luhan hanya diam sungguh lidahnya terasa kelu, satu sisi dia ingin mengiyakan apa yang sehun ucapkan, namun sisi lain jiwanya mengingat keadaan sang adik. Luhan hanya diam memandangi mata tajam yang ada di hadapannya. Tidak adanya respon dari luhan dan sehun melihat mata rusa itu nampak berkaca-kaca perlahan sehun mengikis jarak diantara mereka sampai akhirnya jarak itu terhapus dengan menempelnya bibir sehun dengan bibir luhan. Tanpa menunggu sehun langsung melumat bibir luhan yang sudah menjadi candunya tersebut. Tangan sehun naik mengelus tengkuk luhan untuk memperdalam ciumannya, dan tangan luhan mencekam kaos yang dikenakan oleh sehun. Tanpa terasa setetes air mata jatuh dari sudut mata luhan. Air mata ini adalah air mata kebahagiaan yang luhan rasakan. Sehun melepaskan ciumannya dan memandang teduh luhan, tangannya menangkup wajah luhan dan membershkan air mata di pipi luhan. Jarak mereka sangat dekat bibir sehun tepat berada di depan bibir luhan,

"saranghae oh luhan" ucap sehun dan langsung meraup kembali bibir mungil luhan melumatnya dan kali ini tanpa ragu luhan membalas lumatan sehun. Sehun tersenyum dalam ciumannya. Ciuman yang sangat indah.

Minah nampak jalan terburu di lorong kampusnya. Beberapa kali dia melihat jam yang melingkar indah di tangan sebelah kanannya. Sungguh nampak bingung bagaimana caranya dia pulang saat ini, jam sudah menunjukan pukul lima sore, dan sampai saat ini minah tidak mendapatkan kabar sama sekali dari sehun. Sudah puluhan kali minah menanyakan keberadaan sehun dan puluhan kali pula minah menelpon sehun namun tidak ada satupun pesan yang dibalas sehun dan panggilan yang diangkat oleh sehun. Selama ini minah tidak pernah pergi menggunakan transportasi umum, maka minah nampak bingung untuk pulang saat ini, minah juga sudah mencoba menghubungi luhan namun nihil hasilnya sama dengan sehun.

"apakah oenni sedang bersama sehun oppa?"batin minah seraya memandangi ponsel dalam genggamannya. Karena terlalu focus dengan pemikirannya minah tidak menyadari adanya orang lain yang berjalan berlawanan arah dengannya sampai akhirnya

Bruk

"awww, appo"

"oh, gwenchana?tanya sang pria

Merasa ada orang lain minah mengangkat kepalanya dan melihat seseorang yang membungkukan badannya dan menyodorkan tangannya tepat di depan minah. Minah langsung menyambut tangan lelaki tersebut

"gwenchana, maaf tadi aku tidak melihat ke depan"ucap minah

Lelaki tersebut hanya tersenyum melihat luhan yang sedang menepuk-nepuk celananya yang nampak kotor

"minhyuk, kang minhyuk"ucap lelaki tersebut dengan menyodorkan kembali tangannya ke depan minah. Minah langsung melihat kea rah lelaki berkemeja biru lengan panjang dengan celana jeasn berwarna hitam dan sepatu kets brwarna sama dengan celananya. Rambut rapid an wajah sedikit kecil dan tas yang menyelempang di bahu kannanya. Penampilan yang cukup rapih dan jujur lelaki ini cukup tampan.

"oh, minah, xi minah"ucap minah menggenggam uluran tangan minhyuk. "oh aku permisi"ucap minah seraya meninggalkan minhyuk yang memperhatikannya.

Saat ini minah sedang berada di halte dekat kampusnya. Jujur dia sangat ingin marah karena sehun maupun luhan tidak ada yang dapat dihubungi olehnya. Dalam pikirannya minah membayangkan hal-hal yang negative mengenai sehun dan minah. "oenni apakah benar sedang dengan oppa, sungguh aku tidak akan melepaskan sehun oppa oenni"batin minah

Tiin Tiin

"oh" minah berjengit kaget mendengar suara klakson yang membuyarkan lamunannya. Trlihat sebuah motor sport berwarna hitam berheti di depannya. Tak lama terlihat seorang yang minah kenal setelah pengendara motor tersebut melepaskan helm full face yang menutupi hampir seluruh wajahnya.

"hai nona, butuh tumpangan?"ucap minhyuk sang pengendara motor

"oh anio"ucap minah.

"hmmm, kajja aku antarkan, aku tahu kau tidak terbiasa naik bus, karena kau selalu membawa mobil"

Minah cukup kaget mendengar penuturan minhyuk yang mengetahui bahwa dirinya tidak bisa naik bus. Namun minah sedikit ragu karena baru tadi dia mengenal minhyuk

"oh, kau tidak perlu takut aku bukan orang jahat, aku teman satu angkatanmu namun aku jurusan bisnis, kajja sebelum keburu sore"

Dengan sedikit perasaan ragu minah mendekati minhyuk. Minhyuk tersenyum melihat minah mendekat dan dia bersiap dengan memaki helmnya kembali. Namun beberapa saat minah hanya diam disamping minhyuk tanpa menaiki motor tersebut

"kenapa, kajja naik"

"aehhh,,helm ku mana?

"aku tidak bawa, tapi tenang saja kau akan aman, palli"

Minah akhirnya naik dengan sukarela tanpa menggunakan helm. Minah berpegangan k etas minhyuk dan sedikit membungkukan badannya karena keadaan jok motor yang nampak lebih tinggi dari pada minhyuk. Dan akhirnya minah pulang diantarkan oleh minhyukk.

Saat ini minah sudah sampai di depan gerbang kediaman rumahnya.

"gomawo minhyuk shi"

"jangan terllau formal panggil saja minhyuk"

"oh nde, gomawo"

"nde, aku pamit ya", ucap minhyuk dan diangguki oleh minah. Minhyukpun langsung melajukan motornya meninggalkan minah. Minah melangkah memasuki gerbang rumahnya, namun sebelum sempat minah masuk lebi dalam ke dalam rumahnya, dia mendengar suara mobil berhenti tepat di depan gerbang rumahnya, sedikit penasaran membuat minah mengitip. Terlihat mobil sehun terparkir di depan gerbang luhan. Terlihat luhan hendak turun namun di tahan oleh sehun, dan sedetik kemudian kembali sehun mengecap bibir manis kenapa sehun sangat menyukai bibir manis luhan. Dan saat ini luhan hanya ingin bersikap egosi hanya untuk saat ini dia ingin membiarkan sehun menjadi miliknya. Cukup lama mereka berciuman sampai akhirnya luhan keluar mobil sehun dan sehun pun pergi melajukan mobilnya.

Sementara di dalam gerbang minah sungguh terkejut dengan apa yang dilihatnya, sungguh minah tidak ingin mempercayai semuanya dia dengan mata kepalaya sendiri melihat sang kaka berciuman mesra dengan lelaki yang sangat dicintainya. Matanya mulai berembun dan akhirnya cairan tersebut turun membasahi pipi mulus minah. Minah langsung menutup gerbang dan bersandar di samping pintu gerbang kala dia melihat mobil sehun sudah pergi meninggalkan luhan

Luhan membuka gerbang dengan perasaan yang cukup berbunga-bunga, nampak ribuang kupu-kupu mengelilinginya kali ini, aura pink terpancar dari tubuh luhan.

Luhan masuk dan menutup kembali gerbang rumahnya dengan senyuman terkulum terus dari bibir mungilnya, luhan membalikan badannya, saat akan melangkah luhan terdiam dan saat mendengar suara yang memanggilnya

"oenni"

DEG

Luhan terdiam mendengar suara di samping belakangnya, aura pink dan jutaan kupu-kupu yang berada di sekitarnya seketika hilang, dengan sedikit kaku luhan membalikan badannya

DEG

Kedua kalinya luhan merasa mati rasa saat ini, luhan terdiam kala melihat minah dengan airmata yang menetes dan tatapan yang sendu penuh rasa kekecewaan

"minah-ya"luhan hendak maju menghampiri sang adik namun

"oenni, aku kecewa"

Deg

Minah berlari setelah mengucapkan kekecewaannya kepada luhan. Meninggalkan luhan yang terdiam membeku melihat tatapan minah.

"minah-ya,mianhae"lirih luhan dibarengi dengan buliran air mata jatuh membasahi pipinya.

TBC

Wowowow,,,,,update lagi,,,mian nampaknya ga bisa bikin yang panjang bgt nih,,,selalu mentok dengan segini. Semoga chap ini sedikit menghibur, ya walaupun sedikit absurd, ini sudah dibuat dengan penuh perjuangan dan ide yang seadanya. Ehheheh

Terima kasih buat semua yang udah baca dan review,,gomawo maaf belom bisa bales dan sebutin satu-satu.

Di tunggu reviewnya…dan tetap semangat buat HunHan….:D

HunHan Story