Disclaimer :

Naruto Masashi Kisimoto

High School DxD Ichiei Ishibumi

Summary : Uzumaki Naruto, Sosok pemuda yang tidak mengingat apapun dan bagaimana dirinya bisa berada di sebuah dunia yang penuh supranatural dan di Sana Naruto harus menjalani kehidupannya untuk mendapatkan memorinya kembali

Naruto : The Magical Battle

Pair :

Naruto x ...

Genre : Adventure, Fantasy, Romance, Little Humor, Sci-Fi, Echhi, Incest!, DLL

Rate : M

Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, Jutsu Buatan sendiri, Alur berantakan dan Lain-lain, Smart!Naru, NotMemories! Naruto, SacredBeast! Naruto.

" Naruto " berbicara

' Naruto ' batin

[" Naruto "] Beast/Sacred Beast berbicara

[' Naruto '] Batin Beast/Sacred Beast.

.

Chapter 7 : Planing

.

Kamis, 29 Maret 2019

Team Naruto Side

09.00 AM

.

Setelah mendengar bahwa mereka harus menunggu kelompok Sasuke datang, kelompok Narutopun harus membuat tenda untuk menunggu kedatangan mereka.

Selagi mereka menunggu, Naruto hanya diam di tendanya sambil memangku pedang Burry, Lutto dan pisaunya Mendo, dirinya tidak bisa tenang walau dia tahu bahwa semuanya melupakan bahwa dia bisa menggunakan Element Es tapi dalam faktanya dia belum bisa sepenuhnya mengendalikan setiap Element membuatnya merasa berdosa. Namun rasa lelah tetap bisa membuat Naruto tertidur tanpa sadar.

Untuk saat ini Kelompok Naruto tengah membuat sarapan untuk mereka sambil menunggu Team Sasuke yang belum datang. Shikamaru yang memakan daging seketika mengalihkan pandangannya karena tidak melihat Naruto.

" di mana Naruto? " tanya Shikamaru " Dia Di sana " jawab Kakashi sambil menunjuk Naruto yang duduk menyendiri di bawah Pohon sambil memangku tiga senjatanya

" Dia kenapa? " tanya Shikamaru " Entahlah, semenjak melawan Zabuza dia selalu menyendiri dan tidak mau berbicara sedikitpun " jawab Kakashi, Akeno yang melihat Naruto belum mendapatkan makanan memutuskan mengambilkan makanan untuk Naruto dan mendekati Naruto.

Sementara Naruto, tampak Naruto tengah memandang langit dengan perasaan kalut, dirinya masih benar-benar takut jika Inori, Jeanne, dan Hestia di ketahui sebagai Sacred Beast dan di incar oleh orang-orang jahat.

Inori, Jeanne dan Hestia yang dapat membaca pikiran hanya menghela nafasnya [" Jangan melamun terlalu lama Naruto-kun, kau bisa mati nanti "] canda Hestia.

' Tapi... Bagaimana jika mereka mengingatnya dan mengetahui bahwa kalian adalah Sebuah Sacred Beast, aku tidak ingin hal itu terjadi ' balas Naruto melalui batin.

[" Lalu, bagaimana jika suatu saat kami terpaksa menunjukkan identitas kami? "] tanya Jeanne ' Tidak pokoknya tidak boleh! Walaupun aku mati kalian harus menutup identitas kalian! ' bentak Naruto.

[" Jangan bicara bodoh! "] bentak Balik Hestia membuat Naruto terdiam [" Naruto-kun terlalu memaksakan diri, kami sebagai Sacred Beast tidak bisa menerima tuan kami yang berkorban untuk Kami! Justru kamilah yang harus melindungi Tuan Kami! "] lanjutnya.

[" Jika itu terus terjadi, sama saja kami sebagai Sacred Beast tidak berguna! "] Naruto yang mendengar itu terpaksa di buat terdiam, kepingan memori ketika dia mendapatkan Hestia terngiang di kepalanya [" Go-Gomenasai Naruto-kun, t-tadi itu... "] ucap Hestia tergagap, dirinya sudah kelewatan karena membentak tuannya.

' Tidak apa, aku tidak akan marah ' balas Naruto sambil mengelus Pisaunya ' Arigato Hestia ' batin Naruto sambil tersenyum.

" Naruto-kun? " Seketika Naruto tersentak ketika mendengar suara Akeno, Narutopun mengangkat kepalanya yang menunduk dan betapa terkejutnya dia ketika Dua Buah Melon telah berada di depan wajahnya.

Blushh~

" Ghaa! A-Akeno-chan?! " kejut Naruto dengan wajah merah " Se-Sejak kapan kau di sini? " tanya Naruto.

" Ara? Sejak tadi, dari tadi aku melihat Naruto hanya diam dengan raut wajah yang berganti-ganti, ada apa? " tanya Akeno sambil duduk di samping Naruto.

" A-Ah, Bukan apa-apa kok, hanya mengingat kenangan-kenanganku saja " jawab Naruto sambil mengalihkan pandangannya dan menggaruk belakang kepalanya " Ini Naruto-kun dari tadi kau belum sempat makan apapun, dan karena Naruto-kun melamun terus Naruto-kun harus mau aku suapi " ucap Akeno mengarahkan Sup yang dirinya, Naruko, Michella dan Kurumi buat.

" E-Eh!? Ti-Tidak perlu sampai seperti itu, juga bukan?! Ak-Aku bisa makan sendiri kok " ucap Naruto berusaha menolak dengan lembut " Tidak mau, Pokoknya Naruto-kun harus mau aku suapi " ucap Akeno tegas.

" Heh? " kejut Naruto " Ta-Tapi... "

" Jika Naruto-kun tidak mau, Naruto-kun tidak boleh makan selama sehari " Naruto yang mendengar itu hanya bisa menganga lebar, tidak makan sehari sama saja membunuhnya secara perlahan, dan juga kenapa Akeno bersikap seperti adiknya? Dan apa hubungannya dengan dirinya?. Dengan pasrah Naruto hanya bisa menerima dari pada dia tidak dapat makan " Hahh~ baiklah, Aaa~ " ucap Naruto lalu membuka mulutnya sambil memejamkan matanya.

" Ah! " Naruto yang mendengar Akeno sedikit terpekik membuka matanya kembali dan dia bisa melihat Akeno tengah melihat dadanya yang ketumpahan sup di sendoknya ( belahan dada Akeno sedikit terlihat ).

" Ah, ketumpahan kan? Sudah aku bilang bukan, sebaiknya aku makan sendiri sa... "

Sret! Boing~

Naruto yang akan mengambil sendok dari tangan Akeno harus di buat terkejut ketika tiba-tiba tangannya yang menyentuh tanah terpeleset membuatnya jatuh tepat pada dada Akeno.

" Ahh~ " desah kecil Akeno ketika kepala Naruto menyentuh dadanya, Naruto yang tersadar bahwa dia saat ini tengah berada di dada Akeno merona dan langsung menegakkan tubuhnya " Ghaaa! Go-Gomen Akeno-chan! " ucap Naruto.

" Nii-chan " Naruto yang mendengar suara Adiknya semakin panik karena dia bisa merasakan tiga hawa suram di belakangnya " Apa yang telah kau lakukan itu tadi? ".

" Ka-Kau salah paham Chella-chan! Ta-Tadi itu... " panik Naruto berusaha menjelaskan namun.. " Ahh~ Motto Naruto-kun, berikan aku lebihh~ " ucap Akeno sambil menarik kepala Naruto ke dadanya membuat tiga perempuan yaitu Michella, Naruko dan Kurumi mengeluarkan Aura hitam ( Marah ) dan menatap tajam Akeno yang tampak tak peduli dan masih menekan-nekan kepala Naruto.

" Apa maksudnya ini Akeno-chan! "

" Lepaskan Naruto-kun! Dia dari dadamu itu! "

" Kalian juga apa! Kenapa kalian menekan-nekan Naruto-nii ke dada kalian! "

Shikamaru, Choji, Kakashi dan Tazuna yang melihat itu dari jauh hanya bisa tertawa canggung, sementara Pada Jeanne, Inori dan Hestia yang menyamar menjadi senjata hanya bisa menahan rasa cemburu mereka karena seenaknya melakukan hal mesum pada Naruto ( Dengan dipaksa ).

.

.

Setelah kejadian Absurd itu, Naruto memutuskan berkeliling daerah sejauh 4 km dari tempat Kamp mereka dan baru sampai di jarak 2 km dari titik Kamp mereka, setelah cukup jauh Narutopun. Menatap sekitar memastikan bahwa daerahnya benar-benar sepi.

" Jeanne, Inori, Hestia kalian bisa berubah menjadi wujud manusia kalian " ucap Naruto.

Triiing~

Perlahan Cahaya menyinari Tiga Senjata tersebut dan mengubah mereka menjadi Tiga perempuan Cantik " Kenapa Naruto-kun menyuruh kami berubah? " tanya Jeanne menatap sebal Naruto karena masih teringat kejadian tadi.

" Bukan apa-apa, hanya saja temani aku berkeliling, lagi pula aku tidak mau sendirian " ucap Naruto sambil berjalan kembali di ikuti oleh Hestia, Inori dan Jeanne " Ne Naruto-kun, mengenai yang tadi... "

" Tidak perlu di ungkit Hestia, mungkin aku memang salah di sini " potong Naruto " Mungkin aku saja yang terlalu protektif kepada kalian karena takut akan di ambil paksa, tapi aku sadar jika aku ingin melindungi kalian aku butuh kekuatan kalian untuk melindungi kalian begitu juga sebaliknya. Maka dari itu mulai sekarang aku akan berlatih keras agar suatu saat aku bisa melindungi kalian dengan kekuatanku sendiri " ucap Naruto panjang lebar dengan serius membuat tiga perempuan penjelmaan dari Sacred Beast tersebut terdiam.

" Jaa~ jika begitu " Naruto yang mendengar suara Hestia yang tampak senang melirik Hestia yang tengah menjulurkan sebuah chip kecil dengan tombol merah di tengahnya.

" Apa ini? "

" Ini adalah salah satu cadangan senjata milikku dulu, alat ini di gunakan pada sepatu, jadi saat kau menyerang kau harus menginjakkan chip ini lalu menyebutkan Magicnya, sandi dari Sihir ini adalah [Esmelada Shinko Ice Magic] " ucap Hestia menjelaskan kegunaan chip tersebut.

" Heh? " beo Naruto masih kebingungan " Maa~ coba saja dulu Naruto-kun " ucap Jeanne membujuk Naruto.

" U-um " gumam Naruto lalu memasangkan Chip tersebut ke kedua kakinya " Tapi... Jika aku berjalan biasa bukankah sama saja seperti tertekan? " tanya Naruto.

" Tidak, itu berbeda jika di tekan seperti di injak atau apapun efek alat tersebut akan bereaksi tapi jika jalan biasa efek alat tersebut tidak akan bereaksi " jawab Hestia " Alat ini menguras [Mana] yang cukup sedikit, bisa di bilang 0,01%. Dan juga Saat menggunakan Magic kau harus membayangkan terlebih dahulu bentuk sihirnya " lanjutnya.

" Hm, sebaiknya aku coba dulu " gumam Naruto lalu mengangkat sedikit kakinya [" Esemalada Shinko Ice : Wall Strike Absoluto! "] ucap Naruto lalu menghentakkan kakinya.

Pyarsh! Pyaarsh! Pyarrsh!

Seketika terbentuk dinding Es Berduri di sekitar mereka. Naruto yang melihat efek alat Hestia terkejut karena tanpa menguras banyak [Mana]. " Alat itu telah aku beri sel darahku jadi hanya element Es Saja yang bisa di gunakan alat itu, semoga alat itu berguna " ucap Hestia.

" Tapi... Bagaimana bisa kau membuat alat ini? " tanya Naruto ingin tahu " karena tuanku terdahulu " Naruto yang mendengar itu tersentak, kepingan memori tentang Hestia dan Tuannya sebelum dirinya terngiang di kepalanya.

" Dia ya... " gumam Naruto " Apa tidak apa jika aku menggunakan alat ini? " tanya Naruto memastikan kembali

" Um, Tidak apa kok Naruto-kun, lagi pula kau adalah Renkarnasi dari tuanku terdahulu, dan juga aku bersyukur bahwa alat tersebut berguna " ucap Hestia sambil menunjukkan senyum manisnya membuat Naruto terpaku dengan wajah merona ' Heehh!? ' teriak Batin Naruto.

' A-A-Apa-Apaan itu tadi! ' teriak Naruto dalam batin karena masih syok ketika melihat wajah cantik Hestia " Naruto-kun~ " Naruto yang mendengar suara Jeanne merinding karena bisa merasakan Jeanne menahan amarahnya padanya.

" Bukankah kau bilang ingin jalan-jalan? Kenapa tidak kita lanjutkan jalan-jalannya " ucap Jeanne sambil menyeret Naruto " Eh?! " kejut Hestia ketika Naruto di tarik menjauh darinya.

.

.

Setelah mencapai Jarak 4 Km, akhirnya Naruto, Jeanne, Inori dan Hestia berhenti karena tidak menemukan sesuatu " Sekarang bagaimana Naruto-kun? " tanya Inori " Tunggu dulu, sepertinya aku melihat sesuatu " jawab Naruto sambil berjalan ke depan kembali di ikuti tiga perempuan di belakangnya

Srak!

Narutopun memisahkan semak-semak di depannya hingga terlihat sebuah tempat yang luas penuh rerumputan, Naruto yang melihatnya mulai memasuki daerah tersebut di ikuti Hestia, Jeanne dan Inori.

Naruto yang telah masuk memandang Sekitarnya lalu berbalik menghadap Inori, Jeanne dan Hestia " Baiklah mungkin di sini tempat yang cocok " ucap Naruto membuat ketiga Perempuan di sana kebingungan " Maksud Naruto-kun? " tanya Jeanne.

" Kita akan melakukan Latihan Di sini, Aku ingin cepat bisa menguasai Setiap Elementku agar aku bisa menjadi kuat " Jawab Naruto dengan nada serius " Jadi karena itu kau menjelajah sejauh 4 Km? " tanya Hestia

" Benar, dan aku ingin kalian mengajariku setiap Magic Element kalian yang kalian punya, kita akan latihan hingga matahari terbenam " ucap Naruto membuat ketiga perempuan itu terkejut " tunggu dulu Naruto-kun, kami tahu kau ingin kuat tapi jangan memaksakan dirimu, untuk menjadi kuat bisa di lakukan secara bertahap bukan? " nasehat Jeanne.

" Ya, aku tahu itu. Tapi untuk kali ini aku ingin melewati batasanku, aku ingin meningkatkan kekuatanku hingga batas maksimalku " balas Naruto dengan nada tegas tanpa keraguan, Jeanne, Inori dan Hestia yang mendengar itu saling berpandangan, ada sedikit keraguan dalam hati mereka.

Namun mereka juga tidak bisa melihat jika Naruto melakukan latihan tanpa pengawasan mereka, bisa-bisa Naruto mati karena kehabisan [Mana]. " Mau bagaimana lagi, baiklah kami akan melatihmu " ucap Jeanne membuat Naruto mengulum senyum pada tiga perempuan di depannya.

" Arigato minna, dan juga aku punya permohonan untuk kalian " ucap Naruto membuat ketiga perempuan di depan menaikkan sebelah alis mereka.

.

.

~ Naruto : The Magical Battle ~

.

.

Kamp Team Naruto

17.55 PM

Dari Matahari yang tinggi mulai di ganti terbenam, tampak di Kamp Kelompok Naruto tampak Kelompok Naruto saat ini tengah duduk berkumpul sambil membuat makan malam. Oh dan juga terlihat beberapa orang di sana juga tengah membuat beberapa Kamp baru.

" Tch, kenapa harus bekerja sama dengan kelompok Uchiha " desis Naruko sambil menatap Sekumpulan Orang yang rupanya Team Uchiha " Sudah terlambat untuk Protes, lagi pula ini misi Rank A, mustahil untuk kita bertujuh serta Kakashi-sensei bisa mengatasinya " ucap Shikamaru yang tampak tenang dan tidak mempermasalahkannya.

" Oh ya, apa kalian melihat Nii-chan? " tanya Michella yang tengah duduk di tanah dekat perapian " Tadi dia bilang ingin berkeliling, apa dia belum kembali? " jawab Kakashi lalu bertanya balik.

" belum, dia belum kembali " jawab Akeno " Siapa? " semua menoleh ke sumber suara dan mereka bisa melihat Naruto keluar dari beberapa pepohonan dengan tiga perempuan di belakangnya.

" Naruto, kau dari mana saja? Dan juga siapa 3 perempuan di belakangmu itu? " tanya Shikamaru terkejut karena Naruto pergi seorang diri dan membawa 3 perempuan saat kembali " Ah, tadi aku hanya berkeliling hingga bertemu dengan mereka. Mereka adalah pengelana, karena mereka tidak tahu harus ke mana jadi aku membawa mereka ke sini " jawab Naruto.

" Namaku Jeanne, Dia Hestia dan dia Inori, kami adalah pengelana yang selalu berpindah-pindah tempat, Salam kenal " ucap salah satu perempuan yang rupanya Jeanne, dan dua perempuan lainnya merupakan Inori dan Hestia.

" Heh~ siapa mereka? " semua seketika menoleh ke sumber suara dan tampak beberapa anggota Sasuke menatap tujuh perempuan di kelompok Naruto dengan seringai " Wah-Wah ada gadis cantik datang bergabung, selamat datang cantik, namaku adalah Issei Hyou... "

Grek! Kretek!

" Arrghh! " teriak Issei ketika Tangannya ingin menyentuh tangan Jeanne, Jeanne lebih dulu memelintir tangan Issei membuat Tulang Tangan Issei sedikit bergeser " Aku tidak ingin menyentuh tangan kotormu itu " ucap Jeanne dengan nada dingin lalu mendorong Issei hingga jatuh ke tanah sambil memegangi tangannya yang kesakitan.

" Oi-Oi, ada apa ini? " tanya Sairaorg yang baru keluar tenda Pembimbing bersama Ibiki " Sensei, dia menyerang Issei padahal dia tadi hanya ingin memberi sa... "

Wush! Brak!

Perkataan Dusta Kiba seketika terhenti ketika tubuhnya di tarik sesuatu berwarna merah hingga menabrak pepohonan dengan keras, sesuatu yang menarik Kiba tadipun mulai kembali menuju Inori yang menatap Kiba dingin " Lanjutkan Dustamu maka aku akan menghancurkan tengkorakmu itu " ucap Inori dingin.

" Jeanne, Inori hentikan " perintah Naruto, Jeanne dan Inori yang mendengar itu mengendalikan Emosi mereka, Naruto yang merasa situasi sudah tenang mengambil nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya

" Baiklah biar aku jelaskan Sairaorg-sensei, Hyoudo Issei menggoda Jeanne yang merupakan pengelana suci yang bertakwa kepada Tuhan, maka dari Itu Jeanne melakukan hal tersebut pada Hyoudo Issei untuk melindungi dirinya, begitu juga dengannya, Dia adalah Inori dia pengelana yang mengajarkan orang-orang agar tidak berdusta, jika di temukan maka dia akan membunuh orang tersebut, maka dari itu juga dia melakukan hal tersebut pada Kiba Inuzuka " jelas Naruto panjang lebar untuk meluruskan.

" Jadi, mereka seorang pengelana? " tanya Ibiki dan di jawab Anggukan oleh Naruto " Mereka juga berniat menuju Pedesaan Kirigakure untuk melakukan Tugas mereka, maka dari itu aku mengajak mereka karena kita juga memiliki tujuan yang sama " jelas Naruto.

" Huh! Kau pikir boleh mengajak orang tanpa izin? " tanya Perempuan berambut Pink " Aku ketuanya, walau Kakashi-sensei pembina aku tidak peduli keputusannya, aku masih memiliki Anggotaku, walau mereka juga menolak untuk aku mengajak mereka, maka aku sendiri yang akan mengajak mereka menuju Pedesaan Kirigakure " jawab Naruto tanpa keraguan.

" Tapi Naruto, bagaimana jika mereka adalah musuh? " tanya Kakashi memastikan " jangan Khawatir Sensei, aku bisa menjamin mereka " jawab Naruto tanpa ragu kembali membuat Tiga Pembina di sana saling berpandangan.

" Ne Sensei " Kakashi yang mendengar Naruko memanggilnya menoleh dan dia melihat Naruko yang tengah memeluk Hestia gemas " Bolehkah mereka ikut dengan kita? " tanya Naruko penuh harap.

" Kami tidak keberatan mereka ikut dengan kita, lagi pula kami juga ingin mengenal mereka lebih dekat dan menjadi teman mereka " ucap Kurumi mewakili Dirinya dan Akeno " Maa~ lagi pula jika mereka mati kita akan terkena dosa, nanti malah merepotkan " ucap Shikamaru sambil menggaruk belakang kepalanya.

" Aku, tidak keberatan selama Nii-chan mempercayai mereka " ucap Michella bergerak ke samping Naruto dan menggenggam tangan Naruto, Kakashi yang mendengar seluruh Anggota Team Naruto menyetujuinya hanya menghela nafasnya " Kalau begitu aku serahkan urusan mereka padamu Naruto " ucap Kakashi membuat Naruto tersenyum.

" Ngomong-Ngomong Sairaorg-sensei, siapa saja Anggota Uchiha Sasuke? " tanya Naruto menatap Anggota Sasuke satu persatu " Maa~ kecuali si Muka Tembok, Inu dan Si Mesum itu aku sudah mengenali mereka" lanjut Naruto.

" Apa maksudmu hah!? " tanya Issei berteriak kesal " Baiklah, kalau begitu mulai dari si pink, dia adalah Haruno Sakura, lalu Cewek pirang tersebut adalah Yamanaka Ino, Lalu Pemuda berambut cokelat panjang tersebut adalah Hyuuga Neji, Lalu pemuda berpakaian Hijau itu adalah Rock Lee, lalu perempuan berpakaian seperti China itu adalah Tenten, lalu pemuda berkulit putih tersebut adalah Shimura Sai, lalu pemuda berjaket dan tudung tersebut adalah Shino Aburame " ucap Sairaorg memperkenalkan anggota Sasuke yang belum di kenal Naruto.

" Hm, Kalau begitu biarkan kami dari kelompok Naruto memperkenalkan diri. Namaku Uzumaki Naruto ketua dari kelompok ini, di sampingku ini adalah Uzumaki Michella adik angkatku, lalu dia Nara Shikamaru, Choji Akimichi, Namikaze Naruko, Tokisaki Kurumi dan Himejima Akeno " ucap Naruto memperkenalkan dirinya beserta anggotanya.

" Jadi kenapa kau bergabung dengannya Pemalas? " tanya Perempuan berambut pirang bernama Ino menatap kesal Shikamaru yang hanya membalas tatapannya dengan bosan " Kenapa? Lagi pula di kubu ini lebih menarik " jawab Shikamaru.

" Kau mengenalnya? " tanya Naruto penasaran karena sepertinya hubungan mereka sangat dekat " Maa~ bisa di bilang kami berteman sejak kecil " jawab Shikamaru membuat Naruto hanya menggumam.

" Baiklah kita selesaikan masalah kelompok kalian tersebut dengan mengisi perut kita, setelah itu kami ingin Beberapa Dari kalian berjaga malam " ucap Kakashi membuat semua menatap serius Kakashi kecuali Naruto yang hanya bersikap santai.

" Kalau begitu aku mengajukan diri untuk berjaga malam, lagi pula Jeanne, Inori dan Hestia membutuhkan tempat Istirahat " ucap Naruto mengajukan diri, Empat perempuan di kelompok Naruto yang mendengar Naruto mengajukan diri saling terdiam sambil memikirkan sesuatu.

Blushh~

" He-Hehehe-hehehehehehe " seketika mereka tertawa pelan dengan wajah merona dan senyum yang menandakan seperti mereka benar-benar ketagihan.

" Kenapa dengan mereka? " tanya Shikamaru merasakan sesuatu yang aneh dengan tawa mereka " Apanya? Sudah jelas mereka tertawa " jawab Choji membuat Shikamaru menatap kesal Choji.

" Baiklah, kalau begitu Naruto, aku dan Sairaorg akan berjaga malam, setelah itu bergantian dengan Ibiki, Mesum, Inu dan Uchiha Sasuke " lanjut Kakashi memberikan rancangan Jadwal berjaga malam, Kiba dan Issei yang mendengar panggilan mereka menggeram kesal.

" Kalau begitu mari kita makan malam dan beristirahat malam ini lagi sekali, besok baru kita lanjutkan perjalanan " ucap Ibiki membuat semua di sana mengangguk paham.

.

22.00 PM

Naruto Side

.

Setelah makan malam, Naruto, Kakashi dan Sairaorg melakukan penjagaan malam terpisah. Naruto yang berjaga di bawah pohon dekat dengan tenda perempuan kelompoknya menatap sekelilingnya agar tidak terjadi yang tidak-tidak. Tentu saja karena dia tidak mau mereka terluka dan nantinya bisa-bisa mereka ternodai.

" Apa yakin ini tidak apa Naruto-kun? "

" Jangan Khawatir, lagi pula kau, Hestia dan Inori pasti ingin melakukan kegiatan seperti manusia biasa bukan? " jawab Naruto sambil melirik Jeanne yang duduk di sampingnya dan menyandarkan kepalanya pada bahu Naruto.

" Tapi... "

" Jeanne " potong Naruto " Persembunyian kalian akan selesai setelah kita kembali dari misi ini, tidak ada yang perlu di rahasiakan lagi " Jeanne yang mendengar itu sedikit tersentak.

" Kau yakin? " tanya Jeanne, di tidak menyangka mereka akan menunjukkan jati diri mereka dalam waktu dekat " Um, Aku juga tidak bisa membiarkan kalian selalu bersembunyi seperti harta karun yang di sembunyikan oleh bajak laut. Apa kau tidak masalah? " tanya Naruto.

" Apapun keputusanmu kami akan selalu menerimanya, kami juga akan selalu melindungimu hingga nyawa taruhan kami walau kami dalam bentuk kami ini, dan kami senang kau menjadi pemegang kami " ucap Jeanne memeluk sebelah lengan Naruto dan merapatkan dirinya dengan Naruto mencari kehangatan di malam yang dingin.

Naruto yang mendengar itu hanya tersenyum " Aku juga senang memiliki kalian ".

.

Jum'at, 30 Maret 2019

09.00 AM

.

Ke esokan paginya Kelompok Naruto dan Sasuke melanjutkan perjalanan menuju Pedesaan Kirigakure dengan Tanah yang bergerak cepat yang di kendalikan oleh Sairaorg dan di susul oleh Michella yang terbang dengan sayap apinya, dengan begitu mereka bisa mempersingkat waktu mereka.

Naruto yang melihat adiknya terbang hanya bisa menatap khawatir adiknya karena bagaimanapun, kondisi Michella tidaklah baik " Kau mengawatirkannya? " Naruto yang mendengar suara Hestia menoleh dan mengangguk " Aku sudah dengar dari Jeanne dan Inori tentang adikmu, apa kau ingin kaki adikmu sembuh kembali? " tanya Hestia.

Naruto yang mendengar itu langsung tersentak dan memegang bahu Hestia "Apa kau tahu caranya?! " tanya Naruto " Um, bahkan sembuh total " ucap Hestia sambil tersenyum misterius.

" Bagaimana caranya? "

" Hehe, tapi ada syaratnya "

Naruto yang mendengar itu terdiam entah kenapa dia merasakan ada firasat buruk jika dia menyetujui Syarat yang akan di ucapakan Hestia " Memang Apa syaratnya? " tanya Naruto memberanikan diri.

" Syaratnya adalah kau harus melakukan Seks denganku " ucap Hestia tanpa ragu.

Bletak!

" Jangan meminta yang aneh-aneh Chibi, Kau seharusnya tahu bagaimana perasaan Naruto-kun sekarang, jangan mempermainkannya untuk urusan pribadi " ucap Jeanne sambil memberikan pukulan pada kepala Hestia dan menarik keras Kedua pipi Hestia.

" Ha-Ha'i-Ha'i aku paham " ucap Hestia sambil melepaskan tarikan Jeanne pada pipinya dan mengelus pipinya yang sakit " Etto, Gomen Naruto-kun tadi hanya bercanda " ucap Hestia sambil menjulurkan lidahnya.

" Sebenarnya aku memiliki alat untuk menyembuhkan kaki adikmu itu, namun membutuhkan waktu lama untuk membuatnya sembuh " lanjut Hestia memberitahu " Berapa lama? "

" Sekitar 3 Hari "

" Ne Hestia bolehkah aku bertanya? " tanya Naruto sambil menatap lekat Hestia membuat Hestia merona " U-Um "

" Sebenarnya aku penasaran, Bagaimana bisa kau memiliki alat-alat yang di luar perkiraan sementara kau ini berwujud pisau? " tanya Naruto penasaran

" Ah, Maaf sebelumnya belum memberitahu Naruto-kun, sebenarnya Hestia memiliki julukan lain yaitu The Creators, dia memiliki bakat membuat sebuah alat ataupun senjata yang berguna untuknya ataupun penggunanya, Chip dan Alat yang akan di gunakan untuk menyembuhkan kaki adikmu salah satu contohnya " bukan Hestia yang menjawab melainkan Jeanne yang menjelaskan tentang Hestia.

Naruto yang baru tahu menatap kagum Hestia lalu mengelus rambut hitam Hestia dengan lembut " Arigato Hestia, sepertinya aku sungguh beruntung bertemu denganmu dan memilikimu " ucap Naruto sambil tersenyum, Hestia yang di elus kepalanya hanya tersenyum menikmati elusan Naruto.

Sementara yang lain yang melihat Interaksi Naruto bersama Jeanne dan Hestia dari jauh mulai penasaran sebenarnya apa hubungan mereka hingga mereka tampak sangat dekat, padahal mereka baru saja bertemu kemarin. Dan juga mereka tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan dari tadi.

" Sebenarnya sedekat apa sih mereka itu? " tanya Shikamaru entah kepada siapa " Entahlah, tapi mereka tampak akrab " jawab Choji yang berdiri di samping Shikamaru.

" Ck! Sebenarnya apa hubungan mereka sih " Geram Issei merasa di kalahkan oleh Naruto karena Naruto tampak sangat dekat dengan 3 Perempuan Cantik yang baru saja bergabung dengan mereka kemarin.

" Tidak ada gunanya cemburu Hyoudo-kun, kau sampai menangis pun tidak akan ada gunanya " ucap Pemuda berambut hitam bob dengan pakaian serba Hijau bernama Rock Lee " Urusai maniak latihan! " balas Issei kesal.

" Ne-Ne Hestia-chan bolehkah kau ikut dengan kami? Kau juga Jea-chan " Ajak Naruko langsung menarik Hestia dan Jeanne tanpa persetujuan ketempatnya di mana Naruko, Akeno dan Kurumi berkumpul, Naruto yang melihat itu hanya menghela nafasnya.

" Ada apa Sasuke-kun? " tanya Perempuan berambut Sakura dan bernama Sakura :v yang saat ini menatap Bingung Sasuke yang menatap lekat Naruto " Hn " jawab Sasuke tidak jelas.

" Ne Inori apa ada sesuatu yang ganjal di sekitar sini? " panggil Naruto ketika Inori mendekatinya " tidak ada, wilayah sekitar sini kosong jadi kita aman " jawab Inori membuat Naruto menghela nafas lega

" Yosh, Itu dia " semua yang mendengar ucapan Sairaorg menoleh dan mereka bisa melihat sebuah pedesaan yang tertutupi kabut dan juga sebuah jembatan besar yang dalam masa pembuatan.

" Jadi itu... " gumam Neji " Benar sekali itu adalah Pedesaan Kirigakure, sementara di sana adalah Kota Kirigakure dan Di arah Barat daya adalah Kota Iwagakure " jelas Kakashi sambil menunjuk arah Timur laut di mana tampak Kota Kirigakure yang besar tertutup Kabut dan di arah Barat Daya di mana tampak sebuah Kota besar dari berbatuan.

" Akhirnya aku pulang juga " gumam Tazuna tersenyum senang, Naruto yang melihat sesuatu yang ganjil di arah Barat laut menyipitkan matanya " Bukankah itu... Sebuah pabrik? " tanya Naruto membuat semua menoleh ke arah mana Naruto lihat.

" Begitulah " jawab Ibiki " Setelah kita sampai di pedesaan Kirigakure, kita akan melakukan beberapa latihan, misi setelah mengantar Tazuna adalah Misi Rank-S karena kita akan menghancurkan pabrik tersebut, itulah perintah Kepala Sekolah " ucap Sairaorg menjelaskan perintah misi yang dia bawa.

" Misi Rank-S? " gumam Akeno sedikit terkejut " Hohoho, ini pasti menarik " gumam Naruko menyeringai.

" Fufufu~ Jadi tidak sabar " tawa Kurumi sambil memutar kedua senjatanya, Naruto yang melihat 3 Perempuan memiliki sifat sadis hanya bisa merinding apa lagi dengan 3 Perempuan yang merupakan jelmaan Sacred Beast yang saat ini saling berbisik-bisik sambil menyeringai.

' Aku harap mereka meninggal dengan tenang '

.

.

.

.

TBC

Selanjutnya di Naruto : The Magical Battle

" Siapa kau? "

" Jangan membuatku marah Inu, jika kau memang merasa kuat lawan aku secara jantan! "

" Sudah hentikan! "

" Jangan membuat masalah pirang "

" Apa masalahmu Teme "

Selanjutnya Chapter 8 : Never ( Tidak pernah )

Note : Yo! Bertemu lagi dengan saya, saya sempatkan Up Fic ini karena memang hanya pemberitahuan ini saja yang belum selesai waktu itu. Baiklah kita mulai pembahasan Chapter kali ini.

Kali ini saya sudah memutuskan bahwa Naruto akan menunjukkan Sacred Beastnya pada saat melawan pasukan Gato, saya sudah memikirkannya setelah berpikir keras, sebenarnya saya ingin sampai beberapa Chapter lagi, tapi saya tidak mendapatkan Inspirasi jadi saya memutuskan akan di tunjukkan sampai Gato saja.

Baiklah itu saja yang bisa saya beritahu, Dan juga saya mau memberitahukan bahwa ada Fic baru dari saya yaitu Autisme? Or Genius? Semoga cerita itu menghibur, baiklah itu saja dari saya, saya undur diri jaa~

Please Review