Ketika Semuanya Akan Dimulai Dari sebuah Kenangan, Maka Disinilah aku membawamu menuju masa depan.
Kulindungi setiap Inchi Tubuhmu Dan juga Hatimu Dari setiap Bahaya.
Aku Tak Peduli Bila Nyawaku adalah taruhannya...
.
.
.
Disclaimer: Masashi Kishimoto-sensei
Author: Ianeous Rain Storm
Main Pair: NARUHINA
Genre: CRIME, ROMANCE, ACTION
Rate: Mature (violence and gore)
.
.
.
.
MY LOVELY BODYGUARD (Remake)
.
.
.
.
Chapter 7: War is Begins (Part 1 Of 8)
.
.
.
Hyun Ki dan Hyun Law lari dari pertarungan dan meninggalkan mayat Ralph, bukan Naruto apabila melepaskan mangsanya begitu saja.
Naruto segera mengejar dua orang kembar tersebut bersama Gaara dan Neji.
Hyun Ki dan Hyun Law melompati pagar rumah dengan mudah sekali.
"Dasar parkur tricking amatiran" gumam Naruto lalu melompati pagar setinggi 2 meter dan mencoba mengambil jalan pintas.
"Aakkhh Naruto, kenapa kau cepat sekali berlarinya!" gerutu Neji mengambil jalan lain bersama Gaara mengejar Hyun Ki dan Hyun Law dari arah dua orang itu melarikan diri.
.
.
.
Hyun Ki dan Hyun Law merasa sudah jauh dari kejaran Naruto dan 2 temannya, mereka memasuki Gudang kosong yang sangat besar.
"Semoga tim bantuan datang" kata Hyun Law terengah-engah.
"Nampaknya mereka sudah datang" sahut Hyun Ki sambil menunjuk dengan dagunya. Sekelompok orang berpakaian preman dan berbadan besar dari jauh telah datang.
"Beruntunglah" ucap Hyun Law lega.
"Beruntung apanya?" tanya seseorang di belakang duo kembar itu.
Hyun Ki dan Hyun Law terkejut dan segera menjauh Naruto sudah ada di hadapan Hyun Ki dan Hyun Law yang mempersiapkan kuda-kudanya waspada.
'Cepat sekali pirang ini' pikir Hyun Law.
Puluhan tim bantuan untuk Hyun Law dan Hyun Ki mendekat menjadi tameng terdepan untuk duo kembar tersebut.
"Hajar dia" perintah Hyun Ki.
"HYAAAAA!" para bawahan duo kembar itu maju bersama-sama.
Naruto berlari dan mendaratkan serangan pertamanya menggunakan sliding tackle hingga dua orang terjatuh.
Naruto segera berputar-putar layaknya orang breakdance menyerang menggunakan kakinya dan serangan telapak kakinya berhasil mengenai 4 orang.
BAGHH BAGHH BAGHH BAGHH
Naruto bangkit dan berlari menuju salah musuh tangannya terulur menggunakan serangan lariat menghantam leher salah satu bawahan duo kembar tersebut.
Tangan Naruto mematahkan leher orang tersebut hingga tewas.
Pemuda pirang itu menendang ke arah belakang dan mengenai satu orang yang hendak menyerang Naruto.
Naruto menerbangkan tubuh tak bernyawa di tangannya dengan cara melemparkannya ke udara, Pemuda itu melompat serta tak lupa menendang tubuh tak bernyawa itu hingga mengenai beberapa orang.
Hyun Ki dan Hyun Law segera lari dan meninggalkan Naruto dalam pertarungan tersebut.
'Brengsek, pengecut' umpat Naruto dalam hati melihat duo kembar itu kabur, pemuda itu melampiaskan kekesalan dan kemarahannya melalui orang-orang yang menyerangnya.
Naruto melompat memutar tubuhnya dan menendang wajah salah satu musuhnya dengan tendangan telapak kaki.
BUAAGGHH
Orang terkena tendangan tersebut langsung terkapar pingsan dengan gigi depan lepas lima.
Tak berhenti sampai di situ, pemuda pirang itu menghampiri 2 orang di depannya. Menghajar mereka secara acak dan teratur dari kepala hingga kaki.
Naruto meraih salah satu kaki penjahat itu serta menariknya hingga melayang di udara sebelum akhirnya terbanting keras di tanah .
Semua bawahan duo kembar itu keder melihat aksi Naruto menghajar kawan mereka.
"Ada lagi?" ucap Naruto melipat lengan bajunya hingga sampai pangkal lengan tangan.
Semuanya mundur melihat Naruto sudah bersiap kembali menyerang.
"Tak ada? baiklah. Biar aku yang maju untuk menghabisi kalian semua" kata Naruto dingin melangkah maju.
.
.
.
Hyun Ki dan Hyun Law terus berlari menjauhi tempat Naruto bertarung.
"Hn, Aku tidak yakin bocah pirang brengsek itu bertahan melawan begitu banyaknya orang itu" ejek Hyun Ki.
"Hahaha mana mungkin, pasti dia sudah Ma..." ucapan Hyun Law terputus saat sebuah serangan tendangan telapak kaki menyambut wajahnya.
BUAAGGH
Hyun Law langsung terguling-guling di tanah sebelum akhirnya kepalanya menabrak tiang listrik.
Hyun Law pingsan seketika membuat Hyun Ki terkejut, matanya melihat seorang laki-laki berambut mangkok tengah berdiri dengan tangan kiri di belakang pinggangnya dan tangan kanan mengulur ke depan sudah siap bertarung.
"Ternyata kau yang dikejar Naruto dan Neji, Huh?!" tanya orang itu dengan nada tegas.
"Siapa kau?!" tanya Hyun Ki.
"Namaku sersan Rock Lee, aku datang untuk menangkapmu Gun Hyun Ki!" ucap Rock Lee penuh semangat.
"Jangan mimpi!" raung Hyun Ki menyerang Rock Lee.
Rock Lee menghindari pukulan Hyun Ki bertubi-tubi mengarah wajah dan tubuhnya secara beringas. Rock Lee melihat ruang terbuka di bagian kaki Hyun Ki yang tak menyerangnya.
Tiba-tiba Rock Lee menunduk dan menendang kaki Hyun Ki dengan tungkai kakinya.
DUUAAGHH BRUUK
"Uggh" Hyun Ki mengerang kesakitan.
"Kuda-kudamu terbuka di bagian kakimu. Kau itu hebat tapi sayang, kau sangat terburu-buru melakukan serangan pada lawan" komentar Rock Lee.
"Pantas saja Naruto sangat mudah mengalahkan kalian berdua sendiri " lanjut Lee.
"Urusai! Yaro!" Hyun Ki mencoba menendang Rock Lee dengan cepat, tapi Rock Lee meliuk-liukan badannya menghindari tendangan Hyun Ki.
BAAKH
Satu pukulan mendarat di perut dekat ulu hati Hyun Ki.
"Haaah, lagi-lagi kau memberi ruang kosong pada seranganmu itu" Rock Lee menggeleng-gelengkan kepalanya, Hyun Ki memegangi perutnya yang sangat sakit dan ngilu itu, pemuda emo itu seakan tak bisa bernafas.
Hyun Ki mencoba berdiri tegak, namun sebuah serangan kilat dari Rock Lee membuat Hyun Ki terkejut.
"Eh?!"
BUAAAGGH
Tendangan punggung kaki Rock Lee ke arah wajah Hyun Ki hingga pemuda itu pingsan.
"Selesai" Rock Lee mengambil borgol, memegang kedua tangan Hyun Ki ke belakang punggung dan memborgolnya.
Rock Lee segera menuju arah Hyun Law namun dia tak menemukan tubuh kembaran Hyun Ki.
"Dia melarikan diri" ucap Lee membopong tubuh Hyun Ki.
.
.
.
Kaki kanan bagian tulang kering 1 orang bawahan duo kembar dipatahkan Naruto dengan cara di injak sangat keras sekali.
"AARGGHHH!" teriak orang itu.
Naruto menendang kepala penjahat yang berteriak kesakitan seperti menendang bola sepak.
Naruto menepis pukulan salah satu penjahat dan mematahkan tulang lengan penjahat itu, kemudian Naruto memukul tengkuk penjahat itu hingga sekarat.
Beberapa penjahat yang tersisa mencoba bersamaan menyerang Naruto.
BUUAGGH BUUAGGH
Dua Tendangan di punggung 2 penjahat itu membuat tubuh mereka langsung disambut serangan tambahan dari Naruto.
Jari-jari Naruto menyambut leher kedua orang yang menuju ke arahnya.
JLUAGH JLUAGH
Kedua Orang itu langsung tewas setelah pukulan jari Naruto mengenai jakun leher mereka, sementara 2 orang yang membantu Naruto tak lain adalah Gaara dan Neji.
"Lagi-lagi kami ketinggalan pesta." gumam Neji.
"Sisanya buat kalian jika mau?" Tawar Naruto, telunjuk tangan kanannya menunjuk 8 orang penjahat tersisa.
"Dengan senang hati" balas Gaara.
"Sudah lama aku tidak bertarung melawan banyak orang, Ayo" Ajak Neji pada Gaara datar.
Gaara dan Neji berlari menuju 8 orang tersisa.
8 Orang tersisa hanya terpaku namun segera tersadar menyerang Neji serta Gaara.
Neji menotok bahu kiri salah satu musuh hingga musuh tak bisa menggerakkan tangannya, di susul Gaara mendaratkan cengkraman di leher salah satu penjahat dan membantingnya keras ke tanah.
Neji meraih salah satu tangan penjahat yang hendak mendaratkan pukulan pada wajahnya, Hyuuga sulung itu menarik tangan satu penjahat dan menendang pergelangan kaki musuhnya hingga musuh terbang sebelum akhirnya terjatuh keras ditanah.
Naruto duduk bersila menyaksikan kedua kawannya sedang asik bertarung, pemuda itu mengambil ponsel-nya di saku celananya.
"Kakashi-san, Bawa beberapa orang ke gudang besar kosong dekat sungai" pinta Naruto datar pada Kakashi.
'Ha'i tuan, saya laksanakan' balas Kakashi.
Naruto menekan layar sentuh bagian menutup telepon mengakhiri pembicaraan dengan Kakashi dan mencari nomor lain untuk menelpon lagi.
Setelah lama menunggu, akhirnya di angkat diseberang sana.
"Nii-chan, datanglah ke kediaman Hyuuga sore ini, ada kejutan besar untuk Akatsuki hari ini" kata Naruto menyeringai.
'Apa itu perawatan ala alcatraz?' tanya yang diseberang sana.
"Ha'i Nagato-nii, karena mungkin kalian akan suka mangsa yang masih hidup" kelakar Naruto.
'Hahaha baiklah Naruto-kun, aku akan datang dengan anggota lengkap.' balas Nagato.
"Sampai bertemu di sana" Naruto mengakhiri teleponnya lalu melihat Neji dan Gaara akan melakukan serangan akhir pada orang di hadapan mereka.
"Woi! ayo kita lakukan bersama-sama!" seru Naruto pada kedua kawannya.
"Cepatlah berdiri, kau membuang waktu" ejek Neji tersenyum miring.
"Kaki saja Neji-sama" pinta Gaara.
Mengerti maksud Gaara, Naruto dan Neji bersiap-siap mengelilingi satu orang yang tersisa, orang tersebut nampak sangat ketakutan.
"SEKARANG!" teriak Naruto langsung memulai dengan menendang kaki penjahat itu, disusul Neji menendang perut dan dada, lalu Gaara menendang bagian kepala.
BUGGH BUGGH BUGGH
Naruto, Neji dan Gaara melompat serta berputar-putar diudara dan mendaratkan tendangan telapak kaki ke kepala penjahat itu dari tiga arah.
BBBRRRAAAGGGHHH
.
.
.
Nagato mengemas barang-barang 'aneh' miliknya ke dalam tas.
Yahiko mengambil jarum-jarum suntik dan memasukkan ke dalam koper besar.
Konan merapikan kertas tikus miliknya serta kertas gosok kasar ke dalam tas kecilnya.
Itachi mengambil pisau kecil miliknya di lemari dan menyelipkanya di belakang pinggangnya.
Kisame mengambil 2 ikan piranha miliknya dengan jaring khusus dari besi dan meletakkannya di kotak kaca tahan air.
Hidan mengambil buku bible di lemari serta paku payung di laci perkakas.
Kakuzu mengambil jarum jahit dan kawat dari laci perkakas.
Deidara mengambil petasan banting miliknya yang sudah tersedia di lemari pribadinya.
Sasori mengambil 2 kilogram pasir besi di persediaan pembuatan boneka miliknya.
Obito mengambil lolipop dengan warna aneh dengan bau menyengat di belakang rumah.
Zetsu mengambil beberapa duri bunga beracun serta daun-daun ganja.
"Semua siap?" tanya Nagato menyeringai.
"Ha'i!" sahut semua anggota Akatsuki penuh semangat.
"Kita berangkat!" seru Yahiko memimpin.
Anggota Akatsuki melangkah menuju pintu dan membuka pintu.
.
.
.
Neji dan Gaara menduduki tubuh-tubuh musuhnya. Ada yang sudah mati, sekarat dan juga pingsan.
"Sisanya biar Akatsuki yang urus" ucap Naruto datar.
"Kami tahu" balas Neji.
Seorang di kenal Naruto datang membopong tubuh seseorang.
"Lee?" Naruto bingung melihat Rock Lee sudah datang.
"Kami menghubunginya tadi" tukas Neji.
"Siapa yang kau bawa itu?" Naruto penasaran.
"Ini Gun Hyun Ki buronan kelas kakap yang di buru semua negara" jawab Rock Lee meletakkan tubuh Hyun Ki ke tanah dengan kasar.
"Uggh" Hyun Ki terbangun kala kepalanya terantuk tanah cukup keras.
Matanya melihat 4 orang tak asing dihadapannya.
"Kalian" Hyun Ki sedikit takut melihat Naruto.
Direksi pandangannya di alihkan ke arah tumpukan mayat tak bernyawa dan beberapa masih hidup namun di ikat tali.
'Gila, pirang ini pasti sangat hebat' pikir Hyun Ki sesudah melihat mayat-mayat itu.
"Sekarang adalah Hari keberuntunganmu, Kawan. karena akan ada terapi ala ALCATRAZ untukmu nanti" ujar Gaara sambil menepuk-nepuk pipi Hyun Ki cukup keras, boleh dibilang setengah menampar.
"Saudara kembarmu beruntung bisa kabur, kalau tidak? mungkin akan ada pesta besar-besaran untuk melihatmu di terapi" kelakar Rock Lee tersenyum lima jari dan menampakkan giginya yang putih bersinar.
GLEK
Hyun Ki meneln ludahnya susah payah, Hyun Law melarikan diri tanpa mempedulikannya sama sekali.
'Brengsek kau Hyun Law. Akan kubunuh kau bila sudah di penjara nanti' umpat Hyun Ki dalam hati.
Puluhan Pengawal dari kediaman Hyuuga datang bersama Kakashi.
"Naruto-sama" Kakashi menunduk hormat.
"Bawa mereka yang masih hidup ke kediaman Hyuuga, yang sekarat dan mayat-mayat ini serahkan pada pihak rumah sakit untuk di obati dan sebagian di kuburkan pihak rumah sakit." pinta Naruto.
"Ha'i Naruto-sama" jawab Kakashi langsung melaksanakan tugasnya dan menggelandang penjahat yang masih hidup ke kediaman Hyuuga.
"Dan untuk kau Hyun Ki, akan kubuat kau berbicara banyak tentang atasanmu nanti" Naruto tersenyum mengerikan.
.
.
.
Akari menatap semua kawannya dengan tatapan bingung. Pasalnya, kawan-kawan mereka memakai pakaian-pakaian seperti anime yang di tontonnya dan juga peralatan aneh yang berada di pegangan mereka.
"Apa kalian mau pergi cosplay?" pertanyaan polos Akari membuat Itachi tersenyum simpul.
"Jika kau ingin tahu, lebih baik ikutlah bersama kami Aki-chan" ujar Itachi merangkul pinggang Akari.
"Kita memangnya mau kemana, Itachi-kun?" tanya Akari.
"Memberi perawatan khusus pada pasien di kediaman Hyuuga" sahut Obito penuh semangat.
"Memangnya ada yang sakit? kalian kan tidak mengambil jurusan ke dokteran di universitas kita kan?" Akari penasaran dengan senyum misterius kawan-kawannya termasuk kekasihnya, Itachi.
"Kami tak perlu jurusan maupun gelar kedokteran Akari-chan" sahut Konan tertawa kecil.
"Daripada kau tanya terus, lebih baik ikut saja. Nanti kau tahu sendiri" tukas Nagato sambil membaca buku Icha-Icha paradise miliknya.
Akari mengangguk-angguk menurut pada perkataan Nagato. Semua menahan tawa, Akari terlalu polos untuk urusan ini.
.
.
.
"16 orang dirawat di rumah sakit, 10 pingsan, 33 orang tewas. Kau memang hebat Naruto" ucap Rock Lee.
"Itu pujian atau ejekan?" Naruto tersenyum masam.
"Diantara keduanya, mungkin?" Rock Lee tertawa, Naruto menggerutu tak karuan.
"Kapan mereka datang?" tanya Neji.
"Tunggu 5 menit lagi, lagipula anggota Akatsuki sangat ahli dalam perawatan pasien" kelakar Rock Lee.
"Aku tidak sabar mendengar suara emas para penjahat ini melengking indah di kediaman Hyuuga" ucap Naruto dengan nada hyperbola.
"Suara mereka akan jadi penyanyi terkenal di rumah ini" ujar Neji, dan suara lain menginterupsi pembicaraan mereka bertiga.
"Dan aku pastikan mereka juga jadi rocker terhebat di musim ini" sahut pemuda berambut oranye dengan banyak tindikan di telinganya.
"Wah datang juga" Rock Lee menyambut kedatangan anggota akatsuki dengan toast ala anak jaman sekarang.
"Mana pasiennya?" tanya Akari penasaran.
"Kau bersama Hinata-chan saja, Akari. Biarkan Itachi dan yang lainnya menangani pasien gawat daruratnya." ucap Naruto tersenyum.
"Ha'i baiklah" Ucap Akari lalu di antar oleh Anko.
"Silahkan Akari-Ojousama" Anko mempersilahkan Akari menuju kamar Hinata berada.
Setelah melihat kekasih Itachi sudah berlalu dari hadapannya barulah mereka bicara.
"Semuanya sudah terbagi-bagi rata untuk pasiennya, dan untuk brengsek-chan. Kau akan kami beri perawatan khusus" pinta Naruto pada semua anggota Akatsuki namun Naruto memainkan nada mengerikan pada Hyun Ki membuat kembaran dari Hyun Law itu bergidik ngeri.
.
.
.
.
To be Continue
