A/N: Oke saatnya saya balas review dari para reader sekalian ~~

.

Arisa-Amori27: yahh ~ anda harus membaca chap ini supaya tahu siapakah mereka itu (?) eh iya ngeblush? Yesh! ga sia-sia saya berpikir keras (?). Dan bagaimana FS yang saya berikan apa anda puas? *le gaya kayak salesman* /?. Jujur saya ngerasa itu rada aneh, tapi syukurlah anda menyukainya :"D *nangis bahagia*

.

.

Silvia-KI chan: ihh dirimu kok tau sih? Ngintip ya? Dasar nakal nakal nakal /dirajam. Pokoknya baca aja deh supaya ga penasaran ~

.

.

Juvia Hanaka: yah ~ saya tidak bisa memberitahu bocoran dan bukan cuma 1 loh ada, masih ada 1 lagi ~ silahakan tebak sendiri ~

.

.

Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para viewer terutama pada Arisa-Amori27 dan Silvia-KI chan yang sudah menjadi viewer sejati (?) dalam fanfic abal ini, yang selalu membuat saya ngakak nista (!?) ketika membaca review mereka dan bersemangat untuk melanjutkan fanfic ini.


Preview: "[Name]-chan kenapa pintu tidak dikunci? Kalau ada pencuri masuk bagaimana? Are? [Name]-chan siapa dia?"

"Oi [Name] kau lupa mengunci pintu ya? Dasar ceroboh.. siapa pemuda itu!? Dan apa yang kau lakukan pada [Name] teme!?"

Kuroko no Basket milik Fujimaki Tadatoshi.

Harem!Reader x GoM / slight Reader x Kagami/Himuro

Warns: Typos everywhere, kemungkinan ooc, humor garing krenyes, romens (?) ga terlalu menarik

.

.

.

ENJOY THE STORIES MINNA


[Name] menoleh ke asal suara yang ternyata adalah kedua sahabat masa kecilnya yang kini tengah berdiri di depan ruang tamu, lantas ia langsung melepaskan pelukannya lalu mendorong tubuh Kuroko menjauh.

"Ta-tatsuya-kun! Ta-taiga-kun! Kalau masuk kerumah orang seharusnya kalian mengetuk pintu bukan malah seenaknya masuk!" ucap [Name] setengah berteriak sambil menatap tajam ke arah kedua sahabatnya itu dengan muka memerah karena masih terbayang dengan insiden ciuman dengan Kuroko tadi.

"Gomen gomen [Name]-chan, soalnya pintu depan tidak terkunci makanya kami langsung masuk. Lagipula kita disuruh oba-san untuk menjagamu makanya kami berdua kemari, benarkan Taiga?" tanya Himuro kepada adiknya itu.

Kagami langsung mengangguk, mengiyakan jawaban dari pertanyaan Himuro, "bahkan oba-san menyuruhku dan Tatsuya untuk menginap disini." ujar Kagami sambil mengangkat tas ranselnya yang naujubilah (?) gede banget. Entah apa saja yang Kagami masukkan ke dalam tas ranselnya itu, "dan siapa pemuda itu [Name] aku baru pertama kali melihatnya. Kekasihmu?"

CTARRR

Pertanyaan atau lebih tepatnya pernyataan Kagami berhasil membuat petir sebagai background [Name] yang kini tengah menatap sahabat yang memiliki alis cabang itu dengan horror, "dia bukan kekasihku Taiga-kun.. um.. hanya teman! Iya kan Kuro— Tetsuya-kun?" tanya [Name] sambil memandang Kuroko dengan ekspresi memelas. Sebenarnya bisa saja Kuroko mengaku-ngaku sebagai suami [Name], tetapi begitu melihat ekspresi [Name] yang memelas meminta bantuannya itu, dengan (sangat amat) terpaksa Kuroko mengangguk, "kami berdua hanya teman, benar apa yang dikatakan [Name]-chan."

Jujur Himuro tidak terlalu percaya dengan ucapan [Name] dan Kuroko tapi ia mengabaikannya, toh itu urusan [Name] bukan dirinya. Sedangkan Kagami sudah menghilang entah kemana, katanya sih meletakkan barangnya di kamar yang biasa ia dan Himuro gunakan saat mereka menginap di rumah [Name] saat mereka berumur 8 tahun.

"Tadi kau bilang, kau dan Taiga-kun disuruh kaa-san untuk menginap disini? Berapa lama dan kenapa kaa-san tidak memberitahukannya kepadaku!" kini kembali terdengar jeritan pilu dari [Full Name]. Himuro yang melihat itu hanya bisa bersweatdrop, "kata oba-san sampai mereka pulang, dan oba-san bilang dia sudah menghubungimu tapi kau tidak mengangkat ponselmu." jelas Kagami yang tiba-tiba muncul.

Mendengar penjelasan Kagami, [Name] hanya menganggukan kepalanya tanda ia mengerti.

.

.

Hening melanda selama beberapa detik

.

.

"JADI KALIAN BERDUA AKAN TINGGAL BERSAMAKU SELAMA SATU SETENGAH BULAN!?" teriak [Name] yang membuat Kuroko terlonjak dari tempat duduknya dan membuat Kagami dan Himuro mundur beberapa langkah dari tempat mereka berdiri.

"Yah bisa dibilang seperti itu [Name], lagipula kita sudah bersahabat sejak kecil kan?" ucap Kagami santai, kelewat santai malah.

"BERSAHABAT SEJAK KECIL SIH IYA! TAPI APA YANG AKAN DIPIKIRKAN PARA TETANGGA KALAU MEREKA MELIHAT SEORANG GADIS TINGGAL BERSAMA DUA ORANG PEMUDA HAH!? BISA KAU JELASKAN PADAKU BAKAGAMI TAIGA?!"

Oke ucapan [Name] memang ada benarnya, entah apa yang dipikirkan para tetangga kalau mereka melihat seorang gadis tinggal bersama dua orang pemuda yang ketampanannya tidak perlu dipertanyakan lagi. Bahkan beberapa ibu rumah tangga menjadikan mereka bahan gossip— terkadang sih dan yang lebih parahnya lagi membuat fans club untuk mereka berdua. Kalau tidak salah nama fans club untuk Himuro adalah "HIMURO-CAMA WE LAV YU PUL!" dan jangan lupakan lope-lope di mana-mana. Sedangkan untuk Kagami adalah "MAJI TENSHI EN MAI PRECIES LIL TAIGAH!" plus dengan lope-lope dan gliter dimana-mana yang akan membuat mata sakit bagi siapa saja yang melihatnya.

Oke balik ke cerita.

"Lagipula tetangga disekitar sini sudah mengenal kita berdua dengan baik [Name]-chan, jadi kurasa mereka tidak akan berpikir yang aneh-aneh tentang kita." ujar Himuro kalem.

'Memang benar apa yang dikatakan oleh Himuro tapi… ah sudahlah lagipula kaa-san yang menyuruh mereka untuk menjagaku..' batin [Name] sambil menatap kedua sahabatnya itu. "Lalu sekolahmu bagaimana Tatsuya-kun? Kita kan berbeda sekolah, kalau aku sih pasti bersama Taiga karena kita satu sekolah."

"Urusan sekolah perkara yang mudah, lagipula ada temanku juga yang tinggal di daerah sini. Paling nanti aku berangkat bersama dia."

"Ano.. [Name]-chan.." baru saja Kuroko ingin memanggil gadis pujaannya itu, malah diserobot (?) oleh si alis bercabang aka Kagami Taiga.

"Oi [Name] kau taruh dimana garam dan gula? Apa sudah habis?" teriak Kagami dari dapur, ternyata ia ingin menyiapkan makan malam. "Ada disana kok Taiga-kun, makanya cari pakai mata!" teriak [Name] sambil menyindir Kagami— sedikit.

Baru saja Kuroko ingin memanggil [Name] (lagi) namun gagal karena Himuro, "[Name]-chan boleh aku pinjam handuk? Aku lupa membawanya."

"Boleh Tatsuya-kun! Handuk baru ada di dalam lemari dekat kamar mandi!"

"[Name]! Aku sudah mencari garam dan gulanya tapi tidak ketemu! Lebih baik kau kesini!" teriak Kagami frustasi karena cara masak memasaknya (?) harus terhenti karena garam dan gula yang masih misterius keberadannya.

Baru saja [Name] berdiri dari tempat duduknya untuk berjalan ke dapur, namun ia langsung ditahan atau lebih tepatnya pergelangan tangannya ditarik oleh Kuroko sehingga ia jatuh kedalam pelukan hangat pemuda bersurai aquamarine itu, "Tet-tetsuya-kun! Apa yang kau lakukan!?" pekik [Name] pelan agar tidak terdengar oleh Kagami dan Himuro.

Kuroko mengusap rambut [Name] lalu mencium keningnya, tidak menggubris pertanyaan gadis tersebut, "aku pulang dulu ne, besok kita akan bertemu lagi." ucap Kuroko sambil mencium hidung [Name]. Sedangkan [Name] hanya mengangguk dengan muka memerah yang lagi-lagi membuat Kuroko terkekeh pelan. [Name] berdiri dari posisinya lalu berjalan ke arah pintu dengan sedikit terburu-buru. Kuroko hanya mengikuti [Name] dari belakang sambil tersenyum.

[Name] membukakan pintu untuk Kuroko, "ne ~ sampai ketemu besok Tetsuya-kun ~." Kuroko yang mendengar itu hanya tersenyum lebar sambil mengangguk, "jaa na [Name]-chan." ujar pemuda itu lalu berjalan menjauh meninggalkan rumah [Name].

"[Name]! Kau dimana hah!?"

Mendengar teriakan sahabatnya itu, [Name] langsung menutup pintu lalu berlari kecil ke dapur, "sebentar Taiga-kun!" Sesampainya didapur ia langsung disambut tatapan garang dari Kagami, "kau kemana saja!? Padahal sudah kupanggil daritadi!" dengus Kagami sebal.

[Name] hanya memutar matanya malas, "tadi aku mengantarkan Kuro— Tetsuya-kun pulang dulu, sebagai tuan rumah yang sopan dan baik aku harus mengutamakan tamuku dulu." ujar [Name] sambil menjulurkan lidahnya ke arah Kagami. Kagami tidak menggubris [Name], "dimana kau taruh garam dan gula [Name]? Aku ingin memasak untuk makan malam." tanya Kagami langsung to the point.

[Name] langsung menggembungkan pipinya sebal lalu membuka lemari dekat kulkas, mengambil setoples garam dan gula lalu memberikannya kepada Kagami. Kagami dengan senang hati mengambil setoples garam dan gula lalu memulai acara masak memasak (?) itu, "kau mau masak apa Taiga-kun?" tanya [Name] sambil melihat sayur-sayuran, daging, dan beberapa jenis buah dekat westafel.

"Oh aku mau memasak kare. Kau bisa bantu aku mengupas kentang dan wortel? Lalu buat milkshake ya. Buahnya sudah aku cuci kok." Ucap Kagami sambil memotong daging ayam. [Name] mengangguk mengerti lalu mengupas wortel dan kentang. Bahkan [Name] sempat bercanda dengan Kagami sampai Himuro berdehem singkat sambil menyenderkan tubuhnya ke dinding dekat [Name] dan Kagami yang masih sibuk dengan candaan mereka dan pekerjaan mereka, "ekhem.. kalian seperti pasangan suami istri yang mesra loh ~ kalian terlihat sedang menikmati waktu berdua dengan mesra sambil memasak."

Ucapan Himuro berhasil membuat Kagami hampir memotong tangannya dan membuat wajah [Name] memerah kesal. Demi sempak Helokiti milik Kagami (huwat) mereka sama sekali tidak seperti suami istri yang mesra. Ingatkan [Name] untuk memutilasi sahabatnya yang memiliki poni yang cetar itu.

"Tatsuya-kun ~~ kau sudah pernah merasakan tajamnya pisau dapur? Kalau belum, kau mau coba?" tanya [Name] dengan suara yang terdengar manis menurut gadis itu tapi menyeramkan bagi Kagami dan Himuro, "mampus lu Tatsuya, bakal dirajam pakai pisau dapur sama [Name]! Mampus lu!" batin Kagami nista, ya hitung-hitung balas dendam kepada kakaknya itu. Sedangkan Himuro menatap horror [Name] yang telah mengambil sebuah pisau dapur yang sangat tajam, sepertinya baru diasah.

Oke [Name] jangan kau ubah genre fanfic ini menjadi tragedy ataupun horror hanya karena insiden suami istri (?).

[Name] menghela nafasnya lalu mengembalikan pisau dapur ke tempatnya, Kagami yang melihat itu hanya mendesah kecewa karena kakaknya tidak jadi dimutilasi oleh [Name] (dahek). Sungguh kau adik yang kurang ajar, Kagami. Sedangkan Himuro yang melihat itu menghembuskan nafas lega karena ia tidak jadi dimutilasi oleh [Name].

"Daripada kau berbicara yang tidak jelas lebih baik kau bantu aku dan Kagami, Tatsuya-kun." [Name] menyodorkan buah blueberry, bubuk match, ¾ vanilla ice cream, ¼ sendok teh ekstra vanilla, dan ¼ gelas susu cair ke Himuro. Himuro hanya mengangguk seakan-akan ia mengerti apa yang harus ia lakukan, mengambil buah blueberry dan bubuk matcha beserta bahan lainnya yang disodorkan oleh [Name], "kau buat milkshake dari buah blueberry itu untuk kau dan Taiga-kun, sedangkan matchanya untukku. Blender ada di dalam lemari dekat oven. Ah! Buahnya sudah dicuci oleh Taiga-kun tadi."

Himuro langsung membuka lemari dekat oven lalu mengambil blendernya lalu membersihkan blendernya. Selesai membersihkan blendernya, ia membuka freezer mengambil beberapa es batu lalu memasukkannya ke dalam blender beserta buah blueberry dan menuangkan 1½ gelas susu dingin, lalu memblendernya. Sedangkan [Name] yang sudah selesai dengan acara kupas mengupasnya (?) kini memotong kentang dan wortel lalu memberikannya kepada Kagami untuk dimasak.

Himuro menuangkan milkshake blueberry ke dua gelas lalu meletakkannya dimeja lalu membuat matcha milkshake untuk [Name]. Pertama ia mengocok susu dan bubuk matcha lalu menggabungkan semua bahan yang ada dan viola selesai sudah ia membuat matcha milkshake untuk sahabatnya yang cantik ini.

"[Name]-chan blueberry milkshake dan matcha milkshake sudah siap. Ada lagi yang bisa kubantu?" tanya Himuro kepada [Name] yang tengah mencoba rasa kare yang dibuat oleh Kagami, "umm.. kau bisa menyiapkan nasi untuk kita bertiga dan jangan lupa siapkan juga peralatan makannya. Oi Taiga-kun kurasa karenya kurang asin jadi tambahkan garam sedikit dan kau perlu tambahkan bubuk cabe."

Kagami yang mendengar itu menambahkan garam ½ sendok garam dan ¼ sendok bubuk cabe ke dalam masakannya itu, mengaduk karenya sehingga bumbunya tercampur rata lalu ia mencobanya. Dirasa sudah pas, Kagami mematikan kompornya lalu meminta piring yang sudah terisi nasi ke Himuro yang langsung diberikan oleh pemuda berponi cetar itu. Selesai menuangkan kare ke atas nasi, Kagami langsung memberikannya pada [Name] untuk dibawa ke meja makan dan langsung dilaksanakan oleh [Name]. Setelah semua tersusun tapi di meja, [Name], Kagami dan Himuro duduk di depan meja makan.

"Ittadaikmasu!" teriak ketiganya serempak lalu memakan makanan yang telah dihidanglan. Memang terlihat sederhana tapi itulah yang membuat hidangan yang mereka makan terasa nikmat. Suasana hangat ditambah dengan canda tawa dari kedua sahabatnya yang membuat [Name] terus mengembangkan senyumannya. Ah sungguh bahagia sekali hidup mereka.

Setelah menghabiskan makanannya, [Name] langsung membereskan meja makan dan mencuci semua piring kotor. Sedangkan Himuro dan Kagami sudah berada di ruang tamu, kini mereka berdua tengah asik menonton Titan the Explorer. (Author: ternyata tontonan kalian berdua)

Selesai dengan pekerjaannya itu, [Name] langsung naik ke lantai dua setelah memberitahu kepada kedua sahabatnya itu kalau ia ingin tidur, lelah setelah beraktivitas (read: marah-marah) seharian. Sampai di lantai dua [Name] langsung berjalan ke kamarnya, yang ia pikirkan sekarang adalah tempat tidurnya yang empuk yang akan segera memanjakan tubuhnya yang lelah itu. Putar kenopnya, masuk ke dalam kamar lalu merebahkan diri di tempat tidur, hanya itu yang terpikir oleh [Name]. Setelah memutar kenop dan masuk ke kamar, [Name] lagi-lagi harus menahan amarahnya yang siap meledak karena kedatangan tamu yang tidak diundang.


TBC LAGI MUAHAHA (?)

Oke saya sudah memberikan FS kepada Kuroko lopers (?) jadi ada kemungkinan di chap selanjutnya entah chap keberapa ada uhuklemonuhuk.

Akhir kata ~~

Review minna-san? ~