[Chapter 7]
..
..
..
"Insoo-ie!"pekik Kyungsoo saat melihat anaknya datang dan memberinya sebuket bunga daisy. Kyungsoo memangku Insoo dan menaruh buket bunga itu diatas meja.
Insoo memakai gaun yang panjangnya semata kaki berwarna merah darah dengan bandana berwarna senada. Ada seorang pria yang berjalan mendekat kearah Insoo dan Kyungsoo. "Hai, Kyungsoo"kata pria itu sambil tersenyum kearah Kyungsoo. Kyungsoo membulatkan matanya, "Suho oppa!"teriak Kyungsoo ketika melihat kekasih yang –mungkin- dia lupakan. Suho mencium pucuk kepalanya, meskipun Kyungsoo dan Suho sudah lama tidak bertemu, tapi Kyungsoo masih menjadi pacar Suho –legal.
"Kau mengantar Insoo kemari?"tanya Kyungsoo antusias. Suho mengangguk, "Aku tahu kau merindukannya"jawab Suho. Kyungsoo memandang putrinya, Suho benar, dia memang merindukan Insoo. "Suho-ah, mianhae bila… bila aku tidak pernah jujur tentang Kai dan –"perkataan Kyungsoo terhenti saat jari telunjuk Suho menempel dibelahan bibirnya, bermaksud menghentikan perkataan Kyungsoo. "Tidak apa-apa, aku mengerti"kata Suho lalu tersenyum tulus.
Kyungsoo tak tahu, terbuat dari apa hati Suho itu. Apa dia tidak merasa sakit? Benci? Atau muak dengan Kyungsoo. Kyungsoo benar-benar kagum dengan Suho, dia itu sosok kakak yang baik baginya. Kakak?, ya hanya kakak tidak lebih.
XXXXXXXX
Luhan berdiri agak jauh dari taman tempat Baekhyun dan Chanyeol menikah. Dia dan Sehun juga diundang, tapi entah dia hanya tidak merasa enak mendekat kesana.
Gaun pendek berwarna merah muda dengan rambut coklat karamel Luhan yang dikepang, Luhan terlihat begitu cantik. Sehun menggunakan setelan jas hitam dengan dasi berwarna senada dan rambutnya yang disisir rapi.
"Lu, ayo kita kesana. Aku sungguh ingin melihat istri si-creppy"kata Sehun. Luhan menengok kearahnya, "Siapa itu si creppy?"tanya Luhan. Sehun menghela nafas, "Tentu saja lelaki yang menikah dengan Baekhyun, sayang"jawab Sehun dan Luhan hanya menyengir.
Luhan dan Sehun berjalan mendekati altar pernikahan Baekhyun dan Chanyeol. Luhan menundukkan kepalanya. Malu menunjukkan paras manisnya.
Chanyeol menyengir saat melihat Sehun mendekat kearahnya, "Hei, odult. Kau sudah besar sekarang"kata Chanyeol sambil berpelukan dengan Chanyeol. "Kau tahu hyung aku memang sudah besar dari dulu. Dan siapa wanita manis ini?"tanya Sehun sambil menatap Baekhyun. Baekhyun tertawa renyah, "Aku Byun Baekhyun dan siapa wanita manis disampingmu itu?"tanya Baekhyun sambil tersenyum pada Luhan. Luhan melepas tangannya yang digenggam Sehun, lalu membungkukkan badannya. "Annyeong, Xiao Luhan imnida"kata Luhan. Chanyeol dan Baekhyun tersenyum, "Dimana kau mendapat wanita selembut ini odult?"tanya Chanyeol. Sehun mendengus, "Aku sudah besar Chanyeol-Hyung"kata Sehun yang mendapat hadiah tawaan dari ketiga orang yang lebih tua darinya.
XXXXXXXX
Suho menatap Kyungsoo dan Insoo yang sedang duduk dikursi penumpang mobil Audy putihnya. "Insoo mau makan malam?"tanya Suho. Kyungsoo tak menjawab dia hanya memandang Insoo, Insoo memandang Kyungsoo sebentar lalu tersenyum dan mengangguk. Suho tertawa, "Baiklah, ahjussi akan menunjukkan restoran yang terenak di Korea"kata Suho sambil menunjukkan senyuman terbaiknya, hingga menunjukkan kerutan disekitar matanya. Senyum tulus.
"Kenapa ahjussi? Insoo-ie panggil Appa ne"kata Kyungsoo, Insoo mengangguk. Suho tertegun, Appa? Apa Kyungsoo sudah bisa membuka hati untuknya?. "Kyung"panggil Suho pelan, Kyungsoo tersenyum kearahnya. "Aku akan mencoba, sungguh"balas Kyungsoo.
XXXXXXXXX
22nd June 2011
Luhan berjalan mencari-cari semua orang rumah yang entah kemana menghilang sejak pagi. Luhan berhenti diruang tengah rumahnya saat matanya melihat catatan yang ada diatas meja kaca.
'Lu, pergilah ke taman kota setelah kau membaca memo ini'
Dengan cepat Luhan meraih kunci mobil dan mengambil mantelnya. Mobil putih Luhan berhenti diparkiran taman, menguncinya lalu berjalan kedalam taman.
Berlari kecil saat melihat sebuah memo lagi diatas meja batu ditaman. Luhan heran, kenapa tidak ada seorangpun ditaman ini.
'Pergilah ke air mancur Lu dan kau akan melihatku'
Luhan berlari menuju air mancur yang ada dipusat taman itu. Luhan mengedarkan pandangannya, mencoba mencar sosok lelaki berambut pirang itu.
Sekali lagi, Luhan melihat sebuah memo yang ditempelkan dilampu taman.
'Maju sepuluh langkah, lalu berbaliklah sambil menutup matamu'
Sungguh, Luhan akan menjitak kepala kekasihnya bila pentunjuk ini tidak membawanya bertemu Sehun.
Sepuluh langkah Luhan maju, dia berbalik sambil menutup matanya.
Samar, Luhan bisa mendengar langkah seseorang mendekat kearahnya dan berhenti dibelakangnya. "Lu, maafkan aku bila ini terlalu membingungkan untukmu. Tapi aku mohon dalam hitungan ketiga buka matamu perlahan"kata Sehun lembut. Luhan merasa ingin menangis sekarang.
Satu,
Dua,
Tiga, Luhan membuka matanya. Air matanya mengalir saat melihat air mancur didepannya. Kenapa dia tidak bisa menyadari ini dengan cepat? Apa dia terlalu bodoh?.
'Will you marry me?'
Tulisan itu dibuat dengan banyak lampu berwarna merah muda. Luhan menutup mulutnya lalu berbalik dan menemukan Sehun berdiri dengan sebuah buket bunga mawar merah ditangannya.
Luhan berjalan pelan kearah Sehun, "Maukah kau menikah denganku?"tanya Sehun. Luhan masih menangis sambil menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Ini hal pertama yang tidak pernah dia pikirkan akan Sehun lakukan untuknya, yah hanya untuknya.
Luhan mengangguk, "Ya, tentu saja ya" lalu Luhan berlari memeluk Sehun. Sehun menghelus pelan punggung Luhan yang bergetar. Ia bahagia, tentu saja. "Lu, terimakasih atas semuanya. Atas kesabaranmu, atas perhatianmu dan atas semua cinta yang kamu berikan untukku. Aku benar-benar mencintaimu"kata Sehun tepat ditelinga Luhan. Luhan melepas pelukannya, menatap mata sipit Sehun. "Wo ai ni"
Luhan tersenyum, "Wo ye ai ni"
27th October 2011
15:00
Musim gugur sudah hampir pergi. Kyungsoo berjalan di trotoar sore ini. Hatinya benar-benar hangat, meskipun udara musim dingin sudah mulai terasa. Matanya tertutup saat dia mencoba mengambil nafas dalam, dan menghembuskannya pelan.
Daun yang berubah warna dan bau kas musim gugur benar-benar menjadi favorit Kyungsoo. Kyungsoo melangkah menuju sebuah taman yang terdapat banyak pohon tinggi menjulang, dia bisa melihat sosok lelaki yang menunggunya dibawah salah satu pohon itu, Suho.
Kyungsoo memegang bahu lelaki itu dan lelaki itu berputar kearahnya. Suho terlihat tampan, dia tersenyum pada Kyungsoo. "Kau sudah menunggu lama?"tanya Kyungsoo dan Suho menggeleng.
Suho membawa Kyungsoo berjalan mengelilingi taman itu, hanya mereka berdua. Suho berhenti mengambil kedua telapak tangan Kyungsoo dan menggenggamnya, "Kyungsoo, kau dan aku tahu kalau kita sudah saling mengenal sangat lama dan kita juga sudah berhubungan begitu lama. Aku benar-benar sudah memikirkan tentang ini, dan aku menghargai usahamu untuk mencintaiku."Suho member jeda pada perkataannya. Kyungsoo menatapnya, dengan air mata yang sudah menumpuk dipelupuk matanya.
Suho mengecup kedua telapak tangan Kyungsoo secara bersamaan. Air mata Kyungsoo sudah mengalir pelan, tak ada isakan atau apa, hanya ada senyum bahagia yang terpatri diwajah cantiknya. "Aku mencintaimu, maukah kau menikah denganku? Menjadi ibu dari anak-anakku dan menjadi satu-satunya orang yang mencintaiku sampai maut memisahkan?"
"Ya, tentu saja"
Sometimes, everything can be difficult.
In your embrace, you hold me warmly.
When the lights are switched off and the days end, my shoulders are weary and my heart completely empty
There's nothing I can do, it's knocking on my heart.
Even though everyone it's hidden away
You're like miracle in time of darkness
..
..
..
E N D
Akhirnya, selesai juga FF ini. Thanks ama semua yang udah review. Review kalian memang benar-benar berharga dan membangun.
I try to do my best. FFnya End barengan sama yang A Reason
Once again, EXO Saranghaja!
Sincerely,
Channie10
