CHAPTER 7

NOW, YOUNGJAE'S TURN.

Previous chapt… ::

"hahaha kau benar, harusnya kau menyanyikan lagu yang lain didepan orang banyak dan memberiku mawar. Hahaha, mustahil."

"… suatu saat nanti, semoga saja aku bisa melakukannya untukmu"

"…" ya, seperti... didalam mimpi,mungkin?

"Sudah sampai. Cincin itu…Simpan baik-baik ya? Jangan ragu untuk memakainya. Saranghae" tutup Daehyun.

Saranghae. Itu kata terakhir dalam kencan terakhir nya hari ini.

.

.

.

*TING TONG*

'Ah! Itu pasti Daehyun' batin Youngjae.

Youngjae membuka pintu dengan lebar dan mendapati Daehyun telah berpakaian rapi.

.

.

.

.

"Sudah menunggu lama, eoh?" Daehyun membuka pembicaraan

"Ne, ayo segera berangkat, udaranya dingin sekali" Youngjae mengeratkan rompi rajut yang membuatnya semakin manis dengan balutan Dress berwarna hijau tosca ini.

"Jadi karaoke?"

"kenapa? Tadi sudah berkaraoke dengan ?"

"Eh? Tidak-tidak.. sungguh, tadi aku hanya meminta bantuan Zelo untuk memilihkan sesuatu untukmu.." Daehyun tidak berbohong kan? Tentu saja kiss scene kemarin tidak perlu Youngjae ketahui, lagipula Daehyun hanya.. 'khilaf' (?)

"haha, sudahlah, eum, mian Dae, saat ini aku merasa tidak ingin bernyanyi, tidak papa-kan? Kita makan malam saja,ya? Apa kau sudah makan? Ada sesuatu yang ingin ku bicarakan"

"ahh..nde.." Daehyun menghela nafasnya. Padahal dia sudah tidak sabar untuk bernyanyi didepan Youngjae. Memamerkan suara emasnya yang selalu dipuji-puji oleh siapapun orang yang mendengarnya.

.

.

.

.

Hening.

Itulah yang dirasakan Daehyun dan Youngjae.

Daehyun merasa ada yang berbeda dengan Youngjae. Seingat nya, Youngjae tidak seperti ini tadi pagi, tidak sedingin ini, hingga tadi Daehyun berkencan dengan Zelo. Kan hanya sebentar..apa marah ya? Setauku, Youngjae bukan orang yang mudah marah seperti Zelo. Sikapnya Dewasa.

"kau marah,jae? Apa aku ada salah?" Daehyun memecah keheningan. 'Apa? Kau bertanya apa kau ada salah? Heol~ Dae, kesalahanmu kali ini fatal..' batin Youngjae.

"tidak"

"kenapa kau bersikap seperti itu?"

"…"

"hey jawab aku"

"Diamlah Dae, jangan berbicara terus. Nyanyikanlah sebuah lagu untukku" jawab Youngjae dengan nada datar. 'Huuh, tidak biasanya dia seperti ini. Biasanya, dia akan merengek manja saat memohon padaku untuk bernyanyi.'

"With pleasure.." lalu Daehyun menyanyikan sebuah lagu untuk Youngjae. Tetap sambil mengemudikan mobilnya.

shimjangi tadeu-reo kaseo
jugeul-kkabwah deoneun mot chamkesseo

umjigil su eop-seo eodum so-geseo

neukgil suga eop-seo nun-mu-ri heu-lleo
neoran giyeok so-ge kadhyeoisseo No~
jebal naye soneul jabajwo kkaeyeonal su itke Please don't go

(Karena hati ku terbakar

Aku tidak tahan lagi karena rasanya seperti aku akan mati

Aku tidak bisa bergerak dari kegelapan

Aku tidak bisa merasakannya - aliran air mataku

Aku terjebak dalam kenanganmu, tidak ada

Mohon peganglah tanganku sehingga aku bisa bangun - jangan pergi)

Daehyun tersenyum hangat kearah Youngjae setelah selesai menyanyikan sepenggal lagu Coma- B.A.P . entah, Daehyun ingin saja menyanyikan lagu itu. Tanpa maksud apapun, karena memang diotaknya sedang tidak ada ide menyanyikan lagu romantis untuk Youngjae saat ini.

'Pabbo Jung, aku memintamu menyanyikan lagu, ya jelas lagu yang tentunya diperuntukan untuk-ku, yang menggambarkan hatimu, lagu..orang yang sedang kasmaran? I Love You – Oh Won Bin, mungkin.. mengingat wajahnya hampir mirip dengan penyanyi solo itu. Bukannya menyanyikan lagu galau seperti ini. Huhh, sebenarnya siapa sih yang ada diotaknya? Atau jangan-jangan dia memikirkan..Zelo' batin Youngjae.

"Jae?"

"eh?"

"kita sudah sampai.."

.

.

.

.

Daehyun dan Youngjae tiba disebuah restaurant mewah dengan desain classic ditengah kota seoul.

"Kau mau duduk dimana jae?"

"terserah kau saja.."

"baiklah kita duduk disana saja ya?" Daehyun menunjuk sebuah meja dengan kursi yang terlihat sangat nyaman untuk ditempati.

"Ne". Mereka pun mulai memesan makanan seperti biasa. Tetapi, Daehyun merasa ada yang berbeda dari Youngjae. Ia terlihat tidak bersemangat. "Jae? Apa kau sakit? Kenapa diam saja? Biasanya kan kau cerewet sekali ,hehe" Daehyun mencoba membuka pembicaraan.

"Tidak tuh"

"Lalu?"

"Sedang tidak mood saja"

"ah ayolah jae, sebentar lagi kita akan bertungan,kan? Jangan bersikap seperti anak kecil" Ucap Daehyun lalu menunjukkan wink terbaiknya. Yang diberi wink hanya bergumam tidak jelas.

.

.

.

.

*FLASHBACK ON*

"Youngjae-noona?" seseorang menyembulkan kepalanya dibalik pintu yang sedikit terbuka setelah seorang dibaliknya mengetuk pintu.

"Ne? Oh, Jongupie.. annyeongg, sini masuk" Youngjae mengembangkan senyum lebarnya ketika mendapati Jongup, teman lama-nya menghampirinya.

"Kamsahamnida" jongup mendudukan dirinya dikursi dihadapan Youngjae.

Youngjae menghentikan aktifitasnya dan mengalihkan pandangannya dari laptop dihadapannya.

"Ada apa? Bukan-kah hari ini kau tidak ada sesi pemotretan?"

"eh, iya..memang begitu noona, hanya saja aku mengambil barangku yang tertinggal kemarin disini, ehm.. ngomong-ngomong, Kau tidak bersama Daehyun hyung?"

"eoh?" Youngjae mengernyit bingung begitu tiba-tiba Jongup menyinggung tentang Daehyun.

"Ehm.. aku hanya bertanya..noona..". Jongup memang mengambil barangnya yang tertinggal disini. Sekaligus mempertanyakan hal yang mengganggu pikirannya sejak tadi.

Sebenarnya Jongup memiliki rasa pada Youngjae noona- dihadapannya ini. Namun nyalinya seketika menciut ketika mendapati foto-foto Daehyun dimeja kerjanya. Ya,sejak dulu Youngjae memang tetap teguh pada pendiriannya mencintai Daehyun. Hingga tidak menyadari sahabat nya ini sejak lama menyimpan perasaan terlebih padanya. Hanya Daehyun,Daehyun,Daehyunn saja. Membuat Jongup menyerah ketika didapatinya Daehyun kembali ke Korea dan kembali bersama Youngjae,apalagi kabarnya mereka akan menikah.

Hatinya bergetar hebat saat melihat Daehyun pergi—berkencan—bersama Zelo. 'Apa orang ini mengkhianati Youngjae noona?' . terbesit pikiran negatif pada Daehyun diotak Jongup, namun segera ditepisnya. Namun tidak dapat dipungkiri kini Jongup tetap menemui Youngjae hendak menanyakannya.

"ehm, jadi begini.. tadi..aku bertemu Daehyun hyung bersama…" Jongup menggantung kan kalimatnya, begitu terkejut saat Youngjae dengan cepat menyusul perkataannya, "Zelo?" Tepat sekali.

"N-ne..Bu-kankah kau kekasihnya?" hati jongup berdenyut nyeri menerima kenyataan yang baru saja Ia ucapkan.

"Sepertinya.. dia akan menjadi calon mantan kekasihku.."

DEG

Apa maksudnya?

Apa ada kesempatan bagi Jongup kali ini?

Apa Youngjae mulai melepaskan Daehyun yang selama ini didekapnya?

"Ma-maksud noona?"

"Sepertinya..pernikahan dibatalkan. Sebenarnya, aku sudah menyadarii semua ini sejak awal, hanya saja aku tidak mau membuat appa kecewa karena aku tidak jadi menikah,lagi. Heol ,umurku baru 24tahun dan aku harus segera menikah?" Youngjae memulai curhatannya yang bagi Jongup sangatlah penting.

"Menyadari..apa noona?"

"ya, menyadari bahwa Daehyun hanya mencintai Zelo. Menyadari bahwa Daehyun hanya menuruti kesepakatan appa-nya dan appa-ku yang berniat menjodohkan kami secara halus. Tanpa adanya rasa cinta Daehyun padaku. Cintanya hanya pada Zelo, tapi Tahta nya dia dapatkan saat bersamaku. Dasar licik.." Jongup menyadari adanya perubahan pada wajah Youngjae yang biasanya bersemangat menjadi lesu.

"Maukah kau membantuku untuk..melupakan Daehyun?"

YA! Sedikit celah—kesempatan bagi Jongup.

"Bagaimana caranya?"

"Buat aku melupakan Daehyun.. bisakah?"

"Aku berjanji.." Jongup merangkup pipi putih Youngjae dengan kedua tangannya, menfokuskan pandangan matanya pada satu titik wajah Youngjae. Youngjae yang terbawa suasana mulai mendekatkan wajahnya dan akhirnya keduanya hanyut dalam ciuman yang hangat dan terasa damai.

CKLECK..

"Omo!" Zelo memekik kecil saat menyaksikan apa yang ada dihadapannya. Youngjae-Jongup?

Youngjae dan Jongup terlonjak kaget dan melepaskan tautannya. Wajah keduanya bersemu merah. jantungnya berdegup kencang mendapati siapa yang ada diambang pintu.

"Tidak bisakah kau mengetuk pintu dahulu?" Youngjae bertanya dengan nada datar dan dingin-nya. Merasa terusik dengan kehadiran Zelo.

"mianhae y-youngjae-ssi.. sa..saya sudah mengetuk pintu cukup lama, tetapi tidak ada respond. Dan saya pikir Youngjae-ssi mengenakan earphone sehingga tidak mendengarnya…lalu saya membuka pintunya..maaf, maaf atas kelancangan saya Youngjae-ssi. Saya hanya ingin berterimakasih karena diberi ijin hari ini. Itu saja Youngjae-ssi. Terimakasih , sekalilagi maaf, jika mengganggu kalian.." ucap zelo panjang lebar dengan gugup dan segera menutup pintunya ketika selesai bicara. Meninggalkan Youngjae yang menggerutu didalam dan Jongup yang masih bersemu merah.

'tentu saja mengganggu, pabbo!' batin Youngjae.

"Maaf,Youngjae noona, aku tidak bermaksud untuk melakukan itu.." jongup akhirnya berbicara , "Tidak papa" potong youngjae.

HENING

dan keduanya membenci suasana ini. Jongup yang merasa semuanya sudah cukup dibicarakan dan takut mengganggu pekerjaan youngjae segera berpamit pulang "Ehm , baiklah Youngjae noona, maaf mengganggumu, terimakasih.."

.

.

.

TBC

REVIEW PLEASE ^_^

YOUR REVIEWS DEPENDS ON MY SPIRIT.

SEMAKIN BANYAK YANG REVIEW SEMAKIN CEPAT DINEXT.

Annyeong readersdeul ^^

Miann updatenya lamaa dan sedikittt banget,

ya janji deh kalo 'Reivewnya banyak' bakal jauh lebih cepet updatenya.

abisnya sebel sih yang chapt kemarin dikit yang review u,u

Readers yang udah review, tetep review yaa..jangan berhenti u.u

sebenernya kecewa sih sama part ini menurutku jelek T.T tapi ttp review yaaa? u,u minta pendapatnya..

SPECIAL THANKS TO :: KyuraCho,hazel,wintergee,QueenChan15 ,ChaYunwoo,mokythatha,forDaeLovely,mayaDJ,JokeMato DaeJae ,Byun Hyerin,daejae-ya,nonono,noname,sayakanoicinoe. ^_^

maaf gabisa bales satu-satu karena udah malem banget + ngantuk :P

update dalam jangka waktu singkat kok! ^^9 nanti pasti dibales :D

Kamsahamanidaa