Hubungan,

Kau adalah kakak,

dan ia adalah adik.

Kau harus menerima hubungan ini.

Karena makhluk campuran tak akan bersatu selamanya.


Previously on, Chap 6: Flashback::

Kini, Hiruma sudah mengetahui masa lalunya. Pertanyaannya sekarang, apakah ia percaya? Sementara itu, Mamori ditahan di Way To Light Gate oleh Nona Rie Mihoshi. Di tempat lain, Agon tiba-tiba datang dan membantu Kurita serta Gaou. Di saat mereka hampir menang, pertarungan diinterupsi oleh seseorang yang mengaku Deuxvalon Phantom. Di Land of Goot, Karin terperosok ke sebuah lubang yang masih belum terjangkau dasarnya…


Game of Death: Time is Return

Chapter 7: The New Way

Disclaimer: Eyeshield 21 from Riichiro Inagaki & Yusuke Murata, but this fic is mine! Don't like, don't read! And, important, DON'T COPY MY IDEA IN THIS FICTION WHERE EVER YOU'VE BEEN!

Genre: Friendship, Romance, Mystery, Tragedy, Magic

Written by: 00 Ayuzawa. 00

Rate: K+

Warning: maybe has got miss typo, OOC, OC, Bahasa ga-ul, and everything! Setting when all chara is in university, chapter kali ini panjang buanget! Go back if you dislike long chapter!

Soundtrack: Keong Racun by Lissa, Cinta Satu Malam by Melinda [Lagu numpang eksis di fic saya], Now or Never by High School Musical 3


~00TDG00~

"Kau yakin akan tetap melawanku? Kau bisa saja bebas dengan menukarkan temanmu yang menyandang gelar 'Penerus Commander of Heaven' dulu itu."

~00TDG00~


AT WAY TO LIGHT GATE [HEAVEN] & GRASS PLAIN AT SAME TIME::

"Pesta?"

"Ya, pesta," jawab dua orang yang mengundang Mamori dan Hiruma kompak walau mereka tidak tahu bahwa mereka sedang kompakan berbicara.


0zr DIMENTION, NOW::

"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"

DUK!

"Ouch!"

Begitulah suara yang dapat terdengar dari tempat mantan quarterback Teikoku Alexander itu yang akhirnya mendarat dengan tidak mulus di tempat tidak dikenalnya. Kemeja putih polos dan rok biru selututnya serta pump shoes karamelnya dan syal ungu yang melekat erat di lehernya sudah lusuh akibat upacara *hah? 0.o* jatuh-terjatuhnya di tempat yang tak diketahuinya itu. Awalnya ia mengira tempat ini tidak berpenghuni. Lagipula, jangan salahkan keingin tahuannya yang besar sehingga terjatuh di tempat seperti itu. Sudah gelap, menyeramkan pula, pikirnya sedari tadi. Ia pun dengan cepat berusaha mencari pintu keluar dari tempat tak bernama ini pikirnya. Namun, sesuatu yang tepat berada di belakangnya telah siap menghadapnya tanpa ia ketahui. Dan, sosok itu benar-benar transparan!

PUK! Terdengar suara sesuatu telah menepuk pundak Karin kini. Hati Karin terus-menerus memanggil nama teman-teman Teikoku Alexandernya karena hal tersebut.

"Hn…"

"E-eh…"


LABORDA LABIRIN::

"Khu, sampah! Semua sudah selesai ruapanya? Membosankan!" sahut seorang berambut gimbal yang kini telah duduk berjongkok di lantai atau lebih tepatnya puing-ping Laborda Labirin, yang telah ia, Kurita, dan Gaou hancurkan bersama karena pertarungan dahsyatnya melawan Tomoya Seinji yang adalah Kuinvalon Phantom.

"Tapi setidaknya kita berhasil menang bukan?" jawab Gaou yang mulai mengantuk di puing-puing?

"Ah, aku lapar! Eh, Agon-san, aku boleh menagih janjiku waktu itu padamu?" lanjut Kurita kemudian, menanggapi perckapan -er bisa dibilang kalimat tidak nyambung- antara dua temannya itu.

"Eh, janji apa, gendut? Memangnya aku pernah berjanji padamu?" tanya Agon dengan alis bertautan satu sama lain karenanya.

"Janji yang itu, loh! Janji sewaktu kita mau mulai bertarung dulu! Masa Agon-san tidak ingat? Lagipula kita kan sudah menang!" jawab Kurita kemudian.

"He?"

"Janji Agon-san mau memelukku mana?"

GUBRAK!


WAY TO LIGHT GATE [HEAVEN]:

"Mamori, kukira semua yang mau kau tanyakan sudah jelas, kan?" tanya Nona Mihoshi kepada Mamori yang berada di hadapan sang ratu sekarang.

"E-eh, iya. Untuk sementara, semuanya termasuk hubungan Nona Mihoshi dengan Hiruma-kun aku sudah mengerti. Tapi, untuk yang pesta-," perkataan Mamori pun terpotong oleh ucapan sang ratu.

"Dengarkan aku, Mamori! Di 'PESTA' nanti, tetaplah bersama Youichi DI MANAPUN!" tekan sang ratu pada kata terakhirnya.

"U-untuk apa?" tanya Mamori takut-takut kemudian.

"Untuk semuanya. Jaga teman-temanmu. Selamatkan mereka yang terkurung di Dark Tower! Selesaikan permainan ini dengan cepat, lalu kembalilah ke dunia asalmu secepat yang kalian bisa. Atau… Ah, kalian akan tahu sendiri nantinya. Permainan ini sebentar lagi akan selesai. Pertarungan terakhir adalah pertarungan dalam perang catch antara kedua rival di dunia amefutomu itu. Setelah itu, ikuti instruksi dari Hiruma. Aku tahu, Yuuya sudah mengetahui semua informasi yang ia butuhkan, yang berarti permainan akan mulai ia akhiri perlahan-lahan," jawab Rie Mihoshi, sang Commander of Heaven itu panjang lebar atas pertanyaan Mamori.

"E-eh? Maksud nona, bahwa Yuuya-san sudah mengetahui semua yang ia butuhkan, apakah itu berarti ia jahat?" tanya Mamori penasaran.

"Coba kaupikirkan nanti di jalanmu," ucap sang ratu mantap sambil tersenyum sangat lembut kemudian, mungkin untuk terakhir kalinya pada Mamori.

"Tu-tung-"

ZLAP!

Mamori pun menghilang dengan sinar putih berkilau yang meninggalkan buih-buih es membumbung di udara.

"Kuharap Ayukaze tidak menemukan Mamori di jalan nanti. Huft… Punya murid yang sesama tipe es memang susah," gumam sang Commander of Heaven kemudian sebagai gumaman terakhirnya sebelum akhirnya ia memasuki gerbang putih miliknya.


CITY OF GLOVES SHAPE:

"MUKYA! Kenapa aku terpisah dari Sena dan Suzuna di sini? Mana banyak gloves melayang di sini!" gerutu seekor *?* -eh seseorang dengan muka menyerupai mo- eh manusia di tengah perjalanannya di kota aneh itu. Namun, tiba-tiba…

'Bip Bip Bip…

We found out two people. Start the second catch game in 'The Death Game'. Wanna play, Sir?'

"EH?"


0zr DIMENTION::

"E-eh…" takut-takut, Karin pun menengok ke belakang dan menemukan sosok transparan tapi… tubuhnya bukan transparan mungkin. Melainkan dipenuhi banyak air menggumpal yang membentuk manusia!

"Hn. Kukira yang datang penerus Mihoshi-sensei. Ternyata, Cuma mantan quarterback Teikoku Alexander. Aku salah menaruh lubang rupanya. Hmmm, jadi kau mau kembali ke teman-temanmu tidak?" tanya sesosok gadis yang kini air di tubuhnya telah kembali menjadi tubuh seorang gadis dengan rambut berwarna aqua sebahu lebih sedikit dengan poni kearah samping kiri dan iris perak bening dengan tampang stoic yang menghiasi wajahnya. Tak terlihat ekspresi sedikitpun dari wajah cool and beauty miliknya. Ia mengenakan terusan sampai selutut yang mulai dari pinggang ke bawah terlihat seperti rok yang agak tebal namun melekat arah pada tubuhnya dengan lengan panjang sampai 5 cm di bawah siku. Terdapat ikat pinggang berwarna lavender berlambang setetes air yang ia kenakan di pinggangnya. Tak lupa kalung berlambang kristal es dengan rantai putih menggantung sampai dadanya. Tatapan dingin terus menghiasi wajahnya selama menatap Karin.

"Ma-maksudmu apa? Te-tentu saja aku mau kembali! Kenapa kau bertanya?" tanya Karin yang awalnya takut-takut namun kemudian menjadi keras.

"Bawakan aku temanmu yang bernama Anezaki Mamori ke sini. Aku mau mengukur seberapa kekuatannya. Lalu, kau kulepaskan. Tapi, bila tidak mau, kau boleh melawanku walaupun kemungkinanmu sedikit untuk menang," balas sosok dingin tadi.

"Tidak! Aku tidak akan memberitahumu! Mamori-san adalah temanku! Aku a-akan melawanmu!" teriak Karin kemudian.

"Baiklah, kalau itu maumu. Jangan salahkan aku kalau kau mati," balas sosok gadis tadi dingin.

GLEK!

"Iya!" jawab Karin mantap kemudian. Tekadnya sudah bulat kali ini.

"Hmm, baik. Peraturannya mudah, lukai aku sedikit saja, makan kau akan menang. Sebelumnya, aku ingin tahu dulu siapa kau?"

"Namaku Koizumi Karin, mantan Quarterback Teikoku Alexander. Dan kau?"

"Spica Ayukaze, Deuxvalon Phantom."

'Roulette Activate!'


GRASS PLAIN::

"Keh, mana si manager sialan itu sekarang?" gerutu Hiruma mulai tidak sabaran menunggu Mamori.

"HWAAAAAAAAA!"

GDEBUK! Ouooooooooo… ouoooooo… I know you love me… Eh salah!

"Tch, manager sialan… cepat bangun dari perutku!" ucap Hiruma setelah kejatuhan duit *? 0?0* eh, maksudnya kejatuhan Mamori yang tepat berada di atas perutnya sekarang.

"M-m-maa-maaf!" jawab Mamori terbata-bata sambil menahan tomat yang seolah teroles *0.0a* di wajahnya sekarang.

"Ekh-ehm! Sudah selesai acaranya?"

SET! Hiruma pun langsung mendelik tajam pada sosok di depannya yang sesaat ia lupakan karena insiden tadi.

"Eits, jangan marah dulu, Youichi! Lagipula semua sudah selesai kuberitahu padamu. Dan aku yakin, teman 'ANGEL' mu itu juga sudah tahu dari ibumu,"

"Hah? Ibu masih hidup?" tanya Hiruma sekali lagi dengan nada yang tak bisa digambarkan.

"Iya. Tentu saja. Mihoshi tidak mungkin mati hanya dengan hal kecil sewaktu dulu," jawab 'KING' itu lagi.

"E-eh, maaf mengganggu. Tapi, menurut Mihoshi-san, 'KING', anda atau yang harus saya sebut 'HIRUMA YUUYA-SAN' sudah menyelesaikan mengambil apa yang ingin anda ketahui. Lalu, mengapa kami tidak dikembalikan saja?" tanya Mamori kemudian dengan nada tidak lagi bersikap sopan. Mungkin, karena ia sudah mulai bosan dan ingin membawa teman-temannya lagi ke dunia manusia secepat mungkin seperti kata Nona Mihoshi.

"Eits, sabar dulu. Semua yang kuperlukan memang sudah kudapatkan, tapi, permainan ini belum selesai. Kau akan segera mengetahuinya setelah pertarungan terakhir dua teman wide receivermu itu."


CITY OF GLOVES SHAPES::

"Eh? Ada pemain lain di sini?" tanya Monta terbingung-bingung di kota nan sepi ini.

"Lalu, aku ini siapa kalau tidak ada orang?"

"IKKYU?"

"Yap. Digirou ku daritadi berbunyi nyaring sekali. Ternyata, nasibku menyedihkan. Bertemu monyet yang PERNAH mengalahkanku," ejek Ikkyu kemudian.

"Dan kali ini, aku akan kembali mengalahkanmu, Ikkyu!" teriak Monta semangat dengan latar api membara di belakangnya. *oke, cukup mengkhayalnya!*

"Kita lihat saja nanti."

'Roulette Activate!'


0zr DIMENTION::

PSHHHH…

"Ukh, gawat! Es lagi!" gumam Karin yang sedari tadi terus mengindar dari serangan Deuxvalon Phantom lawannya.

"Payah. Tidak bisa melawan? Payah," ucap Ayukaze lagi sembari merentangkan tangannya dan membuka telapak tangannya lalu melafalkan jurus yang membuat stengah sisi dari kalung kristal esnya menyala.

"LEVEL 1:: FREEZING AREA!"

KATS! PASH…

Sejurus kemudian, area tempat Karin berpijak langsung dalam skejap berubah menjadi es yang bahkan dapat digunakan untuk ice skating GRATIS! *Oke, cukup! Lagi pertarungan!*

"Akh! Aku harus mengeluarkan apa? Oh iya! Senjata!

IRON SHIELD!" Sekeliling Karin langsung dikelilingi oleh besi yang menghakang es-es dari Ayukaze sekarang.

"PERCUMA! Besi itu akan lapuk digerogoti es. Lalu, kau akan mati membeku oleh esku, kecuali kau berhasil mengubahnya menjadi air. Sekarang, apa kau masih ingin lanjut?" tanya Ayukaze kemudian sambil terus menerus menerjang perisai besi yang diciptakan Karin

"Dia benar! Aku tidak dapat terus berdiam di sini. Tapi, bagaimana cara mengalahkannya? Ah, tunggu! Katanya 'kecuali kau berhasil mengubahnya menjadi air,' ah! Aku tahu apa yang harus kulakukan! Semoga aku berhasil!"

Beberapa saat kemudian, besi milik Karin terbuka sedikit-demi sedikit dembari ia menggigil kedinginan, ia melafalkan jurus lain.

"LEVEL 1: DOUBLE FLAME SWORD!"


CITY OF GLOVES SHAPES:

'PERTANDINGAN KEDUA BIDANG CATCH DI THE DEATH GAME SUDAH DIMULAI. PERTARUNGAN KALI INI BERFORMAT, SEMUA BENTUK GLOVES YANG MELAYANG DI UDARA INI AKAN BERUBAH MENJADI HIDUP DAN MENERJANG KALIAN. TUGAS KALIAN ADALAH, MENCARI BOLA AMEFUTO TERSEMBUNYI DI SALAH SATU GLOVES YANG UKURANNYA BESAR-BESAR ITU. KALIAN HARUS MENCARI GLOVES SAMBIL TERUS MENGHINDAR DARI GLOVES YANG AKAN MENERJANG KALIAN BERSAMA DENGAN SERANGAN LAWAN. YA, SERANGAN LAWAN DIPERBOLEHKAN DI ARENA INI, NAMUN BILA SERANGAN MENGENAI BOLA YANG DIMAKSUD, BERSIAPLAH BERANGKAT BERDUA MENUJU DARK TOWER.'

Begitulah kutipan peraturan permainan kali ini. Dan setelah pertandingan berlangsung setengah jalan, mereka tetap belum menemukan bola yang dimaksud.

"MUKYA! Ini dia bolanya!" seru Monta kemudian.

"Eits! Aku yang ambil!" seru Ikkyu membalas Monta.

"Eh! Dasar kao! Keong racun! Teroret! Baru kenal udah-*STOP! Monta! Lu dudul ato apa! Brisik tahuk!* Ikkyu pun sweatdrop kemudian…

"Apa sih! Kembalikan bolaku!" ujar Monta sembari berlari-lari mengejar Ikkyu dengan suara 'MUKYA!' yang berarti teriakan kasihani untuk dirinya supaya tidak digilas gloves raksasa.

"Enak saja! Ini bolaku! Oh bola satu malam! Oh indahnya!" Ini lebih aneh lagi malah si Ikkyu! Monta pun menerima sweatdrop bergiliran. *Mang trophy bergilir?*

Pertarungan merekapun terkesan tidak serius sama sekali…


0zrDIMENTION::

"HIYAAAAAA! MEMBARALAH! DOUBLE FLAME SWORD!"

Setelah perisai besi Karin terbuka semua, muncullah dua pedang besar yang saling bergesekan dan menimbulkan api besar yang mengibarkan kepangan Karin serta otomatis mencairkan es milik sang Deuxvalon Phantom.

"Tch, sial! Aku belum memperhitungkannya," ucap Ayukaze kesal sembari arena esnya hancur dan berubah menjadi lautan dan efek nyala di sisi kiri kalung kristal esnya langsung mati.

"Huuuuuh… Untung berhasil! Sekarang, tinggal bagaimana cara melukainya," kata Karin sambil mengatur nafasnya. Rupanya, level 1 miliknya cukup memakan tenaga. Saat air itu mulai diserap lagi menjadi es oleh Ayukaze, Karin memanfaatkan saat tersebut untuk lari secepatnya di dimensi kosong yang kini mulai terobek dindingnya dan menampilkan kegelapan abadi kembali dari lubang yang ia datangi pada awalnya.

"Sepertinya memang aku harus melawanmu secara utuh. Kau menarik seperti pantauan baka Seinji," gumam Ayukaze sambil terkikik sejenak begitu mengucapkan nama Kuinvalon Phantom itu sebelum akhirnya kembali memasang muka stoicnya.

SET!

"Ah! Sial!"

CRAAAAAT!

Secepat kilat, Karin tadi telah menggores perut Ayukaze tanpa disadarinya, Namun, bukan darah merah yang keluar, melainkan air keluar dan kemudian membentuk sosok Ayukaze yang lainnya.

"Kau?"

"Air, selalu bisa menyebar. Es, tidak selalu padat."


GRASS PLAIN'S CONDITION::

"Aku punya alasan tersendiri. Untuk mengetahui kebenarannya, silahkan ke istanaku di 'CHESS DRAGON HELL KINGDOM' 3 hari dari sekarang, berhubung kaliah sudah 4 hari di sini, dan masa berlaku game ini hanya seminggu," tantang Yuuya kemudian.

"Keh, baguslah kalau begitu. Akan kutumbangkan semua kalau begitu, dan akhirnya kau akan tergeletak tak berdaya sembari mengakui kekuatanku," seringai Hiruma begitu ia mengucapkan jawaban tantangan ayahnya itu.

"A-aku bagaimana, Hiruma-kun?" tanya Mamori kebingungan mendengar percakapan mereka itu.

"Ya ikut denganku tentu saja! Ya~Haaaaaaa!" seringai Hiruma lagi.

'BEEP BEEP BEEP

'KING', ALL OF WHAT WE WILL USE COMPLETED. YOU MAY BE GOOD IF YOU COME BACK TO CASTLE AS FAST AS YOU CAN, SR! THANK YOU!

BEEP BEEP BEEP'

"Wah, aku harus pergi kembali! Sampai jumpa Youchi, dan nona 'ANGEL'! Rendez-vous!"


CITY OF GLOVES SHAPES:

"CATCH!" teriak Monta dan Ikkyu menggema bersamaan di arena pertarungan mereka. Alhasil, bola amefuto itu pun tertangkap bersamaan oleh mereka, dan anehnya, semua gloves menghilang!

'We've got new winners. Raimon Taro and Hosokawa Ikkyu were draw! So, they're both winners!'

"HAAAAAH?"

"Kita menang berdua, Monta?" tanya Ikkyu.

"I-iya! Dan itu berarti…" Monta pun sengaja menggantungkan kalimatnya.

"KITA BERDUA TIDAK AKAN MASUK DARK TOWER! HORAS!" teriak mereka berdua bersamaan dan menggemakan area tersebut sambil menari Berhasil! Berhasil! Berhasil! Yey! Ala Dora dengan tangan berpegangan seperti orang gila?


EAST GRASS PLAIN::

"Hi-Hiruma-kun, kita mau ke mana?" tanya Mamori sambil menunduk terus ke bwaha karena Hiruma menggenggam tangannya sejak meninggalkan Grass Plain.

"Mencari informasi, dasar bodoh!" teriak Hiruma kesal karena hipotesis otaknya ia tolak sedari tadi memikirkan alasan ayahnya-oh maaf, ia tidak menganggap ayahnya lagi- selalu tidak sesuai dengan fakta yang ada.

"Ekh-ehm,"

"Tch, bertemu di saat seperti ini menyusahkan, hei hidung mancung sialan!" teriak Hiruma agar didengar orang yang bersembunyi di balik pohon.

"Mari kita mulai. Permainan kita yang telah lama tertunda. I want to see your Poker Face," ucap orang yang dijuluki hidung mancung oleh Hiruma tadi.

"Tch, aku sedang tidak berniat. Lain kali saja!" bentak Hiruma kemudian.

"Bahkan kalau aku mengambil 'ANGEL' mu?"

"AH! SIAL!" Hiruma baru menyadari Mamori sudah tidak di sampingnya, melainkan di belakangnya dengan pisau menghadapi leher Mamori.

"KAU! CHANGER!" Lagi. Kuku Hiruma yang mulai memanjang, sayap merah yang tumbuh di punggungnya yang mulai menghitam, serta mata hijau toscanya yang mulai memerah semerah darah. Hanya dengan auranya saja, Mamori bergidik ngeri. Aura ini bahkan lebih pekat dari sewaktu ia di Grass Plain pertama kali.

POOF!

Aura Hiruma secepat kilat langsung menghancurkan Clifford palsu yang kemudian menghilang seperti asap. Entah siapa yang memasang jebakan seperti itu. Namun, dari pohon terdengar…

"Ahaha! Monsieur Hiruma memang sedang tidak ingin bertarung melawan Monsieur Clifford!"

"Cerewet! Aku tahu. Maka dari itu, aku mengetesnya dahulu!"

Lalu, semua kembali normal, dan Hiruma langsung jatuh merosot dan Mamori menerjangnya secepat kilat juga untuk membawa kepala Hiruma ke pangkuannya.

"YOUICHI!"

"Ukh… Mamori, aku sudah tahu rencananya. Rencana 'KING' sialan itu," jawab Hiruma terbatuk-batuk di pangkuan Mamori.

"A-apa itu?" tanya Mamori kemudian.

"KITA HARUS SEGERA MENGHUBUNGI SEMUA PEMAIN SIALAN ITU SEBELUM TERLAMBAT!"


0zr DIMENTION::

"Aku memang tidak boleh meremehkanmu. Baiklah, akan kukeluarkan seranganku yang berikutnya.

LEVEL 2:: STALAGTITE ICE RAIN!"

Lalu datanglah ribuan stalagtit dari es yang menghujam ke arah Karin. Namun…

"LEVEL 2:: FLAME IRON MAGNETO!"

Kemudian, sebuah magnet besi berwarna hitam berpendar di salah satu bagian es milik Ayukaze sekarang, dan magnet itu meledak. Ledakan yang membuat seluruh dimensi hancur, dan gelap langsung menguasai dimensi tersebut. Ledakan tersebut menyerempet perut Ayukaze dan kali ini BENAR-BENAR mengeluarkan darah merah.

"KAU! UHUK! SIAL! LEVEL 3:: SW-"

"CUKUP!"

"Uhuk! Se-Seinji?"

"Cukup, Ayukaze…"

"Tapi?"

"TIDAK ADA TAPI-TAPI! KITA HARUS KEMBALI! KAU TIDAK LIHAT LUKAMU? KITA JUGA SUDAH DIPANGGIL!"

"K-uhuk, 'KING' sudah mau mulai?"

"Ya, dia sudah merencanakan semuanya. Termasuk, kita akan kembali jadi satu tim. Sekarang, kembalikan gadis itu,"

"I-iya. Baiklah…

Kau! Koizumi Karin! Kekuatanmu memang lemah dan terbatas, namu, strategi yang sempurna membuat kau menang dariku. Tapi, setelah ini akan lebih berat. Kita akan bertemu lagi nanti! Sekarang, kembalilah ke teman-temanmu…"

ZLAP!

~00TDG00~

"KARIN! Kau ke mana saja? Kami khawatir denganmu!" teriak Yamato begitu melihat Karin merosot keluar dari lubang hitam itu yang langsung menutup dengan cepat.

"Aku… Ah, aku tidak apa-apa. Cuma ada sedikit petualangan kecil," ucap Karin membalas Yamato yang khawatir padanya.

"Oh, baguslah kalu begitu," jawab Taka atas pernyataan Karin.

~00TDG00~


ALL PLACE IN GAME WORLD WAR NOT INCLUDED HEAVEN AND HELL AREA IN SAME TIME::

"Semuanya, dengarkan! Kita punya tujuan baru! Untuk mantan tim Bando, Kyoshin, serta Shinryuji, segeralah ke Utara Game World War ini! Selamatkan mereka yang masuk ke Dark Tower! Sisanya, bergeraklah dari daerah kalian berada kini masing-masing menuju ke istana 'CHESS DRAGON HELL KINGDOM'! IT'S OUR NEW WAY!

'This is the last chance
to make your mark
History will know
who we are
This is the last game
So make it count
It's Now or Never!'

~suite~


Hwah! Beres! Kerja dari jam 17.00 WIB ampe jam 20.30 WIB! Sorry baru sekarang apdet, aku HIATUS karena 1 minggu libur lebaran ke Bangka, 2 minggu yang lalu di minggu ketiga dan keempat September yang lalu UTS, dan 1 minggu yang lalu ad festival Sang Timur Achievment Award di sekolahku. Aku ada kuis minggu ini, yang bisa nebak dapet spoiler cerita ke depannya lagi!

Kuis Ceria Chapter 7:

"Apakah rencana Hiruma, dan apa sebenarnya tujuan asli 'KING' mengundang semua alumni pemain amefuto semasa Hiruma dulu?"

.

Trus, aku mau ngasih kalian Chara Request untuk masuk jajaran 10 Phantom Guard. Pasti ada yang mau posisi yang sama, makanya kalian bikin sebaik mungkin eaaa! Dengan menulis:

Nama:

Umur:

Posisi di Phantom Guard:

Ciri-ciri Fisik:

Pakaian:

Kebiasaan:

Kemampuan:

Motif bandul kalung [WAJIB!]:

Chara request from:

.

Itu aja. Kalo ga da halangan, Minggu ini aku apdet 2 kali. Kalo ada en aku ga muncul, dipastikan saya HIATUS lagi.

.

Okeh mau arigato-arigato dulu ma yang review:

Matsura Akimoto, Cielheart Ie'chan, Miharu Koyama, SeiNa Hanagata, Iin cka you-nii, hamazaki youichi, undine-yaha, chikagakbisalogin, kuraishi cha22dhen, Yukkie HirumaMurata girls, Quizzie D'merlin audiest.

Ini balasan review yang ga login, yang login da ku PM smua:

-chikagakbisalogin: ni uda apdet. Maap ga kill'at. Alasan sudah terpampang di atas ^^

- Yukkie HirumaMurata girls: nyoks! Da apdet. Maap skali lgi ga kill'at

.

Oke itu aja. Makasih untuk smua yang dah revieeeew! Yey! Horas! Jaa mata ne! See you on the next chap! ^^! Diharapkan review dan chara requestnya eaaaa!


~ Preview Next, Chap 8: Strategy To Hell::

-"Ingat! Jangan ada yang terpisah sedikitpun! Misi kita kali ini menguak kebenaran! Bukan Bertarung!"

-"Musik adalah hidupku. Jangan menghina musik, fuh!"

-"Aduh, Kakei! Ini di mana?"