The Little Vampire
Chapter 7
Cast
Xi Luhan
Oh Sehun
Beserta kawan HunHan lainnya._.)
This is FF YAOI. HATERS YAOI DONT READ^^
.
.
.
"Ayah dan Ibumu ditabrak lari oleh truk besar Lu"
"A-apa? Kau bercanda ya haha itu tidak lucu Sehun"
"Aku serius dan aku tidak bercanda Lu. Cepat kita harus ke perempatan gangnamsan" sehun menarik lengan Luhan untuk keluar dari apartemen. Luhan masih terpaku tak percaya.
Sehun menaiki motornya dengan cepat tak lupa menggunakan Helm berstandar SN*. Demi keselamatannya dan Luhan . Sehun menjalankan motornya dengan kecepatan penuh tetapi tetap berhati hati. Luhan memeluk pinggang Sehun dengan erat.
...
Sehun dan Luhan sampai ditempat kecelakaan ayah dan ibu Luhan.
"Ba-bagaimana bisa?!" Luhan turun dari motor Sehun dan menghampiri jenazah Ayah ibunya yang akan segera di masukkan ke dalam ambulance. Luhan meraung meratapi tubuh kedua orangtuanya.
"Apa anda anak mereka?" Tanya seorang perawat.
"Y-ya" Luhan mengangguk pelan.
"Anda bisa ikut kami ke rumah sakit. Masuklah kita segera berangkat." Perawat tersebut tersenyum dan menepuk bahu Luhan.
"Masuklah Lu. Aku akan mengikuti mu dari belakang ambulance." Sehun mengecup dahi Luhan.
"Jangan pergi" Luhan memeluk erat Sehun.
"Tidak akan Lu. Cepatlah temani ayah ibumu di mobil ambulance"
Luhan mengangguk dan memasuki ambulance. Begitu Luhan masuk mobil ambulance tersebut bergegas kerumah sakit dengan cepat untuk menyelamatkan kedua orangtua Luhan. Ya jika bisa..
...
"Bagaimana peristiwa tabrakan ini terjadi?" Tanya Sehun pada polisi yang mengurus Tempat tabrakan orangtua Luhan.
"Ini tabrakan lari. Ketika mobil Mereka akan berjalan ketika sudah lampu hijau, sebuah truk besar dari arah kanan menyambar mobil tersebut. Mengakibatkan mobil ini terguling. Kurang lebih seperti itu. Kami akan memeriksa cctv setelah menutup jalan ini untuk sementara waktu." Jelas polisi tersebut.
"Apa kalian mengejar truk tersebut?"
"Ya. Rekan kami yang lain sedang berpencar mengejar truk tersebut."
"Baiklah bisakah kau menelfonku jika ada kabar baru? Ini kartu namaku. Aku akan menyusul kerumah sakit." Sehun memberikan kartu namanya kepada polisi tersebut.
"Ya. Kami akan segera mengabari anda" polisi tersebut tersenyum ramah.
"Baik saya permisi dulu." Sehun segera menaiki motornya dan bergegas ke rumah sakit menyusul Luhan kerumah sakit.
...
"Se-sehun" Luhan berlari menghampiri Sehun yang baru sampai di depan ruang Operasi. Dan memeluknya erat.
"Jangan menangis rusa kecilku" Sehun mengelus rambut Luhan. Menenangkan Luhan.
"Ayah tidak bisa diselamatkan hiks ia meninggal diperjalanan tadi. Sehun hiks" Luhan terisak dipelukan Sehun.
"Bagaimana dengan ibu mu Lu?"
"Ia sedang hiks dioperasi saat ini. Perutnya tertancap hiks pecahan kaca jendela mobil. Dan kakinya patah hiks Lulu tidak mau kehilangan ibu juga huweee" Luhan memeluk Sehun dengan erat menumpahkan segala rasa takutnya.
"Tenanglah. ibumu pasti kuat Lu" sehun mengecup dahi Luhan berkali - kali.
Luhan hanya diam dan terus menangis.
...5 Jam Kemudian...
"Apakah kau keluarga Ny. Xi?" Tanya dokter yang baru saja keluar dari ruang operasi.
"A-aku anaknya" Luhan langsung menghampiri dokter tersebut.
"Ibumu bisa diselamatkan. Tapi saat ini ia sedang koma. Kami akan segera memindahkannya ke Kamar Inap lantai 2. Saya permisi dulu" dokter dan perawat lainnya mendorong kasur yang ditempati Ibu Luhan. Sedangkan Luhan dan Sehun mengikutinya dari belakang.
...
"Syukurlah ibu selamat" Luhan mengelus rambut ibunya.
"Cepatlah bangun bu."
"Luhan merindukan ibu" Luhan menggenggam tangan ibunya dengan erat.
"Berhenti menangis sayang. Ibu mu akan bangun nanti. Biarkan ia istirahat dulu hm" sehun mengelus kepala Luhan. Luhan memeluk Sehun dengan erat.
Sehun menuntun tubuh Luhan untuk duduk di sofa di kamar itu.
"Tidurlah sebentar" Sehun mengecupi dahi Luhan.
"Bangunkan Lulu jika ibu bangun ya" Luhan mengerucutkan bibir nya dan mencari posisi yang nyaman dengan memeluk sehun.
"Tentu sayang" Sehun mengelus surai rambut Luhan yang sedikit kusut.
...
"Eunghh~" Luhan membuka matanya perlahan. Sinar matahari yang masuk dari celah jendela membuatnya silau.
"Eh?" Luhan duduk dengan tegap dan memperhatikan Sehun.
"OEMJI HELLAW SEHUNKU PUCAT DAN LEBIH DINGIN" Luhan seketika panik.
"Sehunnn bangun" Luhan menepuk pipi Sehun lumayan keras agar bangun.
"Jika sehun tidak bangun siapa yang akan menggahi ku nanti..." pikir Luhan dalam hati.
Luhan memeriksa nafas di hidung sehun.
"Dia masih bernafas kenapa tidak bangun ya. Apa harus lulu bangun kan dulu adiknya..." Luhan menatap ke arah penis sehun.
"Ahh Lulu ingat." Luhan mengambil pisau buah yang tersedia dikamar inap ini. Ia mengambil dan menggoreskan dipergelangan tangannya.
"Uuh sakit" Luhan cepat - cepat mendekatkan tangannya ke arah sehun.
Sehun perlahan bergerak. Dengan pelan ia memegang tangan Luhan, mendekatkan bibirnya pada luka tersebut dan menghisap darah Luhan yang bercucuran.
Dirasa sudah cukup Sehun membuka matanya.
"Terimakasih sarapannya sayang" Sehun mengecup bibir Luhan.
"Kupikir Sehun mati-3-" Luhan mem pout kan bibirnya kesal.
"Aku terlalu lelah dan lupa mengambil jatahku kemarin hehe"
"Baik sekarang ayo cari sarapan untuk Lulu~"
"Hm ayo"
"Ibu, luhan pergi dulu. Luhan akan segera kembali siang nanti" Luhan berpamitan pada ibunya dan mengecup dahi ibunya.
"Ayo sehun~" Luhan memegang tangan sehun dan menariknya keluar ruangan.
...
"Apa mereka mati?"
"..."
"Cih bagaimana bisa kalian membuat kelalaian hah?! Habisi mereka semua. Ingat jangan sentuh anaknya dan jangan sampai mereka mengetahui nya"
TBC '3'
HAI NATA KEMBALI~~
MAAF BARU UPDATE YAA~~~
Laptop Nata rusak. Baterainya kalo di charger 20% terus gak mau naik naik sampe 100% . Itu bocor baterainya ya? ;( jadi kalo mau nyalain harus di colok ke listrik gitu dan disitu Nata malesnya stopkontak nya jauh dari kasur jadi gak bisa nulis dari laptop. /ok ini jadi curhat/
Dan akhirnya ada yang nyaranin pake wps office. Baru deh Nata ngetik lagi. Tapi malah lupa di post hehe ._.v
Maaf jika FF ini makin aneh ya ayanq ayanq Q.
Jujur Nata juga lupa jalan cerita dan kehilangan feel nya :'v
Makasih yang udah follow fav review dan ingetin ini ff buat di lanjut :") maaf ya gak bisa disebut satu satu~
JANGAN LUPA REVIEW LAGI YA ^3^ TERIMA KRITIK DAN SARAN TAPI GAK NERIMA BASH AN :v
Tukeran sosmed? Yuk ayuk PM Nata :3
Gak ada review? Nata delete nanti cerita nya hehe :'v
