I'm With You

Chap 7

Genre : Romance, Drama

Rate : T

Pairing : KyuMin

Warning : GenderSwitch, Typo(s), Newbie, Abal

Summary : Sungmin masih belum bisa melupakan kekasih hati yang dicintainya sejak dia duduk di Sekolah Dasar. Kyuhyun menawarkan bantuan untuk mengobati hatinya. Akankah Kyuhyun berhasil? Summary gagal -,-

Disclaimer : KyuMin milik mereka sendiri. Saya hanya meminjam cast dari mereka. Ini hanya sebuah Fanfiction dari seorang Newbie yang baru belajar menulis. FF ini murni milik saya. Mohon Perhatian dan dukunganya ^^

.

.

Cklek~

"Umma aku pu –"

"Hai yeoja kelinci. Kenapa kau baru pulang?".

Deg ~

'Dia….kenapa?'

~oOo~

"Hey, Sungminnie. Kenapa kau melamun?". Jungmo mengibaskan tangannya ke wajah Sungmin.

"Ah…oh…O–Oppa, kenapa kau ada disini?". Tanya Sungmin tanpa melihat wajah Jungmo. Dia sedang mencoba menetralkan perasaannya.

"Kenapa? Tentu saja berkunjung ke rumah sahabatku. Sudah lama bukan aku tidak berkunjung. Dan lagi pula….aku merindukanmu~". Sungmin menarik napas dalam mencoba menenangkan diri. Jantungnya berdebar saat Jungmo mengatakan itu. Tapi, dia juga sangat benci dengan sikap Jungmo. Selalu saja dia menggodanya. Tak taukah Jungmo bagaimana perasaan Sungmin jika dia terus saja diperlakukan seperti ini?

"Ya! Jungmo-ah, sedang apa kau disitu? Mencoba merayu Minnie, eoh? Dan kau Minnie, kenapa baru pulang? Kemana namja kurus itu membawamu?".

"Ya! Oppa! Jangan terus menghinanya seperti itu. Iissh kau ini, lagipula ini belum terlalu larut. Sudahlah lebih baik aku ke kamar". Minnie segera bergegas menjauh dari Jungmo. Lega, karena Kangin datang dan secara tidak langsung menyelamatkannya dari Jungmo. Ooh Sungmin tidak tahu lagi apa yang terjadi jika Kangin tidak datang tepat waktu.

"Iisshh anak itu. Jungmo-ah sedang apa kau tadi?". Tatapan Kangin mengintimidasi Jungmo. Tai Jungmo seolah tidak takut dan membalas tatapan Kangin.

"Apa? Aku hanya menyapanya, apa itu tidak boleh juga? Mana minumnya? Aku haus!". Jungmo segera mengalihkan pembicaraan. Kangin hanya mendesah dan memposisikan diri di sebelah Jungmo.

"Hah, anak itu sering sekali pergi berkencan dengan namja kurus itu. Apa bagusnya dia?". Jungmo mengernyit mendengar gumaman Kangin. "Kencan? Namja kurus? Siapa maksudmu Kangin-ah?".

"Sungminnie.. dia sudah mempunyai kekasih sekarang".

Jungmo terbelalak tidak percaya. "MWO? Ke–kekasih? Bagaimana bisa?" Dia menutup mulutnya karena shock.

"Ya! Apa maksudmu bagaimana bisa? Ya tentu saja bisa! Sungminnie-ku sangat manis. Ani..lebih tepatnya dia sempurna. Banyak namja yang jatuh hati padanya!". Kangin mendelik kesal dengan kata – kata Jungmo yang terkesan meremehkan adiknya.

"Bu–bukan begitu Kangin-ah. Ma–maksudku kenapa Sungminnie bisa mempunyai kekasih? Ani…maksudku bukankah Sungminnie tidak pernah pacaran sebelumnya? Lagipula dia masih kecil untuk mempunyai kekasih. Kenapa kau mengijinkan begitu saja Kangin-ah. Bagaimana jika nanti orang itu berbuat macam – macam pada Sungminnie? Bagaiman– ".

"Ya! Ya! Jungmo-ah! Kenapa jadi kau yang cerewet seperti itu? Minnie sudah cukup dewasa untuk mempunyai kekasih. Untuk apa aku melarangnya? Aku memang tidak terlalu menyukai namja kurus itu. Tapi Minnie terlihat lebih bahagia sejak bersama dengannya. Minnie-kami tidak pernah murung lagi. Karena itu orang tua kami menyetujuinya". Ucap Kangin serius dan entah kenapa diiringi dengan senyuman.

Jungmo yang mendengar ucapan Kangin terlihat berpikir. 'Yeoja-ku terlihat bahagia? Apa Minnie mencintai namja itu? Tapi mengapa bisa secepat ini?' Batin Jungmo yang 'sedikit' tidak terima.

~oOo~

TING … TONG

Cklek –

"Nuguseyo?". Tanya seseorang yang membukakan pintu.

"Kau Siapa?". Seseorang yang di depan pintu balik bertanya.

"Aku bertanya padamu, kenapa kau balik bertanya. Kau siapa? Ada perlu apa kau kesini?". Seseorang yang membuka pintu bertanya dengan ketus.

"Kau sendiri siapa? Kau bukan penghuni rumah ini".

"Ya! Kau–"

"Kyuhyun-ah? Kau sudah datang? Kenapa masih di depan pintu? Ayo masuk!". Seseorang dari dalam rumah menginterupsi pertengkaran kecil dua orang di depan pintu. "Ah, Ne Umma". Ucap Kyuhyun dengan senyum manisnya seraya melangkah masuk tanpa memandang seseorang yang tadi membuka pintu dengan tampangnya yang terkejut.

"Ck, kau datang pagi sekali. Pasti kau ingin menumpang sarapan".

Ctak

"Aww..appo Umma". Kangin memegang kepalanya yang telah menjadi korban jitakan sang Umma.

"Rasakan! Tidak bisakah kau sopan sedikit saja pada Kyuhyun". Kangin hanya mencibir menanggapi dan mulai mendudukan diri di sofa dekat Kyuhyun.

"Gwaenchana Umma, lagipula aku tidak bisa ikut sarapan disini. Minnie ada tes, dia tidak boleh terlambat. Biar nanti kami saran di kampus saja". Kyuhyun memaksakan senyumnya. Sebenarnya dia sudah ingin memukul Kangin. Tapi mengingat badan mereka yang jauh berbeda, Kyuhyun urung melakukannya.

"Baiklah, Umma panggilkan Minnie dulu, Ne?" Baru saja Nyonya Lee ingin melangkah, dia kembali menoleh pada seseorang yang tidak beranjak dari pintu sejak tadi. "Jungmo-ah, apa yang kau lakukan di depan pintu?".

Jungmo tersadar dari lamunannya. "Ah..Ani Ahjumma". Dia mulai melangkah masuk dan menunduk merutuki kebodohannya. Nyonya Lee hanya menggelengkan kepala dan melangkah pergi.

"Hey, kenapa kau datang pagi sekali?" Tanya Kangin yang kali ini bernada ramah. Mungkin Kangin ingin sedikit berbincang dengan 'calon adik ipar'-nya.

"Hari ini Minnie ada tes hyung. Jangan sampai dia terlambat masuk kelas Leeteuk noona". Ujar Kyuhyun setelah bisa menetralkan diri dari keterkejutan mendengar suara ramah Kangin.

Kangin terbelalak terkejut dengan penuturan Kyuhyun, "Mwo? Leeteuk Noona? Kau memanggil Park Seongsaenim dengan 'noona?"

"Ne…Leeteuk Noona sendiri yang menyuruhku memanggil seperti itu. Kami cukup dekat, dia juga sangat baik. Lagipula beda usia kami hanya 7 tahun. Waeyo? Kau mengenal Leeteuk Noona?"

"Tentu saja aku mengenalnya. Aku adalah alumni dari YG University. Saat itu, Teukie sama sepertimu, dia masih seorang assisten. Dan yang terpenting adalah, dia orang yang kucintai". Kangin tersenyum sambil menerawang memikirkan hal tidak jelas.

"Jadi hyung dan noona sepasang kekasih, begitu?"

Kangin menoleh dan wajahnya berubah lesu. "Sayangnya tidak. Sebelum lulus aku sempat menyatakan perasaan padanya. Tapi dia belum menjawabnya. Aku sudah lama sekali tidak bertemu dengannya…..Kyuhyun-ah, maukah kau membantuku mendekati teuki My Angel? Kau sangat dekat dengannya bukan?". Mata Kangin berubah berbinar dan memohon pada Kyuhyun. Sementara Kyuhyun yang melihat adanya kesempatan, tidak menyia-nyiakannya.

"Tentu saja hyung. Itu urusan mudah. Leeteuk Noona sudah menganggapku seperti adiknya". Ujar Kyuhyun bangga.

Mata Kangin semakin berbinar mendengar jawaban Kyuhyun. "Bagus. Terimakasih Kyuhyun-ah. Kau memang calon adik ipar-ku yang pengertian". Ujar Kangin sambil menepuk – nepuk pundak Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum kemenangan, 'Yess.. akhirnya raccoon ini bisa ku taklukan'.

"Ya! Kangin-ah! Mengapa kau mudah sekali memberi restu?!"

"Huh? Sejak kapan kau berada disitu?". Ujar Kangin heran. Rupanya sedari tadi Kangin tidak menyadari kehadiran Jungmo. Jungmo mendelik kesal, "Sedari tadi! Kangin-ah mengapa kau mudah memberi restu?". Jungmo kesal dengan sikap Kangin sekarang yang justru terlihat sangat menerima Kyuhyun.

Kyuhyun mengernyit tidak mengerti, "Dia siapa hyung?"

"Ooh…dia Kim Jungmo, sahabatku". Jawab Kangin santai dan tidak menghiraukan pertanyaan Jungmo. 'Tidak penting' Batin Kangin.

Sementara Kyuhyun memperhatikan Jungmo dengan seksama, 'Begini namja yang tidak bisa dilupakan my bunny-Min? wajahnya bahkan tidak ada seperempat tampan wajahku'. Kyuhyun menatap Jungmo dengan deathglare-nya. "Annyeong Jungmo hyung. Perkenalkan, Kyuhyun imnida. Saya kekasih Sungminnie. Ah, ani…. Suami Sungminnie di masa depan". Seringai penuh keluar dari wajahnya.

Jungmo hanya memutar bola matanya malas. 'cih..percaya diri sekali dia. Sungminnie tidak mungkin mau menikah dengannya'

"Kau terlalu percaya diri Kyuhyun-ssi. Sungminn–"

"Kyuhyun-ah, maaf menunggu lama". Ucapan Jungmo terpotong dengan suara merdu Sungmin. Kyuhyun tersenyum melihat Sungmin yang semakin hari terlihat semakin manis. Dan beruntunglah dia karena sekarang Sungmin adalah kekasihnya.

"Gwaenchana chagiyaa...hem…semakin hari kau semakin manis saja". Sungmin tertunduk malu mendengar pujian Kyuhyun. Sementara Jungmo menatap tajam kearah Kyuhyun. Kangin hanya mendengus melihat rayuan gombal Kyuhyun pada adiknya. "Sudah sana, sebaiknya kalian segera berangkat. Jangan sampai teuki-ku marah padamu Minnie-ah".

Sungmin mengangguk. Kyuhyun bangkit dan langsung menggenggam tangan Sungmin. "Ne, hyung. Kami berangkat dulu, akan aku sampaikan salam-mu pada Leeteuk noona. Annyeong Kangin hyung. Annyeong Jungmo-ssi". Seringai penuh kemenangan Kyuhyun lemparkan pada Jungmo.

Jungmo menatap tajam dua punggung yang mulai melangkah pergi. Dia mengepalkan tangannya erat ketika melihat genggaman tangan kedua orang itu.

.

~oOo~

.

.

"Untuk apa dia ada dirumahmu?". Kyuhyun bertanya dengan nada datar. Saat ini mereka memang tengah berada di kantin kampus untuk sarapan.

"Huh?" Sungmin yang memang sedang focus melahap makanannya sedikit tidak mengerti maksud pertanyaan Kyuhyun. "Untuk apa Jungmo ada di rumahmu, Sungminnie?" Kyuhyun mengulangi pertanyaannya. Namun kali ini dengan nada sedikit lebih tinggi.

"Oh itu… entahlah, dia hanya menginap semalam". Ucap Sungmin enteng setelah berhasil menelan makanannya.

"MWOO? Menginap? Ya! Untuk apa dia menginap dirumahmu?". Kyuhyun kaget bukan main mendengarnya, apalagi Sungmin juga menjawabnya dengan santai.

Sungmin menutup telinganya seketika "Iiishhh kenapa kau berteriak? Lagipula dia sudah terbiasa menginap dulu. Sudahlah aku ke kelas dulu, sebentar lagi kelas dimulai". Sungmin bangkit dan melangkah pergi meninggalkan Kyuhyun dengan tampang shock dan menahan cemburu. "Ya! Minnie-ah! Aisshh…".

"Hey, Cho Kyuhyun. Mengapa kau berteriak di kantin?" seorang namja dengan senyum menawan menghampiri Kyuhyun. "Ck, kau lagi… Mau apa? Minta bantuan mangajarimi lagi? Aku tidak mau, kau terlalu babo".

Ctakk..

"Aww…Ya! Apa yang kau lakukan? Aku assisten dosen disini. Jangan sembarangan memukul kepalaku!"

"Kau ini tetap tidak berubah. Sopanlah sedikit! Aku lebih tua darimu!"

"Tapi kau memang babo! Lihat, bahkan aku lulus terlebih dahulu darimu!"

"Ya ya ya aku akui, kau memang sedikit lebih pintar dariku. Tapi bukan berarti aku babo! Hanya sedikit kurang pintar". Kyuhyun melihat malas namja dihadapannya saat ini. Dia tidak mau pernah mengakui kebodohannya.

"Ada apa?". Donghae –namja itu- yang memang sudah ada di kantin sejak tadi, tidak sengaja mendengar pembicaraan Kyuhyun dan Sungmin. "Lelaki itu hyung. Dia kembali muncul setelah berbulan – bulan tidak muncul. Bahkan dia menginap dirumah Sungminnie". Kyuhyun mendesah kecil sambil mengaduk-aduk minumannya.

Donghae mengernyit, "Lantas? Apa dia jauh lebih tampan dan lebih pintar darimu makanya kau takut kalah saing begitu?"

Kyuhyun mendongak, "Yang benar saja hyung! Dia tidak ada apa-apanya dibanding diriku. Aku jauh lebih tampan darinya dan aku yakin aku juga jauh lebih pintar darinya". Kyuhyun menepuk dadanya bangga. Tapi sedetik kemudian dia kembali mendesah lemah. "Tapi orang itu lebih beruntung dariku hyung. Dia memiliki hati Minnie".

"Ya! Kenapa kau jadi melankolis begini Kyuhyun-ah? Kemana sikap pantang menyerah dan tak mau mengalahmu?". Donghae menatap tajam Kyuhyun yang tertunduk lesu. sungguh ini bukan Kyuhyun yang dia kenal.

"Aku hanya takut hyung, apa itu salah?"

"Tentu saja salah! Kau sudah mencintainya sejak bertahun-tahun yang lalu. Dan selama itu kau selalu takut. Kau tidak boleh takut lagi sekarang!" Donghae geram melihat sikap Kyuhyun yang kembali takut. Dia sudah senang ketika tahu Kyuhyun akan berusaha mendapatkan cintanya itu. Ya, pertemuan Kyuhyun dengan Sungmin di Taman waktu itu bukanlah yang pertama. Kyuhyun sudah bertemu dan mencintai Sungmin jauh sebelum Sungmin bertemu dengan Ahra. Sebelum Sungmin melabuhkan hatinya pada Jungmo. Namun, Kyuhyun saat itu terlalu takut untuk mendekati sekedar berkenalan dengan Sungmin. Dia hanya mampu menatapnya dari kejauhan. Sampai saat dia akan pergi karena mendapat beasisawa, dia berjanji pada dirinya sendiri dan Donghae bahwa dia akan lulus lebih cepat dan mencari Sungmin untuk memperjuangkan cintanya. Namun yang terjadi, Sungmin sudah menyerahkan hatinya kepada orang lain. Dan Kyuhyun butuh perjuangan ekstra keras untuk merebut hatinya.

"Kau benar hyung. Aku tidak boleh takut lagi sekarang! Mungkin benar namja itu telah memiliki hati Sungmin, tapi itu dulu. Aku yakin lambat laun hati Sungmin akan menjadi milikku. Karena aku adalah takdirnya!" Kyuhyun berdiri dengan semangat sambil tersenyum lebar. Donghae yang melihatnyapun ikut tersenyum senang melihat Kyuhyun yang kembali bersemangat. 'itu baru Kyuhyun yang ku kenal'

~oOo~

Saat ini dua orang itu kembali menghabiskan waktu bersama di Taman. Namun wajah sang yeoja masih di tekuk. Rupanya Sungmin masih kesal pada Kyuhyun.

"Hey, ayolah chagiya. Aku minta maaf. Aku hanya cemburu melihat kau bertemu dengannya lagi. Jangan cemberut terus". Kyuhyun terus membujuk Sungmin yang masih memasang wajah cemberutnya. "Aku hanya tidak suka kau berteriak seperti itu Kyuhyun-ah".

"Ne, baik. Maafkan aku ya?". Kyuhyun mencoba memasang puppy-eyes nya yang gagal total. Sungmin yang melihat itu malah tertawa. Sungguh sangat lucu pikirnya. "Hahaha… sudah..sudah jangan memasang raut seperti itu. Aku sudah memaafkanmu, hahaha"

"Jeongmal?". Sungmin mengangguk di sela tawanya. Kyuhyun tersenyum senang seraya merapatkan diri. Tangannya pun mulai ia lingkarkan di pundak Sungmin. "Eh?"

"Kenapa? Tidak boleh? Udara mulai dingin". Kilah Kyuhyun saat dirasa Sungmin akan mengeluarkan protes.

"Besok Jungmo Oppa bertunangan". Kyuhyun menoleh, menunggu Sungmin melanjutkan katanya. "Dia mengundangku….apakah aku harus datang?".

"Datang saja. Aku akan menemanimu". Sekarang Sungmin yang menoleh, "Tap–"

"Tenang saja…aku akan terus berada disampingmu".

~oOo~

Acara pertunangan itu telah selesai. Saat ini para tamu sedang menikmati jamuan mewah yang tersedia. Mereka juga mengucapkan selamat pada pasangan yang sudah resmi bertunangan itu. Acara ini memang terbilang cukup mewah mengingat betapa pentingnya jabatan kedua orangtua pasangan di dunia bisnis.

Sungmin harus mati-matian menahan airmata yang ingin membuncah keluar saat menyaksikan prosesi itu berlangsung. Ingin sekali dia lari dari tempat ini karena tidak kuat. Tetapi, lelaki yang terus berada disampingnya dan menggenggam hangat tangannya telah memberinya semangat. Sungmin tidak boleh lari lagi, cepat atau lambat dia pasti akan menyaksikan ini. Lagipula, bukankah sekarang ada seseorang yang bersedia melangkah bersamanya? Seseorang yang selalu berada disampingnya serta memberinya kekuatan dan cinta.

"Kyuhyun-ah"

"Hmm?"

"Ayo kita pulang".

Kyuhyun mengkerutkan dahi curiga. "Kenapa? Kau ingin lari lagi?".

Sungmin menggeleng pelan, "Bukan begitu…buat apa kita berlama-lama disini? Kita cukup memberi mereka selamat dan pulang kan? Lagipula….Aku melihat kedai eskrim baru, dan entah mengapa aku ingin makan eskrim berdua denganmu di Taman". Sungmin menunduk malu saat mengatakannya.

Kyuhyun tersenyum simpul melihat wajah Sungmin yang mulai merona. "Aigoo..bilang saja kau ingin berduaan denganku chagiyaa~ kalau begitu, kajja! Tapi sebelumnya kita harus memberi selamat dulu pada mereka". Kyuhyun mulai melangkah dan menggenggam tangan Sungmin. Sementara Sungmin hanya menganggukan kepala masih dengan tertunduk malu.

"Hai Jungmo Oppa, Chaerin-ssi. Selamat atas pertunangan kalian". Sungmin mengucapkan kata itu dengan tenang. Entah kenapa perasaan gemetar tadi sudah tidak Sungmin rasakan lagi. Atau karena namja disampingnya ini yang sekarang telah merubah genggaman tangan mereka menjadi sebuah rangkulan mesra di pundak?

"Selamat, Jungmo-ssi. Aku harap hubungan ini akan terus belanjut hingga ke altar". Kali ini Kyuhyun ikut mengucapkan selamat.

"N-ne.. terima kasih Kyuhyun-ssi…Sungminnie". Jungmo melihat Sungmin dengan pandangan yang sulit diartikan. Sementara Chaerin hanya tersenyum sinis pada Sungmin. "Terimakasih". Ucapnya.

"Baiklah.. kami harus pamit dulu, terimakasih atas undangan dan jamuannya. Annyeong Oppa, Chaerin-ssi". Sungmin dan Kyuhyun membungkukkan badan dan segera berbalik melangkah pergi sebelum….

"Kalian mau kemana?" Suara Jungmo menghentikan langkah mereka. Kyuhyun berbalik dan ter'senyum' . "Aku rasa itu bukan urusanmu Jungmo-ssi. Annyeong". Kali ini mereka benar-benar melangkah pergi meninggalkan pasangan itu. Jungmo menatap punggung Sungmin dengan tatapan bersalah dan penuh penyesalan.

.

.

.

.

"Hmm…ternyata benar dugaanku. Eskrim ini lebih enak". Sungmin memakan eskrimnya dengan sangat nikmat. Wajahnya terlihat seperti bocah berusia lima tahun jika sedang memakan eskrim.

"Eskrimku lebih enak dari eskrimmu Minnie Chagi".

Sungmin langsung menoleh seketika melihat Kyuhyun yang juga sedang asik menikmati eskrimnya. "Eh? Jeongmal? Eskrimmu rasa blueberry kan? Aku tidak pernah memakan eskrim blueberry". Katanya masih terus melihat Eskrim Kyuhyun penuh minat.

"Salahmu sendiri tidak mau mencoba rasa lain selain strawberry. Kau mau?". Sungmin mengangguk mantap saat Kyuhyun memberinya penawaran. Kyuhyun menyeringai melihat Sungmin yang terus menatap eskrimnya. Kyuhyun mulai menyendokkan eskrimnya ke Sungmin dan….

"Hahahahaha". Tawa Kyuhyun terlepas setelah berhasil mengerjai Sungmin.

"Ya! Cho Kyuhyun! Lihat ini mulutku jadi belepotan eskrim. Iisshh kau ini! Aku tidak membawa tissue maupun sapu tangan". Seketika tawa Kyuhyun berhenti. Matanya menatap bibir Sungmin yang penuh eskrim karena perbuatan isengnya tadi.

Kyuhyun menghentikan tangan Sungmin saat hendak membersihkan bibirnya. Sungmin mengangkat kepalanya melihat Kyuhyun. "Biar aku yang bersihkan". Ujar Kyuhyun tanpa melepaskan tatapannya. Kepalanya semakin dekat dengan Sungmin.

"Eh? Kau bawa sapu tangan? Sini, aku pin–"

Chu ~

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

Yeay chap 7 is up!

Cepet kan? Hehe

Kalau mood-ku baik dan ga ada tugas, kerjaan juga nyantai pasti updatenya bisa cepet..

Jadi doain aja ya mood-ku selalu baik dan ga pernah ada tugas *kekeke

Makasih yang sebesar – besarnya buat reader yang udah nyempetin baca dan ga bosen buat review,, review kalian memberik semangat.. yeayy..

Big thanks to :

Iinx . artie1, ImSFS, Sunghyunnie,rositakyuhyun, qniee love nest, Kyumin,Hyo Bin KyuminShipperShawol, coffeewie kyumin , haha21, Tania3424, Guest,is0live89, 1307 kms, Tika,hyuknie, Margareth pumpkins, KyuMin21Yes,CharolineElf,justreader ,MO ELF, AegyoAutis, Minnie2124, kunochan, JoBel13ve, , Mard 707, Rieke Ilma

Aku sayang kalian ^^

*deep bow*

~ restiero ~

Please RnR