Perasaan baru kmaren aku ngupdate chapter 6 fic ini, tapi eh ternyata setelah aku cek, hampir 10 bulan aku vakum sebagai Author. Yah, diriku ini memang seorang Author pemalas yg nulis fic-nya secara mood-mood'tan. Dan alhasil, beginilah jadinya : para readers jadi nggak tahu apakah diriku ini masih hidup atau tidak. Well, itu emang nggak penting sih!

Dan,

Terimakasih banyak buat : devilojoshi, Meriika, Azusa TheBadGirl, Kaname, URuRuBaek, virgi. , A-chan, Subaru Abe, ani, Ryuuta Kagami, EvilmagnaeMin, LOVESasunaru, .16718979, 13, Aoi Ciel, Poechin, dwidobechan, Someone, Cacuke Cayang Nalu XD, Imperiale Nazwa-chan, Yuuma Fuyuki, Seika Magoichi, Aisanoyuri, HJKH, Aisukanifict, the mysteriously, hanazawa kai, gan. , Namikaze myoko, 31 Sherry's, Agung Moelyana, ViVi, Mirrow2, Dennisa gista, fajar jabrik, Icah he, dan para pereview lain yang tidak menyebutkan nama alias Guest. Sekali lagi aku ucapkan Terimakasih karena kalian sudah meluangkan waktu serta berbesar hati untuk mereview fic gaje ini.

Semoga chapter 7 yg aku update ini tidak mengecewakan dan bisa menghibur para Readers sekalian -meskipun aku ragu karena mengingat betapa buruknya kemampuan menulisku.

Selamat membaca!

.

Disclaimer : NARUTO © Masashi Kishimoto

My FAT Girlfriend © RedRabbit is Dead!

Rated : Sampai fic ini tamat juga akan tetap di 'T'

Pair : Sasu(fem)Naru, Kyuu(fem)Naru, dan lain-lain (huh?)

Genre : Romance dan Drama

WARNING :
-
Naruto disini jadi CEWEK!
- Sesuai judulnya : My FAT Girlfriend (Naruto disini GENDUT)
- Semua karakternya pada OOC
- AU, Typos, Ide pasaran, ceritanya garing dan mungkin lebay.
- If you don't like it, then just don't read it! ^^

CHAPTER 7

.

"Camera...

Rolling...

and ACTION!"

Layaknya seorang Sutradara ternama, Author super tenar *prett* yang bernama RedRabbit is Dead memulai ceritanya dengan berteriak dahsyat kepada dua orang pemainnya yang sedang mengendarai motor vespa pinky keluaran tahun 70-an.

Uchiha Sasuke, cowok super 'gatken' alias super ganteng n keren sedang membonceng di belakang Nagato, tapi sayang, karismatik kegantengan Sasuke yang maha dahsyat itu harus tertutupi, karena penampilan Sasuke tak bedanya dari seorang ninja buta alay yang tersesat di kota metropolitan.

Huh?

Bayangkan saja, dengan imajinasi kita yang tak terbatas, kita melihat Uchiha Sasuke menggunakan masker pink -pinjaman dari Nagato- bermotif love-love untuk menutupi hidung, mulut, serta dagunya. Kacamata hitam pekat dengan ketebalan 10 cm untuk menyembunyikan matanya. Ooh... dan jangan lupakan topi kupluk -yang juga berwarna pink dan tentunya pinjaman dari Nagato- menutupi rambut emo khas Sasuke.

Busyeeet...! Serius itu Uchiha Sasuke?

Ya serius donk, masa Author bohong sih? Asal kalian tahu : kekuatan cinta itu memang mengerikan! Atas nama cinta, Sasuke rela menjatuhkan egonya yang maha tinggi itu dengan menempelkan pantatnya a.k.a duduk membonceng di sebuah kendaraan jadul tahun 70-an –berwarna norak pula (pink) untuk mengejar Naruto-NYA. Tapi meskipun begitu, secinta-cintanya Sasuke dengan Naruto, harga diri tetaplah harga diri : Sasuke tidak sudi jika wajah handsome-nya terekspos bebas ketika menaiki vespa pink –terlalu memalukan jika hal itu terjadi, pikirnya. Maka karena itulah, ketika Sasuke bertanya kepada Nagato : Adakah benda yang bisa dipakai untuk menutupi wajah tampannya? Maka Nagato dengan lekas menjawab 'ada', dan tanpa berdosa dia menyerahkan seperangkat alat pink berupa topi dan masker plus kacamata norak yang langsung membuat mata Sasuke serasa buta mendadak.

Jangan berpikir Sasuke langsung menerima benda berwarna nista itu dengan lapang dada begitu saja, tentu saja dia berontak. Sasuke langsung merebut paksa helm robot yang dikenakan Nagato. Akan tetapi, niat Sasuke untuk memakai helm berwarna hitam itu menciut seketika begitu melihat salju-salju putih alias ketombe yang menempel dengan gagah di dalam helm tersebut. Astagfirullah… Sasuke langsung beristigfar, syok serta merinding disko begitu melihat benda menjijikan yang tercipta dari kotoran kepala Nagato –tak sudi dia meminjamnya. Dan jadilah… dengan amat sangat terpaksa, Sasuke pasrah masker dan topi berwarna pink itu berteger di wajahnya. 'Biarlah… Toh, tidak ada juga yang mengenaliku dengan berdandan seperti ini.' Pikir Sasuke, berusaha positive thinking dengan mengambil hikmah yang ada.

Akan tetapi…

'KLOTOK-KLOTOK-KLOTOK'

Kening Sasuke berkedut.

Istilah 'Tong kosong nyaring bunyinya' mungkin memang pantas disandang oleh motor vespa bahari ini, karena bunyi knalpotnya saja yang mantab memekakan telinga, akan tetapi... Kecepatannya?

'KLOTOK-KLOTOK-KLOTOK'

Lamban...

'KLOTOK-KLOTOK-KLOTOK'

Sangat lamban...

'KLOTOK-KLOTOK-KLOTOK'

Terlalu lamban, layaknya kura-kura kehabisan bensin(?)

Kedutan di kening Sasuke semakin nampak. "SIALAN!" Raung Sasuke tiba-tiba. "Tidak bisakah benda ini jalan lebih cepat?" Tuntutnya dengan nada kemarahan yang cukup kentara.

Nagato menoleh kebelakang, penumpangnya kali ini benar-benar cerewet, pikirnya. "Santai bro, santai…" Sahut Nagato berusaha untuk menenangkan Sasuke yang nampak bergerak gelisah membonceng di belakangnya hingga mengakibatkan vespa yang dikendarainya bergoyang-goyang jaipong. "Vespaku ini perlu pemanasan dulu baru bisa ngebut." Ujarnya memberitahu.

"Che!" Sasuke mendecih kesal. Ia merasa rugi! Sasuke sudah repot-repot menjatuhkan standart egonya dengan menaiki motor pink serta memakai topi dan masker yang juga berwarna pink, lalu apa hasilnya? Hanyalah sebuah motor rongsokan dengan mesin sampah yang nyaring. Jika begini sampai kiamatpun tidak akan terkejar! Sasuke membatin begitu memikirkan misinya untuk mengejar Kyuubi yang notebenenya memakai mobil sport yang teruji kecepatannya sebagai mobil kelas dunia. Gigi Sasuke bergelemetuk gelisah, ia menengok ke kanan dan ke kiri dengan harapan ada sebuah mobil atau kendaraan yang setidaknya lebih cepat dari vespa pinky ini. Tapi hasilnya tetap saja NIHIL! Sasuke jadi heran, kemana makhluk-makhluk Konoha yang biasanya bejibun itu? Disembunyikan hantukah? Kesunyian ini terlalu drastis!

'Lebih baik aku lari saja.' Pikir Sasuke yang sudah gatal untuk menggerakkan kakinya karena motor yang ditumpanginya terlalu lambat.

'Kring! Kring! Kring!'

Tiba-tiba, disaat Sasuke sudah berniat loncat dan melakukan marathon, gerakannya terhenti karena mendengar bunyi dering sepeda dari arah belakangnya.

Seorang bocah bergigi ompong yang telah terdeteksi bernama Konohamaru cucunya Sarutobi Hiruzen -Gubernur Konoha- mengendarai sepeda gunung berwarna merah. Ia mengayunkan sepedanya untuk mendekati vespa yang sedang ditumpangi Sasuke.

Vespa cinta Nagato dan sepeda gunung Konohamaru berjalan beriringan. "Paman, kita balapan yuk!" Ajaknya sambil tersenyum meremehkan nan menyebalkan, menantang pasangan SasuNaga atau NagaSasu untuk balapan. Bocah ompong ini sangat yakin seratus persen jika dia bisa lebih cepat mengayunkan pedal sepedanya dibandingkan vespa buntut tua yang seharusnya sudah dipensiunkan sebagai alat transportasi.

Sasuke memandang datar bocah ompong yang sedang menyeringai sombong di sampingnya. "Cih! Apa lagi ini?" Ucapnya seraya memutar bola matanya bosan.

"Minggir kau bocah kunyuk!" Nagato tiba-tiba berteriak ngusir kepada si bocah ompong. "Hush! Hush! Sana minggir!" Usirnya kayak meng-hush kucing yang mau mencuri ikan di dalam kulkas. Kaki Nagato pun terayun-ayun sebelah, berusaha menendang Konohamaru. Hingga menyebabkan motor vespa pinky yang sedang dikendarainya serta ditumpangi Sasuke bergoyang-goyang dangdutan.

Sasuke mendesah. "Hentikan, Nagato! Kau janganlah kekanak-kanakan." Tegurnya kepada Nagato, ia tidak tahan akan aksi goyang-goyangan yang disebabkan Nagato pada vespa pinky yang sedang ditumpanginya. "Untuk apa kau meladeni bocah SD seperti itu." Komentar serta nasehat dari Sasuke. Mata hitam Sasuke beralih menatap si bocah ompong. "Ade, jangan ganggu kami-" Sasuke meraih dompet yang ada di kantong belakangnya, mengeluarkan uang berwarna merah dengan nominal seratus ribu, lalu menyodorkannya kepada si bocah. "-nih buat beli cemilan." Ujarnya dengan senyum gentle langka yang tersirat di bibir Sasuke (Sayang senyumnya nggak kelihatan karena Sasuke sedang memakai masker).

Bukannya berterima kasih dan mengambil duit seratus ribu itu, si bocah ompong malah menyeringai iblis.

Lalu,

Ia mengambil sebuah pistol air yang tersamit di pinggangnya. Kemudian, dengan semena-menanya atau super jahilnya, ia menembakkan pistol airnya tepat ke wajah super handsome Sasuke!

'Crot! Crot! Crot!'

Dengan nistanya, wajah Sasuke terkena tembakan sebanyak tiga kali -tragis.

"ANJRIIIIT!" Raung Sasuke tiba-tiba, ia kaget dan menjadi murka.

"WKWKWK!" Konohamaru si bocah ompong tertawa dengan anehnya melihat respon Sasuke. Lalu, ia mempercepat laju sepedanya, membalap serta meninggalkan vespa cinta yang ditumpangi Sasuke. "AYO KEJAR AKU PAMAN!" Teriaknya, meminta main kejar-kejaran bersama Sasuke dan Nagato.

Kurang Asem!

Sasuke yang sudah sangatlah amat marah (super stress), tidak peduli jika yang dihadapinya saat ini adalah bocah tengik yang belum lulus SD, Sasuke haruslah tetap balas dendam. "TO, NAGATO, KEJAR SI KUNYUK ITU!" Teriak Sasuke kepada Nagato yang menyetir di depannya. "TABRAK! TABRAK!" Perintah Sasuke kalap sambil menunjuk-nunjuk Konohamaru yang bersepeda di depan mereka. "TABRAK, TO! TABRAK!" Lanjutnya, benar-benar tidak keren dan lupa akan image cool-nya.

Nagato memutar bola matanya melihat kelakuan Sasuke. "Dasar kekanak-kanakan." Komentarnya.

Kelinci Merah

Sedangkan di tempat lain, di sebuah restorant terkenal di pinggiran jalan kota Konoha. Nampak sebuah gundukan daging berlemak yang dibungkus mantel hitam a la eskimo dari kutub utara belahan dunia sana sedang makan dengan lahapnya. Ia tidak peduli akan berpasang-pasang mata yang menatapnya dengan aneh ataupun jijik dengan cara makannya yang tidaklah etis karena urak-urakan dan terkesan seperti orang kelaparan. Persetan dengan orang lain –yang penting perutku kenyang, pikirnya cuek. Lagipula saat ini ia sedang dalam mood yang sangat baik.

"WOAAAH!"

"A-Astaga!"

"Tolong, katakan aku tidak sedang bermimpi!"

"Bu-bukankah dia Kyuubi?"

"KYAAAA!"

Tiba-tiba kegaduhan yang bersumber dari kaum hawa terjadi. Si gundukan daging alias Naruto menengok ke belakang. Sekilas dia mendengar nama Kyuubi diungkit-ungkit. Dia sudah datang rupanya, Naruto membatin.

Nampak seorang cowok berperawakan tinggi ramping dengan gaya pakaian modis terkini digerumbungi oleh gadis-gadis layaknya gula yang dikelilingi semut. Cowok keren yang merupakan seorang selebritis ternama bernama Kyuubi terlihat santai saja. Situasi seperti -diperebutkan oleh para wanita- adalah hal yang wajar baginya. Kemana pun dia pergi, orang-orang pasti akan berteriak 'Kyaaa' 'Kyaaa' seperti orang kesurupan, dan kadang mereka bisa mimisan dan pingsan sendiri. Yah inilah resikonya menjadi publik figure yang kelewat terkenal.

"KYUUBI-SAMA!"

"KYAAAAA."

Kening Kyuubi mengkerut, ia mendelik tak suka kepada wanita menor yang baru saja berteriak nyaring tepat di sampingnya. Astaga, apa makhluk-makhluk genit yang merupakan persatuan Kyuubi HoLic ini tidak bisa untuk bersikap tenang ketika berhadapan dengan sang idola. Cukup minta foto, tanda tangan, dan bersalaman tanpa harus berteriak-teriak gaje yang mencongekan telinga Kyuubi. Berisik tau! Gerutu Kyuubi dalam hati.

Kumpulan wanita yang merupakan fans Kyuubi semakin bersikap beringas, penuh semangat 45, masing-masing dari mereka berusaha untuk menyentuh tubuh sang idola. Kyuubi semakin terkurung dengan pergerakan yang terkunci, salahkan dia yang bersikeras untuk pergi sendiri tanpa membawa satu orang bodyguard-pun untuk melindunginya. Dan "Owh shit!" Tangan milik siapa tadi yang berani menoel-noel barang terintimnya yang ada di selangkangan -kurang ajar! "MINGGIR KALIAN PARA MAKHLUK GATAL!" Teriak Kyuubi nyaring dengan nada oktaf yang tinggi dan sama sekali tidak berperikeartisan. Peduli setan kalau orang-orang yang diteriakinya adalah fans fanatiknya, Kyuubi sudah benar-benar kesal akibat barang pribadinya sudah dilecehkan oleh orang yang tidak dikenal. "AKU BILANG MINGGIR -DAN MENJAUH DARIKU, BRENGSEK!" Teriaknya sekali lagi dan kali ini jauh lebih kasar.

Krik, Krik...

Tiba-tiba suasana menjadi hening.

Hening...

Para fans Kyuubi yang pada awalnya sangatlah gaduh menjadi terdiam begitu mendengar teriakan kasar sang idola, mereka membatu.

Hening...

Masih hening...

Kyuubi berjalan dengan santai melewati puluhan wanita yang terbengong-bengong melihatnya, ia bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Kemudian...

"KYAAA! KYUUBI-SAMA IS SO COOL!"

"Sikap heartless-nya benar-benar awesome!"

"KYUUBI-SAMA YOUR SO SEXY!"

Fans Kyuubi yang sempat membatu tadi kembali heboh. Mereka terpukau dan semakin terperosok akan pesona Kyuubi yang amazing itu. Kyuubi memang terkenal akan sikap heartless-nya. Sudah menjadi rahasia umum kalau sikap Kyuubi berbeda dari artis-artis kebanyakan yang suka menebar senyum palsu kepada para penggemar (sok baik) untuk menarik simpati masyarakat. Kyuubi itu lain diantara yang lain, he difference! Ia tidak pernah berpura-pura baik untuk menjaga image-nya, mulut Kyuubi pedas dengan sorot mata yang tajam -bahkan kepada fans-nya. Ia selalu tampil apa adanya, dan hal itulah yang membuat Kyuubi menjadi selebritis yang dianggap spesial oleh masyarakat.

"Oh God... Bisakah kalian kunci mulut berisik kalian itu!" Suruh Kyuubi karena para fans-nya masih saja berteriak-teriak gaje. "Kalian tahu, saat ini aku ingin berkencan." Ujarnya memberitahu, ia berkata jujur tanpa ada niat menutupi. "Kekasihku sedang menungguku." Katanya dengan penuh bangga menunjuk Naruto yang sedang duduk seorang diri.

Sontak, seluruh mata mengikuti arah tujuan jari telunjuk Kyuubi. Dan pada detik itu juga, mereka -para fans Kyuubi- langsung patah hati dengan air mata bercucuran.

"Jangan ganggu acara kencan kami! Mengerti?" Ujar Kyuubi kepada fans-fans-nya yang sedang broken heart.

Kyuubi kembali melangkahkan kakinya menuju meja dimana sang kekasih gendut berada. Tatapan matanya memicing tajam begitu melihat betapa banyakknya piring kosong yang ada di meja Naruto. Sebanyak itukah dia makan? Kalau begini mana bisa kurus! Batin Kyuubi, langsung merasa mual begitu membayangkan betapa rakusnya Naruto. "Bukankah kau bilang kalau kau mau diet?" Tanya Kyuubi to do point. Ia mendudukkan dirinya di kursi yang ada di depan Naruto.

Naruto nampak terheran-heran mendengar pertanyaan Kyuubi. "Kapan aku pernah bilang begitu?" Tanyanya polos.

Alis Kyuubi menaut. Apakah Naruto satu spesies dengan Pattrick Star (sahabatnya Spongebob) yang blo'on dan pikun itu?

Yah, bisa jadi!

"Pagi tadi kau menelponku -kau bilang ingin jadi kurus dan cantik!" Ujar Kyuubi dengan suara yang agak sedikit nyaring, terus terang ia semakin benci saja dengan Naruto si bongkahan lemak yang ada di hadapannya ini. Sudah jelek, gendut, jorok, bego, dan sekarang pikun? Astaga, begitu banyak sisi negatif yang ada pada diri Naruto. Dan sekali lagi, Kyuubi dibuat heran dengan seleranya adik Itachi (Sasuke) yang bisa-bisanya kepincut sama Naruto. Sarap tuh orang! Pikir Kyuubi menghina Sasuke.

"Ck,ck,ck..." Naruto nampak berdecak-decak dengan penuh sok sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. "Aku memang bilang kalau aku ingin kurus, tapi aku tidak pernah bilang kalau aku akan melakukan diet. Kau tahu, diet itu merepotkan." Ujarnya menjelaskan hingga sontak membuat mulut Kyuubi menganga.

"Kau ingin kurus -tapi tidak ingin berdiet. Kau juga tidak ingin operasi ataupun sedot lemak. Lalu alternatif apa lagi yang mau kau gunakan untuk menjadi kurus?" Tanya Kyuubi penasaran akan jalan pikir atau rencana Naruto untuk bisa kurus dalam waktu sebulan.

Dengan senyum lebar Naruto menunjuk Kyuubi. "Nah itulah gunanya dirimu!" Serunya penuh dengan semangat sambil menggerebak meja di depannya. "Tugasmu adalah membuatku menjadi kurus tanpa harus melakukan diet ataupun berolahraga. Ayo, ucapkan jampi-jampimu!" Pinta Naruto dengan penuh harap.

"A-apa? Jampi-jampi?" Kyuubi nampak terheran-heran mendengar permintaan ngawur ngidul Naruto. Kyuubi memang sudah tau kalau Naruto itu memiliki jalan pikir yang pendek, tapi kalau seperti ini sih, itu udah keterlaluan bego namanya. "MEMANGNYA KAU PIKIR AKU DUKUN!" Teriak Kyuubi emosi, hingga membuat semua orang yang memang sejak tadi memperhatikan dirinya dan Naruto terkejut akan teriakan membahananya.

"Ck,ck,ck…" Entah urat saraf Naruto kejepit atau keseleo, ia kembali berdecak dengan penuh sok sambil menggeleng-gelengkan kepala. "Sudahlah… jujur saja padakau, aku tahu kamu itu pasti pakai susuk." Ujar Naruto sok pintar dengan menuduh Kyuubi yang tidak-tidak. "Pakai susuk emaskan?" Ujarnya lagi, kedua alis Naruto pun terangkat-angkat dengan anehnya. "Katakan padaku, kau pergi ke orang pintar mana?" Tanyanya lagi hingga sukses membuat urat-urat persimpangan muncul di jidat Kyuubi.

"ITU MUSYRIK NAMANYA! MUSYRIK!" Kyuubi kembali berkoar, ia memang tidak bisa mengendalikan emosi kalau berhadapan dengan Naruto. Cewek gendut yang satu ini benar-benar menyebalkan, bisa-bisanya ia memfitnah Kyuubi memakai susuk. "Camkan di otakmu : seorang Kyuubi tidak akan pernah memakai susuk! Dan asal kau tahu -aku bisa menjadi seorang selebritis, itu karena aku punya bakat, dan tampang tentunya." Ungkapnya memberitahu kalau seorang Kyuubi adalah manusia murni yang nggak nyeleneh dari ajaran agama. "Lagi pula mana ada orang yang mau kurus pergi ke dukun!"

"Loh, nggak bisa ya?" Tanya Naruto polos.

"Ya nggak lah..!" Setelah menjawab Kyuubi mendesah panjang sembari memijit-mijip kepalanya yang lagi-lagi sakit akibat berhadapan dengan Naruto, nampaknya Kyuubi akan cepat tua jika terus bersama dengan cewek gendut ini. Manik ruby Kyuubi kembali menyorot tajam ke arah Naruto. "Jika kau ingin benar-benar kurus, maka mulai sekarang kau harus mengikuti apapun yang aku katakan padamu –dan aku tidak suka dibantah, mengerti?" Terang Kyuubi dengan nada memerintah khas-nya.

Alis Naruto menaut. "Memangnya apa rencanamu?" Tanyanya, sudah mulai bisa nyambung untuk diajak berbicara.

"Simple, aku hanya ingin kau bekerja keras dan mengeluarkan keringat beratus-ratus kali lipat dibandingkan biasanya, -dengan kata lain aku ingin kau berolahraga." Kata Kyuubi menjelaskan. "Aku sudah menyiapkan instruktur khusus untukmu."

"Hm, instruktur? Bukankah yang seharusnya menjadi instruktur-ku itu kamu."

"Cih, kau pikir aku tidak sibuk? Sebagai artis tenar, aku ini punya schedule yang padat. –dan asal kau tahu, untuk bisa duduk di sini saja aku perlu membatalkan job-job yang ada. Jadi jangan berharap atau pun bermimpi kalau aku akan meluangkan waktu berhargaku untuk bersamamu."

"Huh, dasar manusia sok sibuk," Gerutu Naruto.

"Dan satu hal lagi!" Kyuubi kembali bersuara, mencueki gerutuan Naruto tadi. "Mulai sekarang kau tidak boleh makan dan minum tanpa seijinku." Ucapnya mantab.

Mata Naruto membelalak. "A-apa? Apa maksudmu?"

Kyuubi mendengus. "Lihat!" Tunjuknya kepada piring-piring kosong bekas makan Naruto yang ada di hadapannya. "Bagaimana mungkin kau bisa kurus jika porsi makanmu saja segunung!" Tudingnya nyaring. "Mulai besok orang yang menentukan makanan apa saja yang masuk ke dalam perut buncitmu itu adalah aku. Mengerti?" Ucap Kyuubi dengan nada bossy mengintimidasi.

Mata Naruto masih membelalak. "Bagaimana bisa begitu? AKU MENOLAK!" Protes Naruto keras. "Kau boleh saja menyuruhku berolahraga, tapi jika kau membatasi makanannku –aku menolaknya!"

"Hei, -bukankah kau yang bilang ingin langsing?" Tanya Kyuubi dengan suara mendesis. "Satu bulan, aku hanya memintamu menuruti semua perkataanku dalam jangka waktu satu bulan, -dan dalam satu bulan ke depan : kau akan mendapatkan tubuh ideal yang selama ini kau impikan. Tidak bisakah kau bersabar untuk itu?" Kata Kyuubi dengan nada suara mantab yang meyakinkan.

Naruto terdiam. Melihat Kyuubi berbicara dengan penuh kemantapan benar-benar menggugah hati Naruto, seolah-olah dalam satu bulan ke depan Naruto akan benar-benar menjadi gadis langsing yang cantik. "Be-benarkah perjuanganku nanti tidak akan sia-sia?" Tanya Naruto sekali lagi –memastikan.

"Itu asal kau menjadi gadis yang penurut."

Naruto kembali terdiam, ia mendesah panjang. "Ok, aku mengerti." Katanya, pada akhirnya menyetujui Kyuubi alias pasrah.

Lalu…

[ Breaking News ]

Tiba-tiba sebuah saluran televisi swasta menampilkan berita terbaru yang diambil secara langsung atau LIVE.

Dan berita itu menyita perhatian Naruto. Lebih tepatnya sangat menyita, hingga mata Naruto pun nampak memicing tajam. "Konohamaru? Apa yang terjadi dengan bocah itu?" Gumam Naruto, merasa penasaran begitu melihat bocah bergigi ompong yang dikenalinya dan dianggap sebagai adik masuk ke dalam berita kriminal.

Di dalam televisi itu, Konohamaru nampak menangis meraung-raung. Ebisu –pengasuh sekaligu pengawal pribadi Konohamaru- nampak kesulitan menghentikan tangisan Konohamaru.

Naruto memanggil pelayan yang kebetulan lewat di sampingnya. "Tolong, bisakah kau besarkan volume televisinya?" Pinta Naruto, karena ia tidak terlalu jelas mendengar beritanya.

"Seseorang yang kau kenal?" Tanya Kyuubi yang melihat perubahan drastis pada mimik wajah Naruto yang menjadi serius sekaligus tegang.

"Hm, dia Konohamaru, bocah yang sudah ku anggap seperti adikku sendiri." Jawab Naruto.

[ "HUWAAA… DIA INGIN MEMPERKOSAKU!" ]

Suara televisi yang sengaja diperbesar itu sukses menarik seluruh perhatian para pengunjung restaurant. Dan pernyataan Konohamaru tadi sukses membuat semua orang yang menontonnya menjadi membelalakkan mata syok –terlebih Naruto. "A-apa?" Ucap Naruto, terkejut bukan main.

[ "Dengan hawa penuh nafsu dia mengejarku." Ungkap Konohamaru dengan ekspresi wajah horror yang terlalu didramatisir. "Awalnya paman itu mengajakku main balapan sepeda –tapi aku menolaknya, karena paman itu terlalu mencurigakan dengan masker, topi dan kacamata yang menutupi seluruh wajahnya." Ujarnya, mulai menceritakan kronologis kejadian yang menimpanya. "Lalu dia memberiku iming-iming uang seratus ribu –tapi aku tetap menolaknya. Lalu paman itu marah dan kemudian mengejarku. Huwaaa… aku sangat ketakutan saat itu!" Ungkapnya sambil berlinangan air mata kemudian memeluk Ebisu yang ada di sebelahnya.

Ebisu memeluk erat Konohamaru, ia menatap lensa kamera dengan intens. "Kami sudah melaporkan hal ini kepada pihak yang berwajib." Ujarnya mantab. "Dia sudah berani melakukan percobaan kejahatan kepada cucu Gubernur Konoha, dan aku yakin ini sudah direncanakan, -dengan kata lain, dia adalah seorang terrorist." ]

Pernyataan dari Ebisu tadi sukses membuat semua orang tercengang-cengang. Mengetahui ada seorang terrorist yang berkeliaran di kota Konoha bukanlah masalah main-main yang bisa dianggap sepele. Kau tahukan para terrorist suka main apa? Mereka suka main petasan alias BOM. Fic ini yang pada awalnya bergenre Romance dan Drama pun terpaksa banting stir menjadi Crime and Suspense.

Serius Author bakal ganti genre?

Ya nggak lah…

Kalian –para readers- pasti sudah bisa menebak siapa gerangan identitas asli 'Dia' atau 'Paman itu' yang disebut-sebut oleh Konohamaru maupun Ebisu. Dia adalah Uchiha Sasuke! Dan sudah jelas sekali faktanya kalau Sasuke bukanlah terrorist apalagi berniat memperkosa Konohamaru, semua itu hanyalah cerita fiktif yang dikarang oleh si bocah nakal bergigi ompong tersebut. Tuh bocah kesal karena udah kalah main balap-balapan bersama SasuNaga, karena itulah ia ingin balas dendam dengan cara 'sadis' seperti ini. Mengerikan…

[ "Huwaaaa…." Konohamaru kembali berakting nangis dengan lebaynya. Seorang reporter perempuan yang bertugas meliput berita mulai membuka suara. "Permirsa, jika kalian bertemu dengan seorang lelaki yang mengenakan masker pink bergambar love-love, dan memakai topi kupluk yang juga berwarna pink, serta kaca mata hitam. Tolong segera laporkan ke kantor polisi terdekat, atau hubungi 001. Terimakasih." Ucap reporter tersebut menutup beritanya. ]

"Heh, absurd sekali." Komentar Kyuubi yang sejak tadi duduk diam menyimak berita gaje yang baru ditontonnya. Terlihat jelas oleh mata jeli Kyuubi kalau si bocah ompong tadi cuman akting belaka alias pendusta handal. Kyuubi cuman bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan bocah-bocah zaman sekarang.

BRUK!

Naruto tiba-tiba berdiri sambil memukul keras meja yang ada di hadapannya hingga membuat Kyuubi terkejut dan hampir terjungkal ke belakang.

"Kurang ajar!" Raung Naruto yang nampaknya sudah menelan bulat-bulat kebohongan si bocah ompong. "Beraninya orang itu mencoba memperkosa Konohamaru!" Geram Naruto, nampak sangat emosi. "Jika aku bertemu dengan orang yang berciri-ciri seperti itu –aku pasti akan langsung menghajarnya!" Ujarnya sambil menggerepokkan jari-jari tangannya.

Dan seperti jelangkung yang datang tak diundang, tiba-tiba Sasuke masuk ke dalam restaurant. Ia masih memakai masker, topi berserta kacamatanya. Mungkin doi lupa melepaskan alat penyamaran karena saking tergesa-gesanya mencari Naruto.

Sontak, semua orang yang melihat kehadiran pemuda misterius dengan ciri-ciri penjahat di dalam berita langsung heboh tak terkira, mereka takut setengah mati. Bahkan ada yang lari pontang-panting untuk segera keluar dari restaurant tersebut.

"Halo kantor polisi!" Dan tidak ketinggalan, ada juga orang yang langsung memencet nomor telepon 001 di hp-nya.

Alis Sasuke menaut, kenapa semua orang jadi kalang kabut dan terlihat takut kepadanya? Well, Sasuke memang tidak tahu menahu akan berita yang baru beberapa detik lalu ditayangkan di TV, jadi dia tidak tahu akan predikatnya sebagai penjahat.

"KAUU…!" Naruto tiba-tiba berteriak nyaring, otomatis membuat Sasuke menoleh padanya.

Sapphire dan onix (yang ditutupi kacamata) bertemu.

Deg!

Jantung Sasuke langsung berdebar, cenat cenut tak karuan rasa. 'Dobe…' Batin Sasuke berkata, bahagia benar rasanya melihat mata biru indah tersebut.

Kemudian, Naruto berlari-

-dan tentunya menuju Sasuke.

Tercengang-cengang Sasuke melihat Naruto yang berlari dengan gaya slow motion.

Apakah dia ingin memelukku? Pikir Sasuke yang selalu berpikiran positif jika menyangkut soal Naruto.

Lalu…

Sasuke merentangkan kedua tangannya layaknya Sharukh Khan yang menunggu Kajol berlari ke dalam pelukannya. "Aku mencintaimu, Naruto." Bisiknya seorang diri. Di dalam imajinasi kreatif Sasuke, ia dan Naruto sedang berada di hamparan padang bunga tulip dari negeri Belanda. Sungguh suasana yang sangat romantis –dan oh, telinga Sasuke pun sayup-sayup mendengar bunyi dentingan piano yang berjudul 'River Flows In You' yang dibawakan langsung oleh sang pianis asal korea yaitu Yiruma. Dan harus diakui, ini adalah moment terindah bagi Sasuke, senyum bahagia pun merekah lebar di bibirnya.

Hingga…

"MATI KAU…!"

Tak ada hujan, tak ada angin, Naruto tiba-tiba berteriak sembari meloncat, kemudian dengan gerakan taekwondo yang terlatih, ia melancarkan tendangan spinning di udara yang tentunya tepat menghantam sisi wajah Sasuke.

DUAGH!

Rasanya, kepala Sasuke mau copot dari leher…

Sasuke yang sebenarnya tidaklah berdosa itu terpelanting hingga menabrak meja-meja restorant yang ada di belakangnya. Sakit!

"WOOAAAHH…!"

Semua orang yang melihat aksi memukau Naruto tadi berdecak kagum. Mereka memuji sembari menepuk tangan akan keberanian serta kehebatan Naruto yang sudah berhasil mengalahkan seseorang yang telah diduga sebagai penjahat kelamin yang berniat mencabuli Konohamaru.

Sasuke yang Alhamdulillah masih sadar –tidak pingsan- merasa seluruh badannya remuk, ia meringis. Masker dan topi pink masih setia menutupi wajahnya, akan tetapi kacamata hitam yang dipakainya tadi hilang entah kemana ketika menerima serangan Naruto, kini mata onix hitam menawannya dapat dilihat dengan jelas.

Sembari menahan rasa sakit, Sasuke berusaha untuk menatap Naruto yang terlihat berlaga ala Bruce Lee di depan seluruh massa yang menyorakinya.

Dan Naruto terlihat sangat bahagia dengan senyuman lebarnya.

Biasanya, Sasuke akan sangat senang setiap kali melihat senyum yang terukir di wajah tan berhias tiga garis kumis kucing itu. Tapi kali ini ada yang lain, Sasuke tidak bisa ikut tersenyum, ia tidak bisa merasa ikut berbahagia. Sejak putus dari Naruto, Sasuke selalu merasa sedih, hidupnya terasa hampa hingga nafsu makannya pun tidak ada. Tapi sepertinya, rasa sakit hati akibat hubungan yang berakhir hanya berlaku pada dirinya seorang. Karena buktinya, Naruto masih bisa terlihat seceria ini –tersenyum tanpa beban, tertawa tanpa harus ada Sasuke di sampingnya.

Bahkan bagaimana mungkin Naruto tidak sadar, tidak mengenal, dan tidak merasakan : kalau orang yang ditendangnya dengan sekuat tenaga tadi adalah Sasuke. Uchiha Sasuke -lelaki yang benar-benar mencintai Naruto. Dan apakah itu artinya Naruto sebenarnya tidak memiliki feeling yang sama dengan dirinya? Oh ya… mungkin Naruto memang sudah pindah kelain hati, mungkin dia memang sudah mulai menyukai si Kyuubi bangsat itu. Pikir Sasuke, ia ngegalau, merasa telah menjadi pecundang di dalam cerita ini. "Ternyata benar kata Itachi… Cinta itu memang menyakitkan." Gumam Sasuke pelan yang hanya bisa di dengar oleh dirinya seorang.

Dan,

Ngiung… Ngiung… Ngiung…

Bunyi sirine polisi pun terdengar, puluhan polisi yang berbaju lengkap menggerebek masuk ke dalam restaurant mewah tersebut. Berjejer, mereka –para polisi- mengepung Sasuke sambil menodongkan mocong pistol, bersiap-siap memuntahkan timah panas alias menembak : jika Sasuke membuat penggerakkan yang mencurigakan. "Jangan bergerak dan angkat tanganmu!" Seru salah seorang polisi yang mengepung Sasuke.

Sasuke menghela nafas berat, ia tertawa miris melihat nasibnya. Kenapa jadi seperti ini? Kenapa kehidupannya yang perfect menjadi kacau seperti ini? Kenapa bertubi-tubi ia mendapatkan masalah? Ia hanya ingin mengejar dan merebut kembali cinta Naruto, ia hanya ingin kembali bersama dengan Naruto –seperti hari-hari sebelumnya, tapi kenapa semuanya terasa sulit? Bahkan hingga dicap sebagai seorang penjahat.

BERSAMBUNG…

.

Kacaukah?

Otak Author memang rada-rada error sekarang, makanya ceritanya jadi super gaje kayak gini.

Terimakasih banyak buat para readers yang sudah membaca fic ini, dan jika kalian berkenan : tolong isi kotak review yang ada di bawah.

Dan sampai ketemu di chapter 8 (Doakan saja semoga aku tetap eksis dan semangat dalam menulis fic.)