"Diam kau Pinky-" ucap Sasuke
"Rambut aneh." Ucap Naruto.
Sakura menatap tidak percaya kepada Sasuke dan Naruto. Sasuke dan Naruto kembali lagi saling adu mulut dan saling menatap tajam. Sakura geram menatap mereka berdua dan secara tiba-tiba dia menarik rambut Sasuke dan Naruto. Secara bersamaan mereka berteriak kesakitan. "Ittai, Sakura." ucap Naruto.
"Kalian malu-maluin saja. Dasar..." tiba-tiba Saja Sakura berhenti berucap karena bingung harus menyebut mereka apa karena telah memanggil nya rambut aneh dan pinky. Sakura menatap rambut mereka berdua tiba-tiba saja Sakura berucap "Rambut pantat ayam." Ucap Sakura kepada Sasuke dan sukses membuat Sasuke menatap Sakura tajam.
"Rambut duren." Ucap Sakura kepada Naruto dan sukses membuat Naruto cemberut.
"APAA KATA MU, pingky?!" ucap Sasuke dan Naruto bersamaan.
.
Dan sejak saat itu Sasuke memanggil Naruto, dobe. Naruto memanggil Sasuke, teme. Sakura memanggil Sasuke yaitu pantat ayam dan memanggil Naruto dengan duren. Sedangkan Naruto dan Sasuke memanggil Sakura dengan panggilan pinky.
Team 7!
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Genre : Drama, Friendship
Warning : AU, semi OOC, mungkin TYPO(s), DLL.
Chapter 7 : Sakura Ingin Punya Teman Dekat
Pagi hari, sekarang Sakura, Naruto dan Sasuke sedang berjalan bersama-sama menuju sekolah. Akhir-akhir ini Sasuke slalu berangkat dengan jalan kaki bersama mereka bertiga. "Hey duren, kamu sekarang tidak bangun telat kan?" tanya Sakura kepada naruto.
"Tidak kok, pinky-chan. Aku tidak bangun kesiangan karena cara membangunkan okaachan kepada ku." ucap Naruto sambil memasang wajah cemberut.
"Emang gimana cara okaachan mu membangunkan mu?" tanya Sakura.
"Caranya itu ya aku di siram pake air. Keren bangetkan okaachan ku cara membangunkan ku?" ucap Naruto sembari tetap memasang wajah cemberut.
"Masih aja di bangunin. Kaya anak kecil aja." Ucap Sasuke datar.
Naruto menatap sebal Sasuke. "Diam kau teme! Lain kali aku akan bangun tanpa di bangunkankan" teriak Naruto kepada Sasuke.
"Gak yakin kamu bisa, dobe." Ucap Sasuke.
"Aku bisa." Ucap Naruto dengan yakin nya.
Dan akhirnya Sasuke dan Naruto malah menjadi adu mulut. Dan Sakura menghela nafas melihat mereka berdua. Saat sudah sampai di depan gerbang. Sakura melihat ada seorang siswi sedang berjalan menuju sekolah seperti dirinya bersama dua siswa. Terlihat mereka bertiga akrab sekali. 'Apa dia seperti ku yang gak punya teman deket cewek?' batin Sakura.
Tiba-tiba ada dua orang siswi datang menghampiri siswi yang sedang berjalan bersama dua siswa itu. Lalu siswi yang bersama kedua siswa itu tampak seperti pamitan kepada kedua siswa itu dan berjalan menuju ke dalam sekolah bersama dua orang siswi sembari tertawa-tawa. 'Ternyata tidak seperti ku.' batin Sakura.
Naruto dan Sasuke tiba-tiba berhenti berjalan dan melihat kebelakang dan terlihat Sakura masih berdiri di dekat gerbang sedang kan mereka sudah lumayan jauh dari gerbang. "Kenapa Sakura-chan masih disana?" tanya Naruto.
Sasuke menganggkat bahu cuek. "Samperin aja ke sana." Ucap Sasuke.
Akhirnya mereka berdua pun berjalan kembali menuju gerbang. Dan setelah sampai di gerbang terlihat Sakura sedang berdiri mematung dan tidak menyadari kehadiran mereka berdua. "Sepertinya Sakura melamun." Ucap Naruto.
Sasuke menepuk pundak Sakura dan Sakura langsung tersadar dari lamunan nya. "Pingky-chan, kamu kenapa?" tanya Naruto.
"Hah? gak kenapa-napa kok. Kenapa diam saja di gerbang, ayo ke kelas." Ajak Sakura sembari berjalan meninggalkan mereka berdua.
'Itu seharusnya perkataan ku pada mu.' batin Sasuke dan Naruto sweatdrop melihat Sakura.
.
Bel jam istirahat berbunyi, murid kelas X-3 menyambutnya dengan girang sekali, terutama Naruto. "Yey ... istirahat." Ucap Naruto dengan girang nya.
"Bagian istirahat girang banget." Ucap Sasuke sembari menatap Naruto datar.
"Itulah Naruto." Ucap Sakura.
Saat mereka akan berjalan menuju keluar kelas, tiba-tiba beberapa siswa kelas X-3 menyapa Naruto dan Sasuke. "Ada apa?" tanya Naruto.
"Sekali-kali istirahat bareng yuk dengan kita-kita." Ajak salah satu siswa kelas X-3 yang bernama Yuki.
Naruto dan Sasuke saling pandang. "Bagaimana?" tanya Naruto.
Sasuke melirik Sakura dan Naruto pun langsung melirik Sakura juga. Sakura hanya menatap mereka berdua bingung. "Kenapa menatap ku? kalian kalau mau istirahat sama mereka silahkan saja." ucap Sakura sembari tersenyum.
"Ah Yuki istirahatnya bareng nya lain kali saja ya." ucap Naruto sembari tersenyum kepada Yuki.
"Oh begitu. Janji ya lain kali? Yuk kita ke kantin duluan." Ucap Yuki sembari pergi meninggalkan Sasuke, Naruto dan Sakura.
Sakura menatap tidak enak ke arah Naruto dan Sasuke. "Ayo kita beli makanan juga." ucap Naruto.
Sekarang mereka bertiga duduk di atap sembari makan makanan mereka. Sakura masih menatap tidak enak ke arah Naruto dan Sasuke. "Kenapa kalian menolak ajakan Yuki untuk istirahat bareng?" tanya Sakura.
Naruto dan Sasuke saling pandang. Lalu mereka menatap Sakura. "Kalau kita istirahat bareng mereka, nanti kamu istirahat dengan siapa?" ucap Naruto.
Sakura menundukkan kepalanya entah kenapa. 'Aku merasa tidak enak dengan mereka berdua. Mereka berdua sama seperti ku punya teman sekelas laki-laki dan teman sekelas perempuan. Sasuke dan Naruto dekat sekali dengan teman-teman sekelasku yang laki-laki. Tidak seperti ku yang hanya ikut gabung tanpa diajak kalau ngobrol sama teman sekelasku yang cewek.' Batin Sakura.
Sakura menghela nafas dan melanjutkan makannya lagi. "Sakura melamun lagi." Ucap Naruto pelan kepada Sasuke.
"Hn."
Naruto menepuk pundak Sakura. Sakura langsung tersadar dari lamunan nya dan menatap Naruto sedikit sebal. "Ada apa sih, dobe?" tanya Sakura.
"Kamu melamun terus." Ucap Naruto.
"Ada masalah?" tanya Sasuke.
Sakura menghela nafas dan menatap ragu Sasuke dan Naruto. 'Apa aku harus cerita kepada mereka?' batin Sakura bertanya-tanya.
Sasuke dan Naruto menunggu jawaban Sakura sembari menghabiskan makanan mereka. "Kalau kau tidak mau bercerita ya tidak apa-apa. Mungkin itu masalah pribadi untuk mu." ucap Naruto.
"Eh ... bukan begitu." ucap Sakura.
"Lantas kenapa kamu diam saat ditanya ada masalah?" tanya Sasuke.
"Kalian janji ya tidak akan tertawa?" ucap Sakura yang langsung di setujui oleh Naruto dan Sasuke.
"Emm ... aku ... a-aku ... aku ingin dekat sama teman cewek yang di kelas." Ucap Sakura pelan sembari menundukkan kepalanya.
"HAH?!" ucap Naruto dan Sasuke secara bersamaan.
Naruto dan Sasuke saling pandang tiba-tiba saja mereka tertawa. "Hahaha ... di kira ada masalah apa eh ternyata malah masalah seperti itu." ucap Naruto sembari tertawa.
"Aneh." Ucap Sasuke.
Sakura menatap sebal kepada kedua teman nya itu. "Ish! Kalian kan janji tidak akan tertawa kok sekarang malah tertawa sih? kalian tega sekali." Ucap Sakura sembari memasang wajah sebal.
Naruto dan Sasuke langsung berdehem mencoba menghentikan tawa mereka. "Gomenne Pingky -chan. Habisnya, kamu lucu sih." ucap Naruto.
Sakura hanya menatap sebal Naruto. "Ehem ... ya kalau mau dekat dengan teman cewek yang di kelas tinggal gabung saja dengan mereka." Ucap Naruto.
"Aku sering kok gabung bersama mereka setiap mereka ngobrol bareng-bareng. Tapi mereka seperti tidak mau dekat dengan ku..." ucap Sakura memasang wajah sedih.
"Aku terkadang iri dengan kalian saat kalian bisa dekat dengan teman sekelas yang cowok. Bahkan tadi ada teman sekelas yang mengajak istirahat bareng kalian berdua. Aku belum pernah di ajak istirahat bareng sama teman sekelas ku yang cewek..." curhat Sakura.
Naruto dan Sasuke terdiam mendengar curhatan Sakura. Mereka sedang memikirkan sesuatu. "Coba deh kalau kamu yang ngajak mereka." Ucap Sasuke tiba-tiba.
"Nah itu juga bisa jadi." Ucap Naruto sembari menyetujui perkataan Sasuke.
"Hah? maksud nya gimana?" tanya Sakura.
"Ya ajak mereka istirahat bareng." Ucap Sasuke datar.
"Tapi kan sekarang lagi istirahat."
"Ajak pulang bareng saja nanti." Ucap Naruto.
Sakura terdiam mendengar ucapan Naruto. Sakura menatap Naruto dan tersenyum sembari menganggukkan kepalanya. "Akan ku coba." Ucap Sakura dengan yakin nya.
.
Pulang sekolah, Sakura sudah membereskan peralatan tulis nya dan sudah memasukkan nya ke dalam tas nya. Sakura langsung memakai kan tas punggung nya dan berjalan dengan sedikit ragu ke arah bangku teman sekelas cewek nya. "H-hay..." ucap Sakura sedikit gugup.
"Eh Sakura." ucap teman sekelas Sakura, Shion.
"Rumah kamu dimana?" tanya Sakura.
"Oh rumah ku di jalan..."
Sedangkan Naruto dan Sasuke mereka tidak beranjak pergi dari kelas dan menatap Sakura serius yang sedang berbicara dengan Shion dan juga dua teman sekelas cewek nya. "Semoga keinginan Sakura yang ingin dekat dengan teman-teman cewek terwujud." Ucap Naruto.
"Hn."
"Pulang bareng yuk?" ajak Sakura kepada Shion dan dua teman-teman cewek nya yang bernama Tenten dan Sasame.
Shion, Tenten dan Sasame saling pandang lalu menatap Sakura. Shion menatap ke belakang Sakura dimana ada Sasuke dan Naruto sedang menatap mereka dengan serius. "Pulang bareng? Emm ... gimana ya?" ucap Shion sambil menatap ragu kepada dua teman-teman nya yang cewek.
"Maaf Sakura, kami tidak bisa pulang bareng. Kami ada acara." Ucap Tenten.
Sakura memasang wajah sedih. "Yah ... kalau begitu aku pulang duluan ya." ucap Sakura.
Lalu Sakura pergi meninggalkan Shion dan dua teman-teman cewek nya. Sakura pergi dari kelas dan langsung di ikuti oleh Naruto dan Sasuke. "Hey, kok gak pulang bareng mereka sih?" tanya Naruto.
"Mereka ada acara." Ucap Sakura memasang wajah sedih.
"Kalau begitu coba deh kamu ajak mereka istirahat bareng. Jangan masang wajah seperti itu dong. Sakura yang ku kenal tidak seperti ini." ucap Naruto.
"Kali ini aku setuju dengan mu, dobe." Ucap Sasuke datar.
Sakura menatap Naruto dan Sasuke yang berjalan di sisi nya. Sakura langsung tersenyum kepada mereka berdua. "Kalian memang teman ku yang baik." Ucap Sakura.
.
Sakura sekarang sudah pulang dan sudah berganti pakaian. Dia sedang menatap poto dirinya dengan teman-teman Junior High School nya. Sakura tersenyum menatap poto itu. "Dulu waktu aku masih di JHS dekat dengan temen cewek itu gampang. Kok sekarang susah ya?" tanya Sakura entah kepada siapa.
Mata Sakura tertuju pada seorang siswi berambut pirang yang di kucir ekor kuda yang memiliki mata biru laut tengah tersenyum ke arah depan. "Ino, aku kangen sekali dengan mu. Andai saja kalau sekolah kita samaan." Ucap Sakura.
.
Keesokan harinya tepat nya di sekolah bel jam istirahat berbunyi. Para murid-murid berlarian menuju kantin. "Cepat Sakura ajak tuh Shion dan kawan-kawan istirahat bareng. Kalau kamu bisa istirahat bareng mereka, kami akan istirahat bersama Yuki dan yang lain nya." ucap Naruto.
"Cepat sebelum mereka pergi." Ucap Sasuke.
Sakura langsung menghampiri Shion dan kawan-kawan dengan sedikit gugup. Sedangkan Naruto dan Sasuke memerhatikan Sakura di bangku mereka. "S-shion, bolehkah aku ikut istirahat dengan kalian?" tanya Sakura.
Shion, Tenten dan Sasame menatap Sakura sedikit ragu. Lalu Shion menatap ke arah bangku Sakura dimana di depan bangku Sakura ada Sasuke dan Naruto sedang menatap ke arah mereka. "Emm ... mungkin lain kali saja. Tuh Naruto sama Sasuke nunggu kamu." Ucap Shion.
"Eh? Tapi mereka eng-" "Kami duluan ya." ucap Tenten memotong ucapan Sakura dan langsung pergi meninggal Sakura dengan buru-buru.
Sasuke dan Naruto menatap tidak percaya ke arah Sakura yang tinggal sendirian disana. Sakura kembali ke bangku nya dengan wajah yang murung. "G-gagal ya?" tanya Naruto ragu.
Sakura hanya menganggukkan kepalanya dengan lesu. Dan dia langsung duduk di bangku nya dan terdiam. Naruto menatap Sasuke seolah mengatakan 'kita harus berbuat apa?'. Sasuke menghela nafas dan menatap Sakura datar. "Kamu disini saja, kita mau istirahat." Ucap Sasuke.
Sakura menatap ke luar jendela hanya menganggukkan kepalanya dengan lesu. Naruto menatap Sasuke sedikit tidak percaya dan Sasuke langsung menarik Naruto keluar dari kelas. Naruto sedikit meronta-ronta minta untuk di lepaskan. Setelah di luar kelas, Sasuke melepaskan Naruto sedikit kasar sehingga Naruto sedikit tersungkur. "Aduh teme, kamu kenapa bilang begitu sama Pingky-chan?" tanya Naruto sedikit sebal.
"Biarkan saja dia menenangkan diri nya sendiri. Kita sekarang ke kantin dan beli makanan dan jangan lupa kita belikan saja makanan untuk nya." ucap Sasuke datar.
Naruto menatap Sasuke tidak percaya. Sasuke menatap Naruto bingung. "Kenapa dengan tatapan itu?" tanya Sasuke.
"Ternyata Teme itu peduli ya sama teman nya. Aku kira kamu itu gak bakal peduli." Ucap Naruto senang.
"Ck, sudah ayo kita ke kantin." Ucap Sasuke sedikit salah tingkah dan langsung pergi meninggalkan Naruto.
Mereka berdua pun telah sampai di kantin dan langsung membeli makanan dan tidak lupa membeli makanan untuk Sakura. Shion, Tenten dan Sasame terkejut begitu melihat Sasuke dan Naruto tanpa Sakura. "Shion, kok Sakura tidak istirahat bareng mereka ya?" tanya Tenten.
Shion menggelengkan kepala. Mereka bertiga terus memperhatikan Naruto dan Sasuke sampai mereka keluar dari kantin. "Eh kita ikutin mereka yuk!" ucap Shion tiba-tiba sambil beranjak meninggalkan kantin di ikuti oleh Tenten dan Sasame.
Naruto dan Sasuke sudah sampai di kelas dan langsung duduk di bangku mereka dan menghadap ke depan Sakura yang sedang duduk sambil memasang wajah murung. "Sakura, sudahlah kamu jangan murung hanya karena tidak istirahat dengan Shion dan kawan-kawan." Ucap Naruto.
Shion yang mendengar ucapan Naruto langsung menyuruh Tenten dan Sasame untuk berhenti berjalan dan diam di dekat pintu kelas. Saat ini keaadaan kelas sepi sekali hanya ada Naruto, Sasuke dan Sakura. "Aku hanya sedang merenung apa penyebab nya aku tidak di temani sama teman-teman sekelas ku yang cewek. Padahal sama-sama cewek tapi kok kenapa ya gak ada yang mau berteman dengan ku?" ucap Sakura sedih.
Shion, Tenten dan Sasame yang menguping pembicaraan mereka langsung terkejut begitu mendengar ucapan Sakura. "Apa karena kita slalu di sisi mu?" tanya Sasuke tiba-tiba.
Sakura menatap Sasuke penuh tanya lalu dia mengangkat bahu tidak tahu. "Iya mungkin itu. Bagaimana kalau kita coba jauhi Sakura?" usul Naruto.
"Kalau kalian menjauh dari ku aku semakin tidak punya teman." ucap Sakura memasang wajah sedih.
"Eh iya ya. hehe." Ucap Naruto memasang wajah tanpa dosa.
"Bodoh." Ucap Sasuke.
Shion, Tenten dan Sasame terdiam mendengar percakapan Naruto, Sakura dan Sasuke. "Jadi selama ini Sakura itu ingin dekat dengan kita?" ucap Shion.
Tenten dan Sasame menganggukkan kepalanya. Shion tersenyum dan langsung masuk kelas diikuti oleh Tenten dan Sasame. Mereka bertiga menghampiri Sakura, Naruto dan Sasuke. "Hey Sakura." sapa Shion sembari tersenyum kepada Sakura.
Sakura sedikit terkejut dengan kehadiran Shion, Tenten dan Sasame. "Eh Shion." Ucap Sakura tersenyum kaku.
"Sakura, mau makan makanan mu bareng dengan kami tidak?" ajak Tenten tiba-tiba.
Sakura, Naruto dan Sasuke menatap Tenten dengan tatapan tidak percaya. Sakura langsung tersenyum senang dan menganggukkan kepalanya dengan semangat. "Iya aku mau." Ucap Sakura semangat.
"Kita makan di bangku ku saja yuk. Biarkan Naruto dan Sasuke berdua." Ucap Sasame.
Sakura langsung mengambil makanan dan minuman yang dibelikan Sasuke dan Naruto dan langsung pergi bersama Shion, Tenten dan Sasame ke bangku Sasame. Naruto dan Sasuke tersenyum menatap Sakura yang sekarang memasang wajah bahagia dan tertawa bersama teman sekelas cewek nya. "Syukurlah keinginan Sakura terwujud." Ucap Naruto.
"Hn." Ucap Sasuke.
"Sakura, maafkan kami ya selama ini kami slalu menghindar saat kamu mengajak kami pulang bareng dan istirahat bareng." Ucap Shion penuh sesal.
"Ya tidak apa-apa kok, Shion." Ucap Sakura.
"Sebenarnya kami juga ingin pulang bareng, ngobrol bareng dan istirahat bareng dengan kamu. Tapi..." ucap Tenten menggantungkan ucapan nya.
"Tapi?" ucap Sakura.
"Tapi kami slalu melihat Sakura slalu bersama Sasuke dan Naruto. Setiap Sakura mengajak kami, mereka berdua slalu menatap tajam kearah kami seolah-olah mengatakan bahwa Sakura hanya milik mereka berdua sehingga kita takut." Ucap Sasame.
"Hah?" ucap Sakura tidak percaya.
Seketika itu juga Sakura tertawa. Shion, Tenten dan Sasame menatap bingung ke arah Sakura. "Menatap tajam? aku gak tau. Nanti deh aku tanyakan kenapa mereka slalu menatap seperti itu setiap aku mengajak kalian." ucap Sakura.
Shion, Tenten dan Sasame tersenyum menatap Sakura.
.
Sekarang Sakura pulang sekolah bareng bersama Naruto dan Sasuke dengan berjalan kaki. Sekarang mereka sudah berada di jalan. "Pinky-chan kenapa tidak pulang bareng Shion, Tenten dan Sasame?" tanya Naruto.
"Mereka bilang ada les. Mereka les bareng di tempat yang sama lagi." Ucap Sakura.
Hening terjadi diantara mereka bertiga. "Oh iya aku baru ingat, Sebelum nya Shion dan lain nya tidak mau dekat dengan ku karena setiap aku mengajak mereka, kalian berdua slalu menatap tajam kearah meraka sehingga mereka takut. Apa benar itu kalian slalu menatap tajam ke arah mereka setiap aku mengajak mereka istirahat atau pulang bareng?" tanya Sakura.
Naruto dan Sasuke saling pandang dengan tatapan bingung. "Itu mungkin si teme kali yang suka natap seperti itu." tuduh Naruto kepada Sasuke.
"Aku? enak aja, itu pasti dobe yang tidak ingin Sakura bersama orang lain." Tuduh Sasuke kepada naruto.
"Apa? Aku ingin Sakura berbaur bersama orang lain juga." ucap Naruto menatap Sasuke sebal.
"Udah-udah, kalian malah debat. Jawab yang benar." Ucap Sakura sedikit emosi.
"Menatap tajam ya?" ucap Naruto sembari berpikir.
"Kearah Sakura, Shion dan kawan-kawan?" gumam Sasuke.
Naruto dan Sasuke mencari-cari jawaban dari pertanyaan Sakura dan Sasuke langsung memasang wajah seperti menemukan sesuatu. "Mungkin kita bukan menatap tajam Shion dan kawan-kawan. Kita itu menatap serius mereka apakah mereka akan menerima ajakan Sakura atau tidak." Ucap Sasuke datar.
"Nah itu benar sekali teme." ucap Naruto senang.
Sakura menatap Sasuke dan Naruto dengan tatapan tidak percaya dan tiba-tiba saja dia tertawa. "Jadi selama ini mereka takut pada kalian, hahaha lucu sekali." Ucap Sakura sembari tertawa.
Naruto dan Sasuke menatap Sakura yang sedang tertawa entah kenapa Naruto ikut tertawa bersama Sakura sedangkan Sasuke hanya tersenyum menahan tawa.
.
.
Sekarang kamu senang kan Sakura?
TBC
hay saya kembali dengan fict team 7 ini :D
maafkan saya kalau ceritanya nya makin aneh *sujud
saya kebingungan mencari cerita ini, hehe :)
kalau di berhentikan cerita ini kan sayang gitu._.
terimakasih yang sudah membaca fict saya yang gak jelas dan jelek juga butuh perbaikan ini ^^
Thanks to Reviews : Uchiha Sakura, deEsQuare
