Tittle: Bestfriend
Author: Lee Hae Eun
Genre: Romance, School life, Friendshipp
Rating: PG-15
Cast: Xi Luhan, Oh Sehun, Kim Jongin, etc.
Lee's Note: Annyeong~ ketemu lagi sama Lee disinii~ /senyum ceria, reader natap datar/ hehe, pasti seneng kan ketemu Lee lagi? seneng kan? ya kan? /reader tetep natap datar/ huwaa, Lee diacuhin T^T gak papa deh, biar Lee sendiri aja yang merasa senang bisa ketemu ama reader-nim. eh, kok Lee jadi kayak pembawa acara gitu ya? /nampar diri sendiri/ ada yang nungguin FF ini kagak? menurut penerawangan (?) Lee nih ya, FF ini udah mau mendekati ending! /jdaarr/ soalnya kan si Kkamjongie udah tau tentang HunHan, jadi tinggal penyelesaiannya aja. mungkin.. hmm.. /elus dagu/ dua chapter lagi deh. soalnya Lee juga kagak berpengalaman bikin yang panjang-panjang. fufu.
Thanks to: Sanshaini Hikari, RZSL 261220, ereng, Hayoung Oh, candra, lisnana1, rinrinchan00, kalian semua penyemangat sayaaa /kiss n hug atu-atu/
Yosh! Happy Reading yaa~
.
.
"Lebih menyakitkan jika aku mengetahuinya seperti ini."
.
.
Luhan bergerak gelisah di bangkunya.
Dari tadi Jongin sahabatnya itu diam saja. Sejak bus bergerak dari pantai tempat mereka berhenti tadi, sampai sekarang, sudah 10 menit berlalu. Rencananya sih Luhan akan bicara pada Jongin setelah sampai di hotel nanti. Tapi rasanya 10 menit yang berlalu sangat membosankan. Jongin yang diam terus tak membuka percakapan membuat suasana bangku mereka hening. Luhan bisa saja membuka percakapan, dia sudah mencobanya tadi. Tapi hanya Sehun yang akan meresponnya. Jadilah mereka larut dalam obrolan hingga dia melupakan masalah Jongin. Dan saat Luhan menyadarinya, suasana kembali hening mencekam.
Ada apa sih dengan anak itu?
Merasa tak tahan untuk tak membahas Jongin pada Sehun kekasihnya, Luhan pun merogoh dengan perlahan tas tangannya untuk mengambil handphone. Mengirim pesan pada Sehun.
Hunnie-ya.
Ting.
Sehun merogoh kantongnya dengan dahi merengut. Jarang ada yang mengiriminya pesan. Paling hanya teman-temannya saja. Tapi kan sekarang dia bersama mereka sekarang. Dan saat dia melihat nama kontak si pengirim pesan, kerutan di dahinya makin dalam.
Luhan yang meliriknya diam-diam berusaha menahan tawanya sekuat tenaga, padahal ini bukan waktu yang tepat untuk itu.
Hannie? Wae?
Luhan yang merasakan getar handphone-nya tersenyum kecil. Ah, rasanya menyenangkan juga seperti ini. Romantis.
Ehehe. Aniya~
Sehun yang juga sudah mengganti profile-nya menjadi silent pun dengan segera membuka handphone-nya. Setelah membaca pesan Luhan, dia tersenyum tipis. Kekasihnya menggemaskan sekali.
AIsh. Lalu kenapa kau mulai tadi?
Aku bosan!
Sebentar lagi kita sampai hotel, bersabarlah sayang.
Kyaa! Luhan merona hebat membaca pesan Sehun. Tapi kemudian dengan cepat dia memukul kepalanya sendiri. Ya ampunnn. Kenapa dia melupakan Jongin lagi, sih? Selalu begini tiap ada Sehun.
Eh. Hunnie-ya!
Sudah ingat apa yang tadi ingin kau katakan?
Luhan melirik Sehun dan mendapati kekasihnya juga menatapnya sambil berdecak. Oh, Luhan lupa Sehun tahu segala tentang dirinya.
YA!
Arraseo arraseo. Hannie chagi mau bilang apa eoh?
Tentang Jongin. Dia sangat diam dari tadi.
Sehun melirik Jongin yang sedang menutup mata dengan headset di kedua telinganya. Tidak tahu dia sedang tidur atau pura-pura tidur
Geure. Kau tahu dia kenapa?
Kalau aku tahu aku tak akan membahasnya denganmu, Hun-ah!
Nado mollaseo. Nanti di hotel aku akan menanyakannya.
Luhan baru saja akan mengetikkan balasan untuk Sehun, tapi handphone-nya bergetar lagi tanda ada pesan lain yang masuk. Luhan melirik bangku di depannya. Si pengirim pesan duduk di situ.
Kyungsoo.
Lulu, nanti di hotel aku mau bicara sesuatu.
Luhan mengernyit. Entah kenapa dia merasa Kyungsoo akan membicarakan sesuatu yang penting.
Sesuatu apa? Kita bertiga?
Lalu dengan cepat Luhan juga mengetikkan balasan untuk pesan Sehun tadi.
Ok. Tadi Kyungsoo baru saja mengajakku bicara di hotel nanti. Sepertinya serius.
Eo. Aku juga akan mengirimi Jongin pesan.
Luhan tak membalas pesan Sehun karena lagi-lagi Kyungsoo memgirimnya pesan. Susah juga berbalas pesan dengan dua orang.
Nanti kau akan tahu, Lulu. Seharusnya hanya kita berdua, tapi Baekkie ngotot ingin ikut. Dasar!
"Psst! Lulu!"
Luhan mendongak setelah membaca pesan Kyungsoo karena mendengar desisan dari bangku di depannya. Tampak hanya kepala Baekhyun menyembul dari bangku bus. Dia membalikan badannya dan bertumpu dengan lutut. Dan kalau Luhan tidak salah lihat, ada tangan Chanyeol yang memegang pinggang Baekhyun. Mungkin untuk menjaga kalau-kalau bus berhenti mendadak Baekhyun tak akan jatuh.
"Baekkie?" gumam Luhan.
"Ne. Na-ya! Baekkie-ga!" seru Baekhyun pelan. Jujur saja, dia terlihat seperti anak lima tahun sekarang.
"Wae irae?" tanya Luhan menahan senyumnya. Dia gemas dengan tingkah yeoja kelinci ini.
"Kyungie bilang, apa kau menyetujui aku ikut di rapat kalian nanti?"
Dan pada akhirnya Luhan tertawa juga. Rapat apanya?
"Eum. Tentu saja boleh. Tapi aku tidak tahu Kyungie mau membicarakan apa." balas Luhan jujur.
Baekhyun mengibaskan tangannya di depannya wajah. " Tak usah khawatir. Selama ada aku, Kyungie tak akan membentakmu."
Dan setelahnya terdengar suara pukulan yang Luhan yakin berasal dari Kyungsoo, diperuntukkan pada Baekhyun. Luhan tertawa lagi.
"Arraseo. Baekkie sebaiknya kembali duduk saja. Nanti jatuh loh." peringatnya.
Baekhyun tersenyum lebar menunjukkan deretan giginya yang rapi. "Tidak akan, Lulu. Yeollie memegang pinggangku."
Berarti Luhan tidak salah lihat tadi.
"Baekkie-ya! Lihat! Ada Yesung Super Junior!" seru Luhan sambil menunjuk luar jendela bus. Mendengar itu spontan Baekhyun menempelkan wajahnya di jendela dengan keributan karena Kyungsoo yang duduk di sebelah jendela.
"Eodi? Yesungie oppa eodiyaa?"
"Baek, apa sih yang kau cari?!"
"Chanyeol! Pegang Baekhyun dengan benar!"
Luhan menutup mulutnya agar kekehannya tak terdengar. Mengerjai Baekhyun memang menyenangkan. Sampai tak melihat tatapan bingung dari kekasihnya sendiri.
.
.
"Baekkie, geumanhae! Cukup protesnya oke?" gerutu Kyungsoo sambil melipat tangannya di depan dada. Masih terlihat cute walaupun jelas dia benar-benar kesal dengan tingkah sahabatnya, Baekhyun, sejak kejadian di bus yang Luhan mengerjainya, terus berceloteh nonstop. Sampai sekarang mereka sudah di kamar hotel mereka bertiga. Dan Kyungsoo bertambah kesal karena Luhan juga tidak terpengaruh ocehan Baekhyun. Luhan justru tertawa dan makin menggoda yeoja kelinci itu. Ugh! Sudah tahu mood-nya sedang jelek, tapi sepertinya duo BaekLu sangat bersemangat adu mulut hingga melupakan yeoja manis sepertinya.
Luhan tertawa di dalam hatinya. Dia tahu Kyungsoo tengah kalut. Tapi dia mencoba membuat suasana menjadi ceria. Rasanya suasana galau-galauan tak cocok di study tour mereka. Sekarang waktunya bersenang-senang kan?
Poor Luhan, kita lihat saja bagaimana reaksi Luhan saat Kyungsoo menceritakannya.
Baekhyun memasang raut wajah kesal juga. Dia ikut duduk di samping Kyungsoo.
"Abisnya Lulu sih! Bikin kesel!" Oceh Baekhyun lagi. Tapi begitu melihat deathglare mata owl Kyungsoo ia meringis pelan. "Arrata, Kyungie chagi. Aku akan diam." Lanjutnya seraya membuat gerakan menutup mulut.
Kyungsoo menghela nafasnya. Lalu tersenyum tipis pada Baekhyun. Mereka tidak pernah berhasil marahan dalam waktu lama. Kyungsoo mengalihkan perhatiannya pada Luhan yang masih berdiri di ambang pintu memperhatikan mereka sejak tadi.
"Lulu, masuklah. Kenapa diam di sana eoh?" ajak Kyungsoo dengan nada lembut. Luhan tersenyum lebar. Yeoja itu mengangguk semangat dan duduk di samping Kyungsoo. Dalam hati Luhan berseru riang. Kyungsoo tidak marah padanyaa!
"Nee? Kyungie mau bicara apa padaku?" tanya Luhan penasaran. Suasana hatinya masih gembira.
Kyungsoo terlihat ragu. Dia mengapit kedua lengan sahabatnya dan terakhir mereka duduk melingkar dengan kaki bersila di tengah kasur queen size itu. "Ini sesuatu yang.. Emm.. Sensitif mungkin?"
Baekhyun mengerutkan keningnya. Sesuatu yang sensitif? Setahunya, selama mengenal Kyungsoo empat tahun ini, Kyungsoo tak pernah menyukai hal-hal sensitif. Dan kemudian feeling-nya yang kuat mengerti gelagat sahabatnya itu. Ini pasti tentang Luhan.
"Kyungie, Kau yakin mau membicarakan ini sekarang? Kita sedang study tour lho." peringat Baekhyun. Sungguh! Mereka akan pulang besok sore! Mana bisa dia tahan dengan suasana serius selama itu?!
Kyungsoo mengangguk. Lalu menatap Luhan sendu. "Aku tidak mungkin bisa melihat Jongin seperti itu lebih lama lagi, Baekkie."
Jongin? Luhan langsung menegakan tubuhnya. "Kyungie tahu kenapa Jongin seperti itu?" cercanya langsung.
"Sabar, Lulu." Kyungsoo menahannya. "Ada yang harus Baekhyun tahu dulu." Kyungsoo mengalihkan pandangannya pada Baekhyun. "Kau belum tahu, Baekk=
ie. Bahwa Luhan dan Sehun berpacaran."
Baekhyun menaikkan satu alisnya bingung. "Eh? Aku sudah tahu kok."
Kyungsoo dan Luhan langsung melongo tak percaya. Kyungsoo yang syok kenapa Baekhyun tahu lebih dulu. Dan parahnya, tak memberitahu dirinya yang notabene adalah sahabatnya sendiri! Sedangkan Luhan syok berat mendengar dua sahabatnya mengetahui fakta yang sudah lama dijaganya rapat-rapat. Bagaimana mungkin mereka tahu?
"Baekkie-ya, Kyungie-ya, kalian tahu? Ten-tentang a-aku.. dan Se-sehun?" tanyanya gemetar.
Baekhyun dan Kyungsoo -yang entah kenapa bisa- mengenggam tangan Luhan bersamaan. "LULU!" Bentak mereka, bersamaan lagi.
Luhan yang tadi menunduk, perlahan mendongak. Dengan mata yang sudah berair. "Huwaa.. Mianhae, Kyungie, Baekkie. Jeongmal mianhae. Hiks hiks.. Aku benar-benar tak berguna! Hiks!" Luhan mulai memukul kepalanya sendiri, yang dengan segera ditahan KyungBaek. "Hiks! Aku malah tak jujur pada kalian! Padahal.. Hiks hiks.. Padahal kalian sudah mau berteman padaku, hiks! Aku benar-benar tak berguna! Huwaa.."
Baekhyun dan Kyungsoo yang sudah tak tahan melihat Luhan menangis, menarik Luhan ke dalam pelukan mereka. Sebuah pelukan sahabat yang hangat.
"Ssh! Lulu tenanglah. Kami tak apa kok, Lulu tak jujur pada kami." Bujuk Kyungsoo.
Baekhyun mengangguk menambahkan. "Eoh! Lagipula kami tahu kok tanpa Lulu memberitahu!"
Luhan melepas pelukan itu perlahan. Dia menatap Kyungsoo dan bertanya walaupun masih sedikit terisak. "Tapi Kyungie baru tahu kan?"
Kyungsoo tersentak. "I-iya sih.. Baru kemarin aku lihat Lulu dan Sehun sedang.. Uhh.. Kisseu." Kyungsoo merona hanya dengan mengatakan kalimat tadi. Karena bayangan kemarin kembali mengotori pikirannya yang polos.
Luhan dan Baekhyun juga merona. Siapa sih yang tidak malu saat mendengar kata kisseu? Hanya namja dengan tingkat yadong akut yang begitu. Apalagi Luhan, sang pelaku. Saking malunya dia, telinganya juga ikut memerah.
"Ja-jadi Kyungie lihat yang kemarin ya?"
Kyaa! Tidak terbayang betapa malunya Luhan saat ini. Apalagi—
"Ne. Lulu duluan yang.. Ehm." sahut Kyungsoo tak berdosa.
Baekhyun melebarkan matanya kaget."Omo! Jinjja? Lulu yang kisseu Sehun? Omo! Omo!" lebay Baekhyun. Bahkan dia mengipas-ngipas wajahnya yang terasa panas. Otaknya otomatis membayangkan Luhan yang mencium Sehun duluan. Dasar Baekhyun!
Kyungsoo tadinya mau menyahuti perkataan Baekhyun, tapi kemudian dia teringat Jongin. Oh, dia melupakan namja itu dan malah merona membayangkan kisseu HunHan. Kemana pembicaraan serius mereka tadi?
"Ah ah!"
Baekhyun dan Luhan menatap Kyungsoo bingung mendengar seruan aneh yeoja itu.
"Ada apa, Kyungie?"
Kyungsoo kembali memasang wajah serius. Suasana juga mulai kembali mencekam.
"Ini tentang Jongin, Lulu."
Luhan tanpa sadar menahan nafas menunggu kelanjutan kalimat Kyungsoo.
"Jongin juga mengetahuinya. Kau. Dan Sehun."
.
.
"Ya! Kkamjong-ah! Kau tak akan bicara?"
Sehun menatap kesal Jongin yang masih tahan berdiam diri, padahal mereka sudah berdiri di taman ini hampir 15 menit.
"Kkamjong-ah, neon waeirae?" tanya Sehun dengan nada putus asa. Asal tahu saja, Sehun memang terkenal dingin dengan orang lain. Orang LAIN yang tidak dikenalnya. Tapi tentu saja pada sahabat yang sudah dari kecil menemaninya, mana bisa dia bersikap dingin? Walaupun dia mengaku, di pagi hari mood-nya selalu buruk. Mengakibatkan seringnya dia mengabaikan sahabatnya ini di pagi hari.
"Sebenarnya kau yang kenapa, Oh Sehun!"
Lamunan Sehun terputus saat mendengar Jongin membentaknya.
"Naega? Naega wae?" tanyanya tak mengerti.
Jongin mendecih. Dan Sehun menyadari bahwa ini pertama kalinya Jongin bersikap seperti ini. Seperti orang lain yang tak dikenalnya.
"Neo!" bentak Jongin lagi. "Kenapa kau menyembunyikannya hah?! Kenapa kau=
tak cerita saja kalau kau pacaran dengan Luhan, pabbo!"
Sehun terdiam. Waktu seakan berhenti saat itu juga. Sehun seperti membeku saat ini.
Jongin berjalan mendekati Sehun yang mematung. Dan memukul bahu namja itu setelahnya. "Kau dan dia, Oh Sehun dan Xi Luhan, kalian sahabatku! Dua orang pertama yang kukenal di taman kanak-kanak! Selama ini kita berlakon seperti sahabat tapi nyatanya?! Kalian berhubungan di belakangku! Dan aku tidak mengetahuinya!"
Sehun masih diam. Tak tahu mau mengatakan apa. Ia juga ingin memberikan Jongin kesempatan mencurahkan semua yang ia pendam. Tapi kemudian dia memberanikan diri balas menatap Jongin saat namja itu berkata dengan nada terluka.
"Kenapa kau melakukan ini, Hun-ah?"
.
To Be Continue
Oh ya, Lee udah ganti pen name jadi DeerHun, tapi tetep panggil "Lee" aja. jangan author, jangan Deer, apalagi Hun /pout sok imut/ oke?
Ehm, Lee juga punya FF baru, judulnya Four Flower Petals, buat yang mau baca, kunjungin akun Lee yah! /tetep aja promosi/
Annyeong!
Dont forget to review, reader-nim~
