"Jadi sesuai keputusan Bangtan akan bubar"

Semua member Bangtan beserta Bang Sihyuk dan Manager mereka tengah berada di ruang meeting untuk mendiskusikan tentang hal ini

"Mwo? Jadi kita benar benar akan bubar?" Terlihat raut kecewa di wajah Jungkook

"PD-nim maafkan semua kesalahan kita ne?" Kali ini Jimin yang membuka suara ia sadar semua ini salahnya

"Tak apa Jim,ini semua murni kecelakaan" Dan semakin besarlah perasaan bersalah Jimin

"Jika sudah seperti ini ya sudah terima saja" Hoseok mengatakan dengan wajah tersenyum nya

Ruangan meeting benar benar diselimuti kesedihan 4 tahun mereka berjuang dan 7 tahun bersama kecuali Jimin karena Jimin memang hanya traine 1 tahun dan yang lain 3 tahun

Rasanya berat untuk mereka kecuali satu orang

"Sekarang langit benar benar kehilangan Bulan dan Bintang nya" - Uknown

Namjoon,Jin,Dan Yoongi hanya diam menatap keempat dongsaeng mereka yang tengah bersedih "Semoga ini keputusan terbaik" Ucap Namjoon lalu dibalas anggukan oleh Yoongi dan Seokjin

"Ehm" Yoongi berdeham semua mata menatap pada nya "Aku ingin memberi tahu pada kalian sesuatu yang telah kupendam lama" Ujar nya

Yoongi memberi kode pada Namjoon,dan segera Namjoon keluar dan masuk dengan seseorang

"Sepertinya salah satu dari kalian mengenal nya" Yoongi mengeluarkan senyum smirk nya dan benar saja salah satu dari mereka sudah sangat shock dan berkeringat dingin

"Jadi ada yang mengenal nya?" Semua saling berpandangan kecuali Hoseok "Oh jadi tidak ada yang mau mengaku,Kita tanyakan saja langsung pada orang nya ne?" Yoongi tersenyum bukan dengan senyum manis nya tetapi dengan senyum licik nya

"Seonho,Siapa orang yang kau kenal disini?" Lalu seonho menunjuk ke arah Hoseok "Ouch! Bagaimana bisa kau berkenalan dengan nya?" Lalu seonho menceritakan semua nya dari awal pertemua nya dengan Hoseok adalah di toilet . Hoseok datang dan bertanya pada Seonho apakah ia ingin mengetahui suatu rahasia lalu Seonho mengangguk dan Hoseok menyuruh Seonho pergi ke suatu ruangan dan merekam segala yang terjadi di ruangan itu

"Dan ruangan itu adalah tempat dimana aku melakukan sex?" Terkutuklah Yoongi dengan segala perkataan nya yang tak tahu malu "Ne" Seonho mengangguk sedangkan Hoseok hanya meremas remas baju nya

"Sialan" satu kata yang berhasil keluar dari mulut Hoseok "Mengapa kau melakukan itu Jung?" Jin bertanya setengah tak percaya

"Hyung kau sudah tidak sayang pada kami?" Jimin kini sudah berlinang air mata benar benar sakit rasanya ketika mengetahui bahwa orang yang ia sayangi ternyata berkhianat

"Tch! Aku hanya tak suka pada si pucat itu" Ucap Hoseok setengah mencibir

"Aku juga tak terlalu menyukai Yoongi,tetapi aku tidak segila dirimu Jung,Kau lebih mengutamakan rasa tidak sukamu daripada karir kita sebagai Bangtan... Aigoo kau benar benar egois " Jin menatap Hoseok tajam tak menyangka dongsaeng nya akan melakukan hal ini

Hoseok tersenyum sinis "Egois? Lebih egois siapa yang lebih mementingkan kenikmatan sex daripada Bangtan?" Yoongi ingin protes tetapi sudah dipotong oleh Jimin "Yoongi hyung tak bersalah hyung"

"Jangan membela nya Jim! Semua itu salah nya!" Jimin menggeleng sekarang air mata nya sudah sepenuhnya keluar "Ani!!! Aku yang salah hyung,aku yang memasukan obat perangsang itu" Semua terlihat terkejut mendengar perkataan Jimin kecuali Yoongi sendiri

Semua berawal dari perasaan Jimin yang tak pernah dibalas oleh Yoongi. Jimin benar benar menyukai hyung nya itu tetapi Yoongi benar benar cuek padanya sampai akhirnya Jimin memiliki sebuah ide konyol,Saat Jin sedang menyiapkan makan malam Jimin meminta Jin untuk mencarikan sepatu nya tepat saat itu juga Jimin memasukan obat perangsang pada makanan Yoongi

"Lalu pada bubur mu?" Tanya Jungkook dan dibalas gelengan oleh Jimin " Aku tak tahu"

"Itu aku" Yoongi membuka suara nya

"Bisa kau jelaskan Min?" Tanya Jin kesal mengapa semua masalah jadi serumit ini "Ya,Taehyung telah membeli bubur itu sebelum aku menghampiri Jimin dan kulihat ia meninggalkan bubur itu sebentar dan pergi ke toilet saat itu juga aku memasukan obat perangsan nya" Jelas Yoongi , Jungkook mengerling tak suka "Bukan itu hyung,Jelaskan mengapa kau memasukan obat perangsang itu!" Yoongi menggaruk tenguk nya yang tak gatal

"Hanya untuk balas dendam" Kemudian tersenyum "Setelah mengetahui bahwa Jimin yang memasukkan obat itu aku jadi berniat untuk balas dendam" Wajah Jimin benar benar merah padam ia tak menyangka Yoongi sudah tau

"B..ba..bagaimana kau bisa tau bahwa aku yang memasukkan obat itu h..hyung?"

"Kau menginggau saat itu chagiyaa" Jimin benar benar ingin menenggelamkan dirinya pada segitiga bermuda dan takkan pernah kembali lagi

'Bodoh! Bagaimana bisa aku menginggau seperti itu!' - Jimin

"Aigoo aku tak mengerti lagi dengan kalian berdua huh" Ucap Hoseok frustasi ketika melihat Yoongi mendekati Jimin dan memeluknya lalu Jimin menenggelamkan kepalanya pada dada bidang Yoongi

Jin yang semula diam kemudian mengeluarkan suara nya "Kupikir Taehyung dan Jungkook bekerja sama untuk memasukkan obat perangsang itu" Jungkook menatap Jin tak suka

"Wae? Kenapa aku?"

"Karena kau mempunyai gelagat aneh saat aku menceritakan semuanya,Lalu setelah kau datang Taehyung menghilang dan akhirnya aku memasak sendirian huh" Dan lagi lagi Jungkook salah tingkah

Taehyung yang melihat itu segera membuka suara "Jangan memojokkan kekasih ku seperti itu hyung" Ucapan Taehyung sukses membuat semua orang mengeluarkan bola mata dari tempat nya

"K..kekasih?" Tanya Namjoon,Taehyung mengangguk "Ne,kami menjalin hubungan diam diam lalu saat aku sedang memasak dan Jungkook berbohong pada Jin sebenarnya Jungkook berkata bahwa ia ingin bermanja manja denganku" Perkataan Taehyung sukses membuat Jungkook menutup wajah nya malu

Reflek Namjoon tertawa dengan keras "Ternyata bukan hanya kita Hyung" Lalu menatap Jin

Jin hanya menggaruk garuk leher nya yang tak gatal

Bang sihyuk tersenyum senang karena semua masalah telah selesai "Ehm" Semua menoleh ke arah Bang Sihyuk "Karena semua masalah sudah diselesaikan,aku akan mengumumkan yang sebenarnya"

"Kalian tak akan kehilangan pekerjaan kalian hanya saja Yoongi dan Jimin mengundurkan diri sedangkan Hoseok pilihan ada di tangan mu" Jelas Bang Shiyuk "Dan satu lagi... Grup kalian akan diubah namanya menjadi 'Beyond The Scene' Ini adalah grup baru kalian anggap saja kalian akan debut kembali dan 'Bangtan Boys' akan benar benar hilang bersama kenangan" Ujar nya lagi

"Jadi apa maksud semua ini?" Jin masih dibuat bingung dengan keadaan yang berbalik balik seperti ini

Namjoon menceritakan semua pada Jin,Sehari sebelumnya Yoongi mendatangi Namjoon awalny Namjoon juga mengira bahwa Bangtan akan bubar tetapi Yoongi menceritakan semua yang ia ketahui dan meminta Namjoon berbicara lagi pada Bang Sihyuk dan begitulah Bang Sihyuk yang mengusulkan ide ini

"Jadi kita tidak benar benar bubar?" Tanya Jungkook dengan wajah berbinar binar,Bang Sihyuk mengangguk

Jungkook dan Taehyung saling bertatap tatapan "Kita tidak jadi bubar YAYYYY" Kemudian mereka berdua berpelukan layaknya anak kecil yang tengah diberi mainan baru

"Lalu Hoseok? Bagaimana dengan mu?" Hoseok menggeleng "Tidak,aku akan mengundurkan diri juga" Hoseok menarik nafas dalam dalam "Karena tujuanku sebenarnya adalah menghancurkan Bangtan dan ARMY" Kali ini Hoseok tersenyum

"Karena aku ingin memusnahkan Kasih dan Kepercayaan agar Cinta tak pernah ada di dalam sini" Lalu Hoseok menunjuk tepat pada sebelah kiri dadanya

Katakan Hoseok aneh tetapi ia benar benar benci dengan yang namanya cinta karena menurutnya cinta selalu membuat manusia sengsara

Bahkan cinta adalah neraka yang sesungguhnya

9 maret 2020

"[1]Saengil Chukkae Chagiyaaa" Seorang Namja membawa sebuah kue bertuliskan 'Happy Birthday My Beloved Husband'

Benar benar terkesan berlebihan tetapi itulah Jimin selalu berlebihan Jika itu menyangkut Yoongi

"Kau sengaja eoh? Kau tau aku tidak suka coklat" Ujar Yoongi ketika melihat istri nya (ralat suami nya) tengah membawa kue coklat

"Kau tidak suka coklat Hyungie? Padahal coklat itu manis sama sepertiku ... Jika kau tak suka coklat maka kau tak menyukaiku donk" Jimin memasang raut wajah ingin menangis

Yoongi mendecih pelan "Yayaya,aku suka coklat puas kau?" Sedetik kemudian Jimin tersenyum "Neeee" Lalu meletakan kue diatas meja dan memeluk Yoongi yang tengah membaca koran

"Tiup lilin nya Hyungie" Yoongi menurut dan meniup lilin nya

Jimin duduk dipangkuan Yoongi "Hyung,Hoseok Hyung apa kabar ya"

Yoongi mendesah kesal "Untuk apa memikirkan dia"

"Entahlah ketika melihat bintang bintang itu aku teringat perkataan Hoseok hyung"

Ya mereka tengah berada di teras rumah itu sebab ny Jimin dapat nelihat Bintang Bintang yang sedang menyinari langit malam

"Kita harus bersyukur dengan adanya Bintang dan Bulan,Langit takkan gelap"

"Begitu pula dengan kita dengan ada nya Kasih dan Kepercayaan,Maka hati takkan kosong" Yoongi mengusak surai rambut Jimin "Karena cinta adalah cahaya yang menerangi hati Ne?" Yoongi mengangguk

Mereka menatap Langit yang bersinar terang malam ini suasana begitu hening sampai akhirnya terdengar suara bayi dua tahun menangis

"Sepertinya malaikat kecil kita merindukan mu" Jimin mempoutkan bibirnya kesal "Enak saja! Kau harus membantuku mengurus Yoonji! Kajja" Jimin menarik paksa Yoongi dan menemui anak mereka

Yoongi hanya tersenyum dan bersyukur pada Tuhan betapa bahagianya ia sekarang memang dulu ia sempat menolak keberadaan Jimin tetapi kian lama dan seiring berjalan nya waktu perasaan itu muncul pada dirinya

Ia benar benar merasa telah menjadi namja paling beruntung karena dapat bersama dengan orang yang ia cintai dan dikaruniai seorang malaikat kecil

_

[1] Sangiel Chukkae Chagiya = Selamat Ulang Tahun sayang

_

Kamsahamnida untuk yang sudah review dan menyempatkan waktu untuk membaca FF ini