~ Silence ~
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
~Percayalah Typo Merupakan Karya Terindah~
#Chapter Sebelumnya
"Aku tidak mengerti dengan Chanyeol nomor telepon nya susah sekali untuk aku ingat! Kenapa dia tidak mengganti nomor telepon nya?"
Nyonya Park tersenyum menanggapi ucapan Luhan
"Nomor itu adalah nomor rumah lama kami, setelah kami pindah kami mengganti nomor rumah kami tapi Chanyeol meminta nomor itu untuk nomor ponsel nya, dia bilang itu karena teman kecilnya hilang kontak dengan nya, jadi ia menunggu teman kecil nya itu menelpon"
Ya sampai sekarang Chanyeol masih memakai nomor rumah lama nya yang ia berikan kepada seorang gadis, teman kecilnya yang sebenarnya sampai sekarang masih ia tunggu, karena ia berharap untuk bisa bertemu kembali dengan teman kecilnya, yang sebenarnya mungkin secara ia tidak sadari kalau ia mencintai teman kecilnya itu, memang walaupun ia memiliki Luhan namun hatinya selalu teringat pada teman kecilnya yang sangat ia rindukan.
#Chapter Sebelumnya End
BGM Calum Scott - If Our Love Is Wrong
"Chanyeol antar Luhan sampai masuk ke taxi," Nyonya Park mengantarkan Luhan sampai kedepan pintu rumahnya dan menyuruh Chanyeol untuk memastikan Luhan masuk ke taxi.
Sepeninggal Luhan dan Chanyeol nyonya Park memperhatikan Luhan yang semakin hari semakin cantik dan ia senang melihat Chanyeol dan Luhan terlihat bersama, ia ingin Chanyeol segera menikahkan Luhan dan Chanyeol agar mereka bisa tinggal bersama dirumah keluarga Park dan nyonya Park tidak akan lagi merasa kesepian karena anak dan suaminya yang sibuk bekerja.
"Luhan memang menantu idamanku." gumam nyonya Park.
Pagi harinya Baekhyun terlihat tengah berusaha masuk kedalam perusahaan Park Corp dengan menyamar memakai topi dan juga masker, tapi karena penampilan yang terlalu mencolok membuat security yang sudah mengenali Baekhyun adalah si pembuat onar yang sebelumnya berusaha menemui Chanyeol tidak memperbolehkan ia masuk.
Baekhyun yang aksinya kepergok segera menuliskan sesuatu dikertas yang selalu ia bawa memberitahukan pada security tentang niatnya yang mengendap-ngendap masuk kedalam Park Corp.
"Aku hanya mau mengambil ponsel milikku." Tulis Baekhyun dalam kertas itu.
"Maaf nona kau harus keluar dan menyerahlah karena kami diperintahkan untuk tidak membiarkan anda masuk kedalam perusahaan, sekarang pergilah." Security itu mendorong tubuh Baekhyun keluar perusahaan dan Baekhyun hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar lalu berbalik pergi.
Tapi bukan untuk pulang melainkan ia pergi ke tempat parkir mobil yang berada dibasement bawah perusahaan Park Corp, lebih tepatnya ia kesana untuk mencari mobil Chanyeol.
Sementara itu didalam perusahaan Chanyeol tengah dimarahi oleh ayahnya, tuan Park. Karena telah memecat 17 karyawan perushaan tanpa sepengetahuan tuan Park termasuk paman Zhang yang tanpa sebab dipecat oleh Chanyeol.
"Tidak masalah jika kau ingin menunjukan kekuatanmu sebagai CEO baru, tapi kau seharusnya meminta persetujuanku, bahkan pamanmu sendiri kau pecat. Kau harus bertanggung jawab atas tindakanmu ini." Ucap tuan Park murka
"Jika yang presdir maksud adalah pamanku yang mencuri uang perusahaan aku merasa bangga telah memecatnya dan itu sudah tanggung jawabku sebagai seorang CEO ."
"Jaga bicaramu Chanyeol. Jangan menuduh tanpa bukti."
"Aku jelas memiliki bukti, presdir tenang saja karena aku akan bertanggung jawab atas semua yang aku lakukan." Chanyeol yang semula duduk mendengarkan ayahnya yang tengah murka akhirnya memilih untuk pergi setelah berdebat dengan ayahnya.
Di perusahaan ia memang memanggil ayahnya dengan presdir sesuai jabatan mereka untuk menghormati ayahnya yang merupakan presdir dan ia hanya seorang CEO.
Ia harus bertemu dengan klien siang ini namun baru saja ia meminta sekretarisnya memanggil supir dan mobilnya untuk menunggu didepan perusahaan, tapi sekretarisnya mengatakan jika ada pencuri yang hendak mencuri mobil miliknya, dan sipencuri sudah berada di kantor polisi untuk diperiksa.
Chanyeol yang tidak biasanya ikut campur masalah sepele yang bahkan bisa diurus anak buahnya tiba-tiba saja ingin mengecek langsung dipencuri yang berniat mencuri mobilnya.
Sementara itu Baekhyun tengah di introgasi oleh polisi karena ia dituduh sebagai pencuri yang berniat mencuri mobil milik Chanyeol. Supir pribadi Chanyeol yang membawa Baekhyun ke kantor polisi setelah melihat Baekhyun.
Baekhyun bukan mau mencuri ia sedang mengecek ponselnya yang berada didalam mobil Chanyeol. Namun supir pribadi Chanyeol menuduhnya tengah berniat mencuri mobil Chanyeol karena sikapnya yang seperti seorang pencuri.
Baekhyun menulis dalam buku kecilnya dan menunjukannya kepada polisi jika ia membantah tuduhan yang dilayangkan supir pribadi Chanyeol padanya.
"Aku tidak mencuri mobil" Bantah Baekhyun yang tertulis dalam buku kecilnya.
"Tapi aku jelas melihatnya bahwa kau..." supir pribadi Chanyeol menggebrak meja dan kembali menuduh Baekhyun namun polisi menyuruhnya diam karena ia tengah meminta keterangan dari Baekhyun.
"Kalau kau tidak mencuri kenapa kamu ada disana?," tanya seorang polisi pada Baekhyun
"Sudah lah pak jangan memberi simpati hanya karena dia bisu, banyak sekali organisasi penjahat yang memakai kedok seperti ini untuk menghindari kecurigaan." Supir pribadi Chanyeol kembali menuduh Baekhyun.
Baekhyun yang kesal mendengar dirinya dihina tidak terima begitu saja, ia menggebrak meja dan berbicara dengan bahasa isyaratnya namun petugas polisi dan supir pribadi Chanyeol yang tidak mengerti hanya kebingungan. Tapi melihat dari raut wajah kesal Baekhyun petugas kepolisian itu sadar jika Baekhyun merasa jengkel karena ucapan supir pribadi Chanyeol.
"Kalian terlalu berlebihan," wajah Baekhyun sudah memerah menahan emosi
"Tenanglah nona jangan seperti itu," petugas kepolisian berusaha merelai Baekhyun dan menyuruhnya untuk kembali duduk.
"Aku benar-benar tidak mencuri mobil itu," ucap Baekhyun lagi dalam bahasa isyarat tangannya.
"Apa yang dia bicarakan sekarang?," petugas kepolisian itu kembali dibuat bingung, namun untungnya Lay yang sebelumnya sudah ditelepon pihak kepolisian itu perihal Baekhyun yang ditangkap karena berusaha mencuri mobil dan menjelaskan apa yang dikatakan oleh Baekhyun.
"Dia bilang tidak mencuri mobil itu, dia bilang ponsel miliknya ada didalam mobil itu," ucap Lay menjelaskan "Ponsel miliknya ada didalam mobil itu jadi dia tidak bermaksud mencuri."
"Jangan bercanda, bagaimana bisa ponsel miliknya ada didalam mobil bos-ku." Bentak supir pribadi Chanyeol.
Dan orang yang tanpa diduga-duga mereka datang menyela perdebatan yang tengah terjadi itu. Chanyeol datang dengan pesonanya yang tidak berubah sama sekali, terlihat kerena dimanapun ia berada dengan raut wajah dingin dan penuh wibawa.
"Itu karena dia belum puas," ucap Chanyeol memotong perdebatan itu dan berdiri disamping supir pribadinya.
"Apa maksud anda?," tanya petugas kepolisian "Siapa anda?."
"Saya pemilik mobil itu dan aku juga..." Chanyeol berjalan ke arah Baekhyun, menarik Lay untuk menjauh dari tubuh Baekhyun dan mengganti dirinya yang berdiri disamping Baekhyun dengan tangannya yang merangkuh pinggang Baekhyun begitu mesra "Mantan kekasihnya."
Baekhyun merasa rahangnya terasa jatuh, ia membulatkan kedua matanya dengan wajah terkejutnya yang justru terlihat lucu, ah jangan lupakan rasa kesalnya mendengar ucapan Chanyeol.
"Mantan pacar?," petugas kepolisian itu juga ikut terkejut.
"Aku minta maaf karena membawa masalah percintaan kami sampai kepihak kepolisian seperti ini,"
"Masalah cinta?," petugas kepolisian mengeryitkan alisnya semakin bingung.
Lay yang mendengarnya juga bingung dan menahan kesal namun ia tetap mendengarkan maksud dari tujuan Chanyeol berkata seperti itu, sepertinya Chanyeol hanya ingin mengeluarkan mereka dari masalah ini tanpa harus berbelit-belit dan panjang sampai berurusan dengan pihak kepolisian.
"Itu karena aku ingin putus dengannya tapi dia tidak mau jadi dia merencanakan itu semua untuk kembali padaku," Chanyeol berucap dengan santainya melupakan raut wajah tidak suka Baekhyun yang mendengarnya.
"Kemarin dia sengaja meninggalkan ponselnya agar bisa bertemu denganku."
Lay mencerna segala perkataan Chanyeol dengan baik-baik dan ia benar-benar mengerti sekarang maksud dari Chanyeol berkata seperti itu.
Chanyeol sebenarnya merasa bersalah karena ulahnya sendiri sampai-sampai wanita bisu yang saat ini tengah ia rangkul pinggangnya itu harus dituduh mencuri oleh supir pribadinya. Baekhyun yang sedari tadi diam karena rengkuhan tangan Chanyeol yang cukup erat dipinggangnya kembali memberontak, membantah ucapan Chanyeol yang menurutnya sangat tidak masuk akal itu.
"Dia bohong! Tidak seperti itu," Baekhyun menggeleng-geleng dan menyilangkan kedua tangannya sebagai isyarat bahwa Chanyeol telah berbohong tapi percuma saja karena polisi itu tidak akan mengerti jika tidak ada yang menjelaskannya maksud isyarat tangan Baekhyun.
Chanyeol yang geram karena Baekhyun tidak mengerti maksud dari niat liciknya itu membalik tubuh Baekhyun agar menghadapnya dan kembali berakting didepan petugas kepolisian.
"Apa kamu senang kita ada disituasi seperti ini? Dipenjara hanya karena putus cinta? Ayolah sayang kita bisa menyelesaikan ini dengan baik-baik diapartemenku." Chanyeol menatap Lay agar membantunya.
Baekhyun juga menatap Lay dan memerintahkan Lay untuk menjelaskan pada polisi bahwa Chanyeol telah berbohong.
"Bilang kepada polisi itu bahwa aku bukan kekasihnya!."
Lay menelan ludahnya, ia pun bingung harus berkata jujur atau ikut berbohong seperti Chanyeol agar mereka bisa keluar dari kantor polisi
"Jadi ini sebenarnya ada apa? Ini pencurian atau masalah cinta?."
Lay kembali dibuat bingung, Baekhyun semakin mendesaknya untuk mengatakan yang sebenarnya namun tatapan Chanyeol yang tajam membuat ia juga ingin mengikuti alur cerita yang dibuat CEO muda itu.
"Ini mungkin masalah cinta." Ucap Lay pada akhirnya.
Baekhyun yang mendengarnya menatap tajam ke arah Lay yang sekarang berusaha berpaling menatap ke arah lain agar tidak melihat tatapan membunuh yang diberikan oleh Baekhyun, sementara Chanyeol melebarkan senyumnya melihat wajah Baekhyun yang sudah seperti ingin meledak membuat ia semakin tersenyum lebar.
Begitu masalah selesai mereka pun bisa keluar dari kantor polisi dengan masalah yang tidak sampai harus diselesaikan di kantor polisi.
Wajah Baekhyun tampak cemberut, Lay merasa bersalah karena tidak membela Baekhyun dan Chanyeol hanya tersenyum menyeringai.
"Kalian berdua terlihat serasi jangan bertengkar lagi, semoga kalian beruntung dan bersatu sampai ikatan pernikahan." Ucap petugas kepolisian.
Chanyeol tersenyum, tangannya menarik, mengelus dan menyenderkan kepala Baekhyun kebahunya seolah terlihat mesra didepan polisi itu. Lay yang melihatnya ingin sekali mencakar wajah Chanyeol dan mengulitinya. Baekhyun sendiri memaksakan senyumnya.
Setelah polisi itu masuk kedalam lagi, Baekhyun segera menepis tangan Chanyeol yang merangkulnya membuat jam tangan yang dikenakan Chanyeol jatuh dan kacanya sampai pecah. Chanyeol yang melihatnya membulatkan kedua matanya, ia kemudian mengambil jam miliknya itu dan menatap Baekhyun dengan tatapan marahnya.
"Aku sudah berbuat baik dan menolongmu tapi lihat apa yang kau lakukan padaku?," Chanyeol memandangi Baekhyun dan menghela nafasnya "Sudahlah, semoga kalian beruntung." Chanyeol berlalu dari hadapan mereka untuk menaiki mobilnya yang sudah menunggu.
Baekhyun pun melontarkan kekesalannya pada Lay setelah sebelumnya ia tahan-tahan karena terjebak dalam permainan Chanyeol.
"Apa yang oppa lakukan tadi hah?,"
"Aku tahu tunggu disini." Lay menyusul Chanyeol yang sudah naik kedalam mobilnya "Hei buka kacanya." Chanyeol pun membuka sebagian kaca mobilnya.
"Kuberitahu ya, Baekhyun bukan mantan kekasihmu tapi dia adalah istri masa depanku, kau paham." Setelahnya Chanyeol melajukan mobilnya menjauh dan Lay yang mengatakan kepada Baekhyun jika ia telah memberi Chanyeol pelajaran.
Baekhyun yang masih kesal memutar bola matanya malas dan berjalan kearah yang sama mobil Chanyeol melaju, dan ia tertegun ketika mobil Chanyeol kembali berjalan mundur dan berhenti tepat disampingnya. Chanyeol mengeluarkan ponsel miliknya dan seolah terlihat jika Chanyeol akan menjatuhkannya, Baekhyun pun mengambil ponsel miliknya namun karena Chanyeol yang kembali melajukan mobilnya membuat Baekhyun hampir terpeleset dan ponsel miliknya itu melayang kebelakang yang untungnya ditangkap oleh Lay.
Lay memarahi Baekhyun karena tidak berhati-hati hampir mencekalai dirinya sendiri dan juga ponsel yang ia berikan untuk Baekhyun. Baekhyun segera berlalu pergi setelah mengambil ponselnya dan meninggalkan Lay, mengabaikan Lay yang memanggilnya untuk pulang bersama karena ia membawa mobil jualan mereka.
Didalam mobil Chanyeol sempat tersenyum samar mengingat wajah Baekhyun yang kesal namun terlihat lucu dan juga tentang ide gilanya untuk membantu wanita bisu itu keluar dari kantor polisi.
"Maafkan saya tuan muda, saya tidak tahu jika wanita itu kekasih anda," ucap supir pribadinya.
"Tidak apa-apa," Jawab Chanyeol.
"Tuan muda sungguh baik hati, seseorang seperti anda pergi berkencan dengan wanita bisu."
Chanyeol yang mendengarnya tidak suka, ia menatap tajam supir pribadinya lalu berbicara lagi yang mampu membuat supir pribadinya langsung terdiam dan tidak berani lagi membuka suaranya.
"Apa kau tahu, aku benci supir yang tidak berkonsentrasi dengan jalan."
Sebenarnya bukan hanya karena supir pribadinya yang mengajaknya mengobrol hanya saja Chanyeol tidak suka ketika ia mendengar supir pribadinya itu meremehkan wanita seperti Baekhyun karena ia bisu. Walau ia galak pada karyawannya tapi jika ada orang yang menghina secara terang-terangan didepannya ia tidak suka.
Terlebih lagi supir pribadinya menghina seorang gadis bisu. Itu mengingatkan Chanyeol pada teman kecilnya, aliennya yang ia rindukan dan belum ia temukan sampai sekarang.
Mereka kembali ke Park Corp karena Chanyeol harus menyelesaikan pekerjaannya. Sampai hampir jam 8 malam Chanyeol bekerja, saat pulang ia menyempatkan diri untuk memperbaiki jam nya yang rusak.
Sebenarnya ia mampu membeli yang baru jika ia ingin tapi mengingat jam tangan itu pemberian dari ibunya dan sangat bermakna untuknya jadi ia pun memperbaiki jam tangannya.
Saat menunggu jam tangannya diperbaiki ia melihat-lihat cincin disalah satu toko perhiasan dan Chanyeol tersenyum ketika melihat salah satu cincin yang terlihat begitu cantik.
Ia pun membeli cincin itu untuk ia berikan pada seseorang.
~ Silence ~
Siang itu seperti dihari-hari sebelumnya Baekhyun dan Lay kembali berjualan, ia pun tidak sengaja bertemu dengan Luhan yang ternyata tempat kerjanya tidak jauh dari tempat Baekhyun berjualan. Luhan wanita yang tempo hari memergoki baekhyun ketika ingin menjahili mobil Chanyeol.
Luhan yang memiliki sikap ramah membuat Baekhyun bisa akrab dengan cepat dengan Luhan.
Luhan membeli dua spaghetti buatan Baekhyun untuk dirinya dan temannya, tapi saat satu suapan masuk kedalam mulut Luhan, Luhan dan temannya itu mengeryit dengan rasa spaghetti yang dibuat Baekhyun, Luhan dan temannya memutuskan untuk membungkus spaghetti pesanan mereka dan beralasan akan memakannya di kantor.
Tapi dari kejauhan Lay dapat melihat Luhan memberikan spaghetti buatan Baekhyun kepada rekan kerja nya yang kebetulan lewat dan hendak pergi makan.
Lay menghela nafasnya, mungkin ia harus menyuruh Baekhyun mencari menu baru yang Baekhyun kuasai dan rasanya enak agar jualannya laku dan pelanggannya tidak merasa kecewa.
Chanyeol yang sudah membuat janji dengan Luhan bertemu disalah satu cafe untuk makan bersama dan ia pun memberikan kotak kecil berisi cincin yang semalam telah ia beli. Dan Luhan tersenyum melihat isi dari kotak kecil itu.
"Apa ini cincin tunangan kita?," tanya Luhan membuat Chanyeol mengeryit
"Tentu saja itu cincin tunangan kita," jawab Chanyeol
"Kenapa hanya satu? Lalu mana untukmu?,"
"Aku tidak suka memakai cincin."
"Benarkah hanya itu alasanmu? Kau tidak sedang berselingkuh dariku kan tuan Park?."
"Apa aku terlihat sedang berselingkuh darimu?,"
"Tidak ada alasan lain selain itu?."
Kembali Luhan bertanya dan Chanyeol terdiam.
Pikirannya melayang pada kenangan masa kecilnya ketika ia bertemu dengan aliennya, bermain bersama dirumah sakit dengan gadis bisu yang belum pernah berjumpa lagi dengannya sampai sekarang. Gadis yang ia rindukan, gadis yang tidak banyak bicara dan memilih menulis apapun yang dikatakannya dibanding berbicara.
Dan Chanyeol masih ingat, mereka pernah membuat janji akan bertemu kembali setelah umur mereka 25 tahun ditempat yang sama pertama kali mereka bertemu. Tapi karena hari itu Chanyeol harus pergi, Chanyeol hanya memberikan gadis aliennya itu sebuah nomor telepon rumahnya. Dan sejak hari itu Chanyeol terus menunggu telepon dari gadis aliennya.
Setiap ia pulang sekolah ai akan bertanya pada para maidnya apa ada yang menelponnya atau tidak, tapi selama ini ia menunggu gadis aliennya itu tidak pernah menelponnya. Chanyeol merasa harus menyerah untuk menunggu gadis aliennya.
"Ayo kita bertunangan dan menikah." Ucap Chanyeol akhirnya pada Luhan yang membuat Luhan tertawa pelan dan mengulurkan tangannya membiarkan Chanyeol memasangkan cincin itu dijari manisya.
Ketika Chanyeol memasang cincin itu perasaan aneh dihatinya menyeruak, entah kenapa ia merasa sakit ketika memasangkan cincin itu.
Hatinya terasa sakit seakan tertusuk jutaan pisau yang menancap langsung pada hatinya. Chanyeol bahkan dibuat terdiam sesaat, hatinya terasa bener-benar sakit.
'Menikahi Luhan adalah pilihan yang tepat, tapi kenapa aku masih merasa ragu. Didalam hatiku aku masih tetap menunggu jawaban itu, jawaban dari pertanyaanku 10 tahun yang lalu.' Batin Chanyeol
Dihari berikutnya Baekhyun bertemu dengan dokter yang telah merawatnya ketika ia kecelakaan dulu saat ia kecil. Ia pun membantu dokter itu yang hendak kembali ke rumah sakit tempat ia pernah dirawat dulu, dokter itu sudah mengatakan jika Baekhyun tidak perlu mengantarnya tapi Baekhyun memaksa akan mengantarnya dan ia juga sudah rindu dengan rumah sakit itu dan ingin melihat kembali tempat kenangannya 10 tahun yang lalu bersama dengan anak lelaki si kaki gips.
Dan disaat yang sama Chanyeol juga tengah menuju rumah sakit yang sama, sepanjang jalan ia tersenyum mengingat kenangan 10 tahun yang lalu bersama gadis kecil alien dari planet marsnya.
Chanyeol hari ini akan bertunangan dengan Luhan dan ia ingin kembali ke tempat kenangan indahnya bersama gadis dari planet marsnya itu untuk yang terakhir kalinya, mungkin dengan begitu ia bisa melupakan kenangan itu.
Chanyeol masih ingat 10 tahun yang lalu ia menggunakan seluruh kekuatannya untuk menjadi juara pertama lomba berenang, tapi karena ia merupakan anak dari pemilik Park Corp peserta lain merasa dicurangi dan mereka memukul kaki Chanyeol membuat Chanyeol harus masuk rumah sakit karena harus mendapatkan perawatan dikakinya.
Dan saat dirumah sakit itulah ia bertemu dengan Baekhyun, gadis aliennya.
Chanyeol sudah tiba dirumah sakit ketika diatas atap gedung rumah sakit ada Baekhyun yang tengah menikmati pemandangan dan udara segar hari ini. Tapi belum sempat Chanyeol melihat keberadaan Baekhyun diatas atap, Baekhyun sudah lebih dulu berlalu pergi dan menuju kerumah belakang rumah sakit tempat dimana ia pertama kali bertemu dengan Chanyeol disana.
Hanya kurang 2 detik Chanyeol memandangi atap, Baekhyun telah lebih dulu pergi dari atas atap.
Chanyeol berjalan disepanjang koridor rumah sakit, ia kembali melihat bayangan dirinya ketika berusaha bersembunyi dari kejaran pengawalnya yang membuat ia dipertemukan dengan Baekhyun di taman belakang rumah sakit.
Dokter yang sebelumnya bersama dengan Baekhyun menepuk bahu Chanyeol untuk menanyakan apa keperluan Chanyeeol, namun ketika dokter itu melihat Chanyeol ia merasa cukup kenal dengan wajah tampan Chanyeol yang tidak banyak berubah menurutnya.
"Dokter," Chanyeol tersenyum ketika melihat sang dokter yang dulu ikut berperan membantunya ketika melarikan diri dari kejaran pengawalnya, dan dokter ini juga yang tahu kisahnya bersama dengan Baekhyun.
"Park Chanyeol kan?," tebak sang dokter yang diangguki oleh Chanyeol
"Dokter masih mengingatku,"
"Jika aku tidak bertemu dengan dia aku tidak akan mengingatmu," ucap dokkter itu mengingat Baekhyun yang sebelumya juga ia temui
"Dia? Dia siapa?." Tanya Chanyeol.
"Dia kekasih kecilmu, dia ada disini."
Dan tanpa menunggu lagi Chanyeol segera berlari menuju taman belakang rumah sakit, ia tersenyum sambil berlari kesana berharap ia dapat bertemu dengan gadis aliennya. Mungkin sekarang gadis kecil aliennya itu sudah dewasa tapi ia yakin ia bisa mengenalinya. Ya Chanyeol yakin ia bisa mengenalinya saat bertemu dengannya nanti.
Hatinya terasa menghangat, ia terlalu senang sampai berlari sangat kencang agar bisa bertemu dengan gadis aliennya, semoga saja gadis alienya itu belum pergi ketika ia sampai disana. Ya semoga saja ia dapat bertemu dengannya hari ini.
Mungkin ia akan membatalkan pertunangannya dengan Luhan jika ia bertemu dengan gadis aliennya itu.
Karena Chanyeol menunggu jawaban dari gadis aliennya selama 10 tahun ini.
'Tuhan izinkan aku bertemu dengannya' – batin Chanyeol dengan masih berlari menuju taman belakang rumah sakit menuju rumah tua tak terpakai tempat dimana mereka dulu selalu bersama.
.
.
.
.
.
.
TBC
Jadi gini, aku bukan bermaksud gak mau nyelesaikan nih FF tapi aku mau minta pendapat kalian.
Ceritanya kan FF ini tuh ramake dari drama, walau kalimatnya aku sendiri yang mikir, tapi karena drama nya itu sekarang aku gak nemu file nya lagi, sedangkan yang full itu di laptop aku yang udah is dead alias mati.
Mau download lagi aku udah gak nemu yang versi Indonesia Sub, sedangkan author ini bego banget masalah inggris wkwkwkwk.
Aku emang remake dramanya, tapi aku yang nyusun kata-katanya, bukan copas lalu edit kayak ff twilight chanbaek version.
Maksud aku itu mungkin aku akan rubah alurnya gak sama kayak drama nya karena dramanya udah susah dicarI versi indosubnya kecuali yang engsub jadi aku bakal sesuain yang sesuai versi aku.
