Hello all, what's up? How it's going, bro? My name is Pewdieee- *KLONTANG* (Jae:" Lu bukan PewDiePie CUKKK!" *mukul pake kuali*)
Maafkan author, author lagi khilaf gara-gara stress mikirin tugas tapi males dikerjain terus belum ngerjain fanfic. Oke lanjut ya! Author sebenarnya sedih karena peminat fanfic ini makin berkurang terus kurangnya motivasi. Dan penyakit Writer Blockpun kumat lagi, sehingga membuat author gak bisa ngetik fanfic. Ditambah lagi kurang menariknya penulisan fanfic ini membuatnya tidak laku. Jujur saja author DOWN! Akhirnya author sadar bahwa tidak update bukanlah pemecah masalah justru malah membuat pembaca makin berkurang.
Jadi, mulai saat ini untuk membuat kita sedikit akrab, mulai sekarang author akan menjawab reviews-reviews kalian dan mengadakan SESI TANYA JAWAB! (SFX: " PROK! PROK! PROK!")
Jadi untuk kalian yang ingin menanya tentang author atau fanfic ini bisa dikirim lewat reviews.
Tapi untuk bertanya ada syaratnya yaitu..
1. Menggunakan bahasa yang cukup bisa dipahami.
2. Tidak mengandung spoiler.
Oke itu aja.. Selamat membaca semua!
.
.
.
.
.
.
Jae: " WOI AUTHOR MANA BALASAN REVIEWSNYA?!"
Author: " Maaf saya khilaf lagi."
Oke dari Jade Owrah Hangrizcky:
R (reviews) : Nextnya jangan lama-lama ea :'V/
J (Jawaban): Oke sayang! Akan Author usahakan :v/
Dari Kunikida692:
J: Halo juga. Saya benar-benar sangat berterima kasih karena kamu sabar menunggu fic ini. Oke sifat Ocmu udah saya tambahin, terus untuk updatenya akan saya usahakan. Tenang aja ini dah update kok
Sekian dari saya sesi tanya jawab akan dijawab di chapter selanjutnya, dan akan dijawab di bagian penutup.
Baiklah selamat membaca semua~
.
.
.
.
Memories In The School
By: AeriaCatZ
Chapter 07: Hiii... Serem..
Para murid kelas 11 IPA 3 berkumpul di belakang gerbang sekolah, mereka berkasak-kusuk karena penasaran dengan uji nyali ini dan hantu seperti apakah yang akan dimunculkan oleh anak IPS 3. Sebagian mereka ada yang sudah ketakutan, terkencing, terdiam, tertidur (?), bahkan ada bernyayi. Tentu saja yang menyanyi itu langsung dijewer guru karena mengacau.
"Konbanwa.. Minna-san! Selamat datang di uji nyali sekolah!" Sakura memberi salam kepada para tamu.
"Ah.. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Sakura ketika seorang pemuda biru tua, bermata warna peach dan pake Hoodie berdiri tepat didepannya.
"To-tolong.. A-aku.. Hah.. Hah.." Pemuda itu berlagak sesak napas di depan Sakura.
"Kyaaa! Anda kenapa?" tanya Sakura panik.
"Dadaku sesak." Ujarnya.
"Se-seperti apa?"
"Sepertinya aku jatuh cinta padamu." Goda pemuda itu.
"JANGAN BERCANDA!"
BLETAK..
Sebuah pukulan telak meninju wajah pemuda itu, seketika ia pun pingsan.
"Ne-ne, Itachi-san apa kau takut? Aku takut sekali." Ujar gadis berambut coklat muda bergelombang dan bermata warna saos tomat yang bernama Kunikida Kotori itu, dan bersembunyi dibalik badan Itachi.
"Heh.. Aku gak akan ketakutan dengan hal seperti ini. Toh, bagiku ini Cuma uji nyali untuk menakuti anak TK." Remeh Itachi.
'Dasar pembohong!' batin Kotori ketika melihat muka Itachi memucat dan lututnya bergemetaran.
.
.
.
"Hei! Deidara-san!" Gadis itu mencolek-colek lengan Deidara.
"Apa?" gerutu Deidara.
"Aku takut!" manja gadis itu.
"Lalu?" jawab Deidara ketus (mungkin ia masih depresi karena tidak berpasangan dengan Aadara).
"Kitakan berpasangan."
"Memang, hm."
"Bisakah kau melindungiku?"
"Tidak!" jawab Deidara simpel, jelas, dan padat.
"HUWEEE! DEIDARA-SAN JAHAT!"
"Hei-hei jangan nangis. Ntar dikira orang apa, hm!" pinta Deidara.
"Lihat tuh!" bisik salah satu murid yang melihat.
"Wah , jahat sekali dia. Membuat seorang wanita menangis."
Bisik-bisik.. Kasak-kusuk.
"Tolong berhenti menangis! Nanti aku akan memberikanmu koleksi anime dari tahun 1990 sampai tahun 2016, hm!" pinta Deidara.
"Sungguh?" tanya gadis itu dan langsung berhenti menangis.
'Dasar gampang dikibulin, hm.' batin Deidara.
"Yooo! Sang malaikat datang!"
"Su-suara ini?"
"HIDAANN! APA APAAN KAMU!" Teriak Konan sehabis melihat Hidan berpakaian ala malaikat maut.
"Karena ini uji nyali, jadi aku ingin sedikit bertampil seram." Jawab Hidan.
"TAPI KITA INI PESERTA! BUKAN MENJADI HANTU!"
"Buat apa kamu berdandan begitu? Kagak berdandan saja udah seram. Kayak badut aja." Ejek Jae dengan senyum evilsmirk.
"APA KAU BILANG!? MAU KUTARIK NYAWAMU?!" marah Hidan sambil mengarahkan sabitnya kearah Jae.
"Hidan berhenti! Pokoknya ini lepas! Ini juga lepas! Ini juga!" Konan melepas kostum Hidan satu persatu hingga menyisakan celana panjangnya saja.
"Kyaa!" seru para murid ketika melihat adegan tadi.
"Wow! Wow! Gadis buas!"
"Konan-chan 'buas' ! " ujar Hidan genit dan bikin geli.
Iapun sadar bahwa ia hampir menindih badan Hidan yang hanya bertelanjang dada.
"GYA! GYA!" teriak Konan setress sambil menjambak rambutnya, ketiak eh maksud saya, ketika ia sadar apa yang telah ia lakukan.
"Cep! Cep!" Aadara menenangkan Konan.
"Hiks.. Harga diriku sebagai perempuan ternodai." Pundung Konan sambil mencolek tanah.
"Aduh, brrr dinginnya!" Hidan menggigil kedinginan. Ya-iyalah orang bego mana coba yang telanjang dada di malah hari (Hidan:"KAN ELO YANG BIKIN GUE KAYAK GINI!").
"Nih! Pake!" perintah Jae sambil meleparkan jaketnya ke Hidan.
"Eh-"
"Pliss deh jangan ge-er dulu ya! Gue begini karena gue gak mau Aadara malu karena elo!" ujar Jae cuek lalu menjauhi Hidan.
NGINGG.. NGUNG.. NGENG.. NGONGG..
"Perhatian! Untuk para murid IPA 3 harap bersiap karena uji nyali akan segera dimulai. Dan untuk para anak IPS 3 harap bersiap juga! Peserta akan lolos apabila ia berhasil menemukan sebuket bunga mawar yang tersebar di seluruh ruangan dan bagian sekolah dan kembali ke gerbang dengan selamat! Total bunga mawar ada 19 buket! Setiap peserta hanya boleh mengambil satu buket mawar." Treak Tsunade-sensei pake toa.
"SIAP!" teriak para peserta.
"Uji nyali akan dimulai dari hitungan... Satu. Dua. TIGA!"
TEEEEETT..
Bel berbunyi menandakan uji nyali telah dimulai. Secara spontan para pesertapun langsung berhamburan untuk mencari salah satu 19 buket mawar yang tersebar diantara 30 lebih ruangan disekolah ini.
Yuk mari kita intipin satu per-satu pasangan-pasangan.
Naruto x Ino:
"Nee, Ino.. Apa kau yakin bunga itu ada disini?" Tanya Naruto menggigil ketakutan.
"Akupun kurang tau tapi aku yakin setiap ruangan pasti ada satu buket mawar." Ino memegangi senternya, tentu saja ia ketakutan setengah mati.
Syuuu...
"Ne, Ino apa kau merasakan sesuatu?" tanya Naruto ketakutan.
"A-aku tidak merasakan apapun. Kau saja yang penakut!"
"Tapi.."
Ngekk.. Ngokk.. Ngekk.. Ngokk..
Sreett.. Sreett.. Sreettt..
"Su-suara... A-a-a-a-apa i-itu I-Ino?"
"A-akupun juga tak ta-tahu Naruto."
Lalalalalala.. Lala.. Lala..
"A-ada yang menyanyi."
"Ma-mana mungkin ada yang menyanyi di saat seperti ini. Mu-mungkin i-itu hanya khayalanmu saja." Ino berusaha berlagak tak ketakutan. Padahal mukanya sendiri sudah membiru.
"Ayo kita cabut dari ruangan ini. Sepertinya tidak ada mawar disini."
Lengsir Wengi~~
"KYAAAA AKU TAK TAHAN LAGI!" Ino langsung menarik tangan Naruto dan menyeretnya keluar dari kelas itu, ketika menuju pintu, pintu pun tertutup. Mereka pun berusaha membuka pintunya. Sayangnya karena ia terlalu ketakutan ia tak sadar bahwa PINTU TIDAK AKAN TERBUKA JIKA DIDORONG DARI DALAM.
"Naruto.. Sepertinya kita terkunci." Ujar Ino sambil ketakutan dan masih berusaha mendorong pintu.
"Jangan bercanda INO!"
"Pintu tidak mau terbuka."
"DORONG LEBIH KERAS!"
BRAKKK!
Beberapa kursi dan meja terguling dan menghasilkan suara hentakan yang keras.
Srett... Srett...
Terdapat suara kursi ditarik-tarik.
"SIAPA ITU!" Ino menoleh dan mengarahkan senternya ke sumber suara. Dan terdapat sosok genderuwo dengan tinggi hampir dua meter dan menatap tajam kearah mereka.
"Anak anak maniss.. Sepertinya kalian sedikit sedap~~" ujar genderuwo itu.
"HANTUUU!"
GEBRAKK!
Pintupun hancur karena didorong secara paksa oleh Ino dan Naruto.
"IIINOO! NARUTOO! APA YANG KALIAN LAKUKAN?! KALIAN TELAH MERUSAK PROPERTI SEKOLAH! POKOKNYA SEKARANG IKUT SAYA KERUANG BK!" Teriak Kushina-sensei ketika sedang berkeliling dan berhasil kaget karena ulah kedua murid ini.
"TIDAK SENSEI! APAPUN! ASALKAN JANGAN KE BK!" pinta Naruto dan Ino ketika diseret ke ruang BK.
Mungkin sebentar lagi akan muncul pepatah 'Lebih baik diseret hantu, daripada diseret guru BK killer'
Sementara itu...
"Khe.. Khe.. Khe.. Nice Job Kisame! Karin! Miina-san! Dan Zetsu! Kita sukses besar!" Seekor(?) pocong ber-perching keluar sambil mengancungkan jempol tapi tak kelihatan karena tangannya ketutup kafan.
"Kalian benar-benar ahli membuat suasana seram." Puji Kisame.
"Hehehe! Biasa aja kok."
"Baiklah satu pasangan telah gagal, saatnya ke pasangan berikutnya." Ujar Pein dengan penuh semangat.
"YOSSHH!"
Naruto x Ino:
Status: GAGAL!
Berikutnya Itachi x Kunikida Kotori:
Sejauh ini belum ada masalah dari pasangan ini, namun semua berubah ketika mereka mengunjungi atap sekolah.
"Ne, Kotori."
"Ada apa, Itachi-san?"
"Bisakah kau tidak memeluk tanganku seperti itu?" pinta Itachi karena daritadi merasa gerah karena ia tak melepas tangan Itachi.
"Ha-habisnya aku takut." Manja Kotori.
"Ck! Dasar wanita yang merepotkan."
Ceplash..
"KYAAAA!"
"Itu Cuma suara aku menginjak genangan air kok!" ujar Itachi datar.
"Tapi.."
"Tenang aja ini Cuma air bia- Egh?" Itachi mengarahkan senternya kearah genangan air yang ia injak. Genangan itu bewarna merah, kental, dan benar-benar persis seperti darah. Di dekat genangan darah tersebut terdapat jejak seretan bewarna merah seperti hasil menyeret mayat yang bergelimpangan darah.
"GYAAAAAA!" Kotori berteriak sekeras yang ia bisa dan bergema sampai terdengar di gerbang sekolah.
"Su-suara apa itu?" tanya Sakura ketakutan.
"Sepertinya mengerikan sekali ya?" tanya Sasuke.
Oke, kembali ke Itachi x Kotori..
"Te-tenang ada aku kok!" Itachi mengikuti jejak tersebut diikuti Kotori yang bersembunyi di belakangnya. Itachi tentu saja ketakutan mengikuti jejak tersebut, tapi entah kenapa otaknya menyuruh kakinya untuk bergerak terus.
Tercium bau bangkai, semakin dekat bau itu semakin tercium. Ketika jejak itu berakhir, mereka menemuka sebuah mayat berambut putih-kebiruan yang tergeletak tengkurap dan diatasnya terdapat satu buket mawar yang telah berlumuran darah (mungkin).
"KYAAAAAAAAAAAAAAA!" Kotori berteriak dan pingsan selama 2 detik (buset sebentar amat).
Itachi memberanikan dirinya untuk mengambil mawar itu. Sedikit demi sedikit tangannya meraih mawar itu. Akhirnya setelah sekian lama, ia sukses mengambil mawar itu. Tiba-tiba, mayat itu langsung bergerak, berdiri tegak, dan menari-nari. Kotoripun langsung berteriak dan berlari secepat kilat menjauhi mayat itu. Itachi tertinggal ia hanya bisa terduduk lemas melihat mayat itu menari-nari dan kemudian memperlihatkan wajahnya yang berlumuran darah dan tersenyum lebar sampai telinga dan bermata bolong. Itachipun tepar ditempat dengan wajah membiru dan mulut berbusa.
Mayat itupun tertawa penuh kemenangan dan berteriak..
"HOI JUUGO! AKU BERHASIL!"
"Kerja bagus Suigetsu! Kita sukses besar!" Sebuah sosok keluar dari balik bangku dan melangkah menuju temannya (mayat tadi).
Swinggg... BLETAK..
Juugo terpeleset dan kemudian terjatuh dengan tidak indahnya dan pingsan seketika.
"Hei Juugo! Aduh nih anak ngerepotin aja." Keluh temannya, ia pun menuju Juugo dan ikut-ikutan terpeleset dan membentur tanah dan pingsan dengan jeleknya.
Terdapat pasangan lain menghampiri tiga orang pingsan itu yang tak lain lagi adalah Gaara dan Jeeka Yugako (OC). Merekapun ikut-ikutan pingsan karena melihat orang itu yang dikira mayat. Akhirnya terdapat 5 orang payah yang pingsan di atap sekolah.
Tap.. Tap.. Tap..
Kotori terus berlari sekencang-kencangnya dan berharap ia tidak menemukan apapun. Tentu saja karena ia penakut. Ia bahkan tidak sadar bahwa ia sebenarnya hanya berlari mengelilingi lapangan.
Itachi x Kunikida Kotori:
Status: BERPISAH!
Selanjutnya Konan x Park Jae Hwa:
"Dimana ya? Hey, Jae apa sudah ketemu?"
"Kalo udah ketemu pasti udah kuberitahu lah! Beleguk amat sih!"
"Cih! Padahal aku bicara baik-baik! Ng?"
Terdapat satu buket mawar berada didalam lemari yang ditutupi buku-buku.
"JAE AKU MENEMUKANNYA!"
"Oh ya?! SIP! Yuk kita langsung cabut aja!"
GLEGAR!
Pintu tertutup dengan hentakan yang sangat keras membuat Konan dan Jae hampir terkena serangan jantung karenanya.
"Ja-Jae.."
"Shhhss.. Tenanglah Konan!" Jae menarik Konan dan pelan menuju pintu dan membukanya perlahan-lahan.
JRENGGG..
Terdapat sesosok kuntilanak dengan gaun merah dan mukanya tertutupi oleh rambut dan tertawa-tawa.
"Hihihihihihiihi... Buahahahahaha... Kyahahhahaha... Gyahaa- Uhuk..Uhuk..Uhuk.." Jae dan Konanpun secara spontan langsung sweatdrop ketika melihat kuntilanak itu terbatuk-batuk habis tertawa. Hal itu tentu saja langsung membuat orang yang mengawasinya langsung tepok jidat.
"Ngg.. Tes.. Tess... Satu.. Dua.. Tiga.. Tes.. Ehem.. Hihihihihi... Kalian berdua akan aku KUTUK! HIHIHIHIH!" Kuntilanak itu berjalan menuju Konan dan Jae. Sayang demi sayang, kuntilanak itu terjatuh dengan tidak indahnya karena terinjak gaunnya sendiri dan memperlihatkan sepatu kets berwarna pink yang ia kenakan.
"BUAHAHAAHAH.. KUNTILANAK MANE YANG TERSANDUNG DAN PAKE SEPATU KETS?! WARNA PINK LAGI! AH DASAR PAYAH." Tawa Konan dan Jae sambil memukul-mukul kuntilanak itu dengan mawar dan kemudian pergi dengan perut yang sakit karena tertawa.
"DASAR TEMARI BEGOKKK!" Teriak orang yang mengawasi kuntilanak itu yang namanya Kankuro.
Konan x Park Jae Hwa
Status: BERHASIL!
Saatnya bagian Sasori dan Tenten:
Sasori dan Tenten masih kebingungan, setiap ruangan ia cek. Masih saja ia tidak temukan (Yaiyah! Toh ruangannya Cuma diliatin doang bukan dicari, mana mo ketemu).
"Sasori-san, aku lelah." Keluh gadis bercepol dua itu dan terduduk lemas di lantai.
"Aku juga lelah, tapi mau gimana lagi." Balas Sasori.
"Udah ah, aku nyerah." Ujar Tenten.
"Hey, jangan gitu donk! Ayo semangat!"
"Tapi aku capek tauk!"
"Ayolah, kali ini aja, kalo masih gak ketemu kita nanti nyerah deh."
"Tapi-"
"Udah ayok!" Sasori menyeret-nyeret Tenten.
.
.
.
GRASAK.. GRUSUK..
Terdengar suara grasak grusuk halaman samping sekolah, tentu saja dengan persaan ketakutan mereka memberanikan diri untuk mengecek apa yang dibalik rumput itu.
"Kyaa!" Tenten langsung bersembunyi dibalik tubuh Sasori dan mengeluarkan sedikit air mata.
"Tenang Tenten!" ujar Sasori dengan suara kecil.
Sasori dan Tentenpun mendekati rumput itu dengan hati yang berdebar-bedar.
Deg.. Deg.. Deg.. Deg..
Meraka mengintip apa yang dibalik rumput itu dan..
"AH! I. ITU-"
-~TBC~-
Hai, akhirnya selesai juga. Chapter ini sedikit panjang gak? Kalo enggak sih, ya maafkan saya ToT. Bagian lanjutan SasorixTenten, HidanxSakurami Aadara, dan DeidaraxEla Baradjacky akan muncul di chapter berikutnya.
Ngomong-ngomong terima kasih banyak sudah memfav, follow, membaca, dan mereviws fanfic gaje ini.
Ah.. Iya soal sesi tanya jawab, silakan tanya sesuka hati kalian, tapi ingat peraturan tadi ya! Hohoho. Satu lagi, untuk Jade Owrah H, bisakah kau mengubah nama OCmu menjadi nama jepang? Soalnya author agak sulit menghapal namanya.
Baiklah sekian dari saya terima kasih telah membaca.
.
.
.
.
.
.
.
.
REVIEW, FAV, DAN FOLLOW KALIAN ADALAH MOTIVASI DAN HIBURAN BAGIKU.
