~ JEALOUS? ~
.
By Mei Hyun15
.
Genre : Romance
Main Pair : HaeHyuk
Disclaimer :
Saya hanya meminjam nama mereka. Tapi fict ini milik saya dan murni hasil imajinasi saja.
Rate : T
Warn : BL, gaje, typo(s), abal, aneh dsb
.
.
Enjoy reading all ~ ^^
.
.
Chapter 7
.
.
Tok, tok, tok
Seorang namja dengan wajah setengah frustasi berusaha keras untuk mengetuk pintu dihadapannya lagi dan lagi.
"Aish… apa yang sebenarnya dilakukannya di dalam sana?" desahnya frustasi. "Aish… YA! Donghae hyung! Cepat keluar sekarang juga!" jerit namja tersebut. Kali ini tangannya tidak mengetuk pintu itu lagi, melainkan menggedornya keras-keras.
Yah… rupanya kesabaran namja ini sudah habis karena sejak 10 menit yang lalu tangannya tidak berhenti mengetuk-ngetuk pintu kamar hyung-nya itu dan tentu saja sambil memanggil-manggil nama sang hyung.
"Aish… Kyuhyunnie… Kau ini berisik sekali!" suara seseorang menginterupsi kegiatan menggedor pintu namja tersebut.
"Diamlah kau Wookie hyung! Lihatlah hyung kesayanganmu ini? Sejak 10 menit yang lalu aku sudah berdiri disini sambil mengetuk pintu ini berulangkali dan memanggil namanya, tapi dia sama sekali tidak keluar dari dalam sini" sahut Kyuhyun kesal.
"Jangankan keluar? Menjawab panggilanku saja tidak" dengus Kyuhyun.
Ryeowook hanya mendesah mendengarnya. "Baiklah Kyu, biar aku saja" ucap Ryeowook kemudian menggeser tubuh sang magnae.
"Hyung… Donghae hyung… Kau dengar aku?" ucap Ryeowook sambil mengetuk pintu kamar itu. "Kalau kau mendengarku, tolong jawab aku hyung" pinta Ryeowook.
Tak berapa lama setelah itu, terdengar bunyi kunci yang diputar dan tak lama kemudian sang pemilik kamar menyembulkan kepalanya keluar.
"Wookie…" ucapnya pelan.
Kyuhyun yang melihatnya terlihat mengepalkan tangannya erat-erat. Yah… rupanya magnae ini emosi melihat wajah tanpa dosa hyung-nya itu.
"YA! Hyung! Kau ini benar-benar menyebalkan! Aku yang sudah berdiri disini selama 10 menit sambil mengetuk pintu ini berulangkali dan memanggil-manggil namamu kau abaikan begitu saja, sedangkan Wookie hyung yang baru sekali mengetuk pintu sudah kau ladeni" bentak Kyuhyun pada Donghae.
"Sudahlah Kyu" Ryeowook berusaha meredakan emosi Kyuhyun dengan mengelus-elus lembut bahu namja yang lebih tinggi darinya itu.
"Tapi hyung… Dia—"
"Kyu" suara seseorang menginterupsi ucapan yang akan Kyuhyun lontarkan.
"Minnie hyung" ucap Kyuhyun saat mendapati sosok yang memanggilnya tersebut.
"Kemarilah" ucap Sungmin sambil tersenyum. "Kajja kita sarapan. Aku dan Wookie sudah memasakkan nasi goreng kimchi untuk sarapan kita hari ini" ucap Sungmin lagi.
"Hhhh" desah Kyuhyun. Kemudian ia menatap Donghae dengan pandangan sengit. "Awas kau hyung" ancamnya sebelum ia berjalan meninggalkan Ryeowook dan Donghae.
"Kyu… Jangan begitu padanya" ucap Sungmin ketika Kyuhyun sudah ada dihadapannya.
"Biar saja! Dia itu benar-benar manusia yang menyebalkan! Sudah menyakiti perasaan Hyukkie hyung, sekarang dia begini padaku. Ck…" decak Kyuhyun sebal.
"Sudah, sudah. Lebih baik kita ke ruang makan sekarang" ajak Sungmin sambil menuntun Kyuhyun.
-000-
"Sebenarnya kau kenapa hyung?" tanya Ryeowook hati-hati saat melihat wajah kusut hyung kesayangannya itu.
Mereka berdua kini sedang duduk berhadapan di pinggiran tempat tidur yang ada di kamar Donghae.
"Gwenchana Wookie-ya" ucap Donghae sambil berusaha mengulas senyumnya.
"Kau bohong padaku hyung… Aku tahu itu. Matamu tidak bisa berbohong hyung" ucap Ryeowook sambil menatap mata Donghae dalam-dalam. "Maukah kau berbagi denganku?" ucap Ryeowook lagi.
"Hhh..." desah Donghae. "Hyukkie…" gumamnya pelan.
Ryeowook yang mendengarnya hanya bisa diam mematung. Yah… dia sudah tahu semuanya dari cerita hyung imutnya, Sungmin.
"Ada apa dengannya hyung?" tanya Ryeowook, berusaha untuk menanggapi Donghae.
"Sudah 3 hari ini aku tak melihatnya. Aku sudah mencoba untuk mencarinya. Ke apartemennya, ke tempat Heechul hyung, aku bahkan menghabiskan waktu senggangku di SM Building supaya bisa bertemu dengannya. Tapi sampai saat ini aku masih belum bertemu dengannya lagi semenjak kejadian malam itu" ucap Donghae dengan wajah sedihnya.
"Kupikir kemarin aku bisa bertemu dengannya karena kemarin adalah hari dimana ia biasanya ada di SM Building seharian penuh. Tapi nyatanya kemarin dia tidak datang kesana. Manajer hyung bilang dia sedang ada urusan lain dan meminta pekerjaannya untuk dititipkan pada Leeteuk hyung saja" sambung Donghae lagi.
"Haahh… Padahal kemarin aku sudah mengundur jadwal syutingku supaya aku bisa bertemu dengannya untuk meminta maaf" ucap Donghae sambil menundukkan wajahnya.
"Hyung…" panggil Ryeowook lirih.
"Aku ini benar-benar namja yang bodoh ya? Kupikir dengan melakukan semua itu padanya, dia akan bahagia. Tapi ternyata itu justru membuatnya merasa sangat sakit. Aku bahkan tidak pernah membayangkan beban yang ditanggungnya selama ini, selama dia menjadi kekasihku"
"Selama ini aku hanya memikirkan diriku sendiri. Tidak pernah sekalipun aku memikirkan dirinya. Kupikir hanya diriku yang sakit, tapi setelah diomeli Hakyung hyung tempo hari, aku sadar kalau ternyata dia jauh lebih merasakan sakit itu kalau dibandingkan dengan diriku sendiri"
"Selalu tersenyum walaupun dalam hati merasakan sakit dan perih yang teramat sangat. Berusaha ceria meskipun begitu merindukanku. Setia menanti telepon dan email dariku. Memandang kagum padaku yang lebih sering ditontonnya lewat televisi ketimbang bertemu langsung dengannya. Berusaha membuang pikiran-pikiran negatifnya tentangku meskipun dengan sangat jelasnya aku melakukan adegan kissing di dramaku yang ditontonnya" ucap Donghae lirih.
"Selalu berusaha untuk terlihat baik-baik saja meskipun dalam hati ia begitu iri melihat kalian yang bisa bermesraan dengan pasangan masing-masing. Bahkan ia sempat berpikiran tidak pantas berada disampingku yang merupakan artis besar ini" ucap Donghae sambil mendongakkan wajahnya untuk menatap wajah Ryeowook yang duduk di hadapannya. "Aku begitu jahat bukan?" lanjut Donghae lagi.
Ryeowook tersentak kaget melihat wajah Donghae saat ini. Bagaimana tidak? Mata sendu yang biasanya memancarkan cahaya kebahagiaan itu kini terlihat redup dan tampak memerah karena menahan tangis. Wajah tampan yang biasanya mempesona itu kini terlihat muram dan tampak tidak bersemangat. Penuh akan gurat kesedihan, kekhawatiran dan penyesalan juga terlihat agak pucat. Menyedihkan sekali bukan?
"Hyung…" panggil Ryeowook.
"Kemarin saat aku bertemu dengan Leeteuk hyung, dia bilang kalau 3 hari yang lalu Hyukkie jatuh di taman yang ada di belakang hall tempat party kemarin diadakan karena demamnya yang terlalu tinggi. Padahal malam itu aku bertemu dengannya disana. Tapi kenapa aku tidak menyadarinya? Bahkan dengan jahatnya aku meminta putus dengannya. Bukankah aku sangat jahat Wookie ya?"
Tes
Kini air mata yang sudah Donghae tahan sejak tadi itu menetes begitu saja membasahi pipi putihnya yang terlihat sedikit tirus itu.
"Hyung" Ryeowook dengan sigap memeluk tubuh hyung-nya itu.
"Aku begitu menyesal Wookie… Aku menyesal telah membuatnya begitu sakit" ucap Donghae lirih. Air matanya semakin membanjiri pipinya.
"Aku sudah berusaha untuk menghubunginya. Tapi ponselnya selalu tidak aktif. Apa dia membenciku?" lirih Donghae lagi.
Ryeowook memejamkan matanya mendengar lirihan Donghae yang terdengar begitu pilu baginya itu.
'Bagaimana ini? Apa ini sudah waktunya untuk memberitahukan Donghae hyung tentang apa yang terjadi sebenarnya?' batin Ryeowook bingung dalam hati.
"Lalu kenapa hyung memutuskan Eunhyukkie hyung? Apa karena cemburu tak beralasan Donghae hyung itu?" tanya Ryeowook.
"Bukan begitu Wookie" ucap Donghae sambil mengusap air matanya dan menatap wajah Ryeowook. "Kalau tentang noona-nya Hyukkie itu, aku sama sekali tidak terlalu memikirkannya. Tapi kalau Hyukkie dengan Jieun…"
"Kenapa hyung?" tanya Ryeowook yang tak sabar Donghae melanjutkan ucapannya.
"Kupikir dulu Hyukkie terpaksa menerima cintaku agar dia bisa lepas dari perasaan suka yang selama 3 tahun lebih ini hanya mengikatnya pada satu nama yaitu Jieun. Jadi kupikir waktu itu Jieun sudah bisa menerima Hyukkie dan kupikir tak lama lagi hubunganku dengan Hyukkie akan berakhir. Jadi setelah memikirkannhya matang-matang dan setelah aku bisa mempersiapkan diriku kuputuskan biar aku saja yang memutuskannya sebelum ia yang memutuskanku terlebih dulu" ucap Donghae penuh penyesalan.
"Astaga hyung… Kenapa kau bisa berpikiran seperti itu? Tak pernahkah kau melihat dan merasakan ketulusan dari Hyukkie hyung padamu? Aku saja yang memperhatikan kalian berdua langsung tahu betapa besar rasa cinta Hyukkie hyung untukmu hanya dengan melihat pancaran matanya saat ia menatap wajahmu hyung" ucap Ryeowook tak percaya dengan jawaban yang Donghae lontarkan tadi.
"Makanya Wookie… Aku ini benar-benar namja yang jahat… Aku benar-benar bodoh…" gurau Donghae sambil menundukkan kepalanya.
Sejenak mereka berdua terdiam. Donghae tampak sibuk dengan segala pikiran yang menari-nari di dalam otaknya, sementara Ryeowook terlihat gusar memikirkan apa yang harus dilakukannya untuk hyung-nya yang kini terlihat sangat menyedihkan itu.
"Ya sudah… Sekarang hyung mandi dulu… Aku akan menunggu hyung di ruang makan. Nanti kita sarapan sama-sama ya?" ucap Ryeowook sambil mengelus bahu hyung-nya itu.
"Ne" angguk Donghae pelan sebelum ia melangkahkan kakinya ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya itu.
-000-
"Bagaimana keadaannya?" tanya Heechul yang sedang mengolesi rotinya dengan selai coklat pada Ryeowook yang baru saja duduk di salah satu kursi yang ada di ruang makan sekaligus dapur itu.
"Hmm… Lebih buruk dari yang kemarin hyung… Haahh… Ini sudah hari ketiga sejak kejadian itu. Kurasa ini sudah waktunya kita berhenti mengerjainya hyung" ucap Ryeowook sambil menuangkan susu di gelasnya dan meneguknya hingga tandas tak bersisa.
"Tidak! Belum cukup" tolak Heechul sambil memakan rotinya dan memilih duduk di hadapan Ryeowook.
"Tapi hyung… aku kasihan melihat Hae hyung seperti ini. Dia kelihatan sangat lemas dan tidak bersemangat sama sekali. Wajahnya tampak kusut dan pucat. Lingkaran hitam dimatanya pun semakin kentara terlihat. Pipinya juga semakin tirus karena nafsu makannya yang turun drastis. Aku takut kalau nanti dia sakit hyung" ucap Ryeowook prihatin akan keadaan Donghae.
"Sudahlah… Biarkan saja dulu dia begitu. Dia tidak akan langsung sakit hanya karena masalah ini. Aku tahu betul bagaimana anak itu karena aku sudah mengenalnya sejak lama" ucap Heechul tak peduli sambil mengunyah roti yang memenuhi mulutnya.
"Aish… Kau ini benar-benar kejam hyung" desah Ryeowook miris.
"Benarkah? Hmm… Kupikir sikap Donghae pada Hyukkie jauh lebih kejam bila dibandingkan dengan hukumanku ini" ucap Heechul sambil menuangkan susu pada gelasnnya dan meneguknya dengan cepat hingga susu di dalam gelas tersebut habis.
"Aish… Hyung…" ucap Ryeowook pelan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
-000-
"Teukie hyung, kau sudah pulang?" tanya Eunhyuk yang baru saja membukakan pintu rumah untuk Leeteuk.
"Ne" ucap Leeteuk sambil tersenyum. "Mianhae karena aku harus lembur kemarin dan baru bisa pulang sekarang" ucap Leeteuk meminta maaf.
"Gwenchana hyung" angguk Eunhyuk. "Kajja kita sarapan. Aku baru saja menyiapkan sarapan karena kupikir hyung akan segera pulang. Dan ternyata tebakanku benar" ucap Eunhyuk gembira.
"Hmm… Kau ini" ucap Leeteuk sambil mengacak pelan rambut Eunhyuk. "Kajja" ajak Leeteuk.
"Umm… Apa tadi Kangin hyung yang mengantarmu hyung?" tanya Eunhyuk.
"Ne… Tapi dia tidak mampir. Katanya dia punya urusan lain jadi dia cepat-cepat pergi" ucap Leeteuk.
"Hmm" sahut Eunhyuk pelan sambil menganggukkan kepalanya.
Yah… jujur saja, 3 hari dia berada di rumah hyung yang sudah dianggapnya seperti hyung-nya sendiri itu membuatnya sangat merindukan sosok Donghae yang amat sangat dicintainya. Ia begitu iri melihat pasangan Leeteuk dan Kangin yang selalu dilihatnya mesra setiap hari selama ia tinggal di rumah tersebut.
"Hyukkie, kenapa kau melamun?" tanya Leeteuk yang melihat Eunhyuk hanya diam mematung sambil menatap kosong ke arah piringnya yang berisi sandwich buatannya sendiri itu.
"A-ah… tidak apa-apa hyung" ucap Eunhyuk sambil berusaha mengulas senyumnya.
"Kau memikirkan Donghae lagi?" tebak Leeteuk.
"Ne hyung… Aku merindukannya" ucap Eunhyuk pelan sambil menundukkan kepalanya.
"Kemarin seharian dia menunggumu di SM Building"
"Eh?" sentak Eunhyuk kaget.
"Nde… Dia bahkan sempat bertanya-tanya mengenai dirimu padaku" ucap Leeteuk sambil meminum susunya.
"Lalu kau bilang apa padanya hyung?" tanya Eunhyuk tak sabar.
"Aku hanya bilang kalau 3 hari yang lalu kau jatuh di taman belakang hall tempat party kemarin diadakan karena demammu yang sangat tinggi. Itu saja"
"Lalu bagaimana reaksinya?" tanya Eunhyuk lagi.
"Dia… Hmm… Mungkin dia sangat menyesal atas perbuatannya itu Hyukkie. Saat aku mengatakannya, kepalanya langsung menunduk dan dia mengucapkan terima kasih padaku sebelum dia pergi" jelas Leeteuk.
"Kulihat wajahnya sangat muram, lesu dan tidak bersemangat sama sekali dan terlihat agak pucat. Pipinya juga terlihat lebih tirus bila dibandingkan dengan tempo hari saat aku bertemu dengannya di lobby sesaat sebelum party kemarin diadakan" jelas Leeteuk lagi.
"Astaga hyung… Separah itu kah kondisinya?" tanya Eunhyuk dengan wajah cemasnya.
Leeteuk hanya mengangguk meng-iya-kan.
"Hyung, kalau begitu setelah sarapan ini aku akan ke dorm Super Junior untuk menemuinya" ucap Eunhyuk kemudian.
"Eh?" sentak Leeteuk kaget. "Tapi Hyukkie—"
"Jebal hyung… Tolong ijinkan aku. Aku begitu mengkhawatirkannya" mohon Eunhyuk pada Leeteuk.
"Tapi Hyukkie, Chullie—"
"Nanti aku akan meminta ijin pada Chullie hyung. Tolong ijinkan ya hyung?" pinta Eunhyuk.
Setelah berpikir sejenak, akhirnya Leeteuk menganggukkan kepalanya. Yah… dia tidak tega melihat Eunhyuk yang begitu memohon pada dirinya.
-000-
Seorang yeoja tampak berdiri di depan pintu dorm Super Junior. Tangannya merapikan poninya sebentar sebelum ia menekan tombol bel yang berada disamping pintu dorm tersebut.
Teett, Teeeettt
Heechul yang ingin menghabiskan waktunya di ruang tengah dorm tersebut sambil menunggu kekasihnya pulang kemudian mengurungkan niatnya.
Kakinya yang hampir berbelok arah ke ruang tengah terpaksa dilangkahkannya lurus ke depan, ke arah pintu depan dorm tersebut.
"Ck… Siapa yang bertamu sepagi ini?" decaknya sebal sebelum ia membuka pintu tersebut.
"Mwo?" kagetnya saat ia melihat sesosok yeoja yang sedang tersenyum… err… sok manis menurutnya padanya.
"Apa maumu? Kenapa bertamu sepagi ini kemari?" bentak Heechul pada yeoja tersebut.
"Oppa… Kau ini galak sekali" ucap yeoja itu dengan nada manis yang dibuat-buat menurut Heechul. "Aku kesini karena aku mau menengok Donghae oppa. Kudengar dari beberapa staf SM katanya dia sakit"
"Siapa yang mengatakan hal seperti itu? Dia tidak sakit kok. Dia baik-baik saja" ucap Heechul sambil menatap yeoja tersebut tajam.
"Oh! Benarkah? Syukurlah kalau begitu" ucap yeoja tersebut sambil mengelus dadanya. "Tapi aku tetap ingin melihat keadaannya. Bisakah oppa membiarkanku masuk ke dalam sana?" pinta yeoja tersebut.
"Apa? Kau mau masuk ke dalam? Tidak bisa!" tolak Heechul.
"Hei oppa… Kau ini hanya tamu di dorm ini. Kenapa kau melarang-larangku untuk masuk ke dalam? Bahkan bila dilihat dari status pekerjaan, aku jauh lebih berhak untuk masuk ke dalam bila dibandingkan denganmu" ucap yeoja tersebut sambil menatap Heechul dengan tatapan menyindir.
'Ck… Dasar wanita bermuka dua! Awas saja kau!' decak Heechul dalam hati. Lalu dengan berat hati dia menggeser tubuhnya. Membiarkan tubuh yeoja itu masuk melewati dirinya dan pintu itu tentunya.
"Donghae oppa…" teriak yeoja tersebut. "Donghae oppa" teriaknya lagi.
"YA! Kau ini berisik sekali! Ini masih terlalu pagi tahu! Bagaimana kalau penghuni apartemen sebelah datang dan marah-marah pada kami karena keributan yang kau buat?" bentak Heechul pada yeoja tersebut.
"Ada apa ini?" tanya Sungmin yang baru saja keluar dari dalam kamar Kyuhyun. "Jessica-ssi?" tanyanya dengan dahi mengernyit saat melihat sesosok yeoja di ruangan tersebut.
"Ah! Annyeong Sungmin oppa" ucap Jesssica sambil membungkukkan badannya sekilas.
Heechul hanya bisa mendengus kesal sambil memutar bola matanya malas saat melihat tingkah sok manis yeoja tersebut. "Ck…" decaknya.
"Kau kenapa oppa?" tanya Jessica.
"Tidak… Aku tidak apa-apa… Sudahlah… Jangan sok perhatian padaku seperti itu. Silahkan lakukan apa yang kau mau. Aku muak melihatmu" ucap Heechul sebelum pergi meninggalkan Sungmin dan Jessica di ruangan tersebut.
"Huu…" gumam Jessica sambil menggembungkan pipinya.
"Jessica-ssi, mau apa kau datang kemari pagi-pagi begini?" tanya Sungmin sambil menatap heran pada Jessica.
"Aku mau bertemu dengan Donghae oppa" ucap Jessica cepat.
"Donghae? Untuk apa?" tanya Sungmin sambil mengernyitkan dahinya.
"Eoh? Kau tidak tahu oppa? Sebentar lagi aku akan menjadi yeojachingu-nya. Ah! Tidak! Mungkin aku akan langsung bertunangan dengannya bahkan sampai menikah" kikik Jessica.
'Ada apa dengan yeoja ini? Kenapa sampai mengkhayalkan sesuatu yang mungkin tidak akan pernah terjadi seperti ini?' batin Sungmin dalam hati.
"Oppa… Donghae oppa dimana?" tanya Jessica pada Sungmin.
"Eng… Donghae… Mungkin dia sedang berada di dalam kamarnya. Kamarnya ada di—"
"Gomawoyo oppa. Aku menyayangimu" ucap Jessica cepat sambil memeluk tubuh Sungmin sekilas.
"Eh? Jess—" ucap Sungmin tertahan saat melihat Jessica melangkahkan kakinya begitu saja meninggalkan dirinya. "Ah… Ya sudahlah" ucap Sungmin masa bodoh.
"Ada apa chagi?" tanya Kyuhyun yang baru saja keluar dari dalam kamarnya.
"Ani Kyu… Itu tadi Jessica—"
"Mwo? Mau apa yeoja itu datang kemari sepagi ini?" kaget Kyuhyun sambil menahan amarahnya.
"Katanya dia ingin bertemu dengan Donghae. Bahkan dia sampai berkhayal yang tidak-tidak tadi" ucap Sungmin..
"Maksudmu?" tanya Kyuhyun tak mengerti.
"Yah… tadi dia bilang kalau dia adalah calon yeojachingu, calon tunangan bahkan calon istri Donghae. Aish… kenapa dia bisa berpikiran seperti itu?" ucap Sungmin sambil menggelengkan kepalanya heran.
"Haahh… Biarkan saja yeoja gila itu" ucap Kyuhyun sambil memeluk tubuh kekasihnya itu sambil menciumi kepalanya dengan penuh kasih sayang.
"Nde…" ucap Sungmin sambil memejamkan matanya.
-000-
"Ah… Segarnya…" ucap Donghae yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi dengan pakaian lengkapnya yang terlihat sangat rapi. "Ah! Apa aku ganti saja ya? Mungkin ini saatnya aku memakai sweater hadiah dari Eunhyukkie—YA! Apa yang kau lakukan disini?" bentak Donghae pada Jessica yang sudah berdiri di depannya sambil memasang senyuman manisnya.
"Annyeong oppa" ucapnya sok manis.
"Ck… Apa yang kau lakukan disini sepagi ini? Mengapa masuk ke dalam kamarku sembarangan seperti ini?" decak Donghae sambil berkacak pinggang.
"Huh? Tentu saja aku kemari untuk menemuimu oppa. Bukankah aku berhak untuk itu? Sebentar lagi aku kan akan menjadi yeojachingu-mu?" sahut Jessica penuh percaya diri.
Donghae hanya menggelengkan kepalanya tak percaya dengan pikiran dan khayalan aneh yeoja yang ada dihadapannya ini.
"Ck… Jangan berkhayal di pagi hari Jess" sahut Donghae sambil beranjak ke lemari pakaiannya untuk mengeluarkan kotak yang berisi sweater hadiah dari Eunhyuk untuknya.
"Oppa, apa itu?' tanya Jessica yag heran menatap kotak tersebut.
"Bukan urusanmu" sahut Donghae sambil mengeluarkan sweater tersebut dari dalam kotaknya dan membentangkannya di atas kasurnya.
"Sweater? Dari siapa?" tanya Jessica lagi.
"Eunhyukkie" sahut Donghae singkat sambil mengambil sweater itu lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
"Pantas saja seperti itu" ucap Jessica.
Donghae menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Jessica yang berada di belakangnya.
"Maksudmu?" tanya Donghae sambil mengerutkan dahinya.
"Yah… Pantas saja sweaternya seperti itu. Ternyata yang memberikannya namja itu ya? Ckckck… sweater-nya benar-benar jelek dan tidak berkelas sama sekali" kikik Jessica sambil menutupi mulutnya dengan telapak tangannya. Yah… dia sedang berlagak anggun rupanya.
Donghae yang mendengarnya hanya bisa mengepalkan tangannya kuat-kuat.
"Oppa… oppa yakin mau mengganti pakaian oppa dengan sweater jelek itu?" ucap Jessica sambil melangkahkan kakinya mendekati Donghae yang kini tengah menatapnya tajam. "Jangan oppa" ucap Jessica sambil mengambil sweater itu dari tangan Donghae dan melemparkannya ke atas tempat tidur Donghae.
"Oppa pakai ini saja" ucap Jessica sambil mengambil suatu bungkusan dari dalam tas yang dibawanya. "Ini kemeja mahal yang khusus aku belikan untuk oppa. Aku yakin sekali, oppa pasti akan terlihat jauh lebih tampan jika mengenakan kemeja dariku ini" ucap Jessica sambil menyerahkan bungkusan itu pada Donghae.
Donghae menatap tidak suka pada Jessica lalu melirik bungkusan yang ada ditangannya itu sekilas.
"Berikan sweater dari Hyukkie itu padaku. Aku ingin memakainya" ucapnya pada Jessica sambil menatap Jessica sengit.
"Tapi oppa—"
"Kubilang berikan sweater Hyukkie yang kau lempar tadi! Cepat kemarikan sweater itu! Aku tidak mau memakai kemeja darimu ini!" bentak Donghae keras pada Jessica.
"A-a- baiklah oppa" ucap Jessica gelagapan.
"Sini!" ucap Donghae marah sambil merebut sweater itu kasar dari tangan Jessica dan segera masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti pakaiannya itu.
"Ck… Sial!" umpat Jessica sambil membalikkan badannya lalu keluar dari kamar Donghae tersebut.
.
.
.
.
.
Annyeooonngg… Saya balik lagi ^0^
Mianhae baru bisa update sekarang *bow* karena kemarin kemarin masih ada tugas sekolah yang harus segera saya selesaikan dan saya harus ikut tes perbaikan karena ada 2 nilai UAS saya yang nilainya dibawah nilai ketuntasan belajar :(
Buat yang masih kesel banget sama Hae…
Nih! Saya nyiksa Hae lagi disini :p
Buat yang minta Jessica ikut disiksa juga… Tuh! Saya udah siksa dia lewat anak-anak SJ. Hehehe… :p
Oh iya! Buat yang masih penasaran sama status Hyukkie disini, bisa baca balesan review ya ^^ Semoga penjelasannya bisa sedikit membantu readers membayangkan Hyukkie disini ^^
.
.
Oke… Ini balasan untuk yang mereview di chap sebelumnya ^^
nurul. : hahaha… ne… udah saya siksa disini. semoga suka yah :p
AnggiHaeHyukELF : nih! chap ini udah saya panjangin lagi lhoo... semoga suka yah ^^
Fitri jewel hyukkie : hahaha… ne… udah saya siksa lagi nih. semoga suka ^^
anchofishy : hehehe… iya… udah tuh *tunjuk cerita di atas* ^^
lee minji elf : ne… ini udah lanjut lagi. semoga suka :)
Hyukkie'sJewels : baiklah… saya akan jelaskan sedikit supaya kamu ada bayangan tentang Hyukkie ^^ jadi begini, disini itu Hyukkie memang orang biasa yang kerja di SM. dia bukan artis. Hyukkie di dunia nyata berbakat nyiptain lagu dan nyiptain part rap kan? nah… anggap aja Hyukkie yang ada disini bekerja sebagai songwriter dan nyiptain bagian rap untuk lagu-lagu penyanyi-penyanyi di SM ^^
AyalisseHan0730 : wah… kamu bandel juga ya? masih UAS malah buka ffn… tapi saya juga terkadang kayak gitu kok. hehehe :p yep! Ini udah lanjut. semoga suka yah ^^
Elza Orizhuka : terima kasih ^^ ne… setelah ini mungkin saya baru bisa memperbanyak HaeHyuk moment-nya ^^ ini udah lanjut ya… semoga suka ^^
Lee Eun Jae : hahaha… yap! udah saya siksa dia disini sampe ngenes kayak gitu *lirik cerita di atas* :p ini udah lanjut ya… semoga suka ^^
.com : hahaha… iya ^^ ini udah lanjut. semoga suka ^^
sweetyhaehyuk : wah… semangat banget mau nyiksa hae XD nih! udah saya siksa ^^ pepesnya mau yang pedes, gurih, ga terlalu asin ga pake asem kecut #plakk :p
ShillaSarangKyu : hehehe… iya… ^^
myfishychovy : ne… ini udah lanjut. semoga suka yah
.9: hahaha… ne ^^
shizu indah : nih! sesuai permintaan kamu, saya udah siksa Jessica disini XD semoga suka ya ^^
Lee Eun In : hahaha… ne… udah ^^ semoga suka ya :-)
lee maria : ne… ini udah lanjut ^^ semoga suka :)
Saranghaehyukkie : hah? masa? wah… mian yah sampe bikin kamu nangis iya… saya bakal balas dendam :p ini udah lanjut. semoga suka yah ^^
.
.
.
Terima kasih buat readers yang sudah mereview ^^
Terima kasih juga buat yang udah nge-fav dan nge-follow fict ini ^^
Oh iya! Buat yang masih UAS, belajar yang tekun ya? Supaya nilainya mencukupi standar nilai ketuntasan belajar, jangan seperti saya yang pabbo ini yang mesti ikut tes perbaikan karena nilainya kurang :(
Buka ffn boleh, tapi ingat jangan kelamaan dan malah buat kamu jadi malas belajar :)
Buat yang UASnya sudah selesai, semoga nilai-nilainya sesuai dengan apa yang kamu harapkan ^^
.
.
Gimana?
Masih ada yang mau lanjut?
Review pleaaasseee…! ^0^
^^ GamshaHAE ^^
.
-Mei Hyun-
