Chapter 7
balasan review:
Hyu0050:
maaf gan kalo Karin mungkin agak susah. nanti saya usahakan akan memasukkan chara female lagi.
warn: typos/ gaje/ my first fanfict/ooc/woman rape man/ bondage/ rate: M for language and lemon/ mohon maaf apabila cerita mungkin agak melenceng dari summary-nya(maybe). Newbie author/NOT FOR UNDER 21 YEARS OLD, and etc
don't like don't read.
Naruto is Masashi Kishimoto
saya ucapkan terima kasih banyak buat semua dukungan kalian untuk fanfic absurd saya ini.
keterangan usia chara:
Naruto: 22 tahun
Konan: 23 tahun
Yugao: 27 tahun
Tayuya: 22 tahun
sebelumnya dalam WHMB
"setelah ini giliranku ya Naruto-kun." bisik Tayuya pada telinga Naruto. membuat pria bersurai kuning jabrik tersebut membelalakkan matanya. "dan aku mau '3 ronde'." lanjutnya masih berbisik pada telinga Naruto. dan setelah berbisik Tayuya langsung menggigit telinga Naruto dengan lembut dan sensual.
'awas saja Kurama dan Sasuke sialan. aku bersumpah akan membunuh kalian karena saran bodoh yang kalian berikan padaku' ucap Naruto dalam hati menarik kalimat pujian untuk dua partnernya.
dan setelah itu Naruto melewati malam yang panjang dengan lagi-lagi diperkosa oleh dua wanita berbeda surai dan usia.
let the cerita absurd ini begin
di sebuah rumah megah di desa Konoha. seorang pemuda terbangun dari istirahatnya.
ia terbangun karena mendengar suara ketukan pintu dari arah pintu rumahnya. akan tetapi ia tak bisa menggerakkan tubuhnya karena tubuh atasnya ditindih oleh seorang wanita bersurai merah lembut. wanita tersebut adalah Tayuya. ia teringat bahwa semalam Tayuya memperkosanya hingga ia kelelahan. setelah puas memperkosanya, sang tersangka langsung tidur di atas tubuhnya tanpa mengeluarkan penisnya yang sudah tertidur dari dalam vaginanya.
ia melihat jam di dinding kamarnya yang menunjukkan angka 06.45. 'siapa yang bertamu pagi-pagi begini ?' tanya Naruto dalam hatinya.
Naruto mencoba melepaskan penisnya dari vagina Tayuya, lalu menyingkirkan tubuh Tayuya dari atas badannya dengan menggesernya ke kiri. tapi saat ia melihat ke kiri, ia melihat Konan sedang tertidur di sana.
Naruto membatalkan niatnya untuk menggeser Tayuya ke kiri, jadi ia akan menggeser Tayuya ke kanan tapi ia batalkan kembali saat ia melihat Yugao terlelap di kananya.
sekarang Naruto bingung harus berbuat apa. belum lagi ketukan dari seseorang di pintu rumahnya juga belum berhenti.
setelah berpikir beberapa saat, akhirnya mau tak mau Naruto membangunkan wanita di atas tubuhnya ini dengan menepuk pelan punggungnya.
"Yuya-chan bangun, ini sudah pagi" Naruto mencoba membangunkan Tayuya yang ada di atas tubuhnya dengan suara yang lembut. tapi bukannya bangun dan menyingkir, Tayuya malah memeluk tubuh Naruto dengan erat seolah-olah Naruto adalah sebuah guling.
"hah..." Naruto menghembuskan nafasnya pelan. ia mencoba berpikir kembali untuk mencari cara menyingkirkan tubuh Tayuya dari atasnya. 'apa yang harus aku lakukan ya ?' tanya Naruto lagi dalam hati.
'woi Naruto kenapa tak kau tingkatkan saja sedikit tekanan chakramu untuk membuat mereka bangun ? bukankah sekarang hatimu tidak sedang panik atau takut ?' ucapan Kurama menggema didalam kepala Naruto.
'apa tidak apa-apa Kurama ?' tanya Naruto agak ragu dengan usulan si rubah ber ekor 9 tersebut.
'tidak apa-apa asalkan jangan berlebihan seperti saat kau berada di kantor hokage kemarin.' balas Kurama dari dalam kepala Naruto.
Naruto hanya menganggukkan kepalanya dan berkonsetrasi meningkatkan sedikit tekanan chakranya. ternyata saran dari san partner berhasil. hal itu terbukti dengan ketiga wanita disana langsung melompat menjauh dari kasur Naruto dan memasang posisi kuda-kuda siap bertarung.
akhirnya Naruto bisa berdiri dari kasurnya. ia berjalan menuju kamar mandinya untuk mencuci muka dan menyikat gigi. setelah itu ia berjalan keluar dan mendapatkan tatapan bingung dari ketiga wanita di kamarnya.
"kalian sedang apa ?" tanya Naruto pada ketiga wanita disana.
"apa Naruto-kun tadi tidak merasakan tekanan chakra yang kuat ?" tanya Tayuya yang bingung melihat Naruto karena laki-laki tersebut kelihatan tenang-tenang saja. sementara Yugao dan Konan berada di dekat Tayuya mengangguk setuju.
"hah..." Naruto menghembuskan nafasnya untuk yang kesekian kalinya hari ini sebelum menjelaskan apa yang terjadi. "itu tadi hanya tekanan chakraku Yuya-chan. aku sedikit meningkatkan tekanan chakraku untuk membangunkan kalian." jawab Naruto santai dan iapun berlalu menuju lemari pakaiannya dan mengambil pakaian santainya.
ketiga wanita disana langsung terkejut dengan perkataan Naruto. 'se-sedikit meningkatkan katanya ?' ucap ketiga wanita disana dalam hati mereka masing-masing. mereka lupa bahwa mangsa mereka adalah seorang hokage, seorang shinobi terkuat di desa mereka.
ketika mengingat hal itu langsung membuat mereka keringat dingin. Naruto keluar dari kamarnya dengan santai tanpa mengetahui bahwa ketiga wanita disana telah membeku karena perkataan Naruto.
Naruto berjalan menuju pintu depan rumahnya untuk melihat siapa yang bertamu pagi-pagi.
'kira-kira siapa yang datang sepagi ini ?' ungkap Naruto dalam hati.
ia membuka pintudan melihat Lee dan Shikamaru berdiri didepan pintu rumahnya.
"oh kalian rupanya, silahkan masuk. ada perlu apa kalian datang kemari ?" tanya Naruto pada dua tamunya setelah mempersilahkan mereka masuk.
"para tetua memanggilmu untuk rapat council hari ini Naruto." ucap Shikamaru setelah mereka duduk di sofa ruang tamu rumah tersebut.
"hm ?" Naruto bergumam sambil mengangkat sebelah alisnya. ia bingung dengan apa yang diucapkan oleh Shikamaru barusan.
"entahlah ada lagi sekarang. yang paling penting kami disuruh menyampaikan ini padamu Naruto-kun." seolah bisa membaca pikiran bingung Naruto Lee yang sedari diam akhirnya angkat bicara.
"kenapa mendadak sekali ? apa ada masalah genting yang tengah terjadi ?" tanya Naruto yang sudah sangat penasaran.
tapi saat Shikamaru akan menjawab pertanyaan tersebut, tiba-tiba Tayuya muncul membawa nampan dengan tiga gelas di atasnya yang berisi teh hijau. Tayuya dengan lihai menaruh tiga gelas tersebut di atas meja dihadapan tiga orang yang sedang duduk disana.
"silahkan diminum teh nya." ucap Tayuya kemudian ia langsung berlalu menuju dapur.
Lee dan Shikamaru memandang Naruto dengan pandangan aneh dan penuh tanya.
"apa ?" tanya Naruto pada dua tamunya yang memandangnya dengan tatapan aneh dan penuh selidik.
"sejak kapan 'bunga' dirumahmu bertambah satu Naruto ?" tanya Shikamaru yang penasaran pada Naruto dengan penekanan pada kata 'bunga'. Lee pun juga memandang Naruto dengan tatapan penasaran.
"uh... sejak musim semi tahun kemarin" jawab Naruto seenaknya. Shikamaru dan Rock Lee dibuat sweetdrop dengan jawaban gak nyambung Naruto. sepertinya hokage mereka benar-benar bermasalah.
"hah..." Shikamaru dan Rock Lee hanya bisa menghela nafas mereka.
setelah meminum teh nya Shikamaru baru teringat bahwa ia belum menjawab pertanyaan Naruto tentang rapat council yang akan diadakan hari ini."sebenarnya tidak ada masalah yang begitu penting hanya saja..." Shikamaru menggantung kalimatnya. "para tetua Konoha mulai mempertanyakan loyalitasmu pada Konoha Naruto." lanjut Shikamaru setelah beberapa saat menggantung kalimatnya.
"masih ada lagi Naruto-kun." sebelum Naruto menjawab, Lee sudah memotong terlebih dahulu. "dini hari tadi 3 anbu Konoha yang bertugas berpatroli di sekitar wilayah Konoha menemukan seorang perempuan yang tidak sadarkan diri di dekat gerbang timur desa. perempuan tersebut kemungkinan bukan kunoichi desa karena ia tak memiliki hitai ate dari desa manapun." ucap Lee menjelaskan perkara lain yang akan dibahas dalam rapat council hari ini.
Naruto terlihat berpikir sebentar sebelum sebelum menjawab apa ia akan datang ke rapat council hari ini atau tidak. mereka terdiam sambil menikmati teh hijau masing-masing sampai akhirnya Naruto membuka suara.
"baiklah aku akan datang ke rapat council hari ini." ucap Naruto setelah berpikir agak lama. "dan jam berapa rapat akan diadakan ?" tanya Naruto pada Shikamaru.
"jam 11 siang." jawab Shikamaru.
"baiklah. arigatou telah memberi tahuku info penting ini Shikamaru, Lee." ucap Naruto sambil tersenyum pada dua tamunya.
"hai', sama-sama Naruto. yang penting jangan sampai kau tersesat lagi Naruto." jawab Shikamaru sekenanya. sementara Naruto hanya tersenyum lebar sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
setelah beberapa saat berbasa-basi akhirnya Lee dan Shikamaru pamirt undur diri.
Naruto melihat jam di dinding ruang tamunya yang menunjukkan angka 07.30. ia lalu berjalan menuju kamarnya untuk membereskan kamarnya yang berantakan sejak 5 hari yang lalu.
tapi ia terkejut bukan main saat ia melihat kamarnya telah rapi seperti tak ada apapun yang telah terjadi pada kamar itu. ia melihat kasurnya yang sudah berganti sprei, pakaiannya yang sobek sudah tidak ada, lantainya juga sudah bersih, dll.
'pasti mereka yang membersihkan kamarku.' ucap Naruto dalam hati sembari membayangkan tiga wajah wanita cantik yang serumah dengannya. 'arigatou minna' lanjutnya masih dalam hati.
ia berjalan menuju kamar mandinya untuk membersihkan diri. ia harus bersiap untuk pertemuannya dengan para tetua bau tanah tersebut. sebenarnya ia tidak tertarik dengan topik loyalitasnya yang akan dibahas saat rapat council hari ini. tapi topik yang satinya yang membuatnya tertarik. ia ingin mengetahui bagaimana rupa perempuan tersebut.
'mungkin saja ia adalah kunoichi yang dikejar-kejar oleh shinobi jahat atau missing nin karena ia memiliki sesuatu yang berharga, jadi ia memutuskan untuk membuang hitai atenya untuk menyembunyikan identitasnya.' batin Naruto berspekulasi tentang perempuan yang akan ditentukan nasibnya saat rapat council hari ini. 'dan yang lebuh penting dari itu adalah bagaimana wajah dan bodynya ya ?' batin Naruto yang kumat mesumnya.
sementara itu di lorong yang menuju jalan menuju dapur di rumah tersebut...
setelah beberapa saat di kamar mandi akhirnya Naruto keluar dari kamar mandinya dengan rambut yang masih agak basah. ia berjalan santai menuju lemarinya dengan handuk melilit pinggangnya.
kali ini ia mengenakan baju resminya saat akan pergi ke kantor hokage. setelah beberapa saat bersiap akhirnya ia keluar dari kamarnya.
tapi mata Naruto langsung membelalak kaget saat ia keluar kamarnya dan ia mendapati Tayuya yang sudah telanjang sedang 'disantap' oleh Konan dan Yugao dalam keadaan berdiri di lorong rumah yang menuju dapur. terlihat Yugao yang berada di depan Tayuya sedang menggigit, menjilat dan menghisap leher sampai bahu bagian depan wanita bersurai merah lembut tersebut. tidak jarang pula mulutnya berpindah ke puting susu Tayuya untuk menghisapnya dengan kuat. kedua tangan Yugao memeluk tubuh serta tangan Tayuya dengan erat, sehingga mengunci pergerakan wanita yang tengah 'disantap'. sementara Konan yang berada di belakang Tayuya juga melakukan hal yang sama. ia tengah menjilat, menggigit, dan menghisap leher sampai bahu bagian belakang Tayuya. tangan kanannya tengah mengaduk aduk vagina Tayuya, sementara tangan kirinya membekap mulut Tayuya agar ia tidak berteriak.
"eemmmhhh~ eemmhhhh~" desahan yang keluar dari mulut Tayuya hanya menjadi gumaman tidak jelas. wajahnya sudah memerah karena horny. matanya yang terlihat sayu menampakkan kesan yang sangat sexy. tubuhnya menggelinjang menikmati tiap sentuhan dua wanita yang lebih tua darinya.
sebuah perempatan muncul di dahi Naruto.
"HEI KALAU KALIAN MAU MELAKUKAN ADEGAN PANAS JANGAN DI LORONG BEGINI !" ucap Naruto dengan kepala yang membesar dengan perempatan di dahinya yang terlihat jelas.
karena kaget mendengar suara Naruto, kedua wanita tersebut langsung menghentikan aktifitasnya.
sementara Tayuya langsung terduduk bersimpuh karena tidak kuat menahan berat tubuhnya. nafasnya terengah-engah. dan wajahnya yang manis jadi semakin manis saat rona merah dipipinya semakin menguat. diam-diam ia mengambil pakaiannya dan melarikan diri menuju kamar Konan dan langsung menguncinya dari dalam.
tiga perempatan muncul di kepala Konan dan Yugao yang sedang menunduk dan dari punggung mereka keluar aura gelap yang sangat pekat. Naruto yang awalnya marah langsung menciut nyalinya saat ia merasakan aura mengerikan kedua wanita dihadapannya.
"NARUTO-CHAN GARA-GARA KAMU MANGSA KAMI JADI LARI TAHU !" Yugao dan Konan berucap bersamaan dengan kepala yang membesar seperti Naruto barusan.
"KAMI TIDAK MAU TAU POKOKNYA KAMU HARUS TANGGUNG JAWAB, DENGAN MENGANTIKAN POSISI YUYA-CHAN BARUSAN !" ucap Yugao yang diberi anggukan setuju oleh Konan yang berada di sampingnya.
nyali Naruto semakin menciut saat ini. keringat dingin sudah memenuhi tubuh dan wajahnya. 'dasar bodoh ! kenapa aku malah memancing amarah dua predatorku ? kalau begini bisa-bisa aku tidak berangkat ke rapat council hari ini' ucap Naruto merutuki kebodohannya dalam hatinya. 'apa yang harus aku lakukan sekarang ?' lanjutnya dalam hati.
'Naruto tenangkan dirimu lalu gunakan hiraishin untuk kabur.' ucap Kurama memberi saran dari kepala Naruto.
'baik Kurama' jawab Naruto melalui hatinya.
Naruto langsung berkonsentrasi untuk menenangkan hatinya yang sedang takut karena aura hitam pekat Yugao dan Konan.
sesaat setelah hatinya tenang ia pergi menggunakan hiraishinnya menuju kantor hokage.
"NARUTOOOO !!!" Naruto meninggalkan Yugao dan Konan yang menjadi semakin marah karena mangsa kedua mereka ikut kabur setelah melepaskan mangsa mereka yang pertama.
di kantor hokage
"hufffttttt... aku selamat." ucap Naruto pada dirinya sendiri. 'terima kasih Kurama.' ucapnya dalan hati.
ia lalu mengedarkan pandangannya untuk melihat ruangan kantor hokage. pandangannya terhenti pada foto para kage terdahulu, lebih tepatnya pada Sandaime hokage dan Yondaime hokage.
Naruto lalu teringat ucapan Sasuke padanya. 'jika menurutmu itu salah maka akan menjadi salah Naruto. akan tetapi Jika menurutmu itu adalah yang terbaik maka hal itu juga akan menjadi yang terbaik buatmu. semua keputusan yang kau buat tergantung pada dirimu sendiri bukan orang lain.' ucapan Sasuke terlintas dalam hati Naruto.
'Jii-chan, Tou-chan, maafkan aku jika keputusanku nanti akan mengecewakan kalian.' ucap Naruto dalam hati. 'tapi ingatlah aku akan tetap menjadi pelindung desa yang kalian cintai ini. aku akan meneruskan tekat api kalian meski nanti aku tidak akan menjadi hokage lagi !' lanjut Naruto memantapkan hatinya dengan keputusan yang ia buat.
setelah mengucapkan hal itu dalam hatinya, Naruto lalu melepaskan haori yang bertuliskan "sichidaime" dibagian punggungnya. lalu melipatnya dengan rapi dan ia taruh haori tersebut di atas meja bersama topi kagenya yang ia tinggalkan di meja kerjanya semenjak 5 hari yang lalu.
setelah itu ia mengerjakan dokumen di meja kerjanya dengan sangat cepat. tidak butuh waktu lama baginya untuk menyelesaikan satu tumpuk dokumen di mejanya. ia mengerjakan semua dokumen disana dengan cepat dan teliti hingga akhirnya ia selesai mengerjakan semua dokumen tersebut.
ia melihat ke arah jam di dinding kantornya yang menunjukkan pukul 10.45.
'15 menit lagi pertemuan council akan segera dimulai.' ucapnya dalam hati.
"mumpung masih ada waktu sedikit, lebih baik aku segera memusnahkan gulungan dari Nidaime hokage lalu menemui Kurama dulu." gumamnya pada dirinya sendiri.
Naruto lalu mengeluarkan sebuah gulungan dari tas ninjanya. ia lalu berpindah ke tempat yang sepi dan jauh dari keramaian menggunakan hiraishinnya. dalam sekejap mata Naruto telah sampai di tanah lapang yang luas. ia mengeluarkan gulungan tersebut dan menggenggamnya dengan tangan kiri sementara tangan kanannya membuat 'rasen shuriken' berukuran mini. ia melemparkan gulungan tersebut ke atas lalu melemparkan rasen shurikennya ke arah gulungan tersebut yang masih melayang di udara. dalam sekejap gulungan tersebut langsung hancur tanpa bekas.
setelah itu Naruto kembali ke kantor hokage lalu mengambil posisi duduk bersila di lantai dekat dengan kursi kerjanya. ia lalu memejamkan matanya berkonsentrasi untuk memasuki mindscapenya.
mindscape
Naruto langsung muncul di atas kepala Kurama yang tengah tertidur. ia langsung duduk bersila di atas kepala Kurama.
Kurama yang merasakan ada sesuatu di atas kepalanya langsung membuka matanya. "ada apa Naruto ?" tanya Kurama pada Naruto yang berada di atas kepalanya.
"aku hanya ingin menemuimu saja Kurama." jawab Naruto sambil tersenyum pada sang partner. " oh ya, arigatou buat saranmu tadi. jadi aku bisa selamat dari terkaman dua predatorku yang kelaparan." lanjut Naruto pada Kurama.
"huh..." Kurama hanya mendengus menyahuti ucapan terima kasih Naruto. "makanya kalau penakut gak usah jadi sok jagoan." ucap Kurama pada Naruto.
tiga perempatan langsung muncul di kepala Naruto akibat ucapan sang partner barusan. senyumnya langsung hilang digantikan dengan seringaian yang mengerikan.
"siapa yang kau sebut 'sok jagoan' ?!" ucap Naruto pada Kurama dengan aura yang mengerikan dan juga penekanan pada kata 'sok jagoan'.
"tentu saja 'kau' lah. emang siapa lagi ?" jawab Kurama yang tidak terpengaruh dengan aura membunuh yang ditebarkan Naruto dan juga penekanan pada kata 'kau'.
tiga perempatan di kepala Naruto semakin banyak saat sang partner memperjelas kalimatnya. "DIAM KAU DASAR 'RUBAH MESUM, MALAS, TUKANG NUMPANG PULA'." balas Naruto menghina Kurama dengan kepalanya yang membesar dan penekanan pada kata 'rubah mesum, malas dan tukang numpang'.
kini perempatan muncul di kepala Kurama yang tidak terima dihina seperti itu. "APA KAMU BILANG 'KEPALA DUREN' ?! KAMU SENDIRI JUGA MESUM TAHU ! DASAR KEPALA DUREN MESUM !" balas Kurama yang mulai terpancing emosi.
"KAMU MAU NGAJAK BERANTEM HAH ?!" tantang Naruto pada Kurama.
"OH SEPERTINYA 'PAHALAWAN KESIANGAN' INI MAU MERASAKAN BIJUUDAMA ?!" Kurama membalas perkataan Naruto dengan penekanan pada kata 'pahlawanan kesiangan'.
"AYO SIAPA TAKUT ?!" balas Naruto sengit.
beberapa saat setelah saling ejek...
akhirnya setelah berantem gaje dengan partnernya Naruto keluar dari mindscapenya dengan wajah merah geram. ia kesal karena lagi-lagi Kurama menertawakannya sambil berguling-guling setelah ia mendapatkan julukan 'duren mesum yang gak perkasa di ranjang.'. uh entah kenapa akhir-akhir ini ia kalah terus saat berdebat dengan sang partner. ia mengusap wajahnya karena lelah. tapi setelah itu ia tersenyum karena ia merasa masalahnya sudah sedikit berkurang saat ia saling ejek dengan Kurama barusan.
sekarang jam menunjukkan pukul 10.59. Naruto mulai berjalan meninggalkan kantornya untuk menuju rapat council yang akan segera dimulai.
Naruto sampai tepat waktu menuju ruangan council. ia membuka pintu ruangan itu dan berjalan masuk. ternyata para tetua desa Konoha dan para kepala klan telah sampai disana (kecuali Uchiha Sasuke yang digantikan oleh istrinya) dan sekarang tengah menunggu kedatangannya.
"baiklah dengan begini rapat council hari ini bisa dimulai" ucap salah satu tetua Konoha membuka rapat.
"masalah yang pertama akan kita bahas adalah apa yang akan Konoha lakukan kepada perempuan ini." ucap Shikamaru sang moderator rapat council sambil menunjuk seorang wanita yang memakai sebuah jubah dengan tudung hitam menutupi wajah dan surainya, di kiri dan kanannya ada dua orang anbu yang mengawalnya sampai ruangan council. "tapi pertama-tama silahkan anda buka tudung jubah anda dan perkenalkan diri anda onna-san." lanjut Shikamaru yang ditujukan kepada perempuan tersebut.
perempuan tersebut membuka tudungnya memperlihatkan rambut hitam indahnya yang di ikat pony tail dan iris hijau indahnya saat mengangkat kepalanya. lalu saat akan memperkenalkan dirinya ia melihat sosok yang tidak asing baginya. ia melihat Naruto yang memandang ke arah lain menunjukkan bahwa pria bersurai kuning itu tidak tertarik dengan rapat council ini tengah duduk di bagian pemimpin desa. ia langsung merona dan jantungnya berdegup kencang tidak karuan melihat ketampanan Naruto beserta auranya yang seolah mengikatnya di tempat ia berdiri.
"na-nama saya Shi-Shi-Shizuka. sa-sa-saya ber-berasal da-dari desa Nadeshiko." ucapnya tergagap karena merasakan sesuatu yang aneh bergejolak pada dirinya.
'pe-pe-perasaan apa ini ? mengapa aku merasakan badanku horny saat aku melihat Naruto ? tapi apakah Naruto masih ingat denganku ?' ucapnya dalam hati dengan pandangan yang tak lepas dari Naruto sejak tadi. dia berharap Naruto masih ingat dengannya.
Naruto yang sejak tadi mengalihkan pandangannya ke arah lain karena tidak tertarik dengan rapat council ini langsung kaget saat ia mendengar nama perempuan itu. dengan sigap ia melihat ke arah perempuan yang baru saja memperkenalkan dirinya. ia melihat wajah perempuan itu dengan teliti sambil mengingat kapan ia pernah bertemu dengan perempuan itu. setelah beberapa saat ia berpikir, akhirnya Naruto ingat bahwa ia pernah bertemu dengan perempuan itu di saat ia mendapatkan misi ke desa Nadeshiko.
"lama tak jumpa Shizuka 'hime'. bagaimana kabarmu ?" ucap Naruto sambil menatap lekat perempuan di hadapannya. Naruto juga menekankan kata 'hime' saat memanggil Shizuka.
semua orang disana langsung terkejut tak terkecuali Shizuka. semua orang disana langsung berbisik-bisik tentang bagaimana Naruto sang hokage bisa mengenal perempuan dihadapannya, apalagi Naruto memanggil perempuan itu dengan sebutan 'hime'.
Shizuka langsung semakin membeku di tempatnya berdiri. ia tidak menyangka bahwa Naruto masih mengingatnya. ia merasa bahagia saat Naruto masih mengingatnya. tapi ia takut untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan Naruto padanya.
"tolong jawab pertanyaan saya Shizuka 'hime'." ucap Naruto lagi. Naruto masih menekankan kata 'hime'.
"sa-saya ba-baik-baik saja Nar- maksud saya Hokage-sama." ucap Shizuka akhirnya, meskipun sedikit terbata dengan wajah menunduk menyembunyikan wajahnya yang merona karena horny.
setelah mendengar jawaban itu Naruto langsung tersenyum yang menambah kesan tampan diwajahnya.
"lalu apa yang terjadi padamu hingga kamu bisa ditemukan pingsan di dekat gerbang Konoha Shizuka hime ? dan mengapa kamu tidak mengenakan hitai-ate desamu ? apakah terjadi sesuatu dengan desamu ?" tanya Naruto beruntun kepada perempuan di hadapannya.
Shizuka diam sejenak sebelum menjawab pertanyaan Naruto. "tidak ada sesuatu yang terjadi dengan desa saya.sebenarnya saya telah diusir oleh para tetua desa Nadeshiko karena saya menolak perjodohan yang diberikan kepada saya. lalu setelah itu mereka mengambil hitai-ate milik saya dan membuang saya begitu saja. saya berjalan mengelana untuk mencari tempat tinggal. tapi beberapa hari ini saya kehabisan bekal saya saat menuju Konoha. saat saya hampir sampai gerbang desa Konoha penglihatan saya menggelap dan saya tidak ingat lagi apa yang terjadi selanjutnya." ucap Shizuka panjang lebar menjelaskan tentang bagaimana ia bisa sampai pingsan di depan gerbang desa Konoha.
"oh... baiklah kalau begitu kami akan menerimamu sebagai warga di sini. dan kau akan tinggal di rumahku dan berada dibawah pengawasan dan perlindunganku langsung." ucap Naruto membuat keputusan tanpa persetujuan dari yang lain.
"dan ini adalah keputusan mutlak !" para tetua dan kepala klan yang akan protes langsung mengurungkan niatnya saat mereka merasakan aura membunuh dari pemimpin mereka saat mengucapkan kalimat tersebut. mereka langsung terdiam seribu bahasa.
"baiklah keputusan untuk Shizuka-san telah dibuat. dan hasilnya ia dilerbolehkan tinggal di desa Konoha." ucap Shikamaru sang moderator rapat council.
"jangan lupakan masalah berikutnya Nara-san." ucap seorang tetua kepada Shikamaru. "rapat council hari ini bukan hanya membahas perempuan ini, akan tetapi kita juga mempertanyakan mengapa akhir-akhir ini hokage sering tidak berada di kantornya ?" ucal seorang tetua laki-laki dengan usia sekitar kepala 60.
"apa yang dikatakan tetu-" "saya jarang ke kantor karena saat saya berjalan menuju kantor, saya harus membantu nenek tua menyebrang jalan, setelah itu saya bertemu kucing hitam saat berjalan kembali menuju kantor hokage. jadi untuk menghindari sial saya mengambil jalan memutar agak jauh, tapi di jalan itu saya dicegat oleh beberapa bidadari yang menyesatkan saya di jalan bernama 'surga dunia'." jelas Naruto memotong ucapan tetua desa, Naruto juga menekankan kata 'surga dunia'. Naruto mengatakan hal itu dengan ekspressi watadosnya membuat semua orang disana sweetdrop mendengar alasan sang pemimpin desa mereka yang sangat tidak masuk akal.
"JANGAN BERCANDA NARUTO !" ucap Sakura yang menggantikan suaminya untuk datang di rapat ini.
"jika kamu menjadi hokage seharusnya kamu menjadi-" "aku akan mundur dari jabatan ini." ucapan Sakura langsung dipotong cepat oleh Naruto yang kini berwajah serius.
semua orang disana langsung terkejut untuk yang kedua kalinya. mereka langsung bingung dengan apa isi kepala hokage mereka. tidak terkecuali Shizuka yang sedari tadi masih berdiri dihadapannya.
"aku akan mengundurkan diri dari jabatan ini karena ketidak becusanku dalam bekerja. para tetua bau tanah ini juga sudah mulai tidak percaya padaku jadi buat apa aku melanjutkan pekerjaan ini ?" ucap Naruto sambil menunjuk wajah para tetua disana. para tetua disana langsung bungkam seribu bahasa kembali. mereka memang membenarkan apa yang dikatan Naruto.
"aku mencintai desa ini sepenuh hatiku dan aku paling tidak suka ketika loyalitasku dipertanyakan, apalagi oleh 'tua bangka' seperti mereka." ucap Naruto sambil menekankan kata 'tua bangka' dan menunjuk pada wajah tetua Konoha.
"mereka hanyalah pengecut yang tidak lebih dari seekor tikus yang mencari perlindungan dengan masuk kandang singa. dan mereka sangat senang saat mereka bisa mengendalikan singa-singa tersebut. tapi saat mereka tidak bisa mengendalikan salah satu dari kumpulan singa tersebut apa lagi singa tersebut merupakan pimpinan singa yang lain, maka mereka akan khawatir lalu menggunakan segala cara untuk menghilangkan sang pemimpin." ucap Naruto tanpa peduli pada sopan santun dan tata krama. ia sudah lelah dipermainkan dengan permainan busuk para tetua Konoha. sebagian orang disana langsung menatap tajam Naruto dan sebagian lagi menatap tajam para tetua Konoha yang secara tidak langsung ingin menyingkirkan Naruto.
"desa kita memiliki banyak shinobi berbakat. jadi pilih saja salah satu dari mereka yang bisa kalian kendalikan untuk menggantikan aku sebagai hokage di desa ini 'TE-TU-A'." ucap Naruto sarkasme sambil menekanlan kata 'tetua' di akhir kalimatnya.
"lalu jika kau benar-benar mengundurkan diri, apa yang akan kau lakukan Hokage-sama ?" tanya tanya Guy yang ikut datang dalam pertemuan tersebut.
"aku hanya akan menjadi shinobi biasa yang melakukan pekerjaan rank D sampai rank SS." jawab Naruto. "dan itu merupakan kehormatan tersendiri buatku ketimbang harus duduk dibelakang meja sambil melihat para shinobi yang berjuang menjalankan misi berbahaya atau bahkan meregang nyawa saat sedang menjalankan misi yang mereka terima. dan juga aku tidak mau disamkan dengan para 'tikus tua bangka ini'." lanjut Naruto santai sambil menekankan kata 'tikus tua bangka'. ia tak peduli jika nanti gelar yang ia sandang akan menurun. para tetua desa langsung geram dengan perkataan Naruto, tapi mereka tidak bisa melakukan apa-apa.
"untuk mempersingkat waktu kita ambil saja keputusan berdasarkan suara." ucap Shikamaru sebagai moderator rapat tersebut.
"baiklah siapapun yang setuju dengan pengunduran Uzumaki Naruto dari jabatan hokage desa Konoha silahkan angkat tangan kanan kalian, dan bagi yang tidak setuju silahkan angkat tangan kiri kalian." ucap Shikamaru. tapi hanya para tetua desa saja yang mengangkat tangan kanan mereka sementara perwakilan warga desa dan para kepala klan mengangkat tangan kiri mereka. Shikamaru yang melihat itu hanya tersenyum tipis. ia sudah tahu bahwa hal ini akan terjadi.
"baiklah berdasarkan pengambilan suara akan diputuskan bahwa Uzumaki Naruto akan tetap melanjutkan jabatannya sebagai hokage desa Konoha dan Shizuka-san akan menjadi bagian dari desa Konoha. dan dengan hasil rapat ini, saya sebagai moderator menyatakan rapat council hari ini telah selesai. sekarang kalian boleh meninggalkan ruangan rapat." ucap Shikamaru memperjelas hasil rapat tentang nasib Shizuka dan Naruto. Shikamaru juga langsung mempersilahkan semua orang yang ada disana untuk kembali ke aktifitas rutinnya masing-masing.
sementara Naruto hanya diam dan langsung mendekati Shizuka dan menggenggam tangannya, lalu mengajaknya keluar dari tempat rapat tersebut. jantung Shizuka berdegup semakin kencang saat tangannya digenggam erat oleh pria bersurai kuning yang sejak tadi menjadi pusat perhatiannya.
mereka berdua berjalan beriringan sambil bergandengan tangan menuju rumah megah sang hokage. Shizuka berusaha mati-matian untuk menahan hasrat dalam dirinya yang semakin bergejolak selama perjalanan menuju kediaman megah sang hokage.
saat sampai di kediamannya, Naruto langsung memperkenalkan Shizuka kepada Konan dan Tayuya dan berpesan 'untuk tidak menyantap sang tamu'. tentu saja pesan itu berhasil membuat wajah Konan dan Tayuya merona karena malu dan marah, tapi sebelum dua wanita disana sempat marah, Naruto sudah menghilang ke kantornya menggunakan hiraishinnya.
siang ini Yugao berada di markas pusat anbu, jadi Naruto tidak bertemu dengan wanita bersurai ungu gelap tersebut di kediamannya saat ia akan memperkenalkan Shizuka kepadanya.
setelah Naruto sampai di kantornya, ia langsung duduk di kursi kerjanya dan menghela nafas panjang. Naruto tak menyangka jika ia akan tetap menjadi hokage.
'ini benar-benar di luar perkiraanku.' ucap Naruto dalam hati.
tok tok tok
"masuk." ucap Naruto saat ia mendengar pintu kantirnya diketuk seseorang.
cklek
pintu terbuka dan menampakkan Shikamaru. pemuda berambut nanas tersebut berjalan masuk ke ruangan Naruto.
"wah-wah kemana semua dokumen disini ? apa anda 'memusnahkannya' Hokage-sama ?" tanya Shikamaru kepada Naruto sambil mengejek dengan penekanan pada kata 'memusnahkannya'.
"aku tidak seperti dirimu 'asisten hokage paling malas'. tentu saja aku menyelesaikan semua dokumen." jawab Naruto balas mengejek Shikamaru sambil menenakakan kata 'asisten hokage paling malas'.
"kapan kau menyelesaikan semua dokumen itu Naruto ?" tanya Shikamaru penasaran.
"tadi, sebelum rapat council." jawab Naruri santai. "oh ya mulai detik ini aku hanya akan mengerjakan dokumen-dokumen penting saja. dokumen yang akan aku urus adalah dokumen rank A ke atas. sementara kau Shika urus sisanya." lanjut Naruto sambil menunjuk Shikamaru. saat mengucapkan kalimat akhirnya.
"cih... merepotkan." tentu saja hal itu membuat Shikamaru kesal. tapi mau bagaimana lagi ia adalah assisten hokage jadi dia tida bisa menolak perintah sang atasan.
dan setelah itu Naruto menjalani harinya dengan biasa di kantornya.
skiptime malam hari...
kini Naruto telah berjalan santai pulang dari kantornya menuju kediamannya yang megah.
dalam beberapa menit ia telah sampai di depan rumah megahnya dan langsung memasuki rumahnya. Naruto langsung berjalan menuju kamarnya.
tapi saat akan mencapai kamar, sepasang lengan tiba-tiba memeluknya dari belakang dan menahannya di depan pintu kamarnya. Naruto merasakan sepasang gundukan yang lumayan besar menyentuh punggungnya.
saat Naruto hendak menolehkan kepalanya ke belakang ia merasakan sebuah hembusan nafas di tengkuknya. hal itu langsung membuat Naruto merinding dan menggeliat tak nyaman di dalam pelukan seseorang dibelakangnya. tangannya mencoba meraih sepasang lengan yang memeluknya dengan erat, tapi Naruto kesulitan karena sikunya juga tertahan didalam pelukan orang dibelakangnya.
saat Naruto mencoba lagi menolehkan kepalanya kebelakang tiba-tiba telinganya diraup, digigit, dan dijilat dengan sensual oleh seseorang dibelakangnya. Naruto semakin menggeliat tak nyaman dalam pelukan orang tersebut.
"ughhhh... to-tolong berhenti dan le-lepaskan aku..." ucap Naruto sambil menggeliat tidak nyaman dalam pelukan orang dibelakangnya.
"kali ini kau tidak akan kulepaskan. karena kau telah membuat tubuhku panas sejak tadi siang Naruto-kun dan aku harus mati-matian menahan hasratku." ucap orang itu saat melepaskan mulutnya dari telinga Naruto lalu berbisik pada telinga yang barusan ia raup dengan nada sensual. kemudian orang itu meraup lagi telinga Naruto.
Naruto sangat kenal dengan suara ini. ia semakin menggeliat mencoba melepaskan diri. tapi semakin ia menggeliat semakin erat pula pelukan orang dibelakangnya.
"Shi-Shizuka ap-apa yang ka-kau lakukan ? ku-kumohon ughhh... le-lepas-kan aku." ucap Naruto memohon pada sang pelaku yang ternyata adalah Shizuka. ucapan Naruto terputus-putus karena tubuhnya mulai melemas.
bukannya melepaskan pelukannya, Shizuka semakin mengeratkan pelukannya dan menggesek-gesekkan buah dadanya pada punggung Naruto. ia melepaskan salah satu tangannya, lalu menggosok kejantanan Naruto dari luar celana yang Naruto kenakan. hal itu langsung membuat Naruto tidak berdaya. ia merasakan berbagai kenikmatan menggempur akal sehatnya. ia merasakan tubuhnya semakin lemas dan kehilangan tenaganya.
Shizuka yang sedang meraup telinga Naruto tersenyum tipis di sela-sela kegiatannya meraup telinga Naruto. ia merasakan tubuh seseorang didepannya bergetar hebat lalu terduduk ke atas lantai rumahnya saat ia melepaskan pelukannya. kini wajah Shizuka sangat merah karena hasrat duniawinya semakin bergejolak di dalam dirinya. Shizuka lalu menjentikkan jari lentiknya, dan seketika muncul tiga wanita lain entah dari mana. mereka tidak lain adalah Yugao, Tayuya, dan Konan.
"sudah kubilangkan melumpuhkan Naruto yang meskipun seorang kage adalah hal yang mudah." ucap Konan dengan nada santai tapi sangat sensual. kelihatannya ia dalang dari semua ini.
"Konan nee-chan memang hebat." ucap Tayuya kagum pada Konan.
"sudah kubilang Yuya-chan panggil saja aku 'Konan-chan'." ucap wanita bersurai biru tersebut.
"ayo kita bopong Naruto-chan menuju kamarnya lalu 'menyantapnya'." kali ini Yugao berucap dengan semangat dan menekankan kata 'menyantapnya'. ketiga perempuan disana langsung mengangguk setuju dan langsung membopong tubuh Naruto menuju kamarnya.
lemon start guys
Naruto vs Konan, Tayuya, Yugao and Shizuka.
setelah meembaringkan Naruto yang sudah tidak berdaya ke atas kasur king sizenya, ketiga wanita disana langsung melucuti pakaian masing-masing kecuali Shizuka yang melucuti pakaian yang dikenakan Naruto sebelum melucuti pakaiannya sendiri.
akhirnya semua pakaian Naruto telah tanggal dan menyisakan celana dalamnya saja.
"ku-kumohon hen-hentikan." Naruto memohon dengan suaranya yang terputus-putus karena tidak berdaya. tapi hal itu malah membuat keempat perempuan disana semakin bergairah untuk bersiap memperkosa korbannya.
"ugghhhh ku-kumohon ber-berhenti..." lagi-lagi Naruto memohon saat ia merasakan penisnya dikocok dari luar celana dalamnya.
"Yuya-chan sepertinya Naruto-chan sedang malu-malu karena ada pendatang baru" ucap Konan pada Tayuya.
"iya biasanya kamu menikmatinya Naruto-kun kenapa sekarang begini ?" tanya Tayuya yang ternyata pelaku yang mengocok penisnya dari luar celana dalamnya.
"mendesahlah Naruto-kun atau..." Tayuya menggantungkan kalimatnya lalu meremas penis Naruto masih dari luar celana dalam yang dikenakan Naruto. "aku akan melakukan hal ini berulang-ulang." lanjut Tayuya mengancam Naruto.
Naruto malah menutup mata dan mulutnya rapat-rapat. ia tidak mau menuruti permintaan Tayuya. alhasil...
"AAAAKKKHHHH~" Naruto mendesah secara tidak sadar saat Tayuya meremas penisnya.
Tayuya yang sudah gemas dengan penis Naruto yang sudah membesar, langsung melepaskan celana dalam yang dikenakan Naruto.
"Yuya-chan dimana sopan santunmu ? harusnya kan tamu yang didahulukan." ucap Yugao yang menginterupsi Tayuya. sementara wajah Shizuka semakin memerah karena dia disuruh lebih dulu memperkosa Naruto.
Tayuya yang sudah tidsk sabar akhirnya harus mengalah karena ucapan Yugao. Shizuka langsung memegang penis Naruto dan mengocoknya dengan perlahan lalu semakin cepat.
tidak disangka Shizuka sangat menikmati aktifitasnya. sementara Tayuya langsung merauo mulut Natuto dan mencoba memasukkan lidahnya untuk mengobrak-abrik mulut pria bersurai kuning tersebut. tapi Naruto malah semakin rapat menutup mulutnya.
Konan dan Yugao yang tidak mau menganggur langsung meraup telinga Naruto dan mengunci tangan dan kaki Naruto. Konan meraup telinga kanan Naruto sementara Yugao meraup telinga kiri pria tersbut. tanpa sengaja Naruto membuka mulutnya karena terkejut ketika kedua telinganya diraup secara bersamaan. hal itu tidak disia-siakan oleh Tayuya yang langsung memasukkan lidahnya ke dalam mulut Naruto. lidah Tayuya langsung mengobrak-abrik isi mulut Naruto.
"eeemmmghh~ eemmmmhhh~ eeeemmmhhh~" Naruto akhirnya mendesah dalam ciuman paksa yang dilakukan Tayuya.
"EEEMMMHHH-" Naruto mendesah agak keras saat ia merasakan penisnya memasuki lubang surgawi Shizuka yang sangat sempit. tubuhnya meronta-ronta. tangan dan kakinya tidak bisa ia gerakkan karena dikunci oleh Yugao dan Konan.
"aaahhh~ aahhhh~" Shizuka mendesah tidak karuan saat penis Naruto sedikit demi sedikit memasuki lubang surgawinya. sampai akhirnya...
blesss...
"AAAAKKHH- SA-SAKIT..." Shizuka berteriak karena keperawanannya ditembus penis Naruto. air matanya mengalir keluar dari pelupuk matanya. darah perawannya mengalir ke perut Naruto. Naruto lagi-lagi meneteskan air matanya karena sekali lagi ia merebut mahkota yang sangat berharga bagi seorang perempuan. Tayuya langsung melepaskan ciumannya dari mulut Naruto dan mencoba menenangkan Shizuka yang kesakitan dengan menjilati bagian bahu, dan tengkuknya. kedua tangan Tayuya memainkan juga kedua puting susu perempuan berkulit putih tersebut dari belakang.
setelah beberapa kissmark akhirnya Shizuka bisa tenang dan mulai memompa kejantanan Naruto. tubuh putih mulus Shizuka bergerak naik turun saat meng in-out kan penis Naruto dalam vaginanya.
"aahhhh~ aaahhhh~ aaahhhh~ emmmhhhhh~ uuussshhh~ aaahhh~" desahan Shizuka meluncur mulus dari mulut manis Shizuka. ia mendesah-desah menikmati keberadaan penis Naruto dalam vaginanya.
"aaahhh~ aaahhh~ to-tolong ber-berhenti aaahhhh~" Naruto memohon sambil menggelinjang kesana kemari. bukannya berhenti, Shizuka malah semakin bersemangat memompa penis Naruto saat ia mendengar desahan dari pria bersurai kuning tersebut.
"aaahh~ aahh~ aaahhhh~" suara desahan lain terdengar disamping Naruto yang tengah diperkosa oleh Shizuka. ternyata itu adalah desahan Tayuya yang vaginanya tengah disodok oleh Yugao yang entah sejak kapan mengenakan strap-on nya. Yugao menyodok vagina Tayuya dengan posisi nungging.
"eeemmmhh~ eeeemmmhhh~"desahan Tayuya berubah menjadi gumaman tidak jelas saat Konan yang juga mengenakan strap-on tiba-tiba memasukkan sex toy seperti penis tersebut memasuki mulut Tayuya.
"aaahhh~ aaahhhh~" (desahan Shizuka) "eeemmmhhh~ emmmhh~(desahan Tayuya)". auara desahan Tayuya dan Shizuka terdengar bersahut-sahutan. desahan-desahan Tayuya dan Shizuka membuat Naruto semakin tersiksa.
"uuuggghh~ aaahhh~ aahhh~" tanpa sadar Naruto telah mendesah. hal itu membuat keempat wanita disana semakin bersemangat. dengan cepat Shizuka membungkukkan badannya untuk meraup bibir Naruto.pinggang Shizuka semakin gencar memompa penis Naruto.
"eeemmhh~ emmmmhh~ eemmmhhh~" Naruto dan Shizuka mendesah bersamaan dalam ciuman panas yang mereka lakukan.
"eeemmmhh~ emmmmhhh~ eeemmmmhhh~ EEEMMMHHHH~" Shizuka melenguh dalam ciumannya menandakan bahwa ia telah mencapai puncaknya. vagina Shizuka terasa semakin sempit menjepit penis Naruto.
"EEEMMMHHH~" Naruto juga melenguh dalam ciumannya saat merasakan penisnya dijepit kuat seperti disedot oleh vagina Shizuka. Naruto mencengkram erat sprei dibawahnya saat ia menyemburkan spermanya didalam vagina Shizuka.
"hah hah Naruto-kun hah hah Nar-Naruto kau perkasa sekali hah hah..." ucap Shizuka sambil mengatur nafasnya yang tidak beraturan. ia langsung ambruk di atas Naruto dengan penis Naruto masih menancap di vaginanya.
"aaahhh~ aahhh~ aahhh~ aahh~" sementata Yugao dan Konan masih menyodok vagina Tayuya dengan ganas. mereka masih mendesah desah menikmati hubungan mereka. Tayuya sudah krgasme sebanyak 3X sementara Yugao dan Konan belum mencapai puncaknya.
"aaahhh~ aahhh~ aahhh~ uugghhh~ AAAHHHHHH~(lenguhan Konan)" "aaaahhh~ aahhh~ aahhh~ aahh~ AAAHHHHH(lenguhan Yugao)" "eeemmmhhh~ eeemmhhh~ EEEEMMMMHHH~(lenguhan Tayuya)" lenguhan ketiga wanita tersebut terdengar saling bersahut-sahutan di samping pemuda bersurai kuning yang tengah mencoba istitahat.
"hah-hah-hah..." terdengar mereka sedang mengatur nafas masing-masing. Yugao langsung mengeluarkan strap-onnya dari vagina Tayuya. ia lalu melepaskan benda tersebut dari pinggangnya.
Yugao lalu menyingkirkan tubuh Shizuka dari atas tubuh Naruto dengan gerakan halus. ia tidak ingin membangunkan wanita bersurai hitam tersebut.
Yugao lalu mengulum penis Naruto yang sudah lemas, hingga membuatnya tegang kembali. Naruto membuka matanya yang terpejam untuk melihat seseorang yang mengulum penisnya.
Yugao memasukkan seluruh penis Naruto ke dalam mulutnya. kedua tangan Naruto mencoba meraih kepala bersurai ungu gelap tersebut, tapi langsung ditahan oleh Konan dan Tayuya. tidak berhenti di situ Konan dan Tayuya juga meraup telinga Naruto.
"aaahhh~ aahh~ ka-kalian, ku-kumohon ber-berhenti ak-aku sudah lelaaaahhh~." ucap Naruto memohon sembari mendesah.
bukannya berhenti, Yugao malah mempercepat kulumannya pada penis Naruto.
setelah beberapa saat...
"aaahhh aahhh ka-kalian ku-kumlhon berhenTIIIII~ AAAHHHH~" ucapan Naruto menjadi lenguhan saat ia mengeluarkan spermanya didalam mulut Yugao. Yugao dengan sigap menelan sebagian sperma Naruto. ia lalu membagi sperma yang tidak ia telan dengan Konan dan Tayuya dengan menxium mulut mereka.
"kalian kumohon berhenti..." ucap Naruto memohon pada ketiga wanita disana.
"kami akan tetap memperkosa mu Naruto-chan." ucap Yugao
"kami kan belum merasakan penismu Naruto-chan." kali ini Konan yang berucap.
"meskipun kamu memohon pada kami, kami akan tetap memperkosa dirimu Naruto-kun..." ucap Tayuya dengan suaranya yang manis namun mengerikan buat Naruto.
'Kurama tolong bantu aku' ucap Naruto dalam hati.
'katanya perkasa kog sekarang mau lari ? bilang saja kamu tidak perkasa di atas ranjang' suara Kurama terdengar mengejek di dalam kepala Naruto.
'DASAR RUBAH MESUM BRENGSEK' ucap Naruto dalam hati.
dan dengan itu akhirnya Naruto diperkosa oleh ketiga wanita disana.
TBC
maaf jika masih gaje, typos bertebaran(?), membosankan dll...
thank you guys
mohon reviewnya ya minna
'SSF' say adios
see you in next chapter
