T.H.T.P

(Time Heals The Pain)

Cast: Baekhyun, Chanyeol, Kris, Sehun, Jongin, Kyungsoo, Luhan

Pairing: Chanbaek (main)

Length: chaptered

Genre: BL, romance, drama

.

.

.

.

Chapter 7

.

.

.

.

Warning: buat kalian yang bolak balik tanya atau komen ff ini kok mirip sama drama reply 1997, please baca ini dengan baik, dichapter 1 gue udah pernah bilang kalo ff ini inspired dari drama itu, so lebih baik sebelum nanya atau komen kalian baca dulu ya, daripada nanya mulu guenya juga jadi males buat ngejawab:-) just make sure, you'll find some scene that you wouldnt found out on that drama so yeah. Kalo selama ini buat sebagian dari kalian ff ini gampang ditebak, monoton dan ga asik, gue sama sekali ga maksa kalian buat baca. I guess some of authors feel the same way ya dimana udah tried to be nice tapi some of the reviewersnya kadang maaf, rada annoying. Jadi mulai sekarang, biar kita sama – sama enak, sebelum nanya, baca dulu okay? Maaf bukannya gue mau gimana – gimana, cuman mau ngelurusin aja biar ga ngerasa kebebanin aja:-) well segitu aja, sekali lagi maaf, im pretty appreciate everysingle review of you, i'll just fix the missunderstanding so everything wouldnt get miserable or miserably confusing. Thankyou and happy reading~!

.

.

.

.

.

Kris berjalan menuju ruangan cafe yang faktanya masih satu bangunan dengan cafe yang didatangi oleh Chanyeol. sesekali ia menghela nafas berat, semoga perubahan keputusannya sudah tepat. Ia hanya tak ingin menyakiti siapapun lagi. Baginya pengorbanan perasaan Chanyeol selama ini sudah cukup, sudah waktunya ia yang mengalah untuk adik kesayangannya, satu – satunya harta yang ia punya.

Diayunkannya kaki itu menuju ruangan dimana Chanyeol harusnya berada, sebelum mengetuk pintu itu, ia kembali menghela nafas, kali ini dengan memegang dadanya yang berdenyut sakit. Ia tau semuanya akan seperti ini, ia tidak bisa memaksakan dua orang yang ingin bersama untuk berpisah. Ia tidak mau baik Chanyeol atau Baekhyun membencinya, biarkan seperti ini, tetap memiliki mereka walaupun dengan status yang berbeda.

Setelah merasa cukup yakin, diketuknya pintu itu dan membuka kenopnya dengan pelan, seketika matanya melebar melihat pemandangan disana,

"Luhan.." ucapnya lirih. Ia nyaris menjatuhkan tas jinjingnya jika saja ia tidak begitu erat menggenggamnya. Matanya masih menatap orang yang sebenarnya diam – diam ia rindukan selama ini.

"b-bagaimana mungkin.." Luhan-pun tak kalah terkejutnya. Bagaimana bisa orang yang akan dijodohkan dengannya adalah mantan kekasihnya sendiri?

Kris akhirnya mendudukkan dirinya tepat didepan Luhan dengan pandangan sedikit kabur. Ia begitu bahagia masih bisa melihat orang yang dulu pernah mengisi hari – harinya.

"k-kau? Jadi kau adalah adik Yixing?"

"iya.."

"bagaimana mungkin 4 tahun kita berpacaran aku bahkan tidak tau kau adalah adik yixing," Kris menertawakan dirinya sendiri. Bohong jika ia bilang ia sudah sepenuhnya melupakan namja bermata rusa yang satu ini. 4 tahun bukahlah waktu yang singkat baginya, begitu banyak memori yang Luhan berikan kepadanya sebelum ia kembali ke china dan meninggalkannya.

"Yixing Hyung tidak pernah pulang, bahkan ia juga tidak tau jika aku sudah bertunangan. Ia tiba – tiba saja memintaku untuk menemui adik dari teman bisnisnya, aku benar – benar tidak tau jika itu kau," Luhan berkata pelan, sangat pelan, takut jika butiran – butiran kata itu akan melukai Kris lebih dalam. Ia sadar bagaimana terpuruknya namja itu dulu ketika ia meninggalkannya.

"lalu apa tunanganmu itu adalah pria yang sama yang kau temui ketika kau mengikuti pertukaran pelajar di jepang?"

"eum, Byun Sehun." Jawabnya lagi, masih belum berani mendongakkan kepalanya. Ia begitu takut Kris akan membunuhnya dengan pandangan tajamnya. Padahal pada kenyataannya namja perparas blasteran itu justru tengah mati – matian menahan airmatanya.

"Byun S-Sehun? A-apa Sehun memiliki kakak bernama Baekhyun?"

"ya, tapi ketika kami bertunangan Baekhyun tidak bisa datang, jadi aku belum pernah bertemu dengannya."

Entah ini kebetulan atau memang takdir yang membawa semuanya menjadi seperti ini. Namun Kris merasa kepalanya menjadi berat, ia benar – benar kaget dengan jalan Tuhan, terlebih baik mantan kekasihnya dan Baekhyun, orang yang sempat merebut hatinya akan memiliki hubungan keluarga, dan ketika Chanyeol menikahi Baekhyun nanti, bukankah ia juga akan menjadi bagian dari keluarga itu?

.

.

.

.

From: Kris Hyung

Chanyeol-a, mianhae.

Chanyeol masih terisak dengan pesan singkat yang Hyungnya kirimkan sesaat setelah ia mendapati Baekhyun diruangan itu. Ia benar – benar tidak menyangka jika Hyungnya akan berkorban begitu cepat, meskipun ini yang ia inginkan, tapi ia benar – benar tidak bisa menebak semua ini dengan benar. Kepalanya masih dipenuhi dengan permintaan maafnya yang secara tersirat dalam setiap bulir air mata yang jatuh dipelupuk matanya. Betapa ia meruntuki dirinya sendiri karena sudah berprasangka buruk terlalu jauh terhadap Hyungnya yang nyatanya sangat menyayanginya.

Sementara Baekhyun, namja itu terus mengusap punggung milik kekasihnya dengan sabar. Ia tidak berani mengeluarkan sepatah katapun setelah mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Jika boleh jujur, ia sangat lega. Lega karena Kris mau merelakannya bersama Chanyeol, namun disisi lain ia mengerti perasaan Chanyeol kali ini. Ia hanya tidak tau apa yang harus ia katakan. ia terus mengusap punggung tegap itu sampai sipemiliknya menoleh kearahnya dengan pandangan sayu. Matanya sembab dan hidungnya sedikit memerah, seperti hendak menyampaikan sesuatu namun Chanyeol tak kunjung mengatakannya, membuat Baekhyun mengulurkan tangannya dan mengusap pipi bulat itu dengan senyum kecil yang terpatri manis dibibir tipisnya. Chanyeol tak berkedip, ia hanya sesekali menutup matanya merasakan tangan halus Baekhyun menyapu permukaan kulitnya.

"B-baek.." ucapnya pada akhirnya, yang dipanggil hanya menatapnya masih dengan senyum manisnya, membuat hati Chanyeol menghangat dengan seketika.

Diraihnya tangan mungil Baekhyun lalu ia genggam dengan erat, kemudian membawanya kepadalam pelukan hangat. Chanyeol benar – benar kehilangan kata – katanya, ia tidak tau harus mengatakan apa dan berbuat apa selain memeluk Baekhyun.

"tenanglah Chanyeolie.." Baekhyun meletakkan dagunya diatas pundak lebar milik Chanyeol sementara tangannya kembali mengusap punggung namja yang dicintainya dengan gerakan lebih pelan

"aku tidak menyangka Kris Hyung akan menyerah begitu saja," Chanyeol bergumam pelan, namun masih bisa ditangkap oleh indera pendengaran milik Baekhyun

"percayalah padaku ia tidak mungkin menyakitimu,"

"jangan tinggalkan aku, Baekhyun-a," tiba – tiba pelukan itu mengerat, membuat Baekhyun tersenyum kecil

"aniya, kenapa kau berkata seperti itu?"

"aku hanya takut,"

"apa yang akan kau lakukan jika aku meninggalkanmu untuk pria lain?"

"aku akan membunuh diriku sendiri." Ucapan Chanyeol membuat Baekhyun membeku,

"aku lebih mencintaimu daripada apapun, kau adalah hidupku, Baekhyun. Jika kau meninggalkanku, itu berarti aku juga akan meninggalkan hidupku." Suara itu kembali bergetar, menciptakan denyut nyeri dilubuk hati milik Baekhyun.

"percayalah aku tidak akan pernah meninggalkanmu, tidak akan." Baekhyun merenggangkan pelukannya. Ditangkupnya wajah pria yang sangat ia cintai itu dengan pelan. Chanyeol masih memandangnya dalam. Mereka terus saling menyelami mata masing – masing, mencoba menemukan perasaan yang tidak pernah terungkapkan sebelumnya,

"aku tidak ingin kehilanganmu," bisik Baekhyun tepat didepan bibir Chanyeol, membuat namja bertelinga lebar itu bisa merasakan nafas hangat milik Baekhyun.

"aku mencintaimu," gumam Chanyeol dengan senyuman tipisnya,

"aku lebih mencin-" kalimat itu terpotong ketika bibir Baekhyun sudah dikulum lembut oleh Chanyeol. mereka berdua sama – sama memejamkan matanya, menikmati setiap pagutan yang terjalin diantara keduanya. Bibir atas Baekhyun menjadi satu – satunya benda yang tidak ingin Chanyeol lepaskan kali ini, sementara Baekhyun masih menikmati bibir tebal bawah milik Chanyeol dan tidak terlihat ingin segera mengakhirinya. Beberapa kali keduanya menggerakkan kepalanya untuk mencari posisi yang nyaman, membuat saliva meluber disekitar mulut mereka. Chanyeol mengangkat tubuh Baekhyun dalam sekali hentakan dan mendudukkannya tepat diatas pangkuannya tanpa melepaskan lumatan mereka. Tangannya sibuk mengusap pinggang Baekhyun dengan lembut, membuat namja yang lebih kecil melingkarkan tangannya dileher jenjang milik pasangannya.

"you're a good kisser," ucap Chanyeol disela kecupannya. Baekhyun hanya tersenyum dan mendorong dada Chanyeol untuk menjauh,

"tapi kali ini aku benar – benar butuh udara," jawab pria yang lebih kecil dengan masih terengah – engah. Chanyeol mengusap bibir Baekhyun yang dipenuhi saliva, tak beda jauh dengan miliknya.

"kau membuat salivanya melebar kemana – mana Chanyeol," Baekhyun merengut. Chanyeol hanya tersenyum dan kemudian menarik dagu itu kembali, menyatukan bibir mereka yang sempat terlepas. Baekhyun menutup matanya dengan cepat ketika dirasakannya tangan Chanyeol menyusup kedalam kemejanya, mengusap permukaan kulit mulusnya dengan gerakan yang sulit diartikan. Namja tinggi itu masih terus memagut dan menjilat bibir Baekhyun dengan rakus, tidak membiarkan Baekhyun menyerangnya. Sementara yang lebih kecil lebih memilih pasrah dan berpegangan pada pundak sang kekasih, membiarkan pemuda yang merengkuhnya dengan erat itu bertindak semaunya.

.

.

.

.

.

"apa menurutmu ini akan berhasil, Kyung?"

"molla, tapi kupikir idenya brilliant kali ini." Kyungsoo mengendikkan bahunya dengan acuh, sibuk menghancurkan dapur milik Chanyeol, sedangkan Jongin hanya memandang kekasihnya tanpa berkedip, menikmati keindahan yang terpampang dihadapannya. Sesekali ia akan mencolekkan tepung kehidung kekasihnya yang pasti akan membuat Kyungsoo berteriak murka.

Sesaat kemudian, Sehun menghampiri mereka dengan membawa seseorang yang cukup asing bagi Kyungsoo dan Jongin. Mereka berdua hanya menatap Sehun dan pemuda bermata rusa itu secara bergantian, meminta penjelasan lebih.

"ah ini Luhan, tunanganku," ucap Sehun tenang, membuat Luhan sedikit tersipu. Sementara Kyungsoo dan Jongin tersenyum lebar,

"annyeong Kyungsoo imnida," sapanya sambil sedikit membungkukkan badannya,

"dan ini Jongin, kekasihku," sambungnya lagi sambil menoleh kearah Jongin yang masih tersenyum lebar.

"annyeong, aku Luhan. Senang bertemu dengan kalian berdua," balasnya tak kalah ramah.

Well, kesan pertama bagi mereka tidak terlalu buruk, mereka bahkan mampu mendekatkan diri satu sama lain dengan cukup cepat. Buktinya saat ini Luhan tengah heboh bercerita dengan Kyungsoo tentang TVXQ, tak ada yang tau jika ternyata mereka berdua menyukai group yang sama. Dengan tangan yang terus mencetak adonan kue, mereka berdua tak henti – hentinya berbagi topik yang terlihat sangat menarik, membuat kedua kekasih mereka hanya mampu menggelengkan kepalanya dengan heran.

"dimana Baekhyun?" tanya Luhan, teringat akan kakak dari tunangannya yang belum juga menampakkan batang hidungnya.

"dia sedang ada urusan dikampusnya, mungkin akan sampai disini dalam beberapa jam lagi," jawab Kyungsoo sambil memasukkan kue kedalam oven

"lalu Chanyeol?"

"wow Sehun, kau sudah banyak menceritakan berbagai hal kepada Luhan ternyata," bukannya menjawab Jongin justru sibuk menyeringai kearah Sehun

"aku memang menceritakan segalanya kepada Luhan. Dan untuk pertanyaan dimana Chanyeol, aku tidak tau baby," katanya enteng sambil menyomot beberapa kue yang sudah siap saji, hal itu tentu saja membuatnya mendapatkan deathglare dari mata bulat milik Kyungsoo.

"Chanyeol sedang pergi untuk membeli sesuatu." Kata Kyungsoo pada akhirnya, sedangkan Luhan hanya membulatkan bibirnya sebagai jawaban.

"Hun, lebih baik kita mulai memasang proyektornya sekarang, kebetulan aku dan Kyungsoo sudah memasang tirainya tadi."

"well kajja,"

Mereka semua sibuk dengan tugas masing – masing. Sesekali mereka akan saling melempar candaan mengingat jarak antara dapur dan ruang tengah tidak begitu jauh, gelak tawa sesekali terdengar begitu nyaring, untung saja apartement milik Chanyeol memiliki kedap suara. Mereka bahkan nyaris berteriak ketika menyadari sosok jangkung itu berdiri didepan pintu,

"apa yang kalian bicarakan?"

"Chanyeol, dari kapan kau ada disana?"

"well, sejak kalian tertawa sangat kencang." Jawabnya acuh dan langsung bergegas menuju kamarnya. Tidak menyadari bahwa diruangan itu ada lain yang tidak ia kenal, yap Luhan. Namja cantik itu sibuk berspekulasi dengan dirinya sendiri, Chanyeol mengingatkannya pada seseorang, namun siapa? Ia memutuskan untuk tidak menghiraukannya, mungkin hanya perasaannya saja, katanya dalam hati.

.

.

.

Pukul 19.00 dan semuanya mulai bersiap ruang tengah apartement milik Chanyeol, mereka, Luhan, Sehun, Jongin dan Kyungsoo minus Chanyeol tengah mengotak atik laptop milik Chanyeol yang dihubungkan dengan proyektor. Mereka tidak perlu layar sebenarnya, karena kali ini kreatifitas mereka membuat tirai gorden pintu yang menghubungkan ruang itu dengan balkon sebagai layar proyektor mereka. Jongin sengaja mematikan lampunya untuk alasan visualitas yang disetujui oleh semua orang yang ada disana.

Tepat lima belas menit setelah mereka mulai menutar tayangannya, seseorang masuk dengan innocentnnya dan berdiri disamping sofa yang dipenuhi manusia – manusia itu dalam diam. Layar kini menampakkan salah satu variety show terbaik dikorea. Ia menoleh kearah sahabatnya dan keningnya mengernyit,

"dimana Chanyeol?" tanyanya tiba – tiba, membuat semua orang yang ada disana terlonjak kaget, bahkan Luhan hampir berteriak karena pada dasarnya ia adalah orang paling penakut nomor satu didunia.

"Baekhyun kapan kau datang?"

"beberapa menit yang lalu,"

"kemarilah duduk diantara kami berdua," ucap Kyungsoo sambil menunjuk satu spot yang sengaja direnggangkan diantara dirinya dan Luhan, tanpa pikir panjang namja manis itu langsung menjatuhkan bokongnya disana tanpa dosa.

"kau pasti Luhan!" lagi – lagi Luhan terkaget untuk yang kedua kalinya, ternyata calon kakak iparnya ini sedikit berisik dan sulit ditebak

"eum ne, kau Baekhyun kan?"

"eum! Aku kakak dari tunangan albinomu itu," jawabnya sambil tersenyum manis.

Setelah melakukan sedikit basa – basi akhirnya mereka kembali fokus dengan layar. Semua orang menikmatinya kecuali Baekhyun, ia masih kesal karena Chanyeol yang tiba – tiba harus menemui dosennya. Diliriknya kedua sahabat dan adiknya yang sedang sibuk berpelukan satu sama lain, ia merasa paling merana kali ini. Diam – diam ia meruntuki Chanyeol yang tak kunjung pulang. Namun ia tetap berusaha terlihat biasa saja, berusaha bersabar walaupun nyatanya kepalanya hampir meledak ketika melihat sisi kanan dan kirinya terdapat dua pasangan yang tengah berciuman mesra. Ditutupnya kedua kelopak matanya dengan erat, lalu menyenderkan tubuhnya kesandaran sofa, buruk, malam ini benar – benar buruk baginya. Minatnya untuk menonton variety itu tiba – tiba menghilang padahal ini adalah salah satu variety show kesukaan Baekhyun. Tunggu. Bagaimana mungkin tv itu menayangkan variety show korea? Ia kembali membuka matanya dan mendengus kesal, ia baru sadar jika mereka menggunakan laptop bukannya televisi.

"AAAAAK APAKAH DIA AKAN MELAMAR PASANGANNYA?" suara teriakan Kyungsoo itu membuat Baekhyun membuka matanya yang tadi sempat tertutup kembali. Ia memfokuskan pandangannya kelayar yang menampakkan seorang namja tengah duduk dibalik sebuah grand piano dan memainkan sebuah lagu yang sangat romantis, diam – diam Baekhyun menikmati tayangan itu sampai ia tidak menghiraukan teriakan histeris dari mulut Kyungsoo dan Luhan

'give me a chance,

Give me the opportunity,

To fallin in love with someone like you,'

Kali ini Baekhyun lah yang berteriak paling histeris. Mereka bertiga bahkan sampai saling merangkul satu sama lain, membuat Jongin dan Sehun berdecak kesal karena terabaikan.

'a women that i dreamed ab-'

Tiba – tiba proyektor menjadi buram, mereka bertiga terdiam dan alangkah terkejutnya mereka menyadari jongin dan Sehun sudah tidak ada disana. Suasana menjadi sangat gelap, karena pada awalnya hanya cahaya dari tayangan itulah yang menjadi pencahayaan tunggal mereka.

Baekhyun sudah memeluk tubuh Kyungsoo dengan erat sementara Luhan memeluk pinggang Baekhyun dan menangkupkan wajahnya dipunggung sempit Baekhyun. Perlu dikoreksi, Luhan adalah pemuda paling penakut nomor dua didunia karena yang pertama jelas adalah Byun Baekhyun.

"tenanglah," kata Kyungsoo sambil menggigit bibirnya sendiri, sementara Baekhyun dan Luhan sama sekali tidak bergeming ditempatnya.

SREEEEK.

Tirai gorden itu terdengar ditarik oleh seseorang yang membuat cahaya dari luar masuk begitu saja menerangi tiga orang pemuda yang tengah meringkuk diatas sofa. Baekhyun masih belum mau mengangkat wajahnya, berbeda dengan Luhan yang kali ini tengah terpana dengan apa yang dilihatnya. Setelah itu pintu tiba – tiba dibuka, menampakkan seorang pemuda yang mengenakan hoodie hitam yang duduk menghadap mereka dengan sesuatu dipangkuannya,

"a boy that i dreamed about,

Im waiting for entire life,

Give me a chance, to marry with an angel,"

Baekhyun langsung mendongakkan kepalanya ketika mendegar petikan gitar dan suara yang sangat ia hafal pemiliknya, Chanyeol. pemuda itu sedang duduk disana dengan sebuah gitar dipangkuannya, matanya terus menatap Baekhyun dengan lembut dan ia bahkan sempat tersenyum disela – sela nyanyiannya.

"we make love just like lovers do in the movie,

It feels like snowing in july,

We kiss and we make out just like we did,

Im waiting for this moment listen to me,"

Mata Baekhyun mulai berkaca – kaca. kali ini Kyungsoo dan Luhan sudah tidak berada ditempatnya, melainkan mereka berempat berdiri dibelakang sofa yang ditepati Baekhyun.

"you're my gift, you're my joy,

You're my angel, you're my christmas eve,

I promise you do my best to make you smile,

So im asking you so im asking you,

Answer me baby"

Chanyeol memejamkan matanya, menyalurkan seluruh perasaan yang membuncah dilubuk hatinya. Meskipun hanya sebuah lagu, namun Baekhyun mampu mengerti bahwa Chanyeol seolah tengah berbicara padanya. Diremasnya bajunya sendiri, menahan segala airmata yang siap tumpah dari tampungannya,

"you're my gift, you're my joy,

You're my angel, you're my christmas eve,

I promise you do my best to make you smile,

Ooo baby, will you marry me?"

Pertahanan Baekhyun hancur seketika dilihatnya Chanyeol berjalan mendekat dengan membawa sebucket bunga mawar putih, ia kemudian berlutut dihadapan Baekhyun dan menyerahkan bunga itu diiringi dengan senyuman terbaiknya. Baekhyun membekap mulutnya sendiri dengan tangan kanan sementara tangan kirinya menerima bunga pemberian Chanyeol, tubuhnya bergetar kecil, masih belum mampu menguasai dirinya sendiri disaat seperti ini.

Chanyeol merogoh kantung hoodinya dan mengeluarkan kotak berwarna merah maroon dari sana, pelan – pelan ia membukanya seiring dengan puluhan kembang api yang terlihat dari tempat Baekhyun berada saat ini. Tepat ketika kotak itu terbuka dengan sepenuhnya, sebuah kembang api meledak diudara dengan pola kalimat yang membuat Baekhyun tercengang sekali lagi, 'Marry Me, Baekhyun'

Tidak ada yang mampu Baekhyun katakan lagi saat ini, ia hanya menganggukkan kepalanya berkali – kali. Membiarkan Chanyeol menyematkan cincin itu dijari manisnya setelah menyopot cincin yang sudah dulu terpasang disana. Ia kembali menatap Baekhyun dan tersenyum sekali lagi. Tangannya terulur untuk menghapus airmata yang masih setia mengalir dari pelupuknya, membuat Baekhyun memejamkan matanya menikmati sentuhan yang diberikan kekasihnya.

Setelah itu ia menarik Chanyeol untuk duduk disampingnya, dan kemudian memeluknya dengan erat.

"saranghae," lirihnya pelan. Chanyeol membalas pelukannya dan sesekali mencium puncak kepala namja yang ada didalam dekapannya itu,

"nado, nado saranghae," jawabnya tak kalah pelan namun cukup meyakinkan. Tidak menghiraukan keempat manusia yang masih menonton mereka berdua dengan raut wajah terharu, bahkan Kyungsoo sampai menitikkan airmatanya, ia ikut bahagia bahwa sahabatnya akhirnya mendapatkan apa yang harus ia dapatkan.

.

.

.

.

Chanyeol dan Baekhyun baru saja merampungkan acara janji suci mereka, yeah hari ini adalah hari pernikahan mereka. Setelah lamaran Chanyeol diterima kala itu, mereka langsung menentukan sebulan kemudian untuk menikah. Tuan dan Nyonya Byun tentu saja sangat senang mendengarnya, mereka bahkan terlihat sangat antusias, terbukti dengan membiayai semua tanggungan pernikaha putranya padahal Chanyeol bilang, ia yang akan menyelesaikan semuanya. Tidak ada bulan madu bagi mereka berdua karena status mereka yang masih mahasiswa. Pernikahan mereka saja terpaksa diselenggarakan disalah satu gereja yang ada dijepang karena menurut tuan Byun semuanya akan sangat rumit jika memaksakan untuk menyelenggarakannya dikorea.

Sehun dan Luhan sama sekali tidak keberatan ketika Baekhyun meminta izin untuk menikah dahulu mengingat sebenarnya pasangan itulah yang lebih dulu melangsungkan acara tunangan.

Tidak ada manusia yang lebih bahagia hari itu selain Chanyeol dan Baekhyun, mereka terus saja bergandengan tangan dan berjalan berkeliling menyapa semua undangan yang ada, yang sebagian besar adalah teman kampus mereka berdua. Tak jarang dari mereka akan mengatakan betapa irinya dan betapa romantisnya pasangan pengantin baru itu, yang tentu saja membuat Baekhyun tak bisa melepaskan senyum bahagianya barang sedetik.

"kurasa malam nanti aku ingin menginap diapartementmu, Yeol," kata Jongin usil,

"mwo?" Chanyeol yang tengah sibuk membenahi poni milik Baekhyun seketika membulatkan matanya yang sudah bulat,

"aku tak ingin melewatkan pertunjukan panas nanti malam,"

"YA!" Baekhyun yang mendengarnya reflek melotot kearah Jongin, bisa – bisanya sahabatnya itu berkata seperti itu disaat orang tua Baekhyun masih berada disana dan ikut terkikik bersama Kyungsoo yang duduk disebelahnya.

"Baek, kau harus menyempatkan waktumu kedokter arra? Walaupun itu jarang tapi siapa tau kau merupakan salah satu pria beruntung yang memiliki rahim. Eomma tidak memaksamu atau terlalu berharap kau akan mempunyai anak, hanya saja sekedar periksa tidak masalah bukan? sekalipun kau tidak memilikinya, kau bisa mengangkat seorang anak dari panti asuhan," ujar Nyonya Byun dengan pandangan lembutnya. Baekhyun yang sedari tadi mendengarkannya dengan seksamapun hanya tersenyum dan mengangguk patuh.

"arrasseo eomma," katanya pelan sambil menggenggam tangan sang ibu.

"geurae, waktunya kita kembali keapartement Baekhyun, tamu undangan sudah mulai pulang, kurasa Baekhyun dan Chanyeol juga butuh waktu untuk berdua," kali ini Tuan Byun sengaja menggoda putranya yang langsung merona hebat. Sudah diputuskan bahwa setelah menikah, apartement Baekhyun akan menjadi tempat Sehun dan kedua orang tuanya menginap ketika mereka mengunjungi jepang, bahkan Baekhyun sudah pindah keapartement Chanyeol dua minggu setelah lamaran.

"appa~" Baekhyun menrengek pelan, membuat semua orang yang ada disana tertawa renyag termasuk Chanyeol.

"geurae ayo kita pulang," kata Chanyeol sambil berdiri dan meraih tangan Baekhyun untuk digenggam.

Setelah berpamitan, mereka berdua akhirnya berjalan menuju mobil Chanyeol yang terparkir tidak jauh dari sana. Pemuda tinggi itu berlari kecil mengitari mobilnya setelah memastikan Baekhyun duduk dengan nyaman dikursi penumpang. Ia kemudian menjatuhkan pantatnya dibelakang kemudi, menstarter mobilnya dengan sekali coba. Mobil itu lalu berjalan membelah jalanan ramai kota tokyo, membawa sepasang pengantin yang tak henti – hentinya memasang senyum terbaiknya.

"apa kau bahagia?" Chanyeol bertanya tanpa menolehkan kepalanya,

"sangat, aku mungkin akan lebih bahagia jika Kris Hyung ada disana tadi,"

"ia meminta maaf padaku semalam lewat telefon, pekerjaannya dichina benar – benar tidak bisa ditinggal," Chanyeol mencoba menenangkan istrinya dengan menggenggam tangannya melalui tangan kanannya.

"gwenchana," Baekhyun tersenyum menanggapi yang otomatis membuat sudut bibir milik Chanyeol ikut tertarik keatas, mengulas sebuah senyum tampan yang anehnya membuat degupan jantung Baekhyun menjadi tidak normal.

"kau ingin aku melakukannya disini?" tanya Chanyeol dengan raut wajah yang sedikit umm seduktif?

"melakukan apa?" sayangnya Baekhyun yang terlalu polos justru mengerjapkan matanya berkali – kali tanda ia tidak mengerti,

"kita sudah sampai sayang, Mengapa kau diam saja? Kau mau aku melakukannya disini?" lagi – lagi tampang mesum milik Chanyeol mampu membuat Baekhyun begidik ngeri.

"a-aniy-" ucapannya terpotong ketika bibir tebal milik Chanyeol sudah menempel sempurna diatas miliknya. Ia kembali mengerjabkan matanya berkali – kali, mencoba mengerti dengan apa yang terjadi. Sedetik kemudian bahunya yang tadi menegang kembali normal, matanya ia pejamkan dan menikmati perlakuan lembut suaminya. Mereka masih saling menyesap ketika security mengetok kaca mobilnya, kurang lebih menyuruh mereka untuk berpindah tempat jika ingin melakukan sex. Baekhyun hanya terkikik geli melihat ekspresi kesal Chanyeol yang baru saja diganggu kegiatannya, sesaat namja jangkung itu menoleh kearah Baekhyun dan menyeringai tipis,

"kau tidak akan selamat setelah ini, Nyonya Park," ujarnya sebelum keluar dari mobil dan secara mengejutkan membuka pintu mobil disamping Baekhyun dan langsung menggendong namja itu tanpa minta izin terlebih dahulu. Baekhyun yang kaget langsung mengalungkan tangannya dileher Chanyeol, diam – diam berdoa kepada Tuhan semoga ia selamat kali ini.

.

.

.

.

To be continued

.

.

.

.

HAAAAAAAAAAAI hahahaha tbcnya nanggung ya lol well NCnya buat chapter depan aja ya which is final chapter yay! Thanks buat kalian semua yang masih setia nunggu ff ini yaampun terharu banget liat review kalian yang menggebu – gebu (?) sejauh ini sampai chapter 7 gue cukup seneng dengan responnya diliat dari yang ngefav ngefollow dan ngereview itu udah bener – bener ngasih motivasi gue buat terus ngelanjutin ff ini. Even sometimes kena writerblock, moodswing yang gila banget, tapi pada akhirnya its almost there omg! Dan untuk kalian semua yang masih minat sama ff ini, gue mau open opinion nih, kalian mau request adegan apa dichapter depan? Misalnya kris ketemu tao atau hunhan kawinan atau apa gitu terserah, kalian bisa tulis requestnya dikolom review ya beserta review kalian yang pasti. Maaf banget kalo cerita chapter ini gaje dan banyak typo, maaf gue terlalu males buat edit ulang hehehehehe :-)

And yea, if any of you still wanting this fanfic to be continued as fast as i can, kindly give me a review for this one maybe? :-)