Chapter Sebelumnya
"Tadaima." Ucap Naruto setelah memasuki rumah tersebut.
Namun, tidak ada jawaban atas ucapan Naruto.
'Biasanya dia selalu membalas salamku.' Batin Naruto karena tidak ada yang menyambut ucapannya.
PLETAK
DUAK
DUK
BUK
"Aduh...Am-ampun...Aww...Tsu-tsuma!" Pekik Naruto ketika menerima 'hadiah' dari sosok tersebut.
"Beraninya kau...bercinta dengan...wanita lain..." Ujar sosok itu sambil memukul Naruto dengan spatula dan alat penggorengan.
"Padahal aku...sebagai istrimu saja...belum pernah...melakukan itu...denganmu!" Lanjutnya tanpa henti memukul Naruto. Hingga tidak berdaya melawan keganasan sosok yang adalah istri Naruto.
'Kami-sama, tolong aku.' Batin Naruto pasrah dengan istrinya.
Tittle : Naruto The Power of Savior
Disclaimer : Naruto dan High School DxD bukan milik Saya ,tapi milik Masashi Kishimoto dan Ichiei cerita punya saya xD
Pairing : Naruto x Harem
Rated : M
Genre : Adventure, Romance , Friendship ,Fantasy, Supranatural
Summary :Uzumaki Namikaze Naruto. Pemuda yang memiliki kekuatan legendaris dari orang tuanya. Dengan tekad dan keyakinan hati yang ia miliki, ingin mencari sebuah kata 'Kedamaian' bagi orang yang dia sayang. Powerfull!Naru not Godlike, Naru!Harem.
Warning : OOC, Gaje, Lime, Etc.
[A/N: Mungkin banyak kesamaan dengan fic lainnya. Namun, alur dari imajinasi saya.]
o0o
Saya tidak memaksa anda untuk membaca Fic ini. Jika tidak suka, silahkan tekan 'Back' atau 'Close Tab'.
Don't Like and Don't Read
o0o
Training Issei, Part 2
"Hosh...hosh...hosh..." Deru nafas memburu keluar dari mulut pemuda berambut coklat yang masih menggunakan seragam Academy Kuoh. Pemuda tersebut adalah Hyoudou Issei.
Saat ini Issei sedang menjalani latihan 'Neraka' bersama Gubernur Jendral Malaikat Jatuh, Azazel.
'Gila. Benar-benar gila.' Itulah apa yang Issei pikirkan tentang metode pelatihan Sacred Gear miliknya.
Tidak bisa dipungkiri bahwa Issei terlihat kelelahan akibat latihan 'Neraka' yang ia jalani. Belum lagi, dia tidak pernah melatih kondisi fisik sebelumnya. Walaupun Issei sekarang adalah Iblis yang memiliki kemampuan melebih Manusia pada umumnya. Itu tidak membuktikan bahwa kondisi fisiknya meningkat.
Azazel yang melihat Issei menjalani latihannya sungguh tidak ia duga. Namun dirinya juga tahu bahwa pemuda itu tidak pernah mendapatkan latihan seperti ini atau tidak pernah dia lakukan.
"[Ada apa Aibo? Sudah kubilang jangan melakukan hal itu. Tapi kau nekat melakukannya.]" Ujar suara mekanik yang berasal dari kristal hijau Gauntlet merah ditangan kiri Issei.
'Kukira tidak akan seperti ini jadinya, Ddraig.' Balas Issei sebari berlari sekuat tenaga.
"[Ku pikir latihan yang akan kau jalani adalah hal yang berbau meningkatkan kondisi fisikmu itu. Ternyata, mengintip gadis-gadis muda berendam di Onsen. Hah~]" Ddraig hanya bisa menghela nafas panjang melihat patnernya saat ini dikejar sekumpulan gadis yang siap menghajar Issei karena ketahuan mengintip.
'Tapi walaupun begitu, aku tetap senang. Dan juga...hehe.' Issei hanya bisa tertawa mesum setelah mendapat nasihat dari Ddraig.
"[Jika kau tertangkap oleh gadis-gadis itu. Jangan salahkan aku, Aibo.]"
'Heh? Tidak masalah Ddraig. Yang terpenting adalah aku sudah menyimpan Oppai-oppai mereka dalam memoriku. Dan jug-Aduh!' Sebelum Issei sempat menyelesaikan perkataannya pada Ddraig. Dirinya tersandung sebuah batu didepan Issei.
'Ga-gawat! Jika seperti ini aku bisa tertangkap.' Issei hanya bisa berkeringat dingin sambil menengok kearah belakang depan pelan.
'Glek'
Menelan Ludah yang bisa Issei lakukan sekarang. Karena, gadis-gadis yang mengerjarnya sudah mengerubungi Issei.
'Dd-Ddraig to-tolong a-aku.' Batin Issei meminta pertolongan pada Ddraig.
"[...]"
Tidak ada jawaban dari Sang Kaisar Naga Merah ini. Ddraig sudah tahu jika akhirnya, Issei akan tertangkap dan berakhir dengan babak belur seperti saat di Academy Kuoh bersama dengan teman sekelasnya.
"Mau kemana kau BOCAH MESUM!" Ujar salah satu dari sekumpulan gadis Onsen tersebut.
"A-Ah no-nona yang can-cantik. Ad-ada apa i-ini kok-kok ber-berkumpul meng-mengerubungi ku?" Tanya Issei terbata-bata dan juga keringat keluar dari seluruh tubuhnya.
"Kumpul-kumpul otakmu mesum! Sudahlah Senpai, kita hajar saja BOCAH MESUM ini. Biar tahu rasa!" Ucap gadis yang berada disamping gadis sebelumnya.
'Kami-Sama-Aw~!' Salah jika Issei memohon pada Kami-Sama. Bahwa dia sekarang adalah Iblis.
.
.
Setelah acara dihajar oleh gadis-gadis yang ternyata adalah klub kendo. Issei merasa aksinya tadi bukan bagian dari pelatihan untuk Sacred Gear miliknya. Berjalan sempoyongan hingga Azazel menghampirinya.
"Bagaimana?" Tanya Azazel dengan wajah watados. Membuat Issei mengepalkan tangan kirinya dan.
BUAK
"BAGAIMANA GUNDULMU MESUM! KAU TIDAK LIHAT?! AKU DIHAJAR DAN KAU MALAH BILANG BAGAIMANA?!" Teriak Issei setelah memukul pipi kanan Azazel hingga tersungkur ketanah.
"Heh? Memang benar gundulku mesum. Namun..." Azazel berdiri sambil membersihkan pakaiannya yang terkena debu.
DUAK
"JANGAN KAU LAMPIASKAN DENGAN MEMUKUL WAJAH MESUMKU INI, BOCAH MESUM!" Lanjut Azazel tidak kalah kerasnya dengan teriakan Issei dan memukul kepalanya.
.
.
Disuatu ruangan yang hanya terdapat sebuah singgasana dengan diterangi cahaya lilin. Di singgasana tersebut ada seorang gadis loli dengan busana Gothic Lolita hitam, celana putih seputih kulitnya. Dan bagian buah dada miliknya tepatnya bagian punting, tertutup oleh sebuah plester hitam membentuk tanda 'x'. Duduk di singgasana tersebut dengan raut wajah datar namun terkesan manis.
Dia memiliki julukan The Infinite Dragon, Ouroboros Dragon, Ophis. Bos atau ketua dari Khaos Brigade, sebuah organisasi teroris yang didirikan beberapa tahun yang lalu.
Memandang datar sebuah lingkaran sihir berlambang Naga putih, hingga muncul sosok dengan rambut putih kehitaman dan memiliki mata biru es.
"Dimana 'dia' sekarang, Vali?" Tanya Ophis pada sosok yang muncul didepannya. Dia adalah Vali, Sang Hakuryuukou.
[A/N: Vali mengenakan kemeja hijau V-neck hitam, dengan jaket hitam kerah tinggi diatasnya. Memakai jeans berwarna merah anggur dengan rantai perak melorot turun keatas, ditambah celana hitam menutupi sebagian besar celananya, dengan tiga band mengelilingi betis kaki kanannya. Mengenakan sepatu hitam gesper hitam. Lihat saja diwikipedia HsDxd.]
"Dia ada di kota Kuoh." Jawab Vali sambil berjalan kearah Ophis.
Vali hanya memandang keluar jendela dibelakang singgasana Ophis. Setelah berdiri tepat disamping Ophis, Vali berhenti. Ophis hanya melirik Vali dengan ekor matanya sambil bertanya.
"Bagaimana perkembangan rivalmu itu, Vali?"
"Sekarang dia sedang dalam pelatihan Azazel. Walau begitu, hanya 'dia' lah 'Rival Sejatiku' selain Great Red. Jawab Vali tanpa menoleh kearah Ophis. Vali tidak menganggap Sekiryuutei sebagai rivalnya ,sebagaimana Merah dan Putih yang dulu dikatakan sebagai 'Rival Abadi'.
"Bukankah kau juga ingin mengalahkannya, Ophis?" Lanjut Vali bertanya pada Ophis.
Hanya wajah datar yang ia tunjukan kepada Vali atas pertanyaan tersebut. Ophis bukan tidak ingin menjawab, namun dia masih ada urusan. Dia berdiri dari singgasana miliknya.
SRIINGG
Sebuah lingkaran sihir berlambang Naga hitam muncul diatas dan bawah Ophis. Hingga lingkaran diatas turun kebawah, Ophis hilang tanpa menjawab pertanyaan Vali.
Sementara Vali hanya bisa menghela nafas ,saat melihat Ophis pergi setelah dia bertanya seperti itu kepadanya. Jujur saja, tujuan Vali bergabung dengan Ophis adalah untuk melawan 'dia'.
Berjalan meninggalkan singgasana Ophis menuju pintu masuk ruangan tersebut. Vali berjalan sambil memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana. Baru sampai didepan pintu dan ingin membukanya, sebuah serangan mengarah padanya.
TIK
DUARR
Sebuah ledakan tercipta setelah mengenai pintu ruangan singgasana Ophis. Asap ledakan tersebut mulai hilang karena sebuah hembusan angin dari tempat ledakan tadi.
WUSHH
Ketika asap mulai hilang, terlihat Vali terlindung oleh dua buah sayap berwarna biru. Itu adalah Sacred Gear miliknya, [Divine Dividing]. Vali mulai mendongak keatas untuk melihat siapa yang menyerangnya.
"Heh? Kau lagi?" Vali berkata bosan ketika melihat siapa yang menyerangnya.
.
.
Beralih ke Issei
Nafas memburu, bermandikan keringat. Kali ini Issei benar-benar tidak habis pikir. Ia kira metode pelatihan Azazel yang sekarang adalah Sensei baginya, tidak seperti yang Issei bayangkan sebelumnya.
Walau diawal pelatihan, Azazel hanya iseng saja ketika menyuruh Issei untuk mengintip gadis-gadis dipemandian Onsen yang ternyata adalah klub kendo itu sendiri. Klub yang sering menghajar dirinya habis-habisan bersama dua teman sekelas Issei, Motohama dan Matsuda. Disaat ketahuan mengintip mereka sedang ganti baju.
Kembali ke Issei.
"Jadi...hosh...ini...hosh...yang...disebut...host...latihan neraka." Ujar Issei dengan nafas yang masih memburu.
"Jika kau ingin kuat, Hyoudou Issei. Kau harus mendapat pelatihan seperti ini." Balas Azazel yang masih duduk manis mengamati Issei.
Issei berlatih disebuah tempat yang telah dipasang Kekkai Barrier dengan gaya gravitasi seberat 100 kg. Gravitasi tersebut sudah membuat Issei sulit berdiri ketika memasuki Kekkai itu. Namun ,lama-kelamaan dia terbiasa walau belum bisa berjalan dengan gravitsi seberat itu.
'Ya! Aku harus bisa kuat untuk melindungi teman-temanku.' Batin Issei sambil berjalan berusaha memutari wilayah yang terpasang Kekkai tersebut.
Azazel menyuruh Issei untuk berjalan mengelilingi wilayah tersebut sebanyak 50 kali. Awalnya, Issei terlihat santai dengan itu. Namun ketika menerima gaya gravitasi seberat itu, dia kewalahan.
Sementara Ddraig, salah satu Naga Surgawi, pendiam Sacred Gear, [Boosted Gear], tersenyum senang melihat kegigihan yang Issei lakukan. Dia mulai tertarik dengan pemiliknya sekarang ini karena beberapa hal. Termasuk sisi mesum dan cabul Issei.
"Aku...hosh...harus...hosh...bisa." Dengan susah payah, Issei berhasil memutari wilayah tersebut satu kali. Walau masih kurang 49 putaran lagi, namun itu adalah sebuah kemajuan bagi Issei sendiri.
'Baru satu putaran, dia sudah kelelahan seperti itu. Tapi aku yakin, kau bisa Issei.'
Skiptime
Sudah hampir dua hari Issei mengelilingi wilayah dengan gravitasi seberat 100kg. Dan selama itu, dia tidak masuk sekolah karena menjalani latihan yang diberikan oleh Azazel. Issei berharap, teman dan orang tuanya tidak khawatir karena tidak pulang kerumah maupun bersekolah.
"Hosh...hosh...hosh..." Deru nafas Issei masih memburu, walau beberapa jam yang lalu ia sudah melewati latihan 'Neraka' tersebut.
"Menjadi kuat memang melelahkah...hosh...hosh...hosh..." Ujar Issei sambil tergeletak ditempat karena tidak mampu berdiri karena kelelahan.
"Namun, biar begitu aku tidak akan menyerah untuk menjadi kuat, untuk melindungi orang yang kusayang serta menjadi Iblis kelas atas membangun kerajaan harem milikku." Itulah yang mendorong Issei agar menjadi kuat.
Diluar Kekkai Barrier tempat Issei berlatih, Azazel tersenyum senang melihat Issei berhasil melakukan latihan yang ia suruh. Walau waktu yang Issei selesaikan menjalani latihan itu diluar perkiraan Azazel. Dia bisa memakluminya karena Issei memang memiliki stamina yang lemah, walau Issei adalah Iblis namun stamina hanya meningkat tidak seberapa.
Berjalan pelan menghampiri Issei yang tengah tergeletak lepas dengan nafas yang masih memburu.
"Kuucapkan selamat telah berhasil melewati latihan 'Neraka' versiku, Hyoudou Issei." Puji Azazel sambil berjongkok disamping kiri Issei.
"Kuha-"
Belum selesai Issei menjawab pujian dari Azazel. Sudah dipotong oleh Azazel.
"Besok kau akan berlatih cara menggunakan Sacred Gear milikmu." Potong Azazel membuat Issei melebarkan kedua bola matanya.
"Ta-tapi, bagaimana dengan sekolahku? Apa aku juga akan membolos lagi seperti sebelumnya?" Ucap Issei yang masih tergeletak namun deru nafasnya sudah tidak seperti tadi.
"Di tambah lagi, Buchou, Akeno-senpai, Kiba, Asia, Koneko-chan dan kedua orang tuaku. Pastinya mereka mengkhawatirkan keberadaanku saat ini." Selama latihan yang Issei jalani.
Issei teringat oleh mereka semua. Apakah mereka baik-baik saja selama ia pergi. Apakah mereka khawatir akan keadaan dirinya yang menghilang tanpa mengabarkan ia berada. Dan juga, bagaimana kedua orang tuanya. Apakah mereka kebingungan karena Issei tidak kunjung pulang kerumah.
Azazel yang mendengar kekhawatiran Issei hanya bisa tersenyum sambil berkata. "Kau tenang saja. Mereka semua sudah tahu, bahwa kau sedang menjalani sebuah latihan guna meningkatkan kekuatan serta kontrol Sacred Gear milikmu."
"Untuk kedua orang tuamu. Naruto sudah mengurusnya. Jadi kau tidak perlu khawatir tentang mereka semua sekarang." Ujar Azazel panjang lebar kepada Issei.
Itu membuat Issei bernafas lega mendengarnya. Dirinya tidak perlu khawatir lagi tentang keadaan mereka saat ini. 'Syukurlah, mereka sudah tahu.'
"Jadi..." Azazel memberi jeda sebelum berkata pada Issei.
"Siap untuk latihan 'Neraka' selanjutnya, Issei?" Lanjut Azazel sambil mengulurkan tangan kanannya pada Issei.
Issei pun menerima uluran tangan Azazel dan berkata. "Tentu saja, Sensei."
Dan mulai saat itu, Issei mulai memanggil Azazel dengan sebutan Sensei. Tidak buruk memiliki murid mesum seperti Issei. Itulah yang dia pikirkan. Untuk 5 hari selanjutnya, Issei akan menjalani latihan 'Neraka' versi Azazel. Dan juga kabar buruk untuk Issei setelah usai menjalani latihan tersebut.
.
.
Ultimate Power Of Savior
Satu Hari setelah Issei berlatih bersama Azazel
Rias, siswi yang memiliki paras cantik bersurai merah panjang, serta jangan lupa bentuk tubuh dan juga dua aset yang menggoda bagi para lelaki. Kini dirinya bingung karena salah satu Koha- nya, atau lebih tepatnya keluarga. Menghilang setelah insiden dirinya dan Akeno, bercumbu dengan Naruto.
Bahkan, dirinya juga bingung kenapa Naruto juga menghilang. Rias hanya diberitahu oleh salah satu [Illusion Shadow] milik Naruto, kalau kekasih yang satu ini ada urusan penting.
Flashback On
"Enggh..." Suara erangan keluar dari mulut Rias. Membuka kedua matanya dan menengok ke samping mendapati lekaki yang sangat ia cintai, Uzumaki Namikaze Naruto. Perlahan dirinya mulai mendekati wajah Naruto dan...
CUP
Rias mengecup bibir Naruto singkat. Dirinya masih lelah akibat kegiatan Intim tadi malam beserta Akeno, sahabatnya. Memikirkan kegiatan 'Itu' membuat Rias merona dan juga bahagia. Walau dia tidak memikirkan akibat apa yang telah ia lakukan setelah ini.
Masa bodoh dengan itu.
Itulah apa yang Rias pikirkan. Asalkan dia bersama dengan Naruto, lelaki yang ia cintai. Itu sudah sekedar dari kata cukup. Rias mendekatkan lagi wajahnya dengan Naruto agar bisa memberi kecupan lagi.
4cm...
2cm...
0,5cm...
"!"
Rias kaget ketika sebuah tangan menyentuh bahunya. menengok kearah pemilik tangan tersebut, Rias mendapati Akeno tengah menatapnya dengan tatapan tajam. Rias hanya menaikkan sebelah alisnya, seolah mengatakan, 'Ada yang salah?' begitulah.
"Kau memang tidak sopan, Rias." Ujar Akeno yang masih menatap tajam Rias.
"Tidak sopan bagaimana, Akeno?" Rias bingung dengan sahabatnya ini.
Tidak sopan bagaimana dia tidak mengerti. Mungkin yang dimaksud Akeno adalah kurang sopan mencium seseorang yang sedang tertidur pulas. Apalagi orang itu adalah lelaki yang juga dicintai Akeno.
Tanpa Rias sadari, tangan kanan Akeno mendorong dirinya menjauh dari wajah Naruto. Rias awalnya bingung, kenapa Akeno menjauhkan wajahnya dengan wajah Naruto. Namun tiga detik selanjutnya, Rias baru menyadari bahwa Akeno menjauhkan dirinya agar bisa mencium bibir Naruto.
"Kau sama saja tidak sopan Akeno. Berbicara seperti itu, namun kenyataannya kau malah melanggarnya." Ucap Rias setelah Akeno menghentikan aksi kecupnya pada bibir Naruto.
"Ara-ara...fufufu. Tapi itu tidak berlaku bagi Naruto-kun, Rias." Ucap Akeno dengan kata-kata khas miliknya.
"Hah~" Rias hanya bisa menghela nafas melihat tingkah sabahatnya yang satu ini.
"..."
"..."
Keheningan terjadi setelah Rias menghela nafas. Mereka berdua diam sebari menatap Naruto yang sedang tertidur pulas.
'Jika tidak ada kau, mungkin aku sudah menyerang Naruto.' Batin mereka berdua bersamaan tanpa diketahui oleh dua belah pihak.
"Ehm...Akeno."
"Ya?"
Akeno menjawab tanpa menoleh kepada Rias. Begitu juga Rias.
"Dia terlihat tampan saat tidur ya?" Gumam Rias yang masih menatap Naruto.
"Kau benar. Dia begitu terlihat sangat tampan saat tidur. Sampai aku tidak tahan dengan tubuhnya itu, fufufu." Rias melirik sambil memutar bola matanya bosan.
"Sejak kapan kau mulai ketagihan dengan hal 'Itu' Akeno?" Tanya Rias membuat Akeno menoleh kearahnya.
"Ara-ara...fufufu. Sejak tadi malam." Jawab Akeno.
"Kau tidak sadar? Jika Naruto-kun sangat bergairah dengan tubuhku ini." Lanjut Akeno sambil memamerkan tubuh telanjang miliknya pada Rias.
"Heh?! Bergairah karena tubuhmu Akeno?! Jangan harap! Naruto-kun sudah pasti bergairah karena tubuhku ini!" Balas Rias tak mau kalah.
"Bahkan Naruto-kun terus menyebutkan namaku saat dia memasukan 'Adik' nya kedalam 'Lubang' ku." Kali ini Akeno mulai membalas perkataan Rias.
"Itu saja?" Tanya Rias dengan sinis.
"Naruto-kun melakukan 'Itu' denganku lebih lama darimu Akeno." Lanjut Rias dan membuat Akeno tersendak kaget.
"Ja-Jadi...Ka-Kau melakukan 'Itu'...Ke-Ketika aku sedang tidur?!" Rias hanya membalas perkataan Akeno dengan senyum menggoda.
'Sialan.' Umpat Akeno. Dirinya tidak mau kalah dengan Rias untuk masalah tersebut.
"Ji-Jika begitu. Ak-Aku akan melakukan 'Itu' lebih lama darimu, Rias!" Akeno kini mulai menarik selimut yang menutupi seluruh tubuh Naruto.
Setelah menarik selimut tersebut. Akeno dengan segera memposisikan tubuhnya dengan tubuh Naruto agar bersatu kembali. Namun, ketika Akeno hendak merangkak kedepan tubuh Naruto. Sebuah tangan menghentikan aksinya. Bukan tangan Rias, melainkan Naruto.
"Na-Naruto-kun!" Ucap mereka kaget ketika Naruto sudah sadar.
Naruto mengubah tidurnya dengan duduk di Futon besar miliknya. Rias dan Akeno pun heran dengan tingkah Naruto. Dengan perlahan, Naruto membuka kedua bola matanya. Namun kali ini bukan bola mata biru saphire yang terlihat, melainkan hitam. seluruh mata Naruto berwarna hitam. Dan itu cukup membuat Rias dan Akeno kaget.
"Na-Naruto-kun...Ap-Apa yang terjadi...De-Dengan kedua matamu?" Tanya Akeno ketika melihat dua mata Naruto berwarna hitam seluruhnya.
"Goshujin-sama sedang ada urusan, Rias...Akeno." Jawab [Illusion Shadow] milik Naruto.
Kini Rias dan Akeno tahu bahwa yang ada di hadapan mereka bukan Naruto-nya. Melainkan salah satu kemampuan Naruto.
Flashback Off
Rias hanya bisa menghela nafas dengan Naruto dan Issei. Bukan hanya Rias yang mengkhawatirkan Naruto dan Issei. Ah bukan, melainkan Naruto. Dia adalah Akeno. Sementara Kiba, Asia, Koneko hanya bisa menenangkan mereka dengan satu kalimat yang sama.
Mereka pasti baik-baik saja.
Begitulah yang mereka bertiga katakan kepada Rias dan Akeno.
.
.
Hyoudou Issei, pemuda pemilik dari salah satu Sacred Gear Naga Surgawi, Ddraig yaitu [Boosted Gear]. Sacred Gear yang dapat meningkatkan kekuatan baik diri sendiri maupun teman atau musuh. Issei saat ini sedang bermeditasi dibawah pohon besar di tengah hutan, tempat ia berlatih di bawah bimbingan Azazel, Gubernur Malaikan Jatuh.
Bermeditas untuk berbicara dengan Ddraig dialam bawah sadarnya. Mereka hanya membahas tentang kemampuan dari Sacred Gear, [Boosted Gear] selain meningkatkan kekuatan. Namun disaat Ddraig sedang menjelaskan tentang kemampuan lain dari Host-nya ini. Issei malah melamun memikirkan Oppai-Oppai gadis yang sedang berendam di Onsen setelah selesai berlatih dengan Azazel. Itu juga karena Issei di ajak oleh Azazel sendiri. Sampai Ddraig berpikiran bahwa,
Guru murid sama-sama mesum.
Begitulah apa yang Ddraig pikirkan. Namun entah kenapa Issei selalu giat berlatih bersama Azazel. Mungkin karena sehabis latihan mereka selalu memandang salah satu ciptaan Tuhan yang menggoda.
"Issei." Ketika mendengar suara memanggil Issei. Ia segera kembali kealam nyata untuk bertemu dengan sang pemanggil.
"Oh, ternyata kau Ero-Sensei." Ucap Issei memanggil Azazel dengan menekan kata 'Ero'.
TWICH
Muncul perempatan pada dahi Azazel. Kenapa orang yang sangat berjasa seperti dirinya bisa di panggil Ero? Apalagi itu adalah muridnya sendiri.
"Siapa yang kau panggil Ero! Bocah Mesum!" Dan kini Azazel membalas perkataan muridnya dengan menyebut Issei bocah mesum.
Setiap Azazel melatih Issei, sering terjadi pertengkaran dengan kata yang sering muncul. 'Ero' dan 'Mesum'. Pertengkaran mereka selalu berlangsung selama setengah jam. Dan setelah itu, Azazel mulai menjelaskan tentang cara menggunakan kekuatan Issei berserta Sacred Gearnya.
Tapi...Azazel sangat senang dengan perkembangan Issei. Bisa mencapai mode terlarang dari Sacred Gear, [Balancer Breaker] adalah suatu peningkatan yang drastis. Mode yang dapat meningkatkan pertahanan, kecepatan dan bahkan kekuatan pengguna hingga maksimal. Namun, Issei hanya bisa bertahan dalam mode itu selama 30 menit. Mungkin jika Issei melatih fisiknya, maka ia akan bertahan lebih lama dalam mode tersebut.
Sebenarnya ada salah satu mode yang lebih hebat dari [Balancer Breaker], yaitu [Juggernaut Drive]. Tetapi, Azazel tidak akan menjelaskan tentang mode tersebut. Karena mode itu memiliki efek samping pada tubuh si pengguna.
"Ehm...Sensei." Ujar Issei setelah selesai bertengkar dengan Azazel.
"Hmm?"
"Aku 'kan sudah berlatih selama seminggu denganmu. Apakah aku boleh kembali?" Tanya Issei pada Azazel.
Azazel tahu pasti Issei membahas tentang hal itu, setelah seminggu berguru dengannya.
"Aku merindukan teman-temanku." Ujar Issei pelan.
Ia dapat melihat dengan jelas jika Issei sangat rindu kepada teman-temannya.
"Tentu." Jawab Azazel dengan tenang.
"Be-Benarkah?" Tanya Issei memastikan.
"Kau sudah berkembang dari apa yang aku perkirakan, Issei." Puji Azazel pada Issei.
"Walau belum bisa bertahan lebih lama dalam mode [Balancer Breaker] kau sudah bisa menguasai beberapa teknik dasar tentang kemampuan Sacred Gearmu itu." Lanjut Azazel.
"Arigatou." Issei membungkukkan tubuhnya pada Azazel. Dia sangat berterima kasih pada Azazel yang sudah melatihnya hingga berkembang saat ini.
"Hei...Hei...Hei. Lebih baik kau cepat kembali. Ku yakin mereka pasti sangat rindu kepadamu." Sebenarnya Azazel sedikit merasa risih ketika Issei membungkukkan badan pada dia.
"Sekali lagi, Arigatou Sensei." Terima kasih Issei kembali.
"Ya...ya...ya. Jangan lupa untuk meningkatkan kondisi fisikmu itu. Dan juga..." Azazel memberikan surat pada Issei.
"Apa ini ?" Tanya Issei penasaran dengan surat yang Azazel berikan.
"Berikan itu pada Naruto. Dan jangan coba membukanya. Atau..." Azazel menjawab sambil memunculkan tombak cahaya miliknya.
Issei yang mengerti perkataan Azazel, mengangguk dengan cepat dan berulang kali. Tidak ingin sesuatu yang buruk menimpa dirinya.
"Baiklah kalau begitu. Pergilah." Usir Azazel.
"Kau seperti mengusirku saja, Ero-Sensei." Issei merasa bahwa ia di usir oleh Azazel secara tak langsung.
"Kau panggil aku apa? Bocah Mesum!" Dan pertengkaran mereka berdua dimulai.
.
.
.
.
To Be Continue...
Akhirnya bisa update juga fic ini. Maaf beribu maaf yang bisa saya ucapkan. Baru bisa Update Fic ini sekarang.
Bagi para Reader yang ingin mengetahui kenapa Update Fic ini lama(Terlampaui lama), bisa melihat Profil Akun ini
Berikan kritik dan saran pada reader untuk chapter kali ini. Saya akan terima Flamer yang berkaitan dengan Fic ini, bukan Fic yang tidak ada hubungannya dengan 'Naruto The Ultimate Power Of Savior'.
Sampai jumpa untuk Chapter selanjutnya. Bye...bye...
