Jeng..jeng..jeng.. Chap selanjutnya datang.. #bletak.
Terima kasih untuk reviewnya ya..^^
*Evilkyu: siip ditunggu aja ya..hhehe, terima kasih banyak untuk reviewnya y..^^
*Dijah-hime: okeh karena dijah dan yang lainnya udah review aku semangat deh nulisnya, terima kasih banyak untuk reviewnya y..^^
Untuk Kin Hatake dan Eveel udah ku balas lewat PM ya, terima kasih reviewnya..^^
(Oh iya untuk Kin Hatake, maaf ya aku belum bisa bikin Kakashi's POV nya di chapter ini coz masih agak bingung milih kata-katanya..#plaak ditabok penggorengan sama kin.
Tapi chapter depan aku bikin kok..^^)
Pokoknya makasih, makasih, makasih banget untuk kesetiaannya membaca fic saya yang ga jelas ini..
Langsung aja ya, selamat membaca..^^
.
Kakashi lalu pamit dan pergi setelahnya.
Disepanjang perjalanan ia menerawang, air mata kembali jatuh ke pipinya.
"Sakura." gumamnya sumringah.
"Yah, bu.. aku sudah menemukannya," gumamnya lagi.
.
Desclaimer © Masashi Kishimoto
Hilang © Phouthrye Mitarashi15
Pairing : Kakashi – Sakura
Warning: gaje, abal, EYD berantakan, typo berserakan (?), alur kecepetan, kata-kata ga jelas, dll.
.
.
.
-HILANG-
.
Pagi yang cerah telihat dari langit kota Konoha.
Yah, mungkin sama cerahnya dengan raut wajah tampan sang GM muda yang sekarang sedang asyik mengendarai Ferrari merah kesayangannya sambil memegang ponsel, sedang menelepon seseorang ternyata.
"Iya, terima kasih Yamato. aku serahkan semua pekerjaan kantor padamu.." ucapnya sambil menutup telepon.
Hari ini sang GM muda itu memang memilih untuk tidak masuk kantor dan menyerahkan semua pekerjaannya kepada Yamato. yakinlah ia bahwa sahabatnya itu sekarang pasti sedang misuh-misuh tidak jelas dikantor, baru membayangkannya saja sudah membuat Kakashi terkekeh geli.
Ia menelusuri jalanan Konoha dengan perlahan dan sabar karena jalanan tersebut sudah mulai ramai oleh kendaraan yang lalu lalang.
Tak lama mobilnya terparkir di depan sebuah toko perhiasan terbesar di Konoha.
Setelah keluar dari mobil ia pun masuk ke dalam toko perhiasan tersebut. ruangan yang nyaman dan besar dengan 3 buah AC didalamnya, cat dinding berwarna kuning emas dan etalase-etalase yang di penuhi perhiasan-perhiasan menyilaukan langsung menyambar penglihatannya.
Ia menghampiri salah satu pegawai yang sedang melemparkan senyum padanya.
"Selamat pagi, selamat datang di toko kami Tuan. ada yang bisa saya bantu?" sapa pegawai itu ramah.
Kakashi mengangguk tersenyum, "Saya mau mengganti tali kalung ini.." katanya tanpa basa-basi dan langsung mengeluarkan sebuah kalung berlian bertuliskan 'Sakura' dari saku jasnya.
Si pegawai menerima kalung tersebut dan menelitinya.
"Buat talinya dengan emas putih yang sama persis seperti ini, bisa?" tanyanya sambil melepas kalung miliknya yang bertuliskan 'Kakashi' dilehernya.
Si pegawai ramah tersebut menerima kalung dari Kakashi.
"Bisa, tapi saya harus membawa juga kalung ini sebagai contoh, bagaimana Tuan?" tanyanya ramah.
"Baiklah.." jawab Kakashi.
"Kalau begitu saya buatkan tanda terimanya dulu," kata si pegawai.
"2 hari lagi anda bisa mengambilnya kembali Tuan," kata si pegawai setelah selesai membuatkan tanda terima untuk Kakashi.
"Hn.." Jawabnya sambil mengangguk.
"Baiklah, terima kasih sudah mengunjungi toko kami dan selamat pagi.."
.
Setelah keluar dari toko perhiasan Kakashi mulai melajukan mobilnya pelan disepanjang jalan.
Pikirannya menerawang ke kejadian 10 tahun yang lalu..
.
"Terima kasih ya kak.."
"Kakak sudah tak marah pada ku kan?"
"KAKAAAAAK.."
"KAKAAAK, JANGAN TINGGALKAN AKUUU.."
"Iya benar, tadi ada gadis yang tertabrak truk barang karena sebelumnya ia berlari mengejar sebuah mobil di tengah jalan, namun aku tak tahu siapa yang membawanya kerumah sakit."
.
DEG..
Jantungnya berdetak cepat, air mata meleleh dipipinya.
Dengan cepat ia segera menepikan mobilnya dan langsung menyembunyikan wajahnya dilipatan tangannya yang ia letakkan di setir mobil.
Sekitar 5 menit ia meluapkan emosinya dengan menangis tertahan, ia memutuskan untuk pulang kerumah dan beristirahat.
Hampir saja ia memutar balikkan mobilnya untuk pulang kalau saja tidak melihat seseorang yang ia kenal sedang berjalan didepannya -di atas trotoar- seorang diri.
Wajahnya seketika sumringah, ia pun keluar dari mobil dan berlari menghampiri orang tersebut.
SREEK..(?)
Kakashi menarik lengan Sakura hingga membuat Sakura berbalik badan.
"Kau..!" Sakura kaget melihat orang yang menariknya ternyata Kakashi.
Kakashi menatap lembut Sakura dan dengan perlahan ia menarik Sakura lebih dekat dengannya agar ia bisa memeluk Sakura.
Sedikit lagi Kakashi bisa memeluk Sakura kalau saja Sakura tidak…
"Jambret..!" katanya dengan nada tinggi.
"Eh?"
Sakura menepis kasar tangan Kakashi dari lengannya.
"Jambret! kembalikan kalung ku..!" katanya ketus.
"…"
"Jangan pura-pura lupa seperti orang bodoh begitu.." Sakura menatap Kakashi tajam.
"Kau kemarin yang mengambil paksa kalung ku, ingat?" katanya lagi.
"Sekarang, kembalikan kalung ku!" katanya sambil menengadahkan tangannya.
"…"
"Dari penampilanmu aku bisa tahu kalau kau bisa membeli beberapa perhiasan mahal bahkan sampai toko-tokonya sekalian." lanjutnya lagi.
"Sekarang, mana kalungku?"
"…"
Melihat Kakashi diam saja Sakura jadi agak jengkel, dengan segenap kekuatan nasi goreng ala kadar buatan ayahnya yang tadi pagi ia makan ia pun menginjak kaki Kakashi yang terbalut (?) sepatu.
"Awww.." Kakashi meringis kesakitan membuat Sakura mengeluarkan seringai iblisnya.
"Dengar tidak aku bicara?" katanya.
"Eh? ma-maaf.." ujar Kakashi masih meringis.
"Soal kalungmu itu sedang aku perbaiki, besok lusa akan aku kembalikan padamu, aku berjanji." lanjutnya lagi sambil tersenyum.
"Baiklah aku pegang janjimu, Cih! kalau bukan karena Yamato menjaminkan dirinya bahwa kau akan mengembalikan kalungku pasti sekarang kau sudah ku seret ke kantor polisi.." Sakura masih dengan nada ketus.
Kakashi meringis tertawa, "Sebagai permintaan maaf ku akan ku traktir kau makan, bagaimana?"
Sakura terlihat sedikit ragu.
"Aku tak akan berbuat jahat padamu.." lanjutnya tersenyum.
.
Kakashi dan Sakura sampai disebuah restorant terdekat disana. setelah masuk kedalam Kakashi memilih tempat duduk paling pojok dekat jendela, Sakura mengikutinya.
"Mau pesan apa?" tanya Kakashi pada Sakura saat pelayan tiba dimeja mereka.
"Terserah kau saja."
"Untuk ku chocolate cake dan coffe," kata Kakashi pada si pelayan.
"Sedangkan untuknya vanilla cake dan Strawberry juice non sugar." kata Kakashi pada pelayan restorant tersebut.
"Eh?" Sakura membelalakan matanya dan menatap Kakashi.
"Makanan beratnya tidak Tuan?" tanya si pelayan sambil mencatat pesanan.
"Tidak," Jawabnya tersenyum.
"Baiklah, ditunggu 5 menit. saya permisi.." Kakashi mengangguk menanggapi perkataan si pelayan.
Sepeninggal pelayan tersebut Kakashi menolehkan pandangannya pada Sakura yang sedang kaget.
"Kau kenapa?" tanya Kakashi heran.
"Kenapa kau tahu kesukaan ku?" tanya Sakura balik.
Sekarang Kakashi yang sedikit kaget, 'ternyata kesukaannya masih sama.' batinnya.
"Menebak saja," ujarnya tersenyum.
"Memangnya kau suka makanan itu?" tanya Kakashi penasaran.
"Iya, sangat suka dari dulu tapi aku sangat jarang memakannya karena harganya mahal.." Sakura mengkerucutkan bibirnya.
Mendengar perkataan Sakura sekelumit perasaan bersalah menjalar dihati Kakashi, sungguh ia merasa menyesal telah meninggalkan Sakura waktu itu.
Melihat Sakura sekarang yang hidup sangat sederhana bersama Gai dan Lee membuat Kakashi benar-benar menyesal telah berbuat jahat pada Sakura. Matanya mulai berkaca-kaca.
"Hei, kau tak apa-apa?" Sakura yang melihat Kakashi melamun menggerak-gerakkan tangannya didepan wajah Kakashi.
"Ma-maaf.." Kakashi tersadar dari lamunannya.
"Apa perkataan ku tadi ada yang menyakitkan hatimu?" tanya Sakura dengan raut wajah menyesal.
"Tidak.."
"Lalu..?"
Percakapan mereka terpotong saat pelayan datang membawa pesanan mereka.
"Selamat makan.." Sakura mulai memotong cake nya dan menjejalkan potongan cake tersebut kemulutnya.
"Waaah, enak sekali.." katanya sumringah sambil mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi, membuat Kakashi tersenyum geli melihatnya.
"Kalau kurang kau bisa memesannya lagi.." tawar Kakashi.
"Tidak, ini sudah cukup. Aku tidak ingin kau berfikir bahwa aku kurang ajar, lagi pula kalau dilihat dari tempat ini (baca: restorant) ukuran kue sekecil ini pasti harganya sangat mahal." ujarnya seraya berbisik.
"Walaupun kau orang kaya tapi tetap harus irit." lanjutnya agak polos membuat Kakashi tersenyum kecil.
Mereka pun terhanyut dengan acara makannya masing-masing. oh tidak, hanya Sakura yang sedang asyik makan sedangkan Kakashi hanya menatap Sakura yang berada didepannya dengan pandangan rindu.
'Apa kau makan dengan baik dan teratur disana? apa kau tidak sakit hidup ditempat seperti itu?' batinnya.
"Kau ini senang sekali melamun." Perkataan Sakura membuyarkan lamunan Kakashi.
"Oh iya, aku baru ingat kau belum menjawab pertanyaan ku tadi kenapa kau hampir menangis? dan kemarin kenapa kau tiba-tiba datang lalu menjam- eh, mengambil paksa kalung ku?" Sakura menatap Kakashi.
"Soal kalung itu.. aku kira itu kalungku yang hilang tapi ternyata bukan, maaf ya..hehehe," kata Kakashi terkekeh kecil.
"Memangnya namamu Sakura? tanya Sakura heran.
Kakashi salah tingkah seketika, betapa bodohnya ia mengambil alasan seperti itu.
"Aku tak melihat namanya.." jawabnya cepat.
Kakashi tahu Sakura pasti sedang bingung dengan jawabannya yang kedua, karena jelas-jelas kalung Sakura yang berada dilehernya waktu itu terlihat sangat jelas, lengkaplah sudah kebodohannya.
"Sudah lupakan saja kau tak perlu khawatir, kalungmu aman.." Kakashi bergumam canggung.
"Aa.." Sakura mengangguk mengerti.
"Lalu tadi kau melamun apa?" tanya nya kemudian.
"Emm.. itu.. aku sedang mela-"
"Kau ingat adikmu ya?" potong Sakura, Kakashi membelalakan matanya kaget.
"Yamato yang memberitahu ku waktu aku bertanya padanya kenapa ia mau menemui ayah dan kakak ku.."
"…"
"Aku turut prihatin, aku berdoa semoga kau bisa bertemu dengannya.." Sakura menepuk akrab pundak Kakashi.
"Aku sudah menemukannya.." gumam Kakashi pelan.
"Eh?"
.
.
.
TBC
Selesai juga chapter ini, maaf ya kalau alurnya kecepetan, maaf juga kalau ga bagus abis otak lagi ngbleng..#bletak.
Di chapter ini juga aku sengaja ga munculin siapa-siapa (cuma Sakura dan Kakashi)
Ga tau kenapa aku pengen aja bikin yang kayak gini dulu (satu chapter cuma antara Sakura dan Kakashi)..#plaak.
Sekali lagi maaf banget kalau ga memuaskan ya, jangan bunuh aku karena aku hanyalah newbie bodoh yang ga mahir bikin cerita..#bungkuk-bungkuk
Saya sdh membaca ulang fic ini, tapi maaf juga ya kalau misalkan ada typonya -yang lolos dari penglihatan saya-.
Tapi meskipun begitu aku tetap berharap reviewnya ya..
Terima kasih sebelumnya..
R
E
V
I
E
W
061111
