CIC FANFIC SHARE
.
.
.
-oOo-
.
.
"Nineteen (19)"
A fanfic by Prk NS
.
.
-oOo-
.
.
Main Cast : Chanyeol x Baekhyun
Category : Boys Love
Genre : Comedy, Fantasy, Romance
Length : Chaptered
Rate : T (+)
.
.
.
Happy Reading
.
.
.
Chanyeol menghampiri Sehun yang tengah berdiri dibalkon kamarnya, ia memanggil nama Sehun berulang-ulang tapi hantu itu sama sekali tidak menyahut
"Aku akan membuat Luhan mu sengsara seumur hidupnya jika kau tidak-" ucapan Chanyeol membuat Sehun langsung berbalik menghadapnya
"Jangan berbicara seperti itu, kau membuatku hawatir sepanjang waktu tentang Luhan, jangan membuatnya ikut terlibat dalam permainan mengendalikanmu itu" Sehun mendelik
Chanyeol hanya tersenyum lebar untuk membalas perkataan Sehun
"Lihat aku!" Perintah Chanyeol, lalu Sehun menurutinya dengan menatap datar wajah Chanyeol
"Jangan menatapku seperti itu!" Chanyeol membentak
"Kau yang menyuruhku untuk menatapmu! Lalu apa salahku?!" Sehun meninggikan suaranya melebihi suara bentakan Chanyeol
"Kau ini kenapa? Tch. Sensitive sekali, apa kemarin kau tidak berhasil bertemu dengan Luhan? Hah?"
"Aku.. hanya sedang bingung, maafkan aku"
"Lupakan soal kau yang sedang bingung, kita bisa membahasnya nanti" Sehun mendengus mendengarnya, Chanyeol menggerakan telunjuknya membuat tiga buah syail rajut dengan warna berbeda (Putih, merah dan juga coklat) melayang kearah mereka
"Anak itu akhir-akhir ini jadi lebih sering memanggilku, jadi aku harus berpakaian baik setiap waktu meskipun aku sedang tidur. Menurutmu apa pakaian ini cocok untukku? Kurasa tidak lama lagi dia akan memanggilku" Chanyeol merentangkan lengannya, membuat pose aneh dengan eksperesi wajah yang berlebihan
"Bagaimana kau tahu dia akan memanggilmu?"
"Insting?"
Sehun mulai menilai, ia hanya melihat pakaian serba hitam kecuali mantel tebal yang berwarna biru tua "Gaya berpakaianmu tidak pernah berubah sejak pertama aku melihatmu, jadi apa yang harus aku nilai?"
Chanyeol mencibir, menurunkan lengannya, ekspresinya berubah menjadi biasa "Lupakan saja. Menurutmu syail warna apa yang cocok dengan Baekhyun? Kurasa, aku akan memilih warna merah"
"Merah?" bayangan tentang Syail merah yang selalu Luhan kenakan terlintas dipikirannya, dengan gerakan cepat Sehun mengambilnya "Berikan ini untukku! Baekhyun tidak akan cocok dengan warna merah!"
"Yah! Apa maksudmu dengan tidak cocok?!"
Sehun menggeleng "Aku hanya merasa dia tidak cocok dengan ini, berikan saja yang warna putih"
Chanyeol tampak berfikir "Kurasa itu bukan ide yang buruk"
Sehun menyerahkan syail warna merahnya pada Chanyeol "Buat ini jadi milikku"
"Dibakar lagi?"
Sehun mengangguk
"Sudah berapa puluh pakaian yang aku bakar-" Chanyeol membeku saat melihat tatapan mata Sehun yang berubah menjadi sangat memohon "-O. Okay, baiklah"
Chanyeol mengambil sebuah kotak didalam lemari dan memasukan syail warna putih kedalamnya, baru saja ia akan melangkah keluar kamar menuju atap rumahnya untuk membakar syail warna merah milik Sehun, Baekhyun sudah kembali memanggilnya, terbukti dengan ringan langkah kakinya dan juga tubuhnya yang semakin transparant. Chanyeol tidak bisa untuk menahan senyum lebarnya kali ini
Bahkan aku tidak bisa mengendalikannya
Perlahan tangannya bergerak untuk membalas pelukan dari Baekhyun dan waktu kembali berjalan normal
Baekhyun berusaha melepas pelukannya, tapi Chanyeol kembali menarik tubuh Baekhyun
"Ahjussi, lepaskan" Baekhyun berkata dengan sangat canggung, ia merasa Chanyeol menggeleng pelan diatasnya
"Biarkan seperti ini untuk beberapa waktu lagi" suara Chanyeol sangat rendah
"Apa kau tidak menyadari kalau kita berada ditempat ramai? Mereka semua menatapmu seperti seorang pedopil" Baekhyun berkata jujur, karna sebelah matanya masih bisa melihat orang-orang disekitaran mereka yang menatap Chanyeol dengan ekspresi aneh, bahkan ada satu diantara mereka yang tampak sangat marah
Chanyeol segera melepas pelukannya dan beralih melihat orang-orang yang berada ditaman, juga yang sedang berlalu-lalang. Ia membungkuk beberapa kali dengan senyum kaku lalu menarik lengan Baekhyun untuk mengantarkan anak itu pulang, tapi Chanyeol menariknya kearah yang salah
"Ahjussi, rumah Kyungsoo disebelah sana!" kini malah lengan Baekhyun yang menarik lengan Chanyeol
Chanyeol dan Baekhyun jalan beriringan menuju rumah Kyungsoo, Baekhyun terus memegangi syail pemberian Chanyeol. Senyum tidak pernah terhapus dari wajahnya sejak ia menerima syail ini.
Tak berapa lama mereka sampai dikediaman Kyungsoo, tapi Baekhyun menangkap sesuatu yang tidak beres. Barang-barang mereka berserakan dihalaman depan, juga Baekhyun melihat Kyungsoo yang tengah duduk menunduk bersama seorang wanita yang Baekhyun kenal sebagai teman satu universitas Kyungsoo, karna wanita itu sering kesana untuk mengerjakan tugas
"Kyungsoo, kenapa barang-barang kita ada disini?. Oh, Soo hyun noona kau disini?" Baekhyun menyapa Soo hyun (teman Kyungsoo) dan membungkukan kepalanya, Soo hyun membalasnya dengan senyum
"Maafkan aku Baekhyun, aku tidak tahu kalau orangtuaku berhutang pada seseorang dan mereka tidak bisa melunasi hutangnya. Jadi mereka menyita rumah ini. Aku akan pindah ke asrama kampus besok, tapi aku tidak bisa mengajakmu" Kyungsoo memandang Baekhyun dengan tatapan menyesal
Baekhyun duduk dihadapan Kyungsoo, lalu menggenggam lengannya "Kau tidak perlu meminta maaf, aku sudah banyak merepotkanmu. Lagi pula aku sudah dapat pekerjaan, aku bisa tidur ditempat kerjaku. Kau tidak perlu memikirkan aku, hyung"
"Disaat-saat seperti ini kau baru mau memanggilku hyung. Tch, anak ini" Kyungsoo memeluk Baekhyun dengan sangat erat, matanya mendongak keatas saat menyadari ada seseorang yang lain selain mereka dan juga Soo hyun. Kyungsoo tercekat saat melihat orang itu ternyata Chanyeol. Orang aneh yang datang kerumahnya tiba-tiba dan juga menghilang dengan tiba-tiba
Kyungsoo melepaskan pelukannya "Kenapa kau bisa bersama dia?!" Kyungsoo menunjuk Chanyeol
Chanyeol yang sedari tadi hanya berdiri sambil menyaksikan drama singkat pasangan sepupu itu terkejut saat Kyungsoo menunjuknya
Baekhyun bangun lalu menghapiri Chanyeol "Kita tidak sengaja bertemu, soal yang waktu itu..." Baekhyun berfikir dan terbesit sebuah ide yang menurutnya sangat bagus untuk dijadikan sebuah alasan "Kau belum tahu kan Kyungsoo, ahjussi ini adalah seorang pesulap! Ya! Dia seorang pesulap!" Baekhyun berseru riang tanpa memperdulikan tatapan jengkel milik Chanyeol dan juga aneh dari Kyungsoo dan So hyun
Chanyeol memandang Baekhyun dengan pandangan apa-kau-sadar-dengan-apa-yang-kau-katakan "Pesulap. Katamu?" Ia mendesis
Baekhyun tersenyum penuh arti "Itulah yang membuatnya bisa muncul dan menghilang dari rumah kita" lalu berubah menjadi senyuman lebar
.
.
.
Baekhyun berjalan dengan membawa dua buah tas besar yang berisi pakaiannya, menuju tempat kerjanya, ia berniat untuk meminta izin tinggal disana beberapa waktu. Baekhyun menoleh pada Chanyeol yang berjalan disampingnya
"Kau seharusnya mengiyakan perkataanku saja"
"Pesulap? Aku tidak percaya dari sekian banyaknya profesi didunia ini kau memilihnya"
Chanyeol yang berjalan disebelah Baekhyun nasibnya tidak jauh beda dari anak itu atau mungkin lebih parah. Ia membawa sebuah tas ransel besar berisi pakaian Baekhyun juga satu buah kotak berisi peralatan sekolah anak itu yang beratnya bisa saja mematahkan lengannya jika ia membawanya lebih jauh dari ini
Baekhyun meliriknya "Lalu apa?"
"Kau bisa menyebutkan yang lebih keren, seperti agen mata-mata negara, misalnya" Chanyeol menggidikan bahu
"Kau pikir untuk apa seorang agen mata-mata negara ada dirumahku? Memangnya aku penjahat negara?"
"Tch, bukankah keluargamu dulu memang penjahat negara?"
Baekhyun mendelik "Bagaimana bisa kau berkata seperti itu padaku? Kau kasar sekali" Baekhyun mempercepat langkahnya dengan susah payah mendahului Chanyeol
Mereka kembali melewati taman kota, Chanyeol sebisa mungkin menutupi wajahnya karna masih malu dengan kejadian beberapa waktu lalu
"Baek, apa kau yakin akan tinggal ditempat kerjamu?" Chanyeol berjalan lebih cepat untuk menyeimbangkan langkah Baekhyun
Baekhyun mendelik "Lalu aku akan tinggal dimana selain disana? Aku tidak punya uang untuk menyewa tempat, sekolahku juga tidak ada asramanya dan aku tidak mau tidur dipinggir jalan"
"Baekhyun, kau bisa tinggal dirumahku jika kau mau" langkah Baekhyun terhenti mendengar penawaran Chanyeol barusan
Ia berusaha menahan ekspresi gembiranya "Apa tidak apa-apa jika seperti itu? Ahjussi pasti akan kerepotan jika ada aku dirumahmu"
"Rumahku masih terlalu besar jika hanya ditempati aku dan juga Se-"
"Kalau begitu, aku setuju!" Baekhyun bersorak
.
.
.
Baekhyun memandang rumah dihadapannya dengan tatapan kagum, dari halaman depannya saja sudah terlihat jika rumah ini sangatlah mewah dan Baekhyun makin kagum lagi saat berhasil menginjakan kakinya kedalam rumah yang terlihat seperti surga itu
Baekhyun hampir memekik karna terlalu terpesona dengan keindahan rumah Chanyeol, interiornya sangat mewah, designenya rumit dan klasik. Seperti bangunan yang ada dimajalah khusus budaya orang eropa yang pernah ia baca. Mengagumkan
"Kau boleh pilih kamarmu-" Chanyeol mendengus saat mendengar suara Baekhyun memotong perkataannya
"Aku akan tidur disana!" Baekhyun menunjuk satu pintu berwarna merah gelap didekat ruang tengah
Chanyeol menggeleng "Itu kamar Sehun, dia tidak akan suka berbagi kamar denganmu"
"Kalian tinggal bersama?"
Chanyeol mengangguk "Kau tidak memberiku kesempatan untuk memberitahumu"
"Kalau begitu-"
"Itu kamarku"
Baekhyun berdecih "Tunjukan saja dimana kamar kosongnya"
"Dilantai atas"
"Kenapa tidak bicara dari tadi?" Baekhyun sudah siap untuk membawa barang-barangnya tapi lengan Chanyeol menahan pergerakan Baekhyun
"Biarkan barang-barangmu disini, kau boleh beristirahat dikamarku dulu"
"Lalu ahjussi, kau akan tidur dimana?"
"Disuatu tempat" Chanyeol tersenyum lebar
.
.
.
"Sehun-ah, hanya semalam" Chanyeol memohon dengan menyatukan kedua telapak tangannya dihadapan wajah Sehun
"Apa kau gila?! Kenapa kau menyuruhnya untuk tinggal dirumah ini?!" Sehun hampir menjerit jika saja ia tidak melihat tatapan mematikan dari Chanyeol
"Dia satu-satunya harapanku untuk kembali"
"Kembali?" Chanyeol mengangguk, Sehun membulatkan matanya "Jadi, dia bisa melihat sayapmu?" Sehun menutup mulutnya karna terkejut
"Iya, dia bisa"
"Apa kau sudah mencoba untuk telanjang didepannya, kupikir hanya itu cara untuk melihatnya, lagi pula dia masih terlalu muda untuk melihat tubuhmu" Sehun menggelengkan kepalanya
Chanyeol menatap Sehun tak percaya "Jaga bicaramu, dia bisa saja mendengar perkataanmu, bodoh! Dan lagi, dia melihatnya saat aku berpakaian lengkap!" Chanyeol memekik tertahan
Sehun hanya bergumam maaf sekali, lalu melayang menuju kasurnya yang sangat empuk "Kau boleh tidur disofa" ia menunjuk sebuah sofa panjang disudut kamarnya
"Apa perlu aku ingatkan jika ini adalah rumahku tuan, Oh?" Chanyeol mendengus dan berjalan menuju sofa, karna tidak ada pilihan lain
Sehun hanya menahan tawanya melihat bagaimana wajah kesal Chanyeol juga bibirnya yang tidak berhenti mengumpat kata kasar
.
.
.
Tbc
.
.
.
Maaf untuk kaisoo ship, aku ga ngebuat Jongin ada disisi kyungsoo waktu dia susah /elap ingus. Karna ga semua orang harus 'menyimpang' kan? Aku ga mau kalian jadi ngerasa aneh karna fanfic ini isinya cuma laki-laki /bow
