Chapter 07
Penulisan tidak sesuai EyD.
Dan ma'af bila jelek, membosankan dan alurnya ngak sesuai dengan jalan cerita dan harapan reader...
Akan ada beberapa character dengan nama yang anna buat sendiri dan tidak ada boyband lain yang akan nimbrung disini soalnya anna tidak melirik boyband lain dan juga tidak tahu seperti apa sifat-sifat mereka, Mianhae kalau banyak yang kecewa sama anna.
.
.
.
.
.
.
"Hay, Hak Yeon"
Deg!
'Suara itu...'
"aku tahu kau sangat kaget bukan, mendengar suaraku lagi setelah lama tidak berjumpa, Hak Yeon" ucap orang diseberang dengan penekanan akhir pada nama 'Hak Yeon'
"kenapa kau bisa tahu nomorku?" tanya Hak Yeon
"Aah, apakah itu salammu pada temanmu yang lama tidak berjumpa, Hak Yeon?" tanya orang yang diseberang
"JAWAB SAJA, NAM YOOK HWAN" teriak Hak Yeon didepan HandPhonenya
"Oh, okay okay tidak usah berteriak-teriak, Hak Yeon. Sepertinya kau tidak bisa diajak bercanda lagi yah sekarang dan sudah lama juga aku tidak mendengar suaramu memanggil namaku." Ucap Yook Hwan yang baru diketahui namanya itu
"Kau..." Geram Hak Yeon
"Ups, Baiklah, baiklah. Tapi, sebelum aku menjawabnya, boleh aku bertanya?" ucap Nam Yook Hwan lagi
"Apa?" ucap Hak Yeon tidak suka
"apakah kau tidak merasa kehilangan seseorang dirumah mu?" tanya Yook Hwan
'seseorang' pikir Hak Yeon
"tidak ada" jawab Hak Yeon cepat karena merasa tidak ada yang orang hilang dirumahnya.
"Wau.. cepat sekali kau menjawabnya, coba kau pikir-pikir lagi, Hak Yeon. Jangan cepat megambil kesimpulan." Ucap Yook Hwan
'Eomma dan Appa sedang pergi, tidak mungkin mereka. Bibi Go sedang memotong...'pikir Hak Yeon
Tiba-tiba saja pintu ruangannya terbuka membuat Hak Yeon berhenti berpikir oleh suara pintu yang dibuka secara cepat dan membuat suara yang seperti dibanting dan menampilkan sosok Tuan park yang gosh-goshan seperti sedang dikejar hantu.
"tuan muda... haa.. Tuan muda Sang haa.. haa.. tuan muda Sang Hyuk diculik oleh segrombolan orang yang memakai baju serba hitam" ucap Tuan Park setelah berhasil mengatur napasnya kembali normal.
Hak Yeon dengan muka yang bisa bilang Shock itu sadar seketika kalau Yook Hwanlah orangnya.
"jangan bilang ..." ucap Hak Yeon terpotong dengan suara orang diseberang sana.
"Yups, benar sekali, Sang Hyuk ada bersamaku." Ucap Nam Yook Hwan
"Kau..." Geram Hak Yeon semakin menjadi-jadi
"Kau ingin menolongnya? Adik tersayangmu? Kalau begitu datanglah di sebuah gedung dekat dengan sungai Gwangju dilantai 2, aku akan menunggumu disana" ucap Yook Hwan
"ah, satu lagi, kalau ingin adikmu selamat datanglah sendirian Hak Yeon dan juga tidak ada yang namanya .si, sampai jumpa, Yeon nie" lanjutnya dan setelahnya dia mengakhiri panggilan itu.
Hak Yeon tahu tempat itu, saat dia berumur 5 tahun, itu adalah tempat dimana Hak Yeon yang kesepian sering melempar batu ke sungai Gwang ditempat itu juga pertama kalinya dia bertemu dengan Nam Yook Hwan.
Seseorang yang sudah dianggap teman oleh dirinya, yang dapat membuat Hak Yeon tersenyum saat itu. Dan semakin lambat laun Yook Hwan membuat hidup Hak Yeon yang kesepian semakin menjadi sangat sepi karena teman-teman Hak Yeon yang sudah dia kumpulkan satu persatu menjauhinya. Hingga akhirnya Hak Yeon memilih menghindari Yook Hwan sampai satu tahun kemudian dia tidak melihat Yook Hwan lagi, dan sampai akhirnya Hak Yeon bertemu dengan Taek Woon diumurnya yang akan menginjak 7 tahun.
'Kenapa dia selalu menggangu hidupku' batin Hak Yeon
Sementara itu sebuah mobil hitam dengan atap yang terbuka berhenti setelah melihat sebuah mobil putih keluar dari halaman kediaman Cha.
"Bukankah itu mobil Hak Yeon Hyung?" Tanya Ravi yang berada disamping Ken
"Benarkah? Kemana dia pergi?" Ucap Hong Bin yang angkat bicara setelah mendengar pertanyaan Ravi.
"Mollayo, kita ikutin saja" Jawab Ken akhirnya.
.
.
.
.
.
.
Mereka mengikutinya selang 2 mobil dari mobil Hak Yeon yang berbelok ke-arah kanan setelah lampu merah berubah menjadi hijau. Mereka terus mengikuti Hak Yeon sampai mobilnya berhenti tidak jauh dari sebuah hotel tua yang sudah lama tidak ditinggali oleh pemiliknya.
Melihat Hak Yeon turun dan memasuki gedung tua itu dengan perasaan yang tidak enak mereka mengikuti Hak Yeon masuk kedalam sana.
Baru beberapa langkah memasuki tempat itu tiba-tiba saja entah darimana datangnya mereka dibegap dengan sebuah kain yang sudah dituangkan obat tidur diatasnya dan itu membuat mereka pingsan.
Bruk
.
.
.
.
.
.
Setibanya Hak Yeon di geding tua itu, dia memasukinya dengan perasaan yang was-was jika ada menghalanginya untuk sampai dilantai tiga apartemen tua itu. Hak Yeon memasuki sebuah ruangan yang cukup luas sepertinya tempat itu untuk mengadakan sebuah acara dan tempat bertemunya para orang hebat. Dan kemudian Hak Yeon meluruskan padangannya setelah melihat sekeliling ruangan tersebut yang memiliki banyak drom didalamnya, mata Hak Yeon seketika melebar melihat sang adik duduk disebuah kursi dengan tangan dan kaki yang diikat dan juga mulutnya disumbat dengan sepotong isolasi sebatas mulutnya.
"Hyukkie" teriak Hak Yeon berlari dengan cepat untuk menghampiri sang adik. Namun, langkahnya terhentikan oleh sebuah suara yang sudah dikenalnya dan seseorang tiba-tiba saja muncul dari balik tembok yang tidak jauh dari tempat Sang Hyuk diikat.
"Cukup sampai disitu saja Hak Yeon" ucap orang itu
"Nam Yook Hwan, Kau..." ucap Hak Yeon mengepalkan tangannya.
"Wah... Wah... Hak Yeon suka marah ya sekarang." Ucap Yook Hwan.
"Tidak usah berbasa basi, lepaskan Hyukkie!" Ucap Hak Yeon.
"Tenang saja... Aku akan melepaskannya dia, jika kau bisa menghadapi mereka terlebih dahulu" ucap Yook Hwan dan menepuk tangannya tiga kali.
Puk Puk Puk (mian, kalau salah)
Seketika orang-orang berbaju hitam keluar dari tempat mereka bersembunyi dan membuat lingkaran disekitarnya.
"Lakukan" ucap Yook Hwan mengintrupsikan mereka untuk melawan Hak Yeon. Satu persatu dari mereka melawan Hak Yeon. Hak Yeon seorang dari mereka sedang berbisik ditelinga Yook Hwan membuatnya tersenyum.
"Baiklah, suah cukup" ucap Yook Hwan membuat mereka berhenti dan kembali ketempat mereka semula.
"Sepertinya kita kedatangan tamu" Ucap Yook Hwan lagi membuat Hak Yeon membalikkan badannya saat suara pintu terbuka.
"Ken, Ravi, Hong Bin kenapa kalian ada disini?" ucap Hak Yeon seketika menuju kearah mereka bertiga yang tangannya diikat.
"Mereka mengikutimu" jawab Yook Hwan menyeringai.
"Jangan membawa mereka kedalam urusan kita berdua" ucap Hak Yeon.
"Oh, tentu. Jika itu mau mu. Tapi, bagaimana dengan dia? Keluarlah" Ucap Yook Hwan seseorang yang dikenalnya keluar dari balik tembok tepat disamping Yook Hwan berdiri seseorang yang dipanggilnya keluar dari sana.
"Taek Woon..." Ucap Hak Yeon tidak menyangka Taek Woon berada disana.
"jadi N adalah Hak Yeon?" ucap Taek Woon tidak menyangka bahwa N yang dikenalnya adalah Hak Yeon. Orang yang dicarinya selama di StarLight Academy.
.
.
.
.
.
.
TBC Or End?
Segini dulu saja ya...
Anna lagi bosan soalnya...
Jadi mian kalau pendek sekali.
