Chapter 7 : Zoetrope part 2

Ohayou/Konnichiwa/Konbanwa, Minna-san! Ohisashiburi ne~~
O genki desu ka, Minna?

Update lagi! Saya agak bingung. Memangnya anonymous review bisa ke block ya? Saya liat kolom on-off anonymous review di akun saya, dia dalam posisi on dan saya biarkan hingga sekarang. Gak tahu sih.

Di sini ada yang kenal Tomohisa Sako (ShounenT) yg suka cover lagu voca di NND itu loh, utaite (lagu cover dia kayak Ai Kotoba, Fire Flower, Karakuri Pierrot, Just Be Friend, bahkan SPICE pun ada! :3), adakah yang tahu? Saya lagi keranjingan lagu-lagu dia dan mencoba mengcover album barunya (Baru lagu Bokutachi no uta sama Kimi iro hanabi sih, setelah ini lagu Zutto) ke dalam bahasa indo (Saya juga udah cover DAYS of DASH sama Yasashisa no Riyuu ke indo, sayangnya mau upload harus denger pendapat temen dulu nanti di Jakarta tanggal 30. Malu kalau masih jelek di upload). Jadi maaf kalo kadang fict ini molor lebih dari seminggu (tapi gak sampe lebih dari 2 minggu kok, semoga para reader sabar yah ^^)

Daripada banyak omong! Langsung aja mulai! Check this out!

A Fantasy Fict from me

~Dreamy Cherry Blossom~

Main pair : Kagamine Rin & Kagamine Len, maybe a little bit of slight pair and crack pair content

Disclaimer : Vocaloid © Yamaha, and other companies
Story © Me
UTAUloid © Owner creator
Cover : OrangeCornPuff from DeviantArt

Summary :

'Apa sebenarnya aku ini? Apa aku bukan bagian dari dunia ini? Apakah ada dunia lain yang tersembunyi?' 'Kau hanyalah mimpi, kau hanya makhluk ciptaan yang tidak nyata, kau hanya hidup di dunia sebagai bayangan. Tidak lebih setelah inangmu menghapus mu dengan yang baru.'

Warning : OOC (maybe), typo(s), gaje karena fict pertama, pendeskripsian kurang, kesalahan eja EYD dan teman-temannya.

'Abc' : flashback, kata asing, atau percakapan secara tidak langsung (telepon, email, sms, dll)
'Abc' : percakapan normal
'Abc' : Kata atau kalimat yang diberi penekanan, kata atau kalimat penting.

Balas membalas review seperti biasa di bawah ya...

HAPPY READING MINNA!

Chapter 7 : Zoetrope part 2

Len's POV

...

"Hal ini, sepertinya belum berakhir..."

...

Hari yang lain lagi, aku terbangun dari tempat tidur ini. Sebenarnya apa maksudnya ini? Ku coba melupakan hal yang aneh, tapi hal aneh itu malah datang semakin sering. Jika dipikirkan keras, tidak ada satu pun petunjuk. Tapi Kiyoteru, nama itu sering terngiang di kepala ini, seakan dialah dalangnya. Tapi apakah benar? Kiyoteru di mimpiku dan Kiyoteru wali kelas ku itu orang yang sama? Aku yakin nama mereka sama, penulisannya sama. Hanya sejauh ini belum ada yang aneh dengan si guru itu, aku tidak bisa menuduhnya asal.

Pagi ini kucoba untuk terlambat ke sekolah, aku punya perasaan Rin tidak akan menunggu ku. Di jalan saat sedang melamun tanpa sengaja aku menabrak orang lain, saat kulihat rupa orang ini, entah kenapa gayanya sama dengan ku. Tapi, rambutnya berbeda warna.

"Ma.. Maaf." Kuulurkan tangan ku, mencoba membantunya.

"Tak apa. Wah! Abaikan,,," Ujar orang ini aneh, err... Apa dia masih normal?

"Baiklah, selamat tinggal, maaf sekali lagi." Ujarku dengan senyuman.

"Ya, sampai jumpa lagi. Nanti kita bertemu lagi ya!" Orang aneh! Hen! Dia berlari sambil mengatakan hal aneh!

Saat sampai di sekolah, kelas sudah ramai. Wajar, aku terlambat. Rin terlihat sedang bersama Teto, kok Teto? Kemana Miku?

"Hai Rin." Sapaku.

"Huh! Pergi kau jauh-jauh serangga!" ASTAGA! SIFATNYA BERUBAH LAGI DI DUNIA INI! Ehem, maaf ini terlalu berlebihan.

"Apa maksudmu Rin?"

"Jangan sok akrab kau masokis hentai, dasar Fuutaro!"

Aku tersentak dengan panggilannya, apa itu?! Panggilannya hei, kau tahu kan artinya. Fuutaro? Arrggh! Bisa gila lama-lama jika begini terus!

Aku tengah memiringkan kepala, padahal hatiku sedang terkena distorsi ruang dan waktu. Tiba-tiba tanganku di tarik oleh seseorang, dia... Atau mereka adalah Miku dan Kaito, apalagi ini?

"Len, jangan dekat-dekat Rin!" Kata Miku tegas sambil berbisik.

"Benar itu Pisang!" Sambung Kaito.

Whut?! Pisang?! Seburuk itukah aku?!

"Diam kau BakAisu! Jangan asal panggil nama orang!"

"Tak sadarkah kau Len dengan panggilanmu padaku?" Kulihat Kaito facepalm, oh iya. Aku kan juga panggil dia asal.

"Ehem.." Dehem Miku.

"Bisa kita lanjutkan topiknya?" Tanya Miku sewot, dia ngambek.

"Apa maksudnya jangan dekat-dekat Rin?"

"Dia itu benci laki-laki! Ada rumor dia itu yuri dan pacaran sama Kasane Teto!" Jelas Miku, what?! Anything wrong in here! Kami-sama, dunia apalagi ini?!

"O.. Oh, be-begitu ya?" Jawabku tergagap, mencoba senormal mungkin. Tidak mungkin aku berlarian keluar sekolah dan berteriak seperti orang gila. Aku masih punya akal. Kaito menyeringai aneh, lalu tertawa keras.

"HAHAHAHAHA! Len lupa! Len lupa!"

Kaito yang polos dan kelewat bodoh itu sudah berani menertawakanku? Cari mati rupanya, tahan dulu Len, tahan. Kau harus ikuti dulu alur ceritanya, ikuti.

Jam setelah istirahat kedua kini terasa sepi... Tidak ada Rin yang menemaniku, dan kenapa aku mengikuti klub paduan suara sekolah?! Seingatku aku tidak ikut klub apapun! Dan parahnya lagi, Rin ternyata ikut klub ini juga?! Astaga, terlalu banyak kejutan... jantungku tidak kuat lagi...

"Akane-kun , kau tidak apa-apa?" Suara ini sepertinya kenal?

"Ah! Luka-sensei !" Dan si BakaNasu?!

"Ah, ada si Nasu bodoh..." Ujarku.

"Kau kenal Gakupo, Akane-kun?" Tanya Luka lagi dengan tatapan berbinar.

"Banget..." Jawabku sweatdrop.

"Dia waliku." Lanjutku.

"Persis seperti yang ku bayangkan! Berarti aku bisa punya adik tampan dan imut! Kyaaa!" Luka ber-fangirling ria, astaga dia tidak malu apa? Lagian dia ini guru, tapi tidak kenal wali murid apalagi jika wali itu pacarnya. Ingatannya benar-benar buruk jika menyangkut soal yang tidak penting.

"Maksudmu?" Aku benar-benar tidak sopan ya pada guru? Memanggil dengan 'aku-kamu'. Hubungan yang aneh.

"Aku dan Gakupo kan pacaran!" Jawab Luka riang.

JDERR! Seperti ada listrik dari langit (sebut saja petir) dengan daya 1 juta volt (listrik di rumah Gakupo saja cuma 230 volt. Jika benar, aku sudah tidak bersisa tersambar listrik segitu. Ini hanya misalnya, misalnya oke?) menyambarku. Mukaku layaknya batu, mengerak dan keras. Ini gila!

"O.. Oh, se-selamat ya.." Ujarku canggung.

"Kenapa kalian kesini?" Tanyaku lagi.

"Kami satu universitas Akane-kun! Dia hanya ingin melihat tempatku PKL."

"O... Oh."

Gakupo yang sedari tadi diam, menyeringai sedikit lalu ikut tersenyum bersama Luka dan melambaikan tangan padaku. Apa maksud seringai tadi?

Selama waktu klub, aku sering bertemu Rin dan Teto, Rin berkata selalu sama dan Teto selalu tersenyum dengan ucapan Rin.

Di kantin sekolah.

"Hai Rin." Ucapku canggung.

"Len no hentai." Lalu ia pergi menggandeng Teto

Di Ruang klub, saat teori.

"Akane Len! Silahkan maju dan coba ubah not balok ini menjadi not angka, jangan lupa jelaskan kroes dan mol di bawah tangga nada!" Teriak Kiyoteru, iya dia pembimbing klub paduan suara.

"Hai!" Dan kukerjakan soal di papan tulis itu dengan cepat.

"Bagus! Kau boleh kembali, Kagamine Rin! Tulis interval nada berdasar apa yang ditulis Akane Len!"

Aku dan Rin berpapasan saat sedang berjalan, dan ia mengatakan hal sama.

"Len no hentai."

"Are?"

Tanpa kusangka aku ambruk ala tokoh anime mendengar sebutannya itu, sudah pasti ditertawakan seisi ruang klub. Bahkan Kiyoteru juga! Ya ampun!

Di Ruang klub, saat latihan praktik.

"It suma demo, taeru koto naku~~" Ya kami sedang menyanyikan koor lagu kelulusan SD. Kekanakan betul praktiknya.

"Miku kau terlalu riang! Coba hayati sedikit lagi!"

"Baik sensei!"

"Kaito jangan bercanda!"

"Hai!"

"Tomodachi de iyou~~"

"Asu no hi wo yume mite~~"

"Kibou no michi wo~~"

"Len no hentai..." Bisik seseorang, dan ku tahu itu siapa.

"Are?"

"Len! Jangan bengong dan lupa liriknya!" Alhasil dimarahi Kiyoteru.

Di lorong, luar ruang klub.

"Lelah juga ikut club, stok energi ku bisa habis kalau begini..." Gumamku pasrah.

Tiba-tiba ada gumpalan kertas kecil yang menyentuh kepala ku, aku mencoba mencari siapa pelemparnya. Putus asa karena tidak ketemu, kucoba membaca isinya.

"Len no baka." Err... ini sih aku tau siapa yang ngirim...

Di gerbang sekolah, saat ingin pulang.

"Miku, Kaito. Aku pulang du-"

"Krssk, krssk, Len no hentai... Ngiiing~~"

A-astaga... Itu pasti Rin, dia menggunakan speaker klub siaran radio!

"Gila! Rin sampai segitunya!" Ujar Kaito

"Memang apa yang aku lakukan sampai begini, Kami-sama..." Ujarku sambil sweatdrop stadium akhir.

"Salah mu juga sih Len." Miku angkat bicara.

"Maksudmu?"

"Kau lupa? Kau pernah mengintip Rin waktu dia mengganti baju sendiri karena tertinggal jam olahraga... Makanya dia begitu..." Ujar Miku malu.

APAA?! Jika dunia begini terus aku akan bunuh diri! Dan Kaito kembali menyeringai melihatku, apa sih yang ia ejek?

Di jalan distrik pertokoan, aku terduduk pergi membeli kroket dan memakannya sambil jalan. Lalu aku pergi lagi ke taman tempatku dan Rin bertemu waktu kecil. Melamun, itu yang kulakukan.

"Nah, kita bertemu lagi kan?" Ujar seseorang.

Laki-laki aneh yang tadi pagi! Astaga, bisa tidak hari ini lebih buruk lagi?!

"Apa yang kau mau?" Jawabku dingin.

"Mengeluarkanmu dari dunia aneh yang terus berputar-putar ini sebelum kau pusing dan menjadi gila atau akhirnya berakhir di rumah sakit jiwa sebelum kau tahu alasan apa yang terjadi pada keadaanmu yang begitu sial dan memalukan karena telah dibuat bingung olehnya." Ujar orang itu tanpa berhenti! Hebat! Lidahnya tidak berbelit mengatakan hal tanpa titk dan koma seperti itu dalam sekejap!

Eh? Ia bilang 'Mengeluarkanmu dari dunia aneh yang terus berputar-putar ini' ? Apa ia tahu apa yang sedang terjadi?

"Eh apa katamu?"

"Mengeluarkanmu dari dunia aneh yang terus berputar-putar ini sebelum kau pusing dan menjadi-"

"Bukan itu! Intinya, inti!"

"Oh, pokoknya mengembalikan mu kedunia luar."

"Kau tahu apa yang terjadi?" Tanyaku antusias.

"Kau terjebak dalam Time loop, keadaan di mana waktu yang sama terus berulang-ulang. Hanya youkai dengan kemampuan tinggi yang bisa menjebak mu. Menarik juga..." Apa? Ia bilang youkai, ia tahu tentang mimpiku?

"Kau... Siapa?"

"Aku adalah kamu, kamu adalah aku. Aku adalah sisi gelap yang terlahir dari benda yang ada di tangan kirimu, Tentu saja kau belum bisa mengendalikan benda itu." Jawabnya sambil bersiap pergi

Ku kesampingkan soal youkai dan benda di tangan kiri ku, yang penting bisa keluar dulu dari sini!

"Tunggu! Bagaimana caranya?!" Panggil ku sebelum ia pergi.

"Mudah saja, bunuh orang yang paling kau sayangi di dunia ini. Dengan begitu kau bisa keluar dari sini. Kagamine Rin bukan? Oh iya, kau bisa panggil aku Rei. Sampai bertemu lagi." Lalu ia menghilang begitu saja tanpa jejak, tanpa hembusan angin, tanpa aba-aba. Hanya dalam satu kedipan mata.

"Apa ia manusia? Membunuh Rin katanya? Jangan bercanda! Itu, itu-"

DEG!

...

"Huh? Aku terbangun lagi? Masih tanggal 30 juni ya?" Erangku tidak sadar.

AH! Hari sebelumnya! Ia menyuruhku membunuh Rin?! Apa mungkin?! Ini sulit...

Di jalan aku berpapasan lagi dengan Rin, hari ini ia pendiam. Sifatnya berubah lagi. Akan ku coba berbicara dengannya.

"Rin? Kau tidak apa-apa?"

"Um, Ano... Eto aku tidak apa-apa kok." Ucapnya canggung dengan wajah memerah.

Sifatnya di dunia yang ini membuat ku tidak nyaman, sangat pemalu. Paling tidak, ia tidak seperti yang kemarin. Sudah cukup aku dipermalukan kemarin.

Ku tempelkan keningku pada keningnya. Biasa, mengecek suhu badan seseorang. Apa ini salah?

"Hmm... Agak panas."

Wajahnya memerah, merah sekali seakan ketumpahan kaleng cat merah.

"Ehh... Ehh..." Ucapnya terbata.

"Tidak Len, jangan..." Ucapnya lagi, ada apa sih dengannya. Sekarang matanya terlihat berputar, lalu apa lagi?

"KYAAA! LAKI-LAKI ITU MENAKUTKAN!" Teriaknya sambil meninjuku sekuat tenaganya! Ini gila! Aku tidak akan bertanya lagi deh...

Rin berlari ketakutan menuju sekolah, aku hanya bisa mengejarnya. Ya ampun! Kenapa larinya bisa secepat ini?!

"IIE... IIE... IIE!"

"Tunggu Rin, kau kenapa?!"

"Tidak!"

Kami seperti pasangan yang salah paham, aku sweatdrop lagi.

Di kelas, Rin langsung jatuh terduduk di kursinya. Tiap aku coba mendekatinya ia selalu menghindar sambil berkata maaf. Astaga.

"Miku! Sini deh!" Panggilku.

Kami berbicang lagi di luar kelas, tanpa Kaito pastinya. Dan setelah mendengar penjelasannya (lagi?!), ternyata Rin Andrhophobia! Kemarin ia benci laki-laki, sekarang ia takut laki-laki?! Ampun deh...

Saat istirahat kedua kepalaku pusing, saat berjalan di koridor entah ini secara sadar atau tidak aku melihat pemuda kemarin (sebut saja Rei) di hadapanku, lalu semua gelap...

...

Normal POV

...

Len ambruk, dan pemuda yang kita ketahui sebagai Rei tadi menghilang. Tubuh Len kembali bangun tapi kali ini iris matanya berwarna emas, bukan crimson atau azure.

"Dasar Lelaki ini. Kalau aku, Rei yang hebat ini tidak ikut campur. Ia tak akan keluar dari dunia membosankan ini, hihihihi." Len berkata sendiri pada dirinya sambil tertawa kecil.

Seperti yang terlihat, Rei yang mengaku sebagai makhluk yang terlahir dari Pandora Eye yang tertanam di tubuh Len, tengah mengambil alih tubuh Len.

"Nah, sekarang saatnya keluar!" Ucapnya riang.

Len (yang kita ketahui di kendalikan oleh Rei) pergi kembali ke kelas, ia menarik Rin ke halaman belakang sekolah. Rin yang Andrhophobia di dunia ini, menampar, meninju, bahkan menendang Len yang membawa paksa ia. Tapi bagi Len itu seperti pijatan nyaman di tubuhnya.

Saat sampai tanpa peringatan atau aba-aba. Rin langsung dicekik oleh Len yang menatapnya dingin, Rin meronta hebat hingga akhirnya ia kehilangan pasokan nafasnya. Semua di sekitar Len berubah bentuk, semuanya seakan terkena distorsi molekul hebat. Semua benda bergetar dan berubah-ubah bentuk. Len yang di kendalikan Rei pun tersenyum senang.

"Jangan anggap aku remeh, Kiyoteru..." Ujarnya

Sementara itu di sisi yang lain...

...

"Master, Len telah membunuh Rin." Ucap seorang berambut Teal.

"Tak kusangka, Pandora Eye aka membantunya. Ini adalah bukti jika benda itu sudah mengakui Len sebagai pemiliknya. Kekuatannya sudah meningkat lagi."

"Kerja bagus. Kau bisa kembali ke tempatmu." Lanjut sang Master.

"Baik." Dan pemuda itu hilang.

"Tinggal tunggu waktu untuk melepas Nanohanagou! Hahahahaha." Sang Master tengah tertawa keras.

...

Another side : Len's POV

...

Huh ini, sama seperti waktu itu ak bertemu laki-laki beriris crimson di lorong sekolah. Kesadaran ku menghilang, tapi aku bisa melihat apa yang dilakukan tubuhku dari dalam.

Jangan-jangan pemuda bernama Rei itu melakukan cara yang sama seperti lelaki beriris crimson itu?! Apa tubuhku ini boneka memangnya?!

'Tenang Len, aku bukan musuhmu. Akan ku bantu kau keluar dari dunia aneh ini.'

'Ini aku Rei. Hihihihi'

'Jadi tenang, dan lihatlah. Jangan memberontak.'

Jadi Rei itu benar-benar ada di dalam tubuhku?

Yang kulihat aku berjalan kembali ke kelas, lalu menarik Rin. Apa yang akan dilakukan anak ini dengan tubuhku?

Tubuhku dan Rin sampai di halaman belakang, dan tubuh ini langsung mencekik Rin.

HEI?! APA YANG KAU LAKUKAN REI?!

HENTIKAN! RIN BISA MATI!

HENTIKAN BODOH!

Semua teriakanku tak dikubrisnya, aku berputar-putar mencari jalan keluar dari sini. Tanpa sadar aku menangis, aku tidak rela Rin mati! Tidak akan pernah!

'Tenang, Rin masih hidup. Ini berakhir. Tidur dan menunggulah.'

Lalu tubuhku ambruk dengan sendirinya.

...

"RIN!"

Aku terbangun meneriaki nama Rin, aku berlari menuju kamar mandi, membersihkan tubuh secepat mungkin. Dengan baju sekolah acak-acakan dan sepotong roti di mulutku, aku langsung pergi dan berlari menuju rumah Rin di daerah kuil.

"Ah Len... Tak biasanya kau menjemputku, bajumu masih acak-"

Aku langsung berlari dan memeluk Rin yang tengah tersenyum di tangga kuil. Aku menekan kepala belakang Rin, mendekapnya semakin kuat.

"Rin kau tidak apa-apa kan? Kau tidak terluka kan? Kau ingat aku? Kau tidak benci aku kan? Kau tidak takut aku kan? Kau bukan pacar Kaito kan?" Ucapku bertubi-tubi.

"Le-Len, kau bertanya apa sih? A-aneh... Kita diperhatikan Okaa-chan. Aku malu Len..." Rin berkata pelan dengan wajah merah. Lenka baa-san melihat kami dengan senyum penuh arti, aku akhirnya sadar akan kelakuanku.

"Ma-maaf.."

"Aku baik-baik saja, tidak terluka, aku ingat kamu kok, aku tidak membenci ataupun takut mu dan... Aku bukan pacar Kaito..." Jawab Rin.

"Mattaku, kau kenapa sih Len?" Tanya Rin sambil tersenyum miring.

"Yokatta, kau tidak apa-apa. Arigatou Kami-sama..." Ucapku pelan.

"Sudah, ayo kita ke sekolah... Aku malu dilihat Kaa-chan." Ucap Rin lagi dengan wajah yang masih merah.

Kami berjalan menuju sekolah dalam diam, tak ada yang memulai pembicaraan. Aku terlalu senang Rin tidak apa-apa setelah kejadian kemarin, Rin sepertinya masih malu dengan kejadian tadi...

"Ano, Len... Nanti kita latihan untuk test team masuk jurusan ya.." Rin membuka pembicaraan dengan senyum.

"Eh?"

"Kau tidak lupa kan? Kemarin kita habis membahas mengenai itu loh.." Ujar Rin

Apa? Aku langsung merogoh saku ku dan melihat tanggal di ponselku, TANGGAL 1 JULI! Terima kasih Kami-sama kau telah mengembalkan waktu!

"Terima kasih Kami-sama!"

'"Kau kenapa sih Len? Lucu deh..." Rin tertawa denga manisnya, dan itu sedikit membuat wajahku merah.

'Hei Len no baka, jangan lupakan jasa ku juga dong!'

Suara dari mana itu?

'Ini aku Rei! Masa' sudah lupa?!'

'Kau ada dimana?' Aku mencoba membalasnya.

'Di dalam diri mu bodoh, aku bagian dari benda di tangan kirimu!'

'Oh, yaudah deh. Makasih juga.' Batinku dengan nada mencibir.

'Terima kasih aja gak rela, sebagai pribadi yang baik, aku akan terima permintaan terima kasih mu.'

'Kau harus jelaskan semuanya padaku saat pulang nanti!'

'Iya deh...'

Setelah percakapan batinku dengan Rei, aku merasa ringan. Kulanjutkan perjalanan ku ke sekolah dengan tenang. Dengan semua ini, aku semakin yakin. Jika semua hal ini ada hubungannya dengan masa laluku yang akan segera terkuak...

...

Chapter 6 completed~~

4568 words (story only) untuk Zoetrope part 1 dan 2! Wow!

Oh iya saya baru tahu 2 hari lalu, kalau Zoetrope itu judul lagu opening anime shoujo, Amnesia! Astaga! (Abaikan curhatan gak jelas)
Untuk isitlah di fict ini pada tau kan artinya, mungkin kata 'fuutaro' ada yang gak tahu, tapi terlalu tabu untuk diberi tahu. Jadi cari sendiri ya! #PLAK #AUTHOR BEJAD!

Di sini ada karakter baru lagi, Rei! (BGM : One winged angel)
All fict chara : Kabur! Ada Sepiroth! #PLAK #ABAIKAN

Salah BGM. Oh iya, Rei itu nobody-nya Len! #PLAK #Di-Getok-KH-Lovers. (ada-ada aja ya! Hahaha XD). Chapter depan akan terkuak full tentang masa lalu Len dari segi pengamatan Rei (sang Pandora Eye). So, stay tune for next chappie!

Saatnya balas review :

-To reviewer named Lyn-ed :

Ceritanya keren?! MAKASIH! #nangis darah #lebay detected.
Benar, Kaito itu sebenarnya cuma mau agar Miku nggak terluka atau terjadi sesuatu sama Miku. Dalam mimpi, ada mimpi... Time loop ya semacamnya sih..
Makasih favfoll nya!

Ini updatenya! Makasih reviewnya!

-To reviewer named Shiroi Karen :

LenMiku nya cuma numpang lewat, ekekeke
Kagamination! LenRin nomor 1!
Anda kena tekanan batin juga? Hati-hati di kendaliin Kiyo #PLAK
Ayo bunuh Kaito! (eh gak jadi deh, takut di bantai sama Kaito fans)

Ini updatenya! Makasih reviewnya!

-To reviewer named Alfianonymous22 :

Tidak ada typo? Saya merasa ada deh (walau nggak begitu ganggu U.U). Maksih jika beneran gak ada typonya (angkat mesin Typo cleaner)
Benar! Time loop semacam itu, bisa dilihat dari kejadian yang berbeda tiap harinya, yang paling menonjol perubahan sifat Rin di tiap waktu.

Ini updatenya! Makasih reviewnya!

-To reviewer named CoreFiraga :

Time loop lagi terkenal sekarang, jadi kepengen aja ngangkat dari tema itu :3

Steins : gate? Memang ada filmnya ya? (apa anime? Aku juga gak tahu sih gamenya kayak gimana XD)

Ini updatenya! Makasih reviewnya!

Gak nyangka udah 500 view aja, dan tiap chapter bsa dapat 3-5 review, dari ch 1- ch 6. Saya mengira cerita ini akan sedikit peminat (soalnya cerita baru dari author baru berpengalaman minim), ternyata lumayan agak bagus dari segi pandangan saya (opini saya loh, jadi jangan dipermasalahkan ya ^^)
Maafkan saya kalau ada cara membalas yang kurang berkenan di hati para reviewer.. saya mohon maaf.
Dan akhir kata, pembaca yang baik selalu meninggalkan pesan dan kesan ^^ jangan terlalu pedas ya! Karena review kalian adalah penyemangatku untuk menulis! Jaa~~ Matta ne~~ !

Best regards,
Aprian