Name: Naruto DxD Chronicles: The Other Side
Author: Exec-Harmonius
Rating: M
Genre: Adventure

Summary: Pahlawan dunia shinobi yang depresi akan kematian Hinata memutuskan untuk pergi ke dimensi lain. Saat di dimensi lain itu, dia menjadi iblis dan dia dikhianati oleh orang yang dicintainya serta orang yang dia anggap saudaranya sendiri. Kemudian dia memutuskan menjadi manusia lagi dan anggota fraksi manusia

Disclaimer: Naruto dan Highschool DxD bukan punya saya

Don't like don't read… Kalo enggak suka masih maksain baca, itu salah kalian sendiri. Dan bagi review tidak pake akun yang nge-flame tidak jelas dan tidak ada hubungannya sama fic ini. Jangan salahkan jika flame itu akan saya buang ke laut

Chapter 6: Reason

-Naruto's House, Tokyo-

Naruto terbangun dari tidurnya setelah dia bermimpi dari pertarungannya melawan Obito di Elemental Nation bersama dengan Kurama yang baru saja berteman dengannya serta Bee, Gai dan Kakashi sampai terbunuhnya Hinata dan Obito yang terbunuh oleh Kaguya serta Kaguya yang tersegel berkat teamwork dari dia, Sasuke, Sakura dan Kakashi. Kemudian dia melihat jam yang menunjukkan pukul setengah enam pagi dan dia langsung mandi dan bersiap untuk pergi ke markas fraksi manusia. Sesungguhnya Naruto tidak suka datang sepagi ini, tapi dia ingin dua orang yang tinggal secara sementara di rumahnya akan menemukan Minato dan mengetahui identitasnya… Jadi dia berniat untuk membawa Minato saat dia bekerja. Setelah dia selesai mandi dan memakai jaket hitam terbuka yang menutupi T-Shirt miliknya yang berwarna jingga, Naruto pun segera pergi ke kamar putranya dan dia tersenyum saat dia melihat wajah putranya dari masa depan bersama orang yang dia cintai, Archangel Gabriel.

Dia pun mendekati tempat tidur bayi yang ditempati Minato untuk tidur dan dia pun menggendongnya dengan lembut 'Wajahmu benar-benar mirip dengan ibumu, Minato.'

Memang benar apa yang dikatakan Naruto, Minato memang mempunyai mata biru cerah seperti dirinya tapi wajahnya sangat mirip seperti Gabriel. Kau bisa bilang, Minato ini adalah seorang Bishounen. Kemudian muncullah cahaya putih yang menyilaukan Naruto tapi untungnya Naruto bisa menahan diri supaya dia tidak menjatuhkan Minato secara tidak sengaja dan Gabriel pun muncul dan berjalan ke arah Naruto setelah cahaya putih itu menghilang "Naruto-kun, kau mau bawa Minato-kun kemana pagi-pagi begini? Dan kenapa kau sudah siap-siap untuk berangkat ke kantormu? Tumben sekali…"

"Dengan dua orang di rumahku dengan kemungkinan dua orang itu akan menemukan Minato dan jika dia mengetahui siapa ibu dari Minato, aku tidak yakin mereka tidak akan gila Gabriel-chan." Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Jadi… Aku memutuskan untuk berangkat pagi-pagi dan membawa Minato ke kantorku."

"Kenapa kau tidak membiarkan aku menjaganya di Heaven?" Tanya Gabriel yang sudah menyilangkan dadanya tepat di hadapan Naruto "Aku ini ibunya, kau tahu itu kan Naruto-kun. Aku berhak menjaganya juga sama sepertiku."

"Aku tidak masalah kau menjaga Minato di Heaven karena aku yakin Michael juga tidak akan keberatan karena Minato adalah keponakannya." Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Tapi masalahnya bagaimana dengan para malaikat yang lain terutama Metatron? Jika dia tahu itu anakmu dari seorang manusia sepertiku pasti dia akan menuntut Michael untuk membuatmu jatuh dan menjadikanmu malaikat jatuh."

"Ya sudahlah kalau begitu." Ucap Gabriel dengan nada pasrah, kemudian dia melanjutkan "Tapi jaga anak kita baik-baik Naruto-kun."

"Uh, oh… Te-Tentu Gabriel-chan." Balas Naruto yang belum terbiasa dengan kebenaran Minato yang ternyata anaknya dengan Gabriel. Kemudian dia dibuat terkejut oleh perbuatan Gabriel yang mencium pipinya dan itu membuat pipinya memerah. Setelah Gabriel pergi, Naruto pun melihat putranya yang masih ada di gendongannya dan berkata "Ayo kita pergi, Minato. Hiraishin no Jutsu!"

-Human Fraction Headquarter-

Naruto sampai dengan cepat di kantornya, markas dari fraksi manusia karena dia menggunakan Hiraishin. Dia ingin membuka pintu markas dengan kunci duplikat yang dia dapatkan dari bos-nya tapi ternyata pintunya telah terbuka. Dia bingung akan hal itu, tapi dia abaikan dan dia langsung masuk ke dalam. Dan saat di dalam, dia pun mendengar suara seseorang yang dia kenal tidak jauh dari posisinya berada.

"Aku tidak menyangka bisa melihatmu datang sepagi ini, eh Naruto."

"Oh, itu kau ternyata Leon." Balas Naruto yang melihat ke arah orang yang berbicara itu dan melihat sosok bos-nya itu sedang berdiri di dekatnya dengan seringai mengejek karena dia memang selalu datang lebih akhir daripada para anggota yang lain "Aku juga tidak menyangka kau akan datang sepagi ini, Leon."

"Apa maksudmu? Aku dan Lily memang selalu datang lebih pagi dari para anggota yang lain." Ucap Leon yang masih dengan seringainya itu yang terus membuatnya jengkel "Tidak seperti dirimu, oh wakilku yang terhormat."

"Berhentilah mengejekku Leon." Balas Naruto dengan nada marah yang ditahan karena kesal atas seringaian dari bos-nya itu yang seolah-olah terus mengejeknya. Kemudian dia teringat sesuatu dan berkata "Oh ya kau bilang kau datang dengan istrimu kan… Dimana dia? Aku tidak melihatnya?"

"Oh…" Balas Leon, kemudian dia menjawab "Dia sedang membuat susu formula untuk Iriana-chan."

"Kau dan Lily membawa Iriana ke sini, tumben sekali." Ucap Naruto, kemudian dia melanjutkan "Biasanya kalian selalu membiarkan Iriana di rumah dan membuat adikmu sendiri, Lena menjadi babysitter untuk putrimu karena dia masih bayi."

"Iya sih tapi entah kenapa Lily-chan ingin sekali membawa Iriana-chan ke markas. Lagipula Lena sedang pergi bersama kedua temannya, Rose dan Rosa." Balas Leon, kemudian dia melanjutkan "Lalu bagaimana denganmu? Kau juga membawa putramu kan? Apa ada alasan khusus?"

"Ada." Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Tapi kita bicarakan ini di tempat yang aman. Karena jika ada yang mendengarnya termasuk istrimu, mereka akan berpikiran kalau aku ini gila."

Naruto pun pergi ke ruangan kerjanya dan dia menaruh Minato di box bayi yang dia keluarkan dari kertas segel miliknya dan dia menceritakan semua kejadian yang dia alami semalam termasuk terbongkarnya identitas Minato sebagai 'anak masa depan' dirinya dan Gabriel. Awalnya dia mengira Naruto gila karena dia telah membuat seorang Archangel wanita tercantik di Heaven mempunyai seorang putra darinya dan sang Archangel itu tidak jatuh dan menjadi malaikat jatuh tapi dia tahan… Karena dia tahu temannya ini memang merupakan seseorang yang unik dan dia bisa melakukan apapun yang berada di luar nalar seperti hidup di Underworld dan berhasil berbaur dengan para iblis disana bahkan menjadi salah satu pahlawan dalam perang sipil dan yang terakhir adalah ini.

Melihat Leon, dia terlihat kesal dan kemudian berkata dengan nada kesal "Kau juga mengira aku gila ya?"

"Bukan begitu, baka." Jawab Leon, kemudian dia melanjutkan "Aku hanya tidak menyangka kau bisa mempunyai anak dari Gabriel-san di masa depan dan dia tidak jatuh. Harusnya itu tidak mungkin kan? Kenapa hal itu bisa terjadi Naruto?"

"Bagaimana aku bisa tahu!" Teriak Naruto, kemudian dia melanjutkan "Itu kan terjadi di masa depan, bodoh."

Leon terlihat mendeathglare Naruto karena hal itu tapi dia sudah terbiasa dengan glare milik Kurama saat dia masih tersegel di tubuhnya dulu, jadi dia mengabaikannya. Kemudian dia tersenyum dan melihat Minato yang sedang berada di dalam box bayi dekat tempatnya berada "Tapi aku sungguh senang karena aku tahu Minato adalah putraku dari orang yang aku cintai."

'Naruto…' Batin Leon yang juga turut tersenyum akan kebahagiaan sahabatnya itu. Mengingat dia sudah lama hancur karena kematian dari Hinata serta pengkhianatan dari orang yang dia panggil saudara serta mantan kekasihnya itu 'Aku senang jika kau bahagia Naruto karena kau adalah satu-satunya orang yang telah menyatukanku dengan Lily-chan dan dengan melihatku bahagia dengan Lily-chan tapi kau tidak itu membuat hatiku sebagai sahabat sedikit hancur. Kau berhak mendapatkan ini, Naruto.'

Tiba-tiba saja Naruto, membuat sebuah handseal dan dia pun berkata "Kage Bunshin no Jutsu!"

Booofffttt

Booofffttt

Leon yang melihat Naruto memanggil dua klonnya pun meliriknya dan berkata "Kenapa kau membuat klon Naruto? Jangan bilang kalau kau akan kabur dari pekerjaanmu dan memberikannya kepada bunshinmu lagi."

"Jangan asal tuduh kau Leon!" Teriak Naruto saat melihat tiga glare yang dia dapatkan dari 3 orang di dekatnya, yang satu dari Leon dan yang dua lagi dari kedua bunshinnya "Seperti yang aku katakana padamu… Michael memintaku untuk menampung dua pengikutnya di rumahku karena mereka mempunyai misi untuk mengambil pecahan Excalibur yang dicuri dari gereja di Vatikan oleh Kokabiel. Jadi aku membuat klon untuk mengawasi mereka mengingat mereka telah berbuat ulah di teritori adikku dan melukai dua peeragenya. Bagaimana aku bisa yakin kalau mereka tidak akan melakukannya lagi? Mengingat salah satu dari mereka sangat membenci iblis bahkan yang membela iblis seperti aku pun dibencinya padahal dia tidak tahu koneksiku dengan Rias, sigh…"

"Mereka pikir bisa mengambil pedang Excalibur itu dari Kokabiel." Balas Leon, kemudian dia melanjutkan "Sigh, mereka itu sudah gila atau apa sih?"

"Aku tidak tahu." Jawab Naruto dengan nada simple, kemudian dia melanjutkan "Bisa saja mereka terlalu percaya diri pada kemampuan mereka atau mereka pikir kemampuan Kokabiel telah karatan mengingat setelah Great War, dia tidak pernah bertarung lagi karena perjanjian gencatan senjata antar 3 fraksi."

"Apa perlu kita kirim anggota yang cukup kuat untuk menandingi Kokabiel?" Tanya Leon, kemudian dia melanjutkan "Mengingat walaupun mereka berdua adalah seorang Exorcist, tapi tetap saja mereka berdua adalah seorang manusia dan sudah tugas fraksi kita untuk menolong seseorang manusia yang terjebak dalam konflik 3 fraksi."

Naruto pun menegang saat mendengar kata-kata itu mengingat dia telah gagal dalam tugasnya untuk menyelamatkan sang Sekiryuutei, Issei Hyoudou yang tewas karena malaikat jatuh bernama Raynare hanya karena dia tidak ingin Rias menemukannya dan dia membawanya ke Underworld untuk bertemu dengan dua pengkhianat itu. Karena itulah dia masih merasa bersalah karena masalah itu tapi setidaknya dia sedikit bersyukur karena bocah malang itu direinkarnasikan oleh Rias karena dia tahu Rias yang merupakan seorang Gremory tidak akan pernah melakukan hal-hal yang High-Class Devil lain lakukan pada para peeragenya karena klan Gremory mengganggap peeragenya sebagai keluarga bukanlah sebuah budak yang tidak ada artinya.

"To…"

"Ruto…"

"Naruto…"

"Huh…" Ucap Naruto yang sadar dari lamunannya dan kemudian dia melihat Leon dan berkata "Kenapa kau memanggilku Leon?"

"Sigh, aku tanya apa kita harus mengirim salah satu top tier di fraksi kita seperti Yuan atau Kite untuk membantu dua orang Exorcist itu berhadapan dengan Kokabiel tapi kau malah melamun idiot." Jawab Leon.

"Maaf…" Balas Naruto, kemudian dia menghela nafas dan melanjutkan "Aku masih memikirkan tentang kegagalanku melindungi bocah Sekiryuutei itu mengingat tujuan kita untuk melindungi semua manusia yang terlibat konflik dengan dunia supernatural tapi karena ego-ku yang tidak ingin Rias menemukanku dan membawaku kembali ke Underworld maka dia pun tewas di tangan suruhan Kokabiel itu meskipun dia telah oleh Rias baru-baru ini."

"Berhenti memikirkan itu, ok." Ucap Leon yang menepuk pundak Naruto dan kemudian dia melanjutkan dengan nada sweatdrop "Aku tahu kau merasa bersalah akan hal itu tapi lupakan saja. Apalagi bocah Sekiryuutei itu tidak masalah sama sekali tentang perubahannya yang sudah menjadi seorang iblis, malah dia terlihat lebih senang dari sebelumnya. Mungkin karena setelah dia berubah menjadi iblis, dia bisa bersama dengan para wanita cantik yang tidak memukulinya karena dia bertindak mesum."

Naruto pun tertawa kecil bersama Leon karena dia mengingat pengintaian mereka berdua pada bocah Sekiryuutei yang membuat dirinya bersama dua sahabatnya dihajar karena mereka melihat dada seorang wanita dengan mesum dan berteriak 'Oppai!'. Naruto pun teringat sesuatu dan kemudian dia berkata pada Leon "Sepertinya kita tidak usah mengirim anggota kita Leon karena aku yakin Azazel juga akan mengirim anggotanya untuk melumpuhkan Kokabiel."

"Siapa?" Tanya Leon kemudian dia melanjutkan "Slash Dog atau bocah Hakuryuukou yang bernama Vali itu?"

"Aku tidak tahu pasti tapi aku berani bertaruh kalau Azazel akan mengirim Vali kali ini." Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Karena walaupun Tobio lebih kuat dari Issei, tapi apa lagi yang lebih menarik jika dibandingkan dengan pertemuan dua rival. Sekiryuutei dan Hakuryuukou."

"Kau benar juga." Balas Leon, kemudian dia melihat jam dan berkata "Aku tidak menyangka kita berbicara selama ini… Kalau begitu aku akan kembali ke ruanganku untuk melakukan tugasku, wakil ketuaku yang menyebalkan. Kau juga kerjakan tugasmu, awas kalau tidak."

"Tenang saja pemimpinku yang sama menyebalkannya denganku. Akan aku kerjakan tugasku sebagai wakil ketua dengan baik." Balas Naruto, kemudian dia memegang dagunya sendiri dan membatin 'Aku harap kalau pertemuannya dengan Vali tidak akan seintens pertemuanku dengan Sasuke sebelum dia bertobat. Karena Vali saat ini bisa membunuh bocah itu kalau dia mau.'

-Tokyo-

Dari pagi hari sampai malam tiba, 'Naruto' saat ini terus mengawasi Xenovia dan Irina karena Naruto yang asli telah memerintahkan untuk mengawasinya karena dia cemas dua bocah Exorcist itu akan membuat ulah. Pada awalnya mereka tidak terlihat membuat masalah malah mereka berdua bekerja sama dengan Hyoudou Issei, Kiba Yuuto, Koneko Toujou, dan juga Genshirou Saji untuk mencari Excalibur yang dicuri. Saat mereka berpencar dengan Irina, mereka pun melihat Irina yang sudah tidak sadarkan diri dengan luka yang lumayan parah dan Excalibur milik Irina, Excalibur Mimic telah dicuri. Pencuri Excalibur milik Irina yang ternyata adalah musuh lama Kiba, Issei, dan juga Koneko yang bernama Freed Sellzen pun muncul tapi dia terlihat berbeda dari sebelumnya. Melihat Xenovia, Kiba, dan Issei terpojok oleh Freed yang menggunakan Excalibur miliknya yaitu Excalibur Rapidly… 'Naruto' pun muncul dengan pedang replika Kusanagi no Tsurugi di tangan kanannya dan menghentikan gerakan pedang Freed sebelum pedangnya berhasil membunuh salah satu dari mereka bertiga.

"Naruto-san!"

"Siapa kau? Berani sekali kau menggangguku?" Tanya Freed yang melihat 'Naruto' dengan kesal "Kau mau cari mati ya!"

"Aku…" Balas Naruto yang menunjuk dirinya sendiri, kemudian dia melanjutkan "Namaku tidak penting. Tapi aku adalah saudara dari King 2 orang yang kau serang ini, Stray Exorcist."

'Saudara… Apa dia Sirzech Lucifer? Dia terlihat berbeda dari yang dideksripsikan Kokabiel-sama padaku.' Batin Freed, kemudian dia mengatakan satu hal yang fatal pada 'Naruto' "Apa kau Sirzech Lucifer? Kau terlihat berbeda…"

"Kau pikir aku siapa? Sirzech…" Tanya 'Naruto' dengan tenang. Meskipun hanya klon tapi tetap saja dia mempunyai level kebencian yang sama pada Maou berambut merah crimson dari klan Gremory itu sama seperti Naruto yang asli. Kemudian dia melesat dengan cepat menggunakan Sunshin ke depan Freed dan berkata "Jangan samakan aku dengan si brengsek itu!"

Buuuuuaaakkkk

'Naruto' pun menendang tubuh Freed dengan sangat kencang dan membuatnya terlempar jauh ke belakang. Freed yang ditendang begitu oleh 'Naruto' pun bangkit dan dia pun membatin 'Sial… Sebenarnya siapa dia? Tendangannya sangat kuat dan itu hampir membuat tulang rusukku remuk. Dia bukan Sirzech Lucifer kan tapi kenapa dia…'

'Mengerikan…'

'Apa benar dia manusia biasa? Tidak mungkin dia hanya manusia biasa mengingat kekuatan tendangannya barusan.'

'Aku merasakan chakra yang sangat banyak di dalam tubuhnya.'

"Jangan pernah menyamakanku dengan dia…" Ucap 'Naruto' dengan nada teramat kesal, kemudian dia melanjutkan "Seperti aku mau saja disamakan dengan si pengkhianat itu."

Freed dengan kecepatan yang diberikan dari Excalibur Rapidly langsung menyerang 'Naruto' dengan bertubi-tubi tapi Naruto selalu bisa menangkis serangannya. Xenovia dan juga Issei yang melihatnya pun membatin 'Sugoi…'

Naruto yang berhasil menangkis serangan Freed sekali lagi pun menatap Freed dengan emotionless dan berkata "Kau cepat, aku akui itu. Tapi kecepatanmu ini masih kalah dengan Souji dan juga rival serta sahabatku, Sasuke Uchiha."

"Tch…"

Traaannnkkkk

Traaannnkkkk

Traaannnkkkk

'Naruto' hanya menatap Freed dengan datar dan kemudian dia memukul mundur Freed untuk menjauhkan jarak. Melihat jaraknya dan Freed telah aman, dia pun membuat handseal dan sebuah bola angin berukuran besar keluar dari mulutnya "Futon: Daitoppa!"

Booooommm

Freed pun terpental dan bajunya robek-robek karena terkena bola angin dari 'Naruto'. Koneko yang melihat itu pun terkejut dan dia pun membatin 'Ternyata dia benar-benar mempunyai chakra. Siapa sebenarnya Naruto-san ini?'

Freed yang melihat pertarungannya dengan 'Naruto' tidak menguntungkan dan dia tahu 'Naruto' masih menahan diri pun berkata "Sepertinya waktuku disini telah habis. Maaf, tapi aku harus pergi… Balba-sama sudah menunggu Excalibur ini meskipun aku belum bisa mendapatkan Excalibur Destruction darimu, Xenovia-san."

Freed pun berhasil kabur dan Issei pun membatin 'Dasar pengecut…'

Sedangkan dengan Kiba… Dia pun ingin mengejar Freed tapi 'Naruto' menghentikannya "Berhenti disana…"

Kiba pun berhenti dan kemudian dia menatap 'Naruto' dengan tajam "Kenapa kau menghalangiku?"

"Kau ternyata egois juga bocah." Ucap 'Naruto' dengan dingin, kemudian dia melanjutkan "Temanmu dan rekanmu terluka tapi kau malah memikirkan dirimu sendiri. Memangnya jika kau berhasil mengejarnya, kau mau apa? Melawannya? Pffttt, melawannya bertiga saja kau kalah apalagi sendiri?"

Kiba terlihat menggertakan giginya dan juga mengepalkan tangannya karena hal itu, tapi 'Naruto' tidak mengabaikannya dan dia pun melihat Asia dan berkata "Hmm, nona manis. Bagaimana dengan keadaannya?"

"D-Dia baik-baik saja." Jawab Asia yang merona karena malu dan Issei pun mendeathglarenya karena hal ini.

'Sifat pemalunya membuatku teringat pada Hinata. Tapi sayang aku sudah punya Gabriel-chan." Batin 'Naruto', kemudian dia melihat Issei dan berkata "Hei, bocah Sekiryuutei… Kau pergilah dan bawa rekan-rekanmu serta gadis exorcist ini ke Kuoh Academy. Sepertinya akan ada hal menarik yang terjadi disana."

Issei pun menggangguk dan dia bersama teman-temannya bersiap untuk pergi ke Kuoh Academy, tapi Xenovia terlihat cemas dan berkata "Tunggu! Lalu bagaimana dengan Irina?"

"Aku akan membawanya ke rumah dan mengobatinya." Jawab 'Naruto'.

"APAA!" Teriak Xenovia, kemudian dia menunjuk wajah 'Naruto' dengan kesal dan berkata "Kalau kau akan membawanya, aku juga ikut denganmu. Aku takut kau akan memfaatkan apa yang terjadi pada Irina dan memperkosanya."

"Berani sekali kau menuduhku seperti itu! Untuk apa aku memperkosa bocah bau kencur itu kalau aku sendiri sudah punya istri dan anak." Balas 'Naruto' tidak kalah sewot, kemudian dia membatin 'Di masa depan tapi…'

"Eh! Kau sudah punya istri dan anak?" Tanya Xenovia tidak percaya tapi Naruto tidak meresponnya dan kemudian dia merona dan berkata dengan nada malu karena telah menuduh seseorang "Tapi aku dan Irina tidak melihat istri dan anakmu di rumahmu."

"Mereka sedang mengunjungi rumah mertuaku yang sedang sakit." Jawab Naruto, kemudian dia melihat Xenovia dan berkata "Lagipula kau dan Xenovia itu terlalu muda untukku…"

"Apanya yang terlalu muda? Kau terlihat seumuranku dan Kiba, Naruto-san." Ucap Issei.

'Naruto' tidak merespon pertanyaan dari Issei dan malah menggendong Irina dengan gaya bridal dan berkata "Aku tidak seumuran dengan kalian tapi aku lebih tua dari kalian. Umur asliku itu sebenarnya sudah lima puluh tahun lebih, kalau tidak percaya tanya saja pada King kalian atau adik dari sahabatku, Serafall… Hiraishin no Jutsu!"

"Eh!" Teriak keempat iblis serta satu Exorcist itu yang kagetsaat mengetahui umur sebenarnya dari 'Naruto' tepatnya Naruto yang asli tapi karena dia adalah klon dari Naruto yang asli maka umurnya juga sama dengan Naruto yang asli.

-Asgard-

Di langit kota tempat para dewa Norse seperti Odin, Thor, Loki, dan sebagainya… Terlihatlah sosok makhluk astral berwarna ungu yang menyerupai Youkai Tengu dengan sayap. Di sisi dahi makhluk itu terlihatlah Kristal yang didalamnya terdapat dua sosok manusia. Yang satu merupakan seorang pria yang memakai jubah bertudung hitam yang menutupi kepalanya dan yang satu lagi merupakan anak berumur 9 tahun dengan rambut pirang dikepang dengan warna mata biru samudera dan berpakaian gaun kecil berwarna putih. Dua orang ini saat ini sedang memperhatikan seorang gadis berambut perak lurus dan berwarna mata biru muda dan memakai armor yang memang khusus untuk para Valkyrie. Dua mata berbeda warna dari sang pria pun menatap sang gadis dengan tatapan rindu seolah dia tidak menemui sang gadis sejak lama.

'Rossweisse…'

Anak kecil itu pun melihat pria yang juga menjadi senseinya itu dengan sedih dan dia pun berkata "Sensei… Apa kau sudah puas melihat bibi Ross? Ayo kita kembali ke penginapan, aku sudah mengantuk."

"Tunggu sebentar Aria." Balas sang pria, gadis yang bernama Aria itu pun menghela nafas pasrah dan sang pria pun melihat sang gadis dan membatin 'Maafkan aku Ross. Harusnya aku menjagamu dan memperhatikanmu karena kau sedang hamil saat ini. Tapi aku malah pergi ke masa lalu bersama dengan Aria dan mencoba menghentikan pria sialan itu yang saat ini sudah pergi ke masa lalu dan mencoba membuat pasukan Nephilim yang terbuat dari klon Aria yang aku kirim ke masa ini."

"Sensei, aku masih tidak mengerti… Kenapa kita melakukan ini?" Tanya Aria, kemudian dia melanjutkan "Aku berpisah dari kaa-chan dan tou-chan dan kau juga harus berpisah dengan bibi Ross yang sedang hamil hanya karena orang gila yang mencoba membuat kloning tubuhku saat aku baru lahir. Lagipula kau sudah menghentikannya dan mengirimkan klon-ku ke masa ini kan? Jadi kenapa kita masih harus melakukan ini."

"Kalau saja pria sialan itu tidak melakukan hal gila dengan cara melompat ke masa lalu dan mengincar klon dirimu demi melakukan hal yang sama sekali lagi juga aku tidak akan melakukan ini, Aria." Jawab sang pria, kemudian dia melanjutkan "Ayah dan ibumu memang kuat tapi musuh yang mereka hadapi berasal dari masa depan yang sudah tahu pasti akan kekuatan mereka. Kalau ada yang seimbang melawan dia itu adalah orang yang sama dengan masanya yaitu aku dan ayahmu dari masa kita tapi sayangnya hanya aku yang bisa pergi kesini karena di masa depan juga terjadi masalah dengan Khaos Brigade yang tiba-tiba saja dipimpin Rizevim. Lagipula apa kau ingin masa depan berubah karena perbuatan dia?"

"Sensei, tapi tanpa kau ucapkan pun masa depan sudah pasti akan berubah." Jawab Aria, kemudian dia melanjutkan "Misalnya… Bukan hanya aku saja anak dari tou-chan dan kaa-chan jika aku telah lahir nanti… Tapi klon diriku yang bernama Minato itu juga dan dia akan menjadi kakakku nanti."

"Memang perkataanmu itu benar, Aria." Balas sang pria yang kemudian membuka tudungnya dan terlihatlah wajah sang pria yang ternyata adalah Sasuke dengan mata Eternal Mangekyou Sharingan serta Choku Tomoe Rinnegan yang telah aktif dan rambutnya juga telah benar-benar mirip seperti pendahulunya, Uchiha Madara "Tapi perubahan kecil lebih baik daripada perubahan yang akan mengubah nasib masa depan. Seperti dia akan mencoba membunuh Naruto dan Gabriel di masa ini… Dan jika dia berhasil maka eksistensi dirimu akan hilang tapi Minato tidak karena dia adalah klon darimu dan dia bisa membuat pasukan klon yang dia buat dari tubuh Minato dan tidak ada yang bisa menghentikannya."

"Kau benar sensei." Ucap Aria, kemudian dia pun tertidur di dalam Kristal itu.

"Sepertinya dia benar-benar sudah sangat mengantuk." Balas Sasuke yang sudah membawa gadis itu dalam gendongannya, kemudian dia melihat Rossweisse dan berkata "Semoga kita bertemu lagi Rossweisse, entah itu diriku atau diriku di masa ini."

Setelah perkataan itu, makhluk astral yang bernama Susanoo itu menjauh dari Asgard dan gadis bernama Rossweisse pun melihat ke arah langit tapi tidak menemukan siapapun disana 'Aneh, tadi aku merasakan ada yang memperhatikan aku.'

-To Be Continued-

AN: Chapter 7 is up… Disini memperlihatkan Naruto yang menghindari pertemuan Minato dengan Xenovia serta Irina karena takut mereka akan mengetahui identitas sebenarnya dari Minato karena wajahnya Minato itu sama dengan ibunya. Oh ya disini identitas dua orang yang mengawasi rumah Naruto yang salah satunya merupakan orang yang sama dengan orang yang memberikan Minato pada Michael terkuat dan dia adalah… Jreng, jreng, jreng… Sasuke Uchiha dari masa depan dan juga Aria Uzumaki. Gaya rambut Sasuke disini sama kaya di chapter 700 manga Naruto dan untuk Aria… Gaya rambutnya sama kaya Agrias Oaks, playable character di Final Fantasy Tactics dan Final Fantasy Tactics: The War of Lions.

Exec-Harmonius

Review:

Shinchan:

Gabriel itu malaikat… Kalau dia make baju begitu, bisa langsung jatuh dia.

Uzumaki Kuro:

Yup, benar sekali. Namanya Aria…

Razor137:

Thanks.

Devil938:

Elemental Nation enggak hancur… Bahkan di era Minato dan kawan-kawan, mereka masih bisa kesana. Toneri kurang tahu tapi yang pasti main protagonist adalah villain dari masa depan itu.

Ardiansyah Draco Lucifer:

Sama Naruto.

Aulia Pri Rahman:

Sulit juga ngaturnya… Soalnya urusan di duta juga numpuk.

Mhd487:

Nanti pas battle lawan Kokabiel, dia ngasih tahu status Naruto sama orang disana.

Amar Namikaze:

Thanks atas pujiannya tapi ane enggak bisa ngajarin soalnya ane enggak punya material seorang guru. Tapi yang pasti tetep semangat aja dan jangan mudah menyerah.

Michael Gabriel 455:

Kekuatan Aria itu chakra sama kekuatan cahaya sama kaya para malaikat makanya di masa depan dia diincar. Ada hintnya di chapter ini.

Lims454:

Kurang tahu, hmm…

Seneal:

Berharap aja mereka masih waras dan bisa berpikiran jernih. Sepertinya Sasuke aja deh kalo cuma buat datengin Naruto ada banyak kaya Gaara, Tsunade, Kakashi, sama Shizune.

Tenshisha Hikari:

Shock mungkin, jawdrop juga. Iya pas udah ketemu mereka berdua untuk sekarang Aria tinggal sama Sasuke sensei dulu.

Senju-nara Shira:

Ini udah rilis.

Bukan… Itu Aria sama senseinya.

Grand560:

Mereka berdua dapat scene di bagian akhir chap ini.

Ryu:

No… Kaya di canon, dia kalah sama Vali.

Damarwulan:

Harusnya mini harem karena ini remake dari fic Naruto DxD Chronicles(Old Version). Tapi menurut vote dan ane sendiri di versi remake ini single pair yang paling klop.