..
..
..
Sehun adalah seorang Gay, namun sebuah insiden kecil membuatnya kembali menjadi pria straight yang hanya menyukai wanita
..
..
..
Because Of You
Main Cast : HunHan
Rated : M
..
..
Pagi harinya Sehun bangun lebih cepat dari biasanya dan langsung melirik kesebelah kanannya dan menemukan Chanyeol yang masih terlelap dan tidur dengan nyenyak. Sehun merasa dirinya sudah sangat keterlaluan pada Chanyeol dengan menghasilkan susu sebanyak sepuluh kali dan berdampak pada stamina Chanyeol yang melemah dan kelelahan.
Sehun beranjak bangun dari kasur untuk membuat teh manis pada kekasihnya agar memiliki sedikit stamina ketika bekerja namun tangannya dicekal oleh Chanyeol yang masih belum membuka matanya.
"Kau mau kemana?" Chanyeol bertanya namun sedikitpun matanya belum terbuka karena masih mengantuk, namun cukup terganggu ketika Sehun bergerak turun dari ranjang sebelahnya
"Aku mau membuat teh manis pada kekasihku yang kelelahan" Sehun melepaskan pegangan Chanyeol pada tangannya untuk turun kedapur membuat teh manis
"Lain kali jangan seperti ini, aku sangat kelelahan" Chanyeol tidak bisa berkata apa – apa karena dirinya sangat kelelahan dengan permainan Sehun yang memeras susu sebanyak – banyaknya dan mulai kedepannya dirinya tidak akan membiarkan Sehun memeras susu banyak seperti semalam
"Iya sayang" Sehun mencium sekilas bibir kekasihnya kemudian turun kebawah untuk membuat teh manis sedangkan Chanyeol langsung membaringkan badannya yang sangat kelelahan hari ini, untung saja hari ini merupakan tanggal merah jadi dirinya tidak perlu repot – repot ke kantor untuk mengurus berkas
Sepuluh menit berlalu dan Sehun memasuki kamarnya dengan membawa segelas teh manis untuk kekasihnya yang sedang tertidur.
"Chanyeol, ayo bangun minum sebentar" Sehun memaksa kekasihnya untuk bangun dan minum agar memiliki sedikit tenaga sedangkan Chnayeol yang tidak ingin mendengar rengekan kekasihnya dipagi hari langsung bangun dan meminum minuman yang dibuat kekasihnya
"Gomawo" Chanyeol memberikan gelas kosongnya pada Sehun setelah habis menegak minuman tersebut
Sehun mengambil gelas tersebut dan hendak menuju dapur untuk meletakkan gelas tersebut namun Chanyeol menegurnya karena hal tersebut.
"Kenapa harus dibalikkan kedapur, letakkan dimeja nakas saja" ternyata Chnayeol masih ingin berduaan dengan Sehun namun kesal karena Sehun turun kedapur hanya untuk meletakkan gelas tadi
"Chanyeol sayang, jika gelasnya kuletakkan dimeja nakas yanga da semut yang akan mengisi kamar ini. Kau mau tidur dengan semut" Sehun cukup gemas dengan Chanyeol yang tidak ingin berjauhan dengannya saat ini namun dengan cepat Chanyeol memberikan respon dengan gelengan kepala
"Makanya, tunggu aku sebentar" Sehun keluar dari kamarnya dan meletakkan gelas tersebut didapur kemudian balik kekamarnya untuk melihat kekasihnya yang masih berbaring dikasur empuknya
"Kau masih kelelahan?" Sehun mendekati kekasihnya dan duduk diranjang samping Chanyeol
"Hm" Chanyeol mengangguk lemah sedangkan Sehun sangat prihatin dan bersumpah jika lain kali tidak akan memeras susu sebanyak ini
"Isitirahat lahh" Sehun merapikan selimut Chanyeol yang melorot dan menampilkan tubuh atas Chanyeol yang sangat perfect untuk ukuran pria
"Kau juga disini" Chanyel merengek manja sedangkan Sehun mencibir karena biasanya Chanyeol terlihat gagah namun kali ini seperti bayi manja yang merengek
"Chan" Sehun memanggil kekasihnya yang sedang tertidur lelap
"Hm.." Chanyeol menjawab namun matanya sangat sulit diajak untuk bekerja sama
"Aku minta maaf karena sudah membuatmu seperti ini" Sehun mengungkapkan rasa penyesalannya sudah membuat kekasihnya seperti sekarang
Chanyeol membalikkan badannya hingga menghadap kekasihnya yang mungkin sebentar lagi akan menangis jika tidak didiamkan "Sudah lahh, jangan menangis" Chanyeol memeluk kekasihnya untuk menenangkan Sehunnya
"Aku tidak menangis sialan" Sehun dengan cepat menghapus air matanya agar tidak terlihat cengeng didepan Chanyeol yang ketawa melihatnya
"Jangan ketawa sialan" Sehun kesal dan mencubit pipi kekasihnya agar tidak mengetawainya
"ARGH..." Chanyeol terkejut karena serangan mendadak Sehun dipipinya yang membuat pipinya menjadi merah dan sakit
"Rasakan" Sehun bukannya merasa khawatir dengan teriakan Chanyeol justru senang ketika Chanyeolnya kesakitan seperti saat ini
"ARGH... LEPAS SEHUN..." Chanyeol mencoba untuk melepaskan tangan Sehun namun dirinya kesusahan karena cubitan Sehun sangat dahsyat
Sehun dengan baik hati melepaskan cubitannya karena menurutnya sudah cukup waktunya untuk mengerjai kekasih raksasanya. Chanyeol langsung memegang pipinya yang sehabis dicubit sayang oleh Sehun tanpa perasaan.
"Sakit?" Sehun bertanya polos pada Chanyeol sedangkan yang ditanya tidak menjawab karena menurutnya Sehun pasti sudah tahu jawabannya sendiri tanpa bertanya bodoh seperti itu
"Hei, aku bertanya" Sehun cukup kesal karena kekasihnya tidak memberikan respon
Chanyeol bukannya menjawab malah membalikkan badannya dan membelakangi Sehun yang memasang wajah tidak percaya akan respon Chanyeol seperti itu.
"Kau mengacuhkanku lagi" Sehun hampir menangis karena Chanyeol tidak memperdulikannya lagi untuk kedua kalinya
"Jangan manja, kau keterlaluan jika sudah bercanda" perkataan pedas Chanyeol sontak membuat Sehun menangis terisak karena ucapan tersebut
"Kenapa menangis?" Chanyeol terpaksa membalikkan badannya dan menemukan Sehun menangis lucu dan dirinya ingin ketawa namun ditahan karena takut Sehun sangat kesal padanya
"Hiks..." Sehun menghapus air matanya dengan kasar karena Chanyeol melihatnya dan dirinya bisa malu jika ketahuan bisa menangis seperti ini
Chanyeol memeluk Sehun dengan erat dan mengusap punggung Sehun agar tidak menangis lagi karena perkataannya "Jangan menangis"
"Hiks... kau jahat" Sehun bukannya diam justru melawan Chanyeol dengan kata – katanya yang sangat unik
"Baik aku jahat, kau licik" Chanyeol menantang kekasihnya dan membuat Sehun melepas cepat pelukannya dari Chanyeol kemudian menatap garang kekasihnya
"Kau mengataiku licik?" Sehun membuang nafas kesal karena ucapan Chanyeol menusuk hatinya yang paling dalam
"Ya, awalnya kau cuma bercanda namun kau tidak melihat kondisi orang. Itu sangat sakit dan aku tidak pernah memarahimukan? Aku tidak marah bukan berarti itu tidak sakit, tapi aku masih sabar padamu. Kau sudah dewasa Sehun dan seharusnya kau bisa menentukan mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan. Kau bukan anak kecil lagi" Chanyeol mungkin mengambil step yang tepat untuk memarahi Sehun karena selama ini dirinya hanya diam jika dikasari Sehun seperti tadi
"Baik aku memang kekanakan, lalu apa hubungannya dengan licik? Kau tidak bisa menyamakannya" Sehun menerima jika dirinya dikatakan kekanakan namun untuk kategori licik dirinya sangat tidak terima dikatakan seperti itu
"Kau sudah mendengar rintihan orang kesakitan tapi kau tidak memperdulikannya, kau lebih menyukai caramu sendiri daripada mendengar orang. Itu tidak baik Sehun, aku bukan marah padamu tapi kecewa dan ingin kau berubah. Jika kau ingin berubah maka aku akan menerimamu lagi" Chanyeol merasa ini waktu yang tepat untuk membiarkan Sehun dengan pemikirannya sendiri dan mereka akan jalan masing – masing untuk sementara
Sehun terkejut karena dengan kata lain mereka baru saja putus dan Chanyeol yang menentukannya secara sepihak tanpa jawaban darinya "Kau memutuskanku?"
"Hm, aku ingin kau menjadi lebih baik dan setelahnya aku akan menerimamu" Chanyeol mengangguk membenarkan ucapan Sehun
Sehun membuang nafasnya dengan kesal "Sampai berapa lama kita seperti ini?" jujur saja dirinya tidak terima diputuskan dengan cara seperti ini
"Sampai kau benar – benar berubah dan menjadi lebih baik dan mengerti hidup" Chanyeol ingin mengajarkan Sehun untuk menjadi lebih baik saja, bukan karena dendam atau sebagainya
"Baik" Sehun mengatakannya tanpa mempertimbangkan yang lainnya, jujur saja hatinya masih tidak merelakannya
Sehun turun dari ranjang untuk sarapan dengan yang lainnya "Kau turun lahh untuk sarapan"
Bersamaan dengan itu Sehun sudah menghilang dibalik pintu dan menuju meja makan sedangkan Chanyeol merasa kasihan juga dengan Sehun namun jika dirinya membiarkan Sehun terlalu manja maka selamanya Sehun akan menyiksanya seperti tadi.
"Loh, mana Chanyeol nak?" Jaejong bertanya pada putranya karena tidak melihat Chanyeol bersama anaknya
"Lagi dikamar Eomma, mungkin sebentar lagi keluar" Sehun memantapkan hatinya untuk tidak memperdulikan keberadaan Chanyeol lagi karena hatinya sakit diperlakukan seperti itu
"Maaf Eomma aku terlambat" Chanyeol datang beberapa menit kemudian dan duduk disamping Sehun, walaupun mereka bertengkar namun dihadapan yang lain terutama orang tua Sehun mereka berlagak seperti tidak ada masalah
"Ayo makan" Jaejong senang karena mereka bisa makan bersama, selama ini dirinya dan suaminya cukup kesepian karena Sehun jarang makan dirumah dan lebih sering bermain kerumah temannya
Selesai sarapan mereka semua duduk diruang tamu untuk berbincang satu sama lain dan biasanya disini lahh semua masalah akan dikupas dan dituntaskan.
"Sehun, kau besok bisa bantuin Appa untuk antarkan berkas kekantor Chanyeol?" Appa Sehun bertanya pada anaknya untuk mengantar berkas yang akan dia berikan pada Chanyeol
Sehun melirik kearah Chanyeol dan menganggukkan kepalanya pada sang Appa, walaupun dirinya tidak ingin berhubungan lagi dengan Chanyeol namun menolak permintaan sang Appa membuatnya bisa menjadi masalah besar.
"Baiklah, besok kau datang kekantor Appa kemudian antarkan berkasnya kekantor Chanyeol" Appa Sehun senang karena anaknya mau membantunya, dirinya bisa saja meminta tolong pada bawahannya namun dirinya tidak bisa mengambil kepercayaan pada bawahannya dan lebih baik meminta tolong pada Sehun yang merupakan anaknya sendiri
Sehun membuang wajahnya dan tidak mau melihat Chanyeol, dan dirinya bersumpah karena dirinya hanya ingin membantu Appanya dan tidak mau bermasalah dengan Appanya.
..
..
..
"Ayo" Sehun mengajak Luhan untuk berangkat sekolah, walaupun dirinya sudah tidak terlalu membenci Luhan namun rasanya sangat enggan memanggilnya dengan sebutan nama
"Ya" Luhan bersiap – siap dengan sedikit terburu karena Sehun sudah duluan siap dan mengajaknya untuk berangkat bersama seperti biasa, namun kali ini Sehun terdengar lebih tidak mood walaupun cara bicara padanya selalu datar
BLAM
Selama perjalanan Sehun menghabiskan untuk fokus menyetir sedangkan Luhan membaca cerita melalui handphonenya.
"Sehun, nanti siang aku tidak ikut pulang denganmu" Luhan memberitahu kepada Sehun agaar tidak menunggu dirinya yang tidak pulang kerumah siang harinya
"Kemana?"
Sehun tidak bertanya panjang justru bertanya singkat agar nanti Eommanya bertanya dirinya bisa menjawab tanpa harus ribut dulu seperti biasanya sedangkan Luhan tertegun apakah memang Sehun dilahirkan untuk irit bicara seperti itu.
"Aku dan Hyuna mau mengerjakan tugas dirumah Kyungsoo" Luhan terpaksa memberitahu tujuannya karena dirinya juga cemas jika Jaejong Eomma mencarinya dan bertanya pada Sehun yang tidak tahu apa – apa jika tidak diberitahu
"Baiklah, aku juga mau kekantor Appa untuk mengambil berkas dan memberikannya pada Chanyeol" Sehun setidaknya lega karena satu masalah sudah selesai sehingga Luhan tidak perlu mengetahui hubungannya dengan Chanyeol sudah break
"Apa kau akan lama dikantor Chanyeol Oppa?" Luhan bertanya penasaran sedangkan Sehun memberikan tatapan tidak sukanya pada Luhan yang menanyakan hal tersebut
"Apa maksudmu?" Sehun tidak terima dengan pertanyaan yang diajukan Luhan dan langsung bertanya balik pada Luhan
"Jangan marah dulu, aku cuma bertanya karena biasanya kau akan berlama – lama dikantor Chanyeol Oppa" Luhan cukup takut ketika Sehun sudah menampilkan ekspresi tidak bersahabatnya yang lebih parah dari pertama kali bertemu
"Tidak, mungkin untuk kedepannya aku tidak akan bermain kekantor Chanyeol" Sehun sudah membulatkan tekadnya untuk tidak menjadi murahan dengan merangkak atau merengek pada Chanyeol yang sudah memutuskannya secara sepihak
"Apa kalian sedang berkelahi?"
Luhan dan mulut sialnya bertanya hal yang paling tidak disukai Sehun untuk saat ini mengakui bahwa dirinya dan Chanyeol memang sedang ribut atau berkelahi.
"Ya" Sehun menjawab jujur, entah kenapa rasanya sangat sulit untuk mengatakan tidak dan dirinya dengan jujur mengatakan hal tersebut pada Luhan yang sama sekali bukan siapa – siapanya
"Suatu saat kalian akan baikan, Chanyeol Oppa adalah orang yang baik"
Sehun menatap tidak suka dengan Luhan yang dengan kata lain Luhan baru saja mengatakan padanya bahwa dirinya yang bersalah sedangkan Chanyeol adalah orang baik yang tidak bersalah.
"Apa?" Luhan merasa dirinya tidak salah bicara dan tidak menyukai Sehun menatapnya seolah ingin memukulnya
"Sudah sampai, turun dan jangan cerewet" Sehun tidak ingin melanjutkan pembahasannya dengan Luhan tentang Chanyeol si biadab
Luhan turun dengan wajah kesal karena dikatakan cerewet oleh Sehun yang lebih cerewet jika bersama Chanyeol namun diurungkannya untuk mengatakan hal tersebut karena Sehun dan Chanyeol sedang dalam kondisi tidak bagus saat ini.
Luhan dan Sehun berpisah diparkiran untuk memasuki kelas, Sehun sengaja lama untuk masuk kelas karena tidak ingin ketahuan dengan yang lainnya jika dirinya dan Luhan berangkat sama karena Luhan bisa – bisa menjadi bullyan siswa lain yang merupakan fansnya.
..
..
..
Siang harinya Sehun langsung menuju kantor Appanya untuk mengambil berkas yang dipesan Appanya semalam.
TOK TOK TOK
"Masuk" suara dari dalam mempersilahkan untuk masuk kedalam ruangan tersebut
Sehun masuk kedalam ruangan Appanya setelah mendapat ijin, dirinya bisa – bisa saja memasuki ruangan tersebut tanpa mengetuk pintu namun dirinya cukup tahu sopan santun pada yang lebih tua terutama orang tuanya sendiri.
"Sehun, tolong berikan berkas ini nak pada Chanyeol" Appa Sehun memberikan dua amplop kepada putranya untuk diantar kepada Chanyeol yang merupakan ceo Park Corporation
"Iya Appa" Sehun menerima amplop tersebut yang merupakan berkas perusahaan dengan malas
"Appa harap kau jangan menggangunya dan kalau bisa kau langsung pulang saja Sehun" Appa Sehun memperingatkan anaknya untuk tidak menggangu Chanyeol yang sedang sibuk
"Iya Appa" Sehun menjawab malas karena jujur saja dirinya untuk kedepan tidak akan mau menggangu Chanyeol apalagi bicara padanya kalau tidak terpaksa
"Baiklah, kau boleh berangkat" Appa Sehun senang karena anaknya mengerti dan mendengar ucapannya yang sudah kesekian kalinya dia ucapkan
"Aku permisi Appa" Sehun mengundurkan diri dan menuju mobilnya untuk berangkat ke kantor Chanyeol yang sudah sangat dihafalnya dengan baik
Setelah lima belas menit, Sehun sampai dikantor Chanyeol yang hampir tiap minggu dia kunjungi namun untuk kedepannya dirinya tidak akan pernah menginjakkan kakinya kemari jika tidak terpaksa.
Sehun berjalan santai menuju ruangan Chanyeol yang sudah biasa dia masuki dan banyak pasang mata yang menatapnya tidak suka namun Sehun tidak memperdulikan tatapan menjijikkan dari orang yang menyukai Chanyeol.
CLECK
Chanyeol melihat orang yang dengan beraninya membuka pintu ruangannya tanpa mengetuk pintu namun yang dilihatnya adalah Sehun dan dirinya cukup terbiasa dengan perlakukan Sehun yang tidak sopan.
"Ini" Sehun meletakkan dua amplop yang diberikan Appanya padanya untuk diserahkan kepada Chanyeol
Sehun mengambil langkah balik untuk pulang namun sebuah suara sangat menggangu dan menghentikan langkahnya.
"Begitukah perlakukanmu padaku sekarang?" Chanyeol tidak suka dengan cara Sehun meletakkan amplop keatas mejanya dengan cara membantingnya
"Anggap saja kita tidak pernah saling mengenal" Sehun menjawab pertanyaan Chanyeol namun tidak membalikkan badannya untuk menatap Chanyeol yang mungkin sedang menatap marah padanya
"Kau kuberikan waktu untuk berubah menjadi lebih baik bukan seperti ini" Chanyeol bingung bagaimana cara menjelaskan pada Sehun dengan baik dan benar
Sehun tersenyum sinis mendengar perkataan frustasi Chanyeol namun sekali lagi dirinya sudah tidak peduli.
Chanyeol berjalan mendekati Sehun untuk membalikkan tubuh Sehun agar saling tatap muka sedangkan Sehun yang ditarik begitu saja langsung membalikkan badan dengan terkejut.
"Kau..." Sehun geram karena Chanyeol dengan seenaknya membalikkan badannya seperti itu
"Jangan seperti ini" Chanyeol memeluk Sehun dengan erat sedangkan Sehun merasa dirinya dipermainkan, semalam minta break dan sekarang bagaikan sedang jatuh cinta. Dengn cepat Sehun mendorong dada Chanyeol hingga pelukan mereka lepas
Sehun mengatur nafasnya yang terasa sesak sedangkan Chanyeol tidak menyangka jika efeknya akan seperti ini pada mereka.
"Jangan pernah menyentuhku lagi!" Sehun ingin menghajar wajah Chanyeol namun diurungkannya karena tidak ingin membuat masalah dan dirinya beranjak keluar dari ruangan Chanyeol dengan terburu – buru karena takut Chanyeol melakukan hal nekat padanya
BLAM
"ARGH..."
Didalam ruangan Chanyeol menjambak rambutnya karena frustasi menghadapi Sehun dan dirinya merasa bodoh sudah membuat keputusan break dengan Sehun jika hasilnya seperti ini. Chanyeol juga sudah menyukai Sehun karena kedekatan mereka saat ini.
~TBC~
