Realize
Chanyeol meraih baekhyun, kaki nya bergoyang tak bisa menyeimbangkan tarikan chanyeol yang memaksa. Tubuh mungil nya di sembunyikan tepat di belakang chanyeol sendiri. Sehun beranjak berdiri dengan angkuh. Melangkahkan kaki nya semakin mendekat ke arah chanyeol. Sementara yang bersembunyi di belakang sana masih ketakutan. Chanyeol menggenggam erat tangan baekhyun kuat.
"Kau bahkan tidak menyapa teman lama mu sendiri"
"Maaf"
Sehun mengusap kening nya dan tertawa merasa diri nya di rendahkan.
"Seperti nya aku pernah melakukan hal buruk pada mu sehingga kau harus meminta maaf pada ku chanyeol.." sehun melirik yang di belakang "...hei baekhyun pertemuan kita seperti nya di tunda untuk sementara. Senang memiliki rekan kerja seperti mu baekhyun"
Rekan kerja ?
Chanyeol kaget bukan main, genggaman tangan nya pada lengan baekhyun berangsur melemas. Bersyukur sehun sudah pergi. Dan kini baekhyun berdiri di hadapan nya. Chanyeol yang sedang memakai pakaian rumah sakit seharus nya tidak berada disini. Apalagi mengingat bahwa chanyeol adalah pasien UGD.
"Aku akan membawa mu ke - "
"Baekhyun"
Seharus nya ia senang
Berbunga-bunga
Atau bahkan
Merona.
Tapi semua itu menghilang menjadi sebuah kekhawatiran yang mendalam. Chanyeol menatap ke bawah di mana si mungil masih menundukan wajah nya.
"Bisa kau tinggalkan rumah sakit ini untuk ku ?"
Baekhyun menenggak tidak percaya
"Maksud mu ?"
Chanyeol memajukan wajah nya semakin dekat, memegang wajah baekhyun dengan lembut. Tatapan keyakinan yang membuat baekhyun terintimidasi karena nya.
"Kau tahu, kau berdiri dalam zona berbahaya lagi. Pergilah selagi bisa, lari secepat mungkin..." dan deru nafas itu semakin bisa baekhyun rasakan, yah chanyeol semakin mendekatkan wajah nya. Bahkan hidung mereka bersentuhan "aku akan melindungi mu" itu ucap nya lalu baekhyun jatuh dalam pelukan chanyeol, tubuh mungil baekhyun seolah tenggelam dalam kukungan laki-laki raksasa itu.
...
Berjuta-juta kupu-kupu seolah mengitari mereka
...
Beban berat dan kenangan yang selalu menghantui nya seolah pergi tak dapat melawan
...
Pelukan chanyeol menenangkan.
Mengapa baru terjadi sekarang?
Disaat baekhyun ingin melupakan semua nya, ingin menjalani hidup nya dengan normal tanpa beban. Pelukan chanyeol baru menghampiri nya.
...
Tidak tahukah iah sesulit apa baekhyun menahan nya, berusaha mencintai chanyeol yang masih brengsek dan tak pernah tahu arti kemanusiaan seperti kedua teman nya.
Itu perih
Itu berat
Dan itu sakit
Bahkan mungkin 10 butir obat tidur tak dapat membantu nya melupakan kenangan buruk itu. Baekhyun menggeram keras. Dimana chanyeol menyentuh tubuh nya dan memeluk nya erat ke dalam pelukan mematikan. Bak sebuah jurang dalam ia tak dapat keluar dari pelukan itu.
Aku akan melindungi mu
Bisikan itu terus mengiang di kuping nya.
Baekhyun melempar semua butir obat penenang di dalam genggaman tangan nya. Ia masih mengingat jati diri nya siapa, ia tak akan membiarkan lagi diri nya hancur untuk yang kedua kali nya. Biarlah mereka seperti virus yang menyerang inang nya. Ini bukan masa SMA lagi, ia sudah genap 24 tahun. Tak ada yang perlu ia khawatirkan. Semua nya akan baik-baik saja, kedua orang tua nya hidup damai dan sebentar lagi ia lulus dari uji coba koass ini untuk satu tahun lagim setelah itu kehidupan nya akan berjalan normal dengan gaji seorang dokter yang akan ia terima nanti. Tak perduli itu masa lalu ia bisa melupakan nya.
Aku akan melindungi mu
Shit
Tapi kenapa untuk yang satu ini benar-benar sangat sulit.
Ruangan tempat para koass malam itu kosong, dan baekhyun menangis sepuas nya di dalam.
"Baekhyun ?"
Chen masuk pada saat bersamaan, sahabat nya menghampiri baekhyun lalu memeluk nya. Baekhyun menumpahkan semua kesedihan nya. Ia memeluk sahabat nya semakin erat, menangis sekuat nya.
"Keluarkanlah baek, its okay"
"Chenhhuks chenn"
"Its okay byun"
"Chennnhhhukka hhhh hhhuks"
Sampai tersedu-sedu baekhyun menangis pada pelukan chen. Sementara yang di peluk hanya bisa menepuk lembut berusaha membuat baekhyun di buat tenang.
"Its okay byun"
Sementara itu..
Di ruang inap rumah sakit chanyeol kembali berbaring pada tempat tidur nya. Ia menutup selimut sampai pangkal leher nya. Tidur nya menyamping kamar nya sengaja di biarkan gelap. Di layar ponsel nya terdapat sebuah gambar yang ia perhatikan sedari tadi.
Dan itu adalah sebuah kenangan lama yang masih ia simpan di benda canggih nya. Yap, seorang byun baekhyun yang mengangkat satu kaki nya dan kedua tangan mencubit kuping nya sendiri. Chanyeol tersenyum biasa. Foto kedua baekhyun di kedai . yang ia foto secara diam-diam. Malam itu pada saat di kedai . setelah mengetahui bahwa anak dari ahjumma penjual bakpao itu adalah baekhyun. Chanyeol tak pernah absen mendatangi kedai nya. Namun aneh, karena baekhyun tak pernah tinggal lebih lama. Hanya mampir sebentar kemudian pergi lagi dengan suara lucu nya.
Chanyeol mendekap ponsel nya dengan mata terpejam dan wajah yang menuliskan ke bahagiaan yang tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.
Sebuah panggilan merusak suasana itu, monster calling. Itulah julukan yang ia berikan pada no ponsel yang sedang menghubungi nya.
"Kenapa ?"
"Kau baik-baik saja ?" Chanyeol menegang, tatapan nya kosong menatap keluar.
"Chanyeol, kau baik-baik saja ?"
"Tentu aku baik-baik saja"
"Berhentilah menjadi bocah brengsek, ayah akan kesana"
Apa si tua bangka ini membuntuti nya ? Dari mana ia tahu ?
"Tidak usah, aku tidak meminta nya"
"Terserah kau bocah kunyuk"
#Realize
Selesai bertugas tadi malam, baekhyun memutuskan pulang pada pukul 7. Ini lumayan melelahkan. Mengingat tadi malam ia mendapat kejadian tak terduga sehingga membuat nya menangis hebat begitu menguras tenaga. Kemudian seperempat malam nya ia harus membantu dokter park yoora dalam proses operasi caesar. Itu cukup melelahkan. Apalagi si ibu dalam kondisi kritis selalu kekurangan darah. Baekhyun lah yang bertugas lari bulal-balik ruang operasi dan bank darah.
Wajah nya tertutup masker wajah, ia memakai jaket hitam biasa. Di halaman terbuka rumah sakit baekhyun berjalan terlihat sangat lemas. Hingga ada satu lagi yang membuat nya kaget. Seseorang dengan wajah tertutup memakai masker hitam dan topi hitam menggandeng tangan nya lalu mengajak nya untuk cepat-cepat berjalan. Baekhyun jujur ketakutan. Ia tak sanggup memberontak karena orang asing itu terus menarik nya sampai ke halte bus depan rumah sakit. Baekhyun melepas tangan nya cepat-cepat. Ia agak menyenggol sedikit dan orang itu langsung kesakitan.
"Akhhh"
"K-kau tidak apa-apa?"
"Akhhh shhh sakit baek"
Sebentar...
Baek ?
"Kau siapa ?"
Orang asing itu masih menundukan badan nya, menekan lebih keras bagian perut bawah samping nya.
"Itu tidak penting sekarang aku kesakitan"
"T-tapi kau siapa ?"
Bus baru saja datang, dan orang asing itu yang masih tak dapat di kenali secara jelas oleh baekhyun. Meskipun perasaan nya berteriak sedari tadi tapi itu tak ada guna nya baekhyun masih tak percaya. Ia duduk di dalam bus dengan pria asing itu.
Baru lah disana, ketika pria itu membuka masker wajah nya baekhyun rasa nya ingin berteriak. Namun di tahan oleh telapak tangan besar chanyeol.
"Ssssst baek, jangan berisik ku mohon"
Next
"Isange"
-chantellbyun-
Holla readers, ff ini emang project nya dikit-dikit. Dapet feel langsung bikin (ketik di hp) hehehe. Oh iah, my freakness bakalan up chapter 1 minggu ini. Kidaryo jhuseyo.
