N/B: aaaaa.. ending macam apa ini? Mana keluarnya lama, absurd pula. Tapi gak terasa Naruto yang 'asli' juga tamat ya T-T.

Naruto Masashi Kishimoto

Hebi (Snake)

Sakura.H, Sasuke.U

Warning : typo, AU, gaje, lemon banyak banget

Chapter 7.

Ruangan bercat putih bersih itu begitu sunyi padahal ada dua orang wanita yang sedang duduk disana. Sakura melirik Ino sejenak. Ino pun merasa tidak nyaman karena ada orang yang selalu mencuri pandang kearahnya. Namun saat pandangan mereka bertemu keduanya memalingkan wajah. Ino menutup berkasnya dan berdiri kemudian berjalan perlahan menghampiri Sakura. Sakura terdiam dan pura-pura tidak mengetahui hal itu.

"Hey, jidat!" panggil Ino. Sakura mengangkat wajahnya dan menyimpan kacamatanya.

"Kenapa kau beberapa hari ini aneh sekali?" Ino duduk di meja di hadapan Sakura. Sakura tersenyum kecil.

"Memangnya aneh kenapa?"

"Kita sudah jarang pulang bersama, kau seperti menghindariku! Mungkin memang kau begitu sibuk, tapi bahkan kau jarang berbicara denganku" Ino mengerucutkan wajahnya.

"Mungkin itu hanya perasaanmu saja Ino-chan" Sakura bangun dari kursinya sambil mengibaskan rambutnya lalu berjalan menuju pintu.

Sniffft...

Ino mengerutkan alisnya. Hidungnya bergerak perlahan karena dia mencium sesuatu yang sangat mengganggu penciumannya dari daerah leher Sakura, tepatnya dari dua buah titik kebiruan disana. Tiba-tiba dia segera berlari menuju Sakura. Sakura yang hendak membuka pintu terkejut karena ada sepasang tangan yang mencekik lehernya dari belakang.

"Akh..." Sakura menjerit. Dia mencoba melepaskan cekikan itu dan berhasil berbalik namun sosok Ino yang berbeda di belakangnya kini kembali mencekiknya. Gadis itu terlihat berbeda. Mata birunya semakin membulat dengan gigi taring yang tumbuh.

"I...Ino...Ukh..." Sakura menarik tangan Ino dari lehernya namun kekuatannya begitu besar. Perlahan dirasanya perih di lehernya karena kuku-kuku Ino tiba-tiba memanjang dan menembus kulit lehernya sehingga mengalir cairan pekat berwarna merah dari sana.

'Tolong aku…Sasuke-kun…Sasu-'

"Jangan sentuh Sakura!" tiba-tiba sesosok pemuda meloncat melewati jendela yang terbuka dan langsung menarik bahu Ino dari belakang.

"Tobi kau pegang sebelah sana" teriak pemuda berambut raven pantat ayam itu. Tak lama kemudian seorang berambut raven lain masuk dan ikut menarik Ino dari arah yang berlainan. Mereka berdua menarik tangan Ino dan dengan bersamaan menggigit leher Ino. Ino terkejut dan langsung melepaskan cekikannya kepada Sakura lalu menjerit keras.

"Aaaaaarrrgrghhhh... raoooorrr..." Ino memegang lehernya lalu menggeram dan memasang kuda-kuda. Sasuke dan Tobi berdiri membelakangi Sakura mencoba melindungi gadis itu. Mata keduanya berubah warna menjadi merah dan muncul gigi taring yang tajam.

Ino meloncat kearah Sasuke sambil melayangkan cakarannya. Sasuke bersiap dan berhasil menangkap Ino lalu melemparnya ke lantai.

"Kaing...kaing..." jerit Ino. Tobi melompat kearah Ino yang terbaring menelungkup di lantai dan menekan punggung serta kepala gadis itu.

"Racunnya sedang bekerja" gumam Tobi. Sasuke menghela nafas dan menoleh kebelakang untuk memastikan Sakura. Dia begitu terkejut karena melihat Sakura yang sudah ambruk dilantai tak sadarkan diri.

"Sakura, bangunlah!" seru Sasuke sambil meraih kepala Sakura kedalam pangkuannya. Tangannya memegang leher Sakura untuk merasakan denyut nadi gadis itu namun nihil.

"Tidak mungkin..." gumam Sasuke.

"Kalian sudah membunuh suamiku! Kalian harus mati!" jerit Ino dengan tenaga yang masih tersisa. Dia mencoba lepas dari tekanan Tobi.

"Tidak semudah itu, nona!" Tobi menekan leher Ino agar racun yang sudah mereka tanamkan ditubuh Ino menjalar dengan cepat ke seluruh tubuhnya.

"Kibaaaaa..." sebuah lengkingan terdengar dari mulut Ino sebelum gadis itu menghela nafas terakhirnya.

"Akhirnya! Sasuke kau-" Tobi menoleh dan mendapati Sasuke yang sedang memeluk Sakura dengan wajah yang pucat.

"Paman..." gumam Sasuke. Tangannya yang bersimbah darah dari leher Sakura terlihat gemetar. Tobi begitu mengerti betapa paniknya Sasuke saat ini, dia bahkan memanggil Tobi dengan sebutan 'Paman'.

"Sasuke, gunakan 'itu' saja"

"Bagaimana kalau gagal?"

"Tidak ada cara lain, itulah mengapa kita dilarang menjalin cinta dengan manusia"

Sasuke menghela nafas dan menatap Sakura dengan tatapan sendu.

**Hebi**

Sasuke duduk bersila di depan sebuah altar. Dia menyatukan kedua telapak tangannya sambil memejamkan mata. Berulang kali dia menarik nafas panjang dan kembali membuangnya.

"Bagaimana kabarmu? Sudah lama sekali ya..." gumam Sasuke.

"Itachiiii..."

Sasuke membuka matanya. Dia merapikan altar sejenak kemudian berbalik dan mendapati seorang anak laki-laki berambut raven dan bermata onyx tiba-tiba memeluknya.

"Kenapa, Itachi?" tanya Sasuke.

"Aku sedang bersembunyi, ayo ayah! Sembunyikan aku!" anak itu melepaskan pelukannya dan segera meringkuk di pangkuan Sasuke. Sasuke sedikit kerepotan dengan gerakan bocah kecil itu yang terlalu lincah.

"Itachi, kau mau melarikan diri dari ibu ya? Ayo cepat bereskan mainanmu" sesosok wanita cantik berjalan menghampiri mereka berdua sambil bertolak pinggang.

"Sakura, biarlah" ujar Sasuke. Sakura menghela nafas, Sasuke selalu saja memanjakan anak semata wayangnya itu. Sakura kemudian duduk di samping Sasuke dan melakukan apa yang tadi Sasuke lakukan, berdoa.

"Apa kabar, Itachi-kun?" gumam Sakura sambil tersenyum tipis. Itachi kecil terbangun dari pangkuan Sasuke dan menatap heran kearah ibunya.

"Siapa paman itu?" tanya Itachi kecil sambil menunjuk kearah foto yang terpajang di altar.

"Dia adalah pamanmu, orang yang sangat baik" jelas Sakura.

"Itu mengapa ayah dan ibu memberiku nama seperti paman kan?" tanya Itachi kecil.

"Benar! Kau juga anak ayah yang paling baik" Sasuke menggendong Itachi dan beranjak pergi sambil bercanda tawa. Sakura tersenyum melihat mereka berdua.

"Itachi-kun, aku tak pernah menyangka semua ini akan terjadi! Kalau saja aku tak mengenalmu, aku tak masuk dalam kehidupanmu dan Sasuke, tapi aku tak pernah menyesalinya. Aku senang menjalani hidupku seperti ini, menjadi bagian dari klan Uchiha, merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang 'Hebi'..." Sakura memutar ingatannya.

"Yah, meskipun dulu aku hampir mati"

Sakura terkekeh pelan. Dia terdiam cukup lama. Perlahan mata emeraldnya mulai mengalirkan tetesan bening ke pipinya.

"Aku tak tau kalau kau lah yang membunuh suami Ino, Kiba! Maka dari itu Ino membalaskan dendam suaminya... dan aku juga tak tau kalau Ino juga tadinya manusia hingga akhirnya Kiba merubahnya menjadi seorang 'Inu'"

"Dan itu pula yang kulakukan padamu" tiba-tiba Sasuke duduk di samping Sakura dan membelai rambutnya pelan.

"Itachi mana?"

"Sudah tidur" Sasuke menggenggam tangan Sakura pelan.

"Aku tidak akan pernah membiarkan kehilangan orang yang berharga bagiku lagi"

FIN.