HARD LIFE and LOVE

Disclaimer : Belong to SM, God, and theirselves :D This story is mine. Not for commercial.

Author : Lee Rae Ra / Iqlima

Genre : General, Romance

Rate : T

Length : Sequel

Summary : Sungmin adalah anak bungsu dari Presiden Direktur Tan Group. Manja sekali. Tapi di saat dia bertemu Kyuhyun, seorang penyanyi di cafe, dia jatuh cinta pada Kyuhyun. Untuk mendekati Kyuhyun, akhirnya dia menyembunyikan identitasnya. KyuMin Genderswitch! Ada ZhouRy, SiBum, 2Min tapi hanya sebagai selingan saja :D

HARD LIFE and LOVE

"Chagi.." kata Heechul lalu menghambur memeluk Sungmin.

Sungmin hanya diam. Dia masih memikirkan Kyuhyun dan bahkan tidak ingat kalau keluarganya ada di sini.

"Umma, di mana Kyuhyun?" tanya Sungmin lirih setelah Heechul melepaskan pelukannya.

"Sudahlah chagi, kita bisa bereskan Kyuhyun nanti. Kau istirahatlah saja." Kata Siwon, lalu maju mencium kening adiknya.

Kibum ikut maju dan mencium pipi Sungmin. "Hai, chagi."

Hati Sungmin menjadi hangat. Berada dekat dengan orang-orang yang dicintainya merupakan suatu kebahagiaan yang besar. Setelah seminggu berpisah dengan mereka, bertemu lagi merupakan anugerah yang indah bagi Sungmin. Akan lebih bahagia jika Ayah, kakaknya Zhoumi dan Henry ada.

"Oppa.. Kyuhyun.." lirih Sungmin.

Kibum mengenggam tangan Sungmin. "Sungmin, laki-laki memang sangat sensitif dengan hal seperti itu. Butuh waktu lama untuk meyakinkan laki-laki. Nanti aku akan membantumu untuk meyakinkan Kyuhyun, aku janji." Kata Kibum.

Sungmin menatap Kibum. "Janji ya, unnie? Janji? Unnie janji akan membantuku?"

Kibum mengangguk. "Janji."

Sungmin beralih menatap Siwon. "Oppa, aku sangat merindukanmu." Kata Sungmin, lalu menangis.

Siwon memeluk Sungmin erat. "Begitu pun Oppa sangat merindukanmu, chagi. Kau tidak tahu bagaimana gusarnya aku saat kau kabur dari rumah."

"Mianhae, Oppa."

Siwon melepaskan pelukannya. Kini Sungmin ganti menatap Ibunya. Ibu yang telah menghukumnya.

"Maafkan Umma, chagi." Kata Heechul getir.

Sungmin menggeleng. "Umma tidak salah.. Sungmin telah belajar banyak, Umma. Sekarang aku tahu bagaimana susahnya mencari uang. Bagaimana rasanya perut yang kelaparan. Dan aku tahu bagaimana rasanya jatuh cinta.. Pada Kyuhyun."

"Kita akan membereskan masalahmu dengan Kyuhyun nanti, sekarang, kau istirahat ya chagi.."

"Umma, aku ingin bertemu Appa, Zhoumi Oppa, dan Henry noona." Pinta Sungmin.

"Mereka sedang dalam perjalanan ke sini. Mungkin nanti malam mereka baru sampai. Kau tidur saja dulu." Kata Siwon.

Sungmin mengangguk dan memejamkan matanya. Sebenarnya dia tidak benar-benar tertidur. Dia masih memikirkan Kyuhyun. Wajah Kyuhyun yang marah masih terpeta jelas di ingatannya. Dia benar-benar tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya pada Kyuhyun nanti. Tapi janji Kibum yang akan membantunya membuatnya tenang. Dia pasti bisa menjelaskan pada Kyuhyun. Dia pasti bisa.

: HARD LIFE and LOVE :

Setelah mengebut dengan kecepatan maksimal, akhirnya Kyuhyun sampai di rumahnya. Dia langsung menuju kamarnya dan membuka laptopnya. Dia harus mencari info tentang Sungmin yang sebenarnya.

Begitu menemukan artikel mengenai Sungmin, Kyuhyun benar-benar tak tahu harus berkata apa. Dia tidak mengerti mengapa Sungmin yang notabene berasal dari keluarga yang kaya raya harus repot-repot bekerja di tiga tempat dan menyewa sebuah kamar sederhana. Padahal hidupnya saja sudah bergelimang harta.

Yang semakin Kyuhyun tidak mengerti mengapa Sungmin menyembunyikan identitasnya. Jika Sungmin mengatakan yang sebenarnya mungkin dia tidak akan menjadi semarah ini. Dia sangat kecewa karena Sungmin membohonginya. Di saat dia mulai menyadari perasaannya untuk Sungmin.

Mungkin ini terlalu cepat, karena dia baru mengenal Sungmin selama seminggu. Tapi Kyuhyun merasakan perasaan yang berbeda pada Sungmin. Dan Kyuhyun tahu ini adalah cinta. Tapi dia sudah terlanjur sakit hati karena dibohongi.

Kyuhyun keluar dari kamarnya dan menemukan Ayahnya sedang membaca koran.

"Appa." Panggil Kyuhyun.

Kangin menurunkan koran yang sedang dibacanya. "Ada apa?"

"Itukah sebabnya Ayah menyuruhku menjaga Jung Sungmin? Oh, bukan. Maksudku, menjaga TAN SUNGMIN?"

Kangin membelalakkan matanya. "Bagaimana.. Bagaimana kau bisa tahu?"

Kyuhyun tertawa hambar. "Appa, mengapa Appa berbohong padaku?! Sungmin sudah berbohong padaku dan Appa juga membohongiku? Sungmin masuk rumah sakit dan aku bertemu dengan keluarganya di sana! Memang selama ini aku sangat ingin bertemu dengan Tan Heechul tapi tidak begini caranya!"

"Kyuhyun, ada apa denganmu?"

"Appa! Aku tahu ini terlalu cepat tapi AKU JATUH CINTA PADA SUNGMIN!" seru Kyuhyun frustasi.

Teriakan Kyuhyun yang keras terdengar sampai oleh telinga Leeteuk dan Taemin. Leeteuk dan Taemin bergegas menghampiri Kangin dan Kyuhyun.

Kangin kembali membelalakkan matanya. "Kau jatuh cinta pada Sungmin?" tanyanya tak percaya.

"Sungmin? Tan Sungmin maksudmu?" imbuh Leeteuk.

Kyuhyun menatap Ibu dan adiknya. "Ya! Appa, Umma, Taemin, aku jatuh cinta pada TAN SUNGMIN? Seorang TAN SUNGMIN! Tapi dia membohongiku, dia membohongiku! Aku kecewa padanya!"

Leeteuk menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Suaminya memang telah menceritakan perihal Sungmin yang dihukum oleh Ibunya.

"Tapi di mana Oppa mengenal Tan Sungmin? Setahuku, Oppa malah tidak tahu siapa itu Tan Sungmin. Oppa hanya tahu Tan Zhoumi dan Tan Siwon." Tanya Taemin yang tidak tahu apa-apa.

"Dia bekerja denganku dan selama ini namanya Jung Sungmin! Bodohnya aku yang tidak mengetahuinya! Aku benci padanya karena dia membohongiku!" seru Kyuhyun keras.

"Lalu apakah jika Tan Sungmin mengatakan yang sebenarnya, kau akan tetap jatuh cinta padanya?" tanya Taemin langsung.

Kyuhyun tercengang. Dia tak menyangka akan diberi pertanyaan seperti itu.

"Oppa, jatuh cinta itu bukan hanya sekedar pada identitas! Oppa mencintai Tan Sungmin kan? Apakah kalau dia bukan Tan Sungmin, Oppa masih akan tetap mencintainya? Oppa, jika berjodoh, tak peduli siapa dia, Oppa akan mencintainya kan? Itu semua tidak tergantung pada identitas!" seru Taemin. "Oppa, aku mencintai Minho! Dan aku tahu dia anak konglomerat tapi aku masih mencintainya, kan? Oppa juga begitu seharusnya! Tan Sungmin punya alasan tersendiri yang tidak bisa dibaginya dengan siapapun!" seru Taemin marah.

Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya. "Aku masih benar-benar kecewa padanya, Minnie."

"DEMI TUHAN OPPA! AKU TIDAK MENGERTI MENGAPA AKU MEMILIKI OPPA SEBODOH INI! BODOH BODOH BODOH!" seru Taemin marah dan kemudian meninggalkan keluarganya.

Leeteuk menatap Kyuhyun. "Adikmu benar, kau bodoh." Katanya, lalu ikut meninggalkan Kyuhyun dan Kangin.

"Nona Sungmin dihukum, Kyu. Dan dia harus menyembunyikan identitasnya. Kalau dia berkata jujur, tidak akan ada yang mau memberinya pekerjaan karena mereka semua menghormati keluarga Tan." Kata Kangin. "Jika kau mencintainya, kau seharusnya terima apa adanya. Kau tidak boleh meminta lebih. Karena jika kau telah mencintai seseorang, kau harus mencintai semua yang ada pada dirinya."

Dan kini tinggallah Kyuhyun sendirian yang merenung.

: HARD LIFE and LOVE :

Sudah lewat tengah malam ketika Hangeng, Zhoumi, dan Henry sampai di Seoul Hospital. Pesawat delay sangat lama dan tadi mereka kesusahan keluar dari bandara karena ternyata beberapa artis dari sebuah agensi juga ada di bandara. Dan tentunya banyak fans dan wartawan yang berkerumun di bandara. Mereka heran mengapa para artis itu berangkat tengah malam dan mereka lebih heran lagi kenapa para fans itu mau saja mengiringi kepergian idola mereka pada tengah malam sepeti itu.

Dan sialnya, mereka tidak dikawal bodyguard. Hangeng tidak membawa bodyguard karena ini sangat mendadak. Dan bodyguard yang ada di Korea pun tidak tahu kalau Tuannya akan kembali ke Korea. Jika saja mereka tahu, mereka pasti akan bersiaga penuh.

Dan lebih sial lagi, seorang wartawan mengenal wajah Hangeng. Karena para artis itu sudah masuk ke pesawat semuanya, para wartawan malah mengalihkan kamera mereka ke Hangeng, Zhoumi, dan Henry. Para wartawan itu benar-benar beruntung, mereka hanya berniat meliput satu berita dan malah mendapatkan berita lain.

Dan bodohnya, Zhoumi yang kesal karena terus ditahan oleh para wartawan kelepasan mengatakan kalau adiknya masuk rumah sakit. Dan tentu saja, besok pasti Seoul Hospital akan dipenuhi oleh para wartawan yang ingin meliput Sungmin yang sedang sakit. Henry bahkan mengatakan tak peduli seberapa besar mereka terkenal, apakah masyarakat tertarik melihat liputan orang yang sedang dirawat di rumah sakit. Kecuali kalau Sungmin itu artis.

"Hei Henry." Kata Zhoumi ketika mereka sudah ada di dalam taksi.

"Apa?"

"Sungmin memang bukan artis. Tapi kau harus tahu, kepopulerannya di sini mengalahkan SNSD atau F(X) atau KARA atau 2NE1 atau – "

"Wow, stop! Berhenti atau kalau tidak kau akan menyebutkan seluruh girlband Korea!" potong Henry sambil tertawa.

"Aku masih tidak mengerti kenapa orang tidak mengenalinya. Nanti kalau kisah Sungmin yang dihukum ini masuk ke infotainment, kujamin semua orang yang mengenalnya sebagai Jung Sungmin akan menyesal karena tidak mengenalinya."

Henry mengangguk setuju. "Setuju sekali."

Setelah turun dari taksi, Hangeng bertanya pada resepsionis di mana Sungmin dirawat. Masih membawa koper, mereka bertiga menyusuri lorong rumah sakit yang sepi. Tiba di depan kamar VIP Rose, mereka langsung masuk.

Heechul dan Kibum tertidur di sofa, sedangkan Siwon duduk di samping ranjang Sungmin dan kepalanya ada di ranjang. Hangeng bergegas menghampiri Sungmin dan menatap wajah anaknya yang tertidur dengan penuh sayang.

Sungmin sepertinya mengetahui ada tamu. Dia menggeliat dan kemudian membuka matanya.

"Appa!" pekik Sungmin tertahan.

Pekikan Sungmin membangunkan Heechul, Siwon, dan Kibum. Heechul langsung memeluk Hangeng dan Kibum memeluk Henry. Sedangkan Sungmin langsung berpelukan dengan Zhoumi.

Setelah melepaskan pelukannya dari Heechul, Hangeng langsung memeluk Sungmin.

"Bagaimana keadaanmu chagi?" tanya Hangeng penuh sayang.

"Aku baik, Appa." Jawab Sungmin.

Zhoumi mengacak-acak rambut Sungmin. "Hei kau kelinci bandel! Kau ini benar-benar bandel! Membuat kami semua khawatir padamu!"

Sungmin membetulkan rambutnya sambil cemberut. "Aish, kenapa Oppa menyalahkanku?"

Zhoumi memeluk adiknya dengan penuh sayang. "Aaah sudahlah.. Yang penting kau baik-baik saja."

"Oppa bawa oleh-oleh apa untukku?" tanya Sungmin semangat.

"Oleh-oleh apa! Datang saja mendadak! Bagaimana kami sempat memikirkan oleh-oleh!" balas Zhoumi.

"Hei Minnie, kau harus bersiap-siap. Tadi kami dikerubuti wartawan dan kakakmu yang bodoh ini kelepasan mengatakan kalau kau ada di sini. Jadi, nanti pasti para wartawan akan berkerumun di sini." Kata Henry.

Sungmin mendengus. "Ah! Kupikir setelah menderita seminggu, aku akan mendapatkan kenyamanan di sini! Tapi ternyata sama saja! Aish, dasar!" gerutu Sungmin kesal.

Hangeng mencium kening Sungmin. "Beristirahatlah, chagi. Hari ini akan menjadi hari yang panjang untukmu."

Sungmin mengangguk. Lalu mulai memejamkan matanya dan terbuai dalam alam mimpi yang indah.

: HARD LIFE and LOVE :

Seperti biasa, pagi hari adalah rutinitas Kyuhyun untuk berangkat kuliah. Tapi saat dia turun untuk makan, keluarganya menatapnya dengan tatapn datar.

"Hei, ada apa?" tanya Kyuhyun sambil mencomot sebuah roti bakar.

"Masih marah pada Tan Sungmin?" tanya Taemin.

Kyuhyun tersedak roti bakarnya. "Kenapa kau menyebutkan nama orang itu?!" serunya kesal.

"Jadi kau sekarang memanggil Nona Muda Sungmin dengan sebutan seperti itu? Kyuhyun, bersikaplah yang sopan!" seru Kangin marah.

Kyuhyun tertawa hambar. "Bukankah kemarin kalian semua mengatakan aku seharusnya tidak peduli dengan identitasnya? Ya, inilah aku."

Taemin meremas roti bakar yang ada di tangannya. Dengan langkah lebar dia menghampiri Kyuhyun dan menendang pantat Kyuhyun sekuat tenaga.

"Yaa! Apa yang kau lakukan! Dasar jamur jelek!" seru Kyuhyun.

"OPPA BENAR-BENAR TIDAK SOPAN! JELEK JELEK JELEK OPPA BODOH!" seru Taemin marah dan menghentak-hentakkan kakinya, kemudian berlari keluar dari rumah.

Kyuhyun mengusap-usap pantatnya yang sakit sekali. "Dia mau kemana? Berangkat sekolah? Tidak bersama Appa?"

Leeteuk menggeleng-gelengkan kepalanya. "Apakah selama seminggu ini otakmu telah dipenuhi oleh Tan Sungmin sehingga tidak memperhatikan adikmu? Sudah tiga hari ini dia dijemput oleh Jung Minho."

"JUNG MINHO?" Kyuhyun membelalakkan matanya.

"Dia sudah pacaran dengan Minho." Kata Leeteuk datar.

"APA? DIA PACARAN DAN DIA TIDAK MEMBERITAHUKU? ADIK MACAM APA DIA?!" seru Kyuhyun kesal. "Aku harus meminta traktiran pada mereka! Akan kubuat mereka bangkrut!" kata Kyuhyun, menyeringai licik sambil meminum segelas susu.

"Terserah saja. Tapi Umma sangat senang. Kalau adikmu menikah dengan Jung Minho dan kau menikah dengan Tan Sungmin – "

Kyuhyun tersedak. Dia terbatuk-batuk hebat tapi Leeteuk hanya menatapnya datar.

"Maka keluarga kita akan jadi keluarga dua konglomerat besar di Korea. Waw, menakjubkan sekali." Kata Leeteuk datar.

"Umma! Kau sungguh materialistik!"

Leeteuk tertawa sambil menggeleng. "Aku tidak materialistik, Kyu. Aku juga tidak menyangka kalau kedua anakku akan jatuh cinta dengan anak konglomerat. Bedanya, Taemin sukses dengan cintanya dan kau tidak." Kata Leeteuk, lalu meninggalkan Kyuhyun sendirian.

Kyuhyun termangu sendirian. "Jadi kisah cintaku tidak sukses? Ah, tentu saja iya. Kau bodoh sekali Kyu. Eh, apa baru saja aku bilang aku bodoh? Tidak, tidak. Kyu, kau tidak bodoh. Kau pria tertampan dan – "

"BERHENTI MENGOCEH SENDIRI DAN CEPAT HABISKAN SARAPANMU!" seru Leeteuk keras.

Kyuhyun meringis.

: HARD LIFE and LOVE :

Seharian ini Sungmin benar-benar tidak bisa tenang. Walaupun dia ditemani Kibum, Henry, dan Zhoumi, tapi dia benar-benar menderita. Para wartawan di luar pintu kamar rawatnya terus saja berisik. Dia benar-benar tidak tahan.

"Bisakah kalian mengusir mereka? Mereka sangat menganggu!" seru Sungmin putus asa.

Zhoumi menggelengkan kepalanya putus asa. "Bodyguard kita sudah berkali-kali mengusir mereka. Tapi mereka datang terus."

"Mereka berisik dan itu mengangguku! Dimana Appa? Appa pasti bisa membereskan mereka semua!"

"Kau tahu sendiri Appa ada di kantor bersama Umma." Kata Zhoumi.

"Lalu Siwon Oppa?" tanya Sungmin lagi.

"Aku tidak tahu di mana anak itu. Tadi dia bilang mau ke kantor lalu menyelesaikan urusan yang penting. Aku tidak tahu itu urusan apa."

Sungmin beralih pada Kibum yang hanya membaca buku sedari tadi. "Kibum unnie, apakah kau membawa komik atau apa? Aku bosan sekali hanya bermain internet dari tadi."

Kibum menggelengkan kepalanya. "Aku tidak membawa komik tapi aku bawa banyak buku sastra. Kau mau?"

"Ah, ya sudahlah. Sini, berikan aku satu. Yang paling tipis saja. Yang paling mudah dimengerti." Pinta Sungmin.

Kibum tertawa dan membuka tasnya. Dia memilih-milih buku dan kemudian mengeluarkan buku yang paling tipis.

"Ini, buku paling tipis." Kata Kibum.

Sungmin melongo. "Setebal itu yang paling tipis? Berapa halaman itu?"

"Ini kurang dari dua ratus halaman."

Terpaksa Sungmin menerima buku itu dan mulai membacanya. Dia mengerutkan kening begitu mulai membaca buku itu karena dia sama sekali tidak mengerti apa isi buku itu. Pintu kamarnya terbuka dan salah satu bodyguard nya masuk.

"Tuan, nona, ada yang berkunjung."

"Siapa? Kalau itu wartawan, usir dia!" seru Sungmin marah.

"Sayangnya bukan, nona muda. Jung Minho dan kekasihnya datang untuk menjenguk anda."

Kekesalan di wajah Sungmin berangsur-angsur memudar. Dia akrab sekali dengan Minho dan kakaknya, Jessica.

"Biarkan dia masuk!"

Kemudian pintu tertutup dan terbuka lagi. Kali ini Minho masuk bersama seorang gadis berbadan mungil yang cantik.

"Noona, bagaimana kabarmu?" tanya Minho.

"Baik, baik sekali. Dan siapa dia?" tanya Sungmin gembira.

Minho menarik Taemin mendekat. "Dia kekasihku, noona. Namanya Taemin. Kim Taemin."

Taemin mengulurkan tangannya pada Sungmin. Sungmin membalas uluran tangan Taemin dengan gembira.

"Nona muda Sungmin, kuharap kau tidak menyesal mengenalku." Kata Taemin sambil tersenyum lebar.

Sungmin mengerutkan keningnya. "Kau panggil aku apa tadi?"

"Nona muda."

"Hei, bagaimana bisa kau memanggilku nona muda?"

"Tentu saja aku bisa. Ayahku bekerja di Tan Group."

"Oh ya? Siapa nama Ayahmu?" tanya Sungmin tertarik.

"Kim Kangin."

Sungmin terkesiap. Dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Jadi kau.. Kau adik Kyuhyun?" tanya Sungmin tak percaya.

Taemin mengangguk. "Jadi, semoga anda tidak menyesal mengenalku." Kata Taemin.

Sungmin menggeleng. "Aku tidak menyesal mengenalmu, Taemin! Beritahu aku, bagaimana keadaan Kyuhyun? Dia masih marah padaku?"

"Ya, dia marah-marah pada Appa. Aku kesal jadi aku memarahinya. Tadi pagi dia marah-marah lagi jadi kutendang saja pantatnya." Kata Taemin polos.

Kontan saja semua yang ada di ruangan itu tertawa mendengar penuturan Taemin yang terdengar sangat menggelikan.

"Ada apa? Mengapa kalian tertawa? Aku menendang pantatnya keras sekali dan dia berteriak marah padaku. Jadi kutinggal saja dia." Kata Taemin lagi.

Sekali lagi suara tawa terdengar di ruangan itu. Sungmin pun tak bisa menahan tawanya. Dia tertawa terpingkal-pingkal.

"Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ekspresi Kyuhyun! Kuberitahu ya, selama aku mengenalnya tak pernah kulihat dia tersenyum atau tertawa, kecuali saat aku memberitahunya bahwa aku bisa bermain keyboard!" seru Sungmin.

"Nona muda Sungmin – "

"Oh, panggil saja aku Unnie." Potong Sungmin.

Kedua mata Taemin berbinar-binar. "Bolehkah?"

"Tentu saja boleh. Kalau nanti aku menikah dengan Kyuhyun.. Ups!" Sungmin menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

Kembali ruangan VIP yang besar itu dipenuhi oleh suara tawa. Zhoumi yang duduk di sofa sampai tertawa terpingkal-pingkal dan memukul-mukul sofa. Henry sampai harus menenangkan kekasihnya yang agak di luar jalur itu.

"Aku bahkan belum menikah dengan Henry dan kau sudah memikirkan untuk menikah?" tanya Zhoumi, lalu kembali meledak dalam tawa.

Wajah Sungmin memerah menahan malu. "Oppa kurasa aku pasti mabuk atau apa jadi aku tidak sadar mengatakan itu.."

"Mabuk? Kau hanya minum susu dan kau mabuk? Menggelikan sekali, Sungmin." Timpal Kibum.

Sungmin melempar bantal pada Kibum. "Aaaah menyebalkan!"

"Jadi, noona pacaran dengan Kyuhyun hyung?" tanya Minho.

Sungmin buru-buru menggeleng. "Tidak, aku tidak pacaran dengannya tapi kuharap aku pacaran dengannya ah!" Sungmin kembali menutup mulutnya.

"Ya ya ya, akan kukatakan itu pada Oppa nanti." Kata Taemin.

"Jangan! Jangan pokoknya jangan!" cegah Sungmin.

Taemin tertawa. "Tenang saja noona. Aku yakin, pasti sekarang dia sedang nonton televisi di rumah, menonton berita tentangmu yang masuk rumah sakit."

: HARD LIFE and LOVE :

Kyuhyun menggigit kukunya dengan kesal. Sudah satu jam dia duduk di depan televisi, menganti saluran demi saluran hanya untuk melihat berita tentang Sungmin. Tapi berita yang dia dapat hanyalah gambar para bodyguard yang berjaga di depan ruang rawat Sungmin dan juga para dokter dan suster yang diwawancara.

"Serius, apakah keluarga Tan sejahat itu sampai tidak mengizinkan wartawan masuk? Demi Tuhan, aku sangat ingin melihat Sungmin!" seru Kyuhyun frustasi.

Kepala Leeteuk muncul di pintu. "Diam-diam kau masih memperhatikannya juga."

"Yaa! Umma menguntitku?"

"Siapa yang menguntitmu, Umma kan tinggal di sini juga."

Kyuhyun menggerutu pelan. "Aish, Umma ini.." katanya sambil memencet asal tombol di remote.

"Laporan langsung dari Seoul Hospital. Sejauh ini kami masih tidak bisa menemui Tan Sungmin tetapi lihatlah siapa yang datang! Jung Minho dan seorang gadis!" kata repoter di televisi.

Kyuhyun membelalakkan matanya. Di televisi jelas sekali terlihat Minho sedang menggandeng Taemin.

"Jung Minho! Jung Minho! Apakah nanti setelah anda keluar dari ruang rawat anda bisa memberitahu kami tentang keadaan Tan Sungmin?"

Minho tersenyum. "Tentu saja."

Kemudian terlihat Minho dan Taemin masuk ruangan. Dan berita itu pun berakhir. Kyuhyun menggigiti kukunya dengan gemas.

"Jamur itu menjenguk Sungmin?! Sial! Dia pasti memberitahunya segalanya termasuk pantatku! Oh.. Hancurlah reputasiku di mata Sungmin.." kata Kyuhyun dramatis.

Tiba-tiba Kyuhyun merasakan sesuatu yang mengenai kepalanya.

"Aw!" katanya, memungut sebuah bola tenis. "Umma! Bola tenis! Apa Umma mau aku gegar otak?!" seru Kyuhyun.

Leeteuk tertawa di ambang pintu. "Yah, biar saja."

Terdengar suara bel pintu. Kyuhyun berdiri tapi dicegah oleh Leeteuk.

"Sudah, biar Umma saja. Teruskan kegiatanmu menonton infotainment." Kata Leeteuk.

Kyuhyun mendengus, tapi toh dia kembali duduk dan menonton televisi. Beberapa saat kemudian Leeteuk kembali.

"Siapa?"

"Victoria Song."

"SIAPA?" tanya Kyuhyun kaget.

"Victoria Song!" ulang Leeteuk lebih keras.

Kyuhyun melongo tak percaya. "Tapi, bagaimana bisa di ada di sini? Bukankah seharusnya dia ada di Perancis?"

Leeteuk menggeleng sambil mendengus kesal. "Jangan tanya Umma. Umma tidak tahu mengapa. Umma tinggalkan dia di depan. Jangan lama-lama, kau tahu Umma tidak menyukainya."

Kyuhyun mengangguk lesu. Dia berjalan gontai ke pintu dan menemukan Victoria sedang duduk di ayunan.

"Kyunnie!" seru Victoria, lalu menghambur memeluk Kyuhyun.

Kyuhyun hanya diam saja. Dia tidak membalas pelukan Victoria. Dia masih heran mengapa Victoria ada di sini padahal seharusnya dia masih bersekolah di Perancis sana.

"Vic? Apa yang kau lakukan di sini? Dengan Kyuhyun?!" seru sebuah suara.

Kyuhyun dan Victoria menoleh. Betapa terkejutnya Kyuhyun begitu melihat seorang Tan Siwon berdiri di depan gerbang rumahnya. Kedua tangan Siwon terkepal dan wajahnya merah menahan amarah.

"Oh tidak.." kata Kyuhyun.

.

.

To Be Continued..

.

.

Maafkan aku yang tidak menepati janji untuk meng update hari Sabtu. Kemarin Sabtu aku terlalu lelah dan hanya bisa mengetik fanfic Yunjae yang My Teacher Is My (Ex)Boyfriend. Maaf, maaf sekali T.T