TOUR GUIDE
Chapter 6
•
Cast : Lee Hyukjae and Lee Donghae
Rate : T
Genre : Romance
Warning : YAOI, EYD jelek, banyak typo
•
Eunhyuk membelalakan matanya saat benda kenyal dan lembut itu menyentuh bibirnya. Jantungnya berdetak cepat seakan ia akan terbang dari tubuhnya sendiri. Bibir diatasnya masih setia menempel diatas bibirnya dan sedikit memagut pelan dan sangat lembut. Eunhyuk seakan terhipnotis dan saat ia sadar apa yang sebenarnya terjadi, Eunhyuk langsung mendorong dengan kuat tubuh diatasnya hingga orang itu terhentak dan menjauh dari tubuhnya.
Ia yakin pipinya saat ini memerah sempurna, tidak jauh beda sosok yang terduduk satu meter didepannya. Eunhyuk tidak mampu menatap orang yang ada didepannya ini, dengan cepat ia bangkit dan langsung berlari sejauh-jauhnya meningalkan seseoarang yang juga masih kaget dengan apa yang terjadi diantara mereka.
Donghae mengusap bibirnya. " Manis".
Senyumnya terlihat sambil menatap kearah Eunhyuk berlari tadi.
•
Eunhyuk terus berlari tanpa tahu kemana arahnya yang jelas ia ingin tidak terlihat oleh pria itu. Kedua pipinya masih memerah. Eunhyuk berhenti di depan salah satu toko. Ia mengatur nafasnya yang ngos-ngosan sehabis berlari dan detak jantungnya yang masih berdetak cepat.
Disentuh bibir nya.
"Omooooo" Teriak Eunhyuk.
"apa yang aku lakukan? Kenapa bisa-bisanya aku terjatuh dan malah.." Eunhyuk langsung menggelengkan kepalanya saat mengingat kejadian tadi.
"Tapi,, tapi kenapa Tuan Donghae malah menci-,,, Kyaaa andweeee" Eunhyuk menutup wajahnya sambil menggelengkan kepalanya histeris.
"aku tidak sanggup bertemu dengannya"
•
Donghae menunggangi kudanya ke arah tempat pernyewaan tersebut. Ia sudah memutari pantai ini sendiri.
Sesampainya ditempat penyewaan kuda itu, Donghae langsung mencari seseorang yang meninggalkannya tadi ditengah perjalanan.
"Kemana anak itu?"
Donghae ingin mengambil tas miliknya di tempat penitipan barang dan tanpa sengaja melihat seseorang yang dicarinya sejak tadi sedang duduk di depan mini market sebelah penyewaan kuda ini. Tanpa pikir panjang Donghae langsung menghampiri pemuda yang duduk sambil membelakangi dirinya itu.
•
Eunhyuk menutup ramen cup didepannya sambil menunggu 5 menit sampai ramen itu matang. Sambil menunggu Eunhyuk membaca beberapa brosur tempat wisata di korea yang ia dapatkan di
mini market tempatnya duduk sekarang.
Serius dengan bacaannya, Eunhyuk tidak menyadari jika ada seseorang dari belakang menghampirinya, Donghae.
Tiba-tiba Donghae datang dan langsung duduk disebelah Eunhyuk dikursi panjang itu. Eunhyuk pun langsung kaget dengan kedatangan Donghae, orang yang saat ini ingin dijauhinya.
Eunhyuk memalingkan wajahnya, enggan menatap langsung ke Donghae. Takut jika tiba-tiba wajahnya tanpa sadar memerah kembali jika mengingat kejadian yang baru saja terjadi beberapa menit yang lalu.
Dengan seenaknya Donghae mengambil cup ramen yang ada didepan Eunhyuk dan membukanya lalu mengaduknya. Eunhyuk yang melihat itu langsung menatap Donghae dengan wajah kesalnya, tapi Donghae tetap tidak menghiraukannya.
"itu punyaku" kata Eunhyuk kesal.
Bukannya memberikan cup ramen itu, Donghae malah mengambil sumpit di genggaman Eunhyuk dan mulai menyuapkan mie ramen itu ke mulutnya.
"Rasanya lumayan" Ucap Donghae sambil mengunyah mie ramen tersebut.
eunhyuk benar-benar kesal, rasanya ingin meneriaki orang yang ada di sampingnya ini. Jika saja orang itu bukan bos nya, mungkin Eunhyuk sudah memaki-maki orang ini dan juga menghajarnya.
Dengan kasar, Eunhyuk bangkit dari duduknya dan hendak masuk kembali ke mini market itu untuk membeli ramen lagi tapi langkahnya terhenti saat Donghae memanggilnya.
"hey,, belikan aku minuman juga" suruh Lee Donghae.
Rasanya Eunhyuk ingin menjerit sekeras-kerasnya.
•
Eunhyuk keluar dari mini market itu sambil membawa satu cup ramen dan juga satu cup coffee untuk Donghae. Eunhyuk menaruh lebih dulu cup ramen miliknya lalu menaruh cup coffee untuk Donghae dengan sedikit kasar menaruhnya. Namun sayang karena terlalu keras menghentakkan cup berisi coffe panas itu, isi dari coffee itu malah terciprat dan mengenai pergelangan tangannya.
"Aww,, panas" Desis Eunhyuk sambil mengibaskan tangannya.
Donghae yang melihat itu langsung bangkit dan menggenggam pergelangan tangan Eunhyuk.
"Dasar bodoh" omel Donghae sambil menarik Eunhyuk ke dalam mini market itu dan membasuh tangan Eunhyuk di wastafel didalam mini market itu.
"Mianhae" Kata Eunhyuk sambil menahan perih ditangannya.
"kenapa kau bisa ceroboh seperti itu, jelas-jelas cup itu tidak ada tutupnya,, kau ini benar-benar" Donghae masih memarahi Eunhyuk sambil membasuh tangan Eunhyuk dengan air.
Eunhyuk hanya bisa diam sambil menahan air matanya.
"apa masih perih?" Tanya Donghae.
Eunhyuk menggelengkan kepalanya.
Donghae mengelap tangan Eunhyuk dengan tissue yang tersedia disitu dan menarik Eunhyuk lagi. Donghae mengambil dua minuman kaleng dingin lalu membayarnya di kasir.
Mereka berdua keluar dengan tangan Donghae yang masih menggenggam tangan Eunhyuk. Mereka berdua duduk ditempat tadi.
"genggam minuman dingin ini agar tanganmu tidak perih, lalu makanlah ramen itu" tunjuk Donghae pada ramen yang tadi dibeli Eunhyuk.
"ne" Eunhyuk hanya bisa menurut lalu mulai memakan ramen itu sambil menggenggam minuman kaleng dingin seperti perintah Donghae.
•
"ini Tuan" Eunhyuk menyerahkan dua passpor miliknya dan Donghae kepada Donghae.
"ayo" Donghae berjalan masuk kedalam pesawat sambil menyerahkan dua passport itu kepada pramugari dan diikuti Eunhyuk dibelakangnya yang membawa dua tas besar yang tentu saja milik Eunhyuk sendiri dan Donghae.
Donghae duduk disalah satu kursi dipesawat kelas bisnis ini dan Eunhyuk menaruh dua tas itu kebagasi atas. Setelah menaruhnya, Eunhyuk duduk disamping Donghae.
"berapa lama kita sampai di Seol?" Tanya Donghae.
"mungkin satu jam perjalanan Tuan" Jawab Eunhyuk.
Donghae menyamankan posisi duduknya, begitupun Eunhyuk. Mereka sama-sama memejamkan mata untuk tidur sejenak.
•
Eunhyuk bangun dengan segar pagi ini, sekarang ia sudah duduk di kasur kamarnya membaca list perjalanan tournya bersama Donghae.
Kemarin ia dan Donghae sampai di Seoul pukul 19.00 malam, dan Donghae ternyata tidak pergi kemana-mana sehingga ia bisa tidur cepat semalam.
Hari ini Eunhyuk akan mengajak Donghae ke Nami Island , tempat tersebut adalah sebuah taman besar yang dikelilingi pohon maple dan juga pohon-pohon cantik lainnya, sangat cocok untuk menikmati udara segar.
Terdengar suara ketukan dari luar kamar Eunhyuk. Eunhyuk pun turun dari ranjang, hendak membukakan pintu kamarnya.
Ternyata Tuan Park yang mengetuk pintu kamar Eunhyuk.
"ada apa ahjussi?" Tanya Eunhyuk ramah.
"Tuan Donghae sudah bangun dan dia sekarang ada dibawah. Dia mencarimu" kata Tuan Park.
"hari ini kalian akan ke Nami Island kan?" tanya Tuan Park.
"Ne ahjussi" Eunhyuk menganggukan kepalanya.
"pakailah pakaian yang lebih tebal dan jangan lupa pakai sarung tangan dan syal"
"baik ahjussi" Eunhyuk tersenyum kepada Tuan Park. Tuan Park benar-benar orang yang baik dan juga perhatian padanya.
Setelah Tuan Park pergi, Eunhyuk masuk kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap akan pergi bersama Donghae.
•
"selamat pagi Tuan" sapa Eunhyuk dengan senyum terbaiknya.
Donghae, masih seperti biasa. Tidak akan memjawab sapaan hangat dari Eunhyuk. Tapi ada kemajuan sedikit karena Donghae meliriknya. Biasanya Donghae tidak akan menghiraukan kedatangan Eunhyuk didekatnya.
Eunhyuk mempoutkan bibirnya melihat Donghae tak menjawab sapaan nya.
Donghae berjalan kearah Eunhyuk.
"ayo" ucap Donghae saat melewati Eunhyuk.
Eunhyuk langsung mengikuti Donghae.
Didepan rumah ternyata sudah siap sebuah mobil hitam yang biasa Donghae pakai. Tuan Park memberikan kunci mobil itu ke Eunhyuk.
Eunhyuk duduk di kursi stir dan Donghae duduk di jok belakang. Lalu mobilpun melaju meninggalkan rumah mewah tersebut.
•
"hari kita akan ke Nami Island Tuan" kata Eunhyuk sambil melirik Donghae dari kaca spion.
"tempat apa itu?" tanya Donghae.
"Tuan tidak tahu? Itu adalah tempat syuting drama winter sonata, drama paling terkenal di korea"
"waktuku terlalu berharga untuk menonton drama picisan seperti itu" jawab Donghae ketus.
Eunhyuk langsung diam saat mendengar nada ketus Donghae.
'sepertinya diam lebih baik' pikir Eunhyuk.
Setelah menempuh waktu cukup lama, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, Nami Island.
Donghae keluar lebih dulu dan disusul Eunhyuk. Pemandangan indah langsung menyambut mereka. Deretan pohon-pohon mapel yang sedikit tertutupi salju terhampar didepan mereka. Eunhyuk mengabadikan semuanya dengan camera yang dibawanya. Donghae sepertinya juga takjub dengan tempat ini, terlihat dari wajahnya.
"ayo Tuan" ajak Eunhyuk untuk masuk ke dalam taman itu. Didepan taman ini terdapat pintu gerbang yang tertulis "Nami Island" dan juga disisi kanan nya ada monument tempat syuting drama winter sonata.
Mereka berdua berkeliling taman ini, pengunjung hari ini tidak terlalu ramai mungkin karena ini masih agak pagi dan juga hari kerja. Dan sebagaian pengunjung disini adalah turis luar negeri.
Tiba-tiba Donghae berhenti di depan penyewaan sepeda untuk para pengunjung yang ingin berkeliling lebih jauh di taman ini karena disini juga terdapat kebun binatang dan beberapa kedai yang menjual makanan sampai oleh-oleh.
"Kenapa Tuan?" Tanya Eunhyuk.
"Tuan ingin naik sepeda?" Tanya Eunhyuk lagi.
"Ne" jawab Donghae.
Donghae mengambil salah satu sepeda dan siap untuk menggoesnya.
"kau,, kenapa masih disitu?" tanya Donghae kepada Eunhyuk yang masih berdiri ditempatnya.
"Hmm,, Tuan saja, aku tunggu disini"
"tidak, cepat ambil sepeda itu" perintah Donghae.
"tapi Tuan"
"Cepat ambil sepeda itu Hyuk" perintah Donghae lagi.
Eunhyuk terlihat seperti orang bingung.
Akhirnya Eunhyuk menuruti perintah Donghae. Ia mengambil salah satu sepeda tersebut dan mendorongnya hingga berada disamping Donghae.
Donghae yang baru akan mengayuh pedal sepedanya tiba-tiba terhenti ketika dirasakan suatu tarikan di matelnya yang pelakunya adalah Eunhyuk.
"aku.."
"aku tidak bisa naik sepeda Tuan" Kata Eunhyuk pelan seperti berbisik.
•
"cepat naik"
"Tapi,.."
"cepat naik saja" perintah Donghae.
Eunhyuk lagi-lagi menurut, dan ia pun duduk di jok sepeda itu. Badannya sedikit bergetar dan akhirnya satu tangannya menggenggam legan Donghae erat.
"kau taruh saja kaki mu di pedal itu, aku akan menahan sepedanya"
"tapi kalau aku jatuh.." protes Eunhyuk dan langsung mendapat tatapan tajam dari Donghae.
"Eunhyuk"
"baik Tuan" Eunhyuk menuruti intruksi Donghae. Ditaruhnya kedua kaki nya di setiap pedal sepeda itu dengan Donghae yang menahan sepeda tersebut.
"sekarang kayuh dengan pelan"
Eunhyuk mencoba mengayuh sepeda itu dengan sangat pelan.
"KYAAA,, jangan di lepas Tuan" teriak Eunhyuk.
"aku masih disini Eunhyuk" ucap Donghae yang berada di belakang Eunhyuk.
Eunhyuk mulai sedikit lancar goesnya, dengan perlahan Donghae melepas pegangannya tanpa diketahui Eunhyuk.
Eunhyuk terus melaju.
"Tuan"
"Tuan Donghae" Eunhyuk melirik kebelakang.
"Kyaaa,,, "
Akhirnya Eunhyuk terjatuh.
Melihat Eunhyuk yang terjatuh, Donghae langsung berdiri menghampirinya.
"dasar bodoh, kenapa melirik kebelakang" omel Donghae.
"Hiks,," satu isakan lolos dari bibir Eunhyuk.
"Habisnya Tuan Donghae aku panggil tidak menjawab-jawab" Eunhyuk mengusap air matanya yang akan jatuh.
"kalau aku bilang, pasti kau akan jatuh"
"tapi akhirnya aku jatuh juga kan"
"Ya sudah, ayo bangun" Donghae mengulurkan tangannya dan langsung disambut Eunhyuk.
Setelah Eunhyuk berdiri, Donghae mendirikan juga sepeda Eunhyuk yang terjatuh.
"ayo naik lagi" suruh Donghae.
Eunhyuk menggelegkan kepalanya.
"Tidak mau"
"ayo naik Eunhyuk"
"aku tidak mau Tuan Donghae" tegas Eunhyuk.
"lebih baik aku jalan atau perlu berlari sekalian disampingmu dari pada harus naik sepeda ini lagi" sifat keras kepala Eunhyuk mulai terlihat.
Eunhyuk lalu berjalan meninggalkan Donghae.
Donghae menghembuskan nafasnya kasar.
•
Eunhyuk kaget saat tiba-tiba Donghae menghentikan sepedanya di depan dirinya.
"cepat naik" perintah Donghae.
Eunhyuk melirik sepeda yang Donghae naiki. Itu adalah sepeda gandeng yang terdappat dua tempat duduk dan juga dua pedal goesnya.
Eunhyuk masih diam ditempatnya.
"cepat naik Lee Hyukjae, atau aku akan menggendongmu agar naik sepeda ini" ancam Donghae.
Mendengar ancaman Donghae, Eunhyuk akhirnya menurut dan naik sepeda itu dibelakang Donghae. Dan mereka berduapun melanjutkan kembali berkeliling Nami Island.
TBC
