Teeet...

Bunyi bel pulang sekolah sudah berbunyi dengan sangat keras. Hankyung tersenyum dengan lega. Betapa lelahnya beberapa hari ini dia harus mengejar pelajaran karena dia anak baru. Setelah dikemasinya buku-buku pelajaran dan alat tulisnya, Hankyung lalu berjalan ke ruang OSIS untuk mencari Leeteuk. Hankyung ingin mengajak Leeteuk pulang bersama. Setelah sampai didepan ruang Leeteuk, dia masuk tanpa mengetuk pintu.

"Leeteuk hyung! Kau hari ini pu-" Perkataan Hankyung terhenti ketika dia melihat Leeteuk sedang mengajari Kangin dengan serius. Leeteuk dan Kangin yang melihat ada orang lain didepan pintu lalu menoleh kearah Hankyung. Sambil memukul kepalanya Leeteuk berkata, "Ah, Hankyung a... Aku lupa memberitahu bahwa mulai hari ini aku harus mengajari Kangin. Kau bisa pulang sendiri? Atau mau kutemani?"

Hankyung yang melihat wajah muram Kangin lalu menggelengkan kepalanya, "Ah, tak usah... Aku akan pulang sendiri tak apa." Katanya sambil tersenyum, tapi begitu dia membalikkan badannya, Kangin memanggilnya.

"Hankyung a!"

"Ne?" Tanya Hankyung sambil menengok kearah Kangin.

"Apa kau terburu-buru harus pulang dahulu?"

"Hmm... Tidak juga, kenapa?" Hankyung bertanya sambil berjalan kearah Kangin.

"Bisakah aku minta tolong padamu? Satu kali ini saja." Kangin berkata sambil tersenyum. (Wah, baik hanya ketika ada maksud! Hohoho)

Hankyung menggaruk kepalanya, "Wae?"

"Ehm... Kau tau temanku Heechul?" Tanya Kangin dengan hati hati. Hankyung lalu menganggukkan kepalanya. Mana mungkin dia tak tau Heechul setelah kejadian demi kejadian yang terjadi.

"Bisakah kau mengantarkan tasnya?" Tanya Kangin sambil mengambil tas Heechul.

Leeteuk yang melihat Kangin lalu berkata dengan ramah, "Aku juga bisa mengantarkannya Kangin kalau kau memang tidak bisa." Namun, Kangin sambil tersenyum menggelengkan kepalanya pada Leeteuk dan mengedipkan matanya, "Kau harus mengajariku fisika. Aku lemah dalam hal itu" Sepertinya dia merencanakan sesuatu dan Leeteuk yang melihat kedipan Kangin hanya menatap Kangin dengan bingung dan merona tetapi masih diam saja. Hankyung yang memang sedang tidak ada kegiatan lalu menjawab, "Aku saja tak apa hyung. Tapi dimana Heechul?"

"Biasanya dia ada diperpustakaan. Jinjja anak itu... Nih, tangkap!" Kangin berkata sambil melemparkan tas Heechul yang dilemparkannya

"Hmm... Ne, hyung, aku pergi dulu. Annyong." Katanya sambil melambaikan tangannya,

Setelah Hankyung pergi Leeteuk lalu melihat Kangin dengan bingung dan bertanya, "Apa maksudnya itu?"

Kangin lalu menguap dan berkata, "Yah... Mereka harus memperbaiki hubungan mereka. Toh cara mereka berkenalan juga tidak baik. Dan lagi, Heechul memang orang yang temperamental tapi sebenarnya dia sangat baik. Kalau kau sudah mengenalnya dengan dekat, kau pasti akan menyukainya."

"Menyukainya?"

"Ya, sama sepertiku." Kangin berkata dengan santainya sambil tersenyum.

"Kau suka Heechul?" Leeteuk bertanya dengan kaget dan juga terlihat agak sedih.

Kangin menaikkan alisnya dan ganti bertanya, "Kalau aku tak menyukainya, mana mungkin aku bisa berteman dengannya... Wae?"

Ooh... ternyata suka dari teman ke teman. Leganya... Loh, tapi kenapa aku senang? Kata Leeteuk dalam hati. Leeteuk hanya menggelengkan kepalanya dan berkata lagi, "Ayo, kita lanjutkan soal fisika ini. Kau harus bisa nomor 3!"

"Aargh..." Kangin mengeluh sambil menjambak rambutnya. Leeteuk yang melihat sikap Kangin hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

Hankyung yang sedang berjalan mencari perpustakaan sambil membawa tas Heechul sedang tersesat. Ya... Tersesat. Hankyung rupanya belum terlalu hafal Chungnam High School. Dia ingin bertanya dengan seseorang tetapi pada saat itu koridor sekolah sudah sangat sepi. Dilihatnya seorang cowok yang masih memakai baju basket sedang berjalan sambil mengunyah permen karet.

"Annyong..." Kata Hankyung mencoba ramah. Cowok itu lalu melihat kearah Hankyung dan melihatnya dengan muka bertanya, 'kenapa'

"Apa kau tau dimana perpustakaan?" Tanya Hankyung dengan sopan.

"Oh... Aku baru akan kesana juga. Ikuti aku saja" Kata cowok itu sambil tersenyum. Hankyung lalu menghela nafasnya. Dia lega, setidaknya dia tidak akan tersesat sendirian dan paling tidak dia mempunyai teman untuk bicara. Hankyung lalu mengajak namja itu berkenalan.

"Kau anak basket?"

Cowok itu lalu menganggukkan kepalanya dan gantian bertanya, "Hmm... Kalau boleh tau, kau ada dikelas berapa? Rasanya aku tidak pernah melihatmu."

"Ah, aku anak pindahan. Aku sekarang di kelas XII C bersama Kangin. Kau tau?"

"Tentu saja tau, siapa disekolah ini yang tidak tau Kangin?" Dan mereka tertawa bersama.

"Kenalkan aku Hankyung." Kata Hankyung sambil mengulurkan tangannya.

"Aku Siwon, hyung." Siwon berkata sambil menjabat tangan Hankyung.

"Hyung?" Siwon yang mendengar pertanyaan Hankyung lalu tertawa kecil dan berkata, "Aku masih di kelas XI. Aku adik kelasmu hyung."

"Wah tidak menyangka. Untuk ukuran anak kelas XI kau tinggi juga." Hankyung berkata dengan kagum.

"Ne hahah. Kalau boleh tau, hyung ada urusan apa ke perpustakaan? Mau meminjam buku?" Tanya Siwon mencari bahan pembicaraan.

Hankyung menggelengkan kepalanya, "Aku hanya mengantarkan tas milik temanku. Sepertinya dia membolos. Kalau kau Siwon a?"

"Aku hanya ingin menjemput seseorang. Ah, ini perpustakaannya." Kata Siwon sambil menunjuk ruang didepannya.

Hankyung berkata sambil tersenyum, "Ne, gomawo Siwon sshi, aku mencari temanku dulu ya. Annyong!"

"Annyong hyung." Siwon berkata sambil mengangkat tangannya. Siwon dan Hankyung sebenarnya mencari orang yang sama, Kim Hee Chul. Heechul sendiri masih tertidur dengan pulas dengan headset ditelinganya sehingga tidak mendengar ada suara yang mendekatinya.

Ah, ini Heechul, benar benar tersembunyi tempatnya bersembunyi... Wah, dia sedang tertidur. Kalau dia diam saja, wajahnya sebenarnya tak terlalu galak seperti kalau dia marah. Hankyung membatin dalam hati dan tersenyum. Dengan hati hati dia memanggil nama Heechul dengan pelan. Tetapi karena Heechul tidak bereaksi apapun dia lalu mengguncang tubuh Heechul dengan pelan.

Heechul sendiri yang merasa tubuhnya diguncang lalu pelan-pelan membuka matanya dan sambil melepas headsetnya dia melihat siapa yang membangunkannya, "NEO!" Heechul berteriak dengan keras sambil menunjuk Hankyung.

"Sst... Ini perpustakaan. Kecilkan volume suaramu Heechul a" Kata Hankyung sambil tersenyum.

Heechul sendiri yang baru terbangun dan melihat tasnya dibawa oleh Hankyung lalu berkata, "Berikan tasku!"

Hankyung yang mempunyai ide jahil lalu berkata pada Heechul, "Ambil saja sendiri." Dan Hankyung berdiri sambil menyembunyikan tas Heechul dibelakang badannya. "Aargh... Aku benci kau. Sini mana tasku!" Heechul lalu berdiri dan mencoba meraih tasnya itu.

"Hahah cobalah kau ambil kalau bisa." Hankyung berkata dengan nada mengejek yang membuat Heechul semakin sebal. Dia mencoba mengambil tasnya. Tetapi saat dia hampir berhasil mengambil tasnya yang ada dibelakang Hankyung, Hankyung mengangkat tasnya tinggi-tinggi. Dan Heechul melompat ke arah Hankyung untuk mengambil tasnya namun sepertinya dia melompat terlalu keras sehingga Hankyung kehilangan keseimbangan. Heechul dan Hankyung pun jatuh dengan posisi Hankyung berada dibawah Heechul dengan Heechul sudah berhasil mengambil tasnya. Heechul dan Hankyung pun bertatapan untuk sementara.

Sementara itu, Siwon yang sibuk mencari Heechul akhirnya menemukan Heechul. Tapi malang, Siwon menemukan Heechul saat Heechul berada diatas Hankyung dan mereka barusan terjatuh bersama. Tidak senang dengan pemandangan itu, dengan nada datar dia berkata, "Permisi, apa aku sedang menggangu kalian?"

Heechul yang mendengar itu lalu melihat ke arah sumber suara dan dilihatnya Siwon berdiri dengan tangan disilangkan didadanya dan bersender di rak langsung bangun dengan tergesa. Hankyung lalu melihat kearah Siwon, dia agak kaget melihat Siwon dan begitu juga Siwon.

"Ada apa kau kesini Siwon a?" Tanya Heechul sambil berdiri dan mengambil tasnya sambil membantu Hankyung berdiri. Siwon benar-benar tidak suka dengan apa yang dilihatnya sekarang. Bagaimana Heechul membantu Hankyung berdiri terlebih juga posisi jatuh yang tadi. Tapi dia mencoba tenang dan tersenyum.

"Tentu saja untuk menjemputmu." 'Menjemput Heechul?' Hankyung bertanya dalam hati. Heechul membenarkan bajunya yang berantakan dan berkata pada Hankyung, "Apakah kau hanya akan berdiri mematung disana atau membiarkanku lewat, Hankyung ssi?"

Mendengar itu dia lalu memasang senyum, "Ne." Dan Hankyung melangkah kesamping untuk memberikan Heechul jalan. Heechul lalu berjalan dan melewati Siwon, tanpa membalikkan badannya Heechul berkata, "Hei kuda, apakah kau hanya akan memandangi punggungku atau pulang?" Dan Siwon lalu tersenyum dan berlari mengejar Heechul.

Hankyung mempunyai perasaan bahwa ia harus memanggil Heechul, "Heechul ssi!" Teriak Hankyung. Heechul menolehkan kepalanya dan memberikan tampang 'cepat bilang apa yang mau kau katakan atau aku akan pergi' "Annyong, see ya!" Mendengar apa yang Hankyung katakan muka Heechul sedikit memerah dan lalu membalikkan kepalanya dan melambaikan tangannya. Siwon yang melihat reaksi Heechul mengepalkan tangannya dan berbalik untuk melihat Hankyung. Mereka berdua saling menatap, dan saat itu juga mereka tahu, mereka adalah rival.

Leeteuk dan Kangin sudah selesai belajar bersama. Mereka berdua jalan pulang bersama. Sore hari yang indah seperti biasanya. Walaupun Kangin belum lama mengenal Leeteuk, dia tahu bahwa Leeteuk sudah menjadi seorang yang 'spesial' untuknya. Saat itu Kangin melihat ada mobil eskrim yang sedang berjualan didepan toko buku. Tiba-tiba, Kangin merasa ingin memakan eskrim.

"Hyung, aku ingin membeli eskrim disana. Apakah kau juga mau?"

Leeteuk hanya menganggukkan kepalanya dan mengeluarkan uang dari sakunya, tapi Kangin menolak untuk mengambilnya dan berkata, "Naa, biar aku saja yang membayarinya. Hitung-hitung tanda terima kasih karena kau dengan susah payah mengajariku fisika tadi."

Anpa membiarkan Leeteuk mengatakan sesuatu Kangin langsung beranjak pergi dan membeli eskrim untuknya dan Leeteuk. Leeteuk hanya tersenyum melihat Kangin dan tingkahnya yang kekanak-kanakan. Dari dalam toko buku, sebenarnya ada seorang yang kaget dan mengamati Leeteuk. Namun, orang itu tidak menghampiru Leeteuk. Dibalik buku yang ia pura-pura baca, dia mengamati Leeteuk seakan-akan ingin memakannya.

Kangin berjalan kearah Leeteuk dan sambil memagang dua cone es krim dikedua tangannya. Yang disebelah kanan rasa coklat dan sebelah kiri rasa vanilla. Kangin memberikan Leeteuk eskrim yang ia pegang dengan tangan kirinya.

"Gomawo, Kangin a. Kenapa kau membelikanku vanilla?" Leeteuk bertanya sembari mereka berdua berjalan bersama lagi.

"Karena kau suka warna putih." Kangin menjawab dengan tersenyum dan dengan refleks merangkul tubuh Leeteuk. Sementara wajah Leeteuk merona merah tapi ia tetap tidak melepaskan rangkulan Kangin dan mereka berdua berjalan pergi sembari memakan eskrim itu. Saat itu entah kenapa, Leeteuk baru merasa bahwa es krim ternyata terlalu manis rasanya.

Di lain sisi tanpa mereka tahu, seorang yang ada didalam toko buku itu menatap Leeteuk dan Kangin seolah ingin memisahkan kedekatan mereka berdua. Tetapi, setelah mereka berdua hilang dari pandangannya, orang itu mengambil napas dalam-dalam dan menghembuskannya. Lalu, seorang namja yang cantik muncul dan masuk kedalam toko buku sambil memanggil orang misterius itu.

"Yunhooo!" Namja cantik itu memanggil orang misterius yang bernama Yunho dan berjalan kearahnya. Orang yang dipanggil Yunho itu lalu melihat kearah orang yang memanggilnya dan berkata, "Jaejoongie"

"Mian, apakah aku membuatmu menunggu terlalu lama?" Jaejoong bertanya dengan senyum yang manis.

"Aniyo..."

"Wae Yunho a? Kau terlihat sakit... Gwaenchana?" Jaejoong yang khawatir dengan pacarnya itu memegang dahinya dan berkata, "Hmm...Tidak panas..." Yunho yang melihat tingkah laku pacarnya hanya tersenyum dan memegang tangan Jaejoong dengan lembut dan melepaskan tangan Jaejoong dari dahinya. Lalu, dia merangkul tubuh Jaejoong.

"Aniyo Jaejoongie. Ayo, sudah sore dan waktunya kita pulang. Biarkan aku membayar buku ini dulu." Yunho lalu melepaskan tangannya dari tubuh Jaejoong dan berjalan kearah kasir dan membayar buku itu. Mereka berdua lalu berjalan keluar dari toko buku dan Jaejoong melihat mobil yang menjual eskrim itu ada didepan mereka dan tersenyum pada Yunho.

"Ne, Yunho a. Aku mau es krim!" Yunho hanya tersenyum lalu berjalan kearah mobil eskrim dan membelikan eskrim untuk dirinya dan pacarnya. Setelah mendapatkan eskrim itu, dia memberikan eskrim strawberry pada Jaejoong. Jaejoong tersenyum dan memberikan ciuman dipipi. Namun, setelah melihat eskrim yang Yunho sendiri makan, Jaejoong menaikkan alisnya.

"Yunho, kau makan eskrim vanilla? Bukannya biasanya kau suka coklat?" Jaejoong bertanya dengan heran. Yunho hanya memasang senyum dan berkata pada Jaejoong, "Hanya merasa ingin memakannya." Jaejoong lalu menatap pacarnya, "Kadang, kau aneh Yunho a"

Yunho tersenyum dan memegang tangan pacarnya, "Bukankah karena itu kau menyukaiku? Ayo, hari sudah malam. Kau seharusny pulang." Dan dengan itu, mereka berdua pulang bersama

A/N : Miaaan! Aku tidak sempat memasukkan Yewook pada chappie ini . Chappie berikutnya pasti! Dan karena terlalu lama apdet! Author ini hanya bisa menulis tergantung oleh mood. Dan karena bulan-bulan ini sibuk oleh ujian, Unas dll -.- fiuuh! Wish me luck guys. Comment please! ^.^