THE HALF BLOOD VAMPIRE

.

Chapter 7

.

Cast : Kai, Sehun, Luhan, Chanyeol, Suho, Baekhyun

.

Genre : Fantasy, Roman, Sad

.

Author KILLA8894

.

Udah Rated M nich

.

HAPPY READING

.

" Sial." Kris mengumpat dengan kasar saat melihat Suho memeluk tubuh Chanyeol dengan erat di lorong istana. " Kenapa kau selalu datang kepadanya Kim Suho ? Tidak bisakah sekali saja kau menoleh kepadaku. Aku yang menolongmu dari kejaran Baekhyun, aku yang menolongmu saat kau melahirkan anak sialan itu dan kau tetap tidak menoleh kearahku... "

Kris mengepalkan jemarinya saat melihat Chanyeol menghilang dengan membawa serta tubuh mungil Suho dipelukannya.

" Kalau memang aku tidak bisa mendapatkan Suho, aku juga akan pastikan Chanyeol tidak akan bisa melihat anaknya hidup. " Kris menyeringai.

" Apa yang kau maksud dengan suamiku tidak bisa melihat anakku hidup, manusia? "

Suara dingin dari arah belakang, mau tak mau membuat Kris berbalik kearah belakang. Dan ia menatap baekhyun yang berdiri dengan angkuh dihadapannya dengan wajah memucat.

" Apa kau ingin membunuh Luhan anakku... ah, tunggu... sepertinya aku pernah melihatmu... " Baekhyun berjalan mengelilingi tubuh jangkung Kris dan menatap wajahnya dengan seksama. " Kau yang membantu manusia hina yang menjadi selingkuhan suamiku itu kan, tak ku sangka akhirnya kita bertemu disini. Apakah manusia sialan itu juga berada disini ? Ah, aku tak sabar ingin membunuh kalian berdua. " Baekhyun menyeringai, memperlihatkan taringnya yang tajam dan runcing.

Kris menelan ludahnya dengan susah payah. " Ku mohon jangan bunuh aku... " pintanya.

" Ya, aku akan menundanya, jika kau bersedia mengatakan dimana manusia sialan itu bersembunyi. " Ucap Baekhyun dengan nada sinis.

" Dia... " Kris terdiam sejenak. " Dia... a... ada di istana ini bersama suamimu. "

" Apa kau bilang..? " Baekhyun nampak terkejut, begitupun dengan Luhan yang sedari tadi hanya diam memperhatikan ibunya bicara.

" Ya, benar. Dia ada di istana ini... Aku sudah mengatakannya, sekarang ku mohon biarkan aku pergi. " Mohon Kris.

" Tidak semudah itu, manusia. " balas Baekhyun.

" Apakah... Apakah jika aku mengatakan suatu rahasia kau akan melepaskan aku? " tanya Kris dengan gugup.

" Rahasia apa itu? "

" Kalau kau berjanji akan melepaskanku, aku akan mengatakannya sekarang. "

Baekhyun memandang kearah Luhan sejenak, meminta pendapat.

" Katakan saja manusia, aku dan ibu berjanji akan melepaskanmu. " Ucap Luhan dengan seringaian di wajah cantiknya.

" Suamimu dan Suho... Mereka... " Kris meremas ujung kemeja yang dipakainya dengan gugup.

" Ada apa dengan mereka, cepat katakan! " bentak Baekhyun.

" Mereka mempunyai seorang anak. " Ucap Kris lirih.

" Itu tidak mungkin... " bantah Baekhyun.

" Tapi itu memang benar, saat aku membantu Suho lari darimu dia... dia sedang mengandung anak suamimu. "

Baekhyun menggeram pelan. " Siapa nama anak itu? " tanyanya dengan nada marah.

" Sehun... namanya Kim Sehun. Kau mungkin mengenalnya karena ia adalah pelayan pangeran Jongin. "

" Bocah manusia itu... pantas saja aku tidak bisa mendeteksi keberadaannya. Jadi dia half blood ? kita harus cepat membunuhnya Luhan, sebelum yang lain mengetahuinya. "

" Baik bu... "

Kris menundukkan kepalanya dan menyeringai, sebentar lagi Chanyeol juga akan merasakan bagaimana rasanya kehilangan, ia sangat menantikan saat melihat vampire itu menangis. " Sekarang bolehkan aku pergi, aku sudah mengatakan semuanya. "

Baekhyun menatap ke arah Kris dengan dingin. " Ya tentu saja, manusia. " Dengan langkah pasti ia maju kehadapan Kris dan secepat kilat menusukkan tangannya ke perut Kris, hingga tembus kebelakang tubuhnya.

" Uhukk... " Kris terbatuk dan mengeluarkan darah di mulutnya. Ia menatap Baekhyun dengan tatapan tak percaya. " K... Kau... "

" Aku sudah berjanji bukan untuk melepaskanmu, tepatnya melepaskan nyawamu. Orang yang sudah membantu buruanku kabur dan membiarkannya melahirkan anak suamiku, tidak pantas untuk hidup. Hanya kematian yang pantas untuk orang sepertimu. " Dengan kasar Baekhyun menarik tangannya yang berlumuran darah dan membiarkan tubuh Kris terhempas ke lantai dengan keadaan sudah tak bernyawa.

" Ayo kita cari anak manusia itu dan membunuhnya, Luhan. "

" Bagaimana kalau ia sedang bersama ayah, bu? " tanya Luhan. " Kita berdua tidak akan sanggup melawan kekuatan ayah. "

Baekhyun mendengus kesal. " Chanyeol ada bersama kita tadi, dan melihat raut wajahnya yang terkejut, ia pasti juga tidak tau keberadaan anak itu. kita harus mendapatkannya sebelum Chanyeol. Ayo pergi. "

.

.

.

Jongin berjalan tak tentu arah sambil memegangi perutnya yang terasa sakit. " Arghht, sial... apa aku harus mati sekarang. Dimana ayah dan ibu? "

Jongin menyandarkan tubuhnya di sebatang pohon, di tepi hutan terlarang. Ia tak tau apa yang membuatnya berjalan sejauh ini dari istana dan melangkah menuju hutan. Ia hanya berjalan mengikuti nalurinya saja.

Bunyi gemerisik dedaunan dan suara langkah kaki yang melangkah tak jauh darinya membuat Jongin menegakkan tubuhnya, berusaha menatap sekeliling, ia sedang dalam keadaan lemah sekarang. Kalau ada musuh ayahnya yang datang, mungkin ia akan mati dengan lebih cepat tanpa sempat melawan.

Jongin sudah hampir bersembunyi, saat ia melihat siapa orang yang keluar dari semak belukar dan berlari ke dalam hutan terlarang. Itu Sehun. Jongin tersenyum lemah, di saat ia membutuhkan bantuan, kenapa selalu Sehun yang muncul disekitarnya. Apakah ia dan Sehun terlahir sebagai jodoh ? Entahlah, Jongin meragukan itu. Dengan susah payah, ia berusaha bangkit dari posisi duduknya dan ikut melangkah masuk kedalam hutan. Berharap kali ini Sehun bisa membantunya lagi. Tapi, apa yang di lakukan Sehun di dalam hutan saat larut malam seperti ini ?

Dengan langkah terseok seok Jongin mengikuti Sehun, beruntung sepertinya Sehun tidak menyadari keberadaannya.

Bulan purnama yang terlihat dari sela sela rimbunnya dedaunan, membuat Jongin menyadari bahwa sebentar lagi, saat purnama berada sejajar di atas kepalanya, ia akan genap berusia dua puluh tahun. " Sebentar lagi... " gumamnya dengan lirih. " Mungkin aku akan mati, kalau kau tidak bisa menolongku Sehun. "

Pangeran tampan itu tertegun sejenak, saat ia menyadari tempat yang di tuju Sehun adalah air terjun yang pernah ia dan Sehun datangi seminggu yang lalu. Untuk apa Sehun ke sini ?

" Chen hyung... kau di sini? "

Suara Sehun menyadarkan Jongin, kalau pelayannya itu mencari hyungnya. Ia kembali melangkahkan kakinya untuk mendekat.

Sehun yang mendengar suara langkah kaki mendekat segera menoleh dengan senyum cerahnya. " Chen hyung, kenapa baru da... Pangeran? "

Senyum di wajah Sehun memudar dan tergantikan raut wajah terkejut. Saat melihat wajah pucat Jongin dan noda darah di sekitar area bibir namja tampan itu. dengan cepat Sehun mendekat dan membantu Jongin berjalan ke tepi Sungai kecil di bawah air terjun.

Dengan telaten Sehun membersihkan area bibir Jongin yang dikotori oleh darah. " Nah, sudah bersih... Pangeran... apa yang anda lakukan disini dan kenapa wajah pangeran begitu pucat? " tanya Sehun cemas.

Jongin menatap kearah Sehun dengan seksama, tangannya perlahan bergerak untuk menggenggam jemari Sehun.

" Aku tidak tau apa yang membawaku kesini, naluriku menyuruhku untuk pergi ke tepi hutan dan aku melihat dirimu berjalan ke arah sini dan aku mengikutimu. "

" Aku sedang mencari Chen hyung, aku pikir dia kesini. Tapi ternyata tidak ada. Pangeran ingin aku antar kembali ke istana? " tawar Sehun.

Jongin menggeleng dan ia kembali menatap wajah Sehun. Tak menyadari posisi bulan yang sudah mencapai titik tertingginya.

Suasana mendadak sunyi senyap, tak ada lagi suara binatang malam dan juga hembusan angin malam. Udara terasa membeku disekitar mereka. Jongin memejamkan matanya sejenak saat ia merasakan rasa sakit yang menusuk kembali menyerang dadanya.

" Pangeran... " panggil Sehun dengan cemas. Ia ingin menggerakkan tangannya yang masih digenggam Jongin, namun tubuhnya terasa lemah tak berdaya. Apa yang terjadi dengan tubuhnya ?

Jongin perlahan membuka matanya dan menatap wajah Sehun lagi, entah hanya perasaannya saja, wajah Sehun terlihat juga berubah sedikit lebih pucat, warna bibirnya semakin merah dan pipinya bersemu pink merona, Sehun tampak luar biasa cantik berbeda dengan sebelumnya. Meski Jongin tau Sehun sehari harinya juga terlihat cantik, namun kali ini ia terlihat amat cantik.

Mendadak Jongin merasakan sesuatu yang aneh ditubuhnya, bukan perasaan sakit, ini lebih terasa seperti rasa panas yang tak biasa. Jongin menggeram pelan, merasakan hasratnya mulai bangkit. Dengan cepat Jongin menarik tubuh Sehun untuk berdiri, ia tak menghiraukan ekspresi kaget di wajah Sehun saat ia memaksanya untuk berdiri saling berhadapan.

Sehun berdiri dengan gemetar saat melihat taring Jongin muncul di sela- sela bibirnya. Apakah Jongin akan membunuhnya sekarang ?

" Jo.. Jongin.. Pangeran. Apa yang kau lakukan? " Tanya Sehun saat Jongin memojokkannya ke batu didekat air terjun.

" Ssstt... Sehun.. Tenang aku tidak akan menyakitimu. " Jongin menyurukkan kepalanya ke leher Sehun dan menghirup aroma kulit Sehun yang menggoda.

Dalam kabut otaknya Jongin tau hal yang ia lakukan ini salah tapi entah kenapa perasaan hatinya mengatakan hal ini terasa benar. Tubuh Sehun sangat pas berada dalam pelukannya, genggaman tangan mereka saling menyatu.

Jongin menggesekkan taringnya dikulit leher Sehun, sesekali memberi gigitan kecil. Hal itu membuat Sehun melenguh.

" Eungghh.. Pa... Pangeran... " Lenguh Sehun.

Jongin semakin menaikkan jilatan lidahnya ke rahang Sehun, mengarahkan bibirnya untuk mengecup bibir tipis Sehun. Kedua tangan Jongin menangkup wajah Sehun, mencoba memperdalam ciuman mereka.

Sehun melingkarkan lengannya pada leher Jongin, jemarinya meremas rambut lembut Jongin saat merasakan telapak tangan Jongin yang mengelus punggungnya.

Jongin melepas ciumannya, ia menghapus untaian saliva yang mengalir disudut bibir Sehun. Ia memandang mata sayu Sehun dengan takjub. " Kau terlihat cantik sekali, Sehun. "

Pujian Jongin membuat Sehun menunduk malu. Tapi kemudian ia mendongakkan kepalanya lagi saat merasakan kepala Jongin kembali menyuruk dilehernya. Jongin menurunkan ciumannya ke tulang selangka Sehun, tangannya yang bebas melepas pakaian dari tubuh Sehun, memperlihatkan dada putih Sehun yang tanpa noda.

Jongin kembali menurunkan ciumannya ke arah nipple Sehun yang menegang, menghisap, mengecup kemudian menghisap kembali sebelum menurunkan lagi kepalanya dan menyusurkan lidahnya dari dada ke pusar Sehun. Jongin menjilat pusar Sehun membuat Sehun melengkungkan perutnya ke belakang merasa geli sekaligus nikmat.

Jemari Sehun mencengkeram rambut Jongin saat Jongin menurunkan ciumannya ke pinggul Sehun dan akhirnya wajahnya tepat berada didepan kejantanan Sehun yang masih tersimpan dibalik celana.

" Jo...Jonginhh... "

Jongin menarik celana yang dikenakan Sehun, dengan lembut mengangkat satu kaki Sehun untuk melepas celana. Jongin kembali mengangkat kepalanya, satu tangannya ia susurkan dari mata kaki menuju kepaha Sehun, dan melebarkan kedua paha Sehun agar memudahkan posisinya.

" Pangeran.. Jangan... Itu kotor... Aaahhh... " Ucap Sehun saat melihat Jongin membuka mulutnya dan mulai memasukkan kejantanan Sehun kedalam mulut hangatnya. " Eeunggh... Jonginnnhh... "

Jongin semakin cepat memaju mundurkan kepalanya, dengan sengaja ia menggesekkan taringnya pada kulit kejantanan Sehun, membuat tubuh Sehun gemetar. Dengan mahir mulut Jongin menghisap, mengulum, mempermainkan kejantanan Sehun. Remasan tangan Sehun dirambut Jongin semakin kencang saat Sehun merasa ia akan klimaks.

" Pangerannn... Aaahhh.. Jonginnhh lepasshh... Aku... Aaaaahhhhhkkkhhh... " Belum selesai Sehun berkata, ia sudah mencapai klimaks dimulut Jongin.

Tanpa rasa jijik Jongin menelan sperma Sehun. Jongin bangkit berdiri dan mencium Sehun dengan cepat. Sehun bisa merasakan rasa spermanya yang masih tertinggal di mulut Jongin.

Sehun memukul dada Jongin saat ia kehabisan napas.

" Sehun, kau percaya padaku? " Tanya Jongin sambil menatap mata sayu Sehun.

Sehun menganggukkan kepalanya.

" Sehun, angkat satu kakimu dan lingkarkan dipinggangku. " Jongin memposisikan satu kaki Sehun dipinggangnya, membuat Sehun kembali menyandarkan punggungnya di dinding batu air terjun. " Ya, benar seperti itu. "

Sehun mendorong tubuh Jongin menjauh saat merasakan kejantanan Jongin berada didepan Holenya, mencoba untuk masuk.

" Pa... pangeran... Ini salah... " Ucap Sehun sambil mencoba melepaskan tubuhnya dari pelukan Jongin.

Jongin mencengkeram kedua tangan Sehun dengan satu tangan dan mengukungnya di dinding batu. Jongin kembali mencoba memasukkan kejantanannya ke hole Sehun, ia tidak memperdulikan penolakan yang dilakukan Sehun dan tidak memperdulikan buliran air mata yang dikeluarkan Sehun.

Jleebb

Jongin berhenti sejenak setelah kejantanannya masuk sepenuhnya dihole Sehun. Ia mengangkat satu tangannya dan menghapus air mata yang jatuh di pipi Sehun.

" Aku tahu ini salah, Hun. " Lirih Jongin. " Tapi entah kenapa, aku merasa ini sangat benar. Seolah olah kita ditakdirkan seperti ini. " Dengan perlahan Jongin mengeluarkan sedikit kejantanannya dan kembali memasukkannya dengan cepat membuat tubuh Sehun terhentak.

" Aahhh... Jonginnnhh... " Desah Sehun.

Karena tidak ingin menyakiti Sehun lebih jauh, Jongin menggerakkan pinggulnya dengan perlahan, membiarkan Sehun beradaptasi. Sehun meletakkan kepalanya di pundak Jongin, tanpa sadar mulai mengecupi kulit leher Jongin.

Jongin mulai menggerakkan pinggulnya dengan cepat, membuat gesekan punggung Sehun dengan dinding batu semakin keras membuat Sehun mengaduh kesakitan.

Tanpa melepaskan penyatuan mereka, Jongin mengangkat tubuh Sehun dan berjalan ke rerumputan. Ia mendudukkan dirinya dan membiarkan Sehun berada dipangkuannya. Sehun menggenggam kedua tangan Jongin untuk dijadikan tumpuan saat ia berjongkok. Jongin menaikturunkan pinggulnya dan terus menghujamkan kejantanannya dengan cepat dan keras di hole Sehun.

Jongin menggeram saat merasakan kejantanannya dijepit dengan keras oleh dinding rektum hole Sehun.

" Jonghh... Jongiinnhh.. Eemmhhh... Aku... " Sehun menurunkan tubuhnya dan kembali meletakkan kepalanya pada pundak Jongin. Ia merasa gelitik pada perutnya yang menandakan bahwa ia akan klimaks.

Jongin terus menghujam dengan keras, ia memposisikan taringnya dikulit leher Sehun, kemudian menusukkan taringnya. Darah Sehun mulai membasahi mulutnya, dan ia mulai menghisap darah Sehun dengan rakus sambil terus menghunjam kejantanannya di hole Sehun.

" Aaahhhh... Aku mencintaimu Jongin hyung. " Erang Sehun. Tanpa mereka sadari, Sehun mengeluarkan taringnya dan menusukkan taringnya kekulit leher Jongin, dan mulai menghisap darah Jongin.

Mereka terus saling menghisap darah masing masing, gerakan pinggul Jongin bertemu dengan gerakan pinggul Sehun sampai akhirnya mereka mencapai klimaks secara bersamaan. Jongin mencengkeram pinggul Sehun karena klimaksnya yang sangat intens.

Napas mereka beradu dan mulai melirih secara bersamaan. Mereka sama sama pingsan sebelum mereka sempat menyadari suasana mencekam disekitar mereka.

.

.

.

Suara langkah kaki yang berlari menyusuri hutan, semakin mendekati ke arah air terjun tempat Jongin dan juga Sehun berada.

" Aku mencium bau darah pangeran Jongin di sekitar sini. " Ucap orang yang pertama.

" Di mana ? "

" Sepertinya dari arah depan. "

" Aku mendengar suara air. "

" Kita sepertinya dekat dengan air terjun. "

" Ayo ke sana. Firasatku mengatakan dia ada disana. "

Keduanya terus berlari secepat yang mereka bisa menuju air terjun.

Setibanya di sana mereka segera mencari di sekitar area air terjun itu. " Kenapa sampai di sini. Bau itu menghilang. "

" Air terjun ini sepertinya menyamarkan bau mereka. Aku yakin ini bukan air terjun biasa. "

" Ya kurasa kau benar. "

Keduanya terus mencari di sekitar area itu, hingga salah satunya menemukan pakaian yang tergeletak di atas tanah. Dengan cepat ia melangkah ke balik batu besar.

Sejenak ia tertegun melihat kedua orang yang tergeletak pingsan di atas tanah.

" Dia ada di sini. Akhirnya kita menemukannya. "

.

.

.

.

.

.

TBC

Special thanks to Kak Juju yang udah bantuin nulis bagian ekhemnya. Love U kaka sayang. Dapat civokan dari si kaca mata. He he he...

Seperti biasa review lebih dua puluh lanjut yaaaa...