Summary : Len, seorang cowo sempurna dan menjadi idola di sekolahnya, bekerja sebagai... Baby Sitter? Rin, cewe berpenampilan di bawah rata-rata dan unpopuler. Lenka, cupid kecil yang menyatukan mereka berdua./Len, sang baby sitter. Lenka, sang baby. Rin, Nee-chan dari sang baby./Chapter 7 : The Lovely Cupid./RnR?
.
Auhtor's Teritorial
Author : ... Gomen apdetnya lama #terhuyung-huyung
Rin : #nyiram air got ke Author
Miku : Ah, minna-saaaan~ Pa kabar~? Miku di sini~ #di lempar ke gudang.
Author : Sekali lagi, gomen apdetnya lama~. Author bukannya sibuk atau WB, tapi karena... Internet kepunyaan Author ga konek-konek. Dan itulah yang menyebabkan Saia lama apdet~. Tapi syukurlah ini uda konek, jadi Saia akan apdet langsung. Tapi pertama-tama, bales ripiu dulu ya~. Arigato yang uda nge-ripiu~!
###
Pull
Mayu : Awas...?
Rin : Tsundere...? Gue ga tsundere!
Author : Ahahaha... Uda Rin, kalo tsundere, ngaku ajah kali #dilempar Rin. Eh? Nyuruh Rin ngjaarin tsundere? Okeh! Rin pasti bersedia! Biayanya 500.000 per bulan, pertemuan 3 kali 1 jam #ngaco #dihajar. Fine! Gue serius sekarang.
Hahaha, arigato ripiunya ya~! Dan maaf apdetnya lama~. Harap ngerti ya~! Ini apdet~!
~Next~
Lynn 'Ne'-chan
Piko : Aku... Cowo jadi-jadian?
Len : Aku... Juga?
Author : Ahahaha, anggap saja Piko itu anak autis dan Len itu temannya #loh?. Hah? Len nyanyi lagu Pretty Cure? Dimana? Kok aku ga tau?
Miku : Dimana? Di hatimu~.
Author : Hahaha #tertawa hambar sambil ngelian Lynn-san yang nerbang entah kemana. P-Pokoknya arigato ripiunya~! And gomenne apdetnya lama~.
~Next~
Kuro 'Kaito' Neko
Author : Gomen uga baru apdet sekarang~!
Rin : Tsundere...? #dark mode.
Len : Kimi got a saingan? #buka kamus Perancis.
Author : Piko? Anggap aja dia anak autis~! Muahahahahaaha.
Piko : Autis...?
Author : Ah, itu suaranya Mayu yang masih terngiang-ngiang di kepala Rin! Sejenis suara roh gitu deh #?.
Mayu : Roh...?
Author : Sepertinya para Vocaloid jadi teler semua... Ya sudah deh, arigato uda ripiu~! Gomen apdetnya lama dan salam kenal juga ya~! :D
~Next~
Lenka Aine
Len : Kasihanilah aku... #nangis bombay
Author : Wahahahaha! Menderitalah dikau ketika SD! #ditampar rame-rame. J-Just kidding kok~! Hehehe, ga ada typo? Syukurlah~. Arigato ripiunya ya~! Dan gomen lama apdet~.
~Next~
nyan-nyaanX3
Author : Yo! Author di sini juga~!
Piko + Mayu : Kita... Dibenci... #ngais-ngais pintu Author
Author : Nyahahaha! Saia emang suka buat Len menderita dengan menggagalkan PDKTnya! #plok. Hahaha, ini uda apdet~! Arigato reviewnya ya~! Dan gomen lama apdet~!
~Next~
Kyoura Kagamine
Author : Yee! Silahkan nge-spam Ky-chan~.
Len : Shota...? Gue ga shota! #nangis-nangis #dipeluk Gakupo #bunuh diri.
Mikuo : #baca mantra bangkitin orang mati lagi.
Author : Aah.., saia yang telat apdet juga. Hehehe, gomen nee.
Mayu : Dibenci... Lagi...?
Author : Hahaha, iya. Gomen apdetnya lama ya~! And arigato reviewnya~!
~Next~
Chiao-chan Kumikawa
Author : Hahaha, Chiao-chan jadi ribut sendiri nih... Ga ada typo? Syukurlah~! #bling-bling.
Piko + Mayu : Hiks... Hiks... #nangis sambil ngais-ngais TV Author #dilempat Kaa-san Author.
Rin : Restuin...? Apaan? #lola #di buang Author ke bawah kasur #?
Author : #ngambil toa juga. Hahaha, arigato ripiunya ya~! Gomen lama apdet~! And... Saia ga puasa loh~! Jadi jangan ngiler kalo Saia nulis banyak-banyak tentang makanan di sini~! #dihajar.
~Next~
RaiOnna
Author : Wah... Banyak yang puasa ya? #dor.
Len : Hah? Nasibku miring? #gangguan pendengaran. #baca kalimat berikutnya. M-Maaf Rai-san... Saia cuma mau sama Rin. #senyamsenyum
Rin : Neh, macam gue mau aja sama lo. #nunjuk Len #logat gaul.
Author : Kris ato golok ya? Hmmm, ada pilihan lain? #dor. Hehehe, arigato reviewnya~! Gomen ya lama apdet~.
~Next~
Reika G Nirwana
Author : A-Ahahahaa. Iya, gomen ya kalo kurang seru~! Tapi saia akan berusaha buat seru di chapter ini~!
Rin : Heh? Aku ngejar Len?
Len : #senyum senang.
Rin : #ngejar Len pake RoadRoller.
Len : #sweatdrop dan rela mati begitu saja.
Mikuo : #baca mantra buat bangkitin lagi.
Author : Hahaha, okeh! Akan Author usahakan! Makasi ya reviewnya~! Dan maaf lama apdet~.
~Next~
LuthFiyyah Zahra
Author : Hahaha, ini uda di lanjutin, tapi maaf ya lama banget. Makasi pujiannya~! #bling-bling. Saia juga senang uda bisa buat Anda senyam-senyum sendiri kayak orang gila #dilempar sandal jepit. Ini uda di apdet~, slanjutnya Saia bakal usahain apdet kilat~! Makasi reviewnya + favenya ya~! Gomen lama apdet~!
#Makasi uda review dan Maaf sebesar-besarnya karena apdetnya lama~#
Lansung aja,
Go~!
Disclaimer :
1. Vocaloid is not mine. But this story is mine.
2. Utatane Kairi hanya OC ga penting punya Author. Ciri-cirinya samain ajah kea Sanjo Kairi dari Shugo Chara(Milik PeachPit) tapi rambutnya warna putih dan lebih tinggi.
.
Warning :
1. Typo(s).
2. Alur terlalu cepat.
3. Pendeskripsian kurang.
4. Terlalu banyak pergantian PoV.
5. GaJe.
6. OC.
.
Baby Sitter Love
Chapter 7 : The Lovely Cupid.
.
Created & Produced by Chisami Fuka
.
Ga suka? Jangan baca!
.
.
.
Normal PoV
"K-Kenapa?" tanya Len kaget.
Rin terdiam sebentar. Tampaknya dia sedang berpikir.
"Aku juga ga tau," jawab Rin polos. Rin, Len, Teto maupun Mikuo terdiam. "Huh... Pokoknya jangan dekat-dekat denganku saja. Jaa~." ucap Rin kemudian entah ngacir kemana. Meninggalkan ketiga sahabatnya.
"E-Eh? Rin!" ucap Teto sambil mengejar Rin. Len sendiri masih shock di tempat. Tiba-tiba di suruh menjauhi Rin?
"Mikuo..." panggil Len tiba-tiba. "A-Ada apa?" tanya Mikuo. Mata Len berkaca-kaca. "T-Tidak apa-apa kok, b-biar nanti kusuruh Teto tanyakan ke Rin ya..." hibur Mikuo. Len hanya diam. "Tidak apa-apa kok," ucap Mikuo lagi lalu menepuk kepala Len yang tertunduk.
SPLASH!
"Eh?" Mikuo menoleh ke asal suara itu. Terdapat 1,2,3,4,5,6,7 orang murid perempuan menatap mereka dengan mulut terbuka. Salah satu di antara mereka—Gumi, memegang kamera.
"..."
"H-Hah...?"
"KYAAAAAAAA!"
"MIKUO DAN LEN TERNYATA HOMOOOOO!"
Teriak mereka. "E-Eh, t-tunggu dulu. M-Maksudku a— " "LEN DAN MIKUO HOMOOO! BERITA BAGUS BUAT 'SCHOOL NEWS' NANTI~!" teriak salah satu lagi. Lalu mereka lari entah kemana. Meninggalkan Mikuo yang ternganga, juga Len yang masih belum connect 100%.
"Matilah kita..." gumam Mikuo sweatdrop. Sementara Len hanya diam saja, bisa di bilang kejadian tadi mengakibatkan dia patah hati? Entahlah, kita lihat keadaan Rin.
.
.
.
"Riiiiiin~. Kenapa tadi tiba-tiba menyuruh Len menjauhimu?" tanya Teto pada Rin yang sedang berjalan. Rin langsung berhenti. "Aku juga tidak tahu, hanya rasanya aku tidak ingin dekat-dekat Len sekarang, juga bukannya tadi Mayu menyuruhku untuk tidak dekat-dekat dengan Len...?" tanya Rin balik.
"Begitu ya..." gumam Teto pelan. "T-Tapi kalian ga bertengkar'kan? Tetap temenan'kan?" tanya Teto. Rin terdiam, "Tentu," katanya kemudian. Teto hanya tersenyum lega.
"Ayo ke kantin, aku lapar," ucap Rin. Teto mengangguk, lalu mereka ke kantin. Yah... Rin masih belum menyadari perasaan Len ternyata.
.
~Skip~Pulang sekolah~
.
"Rin, aku duluan ya! Jaa ne~!" ucap Teto sambil melambaikan tangannya kemudian masuk ke mobilnya. Rin hanya tersenyum. Setelah Teto pergi, Rin memutuskan untuk berjalan pulang.
"R-Rin!" panggil Len tiba-tiba. Rin hanya diam sambil berjalan. Tanpa mereka sadari, Mayu memperhatikan mereka dari kejauhan.
.
.
.
"Rin... Kenapa kau tiba-tiba menjauhiku?" tanya Len. Dia sudah bertanya puluhan, bahkan ratusan kali. Rin hanya diam dan tetap berjalan sampai di rumah.
"Tadaima," ucap Rin sambil membuka pintu rumah Ba-sannya. Lenka langsung muncul dari ruang tengah.
"Rin-nee! Len-chaaaaan~!" panggil Lenka. "Wah... Lenka-chan sudah bisa bilang huruf 'r'?" tanya Rin sambil berjongkok. Menyamakan tingginya dengan Lenka. Lenka mengangguk senang.
"Baguslah kalau begitu," ucap Rin sambil tersenyum kemudian berdiri dan berjalan masuk.
Len sendiri masih lesu karena Rin tiba-tiba menjauhinya. "Len-chan~? Kenapa murung~?" tanya Lenka sambil menarik celana Len pelan. "Tidak apa-apa kok," jawab Len sambil tersenyum. "Ayo masuk," ajak Len. Lenka hanya mengangguk.
Sesampainya Len di ruang tengah, Ba-san sudah mengemasi tas kerjanya dan langsung pamit pergi. Rin sendiri sudah ada di kamarnya.
"Lenka mau nonton..." gumam Lenka. Len menggendong Lenka ke atas sofa dan menyalakan TV. "Len-chan mandi dulu ya," ucap Len pada Lenka. Lenka hanya mengangguk kemudian Len pergi mandi.
Rin PoV
"Hahaha, aku baik-baik saja, aku juga merindukan kalian..." jawabku. Setelah beberapa percakapan, aku menutup teleponku. Ah, yang tadi meneleponku itu Kaa-san dan Tou-san. Mereka menanyakan kabarku di sini.
TIIT TIIT
Suara klakson? Aku segera melihat dari arah jendela yang menghadap langsung ke arah halaman depan. P-Piko?
Aku segera berlari turun dan membukakan pinto. "Hai, Rin." panggilnya. Aku hanya tersenyum.
"A-Ah, maaf. Aku belum bersiap-siap... B-Boleh tunggu sebentar?" tanyaku malu. "Tentu," jawabnya. "Kalau begitu, silahkan masuk," ucapku mempersilahkannya menunggu di dalam.
"Permisi," ucapnya sambil memasuki rumah yang ku tinggali ini. "Silahkan duduk," kataku. "Rin-nee? Siapa yang da-" ucapan Lenka terpotong saat melihat... Piko? Mulut Lenka langsung menganga, Lenka langsung berlari kecil ke arahku.
"Rin-nee... Rin-nee... Itu Utatane Piko yang ada di TV itu 'kan...?" tanya Lenka sambil menarik ujung rokku. "Ahahaha, iya... Dia Utatane Piko." jawabku. Lenka lansung menatap Piko berbinar-binar. Aku belum bilang yah, kalau Lenka mengagumi Piko?
"Ah, Piko. Perkenalkan, ini Lenka. Adik sepupuku." ucapku memperkenalkan Lenka.
"N-Namaku Lenka! Salam kenal! K-Kau... Piko yang ada di TV itu 'kan?" ujar Lenka bersemangat sambil bertanya. "Ahahaha, iya. Aku Utatane Piko. Salam kenal juga, Lenka-chan." jawab Piko sambil tertawa kecil pada Lenka. "E-Etto, kalian mengobrol'lah sebentar. Aku ke atas sebentar ya," kataku. "Baiklah," jawab Piko.
Aku segera pergi ke kamarku. "Siapa yang datang?" tanya Len tiba-tiba. "Piko," jawabku dan langsung naik ke atas.
Entah kenapa... Rasanya aku senang... Mukaku terasa panas.
"Pakai baju apa ya...?" gumamku sambil mendekati lemari pakaianku yang cukup besar itu. Hampir semua pakaianku ku beli dari Love Magazine yang kebanyakan di desain oleh Ba-san.
"Sekarang hampir musim dingin, udara juga dingin. Pakai lengan panjang saja..." gumamku lagi.
Aku mengeluarkan sebuah sweater berwarna Pink muda dari lemariku, juga sebuah celana yang pendeknya 6 cm di atas dengkulku. Lalu stocking putih yang panjangnya 2 cm di atas dengkulku, juga sepasang sepatu kets berwarna hitam dengan less putih. Dan memakai semua itu.
Setelah selesai, aku langsung bercermin. Aku mengurai rambutku dan menyisir poninya kedepan, lalu menambahkan sebuah jepit di sisi kanan kepalaku. Daaan... Selesai~. Teto yang mengajariku berdandan seperti ini.
"Gini bagus ga ya...?" gumamku sambil berkaca lagi. Setelah yakin, aku mengambil tas ranselku dan turun ke bawah.
Len PoV
"Siapa yang datang?" tanyaku pada Rin yang datang dari arah ruang tamu. "Piko," ucapnya tanpa melihatku dan langsung naik ke lantai 2. Kau tahu? Rasanya sakit di cuekkin orang yang kau cintai.
Aku segera mengintip ke arah ruang tamu. Ada seekor makhluk beruban sedang mengobrol dengan seorang anak unyu-unyu. Itu Piko dan Lenka.
"Eh? Len-chaaan! Kesini bentar!" panggil Lenka tiba-tiba. W-What? Matilah aku...
Piko langsung menoleh ke arahku. "Kagamine... Len?" gumamnya pelan. "E-Eh...?" A-Aku harus apa...?
"Kenapa kau ada di sini?" tanyanya sambil berdiri. Aku terdiam.
"Apa yang kau lakukan... Di rumah Rin?" tanyanya sambil mendekatiku. A-Apa yang harus ku jawab...?
"Hm? Len-chan 'kan main sama Lenka," Lenka yang menjawab. Piko hanya ber-oh-ria.
"Kau punya hubungan khusus dengan Rin?" tanya Piko lagi. Sebenarnya sih aku pengen punya. "G-Ga ada!" jawabku.
"Um... Piko? Aku sudah selesai..." ucap Rin yang tiba-tiba berada di sampingku. Dia... Manis sekali.
Ku lihat muka Rin memerah. Muka Piko juga memerah. "Kau... Manis," ucap Piko tiba-tiba.
Ku lihat muka Rin makin memerah. "T-Terima kasih..." jawab Rin tersipu. Aku hampir ingin meledak.
"Uuuuu... Rin-nee dan Piko-nii mau pergi kencan?" tanya Lenka tiba-tiba. Hah? Darimana dia dapat istilah 'kencan' itu?
"Bisa di bilang iya!" jawab Piko tersenyum. "P-Piko!" bentak Rin pelan. Mukanya merah merona. Dan itu menambah point cemburuku.
"Hahahaha, ayo pergi. Lenka, aku sama Rin pergi dulu ya... Jaa~" ucap Piko. "Len, jaga rumah dan Lenka. Lenka, ga boleh nakal ya." ucap Rin sambil berjongkok menciumi kening Lenka dan keluar rumah.
"Jaa nee~!" ucap Lenka. Rin dan Piko Lalu keluar rumah. Aku... Aku tidak rela membiarkan mereka berduaan! K-Kalau mereka napa-napain gimana?
"Len-chaaaaaaaan? Len-chaaaaaaaaaan~?" panggil Lenka. "A-Ada apa?" tanyaku. "Len-chan ga cemburu?" tanya Lenka dengan muka inoccentnya. Hell, darimana anak kecil jaman sekarang belajar istilah seperti itu?
"Len-chan bukannya suka pada Rin-nee ya?" tanya Lenka lagi. Aku berjongkok menyamakan tinggiku dengan Lenka. "I-Iya sih... Tapi ga mungkin 'kan, Len-chan melarang Rin pergi..." kataku. Lenka menatapku kasihan.
"Ayo kita ikutin Rin-nee!" ajak Lenka. W-What?
Rin PoV
"Kau sudah boleh membawa mobil sendiri?" tanyaku ketika melihat Piko yang menyetir mobil. "Hahahaha, sebenarnya belum 'kan? Tapi aku sudah cukup mahir menyetir loh..." jawabnya. Aku hanya ber-oh-ria kemudian menoleh ke arah jendela.
Di dalam mobil ini... Hanya ada aku dan Piko... Berduaan...
"Hei Rin..." panggil Piko. "Ya?" tanyaku. "Kau manis loh," katanya lagi sambil menolehkan pandangannya kepadaku dan fokus ke jalan lagi.
Jantungku berdetak tidak karuan lagi, "T-Terima kasih..." balasku. Rasanya... Aku senang di puji olehnya.
Setelah beberapa lama, mobil yang di kendarai Piko sampai di sebuah.. Istana atau rumah?
Pintu gerbang yang otomatis terbuka, setelah memasuki halaman rumah atau istana ini, Piko langsung memarkirkan mobilnya.
Setelah mematikan mobilnya, Piko langsung keluar dan membukakanku pintu. "M-Makasih..." hanya itu yang bisa kujawab. Sedangkan Piko hanya tersenyum manis dan membawaku masuk.
"Selamat datang, ini rumahku." kata Piko ketika kami memasuki pintu depan. Ini rumah Piko...? Aku jadi nervous...
"Ah, kukenalkan dengan orang tuaku dulu ya!" ucapnya kemudian menarikku entah kemana. Di rumah Piko banyak maid dan servant... Setelah sampai di sebuah pintu besar. Piko langsung membuka pintunya.
"Piko? Ada ap-..." seorang ibu paruh baya berambut putih langsung terdiam saat melihatku. Seorang pria paruh baya pun langsung menoleh ke arahku.
"A-Ah! Perkenalkan, namaku Naegino Rin. Teman sekolahnya Piko-san." ucapku memperkenalkan diri sambil membungkuk. "Jangan sungkan," ujar Piko.
Wanita paruh baya itu menatapku dari bawah sampai atas, begitu juga laki-laki paruh baya itu. Aku jadi makin gugup...
"... Rin ya?" tanya wanita itu. Aku mengangguk. "Ah~! Manisnyaaaaa~!" ucap wanita itu sambil mendekatiku lalu memelukku.
"Kaa-san, jangan berlebihan gitu dong!" sewot Piko tiba-tiba. Jadi ini... Kaa-sannya Piko?
"Hahaha, maaf maaf. Ah, perkenalkan, namaku Utatane IA. Kau boleh memanggilku Ba-san, atau.. Kaa-san? Hahaha," ucap Kaa-sannya Piko. "Kaa-san!" bentak Piko lagi. Kaa-sannya Piko langsung tertawa kecil.
"K-Kurasa Ba-san saja..." gumamku pelan. "Hahaha, baiklah!" ucapnya. "Aku Utatane Kairi. Tou-sannya Piko. Salam kenal," ucap pria itu—Tou-sannya Piko.
"S-Salam kenal juga," balasku.
Kaa-san dan Tou-sannya Piko menatapku dengan tatapan... Penuh arti?
"Ya sudah, Piko sama Rin pergi dulu ya, jaa..." ucap Piko langsung menarikku pergi. Aku hanya tersenyum kecil pada mereka.
"Koleksiku ada di kamarku, jadi mau ke kamarku? T-Tenang saja! Banyak maid kok di sana," ucap Piko. "I-Iya..." jawabku. Satu yang masih mengganggu pikiranku... Piko masih menggandeng tanganku.
Setelah sampai di depan pintu yang ku yakini itu kamar Piko, Piko langsung membuka pintu itu dan memanggil beberapa maid.
"W-Waw..." aku langung terkagum-kagum. Bukunya... Banyak sekali.
"Hahaha, maaf agak berantakan..." ucap Piko sambil menggaruk kepalanya.
Kamar Piko luasnya mungkin 2 kali lipat kamarku. Ada sebuah ranjang ukuran... Extra King mungkin? Ada sebuah TV besar, juga Playstation beserta sticknya. Kasetnya juga berterbaran dimana-mana. Rak bukunya juga banyak dan terisi...
"Silahkan lihat-lihat," ucapnya. Aku mengangguk lalu mendekati rak bukunya. Buku novelnya... Lengkap!
Len PoV
"B-Bagaimana...?" tanyaku pada Lenka. Lenka mengangguk mantap sambil mengacungkan jempolnya. "Cucok!" katanya.
Sekarang aku sedang berada di kediaman Utatane. Kenapa aku bisa ada di sini?
Setelah Lenka mengatakan ingin mengikuti Rin, dia betul-betul menyuruhku membuntuti Rin.
Dengan penyamaran berupa sebuah tudung berwarna oren dengan motif bunga, sebuah kacamata hitam, sebuah gaun berlengan panjang dan panjangnya mencapai lututku. Serta sebuah sepatu boots. Kalian tahu? Itu punya Ba-san. Lenka memaksaku memakainya dan mengambil sebuah keranjang belanjaan.
Lenka sendiri berpakaian layaknya anak jalanan. Setelah selesai, Lenka memaksaku mengayuh sepeda milik Ji-san mengikuti mobilnya Piko. Mau tidak mau, aku mengikuti perintahnya.
Setelah mobil Piko masuk ke halaman rumahnya, aku dan Lenka berpura-pura menjadi orang yang menawarkan kue untuk orang tua Piko. Dengan modal suara memelas, tatapan puppy eyes dari Lenka, kami di perbolehkan masuk.
Setelah masuk, aku dan Lenka langsung berjalan asal. Dan hebatnya, Lenka menghilang. Aku hanya kalang kabut mencarinya. Setelah beberapa lama, Lenka kembali dengan se-stel pakaian. "Pakai ini!" ucap Lenka. Kau tahu itu apa? Baju maid.
Dan di sinilah aku. Di dalam WC yang ada di rumah Piko. Dengan memakai baju ala maid. Rambutku di urai. Dan di beri sedikit riasan. Aku merasa... Jadi cewek.
"Ayo cari Rin-nee!" ucapnya. T-Tunggu, kalau aku mencari Rin. Bagaimana dengan Lenka?
"Yang Lenka tahu, di sini anak para maid boleh bermain juga. Jadi Lenka akan pura-pura jadi anaknya Len-chan!" ucapnya. Waw... Lenka terlalu pintar untuk anak seusianya.
"Ayo!" ucapnya kemudian kami pergi mencari Rin. Setelah melihat Rin, kami langsung mengikutinya. Ku lihat Rin dan Piko memasuki... Kamar Piko? Hell!
Tapi... Pintunya tidak di kunci. Baguslah. Aku melihat mereka dari luar.
Mereka duduk berdekatan, tertawa bersama-sama, kadang muka Rin merona. Rasanya aku ingin meledak! Mendekati mereka, menendang Piko sejauh-jauhnya dari Rin.
"Kaiko-san!" panggil Piko tiba-tiba. Dia menatapku. Kaiko-san? Siapa? Aku segera menoleh ke arah sebuah pin yang menempel di baju yang ku kenakan ini. Kaiko. Berarti Piko memanggilku?
Aku segera rileks dan mendekati Piko. "Apa?" tanyaku tajam. Piko tampak kaget, tapi dia segera tersenyum. "Bisa buatkan 2 piring nasi goreng?" tanyanya. "Ya!" jawabku ketus kemudian pergi. Dasar, dapur saja aku tidak tahu letaknya di mana.
Setelah berkeliling cukup lama. Aku sampai di sebuah ruangan yang bisa di bilang dapur. Lalu memasak 2 piring nasi goreng. Tiba-tiba terlintas sebuah ide cemerlang di otakku.
Aku segera mencari sesuatu lalu menuangkannya ke dalam nasi goreng yang akan kuberikan pada Piko nanti.
Kau tahu apa itu? Obat pencahar[1].
Setelah selesai, aku mengantarkannya ke kamar Piko. Dengan sengaja aku melangkahkan kakiku dengan keras agar Rin dan Piko terganggu.
Aku menyodorkan nasi goreng yang terdapat obat pencaharnya pada Piko. Sementara yang tidak ada obatnya pada Rin.
Setelah beberapa lama, ku lihat Piko permisi pada Rin dan pergi ke WC.
Rencana berhasil!
Mayu PoV
Teng
Jam tanganku berbunyi. Pertanda sudah jam 4 tepat. Ah, aku seperti orang bodoh saja di sini.
1 hal penting yang kudapatkan. Len dan Rin... Tinggal serumah. Kulihat Len pulang bersama Rin. Seorang wanita keluar dari rumah tersebut(Author : Itu Ba-san). Piko datang dan keluar dengan Rin. Seorang ibu-ibu dan seorang anak keluar dari rumah itu(Author : Itu Lenka dan Len dengan penyamaran). Dan tidak ada apa-apa lagi sampai sekarang.
Apa yang Len dan Rin lakukan ya? Dan... Kenapa mereka tinggal serumah?
~To Be Continue~
Author's Dictionary
1. Obat Pencahar : Obat buat nyuci perut. Setelah di minum, perut terasa mules dan isi perut bakal keluar. Bukan seperti usus, jantung, darah, dan sebagainya~. Tapi semua yang kita makan sebelumnya. Dan itu akan keluar dalam bentuk... Err... Mungkin kalian tahu. Just Go Google It!
Author's Teritorial
Author : Yak! Apdet~!
Len : #narik Rin jauh-jauh dari Piko
Piko : #ga tau napain dalam WC
Teto : Emang nasib Len jadi pembantu... Bahkan dia masak buat Piko juga. #geleng-geleng
Mikuo : Iya! #ngangguk disco
Len : #pundung
Lenka : Sejak kapan gue jadi nge-fans sama Piko? #faceplam.
Mayu : Serasa aku di bodoh-bodohin di cerita ini(baca Mayu PoV di chapter ini).
Author : Sudah-sudah. Ini uda apdet~, makasi uda ripiu ya~! Inget...
All : Selesai baca, jangan lupa review~! So... Klik review! #ga maksa.
