a/n: akhirnya chapter 7 update juga. Ngerjain chapter 7 ternyata penuh perjuangan. Pertama, harus curi-curi kesempatan buat ngetik plus publish. Kedua, author ditinggalin dua asisten gajenya mudik. Jadi, ini versi editan ngaco authornya. =3=
Di chapter sebelumnya author bilang akan update setelah lebaran, tapi berhubung ada kesempatan, ya sekarang aja. X3
Disclaimer : Sampe kapanpun Bleach akan selalu jadi milik Kubo Tite. Author hanya pinjam aja. Gak kurang gak lebih.
CHAPTER 7
I won't Let You Die
-Rukongai Selatan distrik 61-
Wilayah Rukongai Selatan distrik 61 nyaris sepi kalau tidak ada suara hewan-hewan di hutan di sekeliling wilayah itu. Wajar saja, mengingat hampir semua penduduk di wilayah ini sudah tidak ada. Haruhiko dan Hinamori hanya berjalan tak tentu arah karena memang tak ada satu pun yang terasa aneh atau mencurigakan.
Hinamori menatap Haruhiko yang untuk pertama kalinya, dilihatnya menyandang zanpakutou miliknya. Ya, selama Haruhiko menjadi kaptennya, Hinamori belum pernah melihatnya membawa zanpakutou.
"A-anou, Taichou...!" panggil Hinamori.
Haruhiko berbalik dan memandang Hinamori, "Ya? Ada apa?"
Namun, belum sempat Hinamori mengatakan sesuatu, tiba-tiba keduanya merasakan getaran reiatsu yang cukup besar. Sangat besar hingga menimbulkan tanda tanya di otak mereka. Bagaimana mungkin reiatsu sebesar ini bisa tidak terasa sedikit pun.
Haruhiko memandangi wilayah di sekelilingnya, mencari asal reiatsu tersebut. Namun, nihil. Tidak ada apa-apa di sana. Hinamori bersiaga di dekatnya. Tiba-tiba dari pepohonan di depan Haruhiko muncul makhluk yang sedang dicarinya. Seekor Hollow dengan bentuk topeng yang mirip dengan kepala banteng, berbelalai dengan lubang belalai hampir 30 cm, dan memiliki delapan tentakel dengan ujung-ujung yang tajam. *err... bayangin sendiri aja ya... XD*
Kemunculan makhluk ini cukup mengagetkan karena reiatsunya baru terasa ketika ia telah berada di dekat mereka. Apa makhluk ini punya kemampuan untuk menghilangkan reiatsunya?
Haruhiko mengerutkan alisnya. Entah kenapa ia merasa makhluk di hadapannya ini terasa familiar. Namun, belum sempat Haruhiko berpikir lebih lanjut lagi, Hollow itu telah mengarahkan tentakel tajamnya ke arah Haruhiko dan Hinamori. Spontan, dua shinigami itu pun berusaha menghindarinya dengan cara melompat ke dahan pohon yang ada di dekat mereka.
"Hoo... Jadi kali ini muncul shinigami, ya?" kata Hollow itu, "Ditambah lagi... salah satunya mirip dengan wajah yang dulu pernah kulihat..."
"Eh...?" Hinamori terperangah mendengar hal itu. Zanpakutounya telah ia cabut dari sarungnya. Dilihatnya Haruhiko yang berada di pohon di sebelahnya. Hinamori pun terbengong-bengong melihat ekspresi yang dilanjutkan oleh kapten barunya itu. 'Apa maksud dari tatapan itu? Kenapa... Kanezaki-taichou terlihat kaget dan... marah?'
Hollow itu mengalihkan pandangannya ke arah Haruhiko, lalu berkata, "Kalau melihatmu, aku malah teringat dengan seorang gadis yang jiwanya telah kuhisap. Gadis yang malah melindungi seorang anak laki-laki yang malah kabur meninggalkannya. Khu khu khu... Atau jangan-jangan, memang kaulah anak laki-laki itu? Kalau benar, tidak kusangka sekarang kau jadi shinigami."
Haruhiko membelalakkan matanya. Bayang-bayang masa lalunya berputar cepat dalam kepalanya bagai sebuah rekaman yang diputar ulang. Sebuah kenangan dimana ia melakukan sebuah kesalahan dengan meninggalkan seorang gadis yang melindunginya dari serangan Hollow. Ia malah lari, meninggalkannya tanpa menoleh lagi.
Haruhiko mengepalkan tangannya. Ia sudah tidak bisa lagi membendung amarahnya yang telah muncul sejak hollow itu pertama kali bicara.
"JADI KAU!" dengan satu hentakan, Haruhiko melompat ke arah hollow itu, dan... "Hadou no sanjuu-Ichi (31), Shakahou!"
Dari tangan Haruhiko muncul bola reiatsu berwarna merah yang diarahkannya pada hollow itu. Dan ketika bola itu menghantam sang hollow, asap bertebaran di mana-mana, mengaburkan pandangan. Namun, ketika Haruhiko telah mencapai tanah dan asap yang menghalangi pandangan itu telah menghilang, makhluk itu sudah tidak ada lagi di sana.
"Apa?"
'Makhluk itu menghilang? Bagaimana mungkin? Tidak! Ia pasti masih berada di sini... Di mana? Di mana makhluk itu?' Hinamori mengedarkan pandangannya. Mencoba mencari di mana hollow itu.
Tiba-tiba dirasakannya sesuatu melintasinya, menuju sang taichou yang kini sedang membelakanginya.
"A...pa?" refleks, Hinamori melompat ke arah Haruhiko seraya berteriak, "TAICHOU!"
"Eh...?"
~o~o~o~o~
-Markas Divisi 1, pertemuan para taichou-
"Kalian telah datang walau dipanggil secara mendadak," ujar Yamamoto-shoutaichou, membuka rapat pimpinan yang dihadiri hampir seluruh taichou, kecuali Haruhiko tentunya. "Karena itu, mari kita mulai rapat pimpinan ini."
Para shinigami yang berada di sama hanya terdiam. Ukitake melihat ke arah para taichou yang berdiri tanpa suara. Namun, sosok yang dicarinya tidak ada di antara mereka. Sosok yang dulunya adalah bawahannya dan kini menjabat sebagai kapten divisi 5. Ukitake baru akan bicara ketika Yamamoto-shoutaichou mulai bicara.
"Kalian pasti sudah mengetahui mengenai puluhan jiwa yang menghilang di Rukongai Selatan distrik 61?"
"Ya. Lalu... ada apa dengan itu?" Ukitake angkat bicara.
"Tadi pagi aku mengirimkan 2 orang shinigami untuk menyelidikinya. Namun, sudah 2 setengah jam berlalu sejak kepergian mereka dan tidak ada sedikitpun kabar. Karena itu, aku akan mengirimkan 2 orang kapten dan wakilnya untuk menyusul mereka," jelas kapten divisi 1 tersebut.
"Lalu, siapa shinigami yang dikirim ke sana hingga mengharuskan 2 orang kapten yang pergi?" kali ini Kyouraku yang bicara.
Yamamoto-shoutaichou terdiam sebentar, kemudian, "Kapten divisi 5, Kanezaki Haruhiko dan wakilnya, Hinamori Momo."
Mendengar perkataan itu, beberapa orang terlihat kaget. Wajar saja, mengingat 2 orang itu adalah orang yang paling mereka kenal. Karena terfokus pada ucapan Yamamoto-shoutaichou dan reaksi Ukitake dan Hitsugaya, tidak ada yang menyadari kalau raut wajah Unohana pun menunjukkan rasa kaget dan khawatir yang begitu besar.
"Karena itu aku akan mengirim... Kapten divisi 13, Juushirou Ukitake dan kapten divisi 10, Hitsugaya Toushirou untuk menyusul mereka," lanjutnya.
"Baik!" sahut Ukitake dan Hitsugaya bersamaan.
~o~o~o~o~o~
"Hi...namori...san?"
Haruhiko melihat pemandangan di hadapannya dengan perasaan kaget bercampur ngeri. Tubuh Hinamori kini bersimbah darah akibat tentakel tajam milik Hollow itu yang kini menembus perutnya. Haruhiko tak menyangka kalau hollow itu akan menyerangnya dari belakang, namun lebih tak menyangka lagi kalau Hinamori akan melompat ke arahnya dan melindunginya dengan cara menjadikan tubuhnya sendiri sebagai tameng.
Belum sempat Haruhiko tersadar dari rasa kagetnya, makhluk itu mengangkat tubuh Hinamori yang masih tertusuk tentakelnya dan melemparnya ke arah Haruhiko.
Walau masih merasa kaget, dengan sigap Haruhiko menangkap tubuh yang kini tak sadarkan diri itu akibat terlalu banyak kehilangan darah. Darah mengenai haori dan shihakusounya, namun ia tidak peduli. Ini salahnya, kalau saja ia lebih waspada, Hinamori tidak akan terluka karena melindunginya.
"Hoo... apa kau ini sebegitu pengecutnya sampai harus dilindungi lagi oleh seorang gadis? Khu khu khu...," hollow itu bicara seolah menertawakan Haruhiko yang kembali harus dilindungi oleh seorang gadis di saat ia seharusnya melindunginya.
"Tch...," Haruhiko menggigit bibirnya, merasa bersalah dengan apa yang kini terjadi pada Hinamori. Dan dengan seluruh tenaganya, ia pun...
"Hadou no rokujuu-san (63), Raikouhou!" dan dari tangannya muncul bola listrik yang diarahkannya pada hollow itu.
Meleset! Hanya mengenai topeng hollownya, selebihnya tak ada luka sama sekali. Dan sesaat sebelum Haruhiko menembakkan Raikouhou lagi, makhluk itu telah menghilang.
"Cih, sial!"
Kini Haruhiko menatap Hinamori yang berada dalam dekapannya. Dipejamkannya kedua matanya, mencoba berpikir apa yang sebaiknya ia lakukan saat ini. Kemudian ia pun membuka matanya. Dibaringkannya Hinamori di atas rumput dan ia pun berdiri. Satu keputusan telah dibuatnya. Apapun yang terjadi ia harus menyelamatkannya. Ia tidak mau mengulangi kesalahan yang sama dengan membiarkan seseorang meninggal.
Ditariknya zanpakutou yang disandangnya di punggung. Diarahkannya ujung pedang itu tepat di bagian jantung Hinamori. Lalu...
"Fukikesu, Kazeiro!"
Hembusan angin berputar di sekeliling Haruhiko, lalu ditusukkannya pedang itu tepat di jantung Hinamori. Tusukan di jantung itu tidak membuat Hinamori terluka, sebaliknya justru semua luka miliknya tersembuhkan. Namun, seiring tertutupnya luka Hinamori, muka Haruhiko menjadi sangat pucat, dan tubuhnya menggigil. Keringat bercucuran di seluruh tubuhnya dan nafasnya terengah-engah.
Ketika seluruh luka Hinamori telah tersembuhkan, Haruhiko mencabut pedangnya dari dada Hinamori. Susah payah ia berdiri dengan bertumpu pada zanpakutounya yang ia tancapkan ke tanah. Pandangan matanya mulai kabur, mengindikasikan beberapa saat lagi ia pasti akan ambruk.
"Aku... hhh... tidak akan... hhh... membiarkanmu mati... hhh... Tapi... hhh... jangankan untuk... membawamu pergi dari sini... hhh... aku tidak bahkan sanggup untuk berdiri... Maafkan... aku," setelah berkata seperti itu, Haruhiko pun jatuh tak sadarkan diri.
~To Be Continued~
Rei: *speechless*
Haruhiko: woi, author! Napa diem?
Rei: ini chapter apaan?
Haruhiko: *mukul author pake harisen* lo sendiri yang bikin lo juga yang nanya... Aneh amat sih jadi orang... =="
Rei: adauww, sakit, OC bego! Maksud gue, kenapa perkembangannya jadi gini ya... Bingung sama ide sendiri...
Haruhiko: haa...? Btw, tu hollow kok kayaknya aneh bin gaje ya? Mana susah amat dikalahinnya... =.=
Rei: authornya aja bingung tu makhluk bentuknya kayak gimana. Lagian kalo langsung mati aja, kan gak rame n cerita ini bakal the end saat itu juga.
Haruhiko: terus... Kenapa dialog terakhir banyak amat huruf H? Lagi cinta huruf H ya?
Rei: *balik mukul haruhiko pake harisen* baca deskripsi sebelumnya dong...
Haruhiko: *megang-megang kepala*
Rei: err, note terakhir...
-maaf kalo tanda bacanya ada yang tidak sesuai dengan EYD. Author udah mulai ilang ingatan soal EYD. Lagian rangkuman EYD-nya mendadak ngilang entah kemana sehari setelah UN ... XD (baca: udah keburu didusin n males nyari)
-fukikesu: dalam kamus artinya 'tiuplah hingga mati' dan ditujukan untuk lilin. Author pake kata ini sebenernya karena terlihat keren... ^^
-Kazeiro: color of wind
-nama2 kidou di sini kalau penasaran, search di google aja... XDD -dihajar readers-
Akhir kata, buat aRaRaNcHa sama Fi-kun31, thanks atas reviewnya... Senpai setia ya mereview fic pertama author yang gaje ini... ^^
And, the last, Review please... =]
see you in the next chapter...
