KOOKV/KOOKTAE Family (JJK and KTH)

Author: Rinjanikyu

Case: Jeon Jungkook, Kim Taehyung (BTS member)

Rate: T-M

Genre: Romance, Family, Humor

FF ini Mengandung unsur BOYSLOVE or YAOI. so yang gak suka. Jangam dibaca!! Don't Be Silent Readers!!! Review Chingu!! hargai penulis!! No Copas!!

Chapter 7(Kucing dan Kelinci part 1?)

o

o

o

o

Review yah:) biar yang baca Berkah, dan yang nulis Bahagia.

*Awas Typo*

oOo

Hadiah apa yang akan kalian persembahkan untuk Ibu, dari orang yang kalian cintai (Ibu Mertua) ketika dirinya ulangtahun??

Hal inilah, yang membuat seorang Taehyung terdiam selama 5 menit tanpa melakukan apapun. hanya diam, menghela napas, lalu diam kembali. Terus seperti itu, hingga membuat dahi seorang Minyoongi berkedut kesal, Sekaligus waspada.

Taehyung dengan segala tingkah ajaibnya itu adalah mimpi buruk bagi Yoongi, satu-satunya orang yang bisa tahan berdekatan dengannya hanya Taehyung, dan kadang hal itulah yang membuat Yoongi iritasi.

Minyoongi sudah jelas orang yang introvert, bahkan jika dilihat dari Namsan Tower sekalipun sudah terlihat jika dirinya itu Pendiam, dan cenderung menutup diri, bahkan mungkin sifat dingin dan acuhlah yang lebih melekat pada sosok seorang Minyoongi.

Dan hanya seorang Taehyung, yang bisa munculkan berbagai macam ekspresi diwajah dingin seorang Yoongi, yang sebenarnya tampak manis jika dirinya lebih banyak tersenyum.

Yap, Taehyunglah yang secara tidak langsung, mengajarkan Yoongi untuk membuka diri agar hidupnya lebih berwarna, dan agar dirinya bisa berinteraksi dengan orang lain. Taehyung dan dirinya berbeda 180 derajat, Taehyung suka bersama banyak orang, dan Yoongi lebih suka menyendiri. mungkin jika dilihat dari sifat, Yoongi lebih mirip Jungkook, dan Taehyung lebih mirip Jimin. Namun entah bagaimana, takdir mempersatukan dua orang yang berbeda sifat itu, dalam satu ikatan untuk terus bersama.

disatu sisi, Yoongi merasa hidupnya lebih berwarnya, dengan celotehan dan sifat ceria yang dimiliki Taehyung. namun disisi lain, semua tindakan Taehyung itu, justru lebih banyak membuatnya berada dalam masalah.

Ayolah, Taehyung yang berisik itu musibah.

Dan, Taehyung diam itu juga bencana, karena kita tidak pernah tau, apa yang ada dipikiran cantik Taetaenya Jungkook itu.

Hampir semua kejadian yang tidak menyenangkan, yang terjadi didalam hidup seorang Minyoongi ada andil Taehyung didalamnya.

Percaya padanya, apapun yang tengah dipikirkan Taehyung saat ini, pasti akan menyeret dirinya lagi, dan itu semua akan melahirkan kesialan untuknya sendiri.

Karena itu, Yoongi juga sudah menyiapkan senjata untuk menolak apapun yang Taehyung inginkan saat ini.

Ya, itu sudah keputusan Yoongi, menolak apapun. Titik.

"Yoongi hyunggg"

Taehyung mulai menatapnya dengan tatapan itu. 'Cih, aegyo seperti itu tidak akan mempan padaku' ujar Yoongi dalam hati.

Yoongi berdehem pelan, "Wae? Jangan menatapku dengan tatapan menjijikan seperti itu, aku bukan Jungkook, apalagi Jimin, aku tidak akan luluh dengan tatapan mu itu" ujar Yoongi ketus, sambil terus melanjutkan buku tengah dibacanya itu.

Taehyung mendengus, ingat! dirinya Jeon Taehyung, istri paling cantik, paling tampan, paling imut, paling manis, paling seksi, dan paling mengoda miliki Jeon Jungkook itu Tahan Banting. Apapun lho! Apapun, yang diinginkannya saat ini harus terlaksana. Titik.

Peraturan ini juga berlaku untuk Yoongi.

Taehyung mencoba jurus baru kali ini, jika Yoongi tidak luluh dengan Tatapan Menggoda level Unlimitednya, maka Taehyung akan menggunakan Tatapan Memelas level Kucing Angora yang minta dipungut.

Dijamin, pasti luluh.

Taehyung mulai menatap Yoongi dengan mata yang dibuat berkaca-kaca, dan sedikit mengerucutkan bibir kissablenya, dan menurutnya ini cukup menyedihkan.

Yoongi sendiri hanya melongo melihat ekspresi Taehyung yang satu ini. Ish merepokan, pikir Yoongi kesal.

"Ah, lihat, lihat, lihat itu Yoongi Hyung mulai menghela napas itu artinya setujukan?? Hm? Hm?"

Yoongi mendelik, "Mwoya!? Setuju pantatmu! Aku bahkan tidak tau apa yang ada dipikiranmu saat ini, jadi jangan membuat kesimpulan seenak patatmu Tae!"

"HYUNG" tunjuk Taehyung horror, "Bagaimana bisa kau mengatakan hal mesum seperti itu eoh?!", Yoongi menaikan alisnya bingung."Aigoo, aku merasa terhina, sekaligus tersanjung, tapi tetap saja, hanya Kookiee yang boleh mangatakan Pantatku enak! Kau tidak boleh bicara begitu! Lagi pula, kita tidak pernah melakukan hal seperti itu, tolong jangan me_"

Plak!

"Akh! Sakit Hyung, ish...Lihat!? Lihat?! Tanganku jadi merah ish, jangan memukulku sembarangan. Kau harus bisa menerima jika aku ini miliki Kookie, aku tidak bisa menerima perasaanmu Hyung, aku_"

Plak!

"HYUNG! Ish, sakit babo_"

"Kau yang babo!" tunjuk Yoongi kesal, dan Taehyung hanya mengerjap polos, sambil mengusap tangannya yang memerah karena dipukul Yoongi. "Aku benar-benar tidak mengerti apa yang ada diotakmu itu eoh?! Jinjja! Kau membuat darahku naik Tae! Hentikan kekonyolan ini!" kata Yoongi hopeless.

Taehyung menaikan dagu sengak, "mana bisa begitu eoh? Kau sudah memukulku 2 kali Hyung, Lihat ini tanganku memerah!", ujar Taehyung sambil menunjukan tangannya didepan wajah Yoongi yang menatapnya datar. "Kau harus bertanggung jawab, dan harus mengabulkan semua keinginanku arraseo!? Jika tidak, aku akan mengadukan ini semua pada Kookie lho"ujarnya yakin.

Sementara Yoongi hanya mendengus "Tks, aku tidak takut pada Kookiemu itu, see?"

"Kalau begitu aku akan mengadukan ini pada Jimin" tunjuk Taehyung lagi.

"Cih, apalagi ini Jimin? Kau pikir aku takut padanya eoh? Jinjja? Tidak! Aku tidak takut padanya" ujar Yoongi meremehkan.

Taehyung menatap Yoongi dengan tatapan menyelidik, "Jinjjayo? Bukankah kau berada dibawah Jimin saat malam hari Yoongie Hyung?, jadi bagaimana? apa kau mau mengikuti semua keinginanku hm?" ujar Taehyung dengan senyum jailnya.

Ada perempatan yang tercetak didahi kinclong milik Minyoongi, 'astaga Ya Tuhan, tabahkan kan hati hambamu ini, dalam menghadapi mahluk ciptaanmu, yang luar biasa nyebalkan ini' kata Yoongi dalam hati.

Taehyung menunggu jawaban Yoongi dengan wajah polos minta ditendang.

Dan Yoongi hanya menghela napas lelah.

"Keluar" ujar Yoongi tenang, dan Taehyung ngerjap bingung.

"Keluar, atau aku akan bilang pada Jungkook jika kau berpikiran mesum, dan membicarakan pantat-memantat denganku, aku_"

"Hey! Curang! Curang! Kau Curang hyung! Bagaiman bisa kau begitu?! Bagaimana bisa eoh?!" ujar Taehyung garang sampai berdiri dari duduknya.

"Aku bisa" ujar Yoongi santai, sambil mencari nomor Jungkook diponselnya.

Taehyung melongo, sekaligus mendelik tidak cantik "Andwaeyo! Baik, baik, aku akan keluar, jangan katakan hal aneh apapun pada Kookie, Arraseo?!"

Yoongi mengendikan bahunya "terserah kau"

"Huh, kau tidak seru Hyung! Sudahlah, lebih baik aku meminta ini pada Kookie saja, kau sama sekali tidak peka Hyung" hal itulah yang didengar Yoongi, sebelum Taehyung berjalan keluar dari Restorannya sambil menggerutu, dan Yoongi sendiri hanya menghela napas lega.

'Syukurlah' ujar Yoongi dalam hati.

Jungkook benci sakit. Look? Gara-gara dirinya sakit diminggu kemarin, Pekerjaannya malah semakin menumpuk saja. Aish, apasih yang dilakukan Park Mesum Jimin itu?! Kenapa pekerjaannya masih banyak begini?! Rutuk Jungkook dalam hati.

Menghela napas sebentar. Jungkook kembali memakai kacamata bacanya, lalu mulai memokuskan pandangannya pada Dokumen didepannya ini.

Jarum panjang terus bergulir, detik ke detik, hingga menit ke menit, dan Jarum pandekpun bergulir, terus seperti itu. itulah perumpamaan Jungkook yang begitu fokus dengan pekerjaannya.

dari Lembar satu ke lembar lain, dari satu dokumen ke dokumen lain. Ya, terus seperti itu.

Ayolah, menggarap Dokumen itu tidak seenak menggarap Taehyungnya. jangan menatap Jungkook dengan tatapan ngeri begitu.

Kenyataannya memang begitu kok. Dokumen itu begitu membosankan, tidak seperti Taehyung yang begitu menyenangkan, ya menyenangkan dimata, hati, dan pikiran seorang Jeon Jungkook. Jiahhhh:v

Astaga lihat, hanya dengan memikirkan Taehyung saja, membuat bibir tipis Jungkook tersenyum sambil tetap fokus mengerjakan pekerjaannya.

Jika Jimin mengetahui hal ini, maka Jungkook harus bersiap menerima bullian tidak tau diri Jimin. Ck ck ck, ironis.

"Kookieeeeeeeeeeeeeeeeee!"

Senyum Jungkook langsung mengembang, begitu telinga tampannya mendengar suara Penguasa Hatinya, Taehyung.

Jungkook ingin tertawa sebenarnya, karena melihat kelakukan Istri cantiknya itu, yang bahkan sudah berteriak memanggil namanya dari luar ruangannya. Aigoo menggemaskan yah?

Ya, menggemaskan hanya dimata Jungkook saja.

Karena dimata orang lain, Taehyung tampak tidak biasa, dan bahkan tampak rusuh. bagaimana bisa, Taehyung sudah berteriak memanggil Jungkook padahal baru kaluar dari lift, dan tentu saja itu belum mencapai ruangan Jungkook.

Dan semua Karyawan yang melihat hal ini mengernyit bingung 'untung istri Sajangnim Mempesona' itu pikir mereka.

"Kookieee, ugh" ujar Taehyung saat dirinya baru membuka pintu ruangan Jungkook, dan seperti biasa langsung duduk dipangkuan sang suami.

Ya, Jungkook sih senang-senang saja, karena dia bisa merasakan sesuatu yang kenyal yang tengah menekan pahanya ini.

Ugh, Jungkook pikir ini menyenangkan.

Jungkook tersenyum dengan pemikirannya ini, "Waeyo hmm? Kau tidak membawa makan siang?" tanyanya, sambil mengusap pipi lembut Taehyung yang tengah menatapnya dalam.

tatapan ini, Jungkook paham, jika sudah begini maka Taehyung pasti menginginkan sesuatu.

Taehyung menatap Jungkook dengan mata sayunya, dan sambil menggigit bibir bawahnya, "Aniyo, aku tidak bawa makanan, aku sengaja, aku ingin makan siang diluar denganmu, kau mau hmm?" ujarnya dengan suara mendayu.

Dan Jungkook?

Oh man_ Jungkook mana tahan, jadi yah_

Chup~

Satu kecupan berhasil diberikan Jungkook pada bibir merah itu. Tapi Jungkook belum puas. Ayolah, mumpung Taehyung masih memejamkan mata dipangkuannya. Jungkook ingin lagi, jadi yah_

"Kiss me Tae" bisik Jungkook ditelinga Taehyung.

Dan siempunya langsung membuka mata karena ada rasa geli ditelinga cantiknya, yang bahkan menjalar sampai keleher karena Jungkook bernafas dilehernya yang sensitif itu.

Dan bagaimana Taehyung tidak geli, jika Jungkook tengah menyembunyikan wajah tampannya, yang masih terbalut kacamata itu dileher jenjangnya.

'Ini geli tapi menyenangkan', pikir Taehyung dalam hati.

Sicantik itu mengelus rambut Jungkook dengan lembut. "Kiss me Tae_maka aku akan menuruti apapun keinginanmu saat ini" ujar Jungkook yang masih menyembunyikan wajahnya diperpotongan leher Taehyung.

Taehyung tersenyum, tangan lentiknya membawa wajah Jungkook untuk beranjak dari lehernya, menetapnya sebentar, dan Taehyung langsung menabrakan bibir merahnya pada bibir tipis Jungkook.

Chup~

Jungkook tersenyum disela-sela kecupan basah yang diberikan Taehyung padanya, Jungkook hanya ingin menikmati saat ini. jadi yaa, biarkan saja Taehyung yang mendominasi ciuman mereka berdua kali ini.

Jungkook bisa merasakan bagaimana bibir merah itu menempel lembut dibibinya, terasa basah, lembut, kenyal, yang menimbulkan geleyar pada Jantungnya, dan ada rasa ceri yang dirasakannya begitu bibir kenyal Taehyung melumatnya dalam.

Holy Shit!

'You're taste it's good Tae' ujar Jungkook dalam hati.

See? Seperti yang dikatakan Jungkook tadi, Taehyung itu enak.

Tidak, lebih tepatnya Taehyung itu adalah simbol kenikmatan bagi seorang Jeon Jungkook.

Chup~

Tbc.

Hai,??

Btw, klo di Wattpad KookV family udh sampe Chapter 11 lho, klo mau silahkan kunjungki Wattpadku di *rinjanikyu:)

dan ditunggu Votemennya disana:)

Judul ini ada dua bagian yah, nanti aku akan update cepet jika responnya bagus:)

Review ne:)

Terimakasih yang sudah Follow dan Favorite Story ataupun Author, Terimakasih banyak:) terutama yg udh kasih Review Gomawo ne:) Jeongmal Gomawoyo:)

Thanks to:

#Little Jeon: makasih atas semangatnya:) dan selamat menunggu:vv

#Kimtaetae: Sip, udh dilanjut tuh, gomawo atas semangatnya:)

#Lisha: Jimin sm Yoongi blum jadian scara official kok, masih digantung Yoongi soalnya:v

thanks atas semangatnya:)